Dosa Menggelisahkan Jiwa

Dosa itu Menggelisahkan dan Memalukan

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Dari Nawas bin Sam’an Al Anshari Radhiallahu ‘Anhu, katanya: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang “kebaikan” dan “dosa”, Beliau menjawab:

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَاحَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Kebaikan” itu adalah akhlak yang baik, dan “dosa” itu apa-apa yang membuat dadamu gelisah, dan kamu benci jika itu tampak dihadapan manusia.

📚 HR. Muslim No. 14/2553, At Tirmidzi No. 2389, dll

Syaikh Fuad Abdul Baqi menjelaskan:

أي تحرك فيه وتردد ولم ينشرح له الصدر وحصل في القلب منه الشك وخوف كونه ذنبا

Yaitu dada terombang ambing, bimbang, dan tidak lapang, di hati lahir keraguan dan rasa takut lahirnya dosa. (Selesai)

Ini merupakan hasasiyah imaniyah (kepekaan iman), yang tidak terjadi atas manusia yang sudah qaswatul qulub (keras hati). Bagi mereka yg sudah keras hati karena terbiasa dengan dosa, maka tidak ada lagi rasa gelisah itu, kecuali yang dirahmati Allah untuk bertaubat.

Wallahu yahdina ilaa sawaa’is sabiil

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Meng-umrahkan Orang tua atau Membelikannya Kendaraan?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… ingin bertanya.
Manakah yang harus didahulukan berangkat umroh atau membelikan alat transportasi untuk orang tua?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kedua-duanya sama-sama kemuliaan bagi anak, sebab itu bagian dari bakti anak kepada orangtuanya.
Lalu, mana yang didahulukan?

Ada dua tinjauan:

1. Tinjauan hukum

Kewajiban Umrah diperselisihkan para ulama. SEBAGIAN mengatakan wajib yaitu sekali seumur hidup. Sebagian mengatakan sunnah muakkadah.

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi Rahimahullah menjelaskan:

العمرة فرض عين في العمر مرة واحدة – كالحج – على التفصيل السابق من كونه على الفور أو التراخي، وخالف المالكية، والحنفية……
المالكية، والحنفية قالوا: العمرة سنة مؤكدة في العمر مرة لا فرض، لقوله صلى الله عليه وسلم: “الحج مكتوب، والعمرة تطوع” رواه ابن ماجة. وأما قوله تعالى: {وأتمو الحج والعمرة لله} فهو أمر بالاتمام بعد الشروع، والعبادة متى شرع فيها يجب إتمامها ولو كانت نفلا، فلا يدل على الفرضية

Umrah itu fardhu ‘ain sekali seumur hidup seperti haji berdasarkan penjelasan sebelumnya baik dilakukan segera atau menundanya, namun Malikiyah dan Hanafiyah menyelisihi pendapat ini.

Malikiyah dan Hanafiyah mengatakan Umrah itu sunnah muakkadah sekali seumur hidup. Berdasarkan hadits: “Haji itu wajib, Umrah itutathawwu’ (sunnah)” (HR.Ibnu Majah).

Ada pun firman Allah Ta’ala: “Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah”, adalah perintah untuk menyempurnakan ibadah setelah disyariatkan. Ibadah itu setelah disyariatkan memang mesti disempurnakan walau ibadah sunnah, dan itu tidak menunjukkan kewajiban. (Al Fiqh ‘alal Madzahib al Arba’ ah, juz. 1, hal. 615)

Sementara itu membelikan kendaraan atau alat transportasi, hukum asalnya adalah mubah. Ini bagian hajat duniawi yang boleh-boleh saja. Dan bisa menjadi ibadah bagi si anak, jika diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala melalui cara ini, agar mobilitas orangtuanya menjadi lebih ringan. Di sisi ini, maka umrah lebih diutamakan. Sebab kaidahnya adalah mendahulukan kepentingan yang wajib atau sunnah dibanding keperluan yang mubah.

Dalam kondisi mendesak, bisa jadi membelikan kendaraan menjadi sunnah atau wajib, tapi ini berpulang kepada analisa anaknya: sudah sejauh mana kebutuhan orgtuanya thdp kendaraan tersebut? Atau sekedar pemberian hiburan untuk menyenangkan hatinya?

2. Tinjauan teknis

Membelikan kendaraan itu lebih mudah apalagi jika belinya cash. Kita bisa beli pagi, siangnya sudah bisa kita bawa pulang. Sehingga ortua kita sudah bisa kita ringankan sebagian beban kehidupannya.

Ada pun umrah, mesti banyak yang diurus, kesehatan, pasport, visa, kadang juga antrian. Daftar sekarang berangkat mungkin bulan depan. Itu jika kondisi normal. Ada pun kondisi pandemi saat ini (walau sdh mereda) sederetan prosedur harus dilewati. Bahkan bisa tertunda tidak jelas kapan waktunya. Anggaplah itu bagian dari jihad bagi yang ingin umrah.
Dari sisi ini, memilih yang lebih mudah di antara dua hal adalah hal yang utama. Sebagaimana Aisyah Radhiallahu ‘Anha pernah bercerita:

مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللهِ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْه

“Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘ Alaihi wa Sallam dihadapkan dua perkara melainkan dia akan memilih yang lebih ringan, selama tidak berdosa. Jika mengandung dosa, maka dia paling jauh darinya. ” (HR. Al Bukhari No. 3560, dan MuslimNo. 2327)

Masalah ini bukan antara SALAH dan BENAR, apalagi HAQ dan BATIL. Ini hanyalah masalah mana yang lebih utama dan utama, sebab keduanya sama-sama kebaikan, sama-sama amal shalih.

Seandainya memilih mengumrahkan maka itu kebaikan, seandainya memilih membelikan kendaraan buat orangtua dulu dengan pertimbangan jadwal umrah yang belum jelas, itu juga kebaikan.

Semoga ini bisa jadi pertimbangan, jangan lupa istikharah dan musyawarah dengan keluarga.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jika Allah Hendak Mewafatkan Mematikan Seseorang

Jika Allah Hendak Mewafatkan Seseorang

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dari Abi Izzah ra, Rasululullah saw bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ قَبْضَ عَبْدٍ بِأَرْضٍ جَعَلَ لَهُ بِهَا حَاجَةً»

“Jika Allah ingin mewafatkan seseorang di sebuah tempat , maka Allah akan membuatnya memiliki keperluan di tempat itu.” (Hadist Shahih riwayat Ibnu Hibban)

PENJELASAN:

1. Ulama berkata,

“ إذا أراد الله شيئا هيأ أسبابه “

“Jika Allah menginginkan sesuatu, maka Allah akan siapkan sebab-sebabnya. Begitu juga ketika Allah ingin mewafatkan seseorang di sebuah tempat, maka Allah akan buat ia punya hajat di tempat tersebut.”

2. Biasakanlah berkunjung ke tempat-tempat yang baik, agar memerintahkan malaikat maut untuk menjemputmu di tempat yang baik.

3. Hakim berkata,

“ إنما يساق من أرض الأرض ليصير أجله هناك لأنه خلق من تلك البقعة “

“Sesungguhnya seseorang digiring untuk wafat di sebuat tempat, karena ia diciptakan dari tanah di tempat itu.”

4. Bisa jadi seseorang yang lahir di Indonesia kemudian wafat di tanah suci karena ia diciptakan dari tanah yang berada di tempat tersebut, hal ini berdasarkan firman Allah :

مِنْهَا خَلَقْنَٰكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55)

5. Di dalam kitab “Faidul Qodir” disebutkan,

“ فإنما يعاد الإنسان من حيث بدئ به “

“Sesungguhnya manusia akan dikembalikan ke tanah dari mana ia mulai diciptakan.”

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi saw lewat di sebuah kubur yang sudah digali untuk seorang Habasy, kemudian beliau saw bersabda:

“Tidak ada Tuhan selain Allah, dia akan digiring ke bumi dan langitnya di mana ia berasal sampai ia akan diwafatkan di tanah ia diciptakan”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adab Mufrad).

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jangan Boros

Hukum Merokok

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, maaf ust mohon penjelasan terkait merokok bagi muslim laki2 dan muslim perempuan. jazakumulloh

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Umumnya ulama hari ini menyatakan rokok itu haram. Memang ada sebagian kecil yg menyatakan mubah dan makruh. Alasan mereka sederhana, yaitu tdk ada ayat atau hadits yg tegas dan lugas mengharamkan rokok.

Tp mayoritas ulama mengatakan, haramnya rokok (atau apa pun yg merusak manusia) secara tdk langsung disebut dalam Al Quran dan As Sunnah.

1. Larangan membunuh diri sendiri, laa taqtuluu anfusakum – jangan bujuh dirimu sendiri.. Maka rokok termasuk di dalamnya

2. Larangan sengaja membinasakan diri, walaa tulku biaydiikum ilat tahlukah (janganlah menjerumuskan diri sendiri ke jurang kebinasaan). Maka rokok termasuk di dalamnya. Hanya org bodoh yg sengaja meracuni diri sendiri.

3. Larangan berbuat mubadzir (membelanjakan harta utk hal yg sia2) krn mubadzir perbuatan syetan

Ada 3 dharar (bahaya) rokok:

1. Dharar jasadi (bahaya fisik) yaitu bahaya bagi kesehatan tubuh, ini sdh sama2 diketahui. Rokok mengandung sampai 3000 racun, 200nya lebih bahaya dibanding asap kendaraan motor.

2. Dharar nafsi (bahaya bagi jiwa) yaitu kecanduan

3. Dharar maali (bahaya harta) yaitu mubadzir..

Satu dharar saja sudah cukup membuatnya terlarang apalagi sampai tiga. Bagi laki2 yg sdh kecanduan rokok, selain dipahamkan tentang bahaya dan hukumnya, beritahukan juga bahaya bagi keluarga atau anak2 di rumah yg perokok pasif..

Ini berlaku bagi semua muslim dan muslimah.. Yg berjilbab, tentunya mesti menjaga citra jilbabnya.. Sebagaimana yang kiayi pun mesti menjaga citra keulamaannya..

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Al Qur'an Surat Cinta dari Allah

Membaca al-Qur’an dalam Keadaan Mulut yang Terkena Najis

📚 Interaksi Al-Quran

📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Mengenai membaca al-Qur’an dalam keadaan mulut yang terdapat najis, Abu al-Mahasin ar-Ruyani (w. 502 H) di dalam Bahr al-Madzhab fi Madzhab al-Imam asy-Syafi’i yang merupakan salah satu kitab terlengkap dalam madzhab Syafi’i yang memuat masalah-masalah yang unik (ghara’ib) mengutip perkataan ayahnya di mana menurutnya ada dua pendapat dalam hal ini. Pendapat yang pertama mengatakan tidak boleh membaca al-Qur’an bagi orang yang terdapat najis di mulutnya sebagaimana seseorang tidak boleh menyentuh mushaf jika di tangannya terdapat najis. Adapun menurut pendapat kedua adalah diperbolehkan sebagaimana orang yang berhadats juga boleh membaca al-Qur’an, namun ia masuk dalam kategori sesuatu yang makruh. Menurut Imam an-Nawawi (w. 676 H) di dalam at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an, pendapat yang paling shahih adalah pendapat kedua yang mengatakan bahwa membaca al-Qur’an dalam keadaan mulut yang bernajis adalah tidak haram, tetapi hanya makruh.

Yang paling utama ketika seseorang membaca al-Qur’an tentunya adalah membacanya dalam keadaan mulut yang bersih. Membersihkan mulut dapat dilakukan dengan bersiwak, atau dengan menggosok gigi.[]

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Prinsip Pemanfaatan Dana Wakaf

Menjual dan Memindahkan Tanah Waqaf

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya… Apakah hukumnya memindahkan waqaf tanah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tanah yg seharga dengan tanah waqaf sebelumnya..?
Sukron ustadz…

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Pada prinsip dasarnya, harta yg sdh diwaqafkan tidak boleh dijual belikan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

َ تَصَدَّقْ بِأَصْلِهِ لَا يُبَاعُ وَلَا يُوهَبُ وَلَا يُورَثُ

“Shadaqahkanlah (waqafkan) dengan pepohonannya dan jangan kamu jual juga jangan dihibahkan dan jangan pula diwariskan.”

(HR. Bukhari no. 2764)

Inilah pendapat mayoritas ulama baik Malikiyah, Syafi’iyah, Hambaliyah, dan sebagian Hanafiyah seperti Aby Yusuf dan Muhammad bin Hasan.

(Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 44/119)

Namun, para ulama menegaskan ada kondisi mendesak yang membuatnya boleh dipindahkan, dan tentunya dijual dulu agar bisa pindah.

Dalam Al Mausu’ah tertulis:

Jika manfaat harta waqaf sirna maka hendaknya dikelola dengan cara yang memungkinkannya dapat mengalir kembali manfaatnya yaitu:

1. Dibangun atau di makmurkan dengan hal lain yang lebih dibutuhkan.

2. Menjualnya lalu diganti dengan yg lainnya

3. Kembalikan ke kuasa waqif (pewaqaf), agar dia kelola.

(Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, jilid. 44, hal. 188)

Contoh Aplikasinya adalah:

– Jika kondisinya waqaf tsb tidak bermanfaat. Misal, waqaf tanah untuk pesantren, sementara pesantren itu bangkrut tdk ada santri. Maka, boleh bagi nazir mengubahnya menjadi hal yang lebih melahirkan manfaat (menjadi RS atau masjid, atau makam). Atau menjualnya lalu pindah ke daerah yg lebih membutuhkan pesantren tsb.

– Kena proyek negara, yg manfaatnya lebih umum seperti kena proyek jalan tol, jalan raya, yg dapat menghidupkan ekonomi umat daerah tsb lebih pesat. Maka, boleh dijual dan dipindahkan ke tempat lain agar waqafnya tetap bermanfaat.

– Jika dijual Tanpa alasan, ini diharamkan.

Demikian. Wallahu A’lam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Malu dan Iman

Kemana Perginya Rasa Malu Itu?

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Bila malu telah tiada dari diri kita entah kerusakan apa yang akan terjadi di muka bumi ini. Sangatlah memprihatinkan keadaan manusia-manusia di akhir zaman ini. Malu tiada lagi menghiasi, memgendornya penjagaan atas diri, dan sikap pun tak mencerminkan akhlak islami.

Banyak bertutur tak berlandas syariat
Ada bergaul lawan jenis pun tak mengenal sekat.
Bercanda ria pun dengan saling mendekat.
Tanpa disadari terbukalah peluang untuk bermaksiat.

Hati……
Hati…..
Dan hati…..
Jagalah hati dengan berawal menjaga lisan dan perbuatan serta pandangan kita.

Berawal dari manakah semuanya itu?
Apakah benar beralasan bahwa sekarang era keterbukaan sementara kita tak lagi mengenal asholah dakwah?
Kita mulai meninggalkan apa yang seharusnya kita tetap pegang teguh.
Nilai-nilai rabbaniyah sedikit demi sedikit bergeser.

Bahkan perkembangan era teknologi yang membuat segalanya bisa saja terjadi.
Akhwat nampak jelita nan shalihah meminta no HP ikhwan dan berkata salam kenal yaa akhi???
Begitu sebaliknya……
Istighfar.

Berawal dari hal biasa akhirnya menjadi luar biasa.
Banyak orang akan berdalih, itu wajar, itu manusiawi.
Tapi jika prinsip islami menjadi warna dalam tapak langkah pejuang dakwah niscaya keburukan mampu untuk dihindari.

Semua berawal dari hilangnya rasa malu.
Dan perlulah kita sadari bahwa malu itulah iman yang seharusnya menjadi akhlak kita.

Nabi bersabda,

الحياء والإيمان قرنا جميعا فإذا رفع أحدهما رفع الآخر

“Rasa malu dan iman itu terikat menjadi satu. Jika yang satu hilang maka yang lain juga akan hilang.” (HR. Hakim dari Ibnu Umar dengan penilaian ‘shahih menurut kriteria Bukhari dan Muslim. Penilaian beliau ini disetuju oleh Dzahabi. Juga dinilai shahih oleh al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir, no. 1603)

Rasa takut kepada Allah mencegah kerusakan sisi batin seseorang. Sedangkan rasa malu dengan sesama berfungsi menjaga sisi lahiriah agar tidak melakukan tindakan buruk dan akhlak yang tercela. Karena itu orang yang tidak punya rasa malu itu seakan tidak memiliki iman. Nabi bersabda,

“Di antara perkataan para Nabi terdahulu yang masih diketahui banyak orang pada saat ini adalah jika engkau tidak lagi memiliki rasa malu maka berbuatlah sesuka hatimu.” (HR. Bukhari)

Jangan biarkan rasa malu tergerus oleh nafsu kita. Lantaran malu itu seiring dengan iman.
Bertambahnya rasa malu seperti itulah sejatinya bertambah pula iman kita.

Wallahu a’lam bisshawwab

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Larangan Rasulullah Tentang Istinja

Ini Mani atau Madzi?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

numpang tanya ust/ustzh. Saya ada kecemasan dalam keseharian saya.setiap pulang ke rumah dr berpergian/pulang kerja. saya dapati di dalaman saya ada bekas mani mengering& banyak bercak.apakah itu tetap sah seharian Sy melaksanakan solat.dlm kondisi seperti tsb.karena saya merasa ketika buang air kecil atau besar itu saya berusaha membersihkan sebisa mungkin.saya pernah baca kisah sahabat Ali bin Abi Tholib. sahabat juga menantu Rasulullah SWA.kalau tidak salah mohon di luruskan. 🙏kondisinya mirip seperti yg saya alami. dan setau saya di kisah itu tetap sah&ga usah mandi junub.mohon pencerahannya. 🙏

Terimakasih atas jawabannya. Jazakallah khoiron katsiro. (I/13)

وسلا م عليكم ورحمة الله وبر كاته

 

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Pastikan dulu apakah itu mani atau madzi. Apa yang dialami olehAli bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhy adalah MADZI bukan MANI.

Ini Mani atau Madzi?

Bismillahirrahmanirrahim..

Air mani dan madzi itu ada cirinya masing-masing, bukan hanya secara zat tapi juga sebab keluarnya.

📌 Air Madzi

Madzi itu keluar disaat syahwat, dialami oleh laki-laki dan perempuan. Hanya saja perempuan lebih banyak, karena baginya berfungsi sebagai pelumas disaat jima’. Namun madzi bisa juga keluar tanpa syahwat, khususnya bagi yang sakit. Keluarnya madzi merembas, dan tanpa ada rasa apa-apa.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah memberikan penjelasan tentang madzi:

وهو ماء أبيض لزج يخرج عند التفكير في الجماع أو عند الملاعبة، وقد لا يشعر الانسان بخروجه، ويكون من الرجل والمرأة إلا أنه من المرأة أكثر، وهو نجس باتفاق العلماء

Itu adalah air berwarna putih agak kental yang keluar ketika memikirkan jima’ atau ketika bercumbu, manusia tidak merasakan keluarnya, terjadi pada laki-laki dan wanita hanya saja wanita lebih banyak keluarnya, dan termasuk najis berdasarkan kesepakatan ulama.

(Fiqhus Sunnah, 1/26. Darul Kitab Al ‘Arabi)

Dalilnya adalah riwayat dari Ali Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً فَأَمَرْتُ رَجُلًا أَنْ يَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَسَأَلَ فَقَالَ تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ

Saya adalah laki-laki yang mudah keluar madzi, maka saya minta seorang laki-laki untuk bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena kedudukan anak wanitanya, lalu dia bertanya, dan beliau berkata: Wudhulah dan cuci kemaluanmu. (HR. Bukhari No. 269)

Laki-laki tersebut adalah Al Miqdad bin Al Aswad, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Bukhari lainnya. (HR. Bukhari No. 132)

Hukumnya disepakati para ulama adalah najis, dan wajib dibersihkan, lalu wudhu. Bukan hadats besar.

📌 Air Mani

Ada pun mani, keluarnya saat puncak syahwat. Ditandai dengan rasa nikmat dan menyenangkan saat keluarnya, keluarnya memancar, lalu lemas setelah itu, dan darinyalah anak berasal.

Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah  mengatakan:

هُوَ الْمَاءُ الْغَلِيظُ الدَّافِقُ الَّذِي يَخْرُجُ عِنْدَ اشْتِدَادِ الشَّهْوَةِ

Itu adalah air kental yang hangat yang keluar ketika begitu kuatnya syahwat. (Al Mughni, 1/197)

Lebih rinci lagi disebutkan dalam kitab  Dustur Al ‘Ulama:

الْمَنِيُّ هُوَ الْمَاءُ الأْبْيَضُ الَّذِي يَنْكَسِرُ الذَّكَرُ بَعْدَ خُرُوجِهِ وَيَتَوَلَّدُ مِنْهُ الْوَلَدُ

Air mani adalah air berwarna putih yang membuat   kemaluan lemas setelah keluarnya, dan terbentuknya bayi adalah berasal darinya. (Dustur Al ‘Ulama, 3/361)

Para ulama tidak sepakat atas kenajisannya. Sebagian mengatakan suci seperti Syafi’iyah, Hambaliyah, Imam asy Syaukani, Syaikh Yusuf al Qaradhawi, dan lainnya. Ada pula yang mengatakan najis seperti Abu Hurairah, Hasan al Bashri, Hanafiyah, dan Malikiyah.

📌 Apa perbedaan mani dengan madzi?

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:

وَالْفَرْقُ بَيْنَ الْمَذْيِ وَالْمَنِيِّ أَنَّ الْمَنِيَّ يَخْرُجُ بِشَهْوَةٍ مَعَ الْفُتُورِ عَقِيبَهُ ، وَأَمَّا الْمَذْيُ فَيَخْرُجُ عَنْ شَهْوَةٍ لاَ بِشَهْوَةٍ وَلاَ يَعْقُبُهُ فُتُورٌ

Perbedaan antara madzi dan mani adalah, bahwa mani keluar dibarengi dengan syahwat dan keadaan lemas setelah keluarnya, ada pun madzi bisa keluar dengan syahwat dan tanpa syahwat, dan tidak membuat lemas setelah keluarnya. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 2/141)

Jadi, dari apa yang Anda ceritakan bahwa Anda tidak merasakan apa-apa saat keluarnya, aromanya tidak khas air mani, lalu membandingkannya dengan penjelasan ulama di atas, maka kemungkinan besarnya itu bukan mani, tapi madzi. Cukup cebok dan wudhu saja, serta ganti celana dalam. Lalu, sungguh-sungguhlah dalam menghilangkan was was. Anda bisa perkuat dengan membaca surat perlindungan (al Mu’awwidzat: al Ikhlas, al falaq dan an naas).

Namun, jika Anda mengalami keraguan, maka pilih yang paling meyakinkan dugaannya (zhann ar raajih) saat itu. Lalu ambillah sikap dari situ, sesuai kaidah:

اليقين لا يزال بالشك

Keyakinan tidak bisa dianulir oleh keraguan

Demikian. Wallahu a’lam

Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa’ Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

BERPISAH UNTUK BERKUMPUL KEMBALI SELAMANYA

📝 Pemateri : Ustadz Mohammad Fauzil Adhim.

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷
⁣⁣
Sebesar apa pun kesetiaan kita pada istri, maut akan memisahkan. Begitu pula sebesar apa pun cinta seorang istri kepada suaminya, pada akhirnya akan dibatasi kematian untuk senantiasa bersama. Akan tetapi bagi orang-orang beriman keduanya beriman dan beramal shalih, ajal hanya jeda untuk menunggu perjumpaan dan berkumpul kembali di Jannah dalam keadaan gembira penuh kedamaian.⁣⁣
⁣⁣
Suami-istri yang beriman itu akan diseru:⁣⁣

ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ تُحْبَرُونَ ⁣

“Masuklah ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. (QS. Az-Zukhruf, 43: 70).⁣⁣
⁣⁣
Kemudian kita diantar secara berombongan (berapakah anggota rombongan kita saat itu?). Allah Ta’ala berfirman:⁣⁣⁣

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ⁣⁣⁣⁣

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. (QS. Az-Zumar, 39: 73).⁣⁣
⁣⁣
Begitu kita melangkah memasuki Jannah, para malaikat menyambut:⁣⁣

سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ ⁣⁣⁣⁣

“Salam sejahtera atas kamu sekalian disebabkan oleh kesabaran kalian”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’d, 13: 24).⁣⁣
⁣⁣
⁣Aku tertegun. Alangkah sedikitnya bekal. Alangkah kurangnya persiapan. Sementara dosa-dosa menggunung tinggi. ⁣⁣
⁣⁣
Hanya kepada Allah kita meminta, kepada-Nya kita memohon pertolongan seraya berusaha berbenah memperbaiki iman dan membaguskan ‘amal. Semoga Allah Ta’ala kelak himpunkan kita dengan orang-orang yang kita cintai; suami, istri, orangtua maupun keturunan kita.

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menikah Menghilangkan Stress

Proses Ta’aruf dan Larangannya

Pertanyaan

Assalamu alaikum..
Boleh dijelaskan cara proses taaruf dalam mencari jodoh? Dan larangan2 nya.(MANIS I-09)

Jawaban

Oleh: Ustadzah. EKO YULIARTI SIROJ

📝 🔹Jumhur (mayoritas) ulama menyebutkan bahwa diperbolehkan bagi seorang laki-laki melihat muka perempuan yang hendak dipinang.

🔹Tentu melihatnya secara wajar. Dalam satu atau dua kali pertemuan.

🔹Pertemuannya tidak boleh berdua tapi harus ditemani mahrom) dan tidak boleh sampai menimbulkan fitnah untuk pihak laki-laki.

🔹Misalnya dengan melihat foto ukuran close up dan foto tersebut sering dilihat/dilihat berulang-ulang 😉😉 hingga menimbulkan angan-angan yang jauh di benak laki-laki.

📝🔹Tidak ada aturan baku dalam proses ta’aruf.

🔹Jika pengenalan cukup dengan mengetahui biodata dan melihat sekilas/dari jauh calon pasangan, tentu lebih baik.

🔹Tapi jika ada sesuatu yang ingin diketahui secara spesifik, mengadakan pertemuan terencana dengan ditemani salah seorang teman atau kerabat dari salah satu pihak atau kedua pihak juga diperbolehkan.

🚦🚦⚠ ☝☝☝⚠🚦🚦
📝🔹Hati2 dengan pemanfaatan gadget dalam berta’aruf.

🔹Karena didunia maya sepasang manusia bisa berkomunikasi intensif tanpa saksi/pengawasan siapapun (kecuali Allah).

🔹Usahakan untuk mengenal/komunikasi langsung didampingi seorang atau lebih saksi.

🔹Jangan menggunakan gadget japri bila tidak terpaksa.

🔹Kalaupun terpaksa maka berta’awudz kepada Allah mohon perlindungan & petunjuknya agar tidak terjerumus pada komunikasi intensif tanpa batas.

Wallohu a’lam bis showwab.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678