Benarkah Jika Istri Bekerja Maka Rezeki Suami Jadi Berkurang?

0
1260

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, apa benar rezeki istri itu ada di suami sehingga istri tak perlu bekerja? Karena kalau istri bekerja maka rezeki suami akan berkurang yg mana rezeki istri sudah Allah berikan langsung melalui istrinya yg bekerja. Sehingga kalau mau rezeki suami bertambah istri tdk perlu bekerja. Apa benar bgitu Ust? Mohon pencerahannya Ust, jazakumullah khair🙏. A/01

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Konsep rezeki itu jelas, semua hamba telah dijamin rezekinya. Rezeki suami tidak ada istilah “berkurang” gara-gara istri bekerja. Karena masing-masing sudah Allah Ta’ala haknya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلّٞ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

(QS. Hud, Ayat 6)

Dalam hadits:

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

‘Sesungguhnya seorang manusia mulai diciptakan dalam perut ibunya setelah diproses selama empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Lalu menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Setelah empat puluh hari berikutnya, Allah pun mengutus seorang malaikat untuk menghembuskan ruh ke dalam dirinya dan diperintahkan untuk menulis empat hal; rezekinya, ajalnya, amalnya, dan sengsara atau bahagianya.’

(HR. Muslim no. 2643)

Lalu, rezeki juga tidak bermakna uang atau benda. Tapi juga kesehatan, anak yang shalih, suami/istri yg shalihah, tetangga yang baik, diringankannya masalah hidup, dimudahkan untuk ibadah, dan semua hal yang kebaikannya bisa kita rasakan. Memahami bahwa rezeki hanya pada penghasilan dan harta, inilah yang paling sering membuat manusia sulit bersyukur.

Kemudian, untuk istri yang bekerja, ini harus dirinci dulu baik dari sisi motivasi dan jenis pekerjaannya. Dari sisi motivasi, istri bekerja bukanlah utk menjadi penanggung nafkah, sebab nafkah adalah kewajiban suami. Sekaya apa pun istri, suami tetap wajib nafkah, kewajiban itu tidak hilang karena istrinya kaya, dan ini telah menjadi kesepakatan para fuqaha. Istri bekerja adalah untuk aktualisasi diri, dan sekadar membantu suami jika memang itu diperlukan, sekaligus antisipasi dan belajar mandiri jikalau suami wafat muda sementara anak-anak masih butuh biaya. Sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain.

Dari sisi jenis, hendaknya pekerjaan yang halal, tetap menjaga adab pergaulan, menjaga adab berpakaian, dan izin suami. Jika mampu pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, sebab pada aslinya wanita itu memang di rumah dan itu adalah jihad baginya.

Dalam sebuah riwayat:

عَنْ أَنَسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: جِئْنَ النِّسَاءُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ذَهَبَ الرِّجَالُ بِالْفَضْلِ وَالْجِهَادِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى، فَمَا لَنَا عَمَلٌ نُدْرِكُ بِهِ عَمَلَ الْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ قَعَدَ -أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا -مِنْكُنَّ فِي بَيْتِهَا فَإِنَّهَا تُدْرِكُ عَمَلَ الْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ”

Anas bin Malik bercerita bahwa kaum wanita mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, kaum laki-laki memiliki keutamaan dengan jihad fisabilillah, lalu bagaimana kami mendapatkan nilai jihad fisabilillah?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa di antara kalian yang berdiam di rumahnya – atau yang seperti itu- maka itu setara dengan amalnya para mujahidin fisabilillah.”

(Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 6/409)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here