logo manis4

MENAMBAH BEKAL UNTUK AKHIRAT DI MASA PANDEMI

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari masa pandemi ini. Di antaranya kita diperlihatkan atas Maha Besarnya kekuasaan Allah kepada makhluk-Nya, Dia telah mengatur makhluk yang sangat kecil tidak terlihat oleh mata, tetapi dapat mengguncangkan hati, fikiran, dan prilaku manusia serta merubah keadaan dalam segala hal dari yang semula serba normal menjadi tidak normal.

Di saat virus ini meraja lela dengan cepat menular dan menyebar telah menimbulkan rasa cemas, galau dan takut. Rumah sakit- rumah sakit di sebagian daerah sudah penuh , dokter dan perawat kewalahan tidak mampu menangani pasien yang terus berdatangan.
Tubuh mereka yang terpapar covid19 semakin merasakan sakit, di antara mereka ada yang selamat dan ada yang wafat.

Sebagai orang yang beriman maka suami istri harus bisa saling menguatkan dan saling mengingatkan untuk pasrah kepada takdir Allah, meningkatkan ibadah, menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup yang sehat serta mengkondisikan anak-anak untuk bermental dan berperilaku seperti orang tuanya.

Pelajaran lain yang bisa diambil dari masa pandemi ini adalah begitu mudahnya kematian datang tiba-tiba tanpa memberi tanda-tanda.

Sehingga beruntunglah bagi mereka yang telah menjadikan hidupnya mulia di sisi Allah dengan keimanan, ketaatan, keshalehan dan kebaikan. Mereka dapat tersenyum menghadap Allah karena telah digolongkan kepada nafsul muthmainnah yang berlimpah ridha-NYA dan berhak mendapatkan balasan surga.

Allah berfirman :
” Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-NYA. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-KU dan masuklah ke dalam surga-KU”. ( 89 : 27 -30 ).

Dari pelajaran tersebut maka kita harus bisa mengkondisikan keluarga untuk memperbanyak bekal akhirat dengan cara :

โค๏ธ Meningkatkan iman dan memperbanyak amal shaleh.

โค๏ธ Bersegera dalam beramal.

โค๏ธ Bertaubat dan memperbanyak istigfar.

โค๏ธ Rajin membaca alquran dan mengkhatamkannya.

โค๏ธ Melaksanakan shalat wajib di awal waktu dan menggemari shalat sunnah.

โค๏ธ Berdzikir, berdoa dan bersedekah.

โค๏ธ Memenuhi hak-hak orang lain, terutama membayar hutang & meminta maaf .

Wallahu a’lam bish showab

๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Keutamaan Tidak Akan Bisa Diraih Dengan Santai

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ยซุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุงู„ุฎูŠุฑุงุช ูˆุงู„ู„ุฐุงุช ูˆุงู„ูƒู…ุงู„ุงุช ูƒู„ู‡ุง ู„ุง ุชูู†ุงู„ ุฅู„ุง ุจุญุธ ู…ู† ุงู„ู…ุดู‚ุฉุŒ ูˆู„ุง ูŠูุนุจุฑ ุฅู„ูŠู‡ุง ุฅู„ุง ุนู„ู‰ ุฌุณุฑ ู…ู† ุงู„ุชุนุจ!ยป

“Maslahat, kebaikan, kelezatan, dan kesempurnaan, semuanya tidak bisa diraih kecuali dengan sebagian kesulitan. Ia juga tidak bisa dicapai kecuali melalui jembatan keletihan.”

Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 15

Penjelasan:

1. Ulama berkata

ูˆู…ุง ุงู„ู„ุฐุฉ ุงู„ุง ุจุนุฏ ุงู„ุชุนุจ

Tiada kelezatan kecuali setelah bersusah payah.

Pepatah kita berkata, “Berakit-rakit dahulu, berenang kemudian , bersusah-susah dahulu, senang kemudian.”

2. Al Quran mengajarkan, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqoroh : 214)

3.ย  Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi berkata: “Ayat ini menunjukkan bahwa termasuk sunnatullah yang tidak dapat dirubah adalah memberikan ujian dan cobaan kepada orang yang menegakkan agama dan syari’at-Nya.

Jika seseorang bersabar terhadap perintah Allah dan tidak peduli terhadap rintangan yang menghadang, maka dia adalah orang yang benar imannya dan akan memperoleh kebahagiaan secara sempurna.” (Aisarut Tafasir).

4. โ€˜Abdurrahman bin Abu Hatim berkata, โ€œLaa yustathoโ€™ul โ€˜ilmu bi rohatil jasadโ€œ

Ilmu -agama- tidaklah bisa diraih dengan badan yang bersantai-santai. (Siyar Aโ€™lamin Nubalaโ€™, 13/266)

5. Mau kaya harus bekerja, mau pintar harus belajar; sungguh dunia ini bukan tempat bersantai-santai tetapi ia tempat berkeringat, mengalirkan darah dan menumpahkan air mataย  untuk meraih kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Agar Seorang Muslim Tidak Membiasakan Pulang Ke Rumahnya Terlalu Larut Malam

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุทู’ุฑูู‚ู ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ุชููŠู‡ูู…ู’ ุบูุฏู’ูˆูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดููŠู‘ูŽุฉ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw tidak pernah mendatangi (tiba dari perjalanan) keluarganya di malam hari, namun beliau datang ke keluarganya di pagi hari atau di petang hari.” (HR. Muslim, hadits no. 3555)

Hikmah Hadits ;

1. Anjuran untuk segera kembali ke rumah, ketika telah selesai suatu urusan dalam suatu perjalanan tertentu. Karena perjalanan adalah bagian dari azab (sebagaimana dijelaskan dalan rehad 177), yang sarat dengan ketidaknyamanan. Dimana seseorang dalam perjalanan umumnya terhalang dari istirahatnya, dari makan minumnya dan dari pekerjaan yang seharusnya dilakukannya, disamping juga bahwa dalam perjalanan seseorang sangat rentan terhadap godaan-godaan syaitan.

2. Disunnahkan ketika kembali pulang ke rumahnya, untuk tidak mengejutkan anggota keluarga dan atau tidak merepotkan mereka di luar waktu yang seharusnya. Maka Nabi Saw tidak pernah pulang atau kembali dari safar di tengah malam. Beliau lebih memilih untuk pulang ke rumah di waktu pagi atau sore hari. Karena umumnya keluarga akan terkejut, terganggu dan atau terrepotkan oleh kehadiran kita yang pulang di tengah malam. Dan juga tentunya kesiapan keluarga menjadi tidak maksimal dalam menyambut kita. Namun kalaupun tidak punya pilihan selain kembali pulang ke rumah di tengah malam, oleh karena jadwal kendaraan dan atau angkutan yang memang kita tidak punya pilihan, maka minimal kita harus memberikan kabar atau informasi terlebih dahulu kepada keluarga, agar mereka tidak terkejut dan atau tidak terganggu oleh kehadiran kita tiba di tengah malam.

3. Maka oleh karenanya, hendaknya sebisa mungkin setiap kita mengkondisikan diri agar dalam setiap perjalanan dan atau dalam setiap kegiatan untuk memilih waktu yang tepat, sehingga tidak pulang ke rumahnya terlalu malam. Karena pulang ke rumah terlalu malam berpotensi akan menimbulkan mudharat, baik bagi diri kita sendiri dan juga bagi keluarga kita serta bagi masyarakat kita. Sebaliknya kita dianjurkan untuk bisa segera pulang ke rumah sebelum waktu malam, agar tidak mengganggu ketenangan dan ketentraman keluarga. Subhanallah, demikian indahnya ajaran sunnah Rasulullah Saw…

Wallahu A’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Ketika Seorang Hamba Berbuat Salah, Khilaf dan Alpa

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

ุนู† ุฃูŽุจูŠ ุจูŽูƒู’ุฑู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูุฐู’ู†ูุจู ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃู ููŽูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽู†ู’ุจู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุบูŽููŽุฑูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุชูŽูŠู’ู†ู {ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ุณููˆุกู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุธู’ู„ูู…ู’ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฌูุฏู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑู‹ุง ุฑูŽุญููŠู…ู‹ุง} ูˆ {ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ููˆุง ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’} (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

Dari Abu Bakar As-shiddiq ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah seorang muslim melakukan perbuatan dosa, kemudian ia berwudhu dan melaksanakan shalat dua rakaat, lalu memohon ampunan kepada Allah Swt atas dosa dosanya tersebut, melainkan Allah pasti akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca dua ayat ini (1)”Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, Kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. An-Nisa : 110), dan ayat ini, (2) “dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

ยฉ๏ธ Takhrij Hadits ;

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam Sunannya, Kitab As-Shalat, Bab Fil Istighfar, hadits no 1300. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad bin Hambali dalam Musnadnya, hadits no 46.

ยฎ๏ธ Hikmah Hadits;

1. Salah satu sifat manusia adalah sering melakukan perbuatan salah dan dosa, baik dosa-dosa yang kecil, dan bahkan juga dosa-dosa besar. Bahkan dapat dikatakan bahwa tiada seorang manusia pun yang menapakkan kakinya dalam kehidupan nyata dunia, melainkan ia pasti pernah melakukan salah dan dosa, kendatipun ia adalah seorang ustadz, atau seorang ulama, ahli ibadah, pejabat tinggi, tokoh masyarakat, atau juga hanya seorang anggota masyarakat biasa saja. Selama ia adalah seorang manusia, pasti ia pernah berbuat dosa. Hal ini sebagaimana disabdakan Nabi Saw ;

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู„ู‘ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุฎูŽุทู‘ูŽุงุกูŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุฆููŠู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู‘ูŽุงุจููˆู†ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat kesalahan. Dan sebaik-baiknya mereka yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi, hadits no 242)

2. Allah Swt Maha Pengampun atas segala dosa dan kesalahan yang dilakukan oleh setiap hamba. Selama hamba-nya mau datang kepada-Nya, menegadahkan kedua tangannya untuk bertaubat memohon ampunan kepada-Nya dengan segala kesungguhan dan penyesalan, maka pastilah Allah akan mengampuninya. Namun agar taubat diterima Allah Swt ada tiga syarat yg harus dipenuhi, sebagaimana dikemukakan oleh Imam Nawawi, yaitu sbb ;

ุฃุญูŽุฏูู‡ุง : ุฃู†ู’ ูŠูู‚ู„ูุนูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู…ูŽุนุตููŠูŽุฉู, ูˆุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ : ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุฏูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ููุนู’ู„ูู‡ูŽุง, ูˆุงู„ุซู‘ูŽุงู„ุซู : ุฃู†ู’ ูŠูŽุนู’ุฒูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุง ูŠุนููˆุฏูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุจูŽุฏุงู‹ . ููŽุฅูู†ู’ ููู‚ูุฏูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ุงู„ุซู‘ูŽู„ุงุซูŽุฉู ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตูุญู‘ูŽ ุชูŽูˆุจูŽุชูู‡ู

1. Tidak mengulangi lagi maksiat tersebut.
2. Menyesal telah melakukan maksiat tersebut.
3. Bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat itu selamanya.

Bahkan jika perbuatan dosanya berkenaan dengan hak orang lain, maka masih ada satu syarat lagi yang harus dipenuhi, sebagaimana dikemukakan oleh Imam Nawawi;

ูˆุฅู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู…ูŽุนู’ุตููŠุฉู ุชูŽุชูŽุนูŽู„ู‚ู ุจุขุฏูŽู…ููŠู‘ู ููŽุดูุฑููˆุทูู‡ูŽุง ุฃุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ : ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽู„ุงุซูŽุฉู ุŒ ูˆุฃู†ู’ ูŠูŽุจู’ุฑูŽุฃ ู…ูู†ู’ ุญูŽู‚ู‘ ุตูŽุงุญูุจูู‡ุง ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ุงู„ุงู‹ ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุญู’ูˆูŽู‡ู ุฑูŽุฏู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ ุŒ ูˆุฅู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุช ุญูŽุฏู‘ูŽ ู‚ูŽุฐู’ูู ูˆู†ูŽุญู’ูˆูŽู‡ู ู…ูŽูƒู‘ูŽู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุทูŽู„ูŽุจูŽ ุนูŽูู’ูˆูŽู‡ู ุŒ ูˆุฅู†ู’ ูƒูŽุงู†ู’ุช ุบููŠุจูŽุฉู‹ ุงุณุชูŽุญูŽู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง..

 

Dan apabila perbuatan maksiatnya berkaitan dengan hak orang lain, maka syaratnya menjadi 4, yaitu 3 syarat diatas, ditambah satu syarat lagi yaitu, minta dimaafkan dari hak orang yang didzalimi. Jika berupa harta atau yang semisalnya, maka dikembalikan kepada (orang yang kita ambil hartanya), jika berupa tuduhan palsu, maka direhabilitasi namanya atau minta maaf kepadanya, dan jika berupa ghibah, maka minta dihalalkan.

4. Ada baiknya bagi seorang yang khilaf melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah Swt ketika hendak bertaubat, agar benar-benar taubatnya diterima Allah Swt, ia melakukan hal2 sbb (sebagaimana digambarkan dalam hadits di atas), yaitu;

a. Berwudhu terlebih dahulu dengan baik dan sempurna.

b. Melaksanakan shalat dua rakaat, sebagai sarana taqarrub kepada Allah Swt.

c. Kemudian bertaubat meminta ampunan kepada Allah Swt atas segala dosa yang telah dilakukannya.

5. Insya Allah jika melakukan taubat dengan cara tersebut, Allah Swt akan mengampuni segala salah, khilaf dan perbuatan dosanya, sebagaimana digambarkan Nabi Saw dalam hadits di atas. Mudah-mudahan kita semua termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah Swt yang membiasakan diri dengan beristighfar dan bertaubat kepada-Nya, dan semoga kita semua termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan ampunan dan maghfirah Diri-Nya. Amiin ya Rabbal alamin

Wallahu A’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Membaca al-Qur’an bagi Wanita yang Istihadhah

๐Ÿ“ Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Istihadhah sendiri sebagaimana dikemukakan oleh Ibn Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H) di dalam Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari-adalah darah yang mengalir dari kemaluan wanita di luar ukuran waktu haidh. Atau sebagaimana dikemukakan oleh Ibn Qasim al-Ghazzi (w. 918 H) di dalam Fath al-Qarib al-Mujib Syarh Alfazh at-Taqrib, istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita selain hari-hari keluarnya darah haidh dan nifas, keluarnya bukan dalam keadaan sehat.

Para ulama sepakat bahwa wanita yang mengalami istihadhah maka ia diperbolehkan untuk tetap membaca al-Qurโ€™an. Di antara dalil yang menunjukkan kepada hal ini di antaranya sebagaimana disampaikan oleh Imam Malik (w. 179 H) di dalam Muwaththa’-nya dari Siti โ€˜Aโ€™isyah ra. bahwa pernah suatu ketika Fathimah binti Hubaisy ra. bertanya kepada Nabi saw.: โ€œWahai Rasulullah, aku belum suci, apakah aku harus meninggalkan shalat?” Rasulullah saw. menjawab: โ€œItu adalah darah biasa dan bukan haid. Jika telah datang haidh, maka tinggalkanlah shalat. Dan jika masa haidh telah habis, maka laksanakanlah shalat, bersihkanlah darahmu dan kerjakanlah shalat.โ€

Imam Malik juga menyampaikan riwayat dari Ummu Salamah ra. -isteri Nabi saw.- bahwa pernah ada wanita di zaman yang terus-menerus mengucurkan darah. Ummu Salamah ra. lantas meminta fatwa Rasulullah saw. Beliau menjawab: โ€œHendaklah mereka memperhatikan berapa hari biasanya mereka mengalami haidh dalam sebulan, sebelum apa yang ia rasakan saat ini. Hendaklah ia tidak melakukan shalat pada jumlah hari yang ia biasanya mengalami haidh pada bulan tersebut. Setelah itu, hendaknya ia mandi, mengganti pakaian, dan mengerjakan shalat.โ€

Dari riwayat tersebut, jelas sekali bahwa Rasulullah saw. memerintahkan wanita yang mengalami istihadhah untuk tetap melaksanakan shalat. Dan sebagaimana diketahui, di dalam shalat sendiri terdapat bacaan-bacaan al-Qurโ€™an. Sehingga dengan demikian, wanita yang istihadhah juga diperbolehkan untuk tetap membaca al-Qurโ€™an.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Dan Ada Adab Dalam Membawa Teman Ketika Ada Undangan Makan

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑููŠู‘ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุจููˆ ุดูุนูŽูŠู’ุจู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุบูู„ูŽุงู…ูŒ ู„ูŽุญู‘ูŽุงู…ูŒ ููŽุฑูŽุฃูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุนูŽุฑูŽููŽ ูููŠ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ุงู„ู’ุฌููˆุนูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุบูู„ูŽุงู…ูู‡ู ูˆูŽูŠู’ุญูŽูƒูŽ ุงุตู’ู†ูŽุนู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู„ูุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ู†ูŽููŽุฑู ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูุฑููŠุฏู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุนููˆูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฎูŽุงู…ูุณูŽ ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุตูŽู†ูŽุนูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุฎูŽุงู…ูุณูŽ ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงุจูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽู†ูŽุง ููŽุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุฑูŽุฌูŽุนูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุจูŽู„ู’ ุขุฐูŽู†ู ู„ูŽู‡ู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Abu Mas’ud Al Anshari ra berkata; Ada seorang sahabat Anshar bernama Abu Syu’aib, dia mempunyai seorang pelayan tukang daging. Pada suatu hari Abu Syu’aib melihat Rasulullah Saw. Dia tahu dari wajahnya, bahwa beliau Saw sedang lapar. Maka Syu’aib berkata kepada pelayannya; “Kasihan! Siapkan (masakkanlah) hidangan untuk lima orang. Aku hendak mengundang Rasulullah Saw beserta empat orang lainnya.” Setelah hidangan tersedia, Nabi Saw pun tiba beserta empat orang lainnya dan seorang lagi mengikuti mereka. Tatkala sampai di pintu, Nabi Saw berkata, ‘Sahabat ini mengikuti kami. Jika engkau izinkan dia turut makan, silakan. Jika tidak, biarkan dia kembali.’ Maka Abu Syu’aib menjawab ‘Jangan, tentu aku izinkan, ya Rasulullah! ‘(HR. Muslim, hadits no 3797)

Hikmah Hadits ;

1. Keutamaan mengundang teman, saudara dan handai taulan untuk makan bersama di rumah kita, terlebih orang yang kita undang adalah orang yang memiliki kedekatan dengan Allah Swt dan atau orang yang sedang dalam kesulitan mendapatkan makanan. Karena kedatangan mereka di tengah-tengah kita insya Allah akan menjadi penyebab datangnya keberkahan dari Allah Swt untuk kita semua.

2. Namun dalam hal kita mendapatkan undangan makan di tempat orang lain, lalu kita membawa turut serta teman atau keluarga, maka seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada yang mengundang. Jika yang mengundang mengizinkan, barulah kita (orang yang kita ajak) boleh memakan hidangannya. Namun jika ia tidak mengizinkan, maka setiap suap makanan yg masuk ke dalam tubuhnya adalah haram dan tidak halal baginya.

3. Terkadang dalam keseharian, kita sering menganggap ringan menghadiri undangan dengan membawa serta teman, sahabat ataupun keluarga. Sementara yang diundang hanyalah kita beserta pasangan saja. Maka dalam kondisi tersebut, tidak halal bagi kita untuk mengajak mereka yang tidak diundang hadir dalam undangan dan menikmati hidangan yang disediakan. Kecuali jika secara lisan, isyarat atau urf (kebiasaan), mereka mengizinkan kita untuk membawa serta orang lain, baik keluarga, teman dan atau sahabat. Maka oleh karenanya hendaknya kita hati-hati agar jangan sampai masalah yang ringan justru menjadi bumerang di Hari Kiamat.

Wallahu A’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Ketika Suatu Usaha Mengalami Kerugian

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูู’ู„ูŽุณูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ููŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุณูู„ู’ุนูŽุชูŽู‡ู ุจูุนูŽูŠู’ู†ูู‡ูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูู‡ูŽุง (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, Jika seorang (pedagang) bangkrut, kemudian orang lain (pemilik modal) mendapati barangnya masih ada pada dia, maka dirinya (pemilik modal) lebih berhak atas barang tersebut.” (HR. Muslim, hadits no. 2916)

ยฎ๏ธ Hikmah Hadits :

1. Bahwa sisi muamalah merupakan bagian terbesar dalam kehidupan manusia. Oleh karena itulah, Islam memberikan perhatian yang besar pada sisi muamalah, dengan memberikan batasan dan aturan sehingga terwujud keharmonian dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan tidak saling mengambil hak orang lain secara bathil. Dan salah satu aturan dalam muamalah adalah terkait dengan status kepemilikan modal ketika terjadi kerugian dalam sebuah usaha.

