Keutamaan Salat Shubuh

Ragu dan Lupa Membaca al-Fatihah di dalam Shalat

๐Ÿ“ Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Walaupun bacaan al-Fatihah sendiri sebagai rukun di antara rukun-rukun shalat yang tidak boleh tertinggal, namun bisa saja dalam kasus tertentu seseorang lupa membacanya, atau bisa juga ragu mengenai bacaannya, apakah ayat-ayatnya sudah dibaca dengan sempurna ataukah belum.

Mengenai ragu dalam hal bacaan al-Fatihah ini, Zainuddin al-Malibari (w. 987 H) di dalam Fath ul-Muโ€™in memberikan penjelasan: โ€œJika di tengah-tengah bacaan al-Fatihah seseorang ragu, apakah sudah membaca basmalah ataukah belum, kemudian ia menyelesaikan bacaannya, dan akhirnya ia ingat bahwa ia sudah membaca basmalah, maka ia wajib mengulang seluruhnya, menurut beberapa tinjauan pendapat. Keraguan dalam peninggalan satu huruf atau lebih dari Surah al-Fatihah, demkian pula satu ayat atau lebih, setelah pembacaan al-Fatihah selesai adalah tidak ada pengaruh apa-apa, sebab secara lahir al-Fatihah sudah dibaca dengan sempurna. Wajib mengulang al-Fatihah dari awal jika keraguan itu terjadi sebelum sempurnanya bacaan, seperti halnya ragu apakah sudah membaca al-Fatihah ataukah belum. Sebab menurut asal, ia belum membacanya.โ€ Beliau juga mengatakan: โ€œJika seseorang membaca al-Fatihah dalam keadaan lupa, dan ia sadar setelah sampai pada ayat ‘shirathal-ladzina…’, serta tidak yakin akan bacaan sebelumnya, maka wajib mengulangi al-Fatihah dari awal.โ€

Adapun dalam hal lupa ini, Imam asy-Syafi’i (w. 204 H) di dalam al-Umm mengatakan: โ€œJika seseorang tidak membaca Ummul Qurโ€™an (Surah al-Fatihah) walau hanya satu huruf saja lantaran lupa atau lalai, maka rakaat tersebut tidak dapat dihitung.โ€

Iika lupa itu terjadi sedangkan keadaannya masih dalam shalat, misalnya lupa membaca al-Fatihah pada raka’at keempat sementara ia baru ingat ketika hendak sujud, maka ia harus segera mengulangi rakaat keempatnya tersebut untuk menyempurnakannya. Namun ketika seseorang baru ingat ketika selesai shalat, maka ia wajib berdiri untuk mengulangi raka’at keempat tersebut dan menyempurnakan shalatnya, jika memang ia langsung ingat tidak lama setelah selesainya shalat tersebut. Asy-Syarqawi (w. 1227 H) di dalam Hasyiah-nya atas kitab Tuhfah ath-Thullab bi Syarh Tahrir Tanqih al-Lubab karya Abu Yahya Zakariyya al-Anshari (w. 926 H) mengatakan: โ€œYang fardhu (rukun) itu tidaklah dapat diganti dengan sujud sahwi, bahkan jika diingatnya yang fardhu itu, sedang ia masih dalam keadaan shalat, maka hendaklah disempurnakan shalatnya itu. Atau jika ingatan itu datang beberapa waktu setelah shalat usai, maka segeralah membenahi kesahalan itu dan menyempurnakan shalatnya serta disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.โ€

Sementara itu, jika seseorang baru ingat setelah beberapa lama, maka shalatnya dianggap rusak dan ia harus segera mengulangi shalatnya lagi, sebagaimana yang diterangkan oleh Ibrahim al-Baijuri (w. 1276 H) di dalam Hasyiah-nya atas kitab Fath al-Qarib al-Mujib: โ€œ]ika renggang waktu antara lupa dan ingat itu cukup lama menurut ukuran kebiasaan, maka diulangilah shalat itu dari awal.โ€

