logo manis4

Wafatnya Ulama adalah Musibah untuk Ummat

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Wafatnya seorang ulama berbeda dengan wafatnya seorang pejabat. Jika seorang presiden wafat, maka minggu depan sudah ada gantinya; sedangkan para ulama yang mumpuni dibidangnya, ketika ia wafat belum tentu ada gantinya.

Sampai saat ini kita belum mendapatkan penggantinya Natsir, kita juga belum mendapatkan kemampuan ulama yang kompetensinya seperti Hamka, ia penulis, orator dan juga sastrawan.

Wafatnya seorang ulama adalah musibah bagi umat, karena itu pertanda ilmu diangkat oleh-Nya, lalu yang tersisa adalah hanya ulama-ulama karbitan yang tidak memilki kemampuan, lalu mereka menjawab pertanyaan umat tergantung dengan pesanan dan siapa yang bayar, dan tidak peduli apakah fatwanya itu menyesatkan umat atau tidak.

Dalam hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا ، يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا ، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا ، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla tidak akan mencabut ilmu dari umat manusia dengan sekali cabut. Akan tetapi, Dia akan mencabut dengan mematikan para ulama (ahlinya). Sampai apabila Dia tidak menyisakan seorang alim, umat manusia akan menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai pimpinan-pimpinan mereka. Mereka ditanya (oleh umatnya) lantas menjawab tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Wafatnya seorang ahli ilmu berbeda dengan wafatnya seorang ahli ibadah, karena mereka yang beribadah bisa melakukannya dengan benar karena bimbingan dan penjelasannya para ulama, maka jangan sia-siakan para ulama selagi mereka masih hidup, dengan mendengarkan kajiannya atau duduk di majelisnya.

ويقولُ سيِّدُنا عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عنهُ: مَوتُ ألفِ عابِدٍ قائِمِ اللَّيلِ صائِمِ النَّهارِ أهوَنُ من مَوتِ عالِمٍ بَصيرٍ بِحَلالِ الله وحَرامِهِ

Umar bin Khattab berkata, “Wafatnya seribu ahli ibadah yang rajin melaksanakan tahajjud di malam hari dan puasa di siang hari, masih lebih ringan dari wafatnya seorang ulama yang mengetahui hukum halal dan haram.”

Dalam Alquran ada satu ayat yang oleh sebagian ahli tafsir dijadikan dalil tentang peran ulama. Allah berfirman,

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا

“Apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah itu, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. Ar-Ra’du: 41)

Ibnu Abbas berkata:

خرابها بموت علمائها وفقهائها وأهل الخير منها “

Yaitu hancurnya sebuah daerah dengan wafat ulamanya, ahli fiqhnya dan orang-orang baiknya.

Zaid bin Tsabit berkata, “Barangsiapa yang ingin melihat perginya ilmu, beginilah cara Allah menghilangkannya yaitu dengan mewafatkan para ulama.“

Wafatnya ulama adalah pertanda rapuhnya sendi-sendi pertahanan umat, karenanya wafatnya mereka harus menjadi motivasi untuk kita semua untuk mempersiapkan anak-anak cucu kita menjadi generasi yang tidak buta akan Islam. Mereka boleh menjadi dokter, insinyur dan lain sebagainya, tetapi mereka harus melek akan nilai nilai Islam yang mulia; kalau Istilah KH. Zainudin MZ, “Otak boleh Jerman tetapi hati tetap Mekah.“

Wafatnya seorang ulama yang hafal Alquran, hendaknya menjadi motivasi buat kita untuk menghafal Alquran dan menjadikan anak cucu kita sebagai generasi menghafal dan mengamalkan Alquran. Jika kita tidak menjadikan semua keturunan kita ahli Alquran, maka jadikanlah salah satunya agar kita mendapatkan mahkota kemuliaan di akhirat nanti.

Wafatnya seorang ulama adalah nasihat buat kita untuk bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah yaitu wafat di jalan dakwah, karena bagaimanapun hidup seseorang begitulah ia akan wafat kelak. Siapa yang hidup berjuang memperjuangkan kebenaran, maka ia akan wafat di atasnya; dan siapa yang hidup berlumur dosa dan bangga akannya, maka ia akan wafat hitam legam terkubur dosa.

Kisah wafatnya syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, semoga bisa menjadi penyemangat kita untuk wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Syaikhul Islam, beliau wafat di penjara Qal’ah. Beliau mengakhiri hidupnya setelah membaca ayat yang maknanya sangat indah.

Salah satu muridnya, Ibnu Abdil Hadi bercerita, setelah Syaikhul Islam banyak menulis buku, beliau habiskan waktunya untuk beribadah, membaca al-Quran, dzikir, tahajud, hingga wafat. Selama di penjara, beliau mengkhatamkan al-Quran sebanyak 80 atau 81 kali. Dan di akhir bacaan beliau, beliau membaca,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ. فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.” (QS. al-Qamar: 54).

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Membagikan Hewan Kurban Kepada Non Muslim

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, ingin bertanya. Bolehkah memberikan hewan kurban kepada orang di luar Islam?

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Faisal Kunhi MA

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Jika zakat saja boleh diberikan kepada muallaf (yaitu orang yang lemah hatinya) baik ia seorang yang baru memeluk Islam tetapi ia memilki pengaruh bagi kaumnya, sehingga ia berhak mendapatkan zakat untuk menguatkan hatinya dan mengukuhkannya untuk memeluk Islam, dengan harapan ia dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya atau dapat mencegah kejahatannya.

Zakat juga boleh di berikan kepada orang kafir yang sangat di harapkan akan beriman atau kaumnya akan beriman, oleh karena itu ia diberi untuk menumbuhkan gairah dan kecintaan terhadap Islam, demikian jelas Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi dalam minhajul muslim.

Jika demikian maka daging kurban juga boleh diberikan kepada orang-orang non muslim, dimana itu bisa menjadi sarana dakwah mengajaknya untuk memeluk Islam, dengan catatan bagian untuk kaum muslimin yang membutuhkan tetap menjadi prioritas.

Daging kurban dianjurkan untuk di bagi tiga; dimakan sendiri (bersama keluarga) orang yang berkurban sepertiganya, sepertiga lagi di sedekahkan dan sepertiga lagi di hadiahkan untuk rekan-rekannya, berdasarkan sabda nabi saw “Makanlah, dan simpanlah serta bersedekahlah” (Muttafaq alaih).

Boleh juga disedekahkan semuanya, dan boleh juga tidak ada yang dihadiahkan dari daging kurban tersebut. Demikian jelas Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi.

Jika daging kurban boleh di hadiahkan, maka itu artinya kita juga boleh memberikan hadiah kepada teman kita yang non muslim, karena nabi saw pun juga saling menerima dan memberi hadiah kepada orang-orang Yahudi.

Islam adalah agama yang tidak memerintahkan seseorang untuk menanyakan apa agamanya, sebelum ia berbuat baik kepadanya, Allah berfirman:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

Berikut saya tambahkan beberapa pendapat ulama tentang memberi daging kurban kepada orang di luar Islam:

Pertama: tidak boleh secara mutlak baik dzimmi atau harbi pada kurban wajib atau sunnah ini adalah pendapat Syafi’iyah.

Kedua: Makruh, Addasuqi berkata: Imam Malik dan laist memakruhkan memberikan kulit kurban kepada kaum nasrani. Imam Malik berkata: selain mereka lebih kami sukai (Asyyarh al Kabir, 3 /587)

Ketiga: Boleh, yaitu khusus non muslim yang hidup berdampingan secara damai, inilah pendapat Hambaliyah, Hanafiyah, Al Hasan, Abu Tsaur dan lainnya (Assyarh Al Kabir 3 : 587)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Gerakan Yang Membatalkan Shalat

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apakah bergerak tiga kali dalam shalat bisa membatalkan shalat?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Faisal Kunhi MA.

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Di dalam kitab Kifayatul Akhhyar dikatakan

و أما العمل الكثير كالخطوات الثلاث المتواليات وكذا الضربات تبطل الصلاة ولافرق فى ذالك بين العمد والنسيان لان العمل الكثير يغير نظمها ويذهب الخشوع وهو مقصودها وأن العمل القليل فى محل الحاجة لا يبطل الصلاة

“Gerakan yang banyak berturut-turut seperti langkah dan pukulan membatalkan shalat dan tidak ada perbedaan apakah gerakan itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, karena gerakan yang banyak itu merubah disiplin shalat dan menghilangkan kekhusyuan, sedangkan gerakan sedikit sesuai dengan keperluan tidak membatalkan shalat.”

Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah mengatakan bahwa gerakan sedikit tidak membatalkan shalat.

Contohnya ketika kita shalat, kalau handphone kita berdering maka tidak apa kita mematikannya agar tidak menganggu jama’ah shalat.

Sebagaimana juga Rasulullullah SAW membolehkan untuk membunuh ular dan kala jengking dalam shalat tanpa harus membatalkannya, maka ini menandakan bolehnya melakukan gerakan sedikit yang diperlukan dalam shalat.

Karena Nabi ﷺ pernah memerintahkan:

اُقْتُلُوْا الْأَسْوَدَيْنِ فِي الصَّلَاةِ: الحَيَّةَ، وَالْعَقْرَبَ

“Bunuhlah dua ekor si hitam meski dalam shalat, yaitu ular dan kalajengking.” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh Ahmad (II: 233, 248)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Keutamaan Tidak Akan Bisa Diraih Dengan Santai

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

«المصالح والخيرات واللذات والكمالات كلها لا تُنال إلا بحظ من المشقة، ولا يُعبر إليها إلا على جسر من التعب!»

“Maslahat, kebaikan, kelezatan, dan kesempurnaan, semuanya tidak bisa diraih kecuali dengan sebagian kesulitan. Ia juga tidak bisa dicapai kecuali melalui jembatan keletihan.”

Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 15

Penjelasan:

1. Ulama berkata

وما اللذة الا بعد التعب

Tiada kelezatan kecuali setelah bersusah payah.

Pepatah kita berkata, “Berakit-rakit dahulu, berenang kemudian , bersusah-susah dahulu, senang kemudian.”

2. Al Quran mengajarkan, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqoroh : 214)

3.  Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi berkata: “Ayat ini menunjukkan bahwa termasuk sunnatullah yang tidak dapat dirubah adalah memberikan ujian dan cobaan kepada orang yang menegakkan agama dan syari’at-Nya.

Jika seseorang bersabar terhadap perintah Allah dan tidak peduli terhadap rintangan yang menghadang, maka dia adalah orang yang benar imannya dan akan memperoleh kebahagiaan secara sempurna.” (Aisarut Tafasir).

4. ‘Abdurrahman bin Abu Hatim berkata, “Laa yustatho’ul ‘ilmu bi rohatil jasad“

Ilmu -agama- tidaklah bisa diraih dengan badan yang bersantai-santai. (Siyar A’lamin Nubala’, 13/266)

5. Mau kaya harus bekerja, mau pintar harus belajar; sungguh dunia ini bukan tempat bersantai-santai tetapi ia tempat berkeringat, mengalirkan darah dan menumpahkan air mata  untuk meraih kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Menghapus Kesalahan Dengan Berbuat Baik

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dari Abi Dzar ra, Rasulullah saw bersabda,

“ إذا عملت سيئة فأتبعها حسنة تمحمها ” “

“Jika engkau melakukan keburukan maka ikutilah dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan buruk yang pernah dilakukan.“ (Hadist shahih riwayat Ahmad)

Penjelasan:

1. Allah berfirman,

“إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ “

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa).” (QS. Hud: 114)

Sesungguhnya perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan buruk di masa lalu, sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Abu Bakar:

“Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah seorang muslim berdosa lalu dia berwudhu kemudian dia shalat 2 raka’at dan memohon ampun kepada Allah kecuali pasti Allah akan mengampuni dosanya.'”

2. Al Ghazali berkata, “Lebih utama mengikuti keburukan dengan kebaikan yang berlawanan seperti: mendengarkan hal-hal yang melalaikan diganti dengan mendengarkan Al Qur’an dan duduk di majlis zikir, duduk di masjid dalam keadaan junub diganti dengan i’tikaf dan membaca Al Qur’an, meminum khamr diganti dengan makan makanan yang halal.”

3. Para ulama sepakat bahwa perbuatan baik dapat menghapus dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar seperti durhaka terhadap orang tua, membunuh, riba, miras dan lain sebagainya, tidak ada jalan lain untuk menghapusnya kecuali dengan taubat.

Allah berfirman :

وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

“Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS. At Taubah: 82).

Ini jika dosa tidak berhubungan dengan hak manusia. Namun jika berhubungan dengan hak orang lain seperti mencuri, maka ia harus mengembalikannya terlebih dahulu dan minta maaf kemudian ia bertaubat.

4. Jika syarat taubat yang berkaitan dengan manusia tidak terpenuhi, maka urusannya akan berlanjut di akhirat. Orang-orang yang pernah dizhalimi akan menuntut dan mengambil pahala darinya sebagai ganti dari kezhaliman yang ia lakukan di dunia.

Rasulullah saw bersabda, “JIka seorang mukmin selamat dari neraka, ia ditahan di sebuah jembatan antara surga dan neraka, lalu ia diminta pertanggungjawaban oleh orang yang dizhalimi di dunia; jika telah usai maka barulah diizinkan masuk surga.” (HR. Bukhari dari Abu Sa’id al al Khudri).

5. Di antara kebaikan Allah, jika seorang mukmin tidak memilki dosa kecil, maka amal kebaikan yang ia lakukan berdampak terhadap dosa-dosa besarnya, yaitu dosa besar yang ia lakukan akan diringankan Allah swt. Jika tidak memiliki dosa besar ataupun dosa kecil, maka pahala dari kebaikan yang dilakukan akan dilipat gandakan.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

logo manis4

Kita Hanya Terlihat Baik

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌺

ربما كنت مسيئا فأراك الإحسان منك صحبتك من هو أسوأ منك حالا منك

Bisa jadi engkau berbuat buruk, namun persahabatanmu dengan orang yang lebih buruk menjadikanmu tampak baik
(Ibnu Athaillah)

Ketika kita melakukan kebaikan, lalu ada yang memuji kita, janganlah kita bangga diri dulu, karena bisa jadi kita terlihat baik dan shalih bukan karena kita benar-benar baik, tetapi hanya karena kita berteman dengan orang-orang yang kualitas kebaikannya dibawah kita.

Sucikanlah dirimu tetapi jangan merasa suci.

Rasakan kebenaran tetapi jangan merasa benar.

Rasakan kebaikan tetapi jangan merasa baik.

AA Gym berkata bahwa kita ini mulia bukan karena mulia, tetapi karena Allah masih menutupi aib kita, andai Allah buka tabir diri kita, maka pastilah tidak ada yang mau mendekat dan mendengarkan perkataan kita.

Andai aib dan keburukan kita tidak ketahuan itu bukan karena pandai menutupinya, itu semua karena Allah menutupi noktah-noktah hitam yang ada pada diri kita.

Ketika sudah menjadi ahli tahajjud, maka jangan kita merasa paling shalih, karena andai tahajjud kita dibandingkan dengan tahajjudnya nabi saw, maka pasti tidak ada apa–apanya.

Kita merasa sudah banyak baca Al Quran ketika mengikuti program odoz (one day one juz), karena kita yang kita bandingkan adalah mereka yang ikut program odol (one day one lembar).

Ujian orang yang berbuat baik adalah ujub dan ujian orang yang berdosa adalah putus asa.

Ulama berkata:

“ إعجاب الرجل بنفسه عنوان ضعف عقله “

“takjub kepada diri
sendiri adalah tanda lemahnya akal“

Jadi baik dan buruk itu tergantung pembandingnya, bahkan kebaikan yang dilakukan oleh orang yang biasa, bisa menjadi sebuah keburukan bagi orang yang sangat dekat kepada Allah, seperti bermuka masamnya nabi saw ketika ada orang buta yang bertanya kepadanya, lalu Allah menegurnya dalam surah Abasa.

Janganlah kita membayangkan masamnya muka nabi saw seperti masamnya muka kita, bisa jadi itu masih terhitung tersenyum untuk orang–orang umum, namun karena nabi itu adalah uswah hasanah maka senyumannya pun haris tampil sempurna.

Ulama berkata:

“ حسنة الأبرار سيئة المقربين “

Kebaikan orang – orang yang baik adalah kejahatan orang yang dekat kepada Allah.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doa keberkahan hidup

Perbaiki Tiga Hal Darimu, Maka Allah Akan Memperbaiki Tiga Yang Lainnya

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

✍🏻 Sufyan bin Uyainah rahimahullah mengatakan,

كان العلماء فيما مضى يكتب بعضهم إلى بعض بهؤلاء الكلمات: من أصلح سريرته، أصلح الله علانيته، ومن أصلح ما بينه وبين الله، أصلح الله ما بينه وبين الناس، ومن عمل لآخرته، كفاه الله أمر دنياه.
رواه ابن أبي الدنيا في كتاب الإخلاص.

Dahulu, para ulama saling menuliskan di antara mereka dengan kata-kata berikut:

▪️Barang siapa memperbaiki batinnya, Allah pasti memperbaiki lahirnya.

▪️Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, Allah akan perbaiki hubungannya dengan manusia.

▪️Barang siapa beramal untuk akhiratnya, Allah akan cukupkan urusan dunianya.

📚 Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyah hlm. 6

PENJELASAN:

1. Siapa yang sibuk membersihkan hatinya dari dengki dan dendam maka akan terpancar cahaya keindahan di wajahnya.

2. Siapa yang berusaha untuk beribadah kepada Allah dengan sungguh-sungguh,  maka Allah akan menjadi hubungannya dengan manusia  harmonis dan penuh dengan kedamaian.

3. Siapa yang menjadikan akhirat orientasi hidupnya maka Allah cukupkan dunianya.

4. Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman

: مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahannam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.  [Al-Isrâ’/17:18]

5. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا ابْنَ آدَمَ ! تَـفَـرَّغْ لِـعِـبَـادَتِـيْ أَمْـلَأْ صَدْرَكَ غِـنًـى
وَأَسُدَّ فَقْرَكَ ، وَإِنْ لَـمْ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا وَلَـمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

‘Wahai anak Adam! Luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan (kecukupan) dan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu.”

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jujur

Risiko Kejujuran

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

وعليك بالصدق وان قتلك الصدق

“Engkau wajib senantiasa bersikap jujur walau kejujuran itu membunuhmu.” (Raudhatul ‘Uqala hlm. 66)

PENJELASAN:

1. Yang paling sedikit ditemukan di akhir zaman adalah orang-orang yang jujur karena begitu berat resiko bagi mereka yang jujur. Mereka harus siap diusir, dipenjara bahkan sampai dibunuh.

2. Ulama berkata: قل الحق ولو كان مرا ,”Katakan yang benar walaupun pahit”.

3. “Setiap kebohongan adalah dua kebohongan, yaitu kebohongan yang kita katakan kepada orang lain dan kebohongan yang kita katakan pada diri kita sendiri untuk membenarkannya.” (Robert Brault)

4. “Menjadi orang yang jujur mungkin akan membuat anda kehilangan banyak teman, tetapi kejujuran akan membuat anda menjadi teman yang tepat.” (Jhon Lenon)

5. Kebohongan itu menyelamatkanmu sementara tetapi menghancurkanmu selamanya.

6. Jujur terkadang menyakitkan tetapi lebih menyakitkan ketika sebuah kebohongan itu terungkap.

7. “Jujur itu mahal, maka jangan berharap ia lahir dari pribadi yang murahan.” (Warren Buffet)

8. “Tidak ada warisan yang begitu kaya seperti kejujuran.” (William Shakespeare)

9. Jujur diawal lebih baik dari pada berbohong selamanya.

10. “Selama hatimu bersih maka engkau akan berkata dengan benar.” (Umar bin Khattab)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Kemunafikan

Khusyuk Dalam Kemunafikan

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Sahabat Abu Dardaa radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

استعيذوا بالله من خشوع النفاق

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari khusyuk kemunafikan!”

Ada seorang yang bertanya kepadanya, “Apa itu khusyuk kemunafikan?”

Abu Dardaa berkata,

أن يرى الجسد خاشعاً و القلب ليس بخاشع

“Jasad yang terlihat khusyuk, namun hati tidaklah khusyuk.”

📚 Shifatush Shafwah, hlm. 177

®️ PENJELASAN:

1. Hati-hati berpura-pura  baik padahal hatimu jahat,  berpura-pura suci padahal hatimu kotor, berpura-pura ulama padahal ia penjahat berbaju ulama.

2. Ibnu Katsir mengatakan,

النفاق هو إظهار الخير وإسرار الشر

“Kemunafikan adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan.” (Tafsir Ibn Katsir)

3. Seburuk-buruk manusia adalah mereka yang khusyuk dalam melakukan kemaksiatan dan kemunafikan.

4.Hendaklah kita malu jika tidak khusyuk dan serius dalam merencanakan kebaikan karena mereka para penjahat telah serius melakukan keburukan.

5.Kemunafikan terbagi menjadi dua :

A). Nifaq akbar (kemunafikan besar), yaitu orang yang lahirnya terlihat beriman namun batin dan hatinya sama sekali tidak mengimani rukun iman yang enam. Kemunafikan seperti ini yang banyak ditemukan di saat hidupnya Rasulullah Saw dan mereka mendapatkan ancaman hukuman untuk disiksa di kerak neraka.

Allah berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. Annisa: 145)

B). Nifaq asghar (kemunafikan kecil), yaitu sifat munafik dalam perbuatan seperti suka berdusta jika bicara atau ingkar janji jika bicara.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim no. 59)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doakan Selalu Orang Tua Kita

Doa Kita Adalah Ilham Dari-Nya

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

ما ألهم الله عبدًا أن يدعوه إلا رغبة منه بالاستجابة

Allah tidak memberi ilham pada seorang hamba untuk berdo’a kecuali karena Allah ingin mengabulkan do’a itu.

PENJELASAN:

1. Doa yang sering kita panjatkan adalah petunjuk dari Allah bahwa Ia ingin mengabulkan doa tersebut.

2. Berdoa itu seperti mengayuhkan sepeda, perlahan demi perlahan akan sampai ke tempat yang kita tuju.

3. Jangan menuntut Allah agar menyegarkan doamu dikabulkan, tetapi tuntutan dirimu agar pantas menjadi insan yang dikabulkan doanya.

4.عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ»

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.'” (HR. Tirmidizi).

Karena di dalam doa ada harapan dan optimisme  dan kita diajarkan hanya berharap kepada-Nya.

5.قال شيخ الإسلام ابن تيمية – رحمه الله -: [القلوب الصادقة والأدعية الصالحة هي العسكر الذي لا يغلب]~

Ibnu Taimiyyah berkata, “Hati yang tulus dan doa yang baik adalah tentara yang tidak bisa dikalahkan.”

6. قال أبو الدرداء رضي الله عنه : من يُكثر قرع الباب يُوشك أن يُفتح له، ومن يُكثر الدعاء يُوشك أن يستجاب له]~

Abu al-Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barang siapa yang banyak mengetuk pintu maka akan segera dibukakan baginya, dan barang siapa yang banyak berdoa akan segera dikabulkan.”

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678