Tidak Semua yang Disukai Baik

0
159

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🌺🍃🍃

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

Penjelasan:

Ayat ini merupakan perintah Allah SWT yang mewajibkan kaum muslimin untuk berjihad melawan musuh demi menahan kejelekan mereka terhadap Islam. Azzuhri berkata, “Jihad hukumnya wajib atas setiap orang, baik ia ahli dalam peperangan atau tidak. Bagi orang yang tidak biasa berperang, ia harus menolong jika diminta dan ia harus maju perang jika diminta untuk berperang, namun jika tidak diperlukan maka ia boleh meninggalkan.”

Ibnu Katsir berkata untuk masalah tersebut, ada sebuah hadist shahih:

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «من مات ولم يَغْزُ، ولم يُحدث نفسه بالغزو، مات ميتتة جاهلية »
[صحيح] – [رواه مسلم]

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu ‘anhu- secara marfū’, “Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak pernah berperang (di jalan Allah), dan tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan.”

Sedangkan firman-Nya, “Padahal perang itu adalah sesuatu yang kamu benci,” yaitu bahwa berperang itu sangat berat bagi kalian, karena disamping ia terancam, terbunuh atau terluka,.ia juga merasakan beratnya perjalanan dan dahsyatnya musuh. Allah berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,” maknanya bahwa berperang itu mendatangkan kemenangan dan keunggulan atas musuh serta penguasaan atas negeri, harta, keturunan dan anak-anak mereka setelahnya. “Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu,” ini berlaku umum dalam semua perkara, terkadang seseorang menyukai sesuatu tetapi itu tidak baik baginya dan sebaliknya.

Kemudian Allah berfirman, “Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.” Maknanya Allah SWT mengetahui akibat berbagai urusan bagi kalian, dan Dia memberitahukan kepada kalian hal-hal yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi kalian di dunia dan akhirat. Oleh karena itu penuhilah perintah-Nya dan berserah dirilah, mudah-mudahan kalian mendapatkan petunjuk; demikian dijelaskan dalam tafsir “Ibnu Katsir”.

Didalam tafsir Allubab disebutkan, “Berperang adalah sesuatu yang berat dilakukan oleh orang beriman karena hati mereka dipenuhi oleh rahmat dan kasih sayang dan karena perang mengakibatkan kesengsaraan dan kehancuran. Namun demikian ia terkadang diperlukan demi membela kebenaran dan keadilan. Kalau keadilan harus berhadapan dengan perdamaian, maka yang dipilih adalah keadilan dan kebenaran.

Ayat ini menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah sehingga Islam tidak mengingkari hal-hal yang berat bagi manusia untuk dijalankan, namun Islam membina jiwa manusia untuk bisa menerima dan taat terhadap ketetapannya dan membuka pintu harapan baginya bahwa ada hikmah yang banyak dari setiap yang ia tidak sukai.

Ayat ini memerintahkan untuk selalu berbaik sangka kepada pilihan Allah untuk kita walau tidak sesuai dengan keinginan kita, sebab Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan karena apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita.

Di dalam kehidupan ini manusia tidak suka dengan jalan yang menanjak padahal di atas puncak itu ada pemandangan yang indah dan udara yang segar untuknya tetapi ia enggan untuk mendakinya; dan manusia lebih suka dengan jalan yang menurun padahal di bawahnya ada jurang yang dalam yang akan mencelakakannya.

Dalam hal makananan juga manusia lebih suka dengan makanan-makanan yang manis dan berlemak padahal itu tidak baik untuk kesehatannya dan ia tidak suka dengan makanan yang mendatangkan kesehatan untuk tubuhnya.

Disebutkan dalam sebuah syair:

“كَمْ حَسّنَتْ لَذّةً لِلْمَـــــــرْءِ قَاتِلَةً ۞ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنّ السَّمَّ فِي الدَّسَمِ

“Betapa banyak kenikmatan justru membunuh karena tidak menyadari bahaya racun yang terkandung di dalamnya”

Dalam menyikapi hidup ini jangan seperti monyet memakan manggis, baru saja dia buka kulitnya dan mendapatkan rasa yang pahit lalu ia buang, padahal di dalamnya terdapat rasa yang manis.

Tidak semua keinginan harus diperturutkan dan tidak semua keinginan kita harus dikabulkan oleh Allah; itu semua untuk kemaslahatan hamba-Nya, maka tetaplah berbaik sangka terhadap ketetapan-Nya.

Sayyid Qutub berkata dalam tafsir “Fi Zhilalil Quran”, “Semua manusia dalam berbagai pengalaman khususnya, bila mau merenungkan pasti bisa menemukan banyak hal yang tidak disukai dalam kehidupannya, tetapi dibalik yang tidak disukai terdapat banyak kebaikan dan hal yang disenangi. Betapa banyak hal yang dicari-cari manusia hingga dia menyesal karena tidak berhasil mendapatkannya, tetapi beberapa saat kemudian ternyata bahwa Allah ingin menyelamatkannya dirinya dengan tidak memberikan apa yang ia cari-cari saat itu.

Inilah manhaj tarbawi (sistem pembinaan) yang diterapkan Al Qur’an terhadap jiwa manusia, agar jiwa manusia percaya, menerima dan pasrah tentang perkara ghaib yang tersembunyi, sesudah ia bekerja dan berusaha seoptimal mungkin dalam lingkup ruang usaha yang terbuka.

🍃🍃🌺🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here