Selanjutnya, jika seseorang sengaja tidak membaca bagian tertentu dari Surah al-Fatihah, tidak membaca ayat-ayatnya sesuai urutan, atau misalnya mengganti huruf tertentu di dalamnya dengan huruf lain, dan sama sekali bukan karena lupa, maka dalam hal ini shalatnya menjadi tidak sah. Ibn Qasim al-Ghazzi (w. 918 H) di dalam Fath al-Qarib al-Mujib fi Syarh Alfazh at-Taqrib mengatakan: โ€œBarangsiapa yang tidak membaca satu huruf atau satu tasydid dari Surah al-Fatihah, atau mengganti satu huruf dengan huruf yang lainnya, maka bacaannya tidak sah, begitu juga shalatnya jika ia melakukannya dengan sengaja. ]ika tidak disengaja, maka wajib baginya mengulangi bacaannya. Wajib juga membaca Surah al-Fatihah dengan tertib, yaitu dengan membaca ayat-ayatnya sesuai dengan urutan yang sudah diketahui.โ€ Wallahu a’lam.[]

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Tutuplah Aib

Jika Ghibah Pahala Akan Berpindah?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, ketika kita membicarakan (ghibah) seseorang maka pahala kita akan dipindahkan ke orang yang dighibahkan. Pertanyaan: (a) Apakah pahala yang dipindahkan hanya sebagian saja atau seluruh pahala yang kita miliki? (b) Setelah melakukan ghibah apakah pahala yang akan kita dapatkan untuk kedepannya akan terus menjadi milik orang yang dighibahi?

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir, Lc

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Perkara ghibah atau perkara-perkara lain yang bersifat menyakiti, menzalimi orang lain itu memang dapat berpotensi mengakibatkan kebaikan itu akan diberikan kepada mereka di akhirat nanti, meskipun tentu saja ukuran-ukurannya Allah SWT yang tahu, karena itu perkara ghaib.

Hal ini memang merujuk pada hadits Rasulullah SAW terkait dengan orang yang muflis (bangkrut), sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat tentang hal ini;

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ยป. ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ูููŠู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุชูŽุงุนูŽ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ูŠูŽุฃู’ุชูู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุตูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุงุฉู ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชูู‰ ู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฐูŽููŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุณูŽููŽูƒูŽ ุฏูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ููŽู†ููŠูŽุชู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุทูุฑูุญูŽ ููู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

Dari Abu Hurairah radiyallahu โ€˜anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bertanya : โ€œTahukah kalian siapakah orang orang yang bangkrut itu?โ€ Para sahabat _rodiyallahu โ€˜anhum_menjawab, โ€œOrang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.โ€ Rasulullah bersabda, โ€œSesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat datang membawa pahala sholat, puasa, dan zakat, namun dia juga membawa dosa mencaci maki si A, menuduh zina si B tanpa bukti, memakan hartanya si C, membunuh si D, dan memukul si E. karena itu, sebagian pahala amal kebajikannya diberikan kepada mereka. Jika pahala kebajikannya sudah habis, sedangkan belum selesai urusannya maka dosa orang yang dianiaya diberikan kepadanya. Kemudian dia dicampakkan ke dalam neraka.โ€ (HR. Muslim).

Maka kebaikan yang dia bawa akan diberikan kepada siapa yang dia zalimi, kalau tidak cukup, keburukan yang dimiliki oleh orang yang dia sakiti akan diberikan kepadanya. Berapa ukurannya? Tentu saja Allah SWT yang tahu, bisa jadi kebaikan yang dia bawa sekian, keburukannya sekian, maka diambil sekian. Jika kebaikan yang dimiliki sedikit, sementara orang yang dizalimi justru sangat banyak, maka bisa jadi yang terjadi justru kebaikan kita habis dan tidak cukup, kemudian keburukan orang yang disakiti itu akan diberikan kapada kita. Itulah sejatinya orang yang bangkrut berdasarkan sabda Rasulullah Saw.

