larangan membuat patung utuh

Menghadiahi Patung Kepada Non Muslim

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Bismillahirrahmanirrahim..

Jika patung tersebut utuh, dari kepala sampai kaki, maka itu termasuk yang diharamkan dalam Islam. Tidak sepatutnya di rumah seorang muslim terdapat patung-patung makhluk bernyawa baik manusia dan hewan.

Hal ini berdasarkan hadits-hasits berikut:

ุฃุดุฏ ุงู„ู†ุงุณ ุนุฐุงุจุง ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุถุงู‡ูˆู† ุจุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡

Manusia paling keras adzabnya pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai makhluk Allah.

(HR. Bukhari no. 5954)

Hadits lainnya:

(ุฃุชุงู†ูŠ ุฌุจุฑูŠู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ูู‚ุงู„ ู„ูŠ ุฃุชูŠุชูƒ ุงู„ุจุงุฑุญุฉ ูู„ู… ูŠู…ู†ุนู†ูŠ ุฃู† ุฃูƒูˆู† ุฏุฎู„ุช ุฅู„ุง ุฃู†ู‡ ูƒุงู† ุนู„ู‰ ุงู„ุจุงุจ ุชู…ุงุซูŠู„ ูˆูƒุงู† ููŠ ุงู„ุจูŠุช ู‚ุฑุงู… ุณุชุฑ ููŠู‡ ุชู…ุงุซูŠู„ ูˆูƒุงู† ููŠ ุงู„ุจูŠุช ูƒู„ุจ ูู…ุฑ ุจุฑุฃุณ ุงู„ุชู…ุซุงู„ ุงู„ุฐูŠ ููŠ ุงู„ุจูŠุช ูŠู‚ุทุน ููŠุตูŠุฑ ูƒู‡ูŠุฆุฉ ุงู„ุดุฌุฑุฉ ูˆู…ุฑ ุจุงู„ุณุชุฑ ูู„ูŠู‚ุทุน ูู„ูŠุฌุนู„ ู…ู†ู‡ ูˆุณุงุฏุชูŠู† ู…ู†ุจูˆุฐุชูŠู† ุชูˆุทุขู† ูˆู…ุฑ ุจุงู„ูƒู„ุจ ูู„ูŠุฎุฑุฌ)) ููุนู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู…

โ€œJibril โ€˜alaihissalam telah datang kepadaku seraya berkata: Aku datang kepadamu semalam, dan tidaklah menghalangiku untuk masuk kecuali karena ada patung di depan pintu, ada tirai yang bergambar (mahluk hidup), dan ada anjing di rumah. Maka hendaklah dipotong kepala patung yang ada di rumah sehingga bentuknya seperti pohon, dan hendaklah tirai tersebut dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang dijadikan sandaran, dan hendaknya anjing tersebut dikeluarkan, kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melakukannyaโ€

(HR. At. Tirmidzi no. 2806, katanya: hasan)

Lalu, apakah boleh dihadiahkan saja ke orang kafir? Pendapat yang lebih kuat adalah tidak boleh. Sebab, keharamannya juga berlaku bagi mereka. Imam An Nawawi menjelaskan tentang hukum sutera bagi orang kafir:

ูˆุงู„ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุตุญูŠุญ ุงู„ุฐูŠ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู…ุญู‚ู‚ูˆู† ูˆุงู„ุฃูƒุซุฑูˆู† ุฃู† ุงู„ูƒูุงุฑ ู…ุฎุงุทุจูˆู† ุจูุฑูˆุน ุงู„ุดุฑุน ููŠุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุญุฑูŠุฑ ูƒู…ุง ูŠุญุฑู… ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†

Pendapat yg shahih yang dianut oleh para peneliti dan mayoritas ulama bahwa orang kafir termasuk objek dari hukum furu’ syariat. Maka, haram bagi mereka sutera sebagaimana haram bagi kaum muslimin.

(Syarh Shahih Muslim, 14/39)

Demikian. Wallahu A’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Rizki Halal

Bisnis Sebagaiย Youtuber

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Pihak-pihak yang terkait adalahย Youtubeย sebagaiย brokerย iklan,ย advertiserย (pengusaha) sebagai pemasang iklan,ย youtuberย sebagaiย publisherย iklan. Jasaย youtuberย adalah jasa mem-publishย iklan dalam videonya karena produkย advertiserย terpublikasi melalui video dan popularitasย youtuber.

Perlu ditegaskan bahwa sebagai sebuah fitur media, Youtube adalah media netral yang bisa digunakan untuk positif atau negatif tergantung konten yang digunakannya. Selain netral, media ini strategis karena video dan tayanganย Youtuberย mudah diakses dan disaksikan (melaluiย gadget) serta lebih digemari daripada tulisan atau audio.

Oleh karena itu, sebagai media netral, strategis, dan pilihan, videoย youtuberย memiliki poin tersendiri, yaitu selain sebagai lahan berbisnis juga bisa dijadikan sebagai sarana menyampaikan pesan kebaikan dengan tetap komitmen pada rambu-rambu Islami berikut ini.

Pertama, konten video tersebut legal, halal, serta tidak berisi konten yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman, seperti konten tidak mendidik dan konten tidak laik lainnya. Sebagaimana salah satu kriteria jasa yang diperjualbelikan itu halal dan bernilai (mubah mutaqawam). Maka setiap konten video yang tidak memenuhi kriteria ini tidak bisa menjadi objek transaksi. Terlebih lagi, efek video tersebut berpengaruh besar terhadap para pengunjung karena bisa disaksikan dan mudah ditiru.

Selanjutnya, tayangan tersebut dikemas sebaik mungkin sehingga menjadi video yang menarik dan bermanfaat. Dalam fikih, membuat produk dengan kemasan dan bahasa yang menarik dan mudah dipahami oleh pengunjung, disertai popularitasย youtuberย itu menjadi salah satu tuntutan ihsan dalam bekerja dan membuat produk.

Sebagaimana hadis dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah menetapkan (mewajibkan) berbuat ihsan atas segala hal ….” (HR Muslim).

Sebagaimana penegasan Ali bin Abi Thalib RA, “Berbicaralah kepada manusia dengan yang mereka pahami. Apakah kalian suka apabila Allah dan Rasul-Nya didustakan?\” (HR Bukhari,ย Shahih Bukhari, bab โ€œMan khoshshobil ‘ilmi qauman duuna qaumin, karohiyata allaayafhamuโ€ no 127).

Kedua, produk dan konten iklan yang ditayangkan dalam video juga halal dan legal karena dipublikasikan melalui videoย youtuber. Maka, iklan tersebut tidak memasarkan produk yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, seperti produk lembaga keuangan konvensional, minuman keras, barang ilegal, produk yang merusak kesehatan, dan produk merusak akhlak anak-anak.

