Bermaksiat kemudian Taubat kemudian Mengulang..

Ustadz Menjawab
Selasa, 25 September 2018
Ustadz Djunaedi
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
….apakah orang yg bermaksiat kemudian taubat kemudian mengulang dan kembali bertaubat lagi… apakah dosanya diampuni..
dan amalan apakak untuk sehari” agar terjaga dari perbuatan maksiat tersebut..terima kasih..
MANIS I-22
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Berbuat Dosa Lagi Setelah Bertaubat
Demikianlah fitrah manusia, berbuat kesalahan, kemudian berbuat kesalahan lagi.. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat” (HR. Tirmidzi no.2687. At Tirmidzi berkata: “Hadits ini gharib”. Di-hasan-kan Al Albani dalam Al Jami Ash Shaghir, 291/18).
Kata خطاء dlm hadits diatas artinya: banyak berbuat salah. Namun kata Nabi setelah itu, “sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat”. Ini isyarat bahwa orang yang dosanya banyak, termasuk orang yang mengulang dosa yang sama setelah taubat, tetap akan diterima taubatnya.
Dalam sebuah hadits lain ;
“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku’. Lalu اَللّٰهُ berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Lalu Allah berfirman: ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat sesukanya’” (HR. Bukhari no. 7068).
Imam Nawawi berkata : “Jika seseorang berbuat dosa seratus kali, seribu kali, atau bahkan lebih banyak, dan setiap berbuat dosa ia bertaubat, maka taubatnya diterima. Bahkan jika dari ribuan perbuatan dosa tadi setelahnya ia hanya sekali bertaubat, taubatnya pun diterima” (Fathul Baari, 89/21).
Amalan Agar Terjaga Dari Maksiat
Perbanyaklah ibadah, dan istighfar.. juga sering-serinhlah hadir dalam majelis-majelis ilmu, usahakan berkumpul dengan orang-orang sholeh baik di dunia maya seperti group MANIS ini, terlebih di dunia nyata.. bisa dengan mengikuti majelis dan halaqoh ilmu, dlsb.
Dan teruslah istiqamah menjauhi maksiat dan terus bertaubat kepada اَللّٰهُ , semoga kita dimatikan dalam keadaan husnul khotimah. آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
Wallahu a’lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Bedah Kodok Buat Praktikum Sekolah

📆 Selasa, 15 Muharrom 1440H / 25 September 2018
📚 Fiqih dan Hadits

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.
Benar bahwa dalam beberapa hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang membunuh kodok. Hanya saja  membunuh kodok ada dua pendapat ulama tentang makna larangan itu.
*Pertama*. HARAM. Ini pendapat Hanafiyah, Syafi’iyyah, dan Hambaliyah. Serta Imam Ibnu Hazm, dan Imam Ibnu Taimiyah.
Lihat _Musykilul Atsar (2/35), Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab (9/29), Al Mughniy (9/388), Al Muhalla (7/225), Al Fatawa Al Kubra (2/139)._
*Kedua.* MAKRUH.
Ini pendapat Malikiyah, dan sebagian Syafi’iyyah dan Hambaliyah.
Lihat _At Tamhid (15/178) dan Syarh Al ‘Umdah (3/148)._
Lalu, bagaimana jika ada keperluan untuk ilmu pengetahuan, penelitian?
Pata ulama menyatakan itu BOLEH, untuk mencapai maslahat yang lebih besar. Jangankan kodok, mayit manusia pun boleh untuk keperluan otopsi, dan keilmuan, maka hewan lebih utama untuk dibolehkan.
Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:
إذا دعت الحاجة أو الضرورة لتشريح الضفدع فلا حرج فيه إن شاء الله تعالى , فقد أجاز العلماء تشريح جثة المسلم لأغراض التحقيق الجنائيّ أوالطبّ الوقائي …
_Jika karena adanya keperluan atau keadaan mendesak untuk membedah kodok maka itu tidak apa-apa Insya Allah. Para ulama telah membolehkan membedah manusia untuk beragam maksud seperti penyelidikan kejahatan, kepentigan kedokteran …_
فمن باب أولى جواز تشريح الحيوانات – وهي أقل حرمةً من الإنسان – لأغراض البحث العلميّ إذا دعت الحاجة إلى ذلك .
_Maka yg lebih utama dibolehkan adalah hewan -yg mana kehormatannya lebih rendah dibanding manusia- untuk maksud kajian keilmuan, jika memang itu dibutuhkan._
*(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 71181)*
Sementara Syaikh Abdullah Al Faqih mengatakan:
فلا مانع شرعاً -والله أعلم- من تشريح الحيوانات، واستخدامها في الأغراض المشروعة التي تعود على الناس بالخير والنفع، والضفدع كغيره من الحيوانات والحشرات إذا كان قتله لغرض صحيح، فلا مانع منه إن شاء الله
Tidak terlarang dalam syariat -wallahu a’lam- aktifitas membedah hewan, lalu memanfaatkannya untuk maksud-maksud yg syar’iy dan kebaikan serta manfaatnya kembali kepada manusia. Kodok sama dgn hewan lainnya, jika dibunuh untuk keperluan yg benar maka itu tidak terlarang. Insya Allah
*(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 39997)*
Demikian. Wallahu a’lam
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=💰
💳 a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
📲 Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Akhlak Ulama Saat Berselisih

📆 Senin, 14 Muharrom 1440H / 24 September 2018
📚 Adab

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.
Imam Adz Dzahabiy Rahimahullah menceritakan:
قال يونس الصدفي: ما رأيت أعقل من الشافعي، ناظرته يوما في مسألة، ثم افترقنا، ولقيني، فأخذ بيدي، ثم قال: يا أبا موسى، ألا يستقيم أن نكون إخوانا وإن لم نتفق في مسألة
قُلْتُ: هَذَا يَدُلُّ عَلَى كَمَالِ عَقْلِ هَذَا الإِمَامِ وَفقهِ نَفْسِهِ فَمَا زَالَ النُّظَرَاءُ يَخْتَلِفُوْنَ
Yunus Ash Shadafiy berkata: “Aku belum pernah melihat orang yang paling cerdas dibandingkan Asy Syafi’iy.
Suatu hari aku pernah berdebat dengannya dalam sebuah masalah kemudian kami berpisah. Lalu, Beliau menjumpaiku dan memegang tanganku dan berkata: ‘Wahai Abu Musa,  kita tetap erat bersaudara walau kita tidak sepakat dalam suatu permasalahan.”
Aku (Adz Dzahabiy) berkata: “Ini menunjukkan kesempurnaan akal dan taufiq pada diri imam ini, sebab biasanya orang berdebat itu senantiasa berselisih.”
📚 Siyar A’lamin Nubala, 10/16
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=💰
💳 a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
📲 Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Sholat Sunnah Rawatib

Ustadz Menjawab
Senin, 24 September 2018
Ustadz Rikza Maulan, Lc.MA
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
….adakah sholat rowatib qobla dzuhur 4 rakaat, yang dilaksanakan 2 rakaat,2 rakaat, haditsnya ada dan kuatkah?
A37
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Rehad (Renungan Hadits) 304
“Mendapatkan Rumah Di Surga, Dengan Istiqamah Dalam Shalat Sunnah”
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّة،ِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْر (رواه الترمذي)
Dari ‘Aisyah ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang tekun dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat (sehari semalam), maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga. (Shalat-shalat sunnah tersebut) adalah, empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Tirmidzi)
Takhrij Hadits ;
1. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunan (Jami’) nya, Kitab As-Shalat, Bab Ma Ja’a Fiman Shalla Fi Yaumin Wa Lailatin Tsinta Asyrata Rak’atan Minas Sunnah, Hadits no 379.
2. Diriwayatkan juga oleh Imam Nasa’i dalan Sunannya, Kitab Qiyamil Lail Watathuwwu’in Nahar, Bab Tsawabu Man Shalla Fil Yaumi Wal Lailati Tsinta Asyrata Rak’atan, hadits no 1772.
3. Hadits ini juga memiliki syahid dari jalur sanad Ummu Habibah ra, yg diriwayatkan oleh Imam Muslim no 1198, Abu Daud no 1059, Ibnu Majah no 1131 & Imam Ahmad no 25543.
4. Syekh Al-Mubarakfuri mengemukakan bahwa derajat hadits ini tidak dibawah hadits hasan. Kemudian Syekh Ahmad Syakir mengatakan hadits ini shahih atau hasan. Sementara Syekh Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih.
Hikmah hadits ;
1. Anjuran istiqamah untuk melaksanakan shalat-shalat sunnah rawatib 12 rakaat sehari semalam. Karena sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas bahwa keutamaan orang yang istiqamah melaksanakan shalat sunnah rawatib sehari semalam sebanyak 12 rakaat, maka Allah Swt akan membangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga. Sungguh merupakan keutamaan yang sangat besar, yang Allah berikan kepada hamba-Nya yg istiqamah dalam menggapai ridha-Nya melalui shalat2 sunnah.
2. Shalat rawatib atau kadang disebut juga shalat sunnah rawatb adalah shalat-shalat sunnah yang mengiringi shalat-shalat fardhu yg 5 waktu, baik yg qabliyah (sebelum shalat fardhu) maupun yg ba’diyah (sesudah shalat fardhu). Shalat-shalat rawatib tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas adalah sebagai berikut ;
(1) 4 rakaat sebelum dzuhur
(2) 2 rakaat sesudah dzuhur
(3) 2 rakaat sesudah maghrib
(4) 2 rakaat sesudah isya’
(5) 2 rakaat sebelum subuh
3. Selain mendapatkan keutamaan akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga, melaksanakan shalat sunnah rawatib juga memiliki keutamaan2 lain, yaitu ;
(1). 2 rakaat shalat sunnah sebelum shalat subuh, adalah lebih mulia dibandingkan dengan dunia dengan segala isinya. (Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwauat Imam Muslim)
(2). Akan dihindarkan dari adzab neraka, sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Barang siapa yg menjaga empat 4 rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkannya dari api neraka. (HR. Abu Daud)
(3). Mendapatkan limpahan rahmat. Sebagaimana dalam hadits,
“Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat 4 rakaat sebelum ashar” (HR. Abu Daud).
Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang mendapatkan segala keutamaan yg terdapat dalam shalat rawatib sebagaimana dijelaskan di atas. Amiin Ya Rabbal Alamiiin.
Wallahu a’lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Kapan menggunakan Subhanallah dan Masyaallah??

Ustadz Menjawab
Ahad, 23 September 2018
Ustadz Farid Nu’man
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
….Mohon bantuan penjelasan ttg penggunaan yg tepat kata “subhanallah” dan “masya Allah” ada teman yg bertanya terkait ini cuman ana ingin hujjah yg jelas dr yg lebih berilmu.
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Subhanallah – Maha Suci Allah .. diucapkan saat ta’jub terhadap sebuah hal atau peristiwa. Begitu pula Masya Allah, ucapan ta’jub pada hal-hal yg hebat dari manusia. Begitu pula tabaarakallah .. tapi ini jarang dipakai.
Dalam hadits Shahih Bukhari, saat nabi berjalan bersama Shafiyyah, ada dua laki-laki Anshar, yg melihat dgn pandangan heran, maka Nabi mengklarifikasi bahwa itu adalah istrinya .. lalu  Kedua orang itu berkata; “Subhanallah (Maha suci Allah) wahai Rasulullah”. Kedua orang itu pun merasa segan terhadap ucapan beliau. Maka kemudian Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam bersabda: “Sesungguhnya syetan masuk kepsda manusia lewat aliran darah dan aku khawatir bila syetan telah membisikkan sesuatu dalam hati kalian berdua”.
Dalam surat Al Isra juga Allah Ta’ala berfirman: Subhanalladzi asraa bi’abdihi .. .. ttg Isra Mi’raj ..
Dalam surat Yasin, .. Subhanalladzi khalaqal azwaaja kullahaa ..dst, ttg kehebatan penciptaan Allah thdp makhluknya ..
Tentang ucapan: Masya Allah, berdasarkan:..
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا
Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu. (QS. Al-Kahfi: 39)
Juga hadits:
من رأى شيئاً فأعجبه فقال : ما شاء الله لا قوة إلا بالله : لم تصبه العين ”
Siapa yg melihat suatu mengagumkan lalu dia mengatakan: Masya Allah Laa quwwata Illa billah, maka tidak akan kena penyakit ‘ain…
Hanya saja hadits ini ada perawi yg DHAIF JIDDAN, sangat lemah. (Imam al Haitsami, Majma’ Az Zawaid, 5/21)
Jadi, tidak usah dibenturkan antara keduanya.
Ada pun na’udzubillah, kami berlindung kpd Allah adalah doa kita saat melihat yg buruk, musibah, dan smisalnya, .. agar kita terhindar.
Wallahu a’lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Kaum Muslimin, (Harus) Rajin Berlatih!

