Menjaga Lisan

Uqbah bin ‘Amir bertanya kepada Rasulullaah SAW, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?” Rasulullah bersabda, “Jagalah lisanmu, berikan kelapangan dalam rumahmu untuk taat beribadah kepada Allah, dan menangislah karena dosamu.” (HR. At-Tirmidzi)

Sahal bin Sa’ad meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang menjaminku (dengan anggota tubuh) antara dua jenggot dan dua kaki, maka aku akan menjamin masuk surga.” (HR. At-Tirmidzi)

‘Abdullah Ats-Tsaqafi menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullaah, katakan kepadaku apa yang bisa kujadikan pegangan.’ Rasulullah menjawab, “Katakan, Tuhanku adalah Allah, kemudian beristiqamahlah!” Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, apa yang paling kamu takutkan?’ Rasulullah menunjuk lisannya sendiri sambil berkata, “Ini”.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, Hendaklah ia berkata benar atau diam.” (HR. Bukhari)

Lisannya Para Sahabat Nabi

Abu Bakar r.a. pernah meletakkan kerikil ke dalam mulutnya supaya tidak berbicara.

Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata, “Tiada tuhan selain Allah. Tiada perkara yang membutuhkan penjagaan yang ketat kecuali Lisan.”

Thawus r.a. berkata, “Lisanku sangat buas, Jika aku membiarkan, ia akan melumatku.”

Sufyan Ats-Tsauri r.a. berkata, “Menyerang manusia dengan panah itu lebih mudah, daripada menyerangnya dengan lisan. Karena panah terkadang luput dari sasarannya, sementara lisan tidak.”

Abu Darda r.a. berkata, “Perbanyak menggunakan telinga melebihi mulutmu. Karena kamu diberi dua telinga dan satu mulut, supaya kamu lebih banyak mendengar daripada berbicara.”

Diantara Bahaya Lisan

Membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat.

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, Rasulullaah SAW bersabda, “Diantara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi diri nya.” (HR. At-Tirmidzi)

Banyak bicara

Diantara sifat negatif seseorang yang alim adalah banyak bicara daripada mendengarkan. Mujahid berkata, “Aku pernah mendengar Ibnu Abbas r.a. berkata, “Ada lima perkara yang membuatku senang pada tiga malam terakhir setiap bulan Qamariyah, yaitu :

Jangan membicarakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi dirimu, karena hal itu sia-sia.

Jangan percaya kepada orang yang gemar berbuat dosa.

Jangan membicarakan sesuatu sebelum menemukan tema pembicaraan yang baik.

Jangan memusuhi orang yang sabar dan orang yang bodoh. Ingatlah ia saudaramu, jika ia hilang dari sisimu padahal kamu menyayanginya.

Beramal-lah seperti orang yang tahu bahwa amalnya akan dibalas dengan kebaikan dan kejahatannya akan dihapus.

Berkata kotor dan keji

Rasulullah SAW bersabda, “Hati-hatilah dengan perkataan kotor. Sesungguhnya Allah tidak menyukai kekejian dan perkataan kotor.” (HR. Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda, “Diantara dosa yang paling besar adalah orang yang mengutuk kedua orangtua.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka mengutuk kedua orangtuanya?” Rasulullah menjawab, “Jika seseorang mengutuk bapak orang lain, kemudian oranglain itu membalas dengan mencaci bapak dan ibunya.” (HR. Bukhari)

Melaknat

Rasulullah SAW mengingatkan, “Jangan saling melaknat dengan laknatan Allah, melaknat dengan kemarahan-Nya, dan melaknat dengan neraka-Nya.”

‘Imran bin Husain r.a. meriwayatkan, “Ketika dalam suatu perjalanan, Rasulullah melihat seorang wanita Anshar berada diatas Unta. Wanita itu merasa bosan, lalu melaknat Untanya. Ketika mendengar ucapan wanita itu Rasul berkata, “Ambil Unta yang ada pada wanita itu, dan biarkan dia! Karena wanita itu sedang dilaknat.” Aku melihat wanita itu sedang berjalan diantara orang banyak, namun tidak seorangpun yang memperhatikannya.” (HR. Muslim)

Wallaahu’Alam..

Oleh Ustadz Muhar Nur Abdy

Rukun Baiat Risalah Taklim

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah. Apa rukun baiat risalah taklim? Mohon penjelasannya!

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Secara umum, segala sesuatu harus dimulai dari pemahaman mendalam berbasiskan ilmu, sehingga sadar betul bahwa seluruh amal hanya untuk Allah.

Di atas ikhlas inilah kemudian lahir banyak amal, amal yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan profesional, sehingga mudah melahirkan pengorbanan, dan ketaatan adalah bagian dari pengorbanan dimaksud sehingga semakin teguh dan murni, melahirkan kebersamaan di antara para Mujahid, berukhuwwah karena saling mempercayai.

1. Al-Fahm (Pemahaman)
2. Al-Ikhlas
3. Al-‘Amal (Aktivitas)
4. Al-Jihad
5. At-Tadhhiyyah (Pengorbanan)
6. Ath-Thā’ah (Kepatuhan)
7. Ats-Tsabat (Keteguhan)
8. At-Tajarrud (Kemurnian)
9. Al-Ukhuwwah
10. Ats-Tsiqah (Kepercayaan)

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Sebelum Menuntut Pemimpin, Jadilah Pemilih Yang Baik…

Sebelum menuntut pemimpinmu adil, kamu harus adil dahulu dalam memilih pemimpin….
 
Bagaimana kan kau dapatkan pemimpin yang adil kalau kau tidak adil dalam memilihnya?
 
Sebelum kau menuntut pemimpinmu amanah, kau harus amanah dahulu dalam memilihnya…..
 
Bagaimana kan kau dapatkan pemimpin yang amanah, kalau kau sendiri tak amanah dalam memilihnya…..
 
Sebelum kau tuntut pemimpinmu tidak zalim, kau harusnya tidak boleh zalim dalam memilihnya….
 
Bagaimana kau harapkan pemimpinmu tidak zalim sedangkan engkau zalim dalam memilihnya….
 
Indikasi tidak adil dan amanah dalam memilih pemimpin; memilih karena dibayar, mendahulukan popularitas ketimbang kualitas, tidak teliti, dan lain-lain.
 
Jika objektif, sangat mudah menilai calon pemimpin, mana yang penuh cinta mana yang sering dusta, mana yang andalkan kerja, mana yang andalkan citra
 
Selama gayamu memilih pemimpin tidak berubah, jangan banyak berharap ada perubahan kepemimpinan di negeri ini.

Ayat- ayat  al-Quran menunjukkan dengan  jelas  larangan  memilih pemimpin non Muslim.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

لاَّ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّهِ فِي شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُواْ مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللّهِ الْمَصِيرُ

“Janganlah  orang-orang  mukmin  mengambil  orang-orang  kafir  menjadi  WALI (waly) pemimpin, teman setia, pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah kamu kembali.” (QS:  Ali Imron [3]: 28)

Ayat yang lain:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُواْ لِلّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kami ingin mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS:  An Nisa’ [4]: 144)

Maka…
Bagi warga DKI yang sudah punya hak pilih, jangan sia-siakan kesempatan untuk memilih calon pemimpin Muslim.

Jika ada pilihan calon pemimpin yang beriman, cerdas, bersih dan berpengalaman, santun dan berakhlak, maka jangan pilih yang non muslim.

Apalagi jika berbagai dugaan korupsi membayanginya,  belum lagi dengan prilakunya yang kasar dan suka menista.

Semoga Allah memberi warga Jakarta Pemimpin Muslim yang Amanah.

Wallahu musta’an.

Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc.

Modal dari Bank Konvensional

Assalamu’alaikum maaf ustadz/ah saya mau tanya

1.Bagaimana hukumnya kalau kita bekerjasama dengan seseorang yg kita tau modalnya dari bank yg jelas dilarang Allah swt

2.Kalau kita beli aja produk jadi sesuai pesanan kita apakah juga masih terkait riba

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

1. Jika kita mengetahui bahwa mitra yg kita bekerja sama dengannya ternyata modalnya bersumber dari riba, maka perlakuannya adalah sbb ;

#1. Jika bentuk kerjasamanya tidak terikat, seperti trading yaitu jual beli putus antara kita dengan mitra, maka masih boleh. Karena dalam jual beli, Nabi Saw pun pernah jual beli dengan seorang Yahudi dimana beliau menggadaikan baju besinya kepada Yahudi tsb. Dan Nabi Saw tdk mengorek terlebih dahulu darimana sumber permodalan Yahudi tsb.

#2. Jika kerjasamanya kita terlibat langsung di dalamnya, spt pengerjaan pemasangan perangkat IT dimana semua permodalan dari mitra dan kita menyumbangkan skill, sementara modal tsb didapatkan mitra kita dari riba, maka bekerjasama spt ini tidak boleh. Karena berarti kita turut andil dalam memutarkan dana yg bersumber dari riba.

2. Jika kita beli barangnya secara putus maka boleh hukumnya sebagaimana pembahasan di atas.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Rikza Maulan, Lc.M.Ag

Doa Agar Sholat Khusyu

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …
Adakah doa khusus atau amalan lain yang harus dibaca sebelum sholat selain membaca niat sholat supaya lebih khusyuk ??
Syukron jazakallah khair.

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Niat adalah kalimat terakhir, dan jangan ada kalimat lain di dalam shalat kecuali bacaan shalat itu sendiri.

Adapun sebelum niat diikrarkan, berlindunglah kepada Allah dari bentuk-bentuk gangguan Syaