Batalkah Wudhu Jika Suami Istri Saling Bersentuhan???

๐ŸŽ€USTADZAH MENJAWAB๐ŸŽ€
โœUstadzah kingkin menjawab

๐Ÿ“†Rabu, 27 April 2016 M
                20 Rajab 1437 H
๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐ŸŒป๐ŸŒน๐Ÿ€๐ŸŒพ๐ŸŒบ

Assalamu’alaikum.ustadz/ah
Apakah batal wudhu seorang istri klw disentuh oleh suaminy??
(Maksudny tangannya bersentuhan waktu berpapasan).
Jazakumullah…

JAWABAN:

Pendapat pertama, wudhu itu batal baik sentuhan tersebut diiringi dengan syahwat ataukah tidak.

Ibnu Katsir mengatakan, โ€œPendapat yang mengatakan wajibnya berwudhu karena sekedar menyentuh perempuan adalah pendapat Syafii dan para ulama mazhab Syafii, Malik dan pendapat yang terkenal dari Ahmad bin Hanbalโ€ (Tafsir al Qurโ€™an al Azhim 1/669, terbitan Dar Salam).

Pendapat ini juga didukung oleh Ibnu Hazm. Ibnu Masโ€™ud dan Ibnu Umar juga berpendapat dengan pendapat ini.

Pendapat kedua, bersentuhan dengan perempuan tidaklah membatalkan wudhu sama sekali. Inilah pendapat Abu Hanifah, Muhammad bin Hasan asy Syaibani dan sebelumnya merupakan pendapat Ibnu Abbas, Thawus, al Hasan al Bashri dan Athaโ€™. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa menyentuh perempuan itu membatalkan wudhu jika diiringi syahwat dan tidak membatalkan wudhu jika tanpa syahwat.

Pendapat yang paling kuat adalah pendapat keduamengingat dalil-dalil sebagai berikut.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ููŽู‚ูŽุฏู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููุฑูŽุงุดู ููŽุงู„ู’ุชูŽู…ูŽุณู’ุชูู‡ู ููŽูˆูŽู‚ูŽุนูŽุชู’ ูŠูŽุฏูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุทู’ู†ู ู‚ูŽุฏูŽู…ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ูˆูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽู†ู’ุตููˆุจูŽุชูŽุงู†ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ยซ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุฑูุถูŽุงูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽุฎูŽุทููƒูŽ ูˆูŽุจูู…ูุนูŽุงููŽุงุชููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู‚ููˆุจูŽุชููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ู„ุงูŽ ุฃูุญู’ุตูู‰ ุซูŽู†ูŽุงุกู‹ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุซู’ู†ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ยป.

Dari Abu Hurairah, dari Aisyah, aku kehilangan Rasulullah pada suatu malam dari tempat tidurku lalu kucari-cari. Akhirnya tanganku memegang bagian dalam telapak kaki Nabi. Ketika itu Nabi di masjid dan kedua telapak kakinya dalam posisi tegak. Saat itu Nabi sedang mengucapkan doa, โ€˜Ya Allah, aku berlindung dengan ridhaMu dari murkaMu dan dengan maafMu dari hukumanMu. Aku berlindung dengan diriMu dari siksaMu. Aku tidak mampu memujimu sebagaimana pujianMu untuk diriMu sendiriโ€™ (HR Muslim no 222).

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽู†ูŽุงู…ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽู‰ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูˆูŽุฑูุฌู’ู„ุงูŽู‰ูŽ ููู‰ ู‚ูุจู’ู„ูŽุชูู‡ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ุบูŽู…ูŽุฒูŽู†ูู‰ ููŽู‚ูŽุจูŽุถู’ุชู ุฑูุฌู’ู„ูŽู‰ู‘ูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ูŽ ุจูŽุณูŽุทู’ุชูู‡ูู…ูŽุง โ€“ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ โ€“ ูˆูŽุงู„ู’ุจููŠููˆุชู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุตูŽุงุจููŠุญู.

Dari Aisyah, Aku tidur melintang di hadapan Rasulullah yang sedang shalat. Kedua kakiku terletak di arah kiblat. Jika beliau hendak bersujud beliau sentuh kakiku sehingga kutarik kedua kakiku. Jika beliau bangkit berdiri kembali kuluruskan kakiku. Aisyah bercerita bahwa pada waktu itu tidak ada lampu di rumah (HR Bukhari no 375 dan Muslim no 272).

Kedua hadits di atas menunjukan bahwa sentuhan antara laki-laki dan perempuan tidaklah membatalkan wudhu. Seandainya wudhu batal tentu shalat yang Nabi lakukan juga batal.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูู‚ูŽุจู‘ูู„ู ุจูŽุนู’ุถูŽ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃู

Dari Aisyah, sesungguhnya Nabi itu sering mencium salah seorang istri kemudian beliau langsung shalat tanpa mengulang wudhu (HR Nasai no 170 dan dinilai shahih oleh al Albani).

Hadits ini menunjukkan bahwa sentuhan bersyahwat itu tidak membatalka n wudhu. Sebagaimana kita ketahui bahwa mencium istri itu identik dengan syahwat.
Wallohu a’lam bis showwab

๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒพ๐Ÿ€๐ŸŒน๐ŸŒป๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐ŸŒบ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Sebarkan! Raih pahala…

Cara Menanggulangi Sifat Pendiam

๐ŸŽ€USTADZAH MENJAWAB๐ŸŽ€
โœ Ustadzah kingkin menjawab

๐Ÿ“†Rabu, 27 April 2016 M
                20 Rajab 1437 H
๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐ŸŒป๐ŸŒพ๐Ÿ๐Ÿ€๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Assalamu’alaikum.
Ustadz/ah. Bagaimana cara menanggulangi sifat pendiem, susah bergaul kaku, dan hidup kurang senang bersosialisasi, padahal sosialisasi yg baik itu ialah pahala. Mohon jawabannya.jazakillah
A2โƒฃ7โƒฃ

JAWABAN:

Sifat pendiam atau kaku bisa timbul karna kurangnya rasa percaya diri, atau malu. Memang agak sulit dirubah kecuali ada keinginan yang kuat, berpikir positif bahwa berbicara itu baik asalkan ada niat baik dan punya pilihan kata kata yang baik, meyakini bahwa kita bisa menjadi orang yang fleksibel, dan berani mencoba untuk berbicara. Bicaralah dari hal hal mudah seperti tentang cuaca, atau makanan yang sedang disantap, memuji kelebihan pakaian yang dikenakan lawan bicara, dan sebagainya.
Wallohu a’lam bis showwab

๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐ŸŒป๐ŸŒน๐Ÿ€๐ŸŒพ๐Ÿ๐ŸŒบ

Dipersembahkan oleh:
www.imanislam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih pahala…

Masih Hidupkah Nabi Isa,As ???

๐ŸŽ€ USTADZAH MENJAWAB ๐ŸŽ€
โœUstadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Ag

๐Ÿ“†Rabu, 27 April 2016 M
                20 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿƒ๐ŸŒป ๐ŸŒท๐ŸŒน

Mbak, yang tentang cerita Nabi Isa diangkat itu Nabi Isa sekarang sudah wafat atau masih belum? Saya agak bingung tentang cerita itu mbak.
๐Ÿ…ฐ3โƒฃ3โƒฃ

JAWABAN:

Simak An-Nisaa 157-158. Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa Nabi Isa tidaklah meninggal tidak juga disalib (157) Akan tetapi Allah mengangkatnya ke sisiNya (158).
Tentang turunnya nabi Isa dijelaskan dalam hadits2 sohih ttg datangnya hari kiamat.

Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma.Beliau mengatakan,
โ€œKetika Allah ingin mengangkat Isa -โ€˜alaihis salamโ€“ ke langit, beliau pun keluar menuju para sahabatnya dan ketika itu dalam rumah terdapat 12 orang sahabat al Hawariyyun. Beliau keluar menuju mereka dan kepala beliau terus meneteskan air. Lalu Isa mengatakan, โ€œSesungguhnya di antara kalian ada yang mengkufuriku sebanyak 12 kali setelah ia beriman padaku.โ€ Kemudian Isa berkata lagi, โ€œAda di antara kalian yang akan diserupakan denganku. Ia akan dibunuh karena kedudukanku. Dia pun akan menjadi teman dekatku.โ€ Kemudian di antara para sahabat beliau tadi yang masih muda berdiri, lantas Isa mengatakan, โ€œDuduklah engkau.โ€ Kemudian Isa kembali lagi pada mereka, pemuda tadi pun berdiri kembali. Isa pun mengatakan, โ€œDuduklah engkau.โ€ Kemudian Isa datang lagi ketiga kalinya dan pemuda tadi masih tetap berdiri dan ia mengatakan, โ€œAku, wahai Isa.โ€ โ€œBetulkah engkau yang ingin diserupakan denganku?โ€ ujar Nabi Isa. Kemudian pemuda tadi diserupakan dengan Nabi Isa. Isa pun diangkat melalui lobang tembok di rumah tersebut menuju langit. Kemudian datanglah rombongan orang Yahudi. Kemudian mereka membawa pemuda yang diserupakan dengan Nabi Isa tadi. Mereka membunuhnya dan mensalibnya. Sebagian mereka pun mengkufuri Isa sebanyak 12 kali setelah sebelumnya mereka beriman padanya. Mereka pun terpecah menjadi tiga golongan. Kelompok pertama mengatakan, โ€œAllah berada di tengah-tengah kita sesuai kehendak-Nya kemudian Dia naik ke langit.โ€ Mereka inilah Yaโ€™qubiyah. Kelompok kedua mengatakan, โ€œDi tengah-tengah kita ada anak Allah sesuai kehendak-Nya kemudian ia naik ke langit.โ€ Mereka inilah Nasthuriyah. Kelompok ketiga mengatakan, โ€œDi tengah-tengah kita ada hamba Allah dan Rasul-Nya sesuai kehendak-Nya kemudian ia naik ke langit.โ€ Merekalah kaum muslimin.

Kelompok pertama dan kedua yang kafir akan mengalahkan kelompok ketiga yang muslim. Kelompok yang muslim itu pun sirna, sampai Allah mengutus Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.โ€ (HR An-Nasa’i)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿƒ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Masa Iddah

๐ŸŒŽUstadzah. Menjawab
โœUstadzah  Drs Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน.
๐Ÿ“Œ Assalamualaikum ustadzah
Bagaimana ketentuan masa idah seorang istri setelah suaminya meninggal?
Terimakasih, member๐Ÿ…ฐ1โƒฃ0โƒฃ

๐Ÿ€Jawaban nya
Wa’alaikum salam wa Rahmatullahu wa Barakatuh
๐ŸŒท Iddah adalah masa dimana wanita yang baru saja berpisah dengan suaminya tidak boleh untuk menikah dan tidak boleh melakukan hal-hal yang menjadi wasilah kepada pernikahan.

Adapun bagi wanita yang berpisah dari suaminya karena kematian maka:

1. dalam keadaan hamil  maka iddahnya adalah sampai dia melahirkan kandungannya, walaupun itu hanya beberapa hari setelah kematian suaminya. Allah Taโ€™ala berfirman yang artinya, โ€œDan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.โ€ (QS. Ath-Thalaq: 4)

Diperjelas dalam hadits Al-Miswar bin Makhramah radhiallahu anhu dia berkata:
ุฃูŽู†ูŽู‘ ุณูุจูŽูŠู’ุนูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ููŠูŽู‘ุฉูŽ ู†ูููุณูŽุชู’ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ูˆูŽููŽุงุฉู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุจูู„ูŽูŠูŽุงู„ู ููŽุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽุชู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ูƒูุญูŽ ููŽุฃูŽุฐูู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ููŽู†ูŽูƒูŽุญูŽุชู’
โ€œSubaiโ€™ah Al Aslamiyyah melahirkan beberapa hari setelah suaminya wafat, lalu ia pun menemui Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam dan meminta izin untuk menikah. Maka beliau pun mengizinkannya.โ€ (HR. Al-Bukhari)

2. Tidak dalam keadaan hamil, maka iddahnya adalah selama 4 bulan 10 hari, jadi bukan hanya 4 bulan saja.

Berdasarkan firman Allah Taโ€™ala yang artinya, โ€œOrang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (berโ€™iddah) empat bulan sepuluh hari.โ€ (QS. Al-Baqarah: 234)

Dan juga hadits Ummu Athiyah radhiallahu anha dia berkata:
ูƒูู†ูŽู‘ุง ู†ูู†ู’ู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ู†ูุญูุฏูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽูŠูู‘ุชู ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆู’ุฌู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูุฑููˆูŽุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽูƒู’ุชูŽุญูู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุชูŽุทูŽูŠูŽู‘ุจูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽู„ู’ุจูŽุณูŽ ุซูŽูˆู’ุจู‹ุง ู…ูŽุตู’ุจููˆุบู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุซูŽูˆู’ุจูŽุนูŽุตู’ุจู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูุฎูู‘ุตูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุทูู‘ู‡ู’ุฑู ุฅูุฐูŽุง ุงุบู’ุชูŽุณูŽู„ูŽุชู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุญููŠุถูู‡ูŽุงูููŠ ู†ูุจู’ุฐูŽุฉู ู…ูู†ู’ ูƒูุณู’ุชู ุฃูŽุธู’ููŽุงุฑู ูˆูŽูƒูู†ูŽู‘ุง ู†ูู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุงุชูู‘ุจูŽุงุนู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฆูุฒู
โ€œKami dilarang berkabung atas kematian di atas tiga hari kecuali atas kematian suami, yaitu selama empat bulan sepuluh hari. Selama masa itu dia tidak boleh bercelak, tidak boleh memakai wewangian, tidak boleh memakai pakaian yang berwarna kecuali pakaian ashab. Dan kami diberi keringanan bila hendak mandi seusai haid untuk menggunakan sebatang kayu wangi. Dan kami juga dilarang mengantar jenazah.โ€ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala

Phone Sex???

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab๐Ÿ‘ณ
โœUst. DR. H. Saiful Bahri M.A

๐Ÿ“†Kamis, 21 April 2016 M
                  13 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Assalamu’alaikum wr.wb….
 Ustadz…..Teman saya sudah menikah setahun yg lalu, tp tinggal terpisah dengan alasan pekerjaan.
Afwan ustadz , istilah phone seks itu bisa terjadi. Phone seks itu apakah pelakunya harus mandi janabah ustadz?
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐Ÿ’กJawaban๐Ÿ’ก

Wa ‘alaikumsalam Wr. Wb….
Jika keluar air mani maka harus mandi junub. Jika tidak maka tidak wajib mandi. Tapi perlu dicek -maaf- pakaian dalamnya. Jika ada lendirnya maka itu namanya madhi dan najis hukumnya.
Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒป๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿƒ

Dipersemabahkan Oleh :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan ! Raih pahala..

Ilmu Yang Bermanfaat

๐Ÿ‘‘Ustadzah Menjawab
โœUstadzah Dra. Indra Asih

๐Ÿ“†Kamis, 21 April 2016 M
                  13 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Assalamu’alaikum wr.wb

Ustadzah…..Apakah amalan seorang guru ngaji masih mengalir pd sang guru itu (karena ilmu yg dia ajarkan masih di amalkan sama murid2 nya sampai saat ini)tetapi sekarang sang guru itu sudah tdk serajin dulu dlm beribadah.
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐Ÿ’–Jawaban๐Ÿ’–

Wa’alaikumsalam Wr.Wb

In shaa Allah pahala akan terus mengalir pada beliau selama msh ada yg terus mengamalkan ajarannya…bahkan walau beliau sudah wafat… sesuai hadits berikut:

Dari Abu Masโ€™ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

โ€œBarangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.โ€ (HR. Muslim).

Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia.

Termasuk dalam memberikan kebaikan di sini adalah dengan memberikan wejangan, nasehat, menulis buku tentang ilmu yang bermanfaat.

Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ูˆูุฒู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ

โ€œBarangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.โ€ (HR. Muslim)

Bentuk pengajaran ilmu yang bisa diberikan ada dua macam:

Dengan lisan seperti mengajarkan, memberi nasehat dan memberikan fatwa.

Dengan perbuatan atau tingkah laku yaitu dengan menjadi qudwah hasanah, memberi contoh kebaikan.
Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Dipersembahkan Oleh :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan ! Raih pahala..

Bagaimana Berpakaian Bagi Wanita Bekerja?

๐ŸŒUstadzah. Menjawab
โœUstadzah Nurdiana


๐Ÿ“†Rabu, 20 April 2016 M
                12 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ
                                                                   Assalamu’alaikum…

๐ŸŒธ  Pertanyaan nya Kalau misal kita ada tuntutan kerja yg harus turun lgsg ke lapangan gmn mbk?
Misalnya ngecek proyek lapangan, kita ngontrol kegiatan sdm lapangannya dlm pembangunan proyek

Kalau pake rok , kok saya agak susah ya mbak dgn kerjaan begitu, ๐Ÿ…ฐ3โƒฃ3โƒฃ.                                  
๐ŸŒดJawaban nya.              
 Wa’alaikumussalam wr wb,                                      
 ๐ŸŒธUkhty fillah sesungguhnya perempuan di dalam islam tidak di wajibkan bekerja, kalaupun akhirnya bekerja itu sifatnya pilihan dan diantara sekian banyak pekerjaan. Alhamdulillah anti mendapat pekerjaan seperti yang sedang anti geluti, pertama apapun keadaannya kita harus bersyukur diantara banyak orang yang tidak atau belum punya pekerjaan, hal yang harus anti tanamkan dalam hati adalah semua aturan berpakaian dalam Islam punya tujuan melindungi dan syi’ar. Sulit atau tidak itu sangat tergantung mind set berfikir kita, sahabiyat saja dulu banyak yang ikut jihad ke medan perang, berkuda, atau naik onta, mereka bisa, bayangkan  !  Asma binti Abu Bakar wanita hamil 8 bulan bawa logistik untuk Rasul dan ayahnya Abu bakar di gua thsur,

๐ŸŒธ iya memang kita buka mereka dan belum sesholihah sahabiyat tapi mereka adalah inspirasi kita, kita dengan segala permasalahannya akan menjadi ringan bila mengingat perjuangan sahabiyat.

๐ŸŒธUkhty sholihah anti yang tahu medan kerja anti, bagaimana di lapangan anti memodif baju kerja yang tidak melanggar syariat. Islam itu mudah tapi tidak untuk di mudah-mudahkan.

๐ŸŒธSebagai penutup ada kisah nyata: seorang ukhty yang bekerja di lapangan bagian mengetes kualitas air di pertambakan, di awal dia bekerja bos nya selalu bertanya “apakah dengan pakaian seperti ini tidak panas”?  Ukhty menjawab  namanya kerja dilapangan, normalnya panaslah tapi Alhamdulillah dengan pakaian seperti ini kulit saya terlindungi dari sengatan matahari, dari waktu ke waktu banyak teman kantornya terutama yang laki-laki bertanya-tanya tentang Islam, sampai akhirnya di kantornya terbentuk MT kantor. Jadi jangan jadikan busana atau pakaian kerja kita sebagai beban, modif sesuai kebutuhan dan tidak melanggar syariat yang lebih penting dari itu, bagaimana kita bisa tetap menjaga akhlaq sebagai muslimah.
Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Bisakah Anak Mengumrohkan Orang Tua yang Sudah Meninggal?

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab
โœUst. Farid Nu’man Hasan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Assalamu’alaikum ustadz/ah…mau tanya ttg umroh ,apa bisa anak mengumrohkan orang tua yg meninggal?
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐ŸŒด๐ŸŒฟJawaban๐ŸŒด๐ŸŒฟ

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Sebagian ulama mengatakan umrah adalah haji juga yaitu haji kecil, seperti yang dikatakan ‘Atha, Asy Sya’biy, Mujahid, Abdullah bin Syadaad, dan Az Zuhri. (Tafsir Ath Thabari, 14/129-130)

Sehingga masalah badal umrah ini sama halnya dengan badal haji, karena kemiripannya.

Secara khusus, ada hadits yang memang menyebutkan badal umrah:
Dari Abu Razin Al ‘Uqailiy, dia mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu bertanya:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุฃุจูŠ ุดูŠุฎ ูƒุจูŠุฑ ู„ุง ูŠุณุชุทูŠุน ุงู„ุญุฌ ูˆ ู„ุง ุงู„ุนู…ุฑุฉ ูˆ ู„ุง ุงู„ุธุนู† : ู‚ุงู„ ( ุญุฌ ุนู† ุฃุจูŠูƒ ูˆุงุนุชู…ุฑ )

Wahai Rasulullah, ayahku sudah sangat tua, tidak mampu haji, umrah, dan perjalanan.
Beliau bersabda:
      “Haji dan umrahlah    untuk.”
(HR. Ibnu Majah No. 2906, At Tirmidzi No. 930, An Nasa’i No.  2637, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 8895, dll. Imam At Tirmidzi mengatakan:  hasan shahih. Dishahihkan pula oleh Imam Al Hakim, dalam Al Mustadrak, 1/481, dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi. Dishahihkan pula oleh Syaikh Al Albani, Syaikh Syu’aib Al Arna’uth, dll)

Namun pembolehannya ini terikat syarat, yaitu:

1. Yang dibadalkan memang sudah wafat, atau fisik tidak memungkinkan, bukan karena menghindari antrean haji.

2. Yang membadalkan sudah haji atau umrah juga, inilah pendapat mayoritas ulama.

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

ุดุฑุท ุงู„ุญุฌ ุนู† ุงู„ุบูŠุฑ ูŠุดุชุฑุท ููŠู…ู† ูŠุญุฌ ุนู† ุบูŠุฑู‡ุŒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู‚ุฏ ุณุจู‚ ู„ู‡ ุงู„ุญุฌ ุนู† ู†ูุณู‡.

“Disyaratkan bagi orang yang menghajikan orang lain, bahwa dia harus sudah haji untuk dirinya dulu.โ€ (Ibid, 1/638)

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:
ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุณูŽู…ูุนูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽุจู‘ูŽูŠู’ูƒูŽ ุนูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎูŒ ู„ููŠ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุฑููŠุจูŒ ู„ููŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฌูŽุฌู’ุชูŽ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูุฌู‘ูŽ ุนูŽู† ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุญูุฌู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉูŽ

Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mendengar seorang laki-laki berkata: โ€œLabbaika dari Syubrumah.โ€ Rasulullah bertanya: :โ€Siapa Syubrumah?โ€ laki-laki itu menjawab: โ€œDia adalah saudara bagiku, atau teman dekat saya.โ€ Nabi bersabda: โ€œEngkau sudah berhaji?โ€ Laki-laki itu menjawab: โ€œBelum.โ€  Nabi bersabda: โ€œBerhajilah untuk dirimu dahulu kemudian berhajilah untuk Syubrumah.โ€  (HR. Abu Daud No. 1813, Imam Al Baihaqi mengatakan: isnadnya shahih. Lihat Al Muharar fil Hadits, No. 665)

Hadits ini menjadi pegangan mayoritas ulama, bahwa orang yang ingin mewakilkan haji orang lain, di harus sudah berhaji untuk dirinya dahulu.

Berkata Imam Abu Thayyib Rahimahullah:

ูˆูŽุธูŽุงู‡ูุฑ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญูุฌู‘ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู‡ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญูุฌู‘ ุนูŽู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู‡ ูˆูŽุณูŽูˆูŽุงุก ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุณู’ุชูŽุทููŠุนู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑ ู…ูุณู’ุชูŽุทููŠุน ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุขู„ู‡ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽูู’ุตูู„ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุณูŽู…ูุนูŽู‡ู ูŠูู„ูŽุจู‘ููŠ ุนูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉูŽ ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉ ุงู„ู’ุนูู…ููˆู… ุŒ ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ . ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุฑููŠู‘ : ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุฌู’ุฒูุฆู ุญูŽุฌู‘ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญูุฌู‘ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู‡ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽุถูŽูŠู‘ูŽู‚ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู .

Menurut zhahir hadits ini, tidak dibolehkan orang yang belum menunaikan haji untuk diri sendiri menghajikan untuk orang lain. Sama saja, apakah orang tersebut mampu atau tidak mampu, sebab Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tidak merinci keadaan laki-laki yang telah beliau dengar menjawab panggilan dari Syubrumah, sehingga hal itu menunjukkan keadaan yang umum, Inilah madzhab Asy Syafiโ€™i. Sementara Ats Tsauri berkata: โ€œBahwa boleh saj orang yang belum haji, dia menghajikan orang lain selama tidak menyulitkannya.โ€  (โ€˜Aun Maโ€™bud, 5/174
Demikian. Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Pahala…

Membaca Surat Pendek Tidak Sampai Akhir Dalam Shalat

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab
โœUst. DR. H. Saiful Bahri M.A

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dari korma 02

Pertanyaan :

๐ŸŒปAssalamualaikum Ustadz…saya mau nanya ttg membaca surat pendek dlm sholat misalnya surat ‘basa tdk sampai selesai?

๐Ÿ…ฐ0โƒฃ8โƒฃ

_ Jawaban :
Waalaikumusalam.wr.wb.
Tidak ada
keharusan membaca surat sampai selesai di dalam shalat. Kalau untuk surah2 pendek seperti adh-dhuha sebaiknya sampai selesai.
Surah al-Baqarah dan surah2 panjang lainnya bisa dipakai dalam banyak rakaat. Demikian halnya surah Abasa.
Wallahu a’lam.

๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒป๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿƒ

Dipersemabahkan Oleh :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan ! Raih pahala..

Haramkah Demokrasi?

๐Ÿ‘ณ๐ŸฝUstadz Menjawab
โœ’Ust. Farid Nu’man Hasan
==========================
๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Assalaam’alaikum wrwb.
Afwan di group sebelah ada yg posting tulisan/artikel dibawah ini ๐Ÿ‘‡
Pertanyaan saya, bagaimana pandangan ustadz/ustadzah Manis tentang hal tersebut, sebab notabene saat ini banyak organisasi islam yg berjuang menegakkan khilafah dengan sarana Demokrasi.

Berikut artikelnya ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡:

“Salut sama Ketua Umum MUI KH. Achef Noor Mubarak..
pikirannya jauh ke depan , bukan hanya mikirin halal haramnya suatu produk (madaniyah) tapi juga mikirin haram atau halalnya sebuah ideologi peradaban (Hadlarah) ๐Ÿ™‚ ^___^

Ketum MUI Tasikmalaya: Allah Melaknat Penegak Demokrasi.

Dalam bincang-bincangnya di aplikasi whatsapp grup MUI Tasikmalaya beberapa hari yang lalu, K.H. Achef Noor Mubarak (Ketua umum MUI Kota Tasikmalaya) menyampaikan haramnya demokrasi kepada anggota grup lain dalam dialog berbahasa arab.

Dalam dialog tersebut tampak K.H. Irvan Hilmi (Ponpes Bahrul Ulum Kota Awipari) bertanya tentang bagaimana sikap kita terhadap sistem politik dewasa ini.
Berikut kutipan dialog tersebut:

K.H. Achef (ketum MUI Kota Tasikmalaya) :
 ู„ุนู†ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู„ู…ู† ุทุจู‚ ุงู„ุฏูŠู…ู‚ุฑุงุทูŠุฉ ูˆู…ู† ุชุจุนู‡ ุจุนุฏ ุธู‡ูˆุฑ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ุงุณู„ุงู…ูŠุฉ ู„ุงู†ู‡ุง ุชู‡ุงุฌู… ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ูˆุชุธู„ู… ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุชุฎุงุฏุน ุงู„ุชุงุณ ุนุงู…ุฉ ูˆุชุธู‡ุฑ ุงู„ูุณุงุฏ ูู‰ ุงู„ุจุฑ ูˆุงู„ุจุญุฑ ูˆุชูˆุฑุซ ุงู„ูู‚ุฑ ูู‰ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุฎู„ูˆุฏ ูู‰ ุงู„ู†ุงุฑ ูˆุชุฏุนูˆ ุนุฐุงุจ ุงู„ู„ู‡

Allah melaknat siapapun yang menerapkan demokrasi juga mereka yang mengikutinya setelah datang syari’at Islam, karena demokrasi menyerang syari’ah dan pola hidup umat Islam, menipu manusia secara umum dan menimbulkan kerusakan di daratan dan di lautan, juga mewariskan kefaqiran di dunia dan keabadian di neraka serta menantang adzab Allah.

K.H. Irvan Hilmi (Ponpes Bahrul Ulum Awipari) :
 ูˆู…ุงุฐุง ู†ูุนู„ ุŸ ู‡ู„ ุงู„ุงุจุชุนุงุฏ ุนู† ุงู„ุณูŠุงุณุฉ ู‡ูˆ ุงู„ุญู„ ุŸ ุงุฐุง ูƒุงู†ุช ุงู„ุณูŠุงุณูŠุฉ ู‡ูŠ ุงู„ุณุจูŠู„ ุงู„ูˆุญูŠุฏ ู„ู„ูˆุตูˆู„ ุงู„ู‰ ุงู„ุณูŠุงุฏุฉ ู…ุงุฐุง ุจูˆุณุนู†ุง ุงู† ู†ุชุฎุฐ ุบูŠุฑ ุงู„ุณูŠุงุณุฉ ุงู„ุฑุงู‡ู†ุฉ ุจุฏูŠู„ุง ุŸ

Lalu apa yang kita lakukan? Apakah harus menjauhi politik? Jika politik adalah jalan satu-satunya menuju kedaulatan, apakah kita bisa mengambil politik selain politik seperti sekarang ini?

K.H. Achef :
 ุงู„ุณูŠุงุณุฉ ู„ูŠุณุช ุจุงู„ุฏูŠู…ูˆู‚ุฑุงุทูŠุฉ ูˆุญุฏู‡ุง ุงุฐู† ุงู„ู‰ ุงูŠ ู…ุงุฐุง ู†ุญู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ู†ุณุนูŠ ุจุงู„ูˆู‚ุงุฑ ูˆููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู‚ุฑุงุฑ ู…ุง ุฏู…ู†ุง ู†ุจุซุนุฏ ุนู† ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ุงุณู„ุงู…ูŠุฉ ุงู„ูƒุงูุฉ

Politik itu bukan satu-satunya dengan demokrasi. Jadi,kita ummat Islam akan berjalan dengan berwibawa dan dimasukkan ke dalam jannah selama kita tidak berpaling dari (perjuangan menerapkan) syari’at Islam secara kaaffah.

Demikian, mohon penjelasan ustadz/ustadzah.
Jazakumullaahu khairan. – A13-

==============================
๐ŸŒท Jawaban

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:

Itu adalah pendapat seseorang yang bisa diterima atau bisa ditolak. Semua tergantung sudut pandang terhadap demokrasi.

๐Ÿ“Œ Tidak ada yang mengingkari bahwa Demokrasi berasal dari luar Islam.

๐Ÿ“Œ Dahulu maknanya adalah pemerintahan rakyat (demos-kratos), di mana kedaulatan tertinggi di tangan rakyat. Jika seperti ini maka bertentangan dengan Islam, sebab kedaulatan tertinggi di tangan Allah Ta’ala.

๐Ÿ“ŒSaat ini, kata Syaikh Taufiq Yusuf Al Wa’iy, makna demokrasi telah menjadi lebih dari 300 makna. Masing-masing negara, masing-masing pemikir memiliki definisinya sendiri.

๐Ÿ“ŒIndonesia pun demokrasinya macam-macam, dengan makna yang juga tidak sama; demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, dan demokrasi pancasila.

๐Ÿ“ŒOleh karena itu, ketika definisi tidak ada yang baku dan disepakati, maka tidak bisa digebyah uyah keharamannya. Ketika sebuah air di gelas, tidak diketahui khamrkah, atau sirup, teh, .., maka tidak bisa langsung dihukumi haram. Definisi adalah pokok, sedangkan hukum darinya merupakan cabangnya. Cabang tidak akan muncul jika pokoknya belum ada. Oleh karena itu bara’atul ashliyah, kembali ke hukum awal.

๐Ÿ“Œ Jika demokrasi dilarang karena berasal dari negeri kafir, maka dia hanya sebuah alat perjuangan, bukan idiologi hidup, itu saja jangan sampai dilebihkan.

๐Ÿ“Œ Maka, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah menggunakan khandaq ketika perang Ahzab  yang merupakan peradaban Persia yang Majusi. Nabi pun pernah menggunakan stempel dalam surat da’wahnya ke raja-raja kafir, karena mengikuti mereka saat itu.

๐Ÿ“Œ Pembagian MADANIYAH dan HADHARAH adalah pembagian muhdats (baru), tidak ditemui dalam kitab-kitab para ulama. Jika dikatakan itu adalah ijtihad, maka yang lain pun juga berijtihad.

๐Ÿ“Œ Ulama bukan hanya Kiayi yang melaknat Demokrasi itu, dan itu tidak mewakili MUI mana pun kecuali dirinya sendiri dan yang semisal.  Justru MUI mengharamkan golput. Maka, ini merupakan menyempal dari MUI secara umum.

๐Ÿ“ŒUlama bukan hanya yang mengharamkan demokrasi,  ulama yang membolehkan memanfaatkan demokrasi pun juga banyak. Syaikh Al Qaradhawi, Syaikh Ahmad Raisuni, Syaikh Abdul Karim Zaidan, Syaikh Abdul Majid Az Zindani, Syaikh Ali Jum’ah, Syaikh Ahmad Thayyib, Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Salim Bahsanawi, Syaikh Khalid Muhammad Khalid,  dan lainnya, belum lagi para ulama sejak masa MASYUMI sampai saat ini. Tentunya mereka bukan orang bodoh, mereka adalah guru para ulama, dan apakah kesesatan ini luput begitu saja dari mereka?

๐Ÿ“ŒSuara terbanyak tidak selalu salah dalam Islam. Oleh karena itu, ada istilah pendapat jumhur (mayoritas) ulama.

๐Ÿ“ŒPenentuan lokasi ghazwah Uhud, juga diputuskan suara terbanyak para pemuda saat itu

๐Ÿ“ŒPenyikapan terhadap tawanan Badar, juga mengikuti suara terbanyak yaitu pendapat Abu  Bakar, walau Allah Ta’ala membenarkan pendapat Umar.

๐Ÿ“Œ Ini menunjukkan bahwa, suara terbanyak bisa salah.  Ini juga menunjukkan bahwa sebagai sebuah mekanisme, suara terbanyak pernah ada pada masa awal Islam dan itu tidak terlarang

๐Ÿ“ŒJika Anda katakan, jangan samakan suara terbanyak para sahabat nabi dengan manusia saat  ini, maka jawabnya: manusianya memang tidak sama, dan tabiin pun tidak sama dengan mereka, bahkan sampai kapan pun tidak akan sama,  tapi mekanismenya yang sama. Itulah yang dibahas, bukan sedang membahas orangnya.

๐Ÿ“ŒMenang kalah ditentukan oleh suara terbanyak, bukan kebenaran, salah pun bisa menang jika dianut banyak orang. Itulah keluhan kita. Maka, yang kita lakukan adalah menshalihkan suara terbanyak itu. Da’wah mesti jalan terus agar suara mayoritas adalah suara orang-orang baik. Sehingga kalah atau menang, maka yang menang shalih dan yang kalah juga shalih.

๐Ÿ“Œ Islam membenci pemimpin diktator, banyak hadits yang mengancamnya, bahkan pemimpin yg  dibenci oleh kaumnya shalatnya tidak diterima. Demokrasi juga menolak otoritarianisme kepemimpinan.

๐Ÿ“ŒTapi, kita akui tidak sama antara Islam dengan Demokrasi yang di kenal Barat.

๐Ÿ“ŒBarat itu demokrasi dengan kebebasan sebebas-bebasnya, Islam mengakui kebebasan tapi terikat syariat.

๐Ÿ“ŒBarat itu demokrasi yang duniawi saja, Islam memandang semua perilaku manusia ada tanggungjawab akhirat, sehingga tidak ada menghalalkan segala cara.

๐Ÿ“Œ Jika disederhanakan, bahwa demokrasi adalah mekanisme memilih pemimpin atau majelis niyabah (perwakilan), maka banyak ulama hari ini yang membolehkannya.

๐Ÿ“Œ Fatwa-fatwa Ulama Tentang Pemilu

1. Asy Syaikh Dr. Abdullah Al-Faqih Hafizhahullah.
Beliau ditanya tentang hukum mencalonkan diri dalam parlemen untuk maslahat kaum muslimin, dan hukum memilih partai sekuler, Beliau menjawab:

ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุชุนุงูˆู† ู…ุน ุงู„ุฃุญุฒุงุจ ุงู„ุนู„ู…ุงู†ูŠุฉ ูˆุงู„ุดูŠูˆุนูŠุฉุŒ ู„ู…ุง ุชุนุชู‚ุฏู‡ ู…ู† ุฃููƒุงุฑ ุฅู„ุญุงุฏูŠุฉุŒ ูุฅู† ุงู„ุชุฑุฌู…ุฉ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ ู„ู„ุนู„ู…ุงู†ูŠุฉ ู‡ูŠ: ุงู„ู„ุงุฏูŠู†ูŠุฉ ุฃูˆ ุงู„ุฏู†ูŠูˆูŠุฉุŒ ูˆู…ุฏู„ูˆู„ ุงู„ุนู„ู…ุงู†ูŠุฉ ุงู„ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ ูŠุนู†ูŠ ุนุฒู„ ุงู„ุฏูŠู† ุนู† ุงู„ุฏูˆู„ุฉ ูˆุญูŠุงุฉ ุงู„ู…ุฌุชู…ุนุŒ ูƒู…ุง ุฃู† ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุดูŠูˆุนูŠุฉ ูŠู‚ูˆู… ุนู„ู‰ ุฃุณุงุณ ุชู‚ุฏูŠุณ ุงู„ู…ุงุฏุฉุŒ ูˆุฃู†ู‡ุง ุฃุณุงุณ ูƒู„ ุดูŠุกุŒ ูƒู…ุง ุฃู†ู‡ ู…ุฐู‡ุจ ููƒุฑูŠ ูŠู‚ูˆู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฅู„ุญุงุฏุŒ ูˆุนุฏู… ุงู„ุงุนุชุฑุงู ุจุฑุจ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆุงู„ุณู…ุงูˆุงุชุŒ ุฃู…ุง ุนู† ุฏุฎูˆู„ ุงู„ู…ุฌุงู„ุณ ุงู„ู†ูŠุงุจูŠุฉ ุนู† ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุงู†ุชุฎุงุจุงุช ูˆุบูŠุฑู‡ุงุŒ ูุงู„ุฃุตู„ ุฃู† ู†ูุน ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุจุฃูŠ ูˆุณูŠู„ุฉ ู„ุง ุชุคุฏูŠ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฅุซู… ุฃู…ุฑ ู…ุดุฑูˆุน ููŠ ุงู„ุฌู…ู„ุฉุŒ ูู…ู† ูƒุงู†ุช ู†ูŠุชู‡ ุจุงู„ุชุฑุดูŠุญ ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฌุงู„ุณ ุฎุฏู…ุฉ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุชุญุตูŠู„ ุญู‚ูˆู‚ู‡ู…ุŒ ูู„ุง ู†ุฑู‰ ู…ุงู†ุนุงู‹ ู…ู† ุฐู„ูƒุŒ ูˆู‚ุฏ ุจูŠู†ุง ุฐู„ูƒ ุจุฅุฐู† ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ูุชูˆู‰ ุฑู‚ู…:

Tidak boleh bekerjasama dengan partai-partai sekuler dan komunis, karena dasar pemikiran mereka adalah anti Tuhan. Penjelasan yang benar tentang sekulerisme adalah anti agama, dan yang disepakati tentang sekulerisme adalah menghapuskan agama dari negara dan kehidupan masyarakat. Sebagaimana makna komunisme yang merupakan pemikiran yang didasari sikap pemujaan kepada materi, dan materialisme merupakan pondasi semuanya, sama halnya dengan pemikiran yang ditegakkan oleh atheis, yang menghilangkan sama sekali pengakuan atas adanya Tuhannya bumi dan langit.

Ada pun masuk ke dalam majelis perwakilan (parlemen) melalui jalan pemilu dan selainnya, maka pada dasarnya melahirkan manfaat bagi kaum muslimin dengan cara apa saja yang tidak membawa pada dosa, itu merupakan cara yang diperintahkan syariat secara umum. Maka, siapa saja yang niat pencalonannya adalah untuk melayani kaum muslimin dan mengambil hak-hak mereka, maka kami memandang hal itu tidak terlarang. Kami telah jelaskan hal ini, dengan izin Allah, dalam fatwa No. 5141. (Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyah,1/565)

Beliau juga menasihati agar tidak sembarang memakai fatwa ulama sebuah negara untuk keadaan di negara lain, khususnya tentang larangan ikut serta dalam pemilu, karena masing-masing negara punya keadaan yang tidak sama. Maka, adalah hal aneh memaksakan pendapat ulama yang mengharamkan pemilu di negerinya, untuk diberlakukan disemua negara muslim. Dalam masalah ini dibutuhkan pemahaman tahqiqul manath, kecerdasan berfiqih, bukan asal comot fatwa ulama, sebagaimana yang dilakukan banyak para pemuda yang semangat beragama, tapi mereka laksana Ar-Ruwaibidhah
zaman ini. Ar-Ruwaibidhah adalah orang bodoh tapi sok membicarakan urusan orang banyak.

Asy Syaikh mengatakan:

ู„ุฃู† ู…ุจู†ู‰ ุงู„ุฃู…ุฑ ุนู†ุฏุฆุฐ ุนู„ู‰ ูู‚ู‡ ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุงู„ู…ูุงุณุฏุŒ ูˆุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ูƒู„ ุจู„ุฏ ู‡ู… ุฃู‚ุฏุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ู‰ ุชู‚ุฏูŠุฑ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑุŒ ูุฅู†ู‡ู… ุฃุฏุฑู‰ ุจู…ู„ุงุจุณุงุช ุจู„ุงุฏู‡ู… ูˆุฃุญูˆุงู„ู‡ุง

Dikarenakan masalah ini dibangun atas dasar pemahaman maslahat dan mafsadat (kerusakan), dan setiap ulama di masing-masing negara adalah pihak yang paling tahu tentang ukuran hal-hal tersebut (maslahat dan mafsadat), dan mereka juga mengetahui keadaan negerinya dan hal-hal seputarnya. (Ibid, 7/4)

2. Asy Syaikh Dr. Ahmad bin Muhammad Al-Khudhairi (Ulama Saudi, Anggota Haiโ€™ah At Tadris di Universitas Islam Imam Muhammad bin Suโ€™ud, Riyadh.
Beliau ditanya tentang kaum muslimin yang tinggal di Barat, bolehkah ikut pemilu di sana yang nota bene calon-calonnya adalah kafir.

ุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนูŠุดูˆู† ููŠ ุจู„ุงุฏ ุบูŠุฑ ุฅุณู„ุงู…ูŠุฉ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ู… ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญ ุงู„ู…ุดุงุฑูƒุฉ ููŠ
ุงู†ุชุฎุงุจ ุฑุฆูŠุณ ู„ู„ุจู„ุงุฏ ุฃูˆ ุงู†ุชุฎุงุจ ุฃุนุถุงุก ุงู„ู…ุฌุงู„ุณ ุงู„ู†ูŠุงุจูŠุฉ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ุณูŠุญู‚ู‚ ู…ุตู„ุญุฉ ู„ู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุฃูˆ ูŠุฏูุน ุนู†ู‡ู… ู…ูุณุฏุฉุŒ ูˆูŠุญุชุฌ ู„ุฐู„ูƒ ุจู‚ูˆุงุนุฏ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ุนุงู…ุฉ ุงู„ุชูŠ ุฌุงุกุช ุจุชุญู‚ูŠู‚
ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุฏุฑุก ุงู„ู…ูุงุณุฏุŒ ูˆุงุฎุชูŠุงุฑ ุฃู‡ูˆู† ุงู„ุดุฑูŠู†ุŒ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ู‡ู†ุงูƒ ุฃู† ูŠู‚ูˆู…ูˆุง ุจุชู†ุธูŠู…
ุฃู†ูุณู‡ู… ูˆุชูˆุญูŠุฏ ูƒู„ู…ุชู‡ู… ู„ูƒูŠ ูŠูƒูˆู† ู„ู‡ู… ุชุฃุซูŠุฑ ูˆุงุถุญ ูˆุญุถูˆุฑ ูุงุนู„ ูŠุคุฎุฐ ููŠ ุงู„ุญุณุจุงู† ุนู†ุฏ
ุงุชุฎุงุฐ ุงู„ู‚ุฑุงุฑุงุช ุงู„ู‡ุงู…ุฉ ุงู„ุชูŠ ุชุฎุต ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ููŠ ุชู„ูƒ ุงู„ุจู„ุงุฏ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ุง.

Kaum muslimin yang tinggal di negeri non-muslim, menurut pendapat yg benar adalah boleh berpartisipasi dalam pemilihan presiden di berbagai negara, atau memilih anggota majelis perwakilan jika hal itu dapat menghasilkan maslahat bagi kaum muslimin atau mencegah kerusakan bagi mereka. Dan, hujjah dalam hal ini adalah adanya berbagai kaidah syariat umum yang memang mendatangkan berbagai maslahat dan mencegah berbagai kerusakan, dan memilih yang lebih ringan di antara dua keburukan, dan mestilah bagi kaum muslimin di sana mengatur diri mereka, menyatukan kalimat mereka, agar mereka memperoleh pengaruh yang jelas. Kehadiran mereka bisa memberikan kontribusi atas berbagai keputusan-keputusan penting khususnya bagi kaum muslimin di negeri itu dan lainnya. (Fatawa Istisyarat Al-Islam Al-Yaum, 4/506)

3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah.
Beliau ditanya tentang pemilu di Kuwait, yang diikuti oleh para aktifis Islam, Beliau menjawab:

ุฃู†ุง ุฃุฑู‰ ุฃู† ุงู„ุงู†ุชุฎุงุจุงุช ูˆุงุฌุจุฉ, ูŠุฌุจ ุฃู† ู†ุนูŠู† ู…ู† ู†ุฑู‰ ุฃู† ููŠู‡ ุฎูŠุฑุงู‹, ู„ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุชู‚ุงุนุณ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฎูŠุฑ ู…ู† ูŠุญู„ ู…ุญู„ู‡ู…ุŸ ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุฑ, ุฃูˆ ุงู„ู†ุงุณ ุงู„ุณู„ุจูŠูˆู† ุงู„ุฐูŠู† ู„ูŠุณ ุนู†ุฏู‡ู… ู„ุง ุฎูŠุฑ ูˆู„ุง ุดุฑ, ุฃุชุจุงุน ูƒู„ ู†ุงุนู‚, ูู„ุงุจุฏ ุฃู† ู†ุฎุชุงุฑ ู…ู† ู†ุฑุงู‡ ุตุงู„ุญุงู‹
ูุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู‚ุงุฆู„: ุงุฎุชุฑู†ุง ูˆุงุญุฏุงู‹ ู„ูƒู† ุฃุบู„ุจ ุงู„ู…ุฌู„ุณ ุนู„ู‰ ุฎู„ุงู ุฐู„ูƒ, ู†ู‚ูˆู„: ู„ุง ุจุฃุณ, ู‡ุฐุง ุงู„ูˆุงุญุฏ ุฅุฐุง ุฌุนู„ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ ุจุฑูƒุฉ ูˆุฃู„ู‚ู‰ ูƒู„ู…ุฉ ุงู„ุญู‚ ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุฌู„ุณ ุณูŠูƒูˆู† ู„ู‡ุง ุชุฃุซูŠุฑ

Saya berpendapat, bahwa mengikuti pemilu adalah wajib, wajib bagi kita memberikan pertolongan kepada orang yang kita nilai memiliki kebaikan, sebab jika orang-orang baik tidak ikut serta, maka siapa yang menggantikan posisi mereka? Orang-orang buruk, atau orang-orang yang tidak jelas keadaannya, orang baik bukan, orang jahat juga bukan, yang asal ikut saja semua ajakan. Maka, seharusnya kita memilih orang-orang yang kita pandang adanya kebaikan. Jika ada yang berkata: โ€œKita memilih satu orang tetapi kebanyakan seisi majelis adalah orang yang menyelesihinya.โ€ Kami katakan: โ€œTidak apa-apa, satu orang ini jika Allah jadikan pada dirinya keberkahan, dan dia bisa menyatakan kebenaran di majelis tersebut, maka itu akan memiliki dampak baginya.โ€ (Liqa Bab Al-Maftuuh kaset No. 211)

4. Syaikh Abdul Muhsin Al-Ubaikan Hafizhahullah.
Beliau ditanya tentu ikut memberikan suara dalam pemilu sebagai berikut:

ุงู„ุณุคุงู„ : ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡ ูƒูŠู ุญุงู„ูƒ ูŠุงุดูŠุฎ ูŠุง ุดูŠุฎ ุนู†ุฏูŠ ุณุคุงู„ ูˆู‡ูˆ ููŠู…ุง ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุฅู†ุชุฎุงุจุงุช ู‡ู„ ู†ู†ุชุฎุจ ุฃูˆ ู„ุง ูˆุฃุฑุฌูˆ ุงู† ุชูˆุถุญูˆ ู„ูŠ ู…ุฑููˆู‚ูŠู† ุจุงู„ุฏู„ูŠู„ ุฃูุชูˆู†ูŠ ู…ุฃุฌูˆุฑูŠู† ุฅู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡ ูˆุงุฑุฌูˆ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ููŠ ุงู‚ุฑุจ ูˆู‚ุช ู„ุฃู†ู‡ุง ู„ุง ุชุจู‚ู‰ ุนู„ูŠู‡ุง ุฅู„ุง 7 ุฃูŠุงู… ูู‚ุท ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุฅุฌุงุจุฉ:
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡. ุงู„ุฏุฎูˆู„ ููŠ ุงู„ุงู†ุชุฎุงุจุงุช ู…ุทู„ูˆุจ ุญุชู‰ ู„ุง ูŠุฃุชูŠ ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุฑ ููŠุณุชุบู„ูˆู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ู†ุงุตุจ ู„ุจุซ ุดุฑูˆุฑู‡ู… ูˆู‡ุฐุง ู…ุง ูŠูุชูŠ ุจู‡ ุณู…ุงุญุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุงุจู† ุจุงุฒ ูˆุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุงุจู† ุนุซูŠู…ูŠู† ุฑุญู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡

Pertanyaan: Assalamu โ€˜Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh. Apa kabar Syaikh, Ya Syaikh saya ada pertanyaan terkait pemilu, apakah kita mesti ikut pemilu? Saya harap Anda menjelaskan  dengan dalil-dalil, semoga Allah Taโ€™ala memberikan pahala-Nya. Was Salamu โ€˜Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh.
Jawaban:
Wa โ€˜AlaikumSalam wr wb.
Berpartisipasi dalam pemilu adalah suatu hal yang dituntut untuk dilakukan supaya orang yang jahat tidak bisa menjadi anggota dewan untuk menyebarluaskan kejahatan mereka. Inilah yang difatwakan oleh Ibnu Baz dan Ibnu Utsaiminโ€. (Sumber:http://al-obeikan.com/show_fatwa/619.html)

5. Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah.
Al Lajnah Ad-Daimah
adalah lembaga fatwa kerajaan Arab Saudi, fatwa ini dikeluarkan ketika masih diketuai oleh Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Rahimahullah. Mereka ditanya tentang hukum ikut pemilu di sebuah negeri yang negaranya tidak memakai hukum Allah Taโ€™ala. Mereka menjawab:

ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ู…ุณู„ู… ุฃู† ูŠุฑุดุญ ู†ูุณู‡ ุฑุฌุงุก ุฃู† ูŠู†ุชุธู… ููŠ ุณู„ูƒ ุญูƒูˆู…ุฉ ุชุญูƒู… ุจุบูŠุฑ ู…ุง ุฃู†ุฒู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุชุนู…ู„ ุจุบูŠุฑ ุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู…ุณู„ู… ุฃู† ูŠู†ุชุฎุจู‡ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ ู…ู…ู† ูŠุนู…ู„ูˆู† ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญูƒูˆู…ุฉุŒ ุฅู„ุง ุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ู† ุฑุดุญ ู†ูุณู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆู…ู† ูŠู†ุชุฎุจูˆู† ูŠุฑุฌูˆู† ุจุงู„ุฏุฎูˆู„ ููŠ ุฐู„ูƒ ุฃู† ูŠุตู„ูˆุง ุจุฐู„ูƒ ุฅู„ู‰ ุชุญูˆูŠู„ ุงู„ุญูƒู… ุฅู„ู‰ ุงู„ุนู…ู„ ุจุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ุŒ ูˆุงุชุฎุฐูˆุง ุฐู„ูƒ ูˆุณูŠู„ุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุชุบู„ุจ ุนู„ู‰ ู†ุธุงู… ุงู„ุญูƒู…ุŒ ุนู„ู‰ ุฃู„ุง ูŠุนู…ู„ ู…ู† ุฑุดุญ ู†ูุณู‡ ุจุนุฏ ุชู…ุงู… ุงู„ุฏุฎูˆู„ ุฅู„ุง ููŠ ู…ู†ุงุตุจ ู„ุง ุชุชู†ุงูู‰ ู…ุน ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠุฉ.

Tidak boleh bagi seorang muslim mencalonkan dirinya, dengan itu dia ikut dalam sistem pemerintahan yang tidak menggunakan hukum Allah, dan menjalankan bukan syariat Islam. Maka tidak boleh bagi seorang muslim memilihnya atau selainnya yang bekerja untuk pemerintahan seperti ini, KECUALI jika orang yang mencalonkan diri itu berasal dari kaum muslimin dan para pemilih mengharapkan masuknya dia ke dalamnya sebagai upaya memperbaiki agar dapat berubah menjadi pemerintah yang berhukum dengan syariat Islam, dan mereka menjadikan hal itu sebagai cara untuk mendominasi sistem pemerintahan tersebut. Hanya saja orang yang mencalonkan diri tersebut, setelah dia terpilih tidaklah menerima jabatan kecuali yang sesuai saja dengan syariat Islam. (Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah No. 4029, ditanda tangani oleh Syaikh bin Baaz, Syaikh Abdurrazzaq โ€˜Afifi, Syaikh Abdullah Ghudyan, Syaikh Abdullah bin Quโ€™ud)

6. Fatwa Al-Majmaโ€™ Al-Fiqhi Al-Islami, dalam pertemuan ke 19 Rabithah โ€˜Alam Islami, di Mekkah Pada 22-17 Syawwal 1428H (3-8 November 2007M).
Mereka menelurkan fatwa bahwa hukum pemilu tergantung keadaan di sebuah Negara, di antaranya:

 ู…ุดุงุฑูƒุฉ ุงู„ู…ุณู„ู… ููŠ ุงู„ุงู†ุชุฎุงุจุงุช ู…ุน ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ููŠ ุงู„ุจู„ุงุฏ ุบูŠุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠุฉ ู…ู† ู…ุณุงุฆู„ ุงู„ุณูŠุงุณุฉ ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ูŠุชู‚ุฑุฑ ุงู„ุญูƒู… ููŠู‡ุง ููŠ ุถูˆุก ุงู„ู…ูˆุงุฒู†ุฉ ุจูŠู† ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุงู„ู…ูุงุณุฏุŒ ูˆุงู„ูุชูˆู‰ ููŠู‡ุง ุชุฎุชู„ู ุจุงุฎุชู„ุงู ุงู„ุฃุฒู…ู†ุฉ ูˆุงู„ุฃู…ูƒู†ุฉ ูˆุงู„ุฃุญูˆุงู„.

Partisipasi seorang muslim dalam pemilu bersama non-muslim di negeri non-muslim, termasuk  permasalahan As-Siyasah Asy Syarโ€™iyah yang ketetapan hukumnya didasarkan sudut pandang pertimbangan antara maslahat dan kerusakan, dan fatwa tentang masalah ini berbeda-beda sesuai perbedaan zaman, tempat, dan situasi. (selesai kutipan)

Jadi, tidak benar memutlakan keharamannya, sebagaimana tidak benar memutlakan kebolehannya, semuanya disesuaikan dengan situasi yang berbeda-beda. Di negeri Indonesia, inilah cara yang paling mungkin berpartisipasi bagi seorang muslim untuk memperbaiki keadaan pemerintahan negaranya. Di tambah lagi, negeri ini masih negeri muslim, bukan negeri kafir walau sistem dan hukum yang berlaku belum Islami.

Dan, masih banyak lagi fatwa para ulama yang membolehkan pemilu dan semisalnya.

Hendaknya seorang muslim menahan lisannya dari memaki-maki kepada yang berbeda dengan mereka.
Demikian. Wallahu A’lam

๐Ÿ€๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ„๐Ÿ€

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih Pahala..