logo manis4

Menghapus Kesalahan Dengan Berbuat Baik

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dari Abi Dzar ra, Rasulullah saw bersabda,

“ إذا عملت سيئة فأتبعها حسنة تمحمها ” “

“Jika engkau melakukan keburukan maka ikutilah dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan buruk yang pernah dilakukan.“ (Hadist shahih riwayat Ahmad)

Penjelasan:

1. Allah berfirman,

“إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ “

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa).” (QS. Hud: 114)

Sesungguhnya perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan buruk di masa lalu, sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Abu Bakar:

“Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah seorang muslim berdosa lalu dia berwudhu kemudian dia shalat 2 raka’at dan memohon ampun kepada Allah kecuali pasti Allah akan mengampuni dosanya.'”

2. Al Ghazali berkata, “Lebih utama mengikuti keburukan dengan kebaikan yang berlawanan seperti: mendengarkan hal-hal yang melalaikan diganti dengan mendengarkan Al Qur’an dan duduk di majlis zikir, duduk di masjid dalam keadaan junub diganti dengan i’tikaf dan membaca Al Qur’an, meminum khamr diganti dengan makan makanan yang halal.”

3. Para ulama sepakat bahwa perbuatan baik dapat menghapus dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar seperti durhaka terhadap orang tua, membunuh, riba, miras dan lain sebagainya, tidak ada jalan lain untuk menghapusnya kecuali dengan taubat.

Allah berfirman :

وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

“Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS. At Taubah: 82).

Ini jika dosa tidak berhubungan dengan hak manusia. Namun jika berhubungan dengan hak orang lain seperti mencuri, maka ia harus mengembalikannya terlebih dahulu dan minta maaf kemudian ia bertaubat.

4. Jika syarat taubat yang berkaitan dengan manusia tidak terpenuhi, maka urusannya akan berlanjut di akhirat. Orang-orang yang pernah dizhalimi akan menuntut dan mengambil pahala darinya sebagai ganti dari kezhaliman yang ia lakukan di dunia.

Rasulullah saw bersabda, “JIka seorang mukmin selamat dari neraka, ia ditahan di sebuah jembatan antara surga dan neraka, lalu ia diminta pertanggungjawaban oleh orang yang dizhalimi di dunia; jika telah usai maka barulah diizinkan masuk surga.” (HR. Bukhari dari Abu Sa’id al al Khudri).

5. Di antara kebaikan Allah, jika seorang mukmin tidak memilki dosa kecil, maka amal kebaikan yang ia lakukan berdampak terhadap dosa-dosa besarnya, yaitu dosa besar yang ia lakukan akan diringankan Allah swt. Jika tidak memiliki dosa besar ataupun dosa kecil, maka pahala dari kebaikan yang dilakukan akan dilipat gandakan.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doa keberkahan hidup

Perbaiki Tiga Hal Darimu, Maka Allah Akan Memperbaiki Tiga Yang Lainnya

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

✍🏻 Sufyan bin Uyainah rahimahullah mengatakan,

كان العلماء فيما مضى يكتب بعضهم إلى بعض بهؤلاء الكلمات: من أصلح سريرته، أصلح الله علانيته، ومن أصلح ما بينه وبين الله، أصلح الله ما بينه وبين الناس، ومن عمل لآخرته، كفاه الله أمر دنياه.
رواه ابن أبي الدنيا في كتاب الإخلاص.

Dahulu, para ulama saling menuliskan di antara mereka dengan kata-kata berikut:

▪️Barang siapa memperbaiki batinnya, Allah pasti memperbaiki lahirnya.

▪️Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, Allah akan perbaiki hubungannya dengan manusia.

▪️Barang siapa beramal untuk akhiratnya, Allah akan cukupkan urusan dunianya.

📚 Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyah hlm. 6

PENJELASAN:

1. Siapa yang sibuk membersihkan hatinya dari dengki dan dendam maka akan terpancar cahaya keindahan di wajahnya.

2. Siapa yang berusaha untuk beribadah kepada Allah dengan sungguh-sungguh,  maka Allah akan menjadi hubungannya dengan manusia  harmonis dan penuh dengan kedamaian.

3. Siapa yang menjadikan akhirat orientasi hidupnya maka Allah cukupkan dunianya.

4. Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman

: مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahannam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.  [Al-Isrâ’/17:18]

5. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا ابْنَ آدَمَ ! تَـفَـرَّغْ لِـعِـبَـادَتِـيْ أَمْـلَأْ صَدْرَكَ غِـنًـى
وَأَسُدَّ فَقْرَكَ ، وَإِنْ لَـمْ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا وَلَـمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

‘Wahai anak Adam! Luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan (kecukupan) dan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu.”

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jujur

Risiko Kejujuran

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

وعليك بالصدق وان قتلك الصدق

“Engkau wajib senantiasa bersikap jujur walau kejujuran itu membunuhmu.” (Raudhatul ‘Uqala hlm. 66)

PENJELASAN:

1. Yang paling sedikit ditemukan di akhir zaman adalah orang-orang yang jujur karena begitu berat resiko bagi mereka yang jujur. Mereka harus siap diusir, dipenjara bahkan sampai dibunuh.

2. Ulama berkata: قل الحق ولو كان مرا ,”Katakan yang benar walaupun pahit”.

3. “Setiap kebohongan adalah dua kebohongan, yaitu kebohongan yang kita katakan kepada orang lain dan kebohongan yang kita katakan pada diri kita sendiri untuk membenarkannya.” (Robert Brault)

4. “Menjadi orang yang jujur mungkin akan membuat anda kehilangan banyak teman, tetapi kejujuran akan membuat anda menjadi teman yang tepat.” (Jhon Lenon)

5. Kebohongan itu menyelamatkanmu sementara tetapi menghancurkanmu selamanya.

6. Jujur terkadang menyakitkan tetapi lebih menyakitkan ketika sebuah kebohongan itu terungkap.

7. “Jujur itu mahal, maka jangan berharap ia lahir dari pribadi yang murahan.” (Warren Buffet)

8. “Tidak ada warisan yang begitu kaya seperti kejujuran.” (William Shakespeare)

9. Jujur diawal lebih baik dari pada berbohong selamanya.

10. “Selama hatimu bersih maka engkau akan berkata dengan benar.” (Umar bin Khattab)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Akhlaq Islam

Akan Kukatakan Siapa Dirimu

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

قل لى من تعاشر اقول لك من أنت

“Katakanlah kepadaku dengan siapa engkau bergaul, maka akan ku katakan siapa dirimu.”

Hati hatilah memilih teman karena teman adalah gambaran tentang siapa diri kita sebenarnya.

Kita memang boleh berteman dengan siapa saja, namun untuk menjadikannya teman akrab haruslah di seleksi terlebih dahulu.

Akrab itu terambil dari bahasa Arab yaitu أقرب” ”Lebih dekat“ dari kata “قريب” yang berarti dekat.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Seorang yang baik baik bisa di jadikan tersangka koruptor karena berteman dengannya, begitu juga seorang yang shaleh bisa saja menjadi pudar kebaikannya karena terlalu sering berbaur dengan mereka yang buruk perangainya.

Memilih teman yang baik baik saja bukanlah berarti kita memusuhi mereka yang masih bergelimang dalam dosa dan maksiat, untuk mereka yang masih berada dalam jalan yang kelam tugas kita adalah mendakwahi jika kita memilki ilmu dan imunitas yang kuat untuk membentengi diri kita dari kemaksiatan mereka.

Adapun jika kita belum memilki ilmu untuk mendakwahi mereka, maka tugas kita adalah mencari juru dakwah yang dapat memperbaiki keadaan mereka dan setelah mereka kembali dalam kebaikan, barulah kita dekati mereka untuk semakin menguatkannya dalam keta’atan.

Sebelum kita berteman ada baiknya kita perhatikan tips dari umar bin Khattab tentang bagaimana mengenal karakter teman, beliau berkata:
“Kau tidak mengenal sahabatmu kecuali dengan tiga hal:

1. Engkau berjalan seharian dengannya,
2. Engkau bermalam dirumahnya,
3. Dan engkau berhubungannya dalam masalah uang.

Semoga kita semua bisa memilih sahabat sahabat yang baik untuk bisa saling mengisi dan mengingatkan dalam kebaikan dan semoga kita bisa meraih teman teman kita yang masih terjerembab dalam jurang dosa yang hina dina itu.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Rizki Halal

Bila Anugerah Kecukupan Dilalaikan

📝 Pemateri: Ustadz Umar Hidayat, M.Ag

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Sudah sewajarnya setiap kita sebagai Muslim ikhtiar berjibaku mencari ‘jalan’ agar pantas di mata Allah kita diturunkan rizkiNya. Dinamikanya ada yang santai, ada yang agak kerja keras, ada yang keras banget, dan bahkan ada yang super keras. Ada pula yang bikang kerja cerdas. Mungkin tergantung kebutuhan dan ekspektasi kehidupan ke depannya.

Padahal kata penjelasan para ustadz dan ulama rezeki itu Allah yang ngatur. Allah yang jamin. Rezeki itu sudah tahu alamatnya. Rezeki itu kalau belum jadi rezekinya dikejarpun tak dapat, kadang dibiarkan malah mendekat. Tugas kita membuka jalan dan memantaskan diri.

Kadang yang kita dapatkan belum tentu yang terbaik dihadapanNya. Belum tentu juga yang kita butuhkan. Bahkan yang kita dapatkan juga belum tentu yang kita inginkan. Tetapi Allah paham apa yang kita butuhkan sehingga Ia beri yang sekira mencukupkan kita.

Mencukupkan berarti memenuhi yang dibutuhkan. Mencukupkan berarti sesuai kegunaan saat itu. Boleh jadi pas banget yang lagi bener-bener dibutuhkan. “Pas butuh pas ada.” Kadang cukup berarti tidak berlebih. Apalagi berlebihan. Cukup berarti dengan yang Allah berikan setidaknya bisa menyambung perjalanan hidup. Bertahan hidup. Jika hal ini disandingkan dengan keyakinan bahwa Allah menjamin rizki semua yang hidup bahkan sampai binatang melata, maka apalagi yang engkau risaukan?

Resahkan rezeki bersebab berkurangnya keyakinan dalam diri kepada jaminan Allah. Gelisahnya karena rizki karena menggantungkan pada pekerjaan dan duniawi, padahal Allahlah tempat bergantung. Sumpeknya tentang rizki karena engkau semakin jauh dari sumber rizki. Bahkan serasa diperbudak pekerjaan karena Allah kau letakan jauh dari pekerjaanmu. Semakin merasa cukup hatimu akan semakin tenang, bersamaan dengan itu semakin kuat rasa syukurnya. Dengan cara itu kenikmatan dari Allah akan terus bertambah.

Bila anugerah kecukupan engkau lalaikan, maka hatimu akan dilalaikan dari rasa cukup, menjadi hati yang rakus dan isyraf terhadap dunia. Padahal jika dunia dikejar ia akan semakin lari meninggalkanmu. Sebaliknya tinggalkan dunia kejarlah sumber rizki (Allah), maka dunia akan mengejarmu.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Saat Hatimu Lelah

Berdamai dengan Rasa Luka

📝 Pemateri: Ustadz Umar Hidayat, M.Ag

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Ketika bahagia ternyata sudah diperjuangkan, namun belum juga didapatkan, maka disaat kondisi seperti ini yang kamu butuhkan adalah berdamai dengan kesedihan. Terima saja sedih dan luka itu. Karena semakin dilawan semakin melukai. Setidaknya memberi ruang baginya eksis. Ruang berdamai dengan sedih dan luka.

Memang kadang kesedihan butuh ruang. Ruang pengakuan. Ruang penyaluran. Ruang untuk mengekspresikan dirinya. Sekaligus ruang untuk melokalisir masalahnya agar korban tidak bertambah lagi.

Biarkan kesedihan diam sejenak di ruang itu. Tetapi jangan diberi keleluasaan untuk mendominasi hati dan kehidupanmu. Jangan beri kesempatan. Kitalah yang mengelolanya. Bukan menghamba padanya.

Kelola hati kita pada jalan meraih kebahagiaan. Fokus kita memberi peluang lebih besar pada rasa bahagia dari pada rasa sedih dan luka. Dorong terus agar kebahagiaan mendominasi ruang di hati dan jiwa kita. Setidaknya dengan cara ini energi positif mulai mengalir deras ke ruang bahagia.

Beban rasa sedih dan luka itu semestinya bisa diluruhkan dengan keikhlasan. Pelan tapi pasti. Akhirnya lega itu hadir bersama bahagia. Selalulah yakin bahwa pintu bahagia itu banyak jalannya. Adakalanya bahagia itu bukan apa yang kamu dapatkan, tapi melepaskan bersama pengorbanan.

Bahkan setelah berkorban kamu pun tetap belum bahagia, itu artinya untuk apa diperjuangkan. Ini sungguh semakin meyakinkan kita, sudahlah jangan terlalu percaya berharap pada manusia. Allahlah sejatinya tempat berharap yang tidak akan pernah mengecewakanmu.

Bersyukur dan bersabarlah yang hanya akan membuatmu bisa berdamai dengan sedih dan terluka. Bahkan mengubahnya menjadi bahagia. Jangan biarkan perlahan hatimu mati.
“Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan SEDIH atas ketaatan yang kau lewatkan, dan tidak adanya perasaan MENYESAL atas kesalahan yang kau lakukan” (Ibnu Athaillah).

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doa Orang Tua Atas Anaknya

Kenapa Doa Tidak Dikabulkan?

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Sebagian manusia menganggap ini adalah kenyataan yang nampaknya tidak mengenakkan di tengah janjiNya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-hamaNya. Tetapi hal ini memang ada, kenapa bisa terjadi? Apa yang harus dievaluasi?

Ada banyak sebab doa kita ditolak, diantaranya:

📌 Makan dan Minum dari yang Haram

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata:

“Rasulullah ﷺ menyebutkan, seorang laki-laki yang panjang perjalanannya, berambut kusut, berdebu, dan menengadahkan tangannya ke langit: “Ya Rabb .. Ya Rabb .., tetapi dia suka makan yang haram, minum yang haram, pakaiannya juga haram, dan dikenyangkan dengan yang haram. Maka, bagaimana doanya bisa dikabulkan?” (HR. Muslim No. 1015)

📌 Tergesa-gesa dalam Berdoa

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, dia berkata:

Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda, “Doa salah seorang di antara kalian pasti akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa, yaitu dia mengatakan: Saya sudah berdoa akan tetapi belum dikabulkan.” (HR. Bukhari No. 6340)

Bukan hanya itu, dia juga tidak menjaga adab-adab doa yang lainnya.

📌 Meninggalkan Kewajiban

Dari Huzaifah Radhiallahu Anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus betul-betul memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar, kalau tidak maka betul-betul dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan kepada kalian semua siksaan dari-Nya, kemudian kalian berdoa kepada-Nya akan tetapi Dia tidak mengabulkannya.” (HR. At Tirmidzi No. 2169, kata At Tirmidzi: hasan)

Hadits ini menyebutkan bahwa meninggalkan salah satu kewajiban agama yakni kewajiban untuk amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran), merupakan salah satu penyebab ditolaknya doa.

📌 Menjalankan Larangan dan Maksiat

Inilah keanehan manusia. Ketika mereka membutuhkan sesuatu atau dalam keadaan sulit, mereka mencari-cari Tuhannya, mereka memohon dan menangis, serta mengakui semua kesalahan dan kelemahannya. Tetapi ketika kesulitan hilang, mereka melupakanNya dan kembali maksiat kepadaNya. Bagaimana yang seperti ini dikabulkan doanya?

Ada jawaban sangat bagus dari Imam Ibrahim bin Adham Rahimahullah atas pertanyaan ini. Ketika beliau ditanya kenapa doa tidak dikabulkan dia menjawab:

1. Seseorang yang meyakini adanya Allah ﷻ tetapi ia tidak menunaikan hak-hakNya.
2. Seseorang yang telah membaca ( mengerti ) kitab Allah ﷻ tetapi tidak mengamalkannya.
3. Seseorang yang mengetahui bahwa syetan adalah musuhnya yang nyata, tetapi ia justru mengikuti langkah-langkahnya.
4. Seseorang yang mengaku mencintai Rasulullah ﷺ tetapi meninggalkan atsar dan sunnahnya.
5. Seseorang yang mencita-citakan masuk surga namun meninggalkan amalan – amalan masuk surga.
6. Seseorang mengatakan takut adzab neraka, tetapi ia tidak berhenti melakukan dosa dan maksiat.
7. Seseorang yang yakin tentang kepastian datangnya ajal, tetapi ia tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
8. Seseorang yang sibuk dengan aib dan cacat orang lain, tetapi ia melupakan cacat dan aibnya sendiri.
9. Seseorang yang makan rizki Allah, tetapi tidak mensyukurinya.
10.Seseorang yang mengubur orang mati, tetapi ia tidak mengambil pelajaranya dari padanya.

📌 Allah ﷻ Sedang menguji hambaNya

Sebenarnya Allah ﷻ punya banyak cara untuk menguji keimanan hambaNya, di antaranya dengan tidak dikabulkannya doa, khususnya di dunia. Apakah dengan itu dia semakin beriman atau justru lari dariNya.

Hamba yang mukmin dan shabirin (sabar) akan meyakini bahwa Allah ﷻ punya rencana lain untuknya, dan itu pasti lebih baik. Sebab Dia lebih tahu dibanding hambaNya sendiri tentang apa yang terbaik bagi hambaNya. Hamba minta A, Allah ﷻ memberinya B, dan B itu ternyata lebih baik baginya. Atau, Allah ﷻ menundanya sebagai ujian kesabaran dan sekaligus memang itulah momen yang pas baginya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah (2): 216)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berpaling dari dunia

Jika Dunia Mengejarmu

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Diuji dengan kemiskinan, banyak manusia yang bisa lolos dari bahayanya. Diuji dengan kekayaan, banyak manusia yang lupa diri karenanya. Oleh karena itu jika dunia terbentang dihadapanmu, begitu mudah dia kau kuasai, maka cepat pejamkanlah mata.. Agar hatimu tidak menggila!

Umar bin Khathab Radhiallahu ‘Anhu berkata:

أغمض عن الدّنيا عينك، وولّ عنها قلبك

“Tutuplah matamu dari dunia niscaya hatimu berpaling darinya.”

Maka berkumpul dengan manusia yang obsesinya dunia membuat hatimu gelisah dan tersiksa, selalu ingin seperti mereka..

Ingin jadi raja? Maka puaslah dengan apa yang sudah Allah Ta’ala berikan..

Imam Asy Syafi’i Rahimahullah dalam salah satu syairnya berkata:

إِذَا مَا كُنْـتَ ذَا قَلْبٍ قَنُـوعٍ
فَأَنْـتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَـوَاءُ

“Jika kamu memiliki hati yang puas, maka kamu dan rajanya dunia adalah sama.”

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa’ ala aalihi wa Shahbihi wa Sallam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

kobarkan semangat jihad

Jihad bagi Mereka yang Lelah Hati

📝 Pemateri: Ustadz Umar Hidayat, M.Ag

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Bersyukurlah masih punya hati, di zaman ketika banyak orang yang tidak peduli lagi. Bahkan kehilangan hatinya. Tepatnya hatinya telah mati. Mungkin karena hatinya lelah. Istirahatlah.

Lelahnya hati, lebih banyak disebabkan hidupmu ingin selalu memenuhi semua keinginan orang lain. Kamu lelah sebab kehilangan dirimu sendiri, dan terus berjuang agar hidupmu seperti mereka. Dan akan semakin lelah dengan semua itu.

Berburu untuk sesuatu yang tidak ada habisnya. Kamu jadi mudah mengeluh. Gelisah. Urakan. Hilang rasa pedemu. Hilang rasa syukurmu. Padahal setiap kita punya kapling takdirNya. Setiap kita ada keunggulan dan pasti ada kekurangannya. Berburu agar menuruti setiap keinginan semua orang adalah mustahil. Hati jadi lelah tak berkesudahan.

Lelahnya hatimu, sebanding dengan keridhloanmu pada apa yang Dia beri. Tidak ridho artinya tidak mau menerima. Mungkin tak rela. Hidup pinginnya seperti seenaknya sendiri. Hari ini A, besok B, lusa D, dst. Ingat boleh jadi kamu ingin tetapi belum tentu baik bagimu. Kamu suka itu, tetapi sebetulnya tidak kamu butuhkan. Lelahlsh hatimu.

Tak perlulah kamu menggadaikan hidupmu hanya untuk memenuhi harapan mereka. Apalagi kamu tak akan kuasa untuk itu. Berhentilah. Lebih baik jadilah diri sendiri. Meskipun itu sederhana. Dianggap biasa. Bahkan remeh menurut sebagian mereka. Yang penting kamu merdeka, berdiri di kaki sendiri. Mungkin yang perlu kamu lakukan adalah upaya untuk selalu melakukan yang terbaik di setiap keadaan.

Mungkin kamu sedang lupa, atau kamu sedang dikuasai emosi (ingin seperti mereka), bahwa Dia telah memberimu yang terbaik. Itulah kapling takdirmu. Hatimu akan lebih lega jika menerimanya. Pasti apa yang Dia beri untukmu tak akan menyiakanmu. Tugasmu hanya mencegah yang buruk dan memupuk kebaikan.

Belajar menerima apa yang terjadi dengan penerimaan yang baik, memang tidak mudah. Butuh perjuangan dan so pasti pengorbanan. Dan kesungguhan itulah yang akan mengantarkanmu pada harapanNya. Inilah makna sesungguhnya jihad bagi diri sendiri, mujahidunn linafsih, bagi meeka gang lelah hati.

Semoga…

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Akhlaq Islam

Jangan Menyakiti Jika Tidak Ingin Disakiti

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

أحب للناس ما تحب لنفسك

Dari Yasid bin Azid Perlakukanlah manusia dengan baik sebagaimana engkau suka di perlakukan dengan baik ( Hadist sahih Riwayat Tirmidzi )

Penjelasan :

1. Setiap manusia akan mencintai orang yang melakukan kebaikan kepadanya, ini adalah isyarat agar kita juga melakukan hal yang sama kepada sesama.

2. Jika tidak suka di zhalimi, maka jangan menzhalimi seorangpun, jika hatimu tersakiti dengan kata–kata yang kasar, maka ucapkanlah kata-kata yang baik dan lembut kepada manusia karena ucapan itu bisa menembus apa yang tidak bisa di tembus oleh jarum.

3. Tidak ada yang tertukar dari sebuah kebaikan, semuanya akan kembali kepada pelakunya, karenanya ketika seseorang melakukan kebaikan kepada orang lain sebenarnya ia sedang berbuat baik kepada dirinya sendiri, Allah berfirman

“إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا “

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri (QS Al Isra 7)

Prof Dr Wahbah Zuhaili berkata tentang makna ayat di atas “Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri,” karena manfaat dari perbuatan baik kalian kembali kepada kalian sendiri (bukan kepada orang lain), bahkan saat kalian masih berada di dunia, seperti yang telah kalian saksikan, berupa kemenangan kalian terhadap musuh-musuh kalian “dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,” kepada diri kalian sendirilah bahaya itu berbalik arah, sebagaimana yang telah Allah perlihatkan kepada kalian berupa penguasaan musuh atas kalian.

4. Di riwayatkan dari Thabrani Dari Yazid bin Asid : Rasulullah saw berkata kepadaku “Apakah engkau ingin masuk surga ? Iya ya Rasulullullah,
Beliau berkata “Perlakukan manusia dengan baik sebagaimana engkau suka di perlakukan dengan baik.”

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678