Yang paling penting memang bukan melihat itu semua sebagai ukuran berapanya, tapi yang paling penting apabila semua itu dilakukan, maka segera bertaubat kepada Allah SWT, menyesali perbuatannya, berjanji tidak mengulangi perbuatan itu, menghentikan semua itu dan minta maaf kepada orang yang dighibahi. Jika takut, maka mohon kepada Allah SWT, kemudian mohonkan ampun untuk orang tadi, kemudian perbaiki nama baiknya. Misalnya orang itu baik dan sebagainya, sebagai upaya untuk menunjukkan kesungguhan kita dalam bertaubat, karena itu yang paling penting.

Jangan sampai mengukurnya misalnya dengan berkata โ€œsholat saya banyak bisa untuk membayar dosa ghibahโ€, maka itu termasuk sesuatu yang bisa membuat terpedaya dan akhirnya terus dalam dosa ghibah yang bisa jadi akan memberikan keburukan yang sangat besar bagi kita.

Wallahu aโ€™lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

berdoa setelah membaca alfatihah

Kesalahan yang Disengaja dalam Membaca al-Fatihah Ketika Shalat

๐Ÿ“ Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Yang penulis maksud dengan kesalahan yang disengaja dalam membaca al-Fatihah di sini adalah ketika seseorang yang sedang shalat lalu dengan sengaja melakukan kesalahan dalam pengucapan lafazh-lafazhnya, atau misalnya ketka ia tidak memperhatikan bacaan yang benar padahal ia mampu membacanya dengan baik dan benar. Dalam hal ini tentu saja ada perbedaan hukum antara yang sengaja dan tidak sengaja, atau karena ketidaktahuan.

Zainuddin al-Malibari (w. 987 H) di dalam Fath al-Muโ€™in menjelaskan bahwa jika seseorang memang mampu membaca dengan benar, atau memungkinkan untuk belajar, lalu ia mengganti satu huruf dalam surah al-Fatihah dengan huruf lainnya, walaupun misalnya mengganti huruf dhad menjadi zhaโ€™, atau melakukan kesalahan dalam hal bacaan yang bisa merusak makna, seperti mengkasrahkan huruf taโ€™ dalam kata anโ€™amta menjadi anโ€™amti, atau mendhammahkannya menjadi anโ€™amtu. Contoh lain misalnya mengkasrahkan huruf kaf dalam kalimat iyyaka menjadi iyyaki, jika hal itu dilakukan dengan sengaja, bahkan ia sendiri sebenarnya mengetahui keharamannya, maka shalatnya menjadi batal dan tidak sah. Adapun jika tidak disengaja dan tidak mengetahui keharamannya, maka yang tidak sah hanya bacaannya al-Fatihahnya saja, yang jika belum berselang lama kemudian ia membenarkan bacaannya, maka bacaannya menjadi sempurna. Demikian juga, (lanjut beliau) kesalahan bacaan yang tidak sampai merusak makna, seperti membaca huruf dal dalam kata na’budu dengan fathah sehingga menjadi naโ€™buda, jika disengaja, maka hukumnya haram, atau setidaknya makruh.

Al-Malibari juga mencontohkan jika seseorang mengucapkan lafazh ar-rahman tanpa mengidghamkan huruf lam ke dalam huruf raโ€™ sehingga menjadi al rahman, jika hal itu dilakukan oleh seseorang karena suatu kesengajaan padahal ia mampu membacanya dengan baik, atau oleh orang yang tidak mampu membaca karena tidak mau belajar, maka batal shalatnya. jika tidak demikian, maka yang batal hanyalah bacaan kalimat tersebut saja. Atau misalnya ketika seseorang menghilangkan tasydid pada huruf ya’ dalam lafazh iyyaka, sementara ia sendiri mengerti maknanya, maka ia dihukumi kafir, sebab arti lafazh tersebut berubah maknanya menjadi โ€œsinar matahariโ€. Sehingga jika demikian maka ayat yang dimaksud bisa berubah arti menjadi (menyembah dan meminta pertolongan kepada sinar matahari’. Adapun jika tidak disengaja, maka hendaknya ia sujud sahwi. Lain lagi misalnya ketika seseorang membaca tasydid huruf-huruf yang sebenarnya tdak bertasydid, maka shalatnya tetap sah, namun tetap saja hukumnya haram, sama seperti ketika ia menghentkan bacaan antara huruf sin dan taโ€™ dalam kata nastaโ€™in. Wallahu a’lam.[]

