Prediksi Kenabian Yang Menjadi Kenyataan​


Malam Senin (31 Desember), kita menyaksikan apa-apa yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam prediksikan 14 abad silam:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Sungguh, engkau akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, hingga kalaulah mereka masuk liang biawak, niscaya kalian mengikuti mereka.”

Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, Yahudi dan Nasranikah (yang akan kami ikuti)?”

Nabi menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?”

📚 Imam Al Bukhari no. 7320, Imam Muslim no. 2669

Maka, … Tanyakan kepada umumnya umat Islam, apakah 1 Muharram? Mereka tidak tahu! Tapi, apakah 1 Januari? Semuanya tahu …

Tanyakan kepada remaja-remaja kita .., ada apa dengan 9 Zulhijjah? Umumnya tidak tahu!
Tapi, tanyakan tentang 14 Februari ? Hampir semuanya tahu ..

Tanyakan tentang Sirah Nabawiyah …, tanyakan tentang Usamah bin Zaid, Khalid bin Walid, Al Qa’qa’, Al Mutsanna, sangat sedikit yg tahu ..

Tapi, tanyakan biografi Messi dan CR7 .., atau artis Korea dan penyanyi Barat .. meluncur dengan mudah dr lisan mereka ..

Demikianlah .. “Lubang Biawak” itu kecil dan kotor, tapi kita tetap memaksa memasukinya .. artinya betapa kuat daya tarik budaya mereka, sekotor itu pun masih diikuti juga .. walau tidak pantas diikuti ..

Semoga, fajar kemenangan Islam tidak terhalang oleh sebongkah fakta menyedihkan yg terus berulang tiap akhir tahun di negeri-negeri muslim ..

Hadits inilah yang membuat kami masih bisa tersenyum optimis:

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالدِّينِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْض

Dari Ubay bin Ka’b dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan kejayaan, kemulyaan, agama, pertologan dan kekuasaan di muka bumi.”

(HR. Ahmad no. 20273, Al Hakim dalam Al Mustadrak no. 7862, beliau berkata: Shahih. Disepakati keshahihannya oleh Imam Adz Dzahabi)

Wallahul Musta’an wa ilaihil musytakaa …

Hukum Anak Perempuan Meninggalkan Suami Untuk Merawat Ibunya Karena Saudara Laki-lakinya Tidak Peduli Pada Ibunya


Assalamuallaikum ustadz/ah…ibu saya sedang sakit,sudah sembuh tapi masih ada rasa waswas,selama ini saya yang merawat,padahal saya sudah punya suami,Alhamdulillah suami saya mengizinkan saya mengurus ibu saya,tp saya merasa tidak enak dengan suami saya,malah saya punya adik laki2 sudah menikah juga,tapi malah sibuk dengan karier dan keluarganya,padahal kan anak laki2 yg utama dan surga nya jika mengurus ibu jika sedang sakit atau sudah tua,tapi kenyataannya zaman sekarang malah anak perempuan yg lebih banyak mengurus orangtuanya terutama ibu dibanding anak laki2,anak perempuan surganya pada suami.bukannya saya tidak ridho,tapi apakah saya berdosa jika saya lebih mengurus ibu saya dibanding suami dan rela jauh dari suami,dan suami pulang ke Bandung seminggu sekali,walaupun suami mengizinkan.syukron, wassalam,member 🅰1⃣0⃣. Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Alhamdulillah ala kuli hal, dalam mengaplikasikan nilai2 dalam Islam, dibutuhkan komunikasi dan saling paham di antara orang yg terkait dg permasalahan.
1. Perlu mengkomunikasikan secara baik dg adik laki2 masalah kewajibannya thd orang tua.

2. Perlu mengkomunikasikan dan hati2 dan jika memungkinkan dg ibu, usulan agar ibu mau pindah ke rumah anak perempuannya utk memudahkan anak perempuannya juga bs optimal dg keluarganya.

3. Alhamdulillah sdh ada komunikasi dg suami yg lalu mengizinkan istri merawat ibunya.

4. Semoga dg kelapangan hati ukhty dan suami, Allah mudahkan dan berkahi kehidupan keluarga ukhty.
In shaa Allah ketika yakin dg apa yg sudah dilakukan, Allah akan berikan solusi yg terbaik, misalnya adik turut bergantian merawat ibu atau ibu berkenan pindah atau solusi yg lain yg terbaik yg Allah putuskan.

Wallahu a’lam.

Bagaimana Hukumnya Jika Darah Keluar Lagi Setelah Mandi Besar?


Assalamualaikum ustadz/ah…bagaimana hukumnya,jika kita sdh mandi hadats besar, dan berhubungan sama suami. Tiba – tiba esoknya harinya ternyata ada yg keluar lagi tp hanya sedikit. jzkllh khoir ,🅰0⃣9⃣.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Sebaiknya setiap perempuan harus memperhatikan kebiasaan dirinya saat hari, berapa hari kira-kira dia tuntas masa haid sampai mandi bersih. Misal dia biasanya 8 hari sdh bersih dan mandi, maka bila perempuan ini sdh menikah dia baru bisa melayani suaminya di hari ke 9 dan apabila keesokan harinya ada darah lagi yang keluar maka itu darah kotor biasa, dan tidak apa-apa, tetapi apabila suatu saat di hari ke 6 dia sdh bersih, sdh sholat lalu suaminya minta di layani, sebaiknya di jelaskan bahwa dia belum bisa memberi pelayanan kenapa? Karena itu masih termasuk hari kebiasaan dia haid, dan kondisi rahimpun belum siap, biasanya inilah yang jd salah satu penyebab penyakit kista pada perempuan.

Dan bila dia melakukan jima kemudian ke esokkan harinya keluar darah, maka itu di hukumi darah haid dan harus bayar kafarat. Siapa yang bayar kafarat? Bila istri awalnya tidak mau tapi suami memaksa, maka suaminya saja yang membayar, tapi bila hal itu terjadi karena keinginan keduanya maka mereka berdua, suami bayar kafarat dan istri juga bayar kafarat, berapa besarnya, silahkan simak firman Allah surat Almaidah ayat 89, baca yah😘.

Wallahu a’lam.

Maaf, Tahun Barumu Bukan Tahun Baru Kami​


Kami umat Islam menghargai adanya perbedaan, dan mengakui perbedaan itu adalah sunatullah kehidupan. Sebab Rabb kami telah berfirman:

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

​Seandainya Rabbmu berkehendak niscaya manusia Dia jadikan umat yang satu, namun mereka senantiasa berselisih. (QS. Huud: 118)​

Ayat yang lain:

وَلَوْ شاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعاً أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

​Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (QS. Yunus: 99)​

Oleh karena itu, kami akan tetap berbuat baik dan adil kepada siapa pun yang berbeda dengan kami, selama mereka tidak berbuat aniaya kepada kami.

Rabb kami mengajarkan:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

​Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. (QS. Al Mumtahanah: 8)​

Maka, biarlah kami istiqamah atas agama kami dan budaya kami, jangan kalian kecut dan jangan pula cemberut, sebab itu bagian dari tuntutan iman kami.

Nabi kami – Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam– mewasiatkan kami:

قُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

​Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah! (HR. Muslim, 62/38)​

Dan, kami pun tidak memaksa kalian untuk mengikuti agama dan budaya kami. Sebab memaksa bukan ajaran Rabb kami.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. Al Baqarah: 256)

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

​Maka berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (untuk memaksa). (QS. Al Ghasyiah: 21-22)​

Jadi, sangat ingin kami katakan kepada kalian.

​Bahwa hari raya kalian bukan hari raya kami, begitu pula hari raya kami bukan hari raya kalian, sebagaimana tahun baru masehi kalian bukanlah tahun baru bagi kami​

Karena titik tolak sejarah awal tahun kalian berbeda dengan tahun hijriyah kami, tahun baru kalian diawali oleh kelahiran Nabi kami yang mulia -yang telah kalian Tuhankan- ‘Isa ‘Alaihissalam, sementara tahun kami diawali hijrah Rasulullah dan para sahabatnya dari Mekkah ke Madinah.

Walaupun banyak saudara kami muslimin awam yang ikut-ikutan berbahagia dan bersuka cita atas hari raya dan budaya kalian karena ketidaktahuan mereka itu bukan alasan bagi kami untuk turut larut di dalamnya.

Maka, jangan ajak kami hura-hura di malam itu; petasan, tiup terompet, dan sebagainya. Biarlah kami mengisinya dengan kebaikan yang sudah biasa kami jalankan, berkumpul bersama keluarga, ta’lim rutin, ibadah, sebagaimana malam-malam lain.

Nabi kami – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam– mengajarkan:

إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا

​“Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya masing-masing, dan hari ini adalah hari raya kita.” (HR. Bukhari No. 952, Muslim, 16/892)​

Ya, jelaskan?!
Setiap kaum, setiap umat punya hari raya dan hari besarnya sendiri, silahkan berbahagia dan suka cita dihari itu. Kami tidak memaksa dan menuntut kalian mengucapkan selamat atas kami karena kebahagiaan kami sangat berlimpah dan tidak akan berkurang tanpa ucapan selamat dari kalian. Kami pun meyakini, kebahagiaan kalian tidak akan berkurang seandainya kami tidak mengucapkan selamat atas hari raya kalian, sebab sangat tidak dewasa bila perasaan kebahagiaan dan suka cita mesti didahului ucapan selamat dahulu.

Kami, umat Islam, memiliki sangat banyak hari raya dan hari-hari istimewa, dan kami pun puas atas hal itu, itulah kenapa kami tidak membutuhkan hari raya yang tidak berasal dari Rabb dan nabi kami, yang telah menjadi budaya dan sejarah kami.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, beliau berkata:

​“Dahulu orang jahiliyah memiliki dua hari untuk mereka bermain-main pada tiap tahunnya.”​

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang ke Madinah, dia bersabda: ​“Dahulu Kalian memiliki dua hari yang kalian bisa bermain-main saat itu. Allah telah menggantikan keduanya dengan yang lebih baik dari keduanya, yakni hari Fithri dan hari Adha.” (HR. Abu Daud No. 1134, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 1755, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 1098, katanya: hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar (Fathul Bari, 3/371) juga mengatakan: shahih.)​

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

​Hari ‘Arafah, hari penyembelihan qurban, hari-hari tasyriq, adalah hari raya kita para pemeluk islam, itu adalah hari-hari makan dan minum. (HR. At Tirmidzi No. 773, katanya: hasan shahih, Ad Darimi No. 1764, Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: isnaduhu shahih. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 1586, katanya: “Shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, tetapi mereka tidak meriwayatkannya.”)​

Dari Abu Lubabah bin Abdil Mundzir, dia berkata: Bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

​“Sesungguhnya hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam (pimpinan hari-hari), keagungannya ada pada sisi Allah, dan dia lebih agung di sisi Allah dibanding hari Idul Adha dan Idul Fitri. Padanya ada lima hal istimewa: pada hari itu Allah menciptakan Adam, pada hari itu Allah menurunkan Adam ke bumi, pada hari itu Allah mewafatkan Adam, pada hari itu ada waktu yang tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah melainkan akan dikabulkan selama tidak meminta yang haram, dan pada hari itu terjadinya kimat. Tidaklah malaikat muqarrabin, langit, bumi, angin, gunung, dan lautan, melainkan mereka ketakutan pada hari Jumat.” (HR. Ibnu Majah No. 1083. Ahmad No. 15547, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 4511, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2973, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 817, Al Bazzar No. 3738. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No. 2279).​

Lihatlah hari raya kami. Idul Fitri (1 Syawwal), Idul Adha (10 Dzulhijjah), hari Arafah (9 Dzulhijjah), hari-hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah), dan hari Jum’at yang datangnya tiap pekan.

Belum lagi hari istimewa lainnya, walau bukan hari raya tetapi ini merupakan hari istimewa bagi kami karena di dalamnya mengandung keutamaan yang banyak untuk beribadah dan nilai sejarah. Seperti Senin, Kamis, 10 hari pertama Dzulhijjah, 6 hari Syawwal, hari ‘asyura, Ayyamul Bidh, 17 Ramadhan, 1 Muharam awal penanggalan kami, dan Lailatul Qadar.

Semua ini ada dasarnya dalam agama dan sejarah kami.

Inilah kami, dan inilah agama kami, walau kami bersikap Lakum diinukum wa liyadin dalam urusan agama, tetapi kami ini rahmatan lil ‘alamin bagi kalian dalam urusan muamalah. Kalian tetap saudara dan sahabat, jangan khawatir. Sebab Rabb kami mengajarkan:

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

​Ketika saudara mereka ​(Nuh)​ berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 106)​

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ

​Ketika saudara mereka ​Hud​ berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 124)​

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

​Ketika saudara mereka, shaleh, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 142)​

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ

​Ketika saudara mereka, ​Luth​, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 161)​

Lihatlah, Allah Ta’ala tetap menyebut para nabi pembawa risalahNya; Nuh, Hud, Shalih, dan Luth, sebagai saudara bagi kaumnya, walau kaumnya mengingkari agama yang dibawa mereka, mengingkari kenabian, dan mengingkari ketuhanan Allah Ta’ala. Itulah sikap kami juga, walau kalian ingkar kepada agama yang kami yakini, ingkar kepada nabi kami, kalian tetap saudara kami; saudara setanah air.

Wallahu A’lam

Al-Waqtu 'indanā juz-un min al-'ilāj​​ (Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi)


​​Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi​​

📌 Manusia hidup dibatasi waktu, sehingga jangan sampai sekedar hilang ditelan waktu, namun muliakan waktu dengan perencanaan yang matang.

🌹Nabi Muhammad ﷺ pernah berpesan:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

​“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampaui umur tersebut”​ (HR. Ibnu Majah No. 4236)

📚 Hadits ini berkorelasi dengan taujih Rabbani dalam surat Al-Hasyr [59] ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

​“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“.​

📌 60 tahun menjadi target akhir hidup manusia, di antara target terbaik tentunya menemukan ​husnul khatimah​ pada batas akhir waktu hidup di dunia, di antaranya semoga mudah mengucapkan kalimat tauhid dan sedang berprasangka baik kepada Allah ﷻ, sebagaimana pesan-pesan Nabawiyah.

📌 Menuju target besar di atas, Allah ﷻ mengingatkan manusia untuk membuat target-target medium, karena tidak ada kesuksesan yang bersifat instan, maka sebelum itu, manusia diarahkan untuk sukses di usia 40 tahun.

📚 Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Ahqāf [46] ayat 15:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

​Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai ​40 tahun​ dia berdoa,​

​“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. ​Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”​​

📌 Tadabbur memahamkan setiap manusia bahwa periodisasi kehidupannya terbagi atas 3 tahapan, masing-masing 20 tahun: Periode Fokus Menuntut Ilmu, Mengamalkan Ilmu hingga ditutup dengan Menyebarkan Ilmu

📌 Tugas manusia adalah menghadirkan kesuksesan pada setiap tahapan, karena memang hidup manusia penuh dengan tahapan, sebagaimana Surat Al-Insyiqaq [84] ayat 19:

لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ

​sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).​

📌 Tiada kesuksesan besar kecuali berawal dari kesuksesan di setiap tahapannya. Tiada tahapan kecuali mengandung program. Tiada program kecuali karena kuat perencanaan. Adanya perencanaan tidak menjadikan manusia seperti air yang mengalir, namun sebaliknya justeru penuh semangat dalam menjalani program kehidupan yang disusunnya sehingga kelelahan demi kelelahan pun dilaluinya, karena ia sadar kematian adalah istirahat panjangnya menuju Yaumul Hisab. Di waktu yang panjang itu kelak, ia ingin terus menerus memperoleh rizqi dari Rabb-Nya.

📌 Bersabarlah melalui waktu yang sebentar karena waktu dalam cara pandang kita bagian dari cara Allah mematangkan akal, hati dan jasad manusia, sehingga ruh meninggalkan jasad dalam penuh keridhoan, insya Allahu Ta’āla.

Yassirlanā,

Akhukum fiddin,
@supraha

Tips Agar Shalat Malam Tidak Mengantuk


✍Pertanyaan A21
Assalamualaikum ustadz/ ah…
Saya sudah niat untuk mengerjakan qiyamullail, tetapi saat sholat saya sendiri belum.bisa khusyu, kadang rasa ngantuk mengganggu konsentrasi.
Solusi nya bagaimana ya agar solat saya khusyu dan berhasil menaklukan rasa kantuk?

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Sepertinya menjadi masalah umum dan hampir banyak orang mengalami hal demikian, jadi bagaimana solusinya? Kalau benar-benar ngantuk harus tidur. Yaɲg bisa kita siasati adalah memanage waktu dan aktivitas.

🌿 1. Lebih banyak membaca keutamaan sholat malam supaya bisa menjadi motivasi.

🌿2. Segera tidur setelah sholat isya.
🌿3.jangan banyak makan malam atau hindari tidur dalam perut kekenyangan,

🌿 4.Di siang hari jangan terlalu lelah bekerja, tapi disiasati bagaimana supaya pekerjaan tidak bertumpuk dan membuat badan terlalu lelah.

🌿5.Jangan bermaksiat, karena sesungguhnya ibadah sholat malam adalah amalan sunnah yang utama. Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Wallahu a’lam.

Hukum Suami Takut Istri Dalam Islam


Assalamualaikum ,, saya mau bertanya apa hukumnya kalau suami takut sama istri ,??? dan satu lagi apakah dosa kalau seorang istri selingkuh msalah keuangan ?? mohon jawabannya syukron,,,

Maksudnya selingkuh masalah keuangan yang sudah di kasih dari suami ke istri dan sama istri nya dipakai untuk kebutuhan orangtua dan saudaranya atau bayar hutang yang suaminya tidak tahu , dan istrinya cukup dengan bilang ke suami uangnya sudah terpakai untuk kebutuhan dapur ,, bagaimana klo seperti itu hukumnya dosa besarkah seorang istri ???

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1. Suami takut istri .., ini belum jelas bagaimana takutnya, sebabnya apa .. seorang suami itu pemimpin, seharusnya punya wibawa, dan menjadi pelindung bagi keluarga. Bukan hukum halal haram dalam hal ini, tapi tidak sepantasnya seperti itu, kecuali TAKUT yang dibenarkan syariat.

2. Keuangan mesti jujur, khususnya yang berasal dari harta suami, walau itu buat sedekah mesti ada penjelasan agar suami tidak merasa dikhianati. Istri bebas menggunakan hartanya yang pribadi, paling suami hanya sekedar tahu, atau boleh tidak diberitahu jika justru lahir fitnah dan keributan.

Tapi uang yang berasal dari suami, mesti ada izin, bukan hanya pemberitahuan.

Wallahu a’lam.

Motivasi – Raih Kesuksesan Berbekal Keyakinan


© Yakinlah, kesuksesan akan mampu kita raih. Membangun mimpi.
Merenda asa. Mengukir cita. Merajut bahagia. Rentetan kalimat yang terputus bersambung makna.

▪Tak akan ada yang sia-sia bila kita selalu bersama-Nya. Bangun nilai-nilai positif dalam diri kita. Jangan pernah hadirkan pikiran-pikiran negatif dalam menjalaninya.

® Pastikan langkah semua tuk menggapai ridha-Nya. Hidup itu harus dijalani dengan keyakinan. Bila langkah kita penuh dengan keraguan jangan salahkan ada celah-celah masuknya setan.

▪Kemantapan dalam menjalani pilihan dari sekian pilihan yang pernah ada. Manusia memang diberi kesempatan berusaha, namun Allah-lah yang akan menentukannya. Kita cermati kalimat indah ini, “Rencana kita boleh indah tapi rencana Allah yang terbaik.”

© Subhanallah. Kadang kita lupa bahwa kita tak mampu menentukan hasil dari yang sudah kita usahakan. Kita hanya mempunyai kewajiban untuk berproses. Berusaha dan terus berusaha.

▪Sahabat Surgaku…
Saatnya menuai keberhasilan. Bila kita merasa sudah menemukan potensi yang sudah kita gali.

® Fokuslah!
Buat target-target dan evaluasi dari yang sudah kita lakukan! Semakin asah potensi itu.

▪Jangan malas untuk belajar dan meng-up grade-nya. Kita bisa menambah ilmu untuk mengasah kemampuan kita.

© Banyak yang bisa kita lakukan seperti ikut liqa berguru pada murrabi, kajian, pelatihan, seminar, membaca buku karena hal itu yang semakin menambah wawasan keilmuan kita.

▪Setiap ada kemauan pasti ada jalan. Motivasi dirilah yang mampu membuat diri kita lebih maju. Dari diri kita sendirilah kita mampu menjadi yang lebih baik dan berprestasi.

© Selama napas ini masih ada. Selama darah pun masih mengalir. Tak ada kata berhenti untuk belajar. Mulailah dari yang kecil. Mulailah saat ini. Dan mulailah sekarang juga.

▪Bismillaahi tawakkaltu ‘alallah la haula wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyil ‘adhim.

Penggalan Kisah Pemberontakan Arab atas Kekhilafahan Turki Utsmani (1)​


​​Peralatan Perang Inggris Diperbantukan dalam Mendukung Pemberontakan Arab​​

Kapal Induk Pesawat Amfibi pada Perang Dunia Pertama, karya Mark Lardas, Osprey Publishing, 2016.

Pada halaman 23-25 kapal angkatan laut Inggris, HMS Ben-My-Chree termasuk yang dikerahkan Inggris untuk mendukung Pemberontakan Arab atas Kekhilafahan Turki Utsmani. Tugasnya melakukan penyerbuan di pesisir Suriah serta beroperasi juga di Laut Merah.

Mereka mengganggu jalur logistik di belakang garis pertahanan Turki Utsmani, membom pelabuhan, merusak jembatan dan jalur kereta-api Hijaz, serta menghancurkan stasiun sinyal dan telegraf.

Alhamdulillah, pada tanggal 9 Januari 1917 kapal Ben-My-Chree secara serampangan dikerahkan terlalu dekat dengan garis pantai Anatolia. Ketika sudah masuk jarak tembak, maka artileri pantai Turki Utsmani menghujaninya hingga tenggelam. Kapal HMS Ben-My-Chree waktu itu sedang berfungsi sebagai kapal angkut logistik untuk membantu pendaratan pasukan Perancis menyerbu wilayah Turki Utsmani dari Kastellorizo.

Sebuah sejarah kelam bagi angkatan laut Inggris, dimana satu-satunya kapal angkut pesawat amfibi yang pernah ditenggelamkan lawan dalam Perang Dunia Pertama.

Agung Waspodo, merasa masih banyak sekali yang belum diketahui dan dibaca dari sejarah Kekhilafahan Turki Utsmani.

Depok, 17 Desember 2017

Apa Bacaan Sholawat di Luar Sholat??


Assalamualaikum ustadz/ah..
Sempurnanya sholawat adalah yg menyertakan nabi Ibrahim as beserta keluarganya, Seperti dalam tahiyat.yang ingin saya tanyakan apakah Ketika diluar sholat,sholawat kita juga dianjurkan Seperti yg kita baca dalam tahiyat❓
🅰2⃣1⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Kita diperintah untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah:

(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً) (الأحزاب:56)

“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam.” (Qs. Al- Ahzab: 56)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((أولَى الناسِ بِيْ يوم القيامة أكثرُهم عليَّ صلاةً))

“Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzy)

Maka hendaknya seorang muslim memperbanyak shalawat atas beliau. Dan disana ada waktu khusus yang disyariatkan bershalawat seperti ketika hari jum’at, ketika disebutkan nama beliau, ketika tasyahhud akhir, setelah takbir kedua pada shalat jenazah, ketika mau berdoa, ketika masuk masjid, ketika keluar masjid, setelah menjawab muadzdzin, dll.

Sebaik-baik lafadz shalawat adalah shalawat Ibrahimiyyah (di dalamnya ada penyebutan nabi Ibrahim).

Dari Ibnu Abi Laila beliau berkata:
“Aku bertemu dengan Ka’b bin ‘Ujrah kemudian beliau berkata: “Maukah kamu aku berikan hadiah yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”Aku berkata: “Iya, hadiahkanlah itu kepadaku.” Maka beliau berkata:

سألْنا رسول الله فقلنا: يا رسول الله كيف الصلاةُ عليكم أهلَ البيت، فإن الله عَلَّمنا كيف نسلِّم؟ قال: قولوا اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد

“Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepada antum, wahai ahlul bait?” Karena Allah sudah mengajari kami bagaimana cara mengucapkan salam?” Maka beliau bersabda: Katakanlah:

اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد

“Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas, Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Meskipun demikian boleh mengucapkan shalawat dengan lafadz yang lain

Lafazh bacaan sholawat yang paling ringkas yang sesuai dalil2 yang shahih adalah :

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shallii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad) .
(Shahih. HR. At-Thabrani).

Wallahu a’lam.