📆 Sabtu, 12 Muharram  1440 H / 22 September 2018
📚 SIROH  DAN TARIKH ISLAM

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP
📋 Kaum Muslimin, (Harus) Rajin Berlatih!
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
Dalam kitab Ghazwatur Rasul (غزوات الرسول – دروس وعبر وفوائد) karya Dr. Ali Muhammad ash-Shallabi dijelaskan bahwa urgensi dari Pertempuran Mu’tah yang paling utama adalah:
1. Rencana operasional (خطوة عملية) yang dengannya Rasulullah hendak menghabisi (للقضاء) Kekaisaran Byzantium yang sombong (دولة الروم المتجبرة) di seantero Syam,
2. Karena pertempuran ini berhasil menggentarkan (هزّ هيبتها) hati/semangat bangsa Arab Nasrani di perbatasan Syam dan menimbulkan kesan (أعطت فكرة) betapa tingginya semangat juang (الروح المعنوية العالية) di kalangan Kaum Muslimin,
3. Sekaligus menunjukkan (كما أظهرت) lemahnya semangat juang perang (ضعف الروح المعنوية في القتال) pasukan Salib Nasrani
4. Juga memberikan peluang (أعطت فرصة) bagi Kaum Muslimin untuk mengenal kondisi riil (للتعريف على حقيقة) kekuatan (militer) Bangsa Byzantium
– Foto latar belakang dari arsip dokumentasi rombongan Napak Tilas Tiga Zaman di Jordan, 9 September 2018.
– Foto transparan dari arsip pribadi kitab Ghazwatur Rasul halaman 250.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=💰
💳 a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
📲 Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Nikah Sirri (نِكَاحُ السِّرِّ)

Ustadz Menjawab
Sabtu, 22 September 2018
Ustadz Farid Nu’man Hasan
🌿🍁🌺Nikah Sirri (نِكَاحُ السِّرِّ)
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
….mohon penejelasan Hukum menikah dibawah tangan, dan apakah dalam Islam Boleh?? Jazakallah khair ustadz
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Maksud dari nikah sirri (nikah diam-diam) di sini bukan dalam pengertian umumnya orang Indonesia, yaitu pernikahan tanpa dicatat oleh petugas KUA, yang secara agama telah SAH (ada penganten, mahar, saksi, wali, ijab, dan qabul), hanya saja belum tercatat dalam catatan sipil.
Tapi, maksud nikah sirri dipembahasan ini adalah menurut definisi ahli fiqih Islam.
Jadi, definisinya:
فَذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ : الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُوَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّ نِكَاحَ السِّرِّ هُوَ مَا لَمْ يَحْضُرْهُ الشُّهُودُ ، أَمَّا مَا حَضَرَهُ شَاهِدَانِ فَهُوَ نِكَاحُ عَلاَنِيَةٍ لاَ نِكَاحَ السِّرِّ ، إِذِ السِّرُّ إِذَا جَاوَزَ اثْنَيْنِ خَرَجَ مِنْ أَنْ يَكُونَ سِرًّا ، وَاسْتَدَلُّوا عَلَى صِحَّتِهِ بِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بَوْلِيٍّ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ
Mayoritas fuqaha berpendapat seperti Hanafiyah, Syafi’iyah, Hambaliyah, bahwa nikah sirri itu adalah jika pernikahan tidak dihadiri saksi. Ada pun pernikahan yang dihadiri dua orang saksi, maka itu nikah ‘alaniyah (terang-terangan) dan bukan sirri (diam-diam/rahasia). Mengingat sirri itu jika melewati  dua orang maka sudah keluar lingkup  sirri.  Mereka berdalil SAHnya pernikahan dengan dua orang saksi, hadits yang berbunyi: “Tidak ada nikah tanpa wali dan tanpa dua orang saksi yang adil.” (Al Mausu’ah, 41/353)
Inilah makna nikah sirri dalam pandangan fuqaha umumnya yaitu pernikahan tanpa dihadiri saksi. Statusnya adalah BATAL alias TIDAK SAH. Berikut ini keterangannya:
يَرَى جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ بِنَاءً عَلَى حَقِيقَةِ نِكَاحِ السِّرِّ عِنْدَهُمْ أَنَّهُ نِكَاحٌ بَاطِلٌ لِعَدَمِ الإِْشْهَادِ عَلَيْهِ لِخَبَرِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا : لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ
Mayoritas fuqaha Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Hambaliyah berpendapat –dengan gambaran definisi nikah sirri yang mereka sampaikan- bahwa pernikahan tersebut BATAL karena ketiadaan saksi, berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil.” (Ibid)
Ada pun makna “nikah sirri” made in indonesia adalah pernikahan tanpa dicatat oleh negara, walau secara agama sudah sah, bukan itu nikah sirri yang dimaksud para fuqaha Islam.
Wallahu a’lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Shodaqoh dengan Harta yang Tidak Halal..