2. Yaitu bahwa shahibul maal (pemilik modal) adalah pihak yang harus didahulukan untuk diselesaikan (dibayarkan hak-haknya), apabila suatu usaha mengalami kerugian. Maka pihak yang mengelola usaha (mudharib) tidak boleh mendahulukan kepentingan dirinya (mengambil hak-haknya), sebelum menunaikan kewajibannya terhadap pemilik modal.

Dengan syarat bahwa modal tersebut masih ada atau masih tersisa. Dan apabila kewajiban terhadap pemilik modal telah tertunaikan, barulah ia dapat mengambil hak-haknya.

3. Ketentuan seperti ini berlaku untuk semua jenis usaha, termasuk di dalamnya perdagangan, properti, jasa, dsb. Karena pada dasarnya konsep dalam usaha seperti mudharabah adalah usaha kerjasama dimana pemilik modal (shahibul maal) berkontribusi dengan menginvestasikan dananya dalam suatu usaha, sementara pengusaha (mudharib) berkontribusi dengan mengerahkan keahliannya (waktu, usaha, tenaga & fikirannya) dalam usaha tersebut.

Keuntungan yang didapatkan, dibagi berdasarkan nisbah (prosentase dari hasil, bukan dari modal) yang disepakati (misal 50% : 50%), sementara apabila terjadi kerugian, maka akan ditanggung berdasarkan porsinya masing-masing.

Wallahu A’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

BAHASA CINTA LELAKI

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Cara lelaki mencintai wanita berbeda-beda. Ada yang pendiam jarang bicara tapi rutin menulis kalimat “I Love U” yang disusun dari uang pecahan seratus ribuan di kamar dibingkai barisan logam mulia.

Ada pula yang berusaha kirim puisi meski tak paham maknanya. Begitu tahu puisi itu karya Chairil Anwar, langsung kirim aja. Si wanita yang menerimanya kaget begitu pembuka puisi dimulai dengan kata “Karawang-Bekasi”. Hmmm ini pujangga atau supir antarkota? Niat romantis malah bikin meringis.

Bahkan ada pula yang mencintai dengan cara yang tak biasa. Duduk bersebelahan satu selimut. Kemudian si lelaki memberi isyarat ingin bersin. Tentu saja si wanita menghindar dengan menutup keseluruhan badan dalam selimut. Si lelaki langsung buang gas beracun di balik selimut dengan bunyi menggelegar, “Broootthh”. Sontak si wanita mual cium aromanya. Sambil mukul dan berteriak histeris. Sang lelaki pun tertawa di atas derita wanita. Ini pun juga bentuk cinta.

Begitulah cara lelaki mencintai. Tak serupa. Sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda cara tapi satu jua. Ekspresikan cinta dengan cara yang tak biasa.

Tapi mereka punya satu sikap yang sama. Dan ini puncak dari cinta. Saat jalan berdua, ia akan berusaha lindungi sang wanita. Bagaimanapun caranya. Tak akan ia biarkan ada pihak manapun yang mengganggu si wanita. Jika ada yang macam-macam, si lelaki siap korbankan jiwa.

Setelahnya, saat kembali ke rumah. Ia kembali ke kebiasaan awal. Mencintai dengan cara yang tak biasa. Sampai si wanita serius bertanya, “betulkah kamu sayang sama aku?”. Si lelaki kemudian memandang tajam ke wanita kemudian dengan lembut mengambil jemari si wanita dan menggenggamnya. Lalu salah satu jari diarahkan ke lubang hidung si lelaki untuk ngupil. Duaaarr! Teriakan si wanita kembali membahana.

Dan lelaki pun merasa bahagia. Ah dasar lelaki!

