uang takziyah

Apakah Uang Takziyah Termasuk Harta Waris?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, Jika seorang bapak meninggal lalu saat acara takziyah terkumpul dana tali asih dari para pentakziyah, pertanyaannya jika pengurusan jenazah sudah diselesaikan, apakah uang sisa itu termasuk uang yang diwariskan?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Uang takziyah, statusnya sama dengan hibah untuk keluarga yang sedang kesulitan dan Musibah. Pemanfaatannya yang di utamakan adalah untuk pengurusan jenazah, jika masih ada sisa maka itu untuk keluarganya, dan keluarganya boleh memanfaatkan untuk hal-hal bermanfaat lainnya.

Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ dikala Ja’far bin Abi Thalib wafat:

اصْنَعُوا لِأَهْلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا فَإِنَّهُ قَدْ جَاءَهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ

“Buatkanlah makanan untuk KELUARGA Ja’far, sungguh telah datang kepada mereka sesuatu yang menyibukkannya.” (HR. At Tirmidzi no. 998, hasan)

Itu bukan harta warisan, sebab harta warisan adalah peninggalan yang dimiliki oleh yang wafat saat dia masih hidup, bukan hibah saat dia sudah wafat.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

cropped-logo-manis-1.png

Ada Orang Zhalim, Ada juga Pahlawan

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Pada Perang Uhud, setelah musibah turunnya pasukan pemanah, beberapa orang dari Kaum Musyrikin Quraisy berhasil menerobos sampai cukup dekat dengan posisi Nabi Muhammad ShalalLaahu ‘alayhi wa Sallam serta melukai baginda:

1. Utbah bin Abi Waqqash – melempar batu hingga baginda jatuh ke samping, serta melukai gigi dan wajah, juga merobek bibir baginda,

 فدثّ بالحجارة حتى وقع لشقّه، فأصيبت رباعيته وشجّ بوجهه، وكلمت شفته 📚

2. Abdullah bin Syihab – melukai pelipis baginda,

 شجّه في جبهته 📚

3. Ibnu Qami’ah – melukai pipi atas, memukulkan tamengnya hingga kedua mata rantai (yg menempel pada tameng) menancap di pipi baginda,

جرح وجنته، فدخلت حلقتان من حلق المغفر في وجنته 📚

4. Abu Amir al-Fasiq – menggali beberapa lubang jebakan di sektor kiri (barisan Quraisy) sehingga baginda terjeblos ke dalam salah satunya.

Para sahabat yang terlibat melindungi Nabi Muhammad ShalalLaahu ‘alayhi wa Sallam:

1. Ali bin Abi Thalib dan Thalhah bin Ubaydillah Radhiyallahu’anhuma, membantu baginda keluar dari lubang jebakan Abu Amir; Thalhah bin Ubaydillah Radhiyallahu’anhu sampai pincang salah satu kakinya seumur hidup karena tindakan ini,

Ibnu Hisyam menulis tentang pujian Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam atas Thalhah bin Ubaydillah Radhiyallahu’anhu:

من أحب أن ينظر إلى شهيد يمشي على وجه الارض فلينظر إلى طلحة بن عبيد الله 📚

“Barangsiapa yang suka untuk melihat seorang syahid (namun) masih berjalan di muka bumi, hendaklah melihat (mengambil pelajaran) dari Thalhah bin Ubaydillah (Radhiyallahu’anhu)”

2. Malik bin Sinan, mengelap darah baginda yang bercucuran di mukanya yang mulia hingga menyedot sebagian darah baginda (kemudian meludahkannya) untuk membersihkannya,

Rasulullah juga memuji Malik bin Sinan:

من مسّ دمي دمه لم تصبه النار 📚

“Barangsiapa tercampur darahku dengan darahnya, dia tidak akan tersentuh Neraka”

3. Abu Ubaydah ibnil-Jarrah, tanggal kedua giginya karena menggigit-lepas kedua mata rantai yang menancap di pipi baginda.

Referensi tunggal:
📚 Ar-Rawdhul Unuf, as-Suhayli, III, pp. 275-277

Agung Waspodo, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pun berdarah-darah dalam pertempuran, bagaimana mungkin kau dapat ampunanNya tanpa satu tetes darah pun!

7 Dzul-Qa’dah 1440 Hijriyah

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Zakat dari Tabungan Haji

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apakah uang tabungan haji di bank jika sudah genap setahun atau setiap tahunnya wajib dikeluarkan zakatnya?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Salah satu sifat harta yang wajib zakat adalah milkut taam (dalam kuasa penuh pemiliknya). Jika harta tersebut ditangan orang lain, baik dalam bentuk piutang, atau untuk membayar sesuatu maka itu tidak kena zakat.

Untuk Tabungan haji, perlu diperinci. Jika sudah disetorkan, maka tidaklah termasuk harta yang wajib zakat, sudah tidak dalam kuasa penuh pemiliknya.

Tapi tabungan haji jika masih disimpen sendiri, belum dibayarkan sebagai ONH, maka itu wajib zakat karena masih milkut taam, dengan syarat JIKA sudah nishab (setara harga 85 gr emas) dan haul (satu tahun).

ONH di Indonesia sepertinya jauh dari nishab, masih di bawah 40 jt, maka ini belum kena zakat. Jika kira-kira harga 1 gr emas saat ini adalah 800 ribu, maka nishab 800rb X 85= 68 jt.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

cropped-logo-manis-1.png

Hukum Mencabut Alat Pasien ICU yang Sudah Divonis Mati.

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, ada kasus kondisi pasien yang di ICU sudah tergantung dengan alat, dan dokter sudah memvonis bahwa pasien tsb sudah mati batang otak, nah bagaimana hukumnya jika keluarga mengambil langkah untuk mencabut alat yang terpasang di tubuh pasien? Apakah hal tersebut sama dengan membunuh pasien?

 

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Boleh,.. Jangan dikira dengan memasang alat-alat itu adalah menolongnya, justru itu mempersulit kehidupannya

Biarlah dia wafat dengan cara yang alami, jika memang dokter terpercaya sudah mengatakan hakikatnya sudah wafat.

Para ulama seperti Syaikh al Qaradhawi dan lainnya mengatakan tidak masalah dicabut, untuk meringankannya. Serta meringankan keluarganya dengan beban biayanya.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Dialog Ayah Anak

JANGAN MEREMEHKAN HAL-HAL POSITIF ANAK REMAJA

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Banyak hal-hal positif yang ada pada anak remaja dan menjadi kelebihannya. Apabila orang tua bisa mengembangkannya, maka ia akan menjadi pribadi yang istimewa. Allah maha Kuasa dalam menciptakan segala sesuatu selalu ada keisimewaannya. Sehingga orang tua jangan menganggap anak remaja sebagai anak yang selalu bermasalah dan jangan menganggapnya sebagai beban bagi orang tua.

Sesungguhnya anak remaja tetap bisa dipersiapkan untuk menjadi generasi cemerlang saat orang tua mau berusaha dan berkorban untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk masa depannya yang gemilang. .

Adapun hal-hal positif yang ada pada anak remaja adalah :

1. Rasa ingin tahu yang tinggi , jika dikembangkan akan menghasilkan temuan-temuan baru dan karya yang berguna.

2. Keinginan mengembangkan potensi, jika difasilitasi maka ia bisa lebih awal memiliki keahlian menuju kemandiriannya.

3. Daya ingat yang cukup kuat, jika diberikan motivasi & diarahkan bisa menjadi penghafal Alquran.

4. Pembelajar cepat sehingga perlu diperkenalkan tentang arti kehidupan dan memperbanyak pengetahuan dan keahlian.

5. Memiliki kepedulian yang baik maka perlu dilatih untuk aktif pada berbagai kegiatan sosial.

6. Mencari identitas diri, ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menyempurnakan kepribadiannya.

7. Bersikap berani dan mulai percaya diri. Hal ini sangat berguna untuk kehidupan bersosialnya dan menjadi modal untuk meningkatkan berbagai potensinya.

8. Senang bergaul, sangat besar pengaruh orang tua untuk memperkenalkannya dengan orang-orang besar dan hebat agar bisa mengambil pengalaman kesuksesan dari mereka.

9. Senang berpendapat, sehingga orang tua bisa menambahkan wawasan yang lebih luas untuk menambah kemampuan berargumentasi.

Wallahu a’lam bish showab

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

PELUKAN

📝 Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Pelukan itu menenangkan. Memberikan energi bagi jiwa yang kalut. Memotivasi diri di saat semangat mulai surut. Khusus bagi anak-anak terlebih anak lelaki, pelukan bisa menjadi sumber kekuatan yang akan menghantarkannya menjadi pemenang dalam pertarungan zaman.

Bagi anak wanita, pelukan ayah bisa menjadi pagar yang membuatnya tak mudah digoda sembarang lelaki yang hendak merayunya.

Jika anak tak dapat pelukan, maka jiwanya berontak dan bertindak liar. Laparnya ia akan pelukan diwujudkan dalam perilaku yang menyebalkan, melanggar aturan, bahkan kriminal.

Mumpung anak masih kecil, banyak banyak memeluknya. Sebab kalau udah besar ia enggan. Bukan karena tak butuh, tapi sungkan. Apalagi kalau di keramaian.

Lagipula kalau sudah besar, kebanyakan dipeluk juga gak baik. Sebab, saat dewasa pelukan ibarat gula. Kalau kebanyakan bisa akibatkan stroke jiwa. Anak bukannya jadi aktivis malah jadi teletubbies. Setiap ada tugas atau pekerjaan bukannya teriak, “Kerja! Kerja! Kerja!” eh malah ucap, “Berpelukaaaan!”. Iya kalau ada yang mau dipeluk. Kalau kagak ada, ya terpaksa meluk tiang. Untung gak kesetrum.

Dan bukan hanya anak sendiri yang butuh pelukan. Anak mertua pun butuh 😁

Sudah peluk mereka hari ini?

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

cropped-logo-manis-1.png

Mari Menakar Diri

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Sudahkah kita mulai menakar diri, seberapa bekal yang sudah kita bawa untuk perjumpaan nanti? Bersegera kita menyadari bahwa hidup ini tak akan abadi.

Mungkin saja esok kita tiada atau lusa sudah tak bernyawa. Namun diri masih saja terlena oleh kesia-siaan belaka.

Banyak canda dan tawa untuk mengisi hari-hari kita. Banyak bertopang dagu dan membawa angan yang tak menentu. Terkadang merenda mimpi tanpa berusaha merealisasi. Semua kosong selayaknya rumah tak berpenghuni.

Ada dua kehidupan yang akan kita lewati. Dunia fana dan akhirat nan abadi. Dua kehidupan yang tiada berpadanan. Namun semuanya butuh bekalan agar tak dirundung kesulitan.

Perjalanan di dunia tak lain ketika manusia menjalani kehidupan saat nyawa masih di kandung badan. Namun manusia juga harus bersiap menuju kehidupan yakni berangkat dari dunia menuju hidup yang tak berkesudahan.

Seperti itulah tabiat kehidupan manusia.
Dalam tafsir Ar Razi, 5/68 disebutkan lima perbandingan antara bekal di dunia dan bekal dari dunia.

1. Perbekalan kita dalam perjalanan di dunia, akan menyelamatkan kita dari penderitaan yang belum tentu terjadi. Tetapi perbekalan kita untuk perjalanan dari dunia, akan menyelamatkan kita dari penderitaan yang pasti terjadi.

2. Perbekalan kita dalam perjalanan di dunia, setidaknya akan menyelamatkan kita dari kesulitan yang sifatnya sementara. Tetapi perbekalan untuk perjalanan dari dunia, akan menyelamatkan kita dari kesulitan yang tiada habisnya.

3. Perbekalan dalam perjalanan di dunia akan mengantarkan kita pada kenikmatan dan pada saat yang sama mungkin saja kita akan mengalami rasa sakit, keletihan dan kepayahan. Sementara perbekalan untuk perjalanan dari dunia akan membuat kita terlepas dari marabahaya apapun dan terlindung dari kebinasaan yang sia-sia.

4. Perbekalan dalam perjalanan di dunia memiliki karakter bahwa kita akan melepaskan dan meninggalkan sesuatu dalam perjalanan. Sementara perbekalan dalam perjalanan dari dunia, memiliki karakter kita akan lebih banyak menerima lebih dekat dengan tujuan.

5. Perbekalan dalam perjalanan di dunia akan mengantarkan kita pada kepuasan syahwat dan hawa nafsu. Sementara perbekalan dari dunia akan semakin membawa kita pada kesucian dan kemuliaan.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Utang

Membeli Rumah Dengan Cara Kredit

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, bagaimana hukum Islam dalam Kredit Rumah?
Karna keluarga ini ingin punya rumah sendiri dan hanya mampu utk kredit dan belum mampu utk cash. Apakah ada dalil yang membolehkan atau bagaimana Ustadz? A06

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz DR Oni Sahroni, MA

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Membeli rumah dengan cara kredit dari penjual itu dibolehkan. Misalnya beli rumah satu kavling secara tunai 300 juta, tetapi jika dibeli secara tidak tunai, berangsur cicil itu harganya 400 juta, maka selisih tersebut dibolehkan karena itu bagian dari margin dari hak penjual.

Nah, tetapi yang tidak dibolehkan adalah membeli rumah dengan cara kredit ribawi seperti melalui kredit di bank konvensional karena itu kredit ribawi. Oleh karena itu, saran saya beli dari penjual langsung secara kredit atau beli melalui bank syariah agar kreditnya halal.

Kenapa kredit dari penjual bank syariah atau developer itu halal? Karena sebagaimana hadits Rasulullah Saw.

عن عبد الله بن عمرو أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أشتري بعيرا ببعيرين إلى أجل (رواه أبو داود والدارقطني والبيهقي)

“Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah Saw meminta saya untuk membeli satu unta dengan dua unta secara tidak tunai”. (HR. Abu Dawud, Daruquthni, dan Baihaqi).

Dan sebagaimana Rasulullah juga membolehkan transaksi salam dan istishna’ di mana dalam kedua transaksi tersebut itu diperjualbelikan secara tidak tunai dengan harga lebih. Sebagaimana hadits Rasulullah dari Ibn ‘Abbas;

مَنْ أَسْلَفَ فِي شَيْءٍ فَفِيْ كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ

“Barang siapa melakukan salaf (salam), hendaknya ia melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas, untuk jangka waktu yang diketahui” (HR. Bukhari).

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Pembatal Wudhu

Hukum Menahan Kentut Setelah Berwudhu

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, bagaimana hukumnya menahan ‘buang gas’ yang kadang terasa ketika sesudah wudhu atau sedang shalat ? Kadang shalat beberapa kali di ulang karena tidak mau menahan.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Menahan mulas, BAB, BAK, buang angin saat shalat adalah makruh. Ada pun di luar shalat tidak apa-apa secara syar’i, tapi jika secara medis itu buruk maka hindari juga.

Dari ‘Aisyah Radhiallah ‘Anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا هُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ

“Tidak ada shalat ketika makanan sudah terhidangkan, dan menahan dua hal yang paling busuk (menahan buang air besar dan kencing).” (HR. Muslim No. 559)

Imam An Nawawi  Rahimahullah berkata:

فِي هَذِهِ الْأَحَادِيث كَرَاهَة الصَّلَاة بِحَضْرَةِ الطَّعَام الَّذِي يُرِيد أَكْله ، لِمَا فِيهِ مِنْ اِشْتِغَال الْقَلْب بِهِ ، وَذَهَاب كَمَالِ الْخُشُوع ، وَكَرَاهَتهَا مَعَ مُدَافَعَة الْأَخْبَثِينَ وَهُمَا : الْبَوْل وَالْغَائِط ، وَيَلْحَق بِهَذَا مَا كَانَ فِي مَعْنَاهُ يَشْغَل الْقَلْب وَيُذْهِب كَمَال الْخُشُوع

“Hadits-hadits ini menunjukkan kemakruhan melaksanakan shalat ketika makanan yang diinginkan telah tersedia, karena hal itu akan membuat hatinya terganggu, dan hilangnya kesempurnaan khusyu’, dan juga dimakruhkan melaksanakan shalat ketika menahan dua hal yang paling busuk, yaitu kencing dan buang air besar.  Karena hal ini mencakup makna menyibukkan hati dan hilangnya kesempurnaan khusyu’.” (Al Minhaj Syarh   Shahih  Muslim,  2/321. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jangan ceritakan mimpi

Ketika Mimpi Buruk Menyertai Di Malam Hari

📝 Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

عن أَبَي قَتَادَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ فَقَالَ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا أَثْقَلَ عَلَيَّ مِنْ جَبَلٍ فَمَا هُوَ إِلَّا أَنْ سَمِعْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ فَمَا أُبَالِيهَا (رواه مسلم)

Dari Abu Qatadah ra berkata, Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Mimpi yang baik adalah datang dari Allah Swt, dan mimpi yang buruk adalah datang dari syaitan. Maka apabila kamu bermimpi buruk, meludahlah ke kiri tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari bahaya kejahatannya, niscaya (mimpi tsb) tidak akan membahayakan.” Abu Qatadah berkata; ‘Jika Aku bermimpi buruk seperti lebih berat dari memikul gunung, maka aku tidak peduli dengannya setelah aku mendengar Hadits ini.’ (HR. Muslim, hadits no 4196)

Hikmah Hadits ;

1. Bahwa dalam tidur terkadang kita bermimpi ada sesuatu yang buruk terjadi menimpa diri ataupun menimpa orang-orang yang kita sayangi; bisa berupa musibah, bencana, malapetaka, atau hal lainnya yang sangat tidak kita senangi. Maka bila hal tersebut terjadi, ada beberapa anjuran Nabi Saw yang perlu kita lakukan, yaitu ;

#1. Berta’awudz atau meminta perlindungan kepada Allah Swt dari godaan dan gangguan syaitan. Karena sebagaimana hadits di atas, bahwa mimpi buruk itu berasal dari syaitan. Ta’awudz dilakukan minimal dengan membaca ‘A’udzubillahi minas syaitanirrajiim’. Lebih baik lagi jika membaca surat yang disebut ‘almu’awwidzatain’, yaitu surat Al-Falaq dan An-Nas.

#2. Dianjurkan juga untuk bangun (duduk) lalu menoleh ke kiri, kemudian meludah ke sebelah kiri tersebut 3X. Meludah tidak harus dilakukan dengan membuang ludah secara hakiki, namun cukup dengan isyarat seperti membuang ludah tanpa harus mengeluarkan air ludahnya. Karena umumnya mimpi buruk selalu datang dari sebelah kiri, dimana dari sisi kiri lah syaitan kerap datang menggoda dan mengganggu kita. Dan dengan ta’awudz yang diiringi isyarat meludah ke sebelah kiri 3X insya Allah akan mengusir dan menghilangkan gangguan syaitan.

#3. Tidak perlu takut, khawatir atau cemas terhadap “apapun” yang kita dapatkan dalam mimpi. Seperti mimpi mengalami musibah, kecelakaan, kehilangan anggota keluarga, dsb. Karena sesungguhnya sedikitpun mimpi buruk dari syaitan tidak akan pernah bisa memberikan kemudharatan apapun kepada kita. Karena segala sesuatu terjadi adalah karena kehendak Allah Swt dan bukan karena mimpi.

#4. Tidak menceritakan mimpi buruk yang kita alami kepada siapapun. Karena dalam riwayat lainnnya disebutkan bahwa Nabi Saw melarang kita untuk menceritakan mimpi buruk yang kita alami. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda

“…Dan jangan menceritakan mimpi itu kepada siapapun. Dan jika dia bermimpi baik maka bergembiralah dan jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi.” (HR. Muslim, hadits no 4197)

2. Bahwa tidur adalah ibadah, jika diniatkan untuk ibadah. Maka jika hendak tidur ada anjuran untuk membaca doa sebelum tidur, menghadap (miring) ke sebelah kanan dan memasrahkan diri hanya kepada Allah Swt. Dengan melakukan hal tersebut maka setiap detik yang dilalui dalam tidurnya, insya Allah akan bernilai ibadah oleh Allah Swt.

Wallahu Alam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678