Tradisi Orang-Orang Arab (2)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 03 Rabbiul Akhir 1439 / 21 Desember 2017

📕 SIROH

📝 Kak Siro

📖 Tradisi Orang Arab (2)
==========☆☆☆==========
🎎📯🎎📯🎎📯🎎📯🎎

Diantara orang-orang Quraisy tetap ada yang mengatakan “Kami adalah anak keturunan Ibrahim dan penduduk tanah suci penguasa Ka’bah dan penghuni Mekah”. Tidak ada seorangpun dari bangsa Arab yang mempunyai hak dan kedudukan seperti kami. Maka tidak layak bagi kami keluar dari tanah suci ini ke tempat lain karena itu mereka tidak melaksanakan wukuf di Arafah dan tidak ifadhah dari sana tetapi ifadhah dari Muzdalifah. Tentang hal ini Allah menurunkan ayat :

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

_Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._ ( QS. AL Baqarah 199).

Hal-hal baru lainnya :

🧀 Mereka berkata tidak selayaknya bagi orang-orang Quraisy untuk memberi makan keju dan meminta minyak Samin ketika mereka sedang ihram.

🚫 Mereka tidak boleh masuk Baitul haram dengan mengenakan kain wol dan tidak boleh berteduh jika ingin berteduh kecuali di rumah-rumah pemimpin selama mereka sedang ihram.

🚱 Mereka juga berkata “Penduduk diluar tanah suci tidak boleh memakan makanan yang mereka bawa dari luar tanah suci ke tanah suci bila kedatangan mereka untuk Haji atau umroh”.

👘 Mereka juga menyuruh penduduk diluar tanah suci untuk tetap mengenakan ciri pakaiannya sebagai penduduk bukan tanah suci pada awal kedatangan mereka untuk melakukan tawaf awal. Jika tidak memiliki ciri pakaiannya sebagai penduduk luar tanah suci mereka harus tawaf dalam keadaan telanjang ini berlaku untuk kaum laki-laki Sedangkan untuk wanita harus melepaskan semua pakaiannya kecuali baju rumahnya yang longgar saat itu mereka berkata :

_Hari ini tampak sebagian atau semuanya_
_Apa yang tiada tampak tiada diperkenankannya_

Lalu Allah menurunkan ayat mengenai hal ini

 يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

_Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan._ (QS Al Araf : 31)

Pakaian yang dikenakan penduduk luar tanah suci Harus dibuang setelah melakukan tawaf awal dan tak seorang pun boleh mengambilnya lagi begitu pula orang yang bersangkutan.

Hal baru lainnya :

🕳 Mereka tidak memasuki rumah dari pintunya selama dalam keadaan ihram mereka membuat lubang dibagian belakang rumah dan dari lubang itulah mereka keluar masuk rumahnya mereka menganggap hal ini sebagai perbuatan yang baik namun Alquran melarangnya (Al Baqarah 189)

🎎 Semua ritual keagamaan tersebut adalah kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala keyakinan terhadap khayalan dan khurafat.

Begitulah agama mayoritas bangsa Arab. Sebelum itu sudah ada agama Yahudi, Nasrani, majusi dan Shabi’ah yang masuk ke dalam masyarakat Arab.

🎎📯🎎📯🎎📯🎎📯🎎

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tata cara mubahalah​


Assalamualaikum ustadz… Apakah itu Muhaballah dan bagai mana tata caranya…
Jika ada suatu kasus yg mnimpa A kmudian smua org mnghujat… lalu si A ber muhaballah.. apakah yg mnghujat kena imbasnya? Makasi ustadz

Jawaban
~~~~~~~~~~~~~~~~

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh .

Bukan Muhaballah .. tapi Mubaahalah, Yaitu:

أَن يجتمع القوم إِذا اختلفوا في شيء فيقولوا : لَعْنَةُ الله على الظالم منا .

Berkumpulnya sekelompok rangka ketika mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, lalu mereka berdoa: ​Semoga laknat Allah atas orang yang zalim di antara kita.​

​(Lihat Lisaanul ‘Arab, 11/71)​

Hal ini disyariatkan dalam rangka menerangkan yg hak dan membuktikan yang batil, setelah hujjah disampaikan kepada orang yang dianggap berada dalam kebatinan.

Dalilnya adalah:

فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. Ali Imran: 61)

Mujahadah ini Sunnah dilakukan kepada orang yg keras kepala dan membangkang kepada Al Haq. Imam Ibnul Qayyim berkata:

السُّنَّة فى مجادلة أهل الباطل إذا قامت عليهم حُجَّةُ اللهِ ولم يرجعوا ، بل أصرُّوا على العناد أن يدعوَهم إلى المباهلة ، وقد أمر اللهُ سبحانه بذلك رسولَه

Adalah Sunnah mendebat orang-orang yg di atas kebatilan, jika sudah ditegakkan hujjah-hujjah agama Allah kepada mereka tp mereka belum rujuk dari kesalahannya, bahkan jika mereka melakukan pembangkangan maka hendaknya lakukan mubahalah kepada mereka, hal itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan RasulNya.

​(Zaadul Ma’ad, 3/643)​

Mubahalah ini berlaku umum, tidak hanya saat mendebat orang kafir. Tetapi jika kepada orang Islam yang menyimpang dan jahat.

Para ulama di ​Al Lajnah Ad Daimah​ mengatakan:

ليست المباهلة خاصة بالرسول صلى الله عليه وسلم مع النصارى ، بل حكمها عام له ولأمته مع النصارى وغيرهم ؛ لأن الأصل في التشريع العموم ، وإن كان الذي وقع منها في زمنه صلى الله عليه وسلم في طلبه المباهلة من نصارى نجران فهذه جزئية تطبيقية لمعنى الآية لا تدل على حصر الحكم فيه

Mubahalah bukan Kekhususan bagi Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ bersama Nasrani saja, tapi juga berlaku umum bagi umatnya baik dengan Nasrani atau selainnya.

Sebab, hukum asal dari tasyri’ (pensyariatan) adalah berlaku umum, walau pun kejadian nyatanya di zaman Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ merupakan ajakan kepada Nasrani Bani Najran secara khusus, tapi penerapan hukum yg ada tidaklah dibatasi.

​(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 4/203-204)​

Syarat-syarat mubahalah adalah:

1. Ikhlas karena Allah Ta’ala, bukan untuk mencari ketenaran, tapi membuktikan kebenaran.

2. Sudah disampaikannya hujjah kepada pihak yang menyelisihi kebenaran.

3. Pihak yang menyelisihi memang membangkang dan melawan

4. Hanya dalam masalah agama yang urgen, bukan masalah perselisihan fiqih yang memang para ulama sdh sejak lama tidak sama pendapatnya. Atau masalah bukan pada masalah-masalah sepele dan tidak penting, misal mubahalah hanya karena perbedaan lebih dulu mana ayam atau telurnya.

Demikian. Wallahu a’lam

Pandangan Fikih Tentang Biaya Perjalanan Dinas


© Pandangan Fikih Tentang Biaya Perjalanan Dinas

1. Dari aspek akad atau transaksi, dapat dipilah menjadi dua opsi.

a. Jika yang dimaksud adalah sewa (ijarah) atau fee yang didapatkan oleh pegawai tersebut atas jasa melakukan pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan tertentu berbasis harian, biaya tersebut harus berbasis harian. Oleh karena itu, jika dipersingkat, biaya sah yang diambil adalah sejumlah hari yang riil ditunaikan. Sementara itu, sisanya dikembalikan kepada pemerintah atau kantor kecuali jika pemerintah atau kantor merelakannya.

b. Jika transaksi yang disepakati adalah sewa atas progres. Maksudnya biaya dinas yang dikeluarkan bukan berbasis harian, tetapi berbasis progres. Jika waktu yang ditentukan tiga hari, tetapi output-nya sudah bisa selesai dalam dua hari, biaya tersebut sudah sah diterima dan halal dimanfaatkan pegawai. Jenis kontrak ini dinamakan ju’alah karena fee atau reward diberikan kepada pegawai adalah atas jasanya berbasis progres, bukan berbasis harian. Jika ini yang diberlakukan, biaya yang didapatkan pegawai atas progres yang dihasilkan walaupun waktunya dipersingkat itu diperkenankan atau halal.

▪Akad ijarah, yaitu akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri; akad ijarah juga berlaku untuk memperoleh jasa pihak lain guna melakukan pekerjaan tertentu dengan pembayaran upah (ujrah/fee).

▪Ju’alah adalah janji atau komitmen (iltizam) untuk memberikan imbalan (reward/’iwadh//ju’l) tertentu atas pencapaian hasil (natijah) yang ditentukan dari suatu pekerjaan.

2. Berdasarkan teori akad di atas, perlu diperjelas kontrak yang biasa ditandatangani, apakah berbasis harian atau progres. Jika berbasis harian dan sulit ditunaikan, sebaiknya jenis kontrak yang disepakati bukan berbasis harian, tetapi berbasis progres. Sebaiknya diarahkan agar dari awal transaksi yang disepakati berbasis progres atau hasil dari pekerjaan agar fee yang didapatkan halal dan legal.

Sebagaimana firman Allah,

قَالُوا نَفْقِدُ صُوَاعَ الْمَلِكِ وَلِمَنْ جَاءَ بِهِ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا بِهِ زَعِيمٌ

Penyeru-penyeru itu berkata: “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya” (Q.S. Yusuf : 72)

3. Sebagai muslim dan da’iyah, kita sebaiknya memberikan teladan dan mendorong pemangku kebijakan agar kegiatan tersebut menuntaskan pekerjaan dan hasilnya sehingga meskipun harinya dipersingkat, hasil atau outputnya dapat direalisasikan sebagaimana yang disepakati.

Wallahu a’lam.

Terbentuknya Turki Muda, Awal Mula Kejatuhan Kekhilafahan Turki Utsmani


Pada masa pemerintahan Sultan Abdülaziz (1861-76), beliau sangat mendukung program pendidikan militer dan tidak menyukai oposisi politik serta pergerakan intelektual pada masa tersebut. Menurut sejarawan militer Turki terkemuka Mesut Uyar dan Edward J. Erickson, tanpa disadari khalifah, kebijakannya memunculkan nemesis yang berujung tumbangnya kekhilafahan (hal. 182).

Sebagian tokoh yang tidak disukai Sultan Abdülaziz dibuang ke luar negeri atau melarikan diri. Mereka berkumpul di kota-kota Eropa, khususnya Paris. Mereka ini membentuk persatuan Yeni Osmanlılar (Turki Utsmani Baru), namun lebih populer dengan istilah:

Jeune Turcs atau Young Turks alias Turki Muda

Kelompok ini berbeda dari organisasi serupa pada abad sebelumnya, utamanya karena mereka mendukung terbentuknya parlemen untuk membatasi kekuasaan sultan. Semacam reformasi serta pembentukan Constitutional Governance.

Walau mereka sendiri tidak memiliki kekuatan, namun idenya diserap oleh golongan perwira militer Mektebli melalui konsep Osmanlılık atau Turki-Utsmanisme. Konsep Osmanlılık ini menuntut loyalitas dengan imbalan kebebasan politik serta kesetaraan ekonomi. Hal ini dianggap wajar mengingat besarnya tuntutan seoaratisme dan revolusionis komunitas Nasrani di wilayah kekhilafahan Turki Utsmani.

Secara naif Turki Muda serta golongan perwira Mektebli percaya bahwa proklamasi berdasarkan konstitusi ini akan menghentikan seluruh gerakan nasionalisme begitu saja. Bahkan secara lugu mereka percaya bahwa agama dan dan etnisitas dapat diakomodasi melalui keterwakilan pada parlemen.

Ketika gerakan Turki Muda ini mulai terasa, bahkan Sultan Abdülaziz mulai menaruh curiga kepada seluruh perwira tinggi militernya. Pemecatan yang dilakukan beliau semakin menguatkan golongan ini sehingga terbentuklah upaya menggulingkan kekuasaan. Terkumpul dalam golongan dari berbagai kepentingan diwakili oleh Hüseyin Avni Paşa dari Mektebli, Mehmed Rüştü Paşa sang Sadrazam sendiri, Mithat Paşa tokoh politik penggagas reformasi, bahkan juga Süleyman Hüsnü Paşa sang penilik akademi militer juga.

Pada tanggal 30 Mei 1876 Sultan Abdülaziz diturunkan secara paksa.

Agung Waspodo, menarik nafas panjang melihat banyaknya kesamaan dalam perkembangan politik di berbagai negeri Kaum Muslimin sekarang ini.

The Military History of the Ottomans, Uyar & Erickson, 2009.

Foto kongres pertama Turki Muda di Paris pada tahun 1868.

Menjual Tanah Wakaf dan Memalsukan Kwitansi


Assalamualaikum wr wb, Ustadz…

1. Di sekitar tempat tinggal ada bangunan sekolah+perumahan guru yg sudah bertahun2 lamanya,info nya lahan yg dipakai adalah hasil waqaf,kemudian belakangan,oleh si pemilik,lahan2 yg ada perumahan gurunya dijual,yg tersisa hanya lahan yg ada bangunan sekolah dan halamannya,. Bagaimana hukumnya status jual beli perumahan tsb?

2. Bila si fulan diminta oleh perusahaan/instansi tempat bekerja untuk membeli barang,misal harga barang 1jt,kmudian diadakan tawar menawar sehingga harga menjadi 900rb,namun di kwitansi si fulan meminta agar harga tetap ditulis 1jt (100rb nya untuk fulan),bagaimana hukumnya? Manis🅰2⃣8⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ba’d:

1⃣ Jika benar itu adalah tanah waqaf, maka penjualan tersebut tidak lepas dari dua kemungkinan:

📌 Dijual untuk kepentingan pribadi, maka ini haram, bahkan termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang beriman, janganlah kalian memakan harta kalian yang ada di antara kalian, dengan cara yang bathil.” (QS. An Nisa: 29)