Wallahu a’lam bish showab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Belajar Berpikir Kontributif dari Nabi Ibrahim (QS Ibrahim:37)

๐Ÿ“ *Pemateri: Ustadz Dr. H. Saiful Bahri, M.A*

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Allah SWT berfirman dalam al-Quran:

ุฑู‘ูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ูƒูŽู†ุชู ู…ูู† ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชููŠ ุจููˆูŽุงุฏู ุบูŽูŠู’ุฑู ุฐููŠ ุฒูŽุฑู’ุนู ุนูู†ุฏูŽ ุจูŽูŠู’ุชููƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ููŠูู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ููŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุฃูŽูู’ุฆูุฏูŽุฉู‹ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชูŽู‡ู’ูˆููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ูู… ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ

โ€œYa Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.โ€ (Surah Ibrahim ayat 37)

Nabi Ibrahim alaihissalรขm merupakan salah satu Nabi Allah yang disebut dengan ulul โ€˜azmi. Beliau menjadi teladan bagi umat ini dalam berdakwah, berjuang menyampaikan risalah Allah. Teladan dalam berkorban dan beramar makruf.

Di antara pelajaran utama yang patut untuk ditiru dari Nabi Ibrahim adalah cara berpikir kontributif dalam bermasyarakat. Terutama yang Allah abadikan dalam Surah Ibrahim ayat 37.

1. Beliau (hanya) mengeluhkan keadaannya kepada Allah. Menandakan kuatnya interaksi dan keyakinannya kepada Allah. Hamba Sang Maha Kuat akan kuat, Hamba Sang Maha Kaya akan merasa mampu berkontribusi dan mampu melampaui rintangan hidup. Orang yang berkeluh kesah kepada Allah, berpeluang meminimalisir mengeluh kepada selain Allah.

2. Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah agar keluarga dijadikan orang-orang yang senantiasa mendirikan shalat. Orang yang mampu mendirikan shalat akan mampu menunaikan zakat dan bersedekah. Orang yang mendirikan shalat adalah pribadi yang mengagungkan Allah. Karena gerakan-gerakan shalat adalah takbir dan ikrar pengagungan terhadap Allah.

3. Nabi Ibrahim berdoa agar hati-hati manusia condong kepada keluarganya. Bukan berarti beliau meminta belas kasihan. Namun, sebaliknya, beliau memohon kepada Allah agar menjadikan keluarganya sebagai trendsetter kebaikan, inspirasi kebaikan yang selalu menjadi magnet ketertarikan orang-orang untuk melakukan berbagai kebaikan.

4. Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah agar mereka diberikan rizki berupa buah-buahan yang menghasilkan. Baik yang yang tumbuh dari bumi, ataupun dimaknai secara umum, apa saja yang membuahkan hasil โ€œtsamarรขtโ€. Dan supaya mereka senantiasa bersyukur, dengan senantiasa berpikir kontributif.

Nabi Ibrahim mengajarkan keluarganya dan kita semua untuk berusaha mengekalkan nama baik kita di bibir orang-orang shalih, agar nama kita terus ada dalam doa-doa mereka, sepanjang masa. Itulah permohonan dan doa Nabi Ibrahim yang diabadikan Allah dalam surah Asy-Syuโ€™ara ayat 84. Menjadi tutur kata yang baik bagi generasi setelahnya.

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa beliau mewakafkan anak-anaknya menjadi juru dakwah yang tersebar di Semenanjung Arabia, di Syam dan di Afrika.

Orang-orang yang berpikir kontributif akan diberdayakan dan dimampukan Allah. Ia senantiasa berpikir untuk berbagi, memberi, melayani dan terlibat dalam berbagai kegiatan dan proyek-proyek kebaikan. Sekalipun ia dalam keadaan sulit atau terperangkap ketidakberdayaan, ia akan berupaya untuk melompatinya dengan sepenuh keyakinan kepada Allah.

Sedangkan orang yang memiliki pola pikir eksplotatif akan berpikir untuk selalu mendapatkan, mengumpulkan, memonopoli, mengambil, memanfaatkan untuk diri sendiri. Akibatnya ia akan kurang mampu bersyukur dan selalu merasa kurang meskipun terlihat berkecukupan secara materi. Ia berpotensi menajdi rakus dan tamak

WalLรขhu aโ€™lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Sudah Terlanjur Tua, Bisakah Menghafal Qur’an?

๐Ÿ“ Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Meskipun menghafal al-Qur’an merupakan sesuatu yang penting, sekaligus merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan dan kesitimewaan, tetapi pada kenyataannya memang tidak semua umat Islam sadar bahwa ia benar-benar penting, juga tidak semua mereka mengetahui berbagai keistimewaan dan keutamaannya. Tak jarang pula kesadaran dan pengetahuan tersebut baru mereka peroleh tatkala usia mereka sudah senja. Sehingga ketika mereka punya keinginan untuk turut memperoleh keutamaan dan keistimewaan tersebut dengan menghafalkannya, maka saat itulah biasanya muncul rasa ragu, apakah masih bisa menghafal sementara usia sudah tua?

Apakah masih bisa menghafal al-Qurโ€™an sementara daya ingat sudah tidak seperti dulu saat masih muda?
Apakah masih bisa menghafal aI-Qurโ€™an sementara apa yang harus dipikirkan semakin banyak?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang kemudian banyak mempengaruhi pikiran mereka. Hingga akhirnya, belum juga mereka mencoba menghafalkannya, tetapi mereka sudah mengambil kesimpulan sendiri, bahwa menghafal al-Qurโ€™an untuk orang yang sudah terlanjur tua itu merupakan sesuatu yang sulit diwujudkan.

Memang benar bahwa daya ingat orang yang sudah tua itu biasanya semakin menurun, berbeda dengan daya ingat ketika masih muda. Tetapi, bukan berarti mereka sama sekali tidak punya kesempatan untuk bisa hafal al-Qurโ€™an. Pada kenyataannya banyak pula orang yang memulai menghafal al-Qurโ€™an di waktu senja dan tetap berhasil hingga menyelesaikan hafalannya dengan sempurna. Memang benar pula bahwa yang tua itu biasanya semakin banyak sesuatu yang dipikirkannya, termasuk di antaranya memikirkan harta, bagaimana memperolehnya, bagaimana ia bisa menyejahterakan anak keturunannya nanti, dan lain sebagainya. Rasulullah saw. sendiri pernah bersabda:

โ€œSemakin tua anak Adam (manusia), maka semakin besar pula dua perkara yang mengiringinya; yaitu kecintaan terhadap harta dan panjangnya umur.โ€ (HR. al-Bukhari)

Namun, pada kenyataannya tak sedikit pula mereka yang berhasil menghafal al-Qurโ€™an meskipun umurnya sudah tua, kesibukannya semakin padat dan pikiran semakin bercabang-cabang. Pada intinya, apa yang diragukan itu sebenarnya tidak selamanya menjadi penghambat seseorang untuk dapat menghafal al-Qurโ€™an, semua kembali kepada tekad dan kesungguhannya masing-masing dan mengusahakannya.

Jadi, faktor yang paling utama dalam hal ini adalah tekad dan kesungguhan. Berhasil atau tidaknya menghafal al-Qurโ€™an di usia senja sebenarnya tidak perlu dijadikan fokus tujuan. Yang penting adalah ketika kita tetap istiqamah menghafal al-Qurโ€™an, istiqamah mengisi masa-masa senja kita dengan al-Qurโ€™an, agar benar-benar mendapatkan husnul khatimah. Tetapi jika Allah mengizinkan kita untuk menyelesaikan hafalan al-Qurโ€™an tersebut, maka itu adalah anugerah yang luar biasa.

Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa menghafal al-Qurโ€™an merupakan salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mengisi masa-masa senja. Ada sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya oleh seseorang: โ€œWahai Rasulullah, siapakah manusia terbaik?โ€ Beliau menjawab:

โ€œOrang yang panjang umurnya dan baik amalannya.โ€ Seseorang tersebut kembali bertanya: โ€œLalu siapakah orang yang terburuk?โ€ Beliau menjawab:

โ€œOrang yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.” (HR. Ahmad)

Maka, dengan menghafal al Qurโ€™an berarti kita sedang mengusahakan diri untuk menjadi sebaik-baik manusia (khairun nas), yaitu yang panjang umurnya serta baik amalannya, dan menghafal al Qurโ€™an bukan hanya menjadi amalan yang baik, tetapi juga mulia, tiada lain karena kemuliaan al-Qurโ€™an itu sendiri.

Terakhir, ingatlah pula bahwa Rasulullah saw. dan para sahabatnya pun baru mulai menghafal al-Qurโ€™an di waktu usia mereka yang sudah tidak muda lagi. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678