Ustadz Menjawab
Jum’at, 21 September 2018
Ustadz Farid Nu’man Hasan
🌿🍁🌺 Shodaqoh dengan Harta yang Tidak Halal..
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
….ada teman yang bertanya, gini kan ada artis yg pekerjaanya d luar batasan seperti membuka aurat bersentuhan,berpelukan bahkan mungkin lebih buruk dari itu..
Tapi mereka memiliki hati yang dermawan suka menyantuni anak yatim dan fakir miskin hal yang saya bingungkan halalkah makanan yang d beli atas pemberian orang lain dengan cara yang menurut saya tidak sesuai syari.at?? Masalahnya ada jg d Tempt tinggal saya yang entah apa itu kerjanya tetapi membelanjakan uangnya untuk keperluan masjid seperti sajadah dll apakah solat saya dan para ja.maah ttp sah?
Mohon penjelaaannya
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Penghasilan mereka, jika diperoleh dgn cara haram, maka haram bagi mereka saja.
Ada pun ketika penghasilan itu diberikan secara halal kepada orang lain, maka boleh menerimanya, keharaman adalah bagi pemiliknya. Oleh Krn itu, saat dia menyumbang buat masjid, anak yatim, dll, mrka boleh menerimanya walau itu blm tentu bermanfaat bagi penyumbangnya ..
Uang haram itu hakikatnya uang “tak bertuan”, maka dia boleh dipakai untuk anak yatim, masjid, maslahat kaum muslimin, juga kepentingan umum seperti jalan, jembatan, dan semisalnya.
Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid menjelaskan:

وأما المحرم لكسبه فهو الذي اكتسبه الإنسان بطريق محرم كبيع الخمر ، أو التعامل بالربا ، أو أجرة الغناء والزنا ونحو ذلك ، فهذا المال حرام على من اكتسبه فقط ، أما إذا أخذه منه شخص آخر بطريق مباح فلا حرج في ذلك ، كما لو تبرع به لبناء مسجد ، أو دفعه أجرة لعامل عنده ، أو أنفق منه على زوجته وأولاده ، فلا يحرم على هؤلاء الانتفاع به ، وإنما يحرم على من اكتسبه بطريق محرم فقط .
Harta haram yang dikarenakan usaha memperolehnya, seperti jual khamr, riba, zina, nyanyian, dan semisalnya, maka ini haram hanya bagi yang mendapatkannya saja. Tapi, jika ada ORANG LAIN yang mengambil dari orang itu dengan cara mubah, maka itu tidak apa-apa, seperti dia sumbangkan untuk masjid dengannya, bayar gaji pegawai, nafkah buat anak dan istri, hal-hal ini tidak diharamkan memanfaatkan harta tersebut. Sesungguhnya yang diharamkan adalah bagi orang mencari harta haram tersebut.
(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 75410)
Imam Ibnu Taimiyah mengatakan:
إذا كانت الأموال قد أخذت بغير حق وقد تعذر ردها إلى أصحابها ككثير من الأموال السلطانية (أي التي غصبها السلطان) ; فالإعانة على صرف هذه الأموال في مصالح المسلمين كسداد الثغور ونفقة المقاتلة ونحو ذلك : من الإعانة على البر والتقوى..
Jika harta diperoleh dengan cara yang tidak benar, dan harta tersebut sulit dikembalikan kepada yang berhak, seperti harta yang ada pada penguasa (yaitu yang dirampas penguasa dari rakyatnya), maka bantuan untuk manfaatkan harta ini adalah dengan memanfaatkannya bagi maslahat kaum muslimin seperti penjaga perbatasan, biaya perang, dan semisalnya; sebab ini termasuk pemanfaatan dalam kebaikan dan taqwa. (As Siyaasah Asy Syar’iyah, Hal. 35)
Pemahaman kelompok ini juga yang dilakukan para salaf, bahwa keharaman adalah bagi orang yang menghasilkannya. Adapun saat dia memberikan ke orang lain maka orang lain tersebut tidak kena keharaman tersebut. Dzar bin Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhuma bercerita:
جاء إليه رجل فقال : إن لي جارا يأكل الربا ، وإنه لا يزال يدعوني ،
فقال : مهنأه لك ، وإثمه عليه
Ada seseorang yang
mendatangi Ibnu Mas’ud lalu dia berkata: “Aku punya tetangga yang suka makan riba, dan dia sering mengundangku untuk makan.” Ibnu Mas’ud menjawab; Untukmu bagian enaknya, dan dosanya buat dia. (Imam Abdurrazzaq, Al Mushannaf, no. 14675)
Salman Al Farisi Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
إذا كان لك صديق
عامل، أو جار عامل أو ذو قرابة عامل، فأهدى لك هدية، أو دعاك إلى طعام، فاقبله، فإن مهنأه لك، وإثمه عليه.
“Jika sahabatmu, tetanggamu, atau kerabatmu yang pekerjaannya haram, lalu dia memberi hadiah kepadamu atau mengajakmu makan, terimalah! Sesungguhnya, kamu dapat enaknya, dan dia dapat dosanya.” (Ibid, No. 14677)
Wallahu a’lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

Wakaf untuk Korban Bencana Alam

📆 Jum’at, 11 Muharram 1440/ 21 September 2018
📚 *Fikih Muamalah*

📝 Pemateri: Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A
📋Wakaf untuk Korban Bencana Alam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
Donasi wakaf diperkenankan untuk membiayai pembangunan rumah korban bencana jika itu menjadi prioritas pertama dan keterbatasan donasi, infak, sedekah, atau benefit wakaf untuk membiayai rumah tersebut. Kesimpulan ini berdasarkan kaidah dan alasan berikut.
1. Wakaf itu yang diperuntukkan adalah manfaat dan benefitnya, sedangkan pokok aset wakaf tidak boleh berkurang atau berpindah kepemilikan, tetapi harus tetap agar  produktif dimanfaatkan oleh mustahik. Hal ini sesuai dengan pengertian wakaf sebagaimana yang ditegaskan oleh Ibnu Quddamah dalam Al-Mughni,
حَبْسُ الْأَصْلِ وَتَسْبِيْلِ الثَّمَرَة
“Tahan pokoknya dan salurkan hasilnya.”
2. Berdasarkan kaidah pertama tadi, aset wakaf uang atau wakaf melalui uang harus menjadi aset produktif dan jika pengembangannya dalam bentuk pembangunan rumah atau aset tertentu, semakin panjang usia dan produktivitasnya maka semakin baik karena memberikan manfaat yang lebih panjang dan produktif bagi n-user (mustahik). Hal ini sesuai dengan makna sedekah jariyah dalam hadits Rasulullah Saw :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا مَاتَ اِبْنُ الإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلَهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
“Jika anak adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu :  sedekah jariyah,  ilmu yang diambil manfaatnya,  anak shalih yang selalu mendo’akan orang tuanya.” (HR. Muslim)
3. Akan tetapi, apabila ada keterbatasan sumber donasi lain, seperti infak, sedekah, dan benefit wakaf, maka diperkenankan untuk membiayai kebutuhan tersebut dari donasi wakaf. Karena sesungguhnya, tujuan wakaf minimal tidak habis dikonsumsi. Setiap yang tidak habis dikonsumsi terlepas dari berapa umur produktivitasnya ditujukan, termasuk rumah yang usianya terbatas.
Berdasarkan tiga hal di atas, berdonasi wakaf untuk pembangunan rumah sementara diperbolehkan, apalagi untuk hajat atau darurat masyarakat yang sangat membutuhkan.
Wallahu a’lam
================
Follow And Join
📲Fb, IG, Telegram: @onisahronii
📲 Twitter : @onisahroni
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱Info & Pendaftaran member : bit.ly/mediamanis
💰 =Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa= 💰
An. Yayasan MANIS, No Rek BSM 7113816637
📲 Info lebih lanjut : bit.ly/donasidakwahmanis