📌 Dijual untuk dipindahkan, lalu dibelikan tanah waqaf baru, agar tetap terpelihara amanah waqafnya. Ini tidak apa-apa.

2⃣ Kasus seperti itu tidak boleh. Sebab:

📌 “Walaa ta’aaanuu ‘alal itsmi wal ‘udwaan” – Jangan saling bantu dalam dosa dan kejahatan. (QS. Al Maidah: 2)

📌 Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda: “Man ghasysyanaa falaisa minnaa” – barang siapa yang menipu kami maka bukan golongan kami.” (HR. Muslim No. 101)

Wallahu a’lam.

Tradisi Orang Arab

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 18 Rabbiul Awwal 1439 / 07 Desember 2017

📕 Shiroh

📝 Kak Siro

📖 Tradisi Orang Arab
==========☆☆☆==========
🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯

Tradisi-tradisi orang Arab selain menyembah berhala, yakni :

🏹 Mereka juga mengundi nasib dengan menggunakan anak panah yang tidak ada bulunya. Anak panah yang digunakan untuk memberi nasib tersebut diberi 3 Tanda. Anak panah pertama diberi tanda “YA” panah kedua diberi tanda “TIDAK” panah ke tiga tidak diberi tanda apa apa.

Mereka mengundi nasib untuk memastikan pelaksanaan suatu keinginan atau Rencana seperti berpergian atau lain-lainnya dengan menggunakan anak panah itu. Jika yang keluar panah bertanda “YA” mereka melaksanakannya dan jika yang keluar panah bertanda “TIDAK” mereka menangguhkan nya hingga tahun depan dan berbuat hal serupa sekali lagi. Bila yang keluar anak panah yang tidak diberi tanda mereka mengulanginya lagi.

Selain tiga anak panah bertanda seperti itu ada jenis lain lagi yang diberi tanda air dan tebusan. Ada juga anak panah Bertanda “Dari golongan kalian” atau “Bukan dari golongan kalian” atau “Anak angkat” jika mereka memperkarakan nasab seseorang mereka membawa orang itu ke hadapanku Hubal, sambil membawa 100 hewan qurban dan diserahkan kepada pengundi anak panah. Jika yang keluar tanda “Dari golongan kalian” maka orang tersebut merupakan golongan mereka dan jika yang keluar tanda “Bukan dari golongan kalian” maka orang tersebut hanya sebagai rekan persekutuan dan jika yang keluar tanda “Anak angkat” maka orang tersebut Tak ubahnya anak angkat bukan termasuk dari golongan mereka dan juga tidak bisa didudukan sebagai rekan persekutuan.

Perjudian dan Undian tidak berbeda jauh dengan hal tersebut.

🔮Mereka juga percaya kepada perkataan Peramal, orang pintar, ahli Nujum.

Peramal adalah orang yang mengabarkan sesuatu yang bakal terjadi di kemudian hari. Ia mengaku bisa mengetahui rahasia gaib pada masa mendatang. Diantara peramal ini ada yang mengaku memiliki pengikut dari golongan jin yang memberinya suatu pengabaran. Di antara mereka mengaku bisa mengetahui hal-hal gaib lewat suatu pemahaman yang dimilikinya. Diantara mereka mengaku bisa mengetahui berbagai masalah lewat isyarat atau sebab yang memberinya petunjuk dari perkataan, perbuatan atau keadaan orang yang Bertanya kepadanya. Orang semacam ini disebut paranormal atau orang pintar. Ada pula yang mengaku bisa mengetahui orang yang kecurian dan tempat di mana dia kecurian serta orang tersesat dan lain lain.

💫 Selain peramal ada ahli Nujum yaitu orang yang memperhatikan keadaan bintang dan planet lalu dia menghitung perjalanan dan waktu peredarannya agar dengan begitu dia bisa mengetahui berbagai keadaan di dunia dan peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi pada masa mendatang. Pembenaran terhadap pengabaran ahli Nujum pada hakekatnya merupakan keyakinan terhadap bintang bintang. Sedangkan keyakinan mereka terhadap bintang-bintang merupakan keyakinan terhadap hujan. Maka mereka berkata _”hujan yang turun kepada kami berdasarkan bintang ini dan bintang itu”_.

Di kalangan mereka juga ada tradisi _Thiyarah_ yakni pesimis terhadap sesuatu. Pada mulanya mereka mendatangkan seekor burung atau biri-biri lalu melepaskannya. jika burung atau biri-biri itu pergi ke arah kanan mereka jadi berpergian ke tempat yang hendak dituju dan hal itu dianggap sebagai pertanda baik. Jika burung atau biri-biri tersebut berjalan ke kiri mereka mengurungkan niatnya untuk bepergian dan menganggapnya sebagai tanda kesialan. Mereka juga meramal di tengah perjalanan bila bertemu burung atau hewan tertentu.

🔖Tidak berbeda jauh dengan hal tersebut adalah kebiasaan mereka menggantungkan ruas tulang kelinci. Mereka juga meramal kesialan dengan sebagian hari, bulan, hewan atau wanita. Mereka percaya bahwa bila ada orang mati terbunuh, jiwanya  tidak tentram bila dendamnya tidak dibalaskan. Ruhnya bisa menjadi burung hantu yang berterbangan di padang pasir Seraya berkata _”Berilah aku minum, Berilah aku minum”_ jika dendamnya sudah dibalaskan maka ruhnya menjadi tentram.

Sekalipun masyarakat Arab seperti itu sisa-sisa agama Ibrahim tetap ada di kalangan mereka dan mereka sama sekali tidak meninggalkan nya. Seperti pengagungan terhadap Ka’bah, tawaf, haji, umroh wukuf di Arafah dan muzdalifa. Meskipun ada hal-hal baru dalam pelaksanaannya.

Wallahu alam bi sawwab

🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

ASHBABUN NUZUL QS AL ZALZALAH

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 20 Rabbiul Awwal 1439 / 09 Desember 2017

📕 Al – Qur’an

📝 Bu Ida Faridah

📖 *ASHBABUN NUZUL QS AL ZALZALAH*
==========☆☆☆==========
💎⚖💎⚖💎⚖💎⚖💎

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar mujahid muda? Semoga adik-adik semuanya masih dalam naungan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aamiin.

Adik-adik yang di rahmati Allah, kali ini kita akan membahas tentang Asbabun Nuzul surat Az-Zalzalah ayat 7 dan 8 yang menjelaskan Goncangan, langsung aja kita bahas ya

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

_”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”_ (QS. Az-Zalzalah : 7)

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

_”Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”_ (QS. Az-Zalzalah : 8)

Adik-adik yang dirahmati Allah, dalam sebuah riwayat dikemukakan ketika turun ayat ini kaum muslimin menganggap bahwa orang yang bersedekah sedikit tidak akan memperoleh pahala; orang yang berbuat dosa kecil, seperti sombong, mengumpat, mencuri penglihatan dan sebangsanya tidak tercel; serta menganggap bahwa ancaman Neraka dari Allah hanyalah disediakan bagi orang-orang yang berbuat dosa besar. Maka turunlah ayat ini (QS. Az-Zalzalah : 7-8) sebagai bantahan terhadap anggapan mereka itu.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair)

Demikian adik-adik pembahasan kali ini, apapun yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Allah

Wallahu A’lam

💎⚖💎⚖💎⚖💎⚖💎

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH – Lanjutan (8)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 22 Rabiul Awwal 1439 / 11 Desember 2017

📕 AQIDAH

📝 Usdzh. Prima Eyza

📖 MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH
– Lanjutan (8) –
==========☆☆☆==========
🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹

Assalaamu’ alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik para pemuda Islam kebanggaan umat ?
Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat yang membara dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..

Pembahasan kita pekan lalu sudah selesai membicarakan Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah pada makna yang ketujuh yakni لَا مَحْبُوْبَ إِلَّا الله   (Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang kedelapan.

Makna yang kedelapan dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

لَا مَرْهُوْبَ إِلَّا الله

(Tidak ada Yang Ditakuti kecuali Allah)

✨ Tidak ada Yang Ditakuti kecuali Allah

Menurut syariat, hanya Allah SWT saja yang berhak ditakuti. Orang-orang yang beriman hanya takut kepada Allah SWT dan mereka tidak takut kepada selain Allah SWT; takut terhadap kemarahan-Nya, takut terhadap siksa-Nya, dan takut terhadap hal-hal yang akan membawa kepada murka dan azab-Nya.
Rasa takut ini bukan membuat diri kita lari, melainkan rasa takut yang akan membuat kita selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Hanya Allah SWT saja yang layak ditakuti dengan mendekatkan diri kepadaNya.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

_”Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepadaKu, niscaya Aku penuhi janjiKu kepadamu; dan hanya kepada-Ku lah kamu harus takut (tunduk).”_
(QS. Al Baqarah [2]:40)

Demikian pula Allah SWT berfirman,

أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

_”Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janji) nya, padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allahlah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”_
(QS. at Taubah [9]:13)

Juga firman-Nya,

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

_”(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah­-risalah Allah, mereka takut kepadaNya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan.”_
(QS. Al Ahzab [33]:39)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُون

_”Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”_
(QS. Al Mu`minuun [40]:60)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan disini adalah mereka yang memberikan sesuatu dengan rasa takut dan malu bila amalannya tidak diterima Allah SWT.

Hal seperti ini termasuk ke dalam Bab *”Bersikap Hati-hati dan Merasa Takut kepada Allah.”*
Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَل، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَائِشَةَ؛ أَنَّهَا قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، {وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ} ، هُوَ الَّذِي يَسْرِقُ وَيَزْنِي وَيَشْرَبُ الْخَمْرَ، وَهُوَ يَخَافُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ؟ قَالَ: “لَا يَا بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ، يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُ الَّذِي يُصَلِّي وَيَصُومُ وَيَتَصَدَّقُ، وَهُوَ يَخَافُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ”.

Telah diceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam, telah diceritakan kepada kami Malik ibnu Magul, telah diceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Sa’id ibnu Wahb, dari Aisyah ra yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya, _”Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan “orang-orang yang mengerjakan perbuatan mereka, sedangkan hati mereka takut? Apakah itu adalah orang yang mencuri, berzina, dan minum khamr dalam keadaan takut kepada Allah?”_  Rasulullah saw menjawab: _”Tidak, hai anak perempuan As-Siddiq. Tetapi dia adalah orang yang shalat, puasa, dan bersedekah, sedangkan ia takut kepada Allah SWT”._

☝🏻 Orang-orang Beriman Takut kepada Allah SWT Hingga Menangis

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩

_”Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”_
(QS. Al Israa` [17] : 109)

Demikian pula Rasulullah saw bersabda :

لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ تَعَالَى حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ…”.

_“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu kembali ke tempatnya”._
(HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Juga sabda Rasulullah saw,

لَيْسَ شِيْئٌ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ قَطْرَيْنِ وَأَثَرَيْنِ : قَطْرَةُ دُمُوعٍ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهْتَرَقُ فِي سَبِيْلِ اللهِ. فَأَمَّا اْلأَثَرَيْنِ فَأَثَرٌ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيْضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللهِ.

_“Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Dua tetesan itu adalah air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang tertumpah di jalan Allah. Sedangkan dua bekas itu adalah bekas-bekas fii sabilillah dan bekas-bekas melakukan suatu kewajiban di antara kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.”_
(HR Tirmidzi)

Seorang ulama tabi’in, Hasan al Bashri pernah ditanya, _“Wahai Abu Sa’id, apa yang harus kami lakukan? Kami berteman dengan orang-orang yang selalu menakut-nakuti kami (tentang Allah. -penj) sampai-sampai hati kami terbang melayang.”_
Maka Hasan al Basri menjawab, _“Demi Allah, sesungguhnya jika kamu bergaul dengan orang-orang yang selalu menakut-nakuti kamu sampai akhirnya kamu benar-benar merasakan keamanan (di akhirat. -penj) ; adalah lebih baik daripada berteman dengan orang-orang yang selalu membuatmu merasa aman sampai akhirnya justru menyeretmu ke dalam keadaan yang menakutkan.”_
(dalam “Aina Nahnu min Ha’ulaa’i”, hal.16)

Demikianlah, semoga kita menjadi orang-orang beriman yang amat besar rasa takutnya kepada Allah SWT sebab tidak ada yang layak ditakuti kecuali Allah Ta’ala.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung.

🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH – Lanjutan (7) –

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 29 Rabbiul Awwal 1439 / 18 Desember 2017

📕 AKHLAQ

📝 Ustdz. Prima Eyza

📖 MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH
– Lanjutan (7) –

📿💕📿💕📿💕📿💕📿

Assalaamu’ alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik para pemuda Islam kebanggan umat ?
Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat yang membara dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..

Pembahasan kita pekan lalu sudah selesai membicarakan Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah pada makna yang keenam yakni لَا آمِرَ َإِلَّا الله (Tidak ada Pembuat Yang Memerintah kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang ketujuh.

Makna yang ketujuh dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

لَا مَحْبُوْبَ إِلَّا الله

(Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah)

▪ Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah

Aqidah Laa Ilaaha illallaah (Tiada Tuhan/Ilah selain Allah) yang diucapkan harus dilandaskankan pada kecintaan kepada Allah SWT. Kenapa? Karena salah satu makna dari kata “ilah” itu adalah “al mahbub” (Yang dicintai).
Maka ketika kita mengucapkan “Laa Ilaaha illallaah” berati kita mengikrarkan dan bersumpah bahwa tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah SWT.
Kenapa harus dilandaskan kepada kecintaan? Sebab manusia tidak akan manut/taat jika tidak setia (loyal). Dan mereka tidak akan setia jika tidak cinta. Begitu pula kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Kita tidak akan taat kepada-Nya, jika kita tidak setia (loyal), dan kita tidak akan setia kepada-Nya jika kita tidak cinta kepada Allah SWT.
Jadi tuntutannya adalah: diawali dengan cinta kepada Allah SWT.
Cinta seperti apa yang dituntut untuk kita berikan kepada Allah SWT ?

▪  Cinta yang Dituntut  (مُقْتَضَيَاتُ الْحُبِّ)

Cinta yang dituntut untuk kita serahkan kepada Allah SWT adalah:
1. Cinta yang sempurna (كَمَالُ الحُبِّ).
2. Mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan RasulNya (مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ).
3. Membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah SWT dan RasulNya (بُغْضُ مَا أَبْغَضُهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ).

(1) Cinta yang sempurna (كَمَالُ الحُبِّ)

Allah SWT dan RasulNya haruslah lebih dicintai dari pada yang lain.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At Taubah (9) ayat 24,

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

_”Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”.  Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”_

→ Kita boleh mencintai anak, suami/istri, kerabat, harta, dan yang lainnya, tapi yang paling dicintai haruslah Allah SWT.

Demikian pula Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 165,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

_”Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”_

→ kecintaan seorang mukmin kepada Allah SWT haruslah teramat sangat cintanya, bukan cinta yang sama dengan cinta kepada selainNya.

Maka, cinta yang sempurna kepada Allah SWT harus memenuhi prinsip berikut:
1.Tidak boleh SAMA CINTAnya kepada selain Allah SWT dengan kepada Allah SWT (يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللهِ)
2.Tidak boleh LEBIH CINTA kepada selain Allah SWT (أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ)
3.Harus AMAT SANGAT CINTAnya kepada Allah SWT (أَشَدُّ حُبًّا لِلهِ)

Kenapa cinta tertinggi dan sempurna harus kita serahkan kepada Allah SWT?
1.Karena tabiat cinta itu menuntut pengorbanan.
Jika tidak sempurna kecintaan kita kepada Allah SWT, maka kita tidak akan siap berkorban demi membuktikan keimanan dan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
2.Sebab menuruti tuntutan anak, istri, dan lainnya tidak boleh bertentangan dengan kecintaan/ketaatan kepada Allah SWT.
Maka hendaklah sempurna kecintaan kita kepada Allah SWT, agar kecintaan kita kepada selain-Nya berada dibawah kecintaan kita kepada-Nya.

(2) Mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan Rasulnya (مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)

Yakni harus ada penyesuaian dalam masalah kecintaan. Haruslah kita mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT (juga RasulNya). Karena belum tentu yang kita cintai, juga dicintai Allah SWT dan RasulNya. Jadi, kitalah yang harus menyesuaikan diri terhadap apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan RasulNya.
Firman Allah Ta’ala,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

_”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”_
(QS. Al Baqarah [2] : 216)

Kalangan Ulama berkata:

مَحَبَّةُ مَحْبُوْبِ الْمَحْبُوْبِ مِنْ تَمَامِ مَحَبَّةِ الْمَحْبُوْبِ

_“Mencintai yang dicintai kekasih adalah tanda kesempurnaan cintanya kepada kekasih.”_

Dan Kekasih kita yang paling hakiki adalah Allah SWT.

(3) Membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah SWT dan Rasulnya (بُغْضُ مَا أَبْغَضُهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)