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menggerakkan Lisan Ketika Membaca Al Quran

Keutamaan Membaca dan Menghafal AlQur’an

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, kira2 ketika kita sdh hafal suatu surat lalu kita selalu membacanya dg melihat mushaf apakah akan hilang hafalannya atau tdk ya… sebab kan lbh baik tilawah dg melihat mushaf…๐Ÿ™ A/34

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Slamet Setiawan, SHI

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Banyak sekali riwayat hadis yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an . Bahkan Allah Ta’ala mengganjar 1 huruf Al-Qur’an yang dibaca sama dengan 10 kebaikan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf (lembaran kitab) lebih utama daripada membaca Qur’an tanpa mushaf.

Rasulullah SAW bersabda:

ุนูŽู† ุนูุซู…ูŽุงู†ูŽ ุจู†ู ุนูŽุจุฏู ุงู„ู„ูŒู‡ู ุจู†ู ุงูŽูˆุณู ุงู„ุซูŒู‚ูŽููŠู ุฑูŽุถูŽูŠู ุงู„ู„ูŒู‡ู ุนูŽู†ู‡ู ุนูŽู† ุฌูŽุฏูŒู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŒู‡ู ุตูŽู„ูŽูŠ ุงู„ู„ูŒู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู…ูŽ ู‚ูุฑุงูŽุกุฉู ุงู„ูŒุฑูŽุฌูู„ู ุงู„ู‚ูุฑุงู†ูŽ ููŠู ุบูŽูŠุฑุด ุงู„ูุตุญูŽูู ุฃู„ูู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู ูˆูŽู‚ูุฑูŽุงูŽุกุชูู‡ ููŠู ุงู„ุตูุญูŽูู ุชูŽุถูุนูŽูู ุนูŽู„ู‰ ุฐูŽุงู„ููƒูŽ ุงูู„ ุฃู„ููŽูŠ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู. (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ููŠ ุดุนุจ ุงู„ุฅูŠู…ุงู†)

Dari Utsman bin Abdullah bin Aus ats Tsaqafi RA dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Bacaan Al-Qur’an seseorang tanpa melihat mushaf adalah seribu derajat (pahalanya), dan bacaannya dengan melihat mushaf adalah dilipatkan sampai dua ribu derajat.” (HR. Al-Baihaqi-Syu’abul Iman)

Hadis ini memunculkan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf adalah lebih utama, karena mata akan selalu melihat Al-Qur’an, sehingga terhindar dari kesalahan dalam pembacaan.

Sedangkan sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an melalui hafalan itu lebih utama, karena akan lebih khusyu’ dan dapat terhindar dari sifat riya, dan itu adalah kebiasaan Rasulullah SAW .

Imam Nawawi menyatakan kedua-duanya baik dan bergantung pada keadaan si pembaca. Sebagian orang ada yang lebih konsentrasi jika membacanya dengan melihat mushaf. Sebagian lainnya merasa lebih konsentrasi jika membacanya dengan hafalan.

Hafizh Ibnu Hajar menulis dalam Fathul-Bari bahwa penjelasan itulah yang dia setujui. Diceritakan bahwa sangkin seringnya Utsman bin Affan membaca Al-Qur’an, maka dua mushaf Al-Qur’an telah robek. Amr bin Maimun meriwayatkan dalam Syarh Ihya bahwa seseorang yang membuka Al-Qur’an setelah salat Shubuh dan membacanya seratus ayat, maka akan ditulis baginya pahala seisi dunia ini.

Disebutkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf sangat bermanfaat bagi penglihatan. Diriwayatkan dari Abu Ubaidah sebuah hadis musalsal yang setiap perawinya berkata bahwa mereka mengalami gangguan penglihatan. Lalu, guru-guru mereka menasihati agar selalu membaca Al-Qur’an dengan melihatnya.

Untuk diketahui, menurut Imam Syafi’i, Al-Qur’an terdiri dari 114 surat dan 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu) huruf. Bisa dibayangkan, jika 1 huruf diganjar dengan pahala 10 kebaikan, maka berapa kebaikan (hasanah) yang kita dapat ketika kita membaca dan mengkhatamkannya. Semoga Allah menjadikan kita ahlul Qur’an dan bisa mengamalkannya.

Namun perlu diingat juga bahwa membaca Al-Qur’an dengan hafalan akan memperkuat hafalan kita, dan itu wajib dilakukan sebagai upaya menjaga hafalan. Jika membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf memberi manfaat/pahala bagi mata, maka membaca Al-Qur’an dengan hafalan akan memberi manfaat/pahala bagi memori/otak kita. Keduanya baik, maka lakukan dengan seimbang. Pahala adalah urusan Allah. Wallahu A’lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Lillah

Perjuangan Ini Tak Bertaburkan Bunga

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Jalan dakwah
Begitulah jalan yang telah dipilihkan untuk para pejuang
Jalan dakwah
Itulah jalan yang mengajarkan kepada kita tentang arti berkorban
Di jalan ini, kita mengerti tentang berbagai ujian
Dan di jalan ini, sejatinya kira sedang menapaktilasi kisah para Nabi dan Rasul

Hingga Dr Abdullah Azzam mengatakan dengan tegas,
“Wahai saudara-saudaraku.
Jalan dakwah itu dikelilingi oleh โ€œmakaruhโ€ (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barangsiapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya.

Dan barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yang terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para rasul dan para da`i yang menjadi pengikut mereka, sejak dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.”

Kita buka kembali lembaran sejarah
Tentang perjalanan para pengemban amanah
Hidupnya dipenuhi rasa lelah
Tak jarang berjumpa dengan masalah

Kita tahu seperti apa Nabi Musa akan dihabisi oleh Fir’aun
Kita juga paham seperti apa
Nabi Yusuf harus dipenjara walau bukan kesalahannya
Bahkan Rasulullah Muhammad dihina dan dilempari batu kala menegakkan kalimatullah

Saudaraku…
Jika kita merasa berat dan banyak kesulitan
Yakinlah itulah jalan manusia pilihan
Setiap duka derita kan menjadi pahala
Dan setiap kebaikan yang dilakukan kan menjadi jembatan menuju Surga

Hasbunallah wa ni’mal wakil

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Suami yang Bersama Istri di Surga

Hukum Menunda Malam Pertama

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, apakah boleh sebelum menikah kita memberi persyaratan utk tidak berhubungan badan terlebih dahulu selama satu bulan setelah akad. Jadi selama sebulan kita menjalankan hari-hari seperti pacaran. Semua hakยฒ istri pada suami ttp dijalankan hanya berhubungan saja yg tidak. Dengan maksud ini cara preventif agar jika ternyata kami tidak cocok, maka tidak ada pihak yg dirugikan.
Pertanyaan ini jga didasari fenomena yg terjadi, banyak perceraian yg terjadi pasca menikah 3 bulan dengan alasan tidak cocok. Menyebabkan kerugian di pihak wanita.
Semoga ustad paham maksud dan tujuan dri pertanyaan saya. Bagaimana mnurut pendapat ustad? Syukran ustad ๐Ÿ™ A38

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Slamet Setiawan, STHI

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Hukum menunda malam pertama dalam Islam adalah mubah atau boleh. Sepasang suami istri boleh menunda sampai waktu tertentu untuk berhubungan intim atau jimak sesuai kehendak pasangan suami istri.

Rasulullah SAW menikahi Aisyah radhiyallahu โ€˜anha ketika beliau berusia 7 tahun. Selanjunya beliau baru kumpul dengan Aisyah, ketika Aisyah berusia 9 tahun.

Dari Urwah, dari bibinya, Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, beliau bercerita,

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูŽ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ู’ู‰ูŽ ุจูู†ู’ุชู ุณูŽุจู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฒููู‘ูŽุชู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‡ูู‰ูŽ ุจูู†ู’ุชู ุชูุณู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูุนูŽุจูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุงุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู‰ูŽ ุจูู†ู’ุชู ุซูŽู…ูŽุงู†ูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ

Bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menikah dengan Aisyah radhiyallahu โ€˜anha ketika Aisyah berusia 7 tahun. dan Aisyah kumpul dengan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika beliau berusia 9 tahun, sementara mainan Aisyah bersamanya. Dan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam wafat ketika Aisyah berusia 18 tahun. (HR Muslim 3546)

Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu โ€˜anha juga bercerita,

ุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู†ููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุจูู†ู’ุชู ุณูุชู‘ู ุณูู†ููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูŽู†ูŽู‰ ุจููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุจูู†ู’ุชู ุชูุณู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ

โ€œNabi shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam menikahiku pada saat usiaku 6 tahun, dan beliau serumah denganku pada saat usiaku 9 tahun.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih).

Semua riwayat ini dalil bahwa pasangan suami istri yang telah menikah, tidak harus langsung kumpul. Boleh juga mereka tunda sesuai kesepakatan.

Dalam Fatwa Syabakah Islamiyah dinyatakan, “Syariat tidak menentukan batas waktu tertentu sebagai rentang antara akad dengan kumpul. Karena itu, acuan dalam rentang ini kembali kepada โ€˜urf (tradisi masyarakat) atau kesepakatan antara suami istri.”

Wallahu A”lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Beruntung Memiliki Istri Sholihah

QANAAH ISTRI MEMBUAT KELUARGA BAHAGIA

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท

Sikap qanaah adalah ridha atas pemberian Allah walaupun sedikit, dan tidak berharap apalagi berambisi untuk mendapatkan apa yang dimiliki oleh orang lain.

Sikap qonaโ€™ah itu membuat seorang istri tetap berprilaku baik kepada suami , ia bisa menjaga amarah dan lisan, tidak menuntut hak nafkah yang serba cukup, tidak berselisih dan bertengkar sekalipun nafkah yang diberikan suami sedikit. Karena ia selalu merasa ridha, tenang, beruntung dan bersyukur masih mendapatkan rizki dari Allah SWT. Sesuai sabda Rasulullah SAW :

” Sungguh beruntung orang yg taat kepada Islam dan dia merasa diberi rizki dg cukup serta merasa qonaah dengan apa yg telah diberikan oleh Allah ” ( HR. Muslim ).

Sikap qanaah seorang istri itu mendatangkan keberkahan dari Allah SWT. Maka saat seorang istri bisa bersikap qanaah hatinya menjadi tenang, jiwanya sabar dan fikirannya jernih sehingga ia memiliki banyak inisiatif, inovasi dan kreatifitas untuk mengelola nafkah yang sedikit agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Rasulullah bersabda :

” Siapa yang bisa menahan diri maka Allah membuatnya bisa menjaga kehormatannya dan siapa yang berusaha merasa cukup maka Allah akan mencukupinnya dan siapa yang berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya sebagai orang yang sabar” ” ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Sebaliknya jika istri tidak bersikap qanaah maka saat suami tidak mampu memberikan nafkah yang cukup maka ia merasa susah dan marah, tidak bisa menahan lisan, banyak menuntut, sering berselisih. Sikap tersebut menghancurkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga.

Dengan demikian sikap qanaah seorang istri di tengah kesulitan ekonomi dapat menjaga keharmonisan keluarga , sehingga suami dan anak-anak mereka tetap hidup dengan tenang, nyaman dan bahagia.

“Harta itu sangat menggiurkan, bila ada orang yg mengambil banyak harta untuk berderma maka dia mendapat kelapangan, bila dia mengambil banyak untuk kesenangan diri, maka dia tidak akan mendapat keberkahan seperti orang yang makan tapi tidak merasa kenyang, dan tangan yang di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah” ( HR. Muttafaq ‘alaihi ).

Wallahu a’lam bish showab

๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒท

Sebarkan! Raih Pahala


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Membayar Zakat

Zakat Profesi

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, terkait dg zakat penghasilan.
Bagaimana penghitungannya hingga seseorang di kenai zakat penghasilan/profesi?
Apakah ada syarat2 nya?
Jika seorang PNS yg penghasilannya habis untk memenuhi kebutuhan se hari2 apakah dikenakan zakat penghasilan setiap bulannya? Jazakillah khoir ๐Ÿ™ A/10

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Para ulama, seperti Syaikh Muhammad Abu Zahrah, Syaikh Abdul Wahhab Khalaf, Syaikh Abdurrahman Hasan, dan ditegaskan lagi oleh Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, di mana mereka memandang ada beberapa alasan keharusan adanya zakat profesi:

– Profesi yang dengannya seseorang menghasilkan uang, termasuk kategori harta dan kekayaan (al maal al mustafad).

– Kekayaan dari penghasilan bersifat berkembang, bertambah, dan tidak tetap, ini sama halnya dengan barang yang dimanfaatkan untuk disewakan.

Dilaporkan dari Imam Ahmad, bahwa beliau berpendapat tentang seseorang yang menyewakan rumahnya mendapatkan uang sewaan yang cukup nisab, bahwa orang tersebut wajib mengeluarkan zakatnya ketika menerimanya tanpa persyaratan setahun. Hal itu pada hakikatnya menyerupai mata pencaharian, dan wajib dikeluarkan zakatnya bila sudah mencapai satu nisab, walau tanpa haul.

– Selain itu, hal ini juga diqiyaskan dengan zakat tanaman, yang mesti dikeluarkan oleh petani setiap memetik hasilnya. Bukankah petani juga profesi?

– Dalam perspektif keadilan Islam, maka adanya zakat profesi adalah keniscayaan. Bagaimana mungkin Islam mewajibkan zakat kepada petani yang pendapatannya tidak seberapa, namun membiarkan para pengusaha kaya, pengacara, dokter, dan profesi prestise lainnya menimbun harta mereka? Kita hanya berharap mereka mau bersedekah sesuai kerelaan hati?

– Dalam perspektif maqashid syariโ€™ah (tujuan dan maksud syariat), adanya zakat profesi adalah sah. Sebab lebih mendekati keadilan dan kemaslahatan, serta sesuai ayat:
โ€œHai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.โ€œ (QS. Al Baqarah (2): 267)

Bukankah zakat penghasilan diambil dari hasil usaha yang baik-baik saja? Bukankah usaha yang baik-baik itu tidak terbatas pada perniagaan dan pertanian? Inilah dasar yang kuat tentang kewajiban zakat atas penghasilan dari profesi seseorang.

– Mereka berpendapat bahwa zakat profesi ada dua pendekatan pelaksanaan, sesuai jenis pendapatan manusia.

Pertama, untuk orang yang gajian bulanan, maka pendekatannya dengan zakat pertanian, yaitu nishabnya adalah 5 wasaq, senilai dengan HARGA 653 Kg gabah kering giling (atau 520 kg beras), dan dikeluarkan 2,5%, yang dikeluarkan ketika menerima hasil (gaji), tidak ada haul.

Menurut Syaikh Al Qaradhawi, zakat penghasilan baru dikeluarkan jika sudah dikeluarkan kebutuhan POKOKnya dahulu, jika sisanya masih nishab, itulah yang dikeluarkan 2,5%. Sementara Az Zuhri, mengatakan langsung dikeluarkan tanpa dikurangi kebutuhan-kebutuhan pokok.

Kedua, bagi yang penghasilannya bukan bulanan, seperti tukang jahit, kontraktor, pengacara, dokter, dan semisalnya, menggunakan pendekatan zakat harta, yakni nishab senilai dengan 85gr emas setelah diakumulasi dalam setahun, setelah dikurangi hutang konsumtif, dikeluarkan sebesar 2,5%.

Demikian. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Lillah

Menjadikan Jiwa Tenang dalam Menghadapi Musibah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Masalah kehidupan akan selalu silih berganti mendatangi manusia. Tak ada satu pun dari kita terlepas dari ujian itu. Dan orang beriman tahu bahwa kadar ujian tergantung keshalihan seorang hamba.

Kita ingat bagaimana para Nabi dan Rasul juga salafussaleh seperti apa ujian yang dialami. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, โ€œWahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?โ€ Beliau SAW menjawab: โ€œPara nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat keshalihannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.โ€ (HR Bukhari).

Berbaik sangka kepada Allah atas semua yang terjadi. Menikmati segala yang telah dihadirkan, dan belajar mengambil hikmah dari kesulitan yang ada. Dan bila masalah itu hadir belajar untuk tetap tenang karena semua yang terjadi tak lepas dari rencana terbaik dari Allah. Serahkan saja segala urusan pada Nya. Allah lah yang akan menyelesaikan urusan Nya. Karena semua ada takarannya.

Sungguh luar biasa firman Allah yang mengingatkan dalam surat at thalaq ayat 3. “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Musibah hadir dalam kehidupan manusia bagaikan air yang keruh, semakin diaduk-aduk kondisinya semakin keruh. Maka bersabar dan tenanglah dalam menghadapi masalah, karena ketika mau menanti sejenak tentu air akan menjernih.

Bersabarlah insya Allah semua akan berakhir indah.
Bersabarlah insya Allah segala urusan akan bertemu jalan yang mudah.

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Di Surga Bersama Orang yang Dicinta

Di Surga Bersama Orang-Orang Tercinta

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ููˆุณูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ
ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู„ู’ุญูŽู‚ู’ ุจูู‡ูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ

Dari Abu Musa dia berkata; Diberitahukan kepada Nabi ๏ทบ bahwa ada seseorang yang mencintai suatu kaum, namun dia sendiri belum bisa (melakukan hal baik) seperti mereka bahkan menyamainya. Beliau bersabda, “Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.”

(HR. Bukhari no. 6170)

Pelajaran:

– Makna : ูˆูŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู„ู’ุญูŽู‚ู’ ุจูู‡ูู…ู’, yaitu dia tidak mampu beramal seperti mereka, kedudukannya tidak seperti mereka, dan di dunia tidak bermajelis dengan mereka.

– Makna : ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ, yaitu dia berkumpul bersama orang-orang yang dicintainya di akhirat.

– Anjuran mencintai orang-orang shalih, para ulama,dan ahli ibadah, walau amal kita tidak sampai seperti mereka dalam kualitas dan kuantitas, atau belum pernah berjumpa dengan mereka.

– Dengan cinta itu membuat kita dikumpulkan bersama mereka di surga. Imam Ibnul Mualaqqin mengatakan: “Ini adalah dalil bahwa siapa yang mencintai seorang hamba karena Allah, maka Allah akan mengumpulkan antara dia dan orang yang dicintainya karena ketaatannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla di surgaNya walau dia amalnya terbatas.” (At Taudhih Lisyarhi Al Jaami’ ash Shaghiir, jilid. 28, hal. 585)

Demikian. Wallahu A’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678