Seputar Warisan

Ustadz Slamet Setiawan

Assalamualaikum ustadz/ah..Begini kondisinya saat ini ada seorang ibu yang mempunyai 4 orang anak laki2 dan 1 orang perempuan… Saat ini beliau sudah dlm kondisi tidak sehat lagi…
Pertanyaan :
1. Anak laki2 nya tdk ada satupun yang mau mengurus beliau setiap harinya (kondisi beliau sudah tdk bs bangun dr tempat tidur) selama 4 bulan ini diurus oleh anak perempuannya.. Namun lama kelamaan karena urusan ngurus anak dan rumah serta urusan biologis sang suami dirumah jd agak terbengkalai alhasil suami sang istri ini jadi keberatan jika ortu sang istri kelamaan diurus dirumah sang istri krn kan ada anak laki2nya yang lain… Nah dlm hal ini bagaimana kewajiban dlm mengurus sang ibu ini ya?

2. C ibu meminta untuk rumah beliau dijual dan dibagi rata kepada 5 orang anaknya (4 orang laki2 dan 1 org perempuan) nah nanti pembagian ini termasuk kategori hibah atau warisan? Apa boleh dibagi rata, apa ada hitungan pembagian lain?

3. Jika ada harta warisan dr org tua yang mempunyai 2 orang anak (1 laki2 dan 1 perempuan) namun anak perempuannya ini sudah meninggal… Apa jatah warisannya bisa diberikan ke anak2 dari anak perempuannya tersebut?

Mohon maaf atas borongan pertanyaannya… Mudah2an bisa segera mendapatkan jawabannya

Pertanyaan ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ9โƒฃ

Jawaban
—————

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Pertama,
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?โ€ Rasulullah menjawab, โ€œSuaminyaโ€ (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, โ€Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?โ€ Rasulullah menjawab, โ€œIbunyaโ€ (HR. Muslim).

Hadits di atas menjelaskan bahwa seorang anak laki-laki adalah milik ibunya, artinya sang anak bertanggung jawab atas ibunya, merawat dan menjaganya.

Akan tetapi pada kasus di atas anak laki-laki enggan merawat ibunya, maka solusinya adalah lakukan musyawarah dengan semua anaknya, kemudian bicarakan dengan baik. Jika tetap tidak ada anak laki-lakinya yang mau merawat, maka kewajiban anda sebagai anak perempuannya untuk merawat.

Masalah suami yang tidak mengijinkan, ini hanya masalah komunikasi yang kurang baik antara anda dan suami. Mungkin ada sikap anda yang membuat suami yang asalnya mengijinkan lalu sekarang keberatan. Hilangkan penyebab dari keberatan suami itu. Kalau anda tidak tahu, tanyakan padanya apa saja sikap anda yang membuat dia keberatan dan lakukan negosiasi yang baik. Kalau komunikasi empat mata tidak bisa, mintalah bantuan pihak ketiga yang disetujui suami dan anda. 

Soal kedua,
Islam agama rahmatal lil’alamin, dalam pembagian warisan anak laki-laki mendapatkan dua kali bagian dari anak perempuan bukan berarti tidak adil, tetapi karena islam menitikberatkan pada berat ringanya pada tanggung jawab.

Sesuatu hal jika tidak sesuai dengan aturan yang sudah ada maka hukumnya haram. Harta pusaka itu wajib dibagi menurut semestinya sesuai dengan hukum yang telah ditentukan dalam alquran.

“Dan janganlah sebagian kamu makan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang batil.” (QS Al-Baqarah: 188)

Kalaupun orang tua ingin memberikan harta lebih kepada anak perempuanya ada satu cara yaitu dengan cara wasiat, namun wasiat ini tidak boleh lebih dari sepertiga harta kekayaannya kecuali apabila diijinkan ahli waris sesudah matinya yang berwasiat.

“Sesungguhnya Allah menganjurkan untuk bersedakah atasmu dengan harta sepertiga harta pusaka kamu. Ketika menjelang wafatmu, sebagai tambahan kebaikanmu.” (HR. Ad Daru Quthni dari Mu’ad bin Jabal)

Ketiga,

Dalam hukum waris secara Islam, memang dikenal sebuah aturan hijab. Hijab artinya penutup. Maksudnya bahwa seorang yang termasuk dalam daftar ahli waris tertutup haknya -baik semua atau sebagian- dari harta yang diwariskan.

Sehingga orang yang terhijab ini bisa berkurang haknya atau malah sama sekali tidak mendapatkan harta warisan. Kalau hanya berkurang, disebut dengan istilah hijab nuqshan. Sedangkan kalau hilang 100%, disebut dengan istilah hijab hirman.

Yang menyebabkan adanya seorang ahli waris terhijab adalah keberadaan ahli waris yang lebih dekat kepada almarhum. Ketika seorang meninggal dunia dan meninggalkan anak dan cucu, maka yang mendapat warisan hanya anak saja, sedangkan cucu tidak mendapat warisan. Karena kedudukan cucu lebih jauh dari kedudukan anak. Atau boleh dibilang, keberadaan anak akan menghijab cucu dari hak menerima warisan.

Dan dalam kasus ini, hijab yang berlaku memang hijab hirman, yaitu hijab yang membuat si cucu menjadi kehilangan haknya 100% dari harta warisan.

Ada dua ilustrasi yang mungkin bisa membantu pemahaman ini. Ilustrasi pertama, mungkin anda bisa memahaminya dengan mudah. Tapi yang sering kurang dipahami adalah ilustrasi kedua, karena agak aneh namun memang demikian aturannya.

Pada diagram sebelah kiri, ktia dapati ilustrasi pertama. Seorang almarhum yang wafat, maka anaknya akan mendapat warisan. Namun cucunya yang posisinya ada di bawahnya, jelas tidak akan dapat warisan. Karena antara cucu dengan almarhum, dihijab oleh anak.

Pada diagram yang di sebelah kanan, almarhum punya 2 orang anak, anak 1 dan anak 2.Anak 2 punya anak lagi dan kita sebut cucu [anak2]. Seandainya anak 2 wafat lebih dahulu dari almarhum, maka cucu [anak2] tidak mendapat warisan.

Mengapa?

Karena almarhum masih punya anak 1, maka anak 1 ini akan menghijab cucu [anak 2]. Sehingga warisan hanya diterima oleh anak 1 sedangkan cucu [anak2] tidak mendapat warisan. Dia terhijab oleh pamannya, yaitu anak 1.

Walaupun dalam diagram itu, tidak ada penghalang antara cucu dengan almarhum, namun keberadaan anak akan menghijab cucu, meski cucu itu bukan anak langsung dari anak.
*dari berbagai sumber

Wallahu a’lam

Artinya .. Umurmu Berkurang, Kenapa Hura-Hura?

๐Ÿ“š Muamalah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

๐Ÿ“Œ Malam tahun baru, bagi seorang muslim tidak ada yang istimewa dan keutamaan apa pun, dia sama dengan malam-malam lainnya

๐Ÿ“Œ Keistimewaan malam diukur dari apa yang diperbuat malam itu; jika diisi kebaikan maka dia baik, jika diisi keburukan maka dia buruk

๐Ÿ“Œ Justru bergulirnya waktu merupakan tanda jatah umur kita berkurang .., kenapa justru berbahagia? Oh .. Mungkin amal shalihnya sudah banyak ..

๐Ÿ“Œ Di antara kita, bisa jadi jatah usianya tinggal 30 tahun lagi, atau 20, 10, 2, .. , atau hitungan bulan, bahkan beberapa hari lagi .. kita tidak tahu ..

๐Ÿ“Œ Bersuka cita dalam keadaan Malaikat Maut mengintai adalah kebodohan dan kegilaan … tapi manusia jenis itu memang ada ..

๐Ÿ“Œ Banyak manusia bersusah payah untuk kehidupan yang baik, tapi jarang bersusah payah untuk kematian yang baik ..

๐Ÿ“Œ Tragis, jika sedang niup terompet Malaikat Maut menjemputmu ..

๐Ÿ“Œ Jingkrak-jingkrak pukul 00:00 pas ruhmu terlepas ..

๐Ÿ“Œ atau genjrang genjreng dipinggir jalan dengan gitar mu ..

๐Ÿ“Œ atau saat berduaan dengan orang yang bukan mahrammu

๐Ÿ“Œ sungguh akhir kehidupan yang tidak enak dilihat, tidak sudi di dengar ..

๐Ÿ“Œ Keluarga dan handaitaulan malu atas kematian yang tidak membanggakan .. mati meninggalkan aib ..

๐Ÿ“Œ Karyakan kebaikan, ukir prestasi ilmu dan ibadah .. agar baik dalam hidup, baik saat kematian ..

Ada seorang laki-laki Anshar bertanya:

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูƒู’ูŠูŽุณู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ” ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ูู…ู’ ุฐููƒู’ุฑู‹ุง ู„ูู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดูŽุฏู‘ูู‡ูู…ู ุงุณู’ุชูุนู’ุฏูŽุงุฏู‹ุง ู„ูŽู‡ู ุŒ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุฃูŽูƒู’ูŠูŽุงุณู ุŒ ุฐูŽู‡ูŽุจููˆุง ุจูุดูŽุฑูŽูู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุŒ ูˆูŽูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุฉู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ” .

“Wahai Rasulullah, siapakah manusia paling cerdas dan paling mulia ?”

Beliau bersabda: “(Yaitu) Manusia yang paling banyak mengingat kematian dan paling serius mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat.”

๐Ÿ“š HR. Ibnu Majah No. 4249, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 9845, Ath Thabarani dalam Al Kabir, Al Awsath, dan Ash Shaghir, Ibnu Wahb dalam Al Jaami’ Al Hadits No. 458, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya No. 1140, dll, dengan sanad HASAN

Allahumarzuqnasy syahaadah fi sabiilik … amiin

Tabdzir dan Mubadzirin dalam perspektif Al-Qur’an

๐Ÿ“’ Al-Qur’an – MFT

๐Ÿ“ Ustadz Noorrahmat

โ–ฃโ—ˆโ–ฃ Assalamu’alaikum wr wb.
โ—ˆ Adik-adik MFT….khabar baik? Bagaimana liburannya? Alhamdulillah Allah Ta’ala berikan kesempatan untuk kita berbagi di akhir tahun miladiyyah 2016 ini.

โ–ฃ Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tindakan tabdzir para mubadziriin dalam perspektif Qur’aniyyah. Khususnya terkait dengan 3 ayat Al-Qur’an dalam surat Al-Isra ayat 26 hingga 28. InsyaAllah pembahasan ini merujuk pada Kitab Tafsir Ibnu Katsir.

โ—ˆ Untuk mempersingkat, langsung saja dihamparkan nasihat Allah Azza wa Jalla dalam ayat-ayat tersebut.

โ–ฃ Allah Ar-Rahman berfirman

ูˆูŽุขุชู ุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽ ูˆูŽุงุจู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ู ูˆูŽู„ุง ุชูุจูŽุฐู‘ูุฑู’ ุชูŽุจู’ุฐููŠุฑู‹ุง

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan kepada orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kalian menghambur-hamburkan (harta kalian) secara tabdzir.” (QS. 17:26)

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุจูŽุฐู‘ูุฑููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู„ูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูƒูŽูููˆุฑู‹ุง

“Sesungguhnya mubadziriin itu adalah saudara-saudara syaithan, dan syaithan itu adalah sangat ingkar terhadap Tuhannya.” (QS. 17:27)

ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุชูุนู’ุฑูุถูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู ุงุจู’ุชูุบูŽุงุกูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุชูŽุฑู’ุฌููˆู‡ูŽุง ููŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูŽูŠู’ุณููˆุฑู‹ุง

“Dan jika kamu berpaling dari mereยญka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapยญkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.” (QS. 17:28)

โ—ˆ Adik-adik sekalian, dalam ayat ke 26 kita melihat untaian nasihat yang sangat kuat untuk kita sebagai pembuka terhadap apa yang Allah Ta’ala akan tekankan kemudian. Setelah Allah Al-Hakiim buka dengan perintah berbakti kepada kedua orang tua, kepada kaum kerabat dan bersilaturahmi. Kemudian Allah Ta’ala tutup ayat 26 dengan perintah-Nya

…ูˆูŽู„ุง ุชูุจูŽุฐู‘ูุฑู’ ุชูŽุจู’ุฐููŠุฑู‹ุง
“…dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (harta kalian) secara tabdzir.”

โ–ฃ Adik-adik yang dirahmati Ar-Rahmaan, di bagian penutup ayat 26 ini Allah Ta’ala menegaskan larangan bersikap tabdzir dalam memberi nafkah (membelanjakan harta). Hal ini selaras dengan apa yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam ayat lain dalam Al-Qur’an.

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ููˆุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุณู’ุฑููููˆุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูุฑููˆุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‚ูŽูˆูŽุงู…ู‹ุง…

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir…” (QS. Al-Furqan 25:67)

โ—ˆ Adik-adik sekalian, sebagai pengokoh kemudian Allah Azza wa Jalla melanjutkan firman-Nya untuk menanamkan rasa antipati terhadap sikap pemborosan atau berlebih-lebihan:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุจูŽุฐู‘ูุฑููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ู…

“Sesungguhnya mubadziriin itu adalah saudara-saudara syaithan…” (QS. 17:27)

โ–ฃ Dengan ini maka Allah Ta’ala menegaskan bahwa tindakan tabdzir serupa dengan amal atau sepak terjang syaithan.

โ—ˆ Sebentar-sebentar….. sudah sampai sejauh ini, adik-adik tahukah apa makna tabdzir itu?

โ–ฃ Adik-adik, berikut ini adalah 3 penjelasan tabdzir menurut ulama generasi salafuna shalih…generasi awal Islam….

โ‡จ 1. Tabzir berarti membelanjakan harta bukan pada jalan yang benar. (Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas)

โ‡จ 2. Tabzir berarti membelanjakan harta dalam bermaksiat kepada Allah Azza wa Jalla, pada jalan yang tidak benar, serta untuk kerusakan. (Qatadah)

โ‡จ 3. Terkait tabzir, Imam Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang membelanjakan semua hartanya dalam kebenaran, dia bukanlah termasuk orang yang boros. Dan seandaiยญnya seseorang membelanjakan satu mud bukan pada jalan yang benar, dia termasuk seorang pemboros.”

โ—ˆ Jadi, secara sederhana bisa kita simpulkan bahwa tabdzir adalah tindakan boros/pemborosan karena membelanjakan harta secara berlebihan atau membelanjakanya tidak diatas jalan yang diridhai Allah Ta’ala. Pelaku Tabdzir adalah Mubadziriin. Nyaris sama ya dengan Bahasa Indonesia yang berkembang saat ini yang menamakan tindakan ini sebagai tindakan mubadzir dan pelakunya disebut orang yang mubadzir ๐Ÿ˜Š

โ–ฃ Nah adik-adik semua….
Firman Allah Ta’ala dalam QS 17:27 ini menegaskan bahwa mubadziriin merupakan saudara syaithan karena tidak taat kepada Allah serta berbuat maksiat kepada-Nya.

โ—ˆ Dalam bagian akhir dari ayat 27 ini selanjutnya Allah Ta’ala tegaskan:

…ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู„ูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูƒูŽูููˆุฑู‹ุง

“…dan syaithan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

โ–ฃ Dikatakan demikian karena syaithan ingkar kepada nikmat yang telah diberikan Allah Ta’ala kepadanya dan tidak mau mengerjakan amal ketaatan kepada-Nya, bahkan membalasnya dengan perbuatan durhaka dan melanggar perintah-Nya.

โ—ˆ Nah adik-adik sekalian….
Allah Azza wa Jalla kemudian menutup rangkaian ayat ini dengan firman-Nya di ayat 28

ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุชูุนู’ุฑูุถูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู ุงุจู’ุชูุบูŽุงุกูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุชูŽุฑู’ุฌููˆู‡ูŽุง ููŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูŽูŠู’ุณููˆุฑู‹ุง

“Dan jika kamu berpaling dari mereยญka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapยญkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.” (QS. 17:28)

โ–ฃ Dengan kata lain, apabila ada yang meminta bantuan kepada kita dari kalangan sanak famili dan orang-orang yang dianjurkan Allah Ta’ala untuk diberikan sedekah atas mereka, sedangkan kita dalam keadaan tidak mempunyai sesuatu pun untuk kita berikan kepada mereka, lalu kita berpaling dari mereka karenanya, maka….

ููŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูŽูŠู’ุณููˆุฑู‹ุง

“…maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.”

โ—ˆ Maksudnya, sampaikanlah kepada mereka dengan kata-kata yang lemah lembut dan ramah serta bila memungkinkan janjikanlah kepada mereka bilamana kita mendapat rezeki dari Allah Ar-Razzaq maka kita akan menemui mereka untuk berbagi sebagai wujud ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูŽูŠู’ุณููˆุฑู‹ุง.

โ–ฃ Menurut tafsir yang dikemukakan oleh Mujahid, Ikrimah, Saโ€™id ibnu Jubair, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya sehubungan dengan makna ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูŽูŠู’ุณููˆุฑู‹ุง Bahwa yang dimaksud dengan ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูŽูŠู’ุณููˆุฑู‹ุง ialah perkataan yang mengandung janji dan harapan.

โ—ˆ Nah adik adik sekalian….
3 ayat yang dibahas kali ini memiliki struktur yang indah dalam hal penekanan terhadap larangan tabdzir. Diawali dengan perintah amal shalih yang utama terkait menunaikan hak kerabat, orang miskin dan fii sabilillah atas harta kita. Kemudian dilanjutkan dengan larangan tabdzir sekaligus Allah Ta’aala berikan alasan, latar belakang, serta akibatnya yang menguatkan larangan. Diakhiri dengan solusi bilamana kita dalam menunaikan hak.

โ–ฃโ—ˆโ–ฃ Jadi….
โ–ฃ Jangan belanjakan harta kita untuk sesuatu yang sia-sia. Belanjakanlah rezeki yang kita miliki sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala. Jangan menjadi mubadziriin yang merupakan kawan-kawan syaithan. Tindakan tabdzir yang lazim di akhir/awal penanggalan miladiyah (masehi) diantaranya dengan membakar petasan dan aktifitas tabzir lainnya.

โ—ˆ Semoga Allah Ta’ala selamatkan kita dari tindakan tabdzir agar kita tidak jadi temannya Syaithan yang terkutuk…

โ–ฃ Barakallahu fiikum ajma’iin.
โ—ˆ Wassalam

Hukum Dana Halal Yang Bercampur Dengan Dana Non Halal

๐Ÿ“š FIKIH MUAMALAH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Dr. Oni Syahroni MA.

๐Ÿ“’Apa Saja Dana Non Halal?

Dana non-halal adalah setiap pendapatan yang bersumber dari usaha yang tidak halal (al-kasbu al-ghairu al-masyruโ€™).

Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI menjelaskan beberapa kegiata usaha yang bertentangan dengan syariah, di antaranya:

๐Ÿ”นUsaha lembaga keuangan konvensional, seperti usaha perbankan konvensional dan asuransi konvensional.

๐Ÿ”นMelakukan investasi pada emiten (perusahaan) yang pada saat transaksi, tingkat (nisbah) utang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya.

๐Ÿ”นPerjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang terlarang.

๐Ÿ”นProdusen, distributor, serta pedagang makanan dan minuman yang haram.

๐Ÿ”นProdusen, distributor dan atau penyedia barang-barang ataupun jasa yang merusak moral atau bersifat mudharat.

(Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional, Edisi Revisi 2006, Jakarta, diterbitkan atas kerjasama DSN-Bank Indonesia, Cetakan 2006 Hal 274)

Menurut pendapat yang rajih, jika dana yang halal lebih dominan dari pada dana non-halal, maka keseluruhan dana tersebut menjadi halal karena dalil-dalil berikut:

๐Ÿ‚Kaidah Fikih:
Hukum mayoritas sama seperti hukum keseluruhan, kaidah tafriq shafqah (memisahkan transaksi halal dari transaksi yang haram).

๐Ÿ‚Mashlahat: Rafโ€™ul haraj wal hajah al ammah, yaitu meminimalisir kesulitan dan memenuhi hajat umum, diantaranya, lingkungan dan pranata ekonomi masih belum islami, regulasi tidak memihak lembaga keuangan syariah  (LKS), masyarakat yang belum paham ekonomi syariah, industri konvensional yang mendominasi, sehingga transaksi dengan konvesional menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan.

๐Ÿ‚Muroโ€™at qowaโ€™id al-katsrah wa al-ghalabah: maksudnya standar hukum adalah bagian lebih dominan.

๐Ÿ‚Umum al-balwa, maksudnya dana halal yang bercampur tersebut menjadi sulit. Banyak para ulama yang menegaskan tentang hal ini, beberapa ulama diantaranya:

๐Ÿ”บIbnu Nujaim berkata,
โ€œjika terjadi disebuah negara, dana halal bercampur dengan dana haram, maka dana tersebut boleh dibeli dan diambil, kecuali jika ada bukti nyata bahwa dana tersebut itu haram.โ€

๐Ÿ”บAn-Nawawi berkata,
โ€œJika terjadi di sebuah negara, dana haram yang tidak terbatas bercampur dengan dana halal yang terbatas, maka dana tersebut boleh dibeli, bahkan boleh diambil kecuali ada bukti bahwa dana tersebut bersumber dari dana haram, jika tidak ada bukti, maka tidak haram. Tetapi meninggalkan perbuatan tersebut itu dicintai Allah SWT.โ€

(Bersambung)

Obat Penyakit

Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaikum ustadz/ah…Aku mau nanya, apakah penyakit fisik juga berawal dr penyakit hati? Kalau memang iya, adakah pengobatan yg mujarab?

๐Ÿ๐Ÿ๐ŸJawaban

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Penyakit fisik ada yg disebabkan fisik saja, ada juga yang disebabkan kondisi dan suasana hati. “Semangat hidup”, “sugesti”, rasa syukur, merupakan suasana hati positif yg meresisten penyakit.

Obat mujarabnya adalah membaca Al quran dan dzikrullah, selain tentunya pengobatan medis.
Ada ibu2 yg cerita ke saya, suaminya kanker otak, dokter udah nyerah, dan memvonis sampai 6 bulan saja hidupnya. Tapi, suaminya selalu tilawah .. Alhamdulillah sampe sekarang masih hidup dan aktifitas biasa.

Wallahu a’lam