Bolehkah Memelihara Anjing?

Ustadz Menjawab
Kamis, 20 September 2018
Ustadz Farid Nu’man Hasan
🌿🍁🌺Bolehkah Memelihara Anjing?
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
….Baru2 ini kita dihebohkan dg tayangan wanita bercadar pelihara 9 anjing. Tiap hari dia dijilati anjing2nya saat memberi makan, walau kadang2 dia pakai sarung tangan, tapi kadang2 ga pakai jg.. padahal kan perlu kehati2an banget membersihkan najis mugholladhohnya..
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillahirrahmanirrahim wal hamdulillah ..
Memelihara anjing, tanpa hajat syar’iy, terlarang dalam syariat yaitu makruh menurut jumhur ulama.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ لِي أَتَيْتُكَ الْبَارِحَةَ فَلَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أَكُونَ دَخَلْتُ إِلَّا أَنَّهُ كَانَ عَلَى الْبَابِ تَمَاثِيلُ وَكَانَ فِي الْبَيْتِ قِرَامُ سِتْرٍ فِيهِ تَمَاثِيلُ وَكَانَ فِي الْبَيْتِ كَلْبٌ فَمُرْ بِرَأْسِ التِّمْثَالِ الَّذِي فِي الْبَيْتِ يُقْطَعُ فَيَصِيرُ كَهَيْئَةِ الشَّجَرَةِ وَمُرْ بِالسِّتْرِ فَلْيُقْطَعْ فَلْيُجْعَلْ مِنْهُ وِسَادَتَيْنِ مَنْبُوذَتَيْنِ تُوطَآَنِ وَمُرْ بِالْكَلْبِ فَلْيُخْرَجْ
  “Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam mendatangiku, dia berkata kepadaku: ‘Aku mendatangimu semalam, tak ada yang menghalangiku masuk ke rumah kecuali karena di pintu rumah terdapat patung, di rumah ada gorden yang bergambar patung, dan di rumah terdapat anjing. Maka, perintahkanlah agar patung yang di rumah agar dipotong kepalanya sehingga bentuknya seperti pohon, dan perintahkanlah agar gorden itu dirobek dan dijadikan dua buah bantal untuk diduduki, dan perintahkan agar anjing itu dkeluarkan.”   
(HR. Abu Daud No. 4158, At Tirmidzi No. 2806, katanya: hasan shahih)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا يَنْقُصْ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ إِلَّا كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ كَلْبَ مَاشِيَةٍ
  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang memelihara anjing maka nilai amal shalihnya berkurang setiap hari sebesar satu qirath, kecuali anjing penjaga ladang atau anjing penjaga binatang.”   (HR. Bukhari No. 3324)
  Sementara dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلَّا كَلْبَ زَرْعٍ أَوْ غَنَمٍ أَوْ صَيْدٍ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
  “Barangsiapa yang memelihara anjing, kecuali anjing penjaga tanaman, atau penjaga ternak, atau anjing pemburu, maka berkuranglah pahalanya setiap harinya satu qirath.”   (HR. Muslim No. 1574, 56)
  Dalam riwayat Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, disebutkan berkurang pahalanya dua qirath.
مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ
  Barang siapa yang memelihara seekor anjing bukan untuk menjaga ternak  atau bukan untuk dilatih berburu, maka berkurang dari pahalanya setiap hari sebanyak dua qirath.  (HR. Bukhari No. 5480)