Oleh karena itu,ย youtuberย hanya memilih (menyaring) produk dan konten iklan yang sesuai dengan kriteria tersebut. Misalnya, fiturย filteringย iklan diย adsenseย Youtubememungkinkan iklan-iklan nonhalal tidak tampil di videoย youtuber. Misalnya,ย youtuberย juga bisa memastikan bahwa pengunjung videonya tidak terkena iklan-iklanย retargetingย dari produk nonhalal.

Ketiga, ada kejelasan hak dan kewajiban antara para pihak, di antaranyaย youtuberย sebagai penjual jasa dengan perusahaan sebagai pembeli jasa yang dilakukan sesuai kesepakatan.

Misalnya, jikaย feeย yang didapatkan olehย youtuberย itu tidak didasarkan pada jumlah yang mengunjungi tayangan iklan perusahaan dalam video tersebut, maka transaksi antaraย youtuberย danย Youtubeย dikategorikan sebagai jual beli jasa memasarkan produk dalam iklan melalui videoย youtuber.

Tetapi, jikaย feeย yang didapatkan olehย youtuberย itu didasarkan pada jumlah yang mengunjungi tayangan iklannya maka dikategorikan sebagaiย jualahย atauย feeย (rewardย atauย success fee) yang diberikan berdasarkan prestasi. Selanjutnya, seluruh hak dan kewajiban, serta hal-hal lain, dituangkan dalam perjanjian sebagai referensi transaksi jual beli tersebut.

Semoga Allah SWT memudahkan dan memberkahi setiap ikhtiar kita. Amin.

Wallahu a’lam.

================

Follow And Join

๐Ÿ“ฒFb, IG, Telegram: @onisahronii
๐Ÿ“ฒ Twitter : @onisahroni

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Prinsip Pemanfaatan Dana Wakaf

Dana Wakaf Untuk Biaya Operasional

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya
Assalamualaykum Ustadz/Ustadzah izin bertanya.
Lembaga Quraan dan pesantren beasiswa Tahfidz Quraan,mendapat pemasukan dr Spp peserta tahsin tahfidz,zakat infaq sedekah,dan dana wakaf untuk bangunan pesantren.
Dalam kondisi pandemi seperti ini,lembaga mengalami kesulitan untuk biaya operasional dan biaya yg terkait dengan KBM di lembaga.
Apakah di perbolehkan dana wakaf pesantren untuk biaya operasional?
Jazakumullahu khairan A/19

Jawaban

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Oleh: Ustadz DR Oni Syahroni, MA

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Dana wakaf tidak boleh digunakan sebagai biaya operasional selain karna menyalahi peruntukan dana wakaf dengan digunakan sebagai biaya operasional maka aset wakaf tersebut menjadi habis. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW

“Tahan pokoknya dan salurkan bagi hasil atau manfaatnya.”
Juga sebagaimana kesepakatan ahli fiqih “dana wakaf tidak boleh dihibahkan, dihutangkan atau pemindahan kepemilikan.

Biaya ioperasional wakaf bisa diambil dari hasil pengembangan wakaf atau dari infaq dan sedekah yang tak terikat atau pewakaf – selain mewakafkan dana tunai atau asetnya -, ia memberikan biaya operasional atas aset yang diwakafkannya.
Demikian. Wallahu a’lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Darurat Membolehkan yang Dilarang

Terkait Vaksin Yang Haram, Apakah Boleh Kita Divaksin?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz saya mau bertanya, Mohon pencerahanya terkait vaksin yg haram, apakah boleh kita di vaksin? syukron. I/18

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ada perbedaan pandangan antara MUI dengan lembaga fatwa lainnya.

Bahtsul Masail NU menetapkan bahwa Astrazeneca itu halal, sebab keberadaan unsur babi seperti yang dianggap MUI, sudah tidak ada saat vaksin itu terwujud. Dengan kata lain, sdh sama sekali tidak ada unsur babinya sedikit pun.

Di beberapa negera, pfizer sudah difatwakan halal bahkan sudah sejak 2020, seperti di Inggris, juga di Arab Saudi. MUI sendiri belum menjelaskan apa alasan pengharamannya. Tidak ada keterangan bahwa MUI telah menelitinya, tapi sekadar belum memberikan status halal. Semoga ada perkembangan baru, atau berita lain yang menjelaskan apa alasannya.

Tapi, di sisi lain MUI sendiri tetap membolehkan, dgn alasan darurat. Walau ini pun tidak berarti tanpa perdebatan di mata pakar syariah. Sebab, pilihan begitu banyak dengan jumlah yang juga banyak.

Seandainya ada yang mau memakainya dgn meyakini rekomendasi para ulama yang menyatakan halal, tidak apa-apa. Itu tidak diingkari.

Wallahu Aโ€™lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Status Anak dari Zina

Pertanyaan

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Blh nanya, apakah ayah kandung dr anak hasil zina merupakan mahrom…?
Jazakillahu katsiran. ๐Ÿ™

Jawaban

Oleh: Ustadzahโ€‹ Nurdiana

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡

Tergantung pada si ibu di nikahi atau tidak oleh ayahnya sebelum 4 bulan?.
Kalau si ibu tidak dinikahi maka anak hasil zina nya bukan mahram.

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinyaโ€ฆ (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth).

Wallahu a’lam.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Pandangan Fikih Tentang Biaya Perjalanan Dinas

Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A

Pandangan Fikih Tentang Biaya Perjalanan Dinas

1. Dari aspek akad atau transaksi, dapat dipilah menjadi dua opsi.

a. Jika yang dimaksud adalah sewa (ijarah) atau fee yang didapatkan oleh pegawai tersebut atas jasa melakukan pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan tertentu berbasis harian, biaya tersebut harus berbasis harian. Oleh karena itu, jika dipersingkat, biaya sah yang diambil adalah sejumlah hari yang riil ditunaikan. Sementara itu, sisanya dikembalikan kepada pemerintah atau kantor kecuali jika pemerintah atau kantor merelakannya.

b. Jika transaksi yang disepakati adalah sewa atas progres. Maksudnya biaya dinas yang dikeluarkan bukan berbasis harian, tetapi berbasis progres. Jika waktu yang ditentukan tiga hari, tetapi output-nya sudah bisa selesai dalam dua hari, biaya tersebut sudah sah diterima dan halal dimanfaatkan pegawai. Jenis kontrak ini dinamakan juโ€™alah karena fee atau reward diberikan kepada pegawai adalah atas jasanya berbasis progres, bukan berbasis harian. Jika ini yang diberlakukan, biaya yang didapatkan pegawai atas progres yang dihasilkan walaupun waktunya dipersingkat itu diperkenankan atau halal.

โ–ชAkad ijarah, yaitu akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri; akad ijarah juga berlaku untuk memperoleh jasa pihak lain guna melakukan pekerjaan tertentu dengan pembayaran upah (ujrah/fee).

โ–ชJuโ€™alah adalah janji atau komitmen (iltizam) untuk memberikan imbalan (reward/โ€™iwadh//juโ€™l) tertentu atas pencapaian hasil (natijah) yang ditentukan dari suatu pekerjaan.

2. Berdasarkan teori akad di atas, perlu diperjelas kontrak yang biasa ditandatangani, apakah berbasis harian atau progres. Jika berbasis harian dan sulit ditunaikan, sebaiknya jenis kontrak yang disepakati bukan berbasis harian, tetapi berbasis progres. Sebaiknya diarahkan agar dari awal transaksi yang disepakati berbasis progres atau hasil dari pekerjaan agar fee yang didapatkan halal dan legal.

Sebagaimana firman Allah,

ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู†ูŽูู’ู‚ูุฏู ุตููˆูŽุงุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ูˆูŽู„ูู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุจูู‡ู ุญูู…ู’ู„ู ุจูŽุนููŠุฑู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฒูŽุนููŠู…ูŒ
Penyeru-penyeru itu berkata: “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya” (Q.S. Yusuf : 72)3. Sebagai muslim dan daโ€™iyah, kita sebaiknya memberikan teladan dan mendorong pemangku kebijakan agar kegiatan tersebut menuntaskan pekerjaan dan hasilnya sehingga meskipun harinya dipersingkat, hasil atau outputnya dapat direalisasikan sebagaimana yang disepakati.

Wallahu aโ€™lam.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menjaga Pandangan

Tersenyum Pada Lawan Jenis

Pertanyaan

“Bolehkah tersenyum kepada lawan jenis?”
โ“Dini (grup 08)
๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’

Jawaban

๐Ÿ’ Kak lelisya :

Senyuman adalah hal yang disukai manusia, apapun agamanya. Bahkan dlm Islam senyum adalah salah satu bentuk akhlak yg baik. Namun, disisi lain Islam juga mengajarkan adab-adab bergaul antara lelaki dan wanita, agar terjadi keharmonisan dan mencegah terjadi kerusakan didalamnya. Lalu bagaimana ya bila tersenyum pada yg bukan mahramnya???? Mari kita simak..

๐Ÿค—Keutamaan wajah penuh senyuman. Dahulu, sahabat Jarir bin Abdillah R.A berkisah :

ู…ูŽุง ุญูŽุฌูŽุจูŽู†ููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ุฐู ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุชูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฑูŽุขู†ููŠ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุชูŽุจูŽุณูŽู‘ู…ูŽ ูููŠ ูˆูŽุฌู’ู‡ููŠ

โ€œSejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padakuโ€ (HR. Bukhari, no.6089).

Beliau juga memerintahkan hal tersebut kepada ummatnya. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ุชุจุณู…ูƒ ููŠ ูˆุฌู‡ ุฃุฎูŠูƒ ู„ูƒ ุตุฏู‚ุฉ

๐Ÿ˜ƒโ€œSenyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekahโ€ (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: โ€œHasan gharibโ€. Di-shahih-kan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)

Kata ุฃุฎูŠูƒ (saudaramu) disini berbentuk mufrad-mudhaf, sebagaimana dalam ilmu Ushul Fiqih, ini menghasilkan makna umum. Sehingga ini mencakup semua orang yang masih saudara, baik wanita atau laki-laki, tua atau muda, mahram atau bukan mahram. Tentu maksudnya saudara sesama Muslim. Oleh karena itu pada asalnya, hadits ini juga menunjukkan bolehnya wanita muslimah tersenyum kepada lelaki yang bukan mahram.

“Tapi ingat! boleh tersenyum asal aman dari fitnah”

Tidak diragukan lagi bahwa wanita itu adalah fitnah bagi para lelaki. Fitnah di sini artinya: cobaan, atau hal yang berpotensi menimbulkan keburukan dalam agamanya. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam ย bersabda:

ู…ุง ุชุฑูƒุช ุจุนุฏูŠ ูุชู†ุฉ ุฃุถุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌุงู„ ู…ู† ุงู„ู†ุณุงุก

โ€œTidaklah aku tinggalkan fitnah (cobaan) yang paling berat bagi laki-laki selain cobaan wanitaโ€ (HR. Al Bukhari 5069, Muslim 2740)

๐Ÿ˜ƒDan wanita itu, bagaimana pun paras dan keadaan fisiknya, baik tersenyum atau tidak, wanita akan memiliki daya tarik di mata lelaki. Karena setan membantu menghiasi para wanita di mata lelaki sehingga lelaki jatuh pada godaan setan. Seperti sabda Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam

ุงู„ู…ุฑุฃุฉู ุนูˆุฑุฉูŒ ุŒ ูุฅุฐุง ุฎุฑูŽุฌูŽุชู’ ุงุณู’ุชูŽุดู’ุฑูŽููŽู‡ุง ุงู„ุดูŠุทุงู†ู

โ€œWanita adalah aurat, jika ia keluar, setan akan menghiasinyaโ€ (HR. At Tirmidzi, 1173, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Dari sini, terkait dengan soal senyuman, para ulama memberi syarat bolehnya seorang Muslimah tersenyum pada lelaki yaitu, selama tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

๐ŸŒธSekian
-TimOlahMateriMFT-


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Bab Larangan Orang Kota Menjual Kepada Orang Desa

Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits #1

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠู’ุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ)

Dari Ibnu Umar ra berkata, โ€˜bahwa Rasulullah SAW melarang orang kota menjual kepada orang desa.โ€™ (HR. Bukhari & Nasaโ€™i)

๐Ÿ“šHadits #2

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุจูุนู’ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ุฏูŽุนููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Jabir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€˜Janganlah orang kota menjual kepada orang desa. Biarkanlah manusia (melakukan usahanya masing-masing), Allah memberi rizki sebagian mereka dari sebagian yang lain.โ€™ (HR. Jamaโ€™ah, kecuali Imam Bukhari)

๐Ÿ“šHadits #3

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูู‡ููŠู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ู„ุฃูŽุจููŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูู…ูู‘ู‡ู (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)ุŒ ูˆูŽู„ุฃูŽุจููŠู’ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุณูŽุงุฆููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠู’ุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุจูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู

Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa sesungguhnya kami orang kota dilarang menjual kepada orang desa, sekalipun ia saudaranya, baik saudara dari bapaknya maupun dari ibunya. (Muttafaqun Alaih).

Dan dari riwayat Abu Daud dan Nasaโ€™i, โ€˜Bahwa Nabi SAW melarang orang kota menjual kepada orang desa, meskipun ia adalah ayahnya atau saudaranya.โ€™

๐Ÿ“šHadits #4

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุจูุนู’ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู„ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุจููŠุนู ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ู„ูŽู‡ู ุณูู…ู’ุณูŽุงุฑู‹ุง (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

Dari Ibnu Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€˜Janganlah kalian menghadang kafilah-kafilah dagang, dan janganlah orang kota menjual kepada orang desa.

Aku (Thawus) berkata kepada Ibnu Abbas, โ€˜Apakah arti sabda Nabi SAW jangalah orang kota menjual kepada orang desa?

Ibnu Abbas menjawab, โ€˜Jangalah ia menjadi perantara (makelar) baginya.โ€™ (Muttafaqun Alaih)

๐ŸŒทMakna Hadits Secara Umum

Secara umum, hadits ini menggambarkan tentang larangan bagi orang kota untuk menjual barang kepada orang desa.

Hal ini karena umumnya orang kota lebih maju, lebih lincah, lebih pintar dalam hal dagangan di bandingkan dengan orang desa.

Orang desa umumnya lebih kurang mengerti terkait transaksi, oleh karenanya tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan orang desa, dengan menjual barang-barang kepada mereka, sehingga dapat menimbulkan berbagai penipuan dan pengelabuan yang berakibat pada kerugian yang akan diderita oleh orang desa tersebut.

Perbuatan yang merugikan orang lain merupakan sifat yang buruk, dan oleh karenanya Nabi SAW melarangnya, karena merugikan dan menimbulkan mudharat.

๐ŸŒทMakna Orang Kota dan Orang Desa

๐Ÿ”บMakna (ุญุงุถุฑ) atau orang kota, adalah orang-orang yang secara tinggal di perkotaan, yang umumnya lebih mengerti dan memahami transaksi, harga barang-barang dan komoditi di pasaran.

Berasal dari kata (ุญุถุงุฑุฉ) yaitu peradaban.

๐Ÿ”บSedangkan (ุจุงุฏ) atau orang desa, adalah orang-orang yang tinggal di pedesaan, yang umumnya lebih terbelakang pengetahuannya tentang perdagangan, tidak terlalu memahami transaksi, harga barang-barang dan komoditi di pasaran.

Berasal dari kata (ุจุงุฏูŠุฉ) yang berarti kampung, udik. Menjadi akar kata dari orang baduy (ุจุฏูˆูŠ) yang umumnya sangat terbelakang tidak mengerti peradaban bahkan terkesan kurang akhlaknya.

๐ŸŒทMakna Larangan Orang Kota Menjual Kepada Orang Desa

Ulama berbeda pendapat berkenaan dengan makna larangan dalam hadits-hadits di atas :

๐Ÿ’ง Ibnu Abbas : bahwa yang dimaksud adalah menjadi simsar, atau perantara (makelar), bagi orang kota dalam menjual sesuatu kepada orang desa.

๐Ÿ’งImam Bukhari berpendapat menguatkan pendapat Ibnu Abbas, yaitu bahwa ย yang dimakud adalah orang-orang yang bertindak menguruskan jual beli untuk orang lain dengan upah.

๐Ÿ’ฆ Namun, apabila ia menjadi perantara dan tidak mengambil keuntungan dari situ, maka tidak termasuk dalam larangan di hadits di atas. Karena ia bertindak sebagai penasehat atau penolong.

๐Ÿ’ฆ Namun sebagian ulama lainnya memasukkan larangan ini kepada semua jenis makelar, baik yang mendapatkan upah maupun yang tidak mendapatkan upah.

๐Ÿ’งMenurut Syafiโ€™iyah dan Hanabilah : bahwa yang dimaksud adalah seperti seseorang datang ke suatu daerah dengan membawa barang dagangannya yang hendak di jual dengan harga pasar pada hari tersebut.

Lalu orang kota datang kepadanya dengan mengatakan, โ€˜berikan barangmu kepadaku, biar aku beli secara kredit dengan harga yang lebih tinggi.โ€™

๐Ÿ’งSebagaian ulama lainnya ada yang membatasi maknanya pada larangan menjadi makelar khusus untuk orang desa saja. Sedangkan menjadi makelar untuk orang kota, maka tidak termasuk dalam larangan tersebut. Kecuali jika orang kotanya juga tidak mengetahui transaksi dan harga pasaran sebagaimana orang desa, maka masih termasuk yang dilarang.

๐Ÿ’ฆKesimpulan dari pendapat ulama tentang larangan orang kota menjual kepada orang desa adalah bahwa orang kota yang mengerti transaksi jual beli, mengerti barang dan komoditi, dan mengerti segala hal terkait dengan pasar dan harga pasar, lantas memanfaatkan ketidaktahuan orang-orang desa atau orang-orang kampung dengan menjual barang-barang kepada mereka.

Karena hal ini dapat merugikan pihak orang-orang desa yang tidak terlalu mengerti tentang harga barang komoditi.

Akibatnya, orang desa bisa dirugikan dari beberapa sisi, diantaranya :
๐Ÿ”น Membeli barang-barang yang sesungguhnya sudah tidak update lagi, atau sudah ketinggalan .
๐Ÿ”น Membeli barang-barang dengan harga jauh di atas harga rata-rata, dsb.

๐ŸŒทLarangan Mencegat Kafilah Dagang

Termasuk yang dilarang dalam hadits-hadits di atas adalah larangan mencegat kafilah dagang di tengah jalan, yang bermaksud menjual barang dagangannya ke pasar dengan harga yang berlaku umum di pasaran.

Dalam hadits di atas disebutkan :

ู„ุงูŽ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุงู†ูŽ

โ€˜Janganlah kalian menghadang kafilah-kafilah (dagang)โ€™ (HR. Jamaah)

Karena umumnya kafilah tersebut belum mengetahui berapa harga barangnya di pasaran, sehingga ketidaktahuan mereka dimanfaatkan dengan dicegat di tengah jalan, lantas diberikan informasi palsu bahwa harga pasar adalah sekian dan sekian, supaya mereka bisa melepaskan barangnya dengan harga di bawah harga pasar yang sebenarnya.

Contohnya adalah seperti para petani dari desa yang akan menjual barang dagangannya ke pasar di kota. Namun dicegat oleh para pengusaha atau tengkulak dan barang mereka dengan harga murah dengan memanfaatkan ketidaktahuan para pedagang tersebut.

Bentuk-bentuk lainnya adalah sebagai berikut :

๐Ÿ”น Memborong atau memonopoli barang yang dibawa oleh kafilah dagang.
๐Ÿ”นMengurangi keuntungan kafilah dagang.
๐Ÿ”นMenimbun dan memacetkan arus barang, sehingga tidak sega tiba di tangan konsumen yang membutuhkannya, dan berakibat pada tingginya harga barang dang menguntungkan pihak ketiga.
๐Ÿ”นMenipu harga kepada kafilah dagang, dengan memberitahu harga yang tidak benar.

Jika dianalisa, maka masuk dalam larangan tersebut adalah para tengkulak yang umumnya membeli barang dari petani sehingga petani menjadi merugi, karena menjualnya jauh di bawah harga pasaran.

Tengkulak umumnya sangat mengetahui fruktuasi harga pasar, dan ia memiliki alat transportasi yang memadai, dan umumnya memiliki akses besar ke para petani dan ke para pedangang di pasar. Nah, ketika ia memotong jalur para petani dengan membeli langsung dari para petani dengan harga yang tidak wajar, maka hukumnya haram.

Terlebih-lebih apabila disertai dengan monopoli, sehingga petani tidak bisa berbuat apa-apa atau tidak punya pilihan lain selain menjual dengan harga murah kepada para tengkulak tersebut. Maka hukumnya haram; karena monopoli dan juga karena terdapat unsur pendzaliman (aniaya) kepada para penjualnya.

Apabila terjadi pencegatan kafilah dagang, maka hukumnya adalah sebagaimana dalam hadits berikut :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุจู ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽุงู‡ู ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŒ ููŽุงุจู’ุชูŽุงุนูŽู‡ู ููŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุณู‘ูู„ู’ุนูŽุฉู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ุงู„ุณู‘ููˆู‚ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

๐Ÿ’งDari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW melarang penghadangan barang yang dibawa (dari luar kota).
Apabila seseorang menghadang lalu membelinya, maka pemilik barang ada hak khiyar padanya, apabila datang ke pasar.โ€™ (HR. Turmudzi)

Jadi, apabila si pedagang sampai di pasar dan mengetahui harga pasar, lantas ia menginginkan pembatalan jual beli sebelumnya, maka si pembeli harus mengembalikannya kepada pedagang.

๐ŸŒทHikmah di Balik Larangan

Islam sangat melindungi kepentingan para pemeluknya; khususnya yang berposisi lebih lemah dan lebih rentan untuk menjadi objek penipuan dan kedzaliman dalam sisi harta.

Dalam hal ini dicontohkan adalah posisi orang desa yang jauh dari peradaban, yang umumnya tidak banyak mengetahui komoditi harga, dsb.

๐Ÿ’ฆMaka tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan mereka, dengan menjual barang-barang atau komoditi tertentu kepada mereka yang nantinya dapat merugikan mereka; baik merugikan dari sisi kemanfaatan barang tersebut maupun dari sisi harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

Masuk dalam larangan di atas adalah menjadi makelar atau perantara, yang bisa merugikan pihak yang lemah. Dan dalam contoh kasus dari hadits di atas adalah menjadi makelar bagi orang desa yang ketidaktahuannya dapat dimanfaatkan menjadi celah bagi makelar untuk mendapatkan keuntungan berlimpah.

Masuk juga dalam larangan ini, menjadi makelar untuk pihak manapun yang tidak memiliki pengetahuan yang baik terkait objek barang yang ditransaksikan, termasuk kepada orang kota.

๐Ÿ’ฆAdapun apabila terhadap orang yang mengetahui harga, komoditi, pasar, dsb, maka diperbolehkan. Termasuk kepada orang desa, namun ia faham tentang harga pasar dan komoditi, maka boleh menjual atau menjadi makelar bagi mereka.

๐Ÿ’ฆSecara umum, menjadi perantara atau makelar dalam jual beli maupun dalam transaksi lainnya dimana tidak ada unsur tipuan, paksaan, pengelabuan, bersifat memberikan informasi yang benar dan jujur, namun pada akhirnya calon pembeli lah yang menentukan apakah jadi membeli atau tidak, maka hal tersebut adalah diperbolehkan.

๐Ÿ’ฆMasuk dalam kategori yang diperbolehkan adalah profesi agen, marketing, tenaga pemasaran, dsb. Namun dengan syarat sebgaiamana di atas; tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan client nya.

๐Ÿ’ฆSyarat lainnya adalah bahwa objek yang ditawarkannya bukanlah merupakan objek yang diharamkan secara syariah. Namun apabila yang ditawarkannya adalah sesuatu yang haram, maka hukumnya adalah haram.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู‰ ูˆุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

BAB LARANGAN JUAL-BELI GHARAR

Pemateri: Ust. RIKZA MAULAN, Lc. MAg

Taujih Nabawi

Taujih Nabawi #1

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุจูŽูŠู’ุนู ุงู„ู’ุญูŽุตูŽุงุฉู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุจูŽูŠู’ุนู ุงู„ู’ุบูŽุฑูŽุฑู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Nabi SAW melarang jual beli hashoh (jual beli dengan lemparan batu) dan beliau melarang jual beli gharar (jual beli yang objeknya tidak jelas). (HR. Jamaah, Kecuali Imam Bukhari)

Taujih Nabawi #2

ูˆูŽุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆู’ุฏู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู„ุงูŽ ุชูŽุดู’ุชูŽุฑููˆู’ุง ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูƒูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุบูŽุฑูŽุฑูŒ (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

Dari Abdullah bin Masโ€™ud ra bahwasanya Nabi SAW bersabda, โ€˜Janganlah kalian membeli ikan di dalam air, karena hal itu adalah gharar.โ€™ (HR. Ahmad)

Taujih Nabawi #3

ูˆูŽุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽูŠู’ุนู ุญูŽุจูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู„ูŽุฉู (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆู…ุณู„ู… ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)ุŒ ูˆูŽูููŠู’ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุจูŽูŠู’ุนู ุญูŽุจูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู„ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ุชูู†ู’ุชูŽุฌูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงู‚ูŽุฉู ู…ูŽุง ูููŠู’ ุจูŽุทู’ู†ูู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุญู’ู…ูู„ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ู†ูุชูุฌูŽุชู’ (ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ)ุŒ ูˆูŽูููŠู’ ู„ูŽูู’ุธูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ูŠูŽุจู’ุชูŽุงุนููˆู’ู†ูŽ ู„ูุญููˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุฒููˆู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุญูŽุจูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู„ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุญูŽุจูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู„ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ุชูู†ู’ุชูŽุฌูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงู‚ูŽุฉู ู…ูŽุง ูููŠู’ ุจูŽุทู’ู†ูู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุญู’ู…ูู„ู ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ู’ ู†ูุชูุฌูŽุชู’ุŒ ููŽู†ูŽู‡ูŽุงู‡ูู…ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ (ู…ุชู‚ู ุนู„ูŠู‡)ุŒ ูˆูŽูููŠู’ ู„ูŽูู’ุธู ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽุจู’ุชูŽุงุนููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุฒููˆู’ุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุญูŽุจูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู„ูŽุฉูุŒ ูู†ูŽูŽู‡ูŽุงู‡ูู…ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Ibnu Umar ra berkata, bahwa Nabi SAW melarang jual beli habalil habalah. (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi). Dalam riwayat lainnya, โ€˜Nabi SAW melarang jual beli habalil habalah (yaitu) onta melahirkan anak onta yang dikandungnya, hingga kemudian anak onta yang baru lahir tersebut hamil.โ€™ (HR. Abu Daud).

Dalam redaksi lain, โ€˜Bahwasanya orang-orang Jahiliyah memperjualbelikan daging onta dengan model habalil habalah. Habalul Habalah adalah onta melahirkan anak yang dikandungnya, hingga kemudian onta tersebut hamil. Kemudian Nabi SAW melarang transaksi tersebut. (Muttafaqun Alaih).

Dalam redaksi lainnya, โ€˜Dahulu mereka memperjualbelikan daging onta secara habalil habalah, lalu Nabi SAW melarang jual beli tersebut.โ€™ (HR. Bukhari)

Takhrij Hadits

Hadits #1 dari Abu Hurairah ra, diriwayatkan oleh :

Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Buyuโ€™ bab Buthlani Baiโ€™i Al-Hashah wal Baiโ€™illadzi Fiihi Gharar, hadits no 2783

Imam Tirmudzi dalam Jamiโ€™nya, Kitab Al-Buyuโ€™ an Rasulillah SAW, Bab Ma Jaโ€™a fi Karahiyati Baiโ€™ Al-Gharar, hadits no 1151.

Imam Nasaโ€™i dalam Sunannya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Baiโ€™ Al-Hashah, hadits no 4442.

Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitab At-Tijarat, Bab An-Nahyi an Baiโ€™ al Hashah wa Baiโ€™ Al-Gharar, hadits no 2185.

Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Musnad Al-Muktsirin Minas Shahabah, dalam Musnad Abi Hurairah ra, hadits no 9255.

Hadits #2 dari Ibnu Masโ€™ud ra, diriwayatkan oleh :

Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, dalam Musnad Al-Muktsirin minas shahabah, Musnad Abdullah bin Masโ€™ud, hadits no 3494.

Imam Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Ma Jaโ€™a fi An-Nahyi an Baiโ€™ As-Samak Fil Maaโ€™, juz 5, hal 907.

Imam Al-Baihaqi dalam Maโ€™rifatus Sunan wal Atsar, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab An-Nahyi an Baiโ€™ Al-Gharar wa Tsamani Asbil Fahl, Hadits No 3576.

Imam At-Thabrani dalam Al-Muโ€™jam Al-Kabir, dalam Min Musnad Abdillan bin Masโ€™ud ra, Juz 9 Halaman 59, hadits no 10341

Hadits #3 dari Ibnu Umar ra diriwayatkan oleh :

Imam Bukhari dalam Shahihnya, dalam Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Baiโ€™ Al-Gharar wa Habalil Habalah, hadits no 1999.

Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Tahrim Baiโ€™ Habalil Habalah, hadits no 2784.
Imam Abu Daud dalam Sunannya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Fi Baiโ€™ al-Gharar, hadits no 2934.
Imam Tirmidzi dalam Jamiโ€™nya, Kitab Al-Buyuโ€™ an Rasulillah SAW, Bab Ma Jaโ€™a Fi Baiโ€™I Habalil Habalah, hadits no 1150.

Imam Nasaโ€™I dalam Sunannya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Baiโ€™ Habalil Habalah, hadits no 4544, 4545 dan 4546.
Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitab At-Tijarat, Bab An-Nahyi An Syiraโ€™ ma fi buthunil Anโ€™am wa Dhuruโ€™iha, hadits no 2188.

Makna Gharar

Gharar adalah sesuatu yang tidak diketahui hasil (akhirnya), apakah akan diperoleh atau tidak.

Atau gharar adalah keraguan atas keberadaan objek suatu akad (antara ada dan tidak ada).

Dengan bahasa singkatnya, gharar adalah ketidakjelasan terhadap apa yang ditransaksikan; baik objeknya, caranya maupun harganya.

Gharar merupakan bentuk muamalah yang dilarang dalam syariah Islam, berdasarkan hadits-hadits di atas.

Sehingga tidak boleh kita memperjual belikan sesuatu yang samar dan tidak jelas.

Larangan Jual Beli Hashoh

Diantara bentuk jual beli atau transaksi gharar yang dilarang adalah jual beli hashoh (baiโ€™ al-hashoh), yaitu jual beli dengan lemparan batu.

Ada beberapa bentuk baiโ€™ al-hashoh, sebagaimana dijelaskan dalam Nailul Authar, yaitu :

Seorang penjual berkata kepada pembeli, โ€˜Aku jual baju-baju ini kepadamu, tergantung baju mana yang terkena lemparan batumu. Kemudian pembeli melempar batunya. Atau penjual mengatakan, โ€˜Aku jual tanah ini kepadamu dengan harga sekian, dengan luas sejauh lemparan batumu.

Semua bentuk jual beli sebagaimana gambaran di atas adalah tidak boleh ditransaksikan, karena masuk dalam kategori gharar.

Larangan Jual Beli Ikan Dalam Air.

Diantara jual beli yang bersifat gharar yang dilarang adalah jual beli ikan yang masih terdapat di dalam air.

Maksudnya adalah merujuk kepada umumnya ikan yang terdapat di dalam air habitatnya, seperti di sungai, di danau atau di lautan. Karena ikan-ikan tersebut tidak diketahui keberadaannya; apakah ada atau tidak. Dan juga kalaupun ada, tidak bisa diperkirakan besar dan beratnya.

Oleh karena itulah, jual beli ikan di dalam air termasuk gharar yang dilarang.

Sedangkan Illat atau sebab dilarangnya jual beli ikan dalam air adalah bahwa ikan yang terdapat di dalam air tidak dapat dilihat, tidak dapat diukur dan tidak dapat diserahterimakan.

Namun, apabila illatnya bisa dihilangkan, maka jual belinya boleh dilakukan dan transaksinya sah.

Larangan Jual Beli Habalil Habalah.

Transaksi atau jual beli gharar lainnya yang dilarang adalah baiโ€™ habalil habalah. Adapun makna habalil habalah adalah sebagai berikut :

Sebagaimana dalam hadits, yaitu jual beli anak onta yang terdapat dalam kandungan induknya, dan ketika onta ini lahir, ditunggu hingga dewasa lalu hamil. Anak dari anak onta tersebut merupakan objek akad jual belinya.

Jual beli daging onta dengan pembayaran tangguh, hingga anak onta yang dikandungnya melahirkan anak onta berikutnya.

Jual beli habalil habalah sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas adalah tidak diperbolehkan, karena adanya gharar atau ketidakjelasan dalam waktu penyerahan barang yang diperjualbelikan, juga karena objek akadnya tidak ada (maโ€™dum), serta karena barang tidak bisa diserahterimakan.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู‰ ูˆุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Utang

DEBT COLLECTOR DALAM PANDANGAN SYARIAH

Pemateri: Ust. RIKZA MAULAN, Lc., M.Ag.

Hadits:

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุญูู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุณูŽู…ู’ุญู‹ุง ุฅูุฐูŽุง ุจูŽุงุนูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽุฑูŽู‰ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงู‚ู’ุชูŽุถูŽู‰ – ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

Dari Jabir bin Abdillah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, โ€œAllah akan memberikan rahmat terhadap seseorang yang bermurah hati ketika menjual, bermurah hati ketika membeli dan bermurah hati ketika menagih hutangโ€. (HR. Bukhari)

Terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik dari hadits di atas, diantara hikmah-hikmahnya adalah sebagai berikut :

1. Bahwa bermurah hati atau berkasih sayang merupakan sifat yang dianjurkan untuk dilakukan antara sesama kaum muslimin.

Rasulullah SAW bahkan memberikan perumpamaan sifat murah hati dan kasih sayang antara sesama muslim adalah ibarat satu tubuh, yang apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka anggota tubuh yang lainnya juga turut merasakannya :

ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูุนู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุจูŽุดููŠุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูููŠ ุชูŽูˆูŽุงุฏู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูŽุฑูŽุงุญูู…ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงุทูููู‡ูู…ู’ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽูƒูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ู ุนูุถู’ูˆูŒ ุชูŽุฏูŽุงุนูŽู‰ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุจูุงู„ุณู‘ูŽู‡ูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุญูู…ู‘ูŽู‰ – ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…

Dari Nuโ€™man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, โ€œPerumpamaan kaum muslimin dalam cinta, kasih sayang dan kelemahlembutan diantara mereka adalah seumpama satu tubuh.
Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam.โ€ (Muslim)

2. Bahwa sikap bermurah hati dan berkasih sayang bukan hanya dianjurkan dalam kehidupan sosial, namun juga ketika melakukan transaksi muamalah.

Demikianlah yang dapat โ€œdipetikโ€ dari hadits di atas.

Bahwa Allah SWT akan memberikan rahmat-Nya terhadap seseorang yang bermurah hati ketika menjual, bermurah hati ketika membeli, bermurah hati ketika menagih hutang, yaitu menagih hutang dengan cara yang baik.

Artinya adalah bahwa โ€œbermurah hatiโ€ dalam bermuamalah memiliki pahala yang mulia di sisi Allah SWT, dengan mendapatkan rahmat dari-Nya.

Orang yang mendapatkan rahmat dari Allah SWT, memiliki keistimewaan tersendiri sebagaimana yang Allah SWT firmankan :

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุงุจู’ูŠูŽุถู‘ูŽุชู’ ูˆูุฌููˆู‡ูู‡ูู…ู’ ููŽูููŠ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ุฎูŽุงู„ูุฏููˆู†ูŽ ๏ดฟูกู ูง๏ดพ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ู†ูŽุชู’ู„ููˆู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูŠูุฑููŠุฏู ุธูู„ู’ู…ุงู‹ ู„ู‘ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ๏ดฟูกู ูจ๏ดพ

Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.

Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya. (QS. Ali Imran : 107 โ€“ 108)

3. Hutang merupakan sesuatu yang โ€œbolehโ€ atau mubah untuk dilakukan apabila memang terdesak oleh satu keperluan atan kebutuhan tertentu.

Dan bagi orang yang dihutangipun akan mendapatkan benefit atau pahala yang mulia, khususnya pada saat ia memberikan pinjaman atau hutang terhadap orang yang sedang mengalami kesulitan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan :

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูู‚ู’ุฑูุถู ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ู‚ูŽุฑู’ุถู‹ุง ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุตูŽุฏูŽู‚ูŽุชูู‡ูŽุง ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ (ุฑูˆุงู‡ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡)

Dari Abdullah bin Masโ€™ud ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, โ€œTIdaklah seorang muslim memberikan pinjaman kepada muslim lainnya sebanyak dua kali, melainkan Allah SWT akan menghitungnya sebagai shadaqah (sebesar yang dipinjamkan) satu kali.โ€ (HR. Ibnu Majah)

4. Terdapat adab dan etika terkait dengan masalah hutang piutang, khususnya ketika menagih terhadap orang yang berhutang. Diantara adab-adabnya adalah sebagai berikut :

a. Membuat perjanjian pembayaran hutang secara tertulis, khususnya ketika โ€œakadโ€ hutang dilakukan.

Misalnya apabila berhutang selama satu bulan, maka ditentukan saja hari, tanggal dan bulan waktu pengembaliannya yang tertuang dalam dalam kontrak akad. Dengan adanya perjanjian yang tertulis dan ditentukan waktu pembayarannya secara jelas, akan menghindarkan diri dari kesalahpahaman, khususnya ketika kelak akan menagih hutang.

Hal ini mengamalkan firman Allah SWT terkait dengan masalah hutang piutang, dalam QS. Al-Baqarah: 282 :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ุฅูุฐูŽุง ุชูŽุฏูŽุงูŠูŽู†ุชูู… ุจูุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุฌูŽู„ู ู…ู‘ูุณูŽู…ู‘ู‹ู‰ ููŽุงูƒู’ุชูุจููˆู‡ู ูˆูŽู„ู’ูŠูŽูƒู’ุชูุจ ุจู‘ูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุงุชูุจูŒ ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู …

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. (QS. Al-Baqarah : 282)

b. Mengingatkan secara baik waktu jatuh tempo hutangnya, khususnya ketika telah tiba waktunya. Dalam mengingatkan waktu jatuh tempo ini hendaknya didasari dengan prinsip โ€œsaling mengingatkanโ€ dalam kebaikan dan kebenaran, dan juga rasa khawatir apabila yang berhutang lupa dan kemudian menjadi satu kedzaliman dikarenakan adanya โ€œpenundaanโ€ pembayaran hutang.

Perlu diingat bahwa menunda-nunda pembayaran hutang adalah perbuatan dzalim dan berdosa. Semakin lama ia menunda, maka semakin besar pula dosanya. Oleh karenanya, perlu untuk mengingatkannya agar orang yang berhutang tidak terjatuh ke dalam kedzaliman yang berlarut-larut.

Dalam sebuah riwayat disebutkan :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุทู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ููŠู‘ู ุธูู„ู’ู…ูŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูุชู’ุจูุนูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู„ููŠู‘ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชู’ุจูŽุนู’ (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€œMenunda pembayaran hutang (bagi orang yang mampu) adalah suatu kezaliman.

Dan jika salah seorang dari kamu diikutkan (dihiwalahkan) kepada orang yang mampu/ kaya, maka terimalah hawalah itu. (Muttafaqun Alaih)

c. Menagih dengan cara yang baik, yaitu ketika mendatangi orang yang berhutang tersebut maka hendaknya berbicara dan bertingkah laku yang baik sesuai dengan adab dan etika Islam (baca ; akhlaqul karimah) seperti datang dengan senyuman, mengucapkan salam, meminta pembayaran dengan sopan dan baik, tidak arogan serta tidak menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran orang yang berhutang maupun keluarga dan tetangganya.

Hal ini sebagaimana yang digambarkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas,

โ€œโ€ฆ bermurah hati ketika menagih hutang.โ€

d. Boleh meminta jaminan terhadap orang yang berhutang.

Apabila diperlukan, sesungguhnya orang yang memberi hutang boleh saja meminta โ€œjaminanโ€ terhadap orang yang berhutang, berupa harta atau sesuatu yang dapat dijadikan sebagai jaminan.

Allah SWT berfirman:

ูˆูŽุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽููŽุฑู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฌูุฏููˆุงู’ ูƒูŽุงุชูุจุงู‹ ููŽุฑูู‡ูŽุงู†ูŒ ู…ู‘ูŽู‚ู’ุจููˆุถูŽุฉูŒ …

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang)… (QS. Al-Baqarah : 283)

e. Memberi nasehat berkenaan dengan hutang, seperti berkenaan dengan keharusan membayar hutang yang bahkan seorang syahid pun yang semua dosanya diampuni oleh Allah SWT, ternyata khusus โ€œhutangnyaโ€ tidak dapat diampuni oleh Allah SWT.

Kenyataan ini sebagaimana yang Rasulullah SAW sabdakan dalam hadits :

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุงุตู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูุบู’ููŽุฑู ู„ูู„ุดู‘ูŽู‡ููŠุฏู ูƒูู„ู‘ู ุฐูŽู†ู’ุจู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ุฏู‘ูŽูŠู’ู†ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…(

Dari Abdullan bin Amr bin Asr ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, โ€œSemua dosa orang yang mati syahid akan diampuni, kecuali hutang.โ€ (HR. Muslim)

f. Memberikan penangguhan waktu, apabila orang yang berhutang sedang mengalami kesulitan.

Yaitu misalnya dengan mereschedulkan kembali pembayaran hutangnya, pada hari, tanggal, bulan dan tahun yang jelas dan disepakati bersama.

Karena orang yang bermurah hati memberikan penangguhan pembayaran hutang terhadap orang yang sedang kesulitan, akan mendapatkan pahala yang mulia di sisi Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat disebutkan :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุธูŽุฑูŽ ู…ูุนู’ุณูุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽุถูŽุนูŽ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุธูŽู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุชูŽุญู’ุชูŽ ุธูู„ู‘ู ุนูŽุฑู’ุดูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ูู‡ู – ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ

Dari Abu Hurairah ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, โ€œBarangsiapa yang menangguhkan hutang orang yang sedang kesulitan, atau membebaskannya dari hutangnya, maka Allah akan memayunginya nanti pada hari kiamat di bahwa naungan โ€˜Arsy-Nya, di saat tidak ada naungan melainkan hanya naungan-Nya.โ€ (HR. Turmudzi)

g. Mencairkan jaminan atas seizin orang yang berhutang, yaitu apabila orang yang berhutang memberikan jaminan dan telah jatuh tempo namun tidak mampu untuk melunasi hutangnya, maka boleh saja jaminannya tersebut โ€œdicairkanโ€ atas seizinnya.

Namun yang perlu dicatat adalah bahwa apabila jaminan tersebut dicairkan untuk melunasi hutangnya, dan ternyata masih terdapat sisanya, maka sisanya tersebut harus dikembalikan kepada orang yang berhutang tersebut.

Apabila selisihnya diambil oleh si pemberi hutang, maka justru pada saat tersebut, si pemberi hutanglah yang menjadi pelaku kedzaliman.

5. Bahwa terdapat satu fakta yang unik, yaitu Rasulullah SAW tidak mau menshalatkan jenazah seorang sahabat yang memiliki hutang.

Dalam riwayat disebutkan, โ€œTelah dihadapkan kepada Rasulullah SAW mayat seorang laki-laki untuk dishalatkan…. Rasulullah bertanya, โ€œApakah dia mempunyai hutang?โ€

Para sahabat menjawab, โ€œTidakโ€. Lalu Rasulullah menshalatkannya.

Kemudian di datangkan jenazah yang lainnya, dan beliau bertanya, โ€œApakah ia punya hutang?โ€ Sahabat menjawab, โ€œYa, Rasulullah pun menyuruh para sahabatnya untuk menyalatkannya (namun beliau sendiri tidak).

Abu Qatadah berkata, โ€œSaya menjamin hutangnya wahai Rasulullahโ€. Maka (barulah) Rasulullah SAW menshalatkan jenazah tersebut.โ€ (HR. Bukhari)โ€

6. Orang yang memberi kan hutang, boleh saja mewakilkan orang lain untuk menagih hutangnya, misalnya melalui jasa debt collector.

Ketentuan bolehnya mewakilkan kepada pihak atau orang lain untuk menagihkan hutangnya adalah berdasarkan akad wakalah, dimana pihak yang memberikan hutang bertindak sebagai muwakil (yang memberikan kuasa) kepada pihak debt collector (wakil) untuk menagihkan hutangnya pada orang yang berhutang.

Dalam sebuah riwayat disebutkan :

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชู ุงู„ู’ุฎูุฑููˆู’ุฌูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุจูŽุฑูŽ ููŽุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุชูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽูƒููŠู„ููŠู’ ุจูุฎูŽูŠู’ุจูŽุฑูŽ ููŽุฎูุฐู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ูˆูŽุณูŽู‚ู‹ุง ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏโ€

โ€œDari Jabir ra berkata, โ€œAku keluar pergi ke Khaibar, lalu aku datang kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, โ€˜Bila engkau datang pada wakilku di Khaibar, maka ambillah darinya 15 wasaq.โ€ (HR. Abu Daud)

Namun yang perlu dicatat dan digaris bawahi adalah bahwa orang atau pihak yang menjadi wakil dalam menagih hutang, haruslah memenuhi segala ketentuan dan etika sebagaimana di jelaskan sebelumnya, seperti:
– akad hutang piutang harus tertulis,
– tidak mengandung unsur bunga (riba),
– mengingatkan secara baik-baik apabila telah tiba masa jatuh temponya,
– menagih dengan cara yang baik dan sopan (berakhlaqul karimah),
– memberikan nasehat berkenaan dengan hutang piutang sesuai tuntunan syariah,
– memberikan penangguhan apabila orang yang berhutang benar-benar dalam kesulitan, dsb (silakan baca kembali poin 4 dalam tulisan ini).

Apabila debt collector bisa memenuhi semua syarat dan etika di atas, maka insya Allah akan menjadi debt collector syariah.

Sebaliknya apabila meninggalkan syarat di atas (misalnya hutang piutangnya terkait dengan bunga atau riba), atau mengabaikan faktor etika dan akhlak maka dengan sendirinya sudah tidak menjadi debt collector syariah.

Jadi apa anda berminat untuk membuat perusahaan yang menawarkan jasa “debt collector secara syariah?”

Peluang masih terbuka lebar.

Wallahu Aโ€™lam bis Shawab


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678