Contohnya, Allah SWT dan RasulNya membenci perbuatan keji (الْفَحْشَاءِ), kemungkaran (الْمُنْكَرِ) dan permusuhan الْبَغْيِ) ) , maka kita pun harus membencinya.
Firman Allah Ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

_”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”_
(QS. An Nahl [16] : 90)

Sungguh akan membuat tersinggung, apabila yang kita cintai membenci sesuatu tapi kita malah menyukainya. Begitu pula kepada Allah SWT. Ketika kita mengaku mencintai Allah SWT, maka janganlah kita menyukai apa-apa yang dibenci-Nya, serta sebaliknya, janganlah membenci apa-apa yang dicintai-Nya.

▪ Mencintai Allah SWT Butuh Pembuktian

Diantara bukti kecintaan kita kepada Allah SWT yang disebutkan di dalam Al Qur`an yakni :

-Mengikuti Rasul saw (إِتِّبَاعُ الرَّسُوْلِ)

Allah berfirman dalam QS. Ali ‘Imran (3) ayat 31,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

_”Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_

-Berjihad/berjuang di jalan Allah (الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ)

Allah berfirman dalam QS. Al Hujurat (49) ayat 15,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

_”Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”_

→ bukti iman yang kokoh adalah berjihad/berjuang menegakkan/membela agama Allah SWT.
→ Jika benar beriman kepada Allah SWT, maka harus berani menanggung resiko untuk menunaikan semua ketatatan kepada Allah Ta’ala.

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al Quran yang berbicara tentang pembuktian kecintaan kepada Allah SWT ini.

Berkata para Ulama:

مَحَبَّةُ الْمَحْبُوْبِ لاَ تُنَالُ إِلا بِاحْتَمَالِ الْمَكْرُوْهَةِ

_”Mencintai kekasih tidak akan tercapai kecuali dengan menanggung segala resiko.”_

Demikianlah jika kita benar mencintai Allah SWT. Maka tentu kita akan siap menanggung segala resiko/konsekuensi dari keimanan tersebut, yakni menyempurnakan ketaatan dan ketundukan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Nabi saw bersabda tentang orang yang mencintai Allah SWT, ia akan merasakan manisnya iman:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ يُحِبُّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَمَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ كَانَ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ

_”Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu orang yang mencintai orang lain hanya karena Allah, ia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, dan ia tidak suka kembali kepada kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.”_
(Shahih Muslim No.60)

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang disebutkan Nabi saw dalam hadits diatas. Aamiiin…

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung.

📿💕📿💕📿💕📿💕📿

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Adab Naik Kendaraan Darat

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Selasa, 23 Rabbiul Awwal 1439 / 12 Desember 2017

📕 IBADAH

📝 Novria Flaherti

📖 Adab Naik Kendaraan Darat
==========☆☆☆==========
🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔

Assalamu’alaikum para pejuang muda, ada yang hobby Traveling? Kendaraan apa yg paling sering digunakan?

Tapi gausah jauh-jauh ngomongin traveling karena….

Sehari-hari kita selalu naik kendaraan darat, ke sekolah, ke toko buku ataupun ke tempat les. Kendaraan yang kita naiki berupa motor, mobil ataupun bis.

Nah, naik kendaraan juga ada adabnya, yaitu:

1⃣ Mendahulukan kaki kanan sambil membaca basmalah dan mendahulukan kaki kiri pada saat turun kendaraan.

2⃣ Duduklah di tempat yang telah disediakan.

3⃣ Jangan meludah di dalam kendaraan, dan mengeluarkan anggota badan dari jendela.

4⃣ Berdoalah agar diberi keselamatan saat perjalanan dan ucapkanlah Alhamdulillah ketika sampai tujuan.

5⃣ Ucapkanlah takbir ketika mendaki dan tasbih ketika menurun (Diriwayatkan dari Jabir RA, ia berkata: _‘’Apabila melewati jalan mendaki, kami bertakbir dan apabila melewati jalan menurun, kami bertasbih.’’_ (HR Bukhari)).

Doa naik kendaraan.

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

SUBHAANAL LADZII SAKHHORO LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUNGQOLIBUUNA.

Artinya:

Maha suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak kuasa mengendalikannya, dan kepada Allah kami kembali.

Wallahu alam bii sawwab

🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c