Melintasi Makam, Perlukah Mengucap Salam

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Ida Faridah

Assalamuallaikum…ingin bertanya.
Kalau kita sedang lewat kuburan. Katanya harus salam. Itu tanda menghargai adanya kuburan atau bagaimana ya?
Terimakasih  A36
Jawaban
========
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kita adab ketika memasuki makam orang-orang muslim agar mengucapkan salam.
ﺍﻟﺴﻼﻣﻌﻠﯿﮑﻢ ﺍﮬﻞ ﺍﻟﺪﯾﺎﺭﻣﻦ ﺍﻟﻢﺀﻣﻨﯿﻦ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﯿﻦ ﻭﺍﻧﺎﺍﻥ ﺷﺎﺀﺍﻟﻠﮧ ﺑﮑﻢ
ﻻﺣﻘﻮﻥ ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﮧ ﻟﻨﺎﻭﻟﮑﻢ ﺍﻟﻌﺎﻓﯿﮧ
”Selamat sejahtera atas kamu penduduk daerah kaum
mu’minin dan muslimin,dan bila Allah menghendaki kami akan menyusulmu, kami mohon kepada Allah untuk kami dan kamu agar sejahtera.”
(HR. Muslim)
“Ketika seseorang melewati kuburan yang ia kenal kemudian mengucapkan salam maka ahli kubur itu menjawab salamnya dan mengetahui orang itu. Dan ketika ia melewati kuburan yang tidak dikenal kemudian mengucapkab salam kepada ahli kubur maka ahli kubur itu menjawab salamnya.
(HR. Abu Hurairoh).
Wallahu a’lam.

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
Sebarkan! Raih Bahagia….

Bolehkah Sholat dengan Mata Terpejam

💻Ustadzah Menjawab
💐Ustadzah Nurdiana
🌿🍁🌺🍄🍀🌷🌻🌹
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tanya Ustadz/Ustadzah
Gimana hukumnya klo sholat tapi mata kita tertutup? A 38
Jawaban
————–
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Para ulama memakruhkan memejamkan mata saat sholat, diantaranya hanafi, maliki,hambali, sebagian syafi’i Terdapat sebuah hadis dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاةِ فَلا يَغْمِضْ عَيْنَيْهِ
”Apabila kalian melakukan shalat makan janganlah memejamkan kedua mata kalian.”
Hadis ini diriwayatkan oleh at-Thabrani (w. 360 H) dalam Mu’jam as-Shagir no. 24. dari jalur Mus’ab bin Said, dari Musa bin A’yun, dari Laits bin Abi Salim.
Hadis ini dinilai dhaif oleh para ulama pakar hadis, karena dua alasan,
1. Laits bin Abi Salim dinilai dhaif karena mukhtalat (hafalannya kacau), dan dia perawi mudallis (suka menutupi)
2. Mus’ab bin Said, dinilai sangat lemah oleh para ulama. Ibnu Adi mengatakan tentang perawi ini,
يحدث عن الثقات بالمناكير ويصحف عليهم ، والضعف على حديثه بيِّن
”Beliau membawakan hadis-hadis munkar atas nama perawi terpercaya dan menyalahi ucapan mereka. Status dhaif hadisnya sangat jelas.”
Mengenai alasan dihukumi makruh, ada beberapa keterangan dari para ulama, diantaranya,
a. Memejamkan mata ketika shalat, bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnul Qoyim (w. 751 H) mengatakan,
ولم يكن من هديه صلى الله عليه و سلم تغميض عينيه في الصلاة
”Bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memejamkan mata ketika shalat.” (Zadul Ma’ad, 1/283)
b. Memejamkan mata ketika shalat, termasuk kebiasaan shalat orang yahudi. Dalam ar-Raudhul Murbi’ – kitab fikih madzhab hambali – pada penjelasan hal-hal yang makruh ketika shalat, dinyatakan,
ويكره أيضا تغميض عينيه لأنه فعل اليهود
”Makruh memejamkan mata ketika shalat, karena ini termasuk perbuatan orang yahudi.” (ar-Raudhul Murbi’, 1/95).
c. Karena memejamkan mata bisa menyebabkan orang tertidur, sebagaimana keterangan dalam Manar as-Sabil (1/66).
Untuk itu, sebagian ulama membolehkan memejamkan mata ketika ada kebutuhan. Misalnya, dengan memejamkan mata, dia menjadi tidak terganggu dengan pemandangan di sekitarnya. Ibnul Qoyim mengatakan,
والصواب أن يقال : إن كان تفتيح العينين لا يخل بالخشوع فهو أفضل ، وإن كان يحول بينه وبين الخشوع لما في قبلته من الزخرفة والتزويق أو غيره مما يشوش عليه قلبه ، فهنالك لا يكره التغميض قطعًا ، والقول باستحبابه في هذا الحال أقربُ إلى أصول الشرع ومقاصده من القول بالكراهة
Kesimpulan yang benar, jika membuka mata (ketika shalat) tidak mengganggu kekhusyuan, maka ini yang lebih afdhal. Tetapi jika membuka mata bisa mengganggu kekhusyuan, karena di arah kiblat ada gambar ornamen hiasan, atau pemandangan lainnya yang mengganggu konsentrasi hatinya, maka dalam kondisi ini tidak makruh memejamkan mata. Dan pendapat yang menyatakan dianjurkan memejamkan mata karena banyak gangguan sekitar, ini lebih mendekati prinsip ajaran syariat dari pada pendapat yang memakruhkannya. (Zadul Ma’ad, 1/283).).
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Tata Cara Sholat Jamak & Qashar

🎀Ustadzah Menjawab🎀
✒Ustadzah Ida Faridah

📆Rabu, 04 Mei 2016 M
                27 Rajab 1437 H
🌺☘🌸🍀🍂🍁🌹🍃🌺🍀🌸🍁

 Assalamualaikum wrwb.
Ust/zah tolong paparkan mengenai tata cara shalat jamak, dan qashar  yg detail berikut tata cara, jarak, rakaat, dan shalat apa saja yang bisa di jama dan qashar.
A36

==========

Jawaban

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,

Shalat jamak adalah sholat yang dilaksanakan dengan mengumpulkan dua sholat fardu dalam satu waktu, baik dikerjakan pada waktu sholat pertama maupun pada sholat kedua.

Sholat yang bisa di jamak hanyalah sholat dzuhur dengan asar dan sholat maghrib dengan isya. Adapun sholat subuh tidak dapat dijamak dengan sholat fardu manapun.

Sholat boleh dijamak karena beberapa alasan:
1. Berada di arafah dan muzdalifah pada saat melakukan ibadah haji
2. Musyafir ( sedang mengadakan perjalanan)
3. Karena hujan
4. Karena sakit dan udzur
5. Karena ada keperluan penting yang bukan menjadi kebiasaan

Sholat jamak ada dua macam, yakni jamak takdim dan jamak takhir. Sholat jamak takdim adalah sholat dzuhur dan asar dikerjakan pada waktu dzuhur atau maghrib dan isya dikerjakan pada waktu maghrib. Adapun jamak takhir yaitu sholat dzuhur dan asar dikerjakan pada waktu asar atau sholat maghrib dan isya dikerjakan pada waktu isya.

Dalam melakukan sholat jamak takdim ada beberapa syarat yang harus dipenuhi,
1. Tertib yaitu mengerjakan sholat pertama terlebih dahulu, misalnya: dzuhur dahulu kemudian asar atau maghrub dahulu baru isya.
2. Niat menjamak sholat dilakukan pada saat takbiratulihram
3. Langsung melaksanakan sholat berikutnya yaitu setelah salam langsung ikamah dan kemudian melaksanakan sholat asar atau isya tanpa diselingi sholat sunna.

Adapun syarat-syarat sholat jamak takhir adalah sebagai berikut:
1. Niat menjamak takhir dilakukan pada waktu sholat pertama; jika waktu masuk sholat pertama, maka niat jamak takhir harus dilakukan tanpa langsung sholat karena sholat dilakukan pada waktu sholat berukutnya
2. Masih dalam perjalanan disaat datangnya waktu yang kedua (hal ini khusus bagi yang melakukan sholat jamak karena musyafir

Dalam menjamak sholat dapat dilakukan pemendekkan bilangan rakaat sholat, yaitu dari empat menjadi dua. Sholat jamak yang bilangan rakaatnya dipendekkan ini disebut shokat Qasar.

Ada beberapa pendapat mengenai hukum sholat jamak qasar : wajib menurut madzhab Hanafi, sunnah muakad menurut madzhab syaf’i dan Hanbali.

Sholat fardu yang boleh di jamak qasar hanyalah sholat yang terdiri atas empat raka’at, yaitu sholat dzuhur, asar, dan isya. Sholat jamak qasar boleh dilakukan oleh musyafir bila syarat-syarat berikut terpenuhi, yaitu:
1. Perjalanannya jauh (memakan waktu dua hari)
2. Niat qasar dilakukan pada waktu takbiratul ihram
3. Tidak bermakmum pada orang yang bukan musyafir yang tidak mengerjakan sholat qasar

Khusus mengenai batas jarak perjalanan yang menyebabkan musafir dibolehkan mengqasar sholat, para ulama berbeda pendapat.
1. Menurut imam syafe’i dan imam malik beserta para pengikut keduanya, batas minimal jarak bepergian (safar) untuk dapat mengqasar sholat ialah dua marhalal (48 mil)
2. Menurut abu hanifah dalam salah satu riwayat, mengqasar sholat baru boleh dilakukan apabila jarak perjalanan yang ditempuh mencapai tiga marhalah (72 mil) atau sekitar 24 farsakh (1 farsakh = 5.541 m).
Wallahu a’lam.

🌺☘🌹🍁🌸🍃🍂

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan dan Raih Pahala…

Bagaimana Menutup Aurat Yang Benar???

🎀Ustadzah Menjawab🎀
📝Ustadzah Eko Yuliarti

📆Kamis, 28 April 2016 M
                  21 Rajab 1436 H
🌺🍁🍂🌻🍃🌹🌾🌸

Assalaamualaikuum..
Saya Atika, kalau boleh ingin mengajukan pertanyaan .

“Saya mendapat banyak pemahaman yg berbeda ttg menutup aurat. Ada yg mengatakan harus menggunakan gamis (pakaian yg bersambung). ada jga yang mengatakan tidak apa2 menggunakan rok utk bawahan, dan baju panjang utk atasan. Dgn ctatan baju dan rok tsb tdk ketat, tdk tipis, dsb. Jadi saya ingin menanyakan pendapat manakah yg benar menurut islam ?”
#A 36

🌹Jawaban🌹
    ————–

Wa’alaikumsalam wr wb
Pedoman kita dalam hal menutup aurat adalah surat Annur ayat 31
 “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, ……”

Dan Al-ahzab ayat 59 :
Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sementara hadits menjelaskan :
Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid…
[HR. Muslim, no. 3028]

Ayat dan hadits tidak menjelaskan “model” atau “rupa” tertentu untuk pakaian. Akan tetapi memberikan batasan2 saja. Hal ini tentu dikarenakan masalah pakaian erat hubungannya dengan budaya. Sehingga tidak mungkin diseragamkan untuk seluruh dunia. Karena adat/budaya banyak menimbang/memperhatikan unsur kepatutan.

Oleh karenanya para ulama merumuskan batasan2 pakaian perempuan dengan poin2 berikut :
– Menutup seluruh aurat
– Tidak transparan
– Tidak membentuk lekuk2 anggota tubuh/tidak ketat
– Tidak menyerupai pakaian laki2.

Bila pakaian perempuan sudah memenuhi batasan2 diatas, maka pakaian itu boleh dipakai. Jadi titik tekannya bukan pada model akan tetapi pada memenuhi batasan yg telah ditentukan para ulama.
Wallohu a’lam bis showwab

🌺🌾🍀🌹🍃🌻🍂🍁🌸

Dipersembahkan oleh:
www.iman-manis.com

✒Sebarkan! Raih Pahala….

Bagaimana Investasi Saham Dalam Islam

👳Ustadz Menjawab👳
✏Ust. Rikza Maulana Lc. M.Ag

📆Kamis, 28 April 2016 M
                  21 Rajab 1437 H
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷

Assalamualaikum ustadz/ah…
mau tanya dong, kalo kita investasikan uang kita ke suatu PT finance, terus dpt keuntungan (kaya main saham gitu). Itu secara  hukumnya apaa yaa? apakah itu samaa dgn judi ? A12

Jawaban
————

Wa’alaikumsalam wr wb..
Saham  yg dijalankan secara syariah diperbolehkan. Adapun saham yg tidak syariah, maka bertransaksinya adalah haram, krn mengandung unsur maisir (gambling).
Wallahu A’lam.

 🌺🍀🌻🍁🍄🌷🌸🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih bahagia..

Memanggil Istri Dengan Sebutan Ummi,Bolehkah??

👳Ustadz Menjawab👳
✏Ust. DR.H. Saiful  Bahri M.A

📆Kamis, 28 April 2016 M
                  21 Rajab 1437 H
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Assalamualaikum ustadz mohon penjelasannya.
bagaimana hukumnya memanggil istri dengan sapaan ummi, bunda. apa hal tersebut sama dengan menzihar istri? karena saat ini banyak pasangan suami istri yg memanggil pasangannya dg sapaan abi-ummi, ayah bunda, dsb. 🅰1⃣0⃣

🍀.Jawaban nya🍀

Alaikumsalam.
Panggilan tersebut (abi umi, ayah bunda, papa mama dsb) dibolehkan, karena diniatkan untuk mendidik anak-anak cara memanggil orang tua mereka. Kecuali, jika diniatkan zhihar (disamakan ibu atau siapa saja dari mahramnya) maka harus membayar kafaratnya (denda).
1. Memerdekakan budak (setara dg nilai harga 10 unta)
2. Atau puasa dua bulan berturut-turut
3. Atau memberi makan 60 fakir miskin.
Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Hubungan Yang Tak Jelas

🎀Ustadzah Menjawab🎀
✏Ustadzah Dra Indra Asih

📆Kamis, 28 April 2016 M
                  21 Rajab 1437 H
🌿🍁🌺🍄🍀🌷🌻🌹

Assalamu’alaikum Wr. Wb.Ustadz/Ustadzah..
Begini Ustadz/Ustadzah , saya punya teman dan kebetulan dia sudah pernah menikah dan kenal dengan seorang laki2. Berjalannya waktu hubungan mereka semakin dekat tapi pada akhirnya si laki2 tadi memutuskan hubugan dengan teman saya karena katanya dia mau dijodohkan dengan saudara dekatnya dan mereka katanya sudah saling sayang juga. Tapi yang laki2 tadi msih sering menghubungi teman saya masih suka bilang masih sayang jadi teman saya itu kayak tidak mau lepas sedangkan laki2nya sudah bilang milih saudaranya. Bagaimana solusi yang terbaik untuk teman saya.
Jazakumullah.

Jawaban
————

Wa’alaikumsalam wr wb..
Solusinya tidak ada lain, tinggalkan laki-laki itu. Karena hubungan yang tidak jelas seperti itu bisa mengarahkan pada maksiat pada Allah. Maksiat dalam pikiran, hati dan perbuatan

Berdoa dan memohon pada Allah agar Alllah ganti yang lebih baik dari dia.

Orang yang beriman dan percaya akan pertolongan  Allah insya Allah mampu mengatasi masalah itu. Bersama Allah tidak ada masalah yang tidak mungkin diselesaikanNya. Allah sudah menjanjikan  dalam surat At Thalaq ayat 2-3 :

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. 3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Qs.At Thalaq : 2-3)

Allah hanya memberikan pertolongan seperti yang disebutkan diatas kepada orang yang bertakwa dan yakin akan pertolonganNya.  Kebanyakan  kita sulit untuk keluar dari berbagai masalah karena kurang bertakwa dan yakin akan pertolongan Allah. Kebanyakan kita hanya mengandalkan akal dan kemampuan diri, enggan bergantung dan memohon pada Allah. Bahkan beranggapan berdoa dan memohon pada Allah sebagai usaha yang sia sia saja.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”
“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
( Qs.Al Hadid : 22-23)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa tidak ada satu bencanapun yang menimpa kita melainkan sudah tertulis dalam kitab (lauhilmahfuz) sebelum terjadinya. Allah mengabarkan hal ini agar kita jangan sedih atas apa yang luput dari kita dan jangan sombong dan bangga atas apa nikmat yang diberikan Allah pada kita. Kita sadar sepenuhnya bahwa semua itu sudah ada dalam perencanaan Allah, tanpa izin dan kehendak Allah semua itu tidak akan terjadi dan menimpa kehidupan kita. Rasa ikhlas dan ridho akan melapangkan dada kita, sehingga kita tidak diliputi rasa gelisah, panik, dan tertekan dengan demikian kita bisa berfikir dengan tenang untuk berusaha mengatasi masalah tersebut.

Orang yang tidak ikhlas selalu bertanya kenapa ini terjadi, kemudian protes pada Allah dan lingkungan, menyalahkan berbagai pihak, menyesal berkepanjangan. Rasa panik, gelisah, menyesal, tertekan, menyebabkan fikiran jadi buntu , bagaiamana dia akan mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Ia akan terpuruk bertambah dalam pada kesulitan yang dihadapinya.

“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”      
(Qs. At Taubah : 51)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa tidak akan menimpa kita sesuatu melainkan dengan izin dan kehendak Allah. Dialah pelindung dan pemimpin kita, dan hanya kepada Allah saja orang yang beriman bertawakal.

Tanpa izin dan kehendakNya semua itu mustahil terjadi. Keyakinan ini akan menimbulkan rasa ikhlas dan ridho akan segala ketetapanNya.

Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa Allahlah pelindung dan pemimpin orang yang beriman, hanya pada Allah orang yang beriman bertawakal dan berserah diri. Ayat ini akan menimbulkan keyakinan bahwa Allah akan melindungi kita dari berbagai efek buruk kejadian yang menimpa kita. Rasa ikhlas dan ridho akan membangkitkan rasa tawakal dan berserah diri pada Allah. Rasa ikhlas dan tawakal inilah yang menjadi sebab datangnya pertolongan Allah sebagaiman disebutkan dalam surat at Thalaq ayat 2-3.
Wallahu a’lam.

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Suami Perokok Berat, Tak Nyaman Berhubungan Intim

🎀 Ustadzah Menjawab 🎀
✏ Ustadzah Dra Indra Asih

📆Kamis, 28 April 2016 M
                  21 Rajab 1437 H
🌺🍁🍂🌻🌿🌹🌷🍄

Assalamualaikum ustadz/ah..
Apakah berdosa jika saya tidak melayani suami dengan maksimal dikarenakan ada beberapa faktor yang menjadi kendala. Suami saya adalah seorang perokok berat, padahal sebagaimana yang kita tahu merokok adalah hukumnya haram. Sementara saat ini saya menderita bronkhitis dan beberapa keluhan penyakit lainnya. Saya melihat suami saya juga mulai batuk2 dan nafasnya sangat bau karbon akibat rokok sehingga kalau berhubungan suami istri saya kurang maksimal dan tdk semangat, bahkan kadang saya menolak. Saya sudah menyuruh suami berhenti tapi beliau menolak bahkan sampai kadang terbersit dipikiran saya untuk minta cerai tapi saya memikirkan banyak kemudharatan jika kami bercerai. Bagaimana saya harus bersikap dalam hal ini ustad/ustadzah? Mohon pencerahannya. Jazakumullah

Jawaban :
—————

Wa’alaikumsalam wr wb..
Selama berkomitmen untuk bertahan menjadi istri, maka berlaku bahwa:

Menolak suami yang mengajak berhubungan intim tentu saja adalah perbuatan yang haram dilakukan oleh seorang istri. Allah dan Rasul-Nya tidak mencintai seorang wanita berlaku seperti itu kepada suaminya.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:
“Apabila laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian ia menolak untuk datang lalu laki-laki itu tidur semalam dalam keadaan marah kepadanya, maka ia dilaknat oleh malaikat sampai subuh.”
(HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Dari Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata: Tatkala Muadz tiba dari Syam, maka sujudlah ia kepada nabi saw.Lalu Nabi bertanya,
“Apakah ini hai Muadz?
Muadz menjawab, “Aku telah datang ke Syam kemudian kujumpai mereka pada sujud kepada uskup-uskup dan panglima-panglima mereka, lalu aku ragu-ragu dalam hatiku untuk berbuat seperti itu terhadapmu.”
Kemudian Rasulullah saw bersabda,”Janganlah engkau lakukan itu, karena sesungguhnya kalau seandainya aku (boleh) menyuruh seseorang sujud kepada selain Allah, tentu aku suruh perempuan sujud kepada suaminya. Demi Dzat yang diri Muhammad dalam kekuasaan-Nya, tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya dan kalau seandainya suaminya menghendaki dirinya sedang ia di atas kendaraan, maka ia tidak boleh menolaknya.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Melaksanakan ketaatan kepada Allah dalam melayani suami memang tidak selamanya menyenangkan dan mulus-mulus saja. Ada kesulitan dan kelemahan-kelemahan sang istri ketika menjalankannya. Namun, jika seorang istri meniatkannya untuk beribadah hanya kepada Allah, lalu dia memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam ketaatan tersebut, niscaya Allah akan memberikan kemudahan dan keberkahan dalam hubungan suami istri tersebut. Istri akan melayani suami dengan sukacita dan bersungguh-sungguh hingga membuat suami puas terhadap dirinya. Maka Surga menjadi hak bagi sang istri.
Wallahu a’lam.

🌺🍀🌷🌻🍄🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.imas-manis.com

💼Sebarkan! Raih pahala…

Kalo Keluar Flek, Boleh kah Saya Sholat???

🎀Ustadzah Menjawab🎀
✍Ustadzah Nurdiana

📆Rabu, 27 April 2016 M
                20 Rajab 1437 H
🌺🍁🍂🍃🌻🌹🍀🌾🌺

Assalamu’alaikum wrwb,  ustadzah mau nanya, kalau flek kecoklatan itu boleh melaksanakan sholat atau tidak ? Bagaimana cara membedakan flek yg boleh melaksanakan sholat dan tidak?
🅰2⃣7⃣

☘Jawaban 🍀

Waalaikumsalam wa Rahmatullahu wa Barokatuh .Yang harus di perhatikan saat keluar flek kecoklatan itu saat kapan? bila fleknya mendekati waktu haid maka ia sdh termasuk darah haid dan bila fleknya1 atau 2 hari setelah selesai haid maka itu dianggap sisa kotoran saja, dan sebaiknya setiap perempuan harus mengenal dirinya dan menghitung waktu-waktu haidnya sehingga tidak bingung lagi ini darah apa? “Hal ini sesuai dengan ucapan ummu ‘Adiyah ra” Kami tidak memperhitungkan sama sekali darah yang berwarna ke kuning-kuningan atau yang berwarna keruh setelah lewat masa bersuci
 (HR Bukhari). Setiap perempuan punya kisaran waktu haid yang berbeda sehingga setiap orang tidak sama dalam menentukan bersih haidnya,

Jadi kalau fleknya di hukum darah haid  otomatis tidak sholat dan bila kotoran biasa maka tetap bisa sholat.
Wallahu a’lam

🌺🌾🍀🌹🌻🍃🍂🍁🌺

Dipersembahkan oleh:
www.iman-manis.com

Sebarkan! Raih pahala…

Haramkah Gaji Yang Saya Dapatkan???

🎀Ustadzah Menjawab🎀
✍Ustadzah Eko Yuliarti siroj,S.Ag
📆Rabu, 27 April 2016 M
                20 Rajab 1437 H
🌺🍁🍂🍃🌻🌹🍀🌾🌺

Assalamu’alaikum… Mau nanya nih … Apa iya yg kerja ilegal /kabur dari majikan di taiwan uangnya haram?
🅰2⃣1⃣

JAWABAN:

Jawaban no.1
Pertanyaan kurang jelas. Pada prinsipnya gaji/honor yg didapat dari hasil kerja seseorang tentu halal. Jika gaji dibayar dimuka misal untuk kontrak kerja 6 bulan tapi baru 3 bulan sudah berhenti bekerja, berarti gaji yg untuk 3 bulan dimana ia tidak menunaikan pekerjaannya bukan menjadi hak dia. Sudah seharusnya dikembalikan kepada majikan si pemilik harta itu.
Wallohu a’lam bis showwab

🌺🌾🍀🌹🌻🍃🍂🍁🌺

Dipersembahkan oleh:
www.iman-manis.com

Sebarkan! Raih pahala…