Menamai Anak dengan Asmaul Husna

Assalamu’alaykum ustadzah. Mohon ijin bertanya. Saya pernah mendengar kalau nama-nama yang diambil dari asmaul husna tidak boleh digunakan untuk menamai anak. Untuk saudara yang terlanjur menamai anaknya dengan panggilan Rahman, Karim atau Hadi, apakah harus mengganti nama tersebut? Jazakumullah khoir

Jawaban:
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Betul sebaiknya Asma’ul Husna tidak dipakai untuk pemberian nama anak. Bahkan khusus untuk nama ‘Rahman’ sebagian ulama melarang  menggunakannnya. Karena merupakan Asmaul Husna yang sangat khusus, sebagaimana firman Allah :

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.” (QS. Al-Isra’ :110)

Berkata Imam Asy Syaukani :
 “Ar-Rahman adalah diantara sifat-sifat Ghalibah yang tidak (boleh) dipakai untuk selain Allah Azza Wajalla.”

Berkata Al Imam An Nawawi :
“Ketahuilah memberi nama dengan nama ini diharamkan demikian pula memberi nama dengan nama-nama Allah yang khusus bagiNya seperti Ar-Rahman, Al-Quddus, Al-Muhaimin, Khaliqul Khalqi dan semisalnya.”

Tetapi ada juga yang berpendapat yang membolehkan untuk nama-nama seperti Rahim, Nur, Malik asal tidak memakai alif lam
karena dalam bahasa Arab, sebuah kata bila masih nakirah (diantara cirinya tanpa alif lam) maka ia berlaku umum, jadi kata malik, nur dan semisalnya selama masih dalam bentuk nakirah, bersifat kata yang umum dan tidak dimonopoli oleh lafadz asmaul Husna.

Dahulu ada shahabat yang juga memiliki nama serupa dengan Asmaul Husna semisal Ali (Ali bin Abi Thalib) dan Hakiim (Hakim bin Hizam).
Namun bila kata – kata diatas telah beralif lam, yakni dalam bentuk Ma’rifah (telah dikhususkan) barulah kemudian ini tidak boleh.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Track Record

Ada dua peristiwa yang disikapi berbeda oleh Rasulullah saw.

Pertama, saat setan yang berpura-pura menjadi manusia berpesan kepada Abu Hurairah (dalam sebuah hadits panjang riwayat Bukhari) untuk membaca ayat Kursi sebelum tidur agar selalu dijaga Allah dan tidak diganggu setan.

Maka ketika mendengar berita tersebut, Rasulullah saw bersabda,

صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ

“Dia telah benar kepadamu sedangkan dia adalah pendusta. Dia adalah setan.” (HR. Bukhari)

Peristiwa lain terjadi menjelang Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekah). Rasulullah saw telah mempersiapkan matang, namun beliau berupaya merahasiakan rencana tersebut agar tidak diketahui kaum kafir Quraisy Mekah.

Siapa nyana, seorang shahabat membocorkan rencana tersebut dengan mengirim surat kepada keluarganya yang masih berada di Mekah melalui kurir seorang wanita.

Singkat cerita rencana tersebut tercium oleh Rasulullah saw, wanita tersebut dicegat dan akhirnya diketahui bahwa dia diperintahkan oleh Hatib bin Abi Balta’ah.

Beliau segera di interogasi. Rupanya dia beralasan karena khawatir dengan keluarganya kalau-kalau terjadi pertumpahan darah, maka keluarganya cepat berlindung, sebab keluarganya bukan dari suku besar yang dapat melindunginya.

Pelanggaran berat!
Umar minta izin kepada Rasulullah saw untuk membunuhnya sebagai pengkhianat!

Namun apa jawab Rasulullah saw….?

Beliau berkata,

وَمَا يُدْرِيك يَا عُمَرُ لَعَلّ اللّهَ قَدْ اطّلَعَ إلَى أَصْحَابِ بَدْرٍ يَوْمَ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ، فَقَدْ غَفَرْت لَكُمْ

“Tidakkah kau tahu wahai Umar, Allah telah menyatakan untuk ahli Badar saat perang Badar dengan berfirman, ‘Perbuatlah sesuka kalian, sungguh Aku telah ampuni kalian.’ ” (Lihat sirah Ibnu Hisyam, 2/398, Maktabah Syamilah)

Pelajaran berharga dari dua peristiwa di atas adalah bahwa memberikan penilaian terhadap seseorang (atau institusi) tidak cukup hanya mengandalkan satu dua kejadian yang tampak sekilas.

Tapi harus dilihat track record (rekam jejak)nya.

Seseorang yang track recordnya buruk, boleh jadi satu dua kali melakukan kebaikan, jangan langsung kita anggap bahwa dia adalah pionir kebaikan, apalagi pahlawan yang dipuja-puja, namun juga kebaikannya ketika itu tidak perlu diingkari.

Sebagaimana Rasulullah saw tidak mengingkari kebenaran yang dibawa oleh setan saat dia mengajarkan ayat Kursy kepada Abu Hurairah ra. Maka, beliau katakan bahwa setan itu benar, tapi dia tetaplah makhluk pendusta berdasarkan rekam jejaknya.

Sebaliknya, seseorang yang track recordnya baik, boleh jadi suatu saat melakukan kekhilafan, kesalahan atau pelanggaran.

Jangan kemudian keburukan itu yang selalu kita semati kepadanya, meskipun tidak kita ingkari keburukan yang dia lakukan saat itu.

Sahabat yang ikut perang Badar (Ahlu Badr) memiliki kedudukan tinggi, namun boleh jadi dia suatu saat melakukan kesalahan. Hatib bin Abi Balta’ah adalah Ahlu Badr yang melakukan kesalahan.

Rasulullah saw tetap nyatakan bersalah, namun beliau tetap tidak melupakan rekam jejaknya sebagai seorang pejuang mulia.

Semoga kita pandai meneladani jejak Rasulullah saw, tidak hanya dalam shalat dan puasanya, tapi juga dalam sikap dan pandangannya.

Wallahua’lam.

Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc

Akhir Episode Dua Kubu Ini

Nabi Nuh menunaikan perintah Rabbnya dan membuat kapal. Setiap kali ada kaumnya yang melintasinya mereka mencemoohnya, dan Nabi Nuh bersabar menerima cemoohan itu, dengan menjelaskan bahwa cemoohan itu akan menimpa mereka pada saat mereka ditimpa kehinaan dan adzab pedih. Firman Allah:

“Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal”. (QS. Al-Huud: 38-39)

Datanglah perintah Allah, dan hujan turun dari langit, mata air memancar dari bumi sehingga air itu memenuhi tannur. Nabi Nuh naik kapalnya bersama orang-orang yang beriman dengannya, dan sepasang-sepasang makhluk, dengan memohon pertolongan Allah, bertaubat dan beristighfar. Kapal berlayar di antara ombak sebesar gunung.

Nabi Nuh melihat salah seorang anaknya terpencil jauh dari kapal, lalu ia memanggilnya, agar beriman dengannya lalu naik kapal bersamanya, dan tidak bersama dengan orang kafir. Anaknya itu menolak dengan mengatakan, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” dan ayahnya mengingatkannya, karena yakin akan akibat buruk yang dialami kaum kafir dengan mengatakan: لا عاصم اليوم من أمر الله إلا من رحم tetapi ia menolak dan binasa bersama mereka yang binasa.

Disinilah Allah memerintahkan langit untuk berhenti menurunkan hujan, dan bumi untuk menelan airnya, maka air surut, tampaklah daratan, dan kapal itu berhenti di Al Juudiy, nama sebuah bukit.وقيل بعدا للقوم لظالمين kaum yang zhalim divonis jauh dari rahmat dan ampunan Allah.

Nabi Nuh bertanya kepada Allah tentang anaknya yang binasa, dengan bersandar pada janji Allah kepadanya yang akan menyelamatkan keluarganya. Ketika itu Allah memberitahukan kepadanya bahwa anaknya itu tidak termasuk dalam keluarganya karena kafir. Dan sesungguhnya keluarga yang hakiki adalah ahlul iman dan amal shalih. Dna sesungguhnya tidak boleh bagi Nuh untuk meminta kepada Rabbnya apa yang tidak diketahuinya, jika tidak demikian maka termasuk orang yang jahil. Firman Allah dalam surat Huud ayat
 40-48, Al-Mukminun ayat 27-29 dan surat Al-Qamar ayat 11-16 (silahkan d buka al-qur’anya adik-adik)

Oleh: Ustadzah Ida Faridah

Sepatuku Dibawa Pergi Anjing

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah..
Kemarin waktu aku kerja, ditugasin buat datang ke rapat wilayah kerjaku. Waktu aku kerumah pak RW ada anjing. Waktu sepatuku lepas diciumin sama anjing sempet dibawa juga hehe. Tapi anjingnya itu tidak ada air liurnya. Trus apa yg mesti aku lakukan? #A 40

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Bismillah wal Hamdulillah ..

Hanafiyah dan Hambaliyah mengatakan liur anjing itu najis, sedangkan kulit, kuku, dan bulunya tidak.

Syafi’iyah mengatakan liur anjing dan sekujur tubuhnya adalah najis.

Malikiyah mengatakan liur anjing dan sekujur tubuhnya suci, tidak najis.

Kalau digigit, apalagi sampai dibawa segala, pastilah ada liurnya walau sedikit. Maka, ambil amannya saja, ikuti pendapat mayoritas ulama bahwa liur anjing adalah najis. Maka, cuci dengan air 7 kali, diawali dengan tanah.

Wallahu a’lam.

Dijawab olehi: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S

Berbicara Ketika Wudhu, Makruh?

Tidak ada dalil larangan berbicara saat wudhu, hanya saja hal itu memang dapat meninggalkan keadaan yang lebih utama untuk dijaga, yaitu kekhusu’an saat wudhu. Sebab wudhu sendiri sebuah ibadah. Pemakruhan yang disampaikan sebagian ulama karena berbicara saat wudhu telah menyia-nyiakan yang lebih utama yaitu tenang saat berwudhu.

Syaikh Abdullah Al Faqih Haizhahullah berkata:

فيجوز الكلام أثناء الوضوء، ولم يرد ما يدل على النهي عن ذلك

Dibolehkan berbicara saat berwudhu, dan tidak ada dalil yang menunjukkan larangan hal itu. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 11/934)

Tersebut dalam Al Mausu’ah:

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّ التَّكَلُّمَ بِكَلاَمِ النَّاسِ بِغَيْرِ حَاجَةٍ أَثْنَاءَ الْوُضُوءِ خِلاَفُ الأَْوْلَى ، وَإِنْ دَعَتْ إِلَى الْكَلاَمِ حَاجَةٌ يَخَافُ فَوْتَهَا بِتَرْكِهِ لَمْ يَكُنْ فِيهِ تَرْكُ الأَْدَبِ .

Mayoritas ahli fiqih berpendapat bahwa berbicara dengan manusia  saat wudhu dengan pembicaraan yang tidak diperlukan, adalah perbuatan yang menyelisihi hal yang utama. Jika   memang ada keperluan yang membuatnya mesti berbicara, dan khawatir  akan kehilangan hajatnya itu karena meninggalkannya, maka hal itu tidak termasuk meninggalkan adab. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 35/114)  

Imam An Nawawi Rahimahullah menyebutkan sunah-sunah wudhu, di antaranya:
وأن لا يتكلم فيه لغير حاجة

Tidak berbicara tanpa adanya kebutuhan. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 1/465)

Maka,  berbicara saat wudhu, sama juga meninggalkan salah satu sunah wudhu, walau itu bukan hal terlarang.

Imam An Nawawi juga berkata:

وقد نقل القاضي عياض في شرح صحيح مسلم أن العلماء كرهوا الكلام في الوضوء والغسل وهذا الذي نقله من الكراهة محمول علي ترك الاولى والا فلم يثبت فيه نهى فلا يسمي مكروها الا بمعنى ترك الاولى

Al Qadhi ‘Iyadh telah menukil pada Syarh Shahih Muslim, bahwa para ulama memakruhkan berbicara saat wudhu dan mandi. Pemakruhan ini dimaknai sebagai aktifitas yang meninggalkan perkata yang lebih utama, jika tidak maka belum ada larangan yang shahih dalam masalah ini, maka tidaklah dinamakan makruh kecuali dengan makna meninggalkan hal yang lebih utama. (Ibid, 1/466)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah berkata:

” الكلام في أثناء الوضوء ليس بمكروه ، لكن في الحقيقة أنه يشغل المتوضئ ؛ لأن المتوضئ ينبغي له عند غسل وجهه أن يستحضر أنه يمتثل أمر الله ، وعند غسل يديه ومسح رأسه وغسل رجليه ، يستحضر هذه النية ، فإذا كلمه أحد وتكلم معه ، انقطع هذا الاستحضار وربما يشوش عليه أيضاً ، وربما يحدث له الوسواس بسببه ، فالأولى ألا يتكلم حتى ينتهي من الوضوء ، لكن لو تكلم ، فلا شيء عليه ” .

Berbicara saat wudhu tidaklah makruh, hal itu pada kenyataannya dapat menyibukkan orang yang berwudhu. Sebab seorang yang sedang berwudhu hendaknya saat dia membasuh wajahnya dia menghadirkan hatinya untuk menjalankan perintah Allah, begitu pula saat dia mencuci tangan, membasuh kepala, dan mencuci kaki, hendaknya dia hadirkan niat tersebut. Jika ada yang berbicara dengannya, maka terputuslah hal itu dan bisa jadi dia juga hatinya terganggu, dan gara-gara itu dia jadi was was. Maka, lebih utama adalah tidak berbicara sampai dia selesai wudhunya. Tapi, jika dia berbicara, itu tidak apa-apa. (Fatawa Nuur ‘Alad  Darb, Bab Ath Thaharah No. 326)

Wallahu A’lam

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S

DESIGN MANIS COMPETITION

Ayo buat dan kirimkan design kamu yang bertemakan Majelis Iman Islam! Design bisa berbentuk ilustrasi, hand lettering, dll yang mudah diaplikasikan kedalam Kaos. Lomba ini diselenggarakan oleh Yayasan Majelis Iman Islam (MANIS). Yuk ikutan!

TEMA : Majelis Iman Islam

HADIAH:

    Juara 1 : Kaos MANIS 2 pasang (4 pcs)
    Juara 2 : Kaos MANIS 1 pasang (2 pcs)
    Juara 3 : Kaos MANIS 1 pcs

TIMELINE:

    Pelaksanaan Lomba : 1-28 Februari 2017
    Deadline Lomba : 28 Februari 2017
    Pengumuman Finalis : 4 Maret 2017
    Pengumuman Pemenang : 10 Maret 2017

CONTOH DESIGN KAOS :

http://www.manis.id/p/blog-page_30.html?m=1

JURI :

    Team Majelis Manis

CARA IKUTAN :

    Daftar sebagai Member Majelis Manis di www.manis.id (jika belum)
   
    Kirimkan design kaos (format .jpg) kamu melalui WhatsApp 085279776222 atau email majelisimanislam@gmail.com
   
    Jika “Ditolak” artinya karya kamu tidak lolos seleksi tahap pertama karena belum sesuai dengan kriteria yang kami cari;
   
    Jika “Diceklis” artinya karya kamu lolos tahap pertama atau selanjutnya masuk daftar tunggu;
   
    Tim Majelis Manis membutuhkan waktu max. 2×24 jam untuk pelaksanaan seleksi tahap pertama;

    Follow dan mention karya kamu ke twitter @majelismanis dan tag instagram @majelismanis dengan tagar #KaosManis
   
    Pengumuman pemenang melalui web www.manis.id dan dikontak langsung oleh panitia

*PERATURAN :*

    Lomba Design ini bersifat tertutup dimana peserta tidak dapat melihat karya satu sama lain.
   
    Peserta boleh membuat design kaos untuk ikhwan atau akhwat saja, namun boleh juga keduanya.

    Peserta dapat mengirimkan karya sebanyak – banyaknya;

    Karya dalam bentuk design grafis, bukan materi fotografi;

    Setiap PEMENANG wajib mengirimkan file asli berformat .ai, .eps, .tif, atau .jpg (high res) ke email majelisimanislam@gmail.com

    Karya tidak mengandung merek dagang, ciptaan yang dilindungi hak cipta, atau Hak Kekayaan Intelektual dalam bentuk apapun milik pihak lain;

    Karya yang ddihasilkan harus mengandung logo Majelis Manis;

    Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang berupa karya asli yang sepenuhnya dihasilkan dan dimiliki oleh Peserta sendiri, dan bukan merupakan hasil peniruan, penjiplakan, perbanyakan, plagiat, dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual atas karya milik pihak lain; di mana panitia tidak dapat dikenai pertanggung jawaban dalam bentuk apapun dalam hal timbul klaim atau tuntutan dari pihak manapun;

    Peserta sepakat bahwa segala bentuk plagiat dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual terkait dengan karya yang diikut-sertakan dalam Lomba ini akan menimbulkan konsekuensi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;

    Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang belum pernah diikut-sertakan dalam kompetisi, sayembara dan/atau perlombaan apapun, baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;

    Peserta sepakat bahwa selama berlangsungnya Lomba sampai dengan ditetapkannya Pemenang Lomba, karya desain yang diikut-sertakan tidak akan diumumkan dalam bentuk apapun dan/atau melalui media apapun kecuali atas perintah dan/atau persetujuan tertulis dari Majelis Manis, serta tidak akan diikut-sertakan dalam sayembara dan/atau perlombaan lain yang serupa baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;

    Majelis Manis adalah pemegang Hak Cipta dan segala bentuk Hak Kekayaan Intelektual lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang mungkin terdapat dalam karya desain yang ditetapkan sebagai Pemenang;

    Majelis Manis berhak untuk menggunakan karya desain yang terpilih kedalam kategori pemenang untuk keperluan cetak.

    Setelah penerimaan hadiah, desain dan hak produksi sepenuhnya menjadi milik Majelis Manis dan tidak lagi terikat pembayaran pada pemenang/kreator.

    Majelis Manis memiliki hak penuh yang tidak dapat diganggu-gugat dan tidak memiliki batasan baik waktu maupun wilayah,  untuk mengumumkan, memperbanyak, dan/atau mempergunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) karya pemenang untuk segala kepentingan promosi Majelis Manis;

    Peraturan dapat berubah sewaktu – waktu;

    Keputusan panitia dan dewan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada surat menyurat.

Hormat Kami,


Djunaedi, SE
Ketua Yayasan Majelis Iman Islam (MANIS)

Bersyukur Selalu, Hidup Anda Akan Lebih Baik

Assalamu’alaikum adik-adik, apa kabar semuanya?
Semoga kita masih dalam rahmat Allah swt, Aamiin
Adik-adik hari ini kita akan membahas tentang Bersyukur

Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah menjamin dalam Al-Qur’an, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut. Pada artikel ini, akan dibahas 2 manfaat penting bersyukur yang akan mengubah hidup Anda. Anda akan lebih sukses jika pandai bersyukur.

Sudahkan kita bersyukur? Sudahkah kita merasakan tambahan nikmat atas syukur Anda? Apakah kita ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, mulailah perbanyak syukur.

Inilah 2 Manfaat Bersyukur

Saya tidak membatasi bahwa manfaat bersyukur itu hanya 2. Hanya saja yang dibahas pada materi kali ini fokus kepada 2 manfaat ini.

Berikut adalah dua manfaat syukur. Mudah-mudahan bisa memotivasi kita menjadi hamba yang pandai bersyukur.

1. Pahala dari Allah.

Jelas, bersyukur adalah perintah Allah, kita akan mendapatkan pahala jika kita bersyukur dengan ikhlas. Menciptakan Feeling Good. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia.

2. Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur.

Bagaimana tidak, pikiran kita akan fokus pada berbagai kebaikan yang kita terima.

Apa Hubungan Pahala dari Allah Dengan Sukses?

Jelas sekali. Semakin banyak pahala dari Allah, maka Allah akan lebih sayang kepada kita. Jika Allah lebih sayang, maka pertolongan Allah semakin dekat. Do’a-do’a kita dikabulkan. Tindakan dan pikiran kita dibimbing, diarahkan ke jalan yang benar.

Bukankah ini luar biasa?

Lalu apa manfaat Feeling Good?

Jika kita yang percaya dengan Hukum Daya Tarik (law of attraction), feeling good akan meningkatkan kekuatan kita menarik apa yang kita inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita. Jika dari sekian teknik LOA tidak bisa kita ikuti, fokus saja pada bersyukur maka akan menghasilkan kondisi emosi yang positif.

Sementara bersyukur akan menciptakan emosi yang positif karena kita fokus pada hal-hal yang positif. Semakin banyak kita bersyukur akan semakin besar motivasi yang kita miliki. Syukur memfokus pikiran kita kepada hal-hal positif, kufur justru mengarahkan pikiran kepada hal yang negatif. Bersyukur akan membentuk pola pikir sukses. Pola pikir sukses adalah keyakinan dalam mendapatkan. Saat kita bersyukur, maka pikiran kita secara tidak sadar diberikan suatu “pola” mendapatkan, sehingga akan terbentuk pola sukses. Semakin banyak bersyukur, pola pikir sukses kita akan semakin kuat.

Dengan melihat ketiga manfaat dari feeling good, kita bisa menyimpulkan bahwa feeling good adalah mungkin menjadi salah satu cara Allah memberikan nikmat tambahan kepada kita. Jika orang baru ribut dengan manfaat syukur pada kahir-akhir ini, Al-Qur’an sudah 14 abad yang lalu. Sungguh suatu nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sayang jika kita mengabaikannya.

Cara Meningkatkan Syukur

Saya yakin, kita orang-orang yang pandai bersyukur. Namun, bukan berarti kita tidak perlu meningkatkan syukur kita. Jika masih ada hal yang Anda inginkan, maka tingkatkan rasa syukur Anda.

Setinggi apa pun kita menjadi hamba yang bersyukur, kita masih tetap perlu meningkatkan syukur kita. Jika Anda baru bersyukur saat menambatkan nikmat berupa materi, ini adalah baru tahap awal menjadi hamba yang pandai bersyukur.

Untuk meningkatkan rasa bersyukur, kita harus lebih jeli dan peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kurangnya kepekaan terhadap nikmat Allah akan mengurangi syukur kita, sebab kita merasa tidak ada yang perlu disyukuri lagi. Meningkatkan kepekaan bisa dilakukan dengan melakukan perenungan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita sehari-hari. Luangkan waktu Anda setiap hari untuk merenungkan nikmat setiap harinya. Sadari bahwa: Setiap saat, kita mendapatkan nikmat baru. Satu detik waktu berlalu berarti kita mendapatkan nikmat hidup selama satu detik. Nafas kita, penglihatan kita, penciuman kita, detak jantung kita dan sebagainya yang tidak mungkin disebutkan disini. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian pada diri sendiri maupun orang lain.

Sementara setiap saat selalu ada kejadian, berarti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Sementara hikmah adalah suatu nikmat. Syukurilah. Caranya ialah dengan rajin tafakur. Pikirkan apa hikmah dari setiap kejadian? Kitaa akan menemukan banyak hikmah dan lebih banyak bersyukur.

3 Cara bersyukur ini bisa kita lakukan setiap hari, bahkan setiap saat. Sampai kapan? Jangan bertanya sampai kapan, sebab bersyukur adalah sebuah ibadah, tidak diukur oleh keberhasilan materi. Justru, jika kita lupa bersyukur, apa yang telah kita miliki bisa jadi malah menjadi laknat, bukan lagi nikmat.

Jadi fahami, bagaimana syukur bisa mengubah diri Anda menjadi pribadi yang lebih sukses, kemudian tingkatkan syukur kita.

Sumber : motivasi-islam.com

Oleh: Ustadz M. Shafwan Husein el-Lomboki

Adab Left Grup

Dari Abu Burdah, katanya:

دَخَلْت مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ فَإِذَا عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلاَمٍ ، فَسَلَّمْت ثُمَّ جَلَسْت ، فَقَالَ : يَا ابْنَ أَخِي ، إنَّك جَلَسْت وَنَحْنُ نُرِيدُ الْقِيَامَ.

Aku masuk ke Masjid Madinah, ada Abdullah bin Salam, lalu aku mengucapkan salam kemudia aku duduk. Dia berkata: _”Wahai Anak saudaraku, kamu duduk sedangkan kami  hendak berdiri.”_

Al Mushannaf Ibni Abi Syaibah No. 26178

Dari Musa bin Nafi’, dia berkata:

قَعَدْتُ إِلَى سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ، قَالَ: ” أَتَأْذَنُونَ؟ إِنَّكُمْ جَلَسْتُمْ إِلَيَّ “

Aku duduk bersama Sa’id bin Jubair, ketika Beliau hendak berdiri, Beliau berkata : “Apakah kamu mengizinkan ? Sesungguhnya kamu telah bermajelis (duduk)  bersamaku.”

Al Mushannaf Ibni Abi Syaibah,  No. 26184

Di antara adab bermajelis atau berkumpul adalah izin atau pamit kepada manusia yang semajelis dengannya. Ini merupakan hiasan akhlak bagi seorang muslim.

Sebagaimana datang mengucapkan salam atau izin, meninggalkannya juga demikian. Bermajelis di zaman modern bukan hanya di sebuah tempat, ruangan, masjid, dan semisalnya, tetapi juga di dunia maya, di antaranya grup _Whatsapp, Telegram,_ dll. Hal ini penting, bukan hanya menunjukkan bagusnya perilaku, tapi juga meminimalisir zhan yang tidak baik bagi rekan-rekan sekumpulannya, dan terputusnya silaturrahim.

Namun, diakui bahwa kadang _left grup_ terjadi secara tidak sengaja dan tidak diduga oleh pemiliknya, baik karena; hp error, dimainkan anak, dsb.

Wallahu A’lam

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Penyakit didalam Dakwah

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…
Kami ngin solusi/obat dari masing2 penyakit itu (materi tgl 25 Januari, ‘ Dakwah dan Harokah’) Sudah sering penyakit itu di share, bc dll… Tapi obatnya ana gak pernah lihat dishare d sini….

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
‘ilaj/obat dari penyakit2 ini adalah:

1. Luruskan niat dalam da’wah, meninggikan Islam, bukan diri sendiri atau kelompok. Terus begitu, perbarui niat …

2. Pelajari dan resapi lagi sejarah da’wah para nabi yang begitu panjang, yg merupakan tabiat jalan da’wah

3. Lapang dada dengan kekurangan sesama aktifis Islam, memanusiakannya, bukan memalaikatkannya, dan memberikan uzur atas kekurangannya

4. Tidak boleh merasa paling baik, paling benar, sebab semua sama2 dlm proses titian menuju kebaikan tersebut

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Farid Nu’man

RIYADHUS SHALIHIN (3)

Ikhlas & Niat dalam Seluruh Perbuatan Yang Tampak dan Tersembunyi

Ayat-ayat al Quran tentang Ikhlas & Niat:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ} [البينة : 5]

“Dan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya sama menyembah Allah, dengan tulus ikhlas menjalankan agama untuk-Nya semata-mata, berdiri lurus dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat dan yang sedemikian itulah agama yang benar.” (al-Bayyinah: 5)

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ [الحج : 37]

“Sama sekali tidak akan sampai kepada Allah daging-daging dan darah-darah binatang korban itu, tetapi akan sampailah padaNya ketaqwaan dan engkau sekalian.” (al-Haj: 37).

قُلْ إِن تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ  [آل عمران : 29]

“Katakanlah – wahai Muhammad,sekalipun engkau  semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah.” (ali-lmran: 29)

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO berikut dibawah ini.

Selamat menyimak.

Pemateri: Ustadz Arwani Amin Lc. MPH