Tentang ukuran satu qirath, hanya Allah Ta’ala yang tahu sebagaimana yang dikatakan Imam An Nawawi dan Imam Sulaiman bin Khalaf Al Baji Rahimahumallah. Sementara makna qirath dalam konteks pahala shalat jenazah adalah sebesar gunung Uhud.
  Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah menjelaskan:
والكلب هنا هو الحيوان المعروف وظاهر الحديث أنه يشمل الكلب الذي يباح اقتنائه وغيره والكلاب التي يباح اقتنائها ثلاثة أنواع .
1- كلب الحرث يعني يكون للإنسان بستانا ويجعل فيه كلبا يحرث البستان عن الذئاب والثعالب وغيرها .
2- كلب الماشية يكون عند الإنسان ماشية في البر يحتاج إلى حمايتها وحفظها يتخذ كلبا ليحميها من الذئاب والسباع ومن السراق ونحوهم لأن بعض الكلاب معلم إذا أتي شخص أجنبي نبح حتى ينتبه صاحبه له
3- كلب الصيد يتخذ الإنسان كلبا يعلمه الصيد ويصيد به
  Anjing dalam konteks hadits ini adalah hewan yang telah dikenal, secara zahirnya hadits ini mencakup anjing yang dibolehkan untuk disimpan (dipelihara) dan lainnya. Anjing yang diperbolehkan untuk dipelihara ada tiga jenis:
Pertama, Kalbul Hartsi (Anjing Ladang),  yaitu   manusia menempatkannya di kebun, dan menjadikannya sebagai penjaga dari anjing hutan, serigala, dan lainnya.
Kedua, Kalbul Maasyiyah (Anjing penjaga peternakan),  yaitu manusia memiliki hewan ternak yang hidupnya di darat, mereka membutuhkan perlindungan dan penjagaan, maka dijadikanlah anjing untuk menjaga hewan ternaknya dari ganggunan anjing hutan, serigala, pencuri, dan semisalnya. Sebab sebagian anjing telah diajarkan jika datang seorang asing, maka dia akan menggonggong  sehingga pemiliknya terjaga.
Ketiga, Kalbul Shayd (Anjing Pemburu), manusia memanfaatkannya untuk diajarkan berburu dan berburu dengannya.
(Asy Syarh Al Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram, 2/8. Mawqi’ Al Islam)
Apakah Niat Baik Membuat Hukum Berubah?
Niat baik menjaga kelestarian hewan tentu ada aturan mainnya. Anjing pun boleh diberikan makan minum, Insya Allah berpahala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menceritakan, adanya seorang laki-laki yang menjumpai anjing di padang pasir sedang menggonggong sambil makan debu karena kehausan. Lantas laki-laki itu menuju sebuah sumur dan mengambilkan air sepenuh sepatunya untuk anjing tersebut, hingga anjing tersebut minum sampai puas. Setelah itu Beliau bersabda:
فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَه
  “Maka Allah berterima kasih kepadanya, dan mengampuni dosa orang itu.”   (HR. Bukhari No. 6009)
Namun, tidak berarti bolehnya anjing berada di rumah seorang muslim tanpa hajat syar’iy, apalagi sekedar hobi.
Hal ini sesuai kaidah:
الغاية لا تبرر الوسيلة الا بالدليل
Niat yang baik tidak boleh menghalalkan segala cara, kecuali yg ada dalilnya.
Memelihara anjing untuk keperluan pelacak, pemburu, penjaga kebun, penjaga ternak, ada dalilnya. Tapi, kalau untuk hobi, buat suka2an saja .. Ini yg tidak boleh.
Wallahu a’lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis