logo manis4

Sibuk

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Jadi ayah tuh gak harus ribet-ribet banget. Mentang-mentang dituntut untuk jadi ayah hebat, lantas merasa bersalah dengan aktivitas segudang di luar. Kemudian, memutuskan resign dari kantor agar lebih lama di rumah. Terus mencoba-coba untung bisnis online. Pasang instagram, kalau perlu beli follower. Habis itu DM ke mereka “Cek IG aku ya sis”.

Atau buat komen spam di akun-akun selebgram. Kadang gak lihat situasi. Saat pemilik akun sedang menyampaikan berita duka kematian tiba-tiba ayah yang masih newbie di dunia bisnis online ini langsung komen, “Hari gini masih gemuk? Itu badan apa gentong? Hubungi kami segera tuk cari solusi.” Wah, ini mah ngajak ribut dan mengundang komen sadiz netijen +62. Plis ayah, jangan gitu-gitu amat.

Dengan kata lain, ayah sebenarnya gak mesti dipaksa meninggalkan aktivitas di luar demi menjadi ayah hebat. Ayah biarlah dengan aktivitas seperti biasanya. Biarkan ayah menjadi makhluk luar rumah. Kalau perlu buatlah maha karya luar biasa selagi di luar. Anak mendapatkan inspirasi pengasuhan lewat kesibukan ayah. Khususnya bagi anak lelaki. Bahwa lelaki emang dituntut produktif menghasilkan karya yang positif.

Bukan cuma mampu membuat istri positif hamil. Namun juga membuat karya positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebuah amal yang berdampak luas. Malu ama diri. Masa’ badan doang yang luas? Sementara amal sholeh kok sempit. Cuma ngerjain yang menguntungkan diri sendiri. Gak peduli dengan orang lain dan masyarakat.

Nah, ayah hebat menjadikan amal sholeh di masyarakat sebagai wasilah pengasuhan. Anak melihat visi hidup lewat kesibukan ayah. Inilah yang memberi inspirasi anak untuk tidak malas. Seperti kisah masyhur tabi’in, Rabi’ah Ar Ra’yi. Yang menjadi guru bagi umat di zamannya karena terinspirasi dari figur ayah yang sibuk sebagai mujahid di luar. “Ayah berjuang dengan pedang, maka biarlah aku berjuang dengan pena.” Demikian kira-kira tekad anak yang mengagumi kesibukan ayahnya.

Agar ayah sibuk tetap dikagumi, maka jadilah ayah yang menyenangkan saat tiba di rumah. Belajarlah jadi kawan baik buat anak. Jangan jadi bos yang suka memerintah. Nanti anak bersenandung meniru lagu kekeyi,…
“Aku bukan bonekamu…
Bisa kau suruh-suruh…
Dengan seenak maumu”

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Sebarkan! Raih Pahala

πŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Penolong

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ

Punya pasangan yang tak sesuai harapan tentu amat menyesakkan. Segala impian di awal nikah pupus sudah. Berharap punya pasangan segagah Jipyeong eh ternyata malah segemulai sinden Jaipong.

Inginnya sih dia bisa jadi suami sebaik dan setangguh Aldebaran. Tapi kenyataannya malah kayak nastar kue lebaran. Rapuh dan lumer meski cuma dicolek doang. Pengennya laki abis. Yang ada malah abis lakinya. Ampuun

Dalam kondisi begini, lagu Rossa “Kumenangis” udah gak mempan. Yang terbayang malah lagu Betharia Sonata, “Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku”. Tapi urung setelah sadar bahwa ayah dan ibu telah tiada. Bisa-bisa kita malah disuruh pulang ke alam baka. Naudzubillah

Situasi begini tentu amat menyiksa. Kayak orang kena wasir dan bisul sekaligus. Mau menjerit gak enak ama tetangga. Alhasil pasrah. Pengen cerai pun bingung. Biaya ke pengadilan lebih mahal daripada 10 kardus Mie Samyang. Meski menderita masih punya prinsip, “aku boleh kehabisan kasih sayang tapi jangan sampai kehabisan Mie Samyang” #yiihaaa. Endorse mana endorse? wkwkwk

Wajar situasi ini gak berubah. Karena kita pun gak pernah berubah dalam menyikapi pasangan. Dari awal nikah, setiap dizhalimi selalu berpikir sebagai korban. Emang sih kita korban. Tapi yang namanya korban selalu pasif.

Korban enggan melakukan perubahan. Yang dia andalin cuma keajaiban. Berharap suatu saat suami yang zhalim ini insaf setelah nonton sinetron azab di Indosiar atau mendadak sholeh pas kena kepret sorbannya Ustadz Abdusshomad.

Daripada terus-terusan jadi korban, sesekali upgrade lah diri jadi penolong. Sebagaimana sabda Rasulullah ο·Ί “Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim dan yg dizholimi”.

Ternyata pelaku kezhaliman juga harus ditolong. Caranya bagaimana? Bantu ia hentikan kezhalimannya. Bisa jadi suami yang zhalim lagi kasar bermula dari pola asuh yang buruk. Dari kecil tak pernah dapatkan cinta. Maka saat nikah pun tak bisa bersikap mesra.

Niatnya mau kirim puisi buat istri, malah yang dikirim karya Chairil Anwar “Aku ini binatang jalang”. Dijawab istri “Emang”. Niat romantis malah tragis.

Dari sekarang tugas kita bertambah. Penolong bagi pasangan. Kalau dia ngeselin? Anggaplah kita sedang mengasuh anak-anak. Anak mertua maksudnya

Sebab bisa jadi kita adalah jawaban dari doanya saat ia masih jomblo “Ya Allah, kirimkanlah jodoh seseorang yang akan jadi malaikat pendampingku”. Maka kita bisa memilih. Menjadi pasangan bak malaikat penolong atau malaikat pencabut nyawa. Sama-sama malaikat sih πŸ˜€.

Semoga Allah angkat derajat kita yang terus berusaha menjadi penolong bagi pasangannya

Wallahu a’lam bish showab

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

BAHASA CINTA LELAKI

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ

Cara lelaki mencintai wanita berbeda-beda. Ada yang pendiam jarang bicara tapi rutin menulis kalimat “I Love U” yang disusun dari uang pecahan seratus ribuan di kamar dibingkai barisan logam mulia.

Ada pula yang berusaha kirim puisi meski tak paham maknanya. Begitu tahu puisi itu karya Chairil Anwar, langsung kirim aja. Si wanita yang menerimanya kaget begitu pembuka puisi dimulai dengan kata “Karawang-Bekasi”. Hmmm ini pujangga atau supir antarkota? Niat romantis malah bikin meringis.

Bahkan ada pula yang mencintai dengan cara yang tak biasa. Duduk bersebelahan satu selimut. Kemudian si lelaki memberi isyarat ingin bersin. Tentu saja si wanita menghindar dengan menutup keseluruhan badan dalam selimut. Si lelaki langsung buang gas beracun di balik selimut dengan bunyi menggelegar, “Broootthh”. Sontak si wanita mual cium aromanya. Sambil mukul dan berteriak histeris. Sang lelaki pun tertawa di atas derita wanita. Ini pun juga bentuk cinta.

Begitulah cara lelaki mencintai. Tak serupa. Sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda cara tapi satu jua. Ekspresikan cinta dengan cara yang tak biasa.

Tapi mereka punya satu sikap yang sama. Dan ini puncak dari cinta. Saat jalan berdua, ia akan berusaha lindungi sang wanita. Bagaimanapun caranya. Tak akan ia biarkan ada pihak manapun yang mengganggu si wanita. Jika ada yang macam-macam, si lelaki siap korbankan jiwa.

Setelahnya, saat kembali ke rumah. Ia kembali ke kebiasaan awal. Mencintai dengan cara yang tak biasa. Sampai si wanita serius bertanya, “betulkah kamu sayang sama aku?”. Si lelaki kemudian memandang tajam ke wanita kemudian dengan lembut mengambil jemari si wanita dan menggenggamnya. Lalu salah satu jari diarahkan ke lubang hidung si lelaki untuk ngupil. Duaaarr! Teriakan si wanita kembali membahana.

Dan lelaki pun merasa bahagia. Ah dasar lelaki!

Wallahu a’lam bish showab

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Dialog Ayah Anak

JANGAN MEREMEHKAN HAL-HAL POSITIF ANAK REMAJA

πŸ“ Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ

Banyak hal-hal positif yang ada pada anak remaja dan menjadi kelebihannya. Apabila orang tua bisa mengembangkannya, maka ia akan menjadi pribadi yang istimewa. Allah maha Kuasa dalam menciptakan segala sesuatu selalu ada keisimewaannya. Sehingga orang tua jangan menganggap anak remaja sebagai anak yang selalu bermasalah dan jangan menganggapnya sebagai beban bagi orang tua.

Sesungguhnya anak remaja tetap bisa dipersiapkan untuk menjadi generasi cemerlang saat orang tua mau berusaha dan berkorban untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk masa depannya yang gemilang. .

Adapun hal-hal positif yang ada pada anak remaja adalah :

1. Rasa ingin tahu yang tinggi , jika dikembangkan akan menghasilkan temuan-temuan baru dan karya yang berguna.

2. Keinginan mengembangkan potensi, jika difasilitasi maka ia bisa lebih awal memiliki keahlian menuju kemandiriannya.

3. Daya ingat yang cukup kuat, jika diberikan motivasi & diarahkan bisa menjadi penghafal Alquran.

4. Pembelajar cepat sehingga perlu diperkenalkan tentang arti kehidupan dan memperbanyak pengetahuan dan keahlian.

5. Memiliki kepedulian yang baik maka perlu dilatih untuk aktif pada berbagai kegiatan sosial.

6. Mencari identitas diri, ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menyempurnakan kepribadiannya.

7. Bersikap berani dan mulai percaya diri. Hal ini sangat berguna untuk kehidupan bersosialnya dan menjadi modal untuk meningkatkan berbagai potensinya.

8. Senang bergaul, sangat besar pengaruh orang tua untuk memperkenalkannya dengan orang-orang besar dan hebat agar bisa mengambil pengalaman kesuksesan dari mereka.

9. Senang berpendapat, sehingga orang tua bisa menambahkan wawasan yang lebih luas untuk menambah kemampuan berargumentasi.

Wallahu a’lam bish showab

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

PELUKAN

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Pelukan itu menenangkan. Memberikan energi bagi jiwa yang kalut. Memotivasi diri di saat semangat mulai surut. Khusus bagi anak-anak terlebih anak lelaki, pelukan bisa menjadi sumber kekuatan yang akan menghantarkannya menjadi pemenang dalam pertarungan zaman.

Bagi anak wanita, pelukan ayah bisa menjadi pagar yang membuatnya tak mudah digoda sembarang lelaki yang hendak merayunya.

Jika anak tak dapat pelukan, maka jiwanya berontak dan bertindak liar. Laparnya ia akan pelukan diwujudkan dalam perilaku yang menyebalkan, melanggar aturan, bahkan kriminal.

Mumpung anak masih kecil, banyak banyak memeluknya. Sebab kalau udah besar ia enggan. Bukan karena tak butuh, tapi sungkan. Apalagi kalau di keramaian.

Lagipula kalau sudah besar, kebanyakan dipeluk juga gak baik. Sebab, saat dewasa pelukan ibarat gula. Kalau kebanyakan bisa akibatkan stroke jiwa. Anak bukannya jadi aktivis malah jadi teletubbies. Setiap ada tugas atau pekerjaan bukannya teriak, “Kerja! Kerja! Kerja!” eh malah ucap, “Berpelukaaaan!”. Iya kalau ada yang mau dipeluk. Kalau kagak ada, ya terpaksa meluk tiang. Untung gak kesetrum.

Dan bukan hanya anak sendiri yang butuh pelukan. Anak mertua pun butuh 😁

Sudah peluk mereka hari ini?

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Sebarkan! Raih Pahala

πŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Bersikap Lemah Lembut

LELAKI KOK NANGIS?

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ

Izinkan anak lelaki kita untuk menangis. Meskipun saat ini tangisannya masih karena mobil tamiya yang hilang atau perlombaan yang gagal menang.

Biarkan saja ia ungkapkan perasaan sedihnya. Jangan buru-buru kita simpulkan ia sebagai lelaki cengeng. Sebab tangisan dan cengeng itu beda. Tangisan adalah bagian dari jiwa yang lembut, mudah tersentuh. Kelak kalau jadi suami begitu istri nangis di mall, ia gak tega. Buru-buru borong semua isi mall demi meredakan tangisannya.

Sementara cengeng merupakan sifat pengecut, lari dari masalah. Takut hadapi kenyataan. Dan ini gak musti ditunjukkan dengan menangis. Saat debt collector menagih utang, misalnya. Dia malah kabur dari rumah dan suruh istri yang hadapi. Ini termasuk sifat cengeng.

Contoh lainnya. Baru aja ia terima gaji eh istri belanja online hingga saldo yang tersisa udah kayak nomor hotline McD : 14045. Karena kesal ia ceraikan istri. Ini juga termasuk cengeng.

Maka, sekali lagi bedakan antara nangis dan cengeng. Lelaki yang diizinkan menangis di saat sedih akan memahami lebih dalam perasaan wanita. Tidak tega menyakitinya. Kalau ia terlanjur membentak, buru-buru minta maaf. Tak ingin membuat istrinya terluka.

Sebaliknya lelaki yang dilarang menangis sedari kecil, ia akan jadi pribadi yang cuek. Gak peka. Istri udah kasih isyarat dengan membunyikan berbagai alat di dapur mulai dari piring, sendok, wajan dan panci diadu keras-keras sebagai protes karena jiwanya yang lelah. Ia tetap cool. Bahkan komen singkat : “kamu dulu anggota grup orchestra ya?”. Gubrak.

Maka bersyukurlah jika anak lelaki kita masih mau menangis di saat sedih. Seiring bertambahnya usia, tangisannya akan berubah pola. Ia tak sembarangan menangis.

Tangisannya mulai terarah kepada hal-hal yang besar. Biasanya terkait harga dirinya juga agamanya. Dia akan menangis di saat ia sakit dan tak berdaya istrinya malah bantu bekerja demi menghidupi keluarga. Ia juga menangis saat anaknya butuh susu tapi ia tak mampu membelinya. Atau ia akan menangis melihat agamanya dilecehkan tapi ia tak kuasa membela.

Jangan sampai ia baru menangis pas Kurama mati demi memberi kekuatan Naruto saat melawan Isshiki. Ini disebut tangisan nun mati ketemu lam. Tak ada gunnahnya 😊😁

Wallahu a’lam bish showab

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Rezeki Sudah Pasti

MEWUJUDKAN EKONOMI YANG SEHAT DALAM KELUARGA DI MASA SULIT

πŸ“ Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ

Pandemi yang terjadi saat ini merata di berbagai negara, sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama terhadap kesulitan ekonomi dalam berbagai lini baik keluarga, masyarakat, bangsa dan negara bahkan masyarakat dunia.

Setiap keluarga merasa penting untuk menjaga kesehatan, maka mereka membatasi kebebasan aktifitas ekonomi di luar rumahnya, sehingga menurun pula pendapatannya. Maka keluarga jadi sangat hemat dan membatasi pengeluaran uangnya.

Karena itu, perusahaan-perusahaan juga merugi, karena sedikit sekali yang membeli produknya. Sehingga perusahaan-perusahaan harus memberhentikan sebagian karyawannya.

Jadi saat ekonomi keluarga sangat sulit, maka perputaran uang dalam berbagai aktifitas bisnis tersendat-sendat, tidak lancar dan terus menurun serta mengakibatkan banyak kerugian dan bertambah PHK dan pengangguran. Dengan demikian berakibat semakin buruk pada ekonomi keluarga.

Walaupun begitu, suami dan istri harus bisa mempertahankan keluarga dengan keharmonisannya dan juga bersama-sama mencari solusinya agar ekonomi mereka bisa bangkit lagi. Misalnya dengan cara berikut :

1. Melandasi solusi ( ikhtiar ) dengan iman yang kokoh, ibadah yang khusuk, doa yang yakin dan akhlak yang mulia kepada siapapun.

2. Uang yang ada dihemat, harus memangkas kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting, membatasi keinginan berbelanja, memilih kebutuhan-kebutuhan penting yang harganya lebih murah.

3. Sisa tabungan yang ada dijadikan modal berbisnis.

4. Produk yang akan dijual harus yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan digital dan media sosial.

5. Suami yang berpenghasilan minim, hendaknya mencari atau menciptakan pekerjaan tambahan agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

6. Istri harus mendukung ikhtiar suami bahkan hendaknya bisa tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga dengan menciptakan pekerjaan dari rumah yang bisa berpenghasilan agar bersama-sama bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menabung untuk kebutuhan yang darurat dan penting.

Wallahu a’lam bish showab

πŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈπŸƒπŸƒπŸŒΈ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Usia Penghuni Surga

Mendidik Remaja

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Apa yang ada dalam benak kita mengenai remaja? Sebagian besar beranggapan inilah masa peralihan anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perilaku menyebalkan, berbuat onar bahkan melanggar aturan.

Tentu jika cara pandang ini dibenarkan bisa bahaya. Setiap kenakalan bahkan kejahatan remaja akan dimaklumi sebagai bagian tumbuh kembangnya. Padahal secara usia mereka telah memasuki usia taklif. Sudah punya kewajiban yang akan dihisab.

Seandainya mereka mati di usia itu, hisab di alam kubur tetap berlaku. Saat Munkar Nakir bertanya, “Man Robbuka?” Kemudian dijawab, “hmmm mau tau aja atau mau tau bingits?” Niscaya bakal dikemplang.

Atau ketika ditanya, “Maa diinuka?”. Trus dijawab, “Ih kepo banget sih. Plis cek bio aja ya. Jangan lupa follow”. Bakal digaplok tuh bocah ampe muter muter di wajah. Bilas. Multivitamin. #ups kok jadi jingle iklan.

Gak mungkin malaikat akan memaklumi seraya mengatakan, “Namanya juga remaja. Agak ngeselin emang”.

Cara pandang dimana remaja diasosiasikan sebagai pribadi bermasalah muncul pertama kali dari risetnya Stanley Hall atas ribuan anak muda di Barat dimana rata-rata mereka memiliki perilaku yang sama : ngeselin dan suka ngelawan. Justru ini bukti bahwa metode Barat dalam pengasuhan telah gagal.

Uniknya sebagian ahli di Arab pun mengaminkan pernyataannya. Bahkan muncul istilah baru dalam bahasa Arab yg menyebut remaja dengan kata Ψ§Ω„Ω…Ψ±Ψ§Ω‡Ω‚ . Mengambil kata Ψ±Ω‡Ω‚ dalam surat Al Jin ayat 5 yg artinya pelaku dosa. Jadi, remaja sudah dilabel sebagai pelaku dosa.

Seolah-olah hal itu adalah kelaziman seluruh remaja di dunia. Sekiranya riset itu dilakukan ke remaja Palestina atau mundur ke belakang ke generasi sahabat, tentu lain hasilnya.

Padahal remaja menurut KBBI definisinya sangat elok : mulai dewasa, siap untuk kahwin. Artinya status remaja diakui sebagai orang dewasa dengan segala kesiapannya untuk menikah.

Disinilah harusnya peran mentor atau coach lebih dibutuhkan. Bukan ceramah tapi bimbingan. Bukan mengkritik tapi memberi solusi.

Ortu pun mulai banyakin mendengar. Jangan banyak bicara apalagi ngegass. Ketahuilah, kenapa mereka disebut remaja. Karena inilah masa ortu dilarang ngegass, rem aja. Jadilah remaja. Gitu loch.

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menyayangi dan Disayangi

KETELEDORAN ORANG TUA MENGUBAH ANAK MENJADI NAKAL

πŸ“ Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Teledor alias sembrono, atau menganggap remeh terhadap pendidikan anak akan menimbulkan dampak negatif kepada pertumbuhan kepribadian dan sikap anak.

Seharusnya urusan rumah tangga dan pendidikan anak itu sama pentingnya dengan urusan pekerjaan di kantor, sehingga orang tua selalu memberikan perhatian yang seimbang untuk semua urusan di dalam rumah atau di luar rumah, dan berusaha untuk mensukseskan semuanya.

Namun, ada orang tua yang menganggap pekerjaan di kantor itu paling penting, maka waktunya diprioritaskan hanya untuk kesuksesan pekerjaannya dan tidak untuk kesuksesan keluarga dan pendidikan anak. Sehingga sering mengabaikan proses pendidikan yang benar kepada anak. Maka muncullah sikap teledor terhadap pendidikan anak yang mengakibatkan anak berubah menjadi nakal.

Adapun sikap teledor yang harus dihindari oleh kedua orang tua dalam pendidikan anak sebagai berikut :

1. Kurang perhatian kepada anak sehingga tidak terlalu peduli kepada permasalahan anak.

2. Tidak sempat terlibat langsung dalam mengisi pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara spritual, moral, intelektual, psikis, fisik dan sosialnya. Sebab tidak sempat menemani anak beribadah berjamaah, memberikan nasihat, bermain, mengajak jalan- jalan di waktu libur, mendampingi anak belajar di rumah atau berangkat ke sekolah, mengambil raport dari gurunya, mendengarkan curhatnya, dan lain-lain.

3. Membiarkan anak berkembang sendirian tanpa arahan orang tua, sebab mereka tidak punya waktu untuk memberikan jawaban dan bimbingan terhadap berbagai pertanyaan atas keingin tahuan anak.

4. Bersikap cuek terhadap perilaku anak sehingga anak kurang mampu membedakan perilaku yang baik, dan perilaku yang salah. Maka anak berubah menjadi malas, tidak disiplin, tidak bersemangat dalam belajar, berkata kasar dan berdusta.

5. Komunikasi yang buruk, karena dilakukan di waktu yang singkat dan terburu-buru.

6. Anak merasakan tidak mendapatkan cinta, kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya.

7. Menampakkan ketidak harmonisan dengan pasangan dengan kata-kata yang kasar dan sikap yang keras.

8. Membiarkan anak berteman dalam lingkungan yang buruk.

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Pasangan yang Menentramkan

T.E.M.A.N

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Pernah ngebayangin gak tinggal di tempat seperti surga tapi sendirian?

Mau makan apa aja bebas. Main apa aja jadi. Kesana kemari nampak pemandangan sangat indah. Tapi ternyata eh ternyata cuma sendirian. Gak ada teman. Hampa rasanya. Serasa makan indomie tanpa mecin. Nyesek.

Demikianlah Allah jadikan penyempurna nikmatnya surga bagi Nabi Adam AS dengan adanya teman pendamping baginya. Hadirnya Bunda Hawa adalah pelengkap sekaligus puncak nikmat. Segala kesenangan di surga makin terasa nikmat saat ada teman. Gak lagi sendiri. Intinya : gak ada elo gak rame.

Itulah mengapa jomblo yang berkelimpahan harta, sudah travelling kemana-mana. Mulai dari England sampai wkwkwkland, keliling Chicago hingga Ciputat, atau Wakatobi transit di Wakanda tetaplah gelisah. Buat apa disuruh hati-hati di jalan. Kalau pada saat di jalan tak ada yang mengisi hati. Ngelihat truk gandeng aja bikin keki. Malu setiap ke bank. ATM aja udah bersama sementara diri masih Mandiri.

Inilah hakikat hidup. Butuh teman. Maka pernikahan bukanlah sekadar pemuasan birahi. Tapi pengusir sepi. Saat hati gak tenang ada yg memeluk sambil memanggil ayang. Saat semangat hidup kolaps ada yg bisik mesra : Hai Bebs.

Bersyukurlah jika pasangan hidup kita telah menjadi teman. Dan inilah gambaran hubungan pasutri di dalam Alquran. Ketika pasutri sudah menjadi teman. Maka tak ada sungkan. Semua kebaikannya adalah anugerah, dan kekurangannya gak jadi masalah. Namanya juga teman.

Jika istri kita melenceng ingatkan hakikat pertemanan ini. Bahwa kita adalah teman sehidup sesurga. Jangan ancam dia dengan kata-kata : kamu pilih rajin ngaji atau dipoligami?

Duh, ama temen kok ngancem? Ntar dia balas : aku siap dimadu asal kamu siap diracun. Kan, ini mah lebih serem dari ghosting. Levelnya udah kuntilanaking (apa sih?). Bikin bulu kuduk berdiri padahal banyak kursi.

Kalau betul-betul teman, harusnya ingatkan tentang misi. Bahwa pasutri adalah teman perjalanan menuju surga. Jika istri tersesat jalan, cukup katakan : “Aku gak mau kehilangan kamu di surga. Gak kebayang rasanya di surga ketemu banyak bidadari tapi gak ada kamu” #eaaa

Inilah TTM syariah. Teman Tapi Mesra bersyariah πŸ™

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Sebarkan! Raih Pahala

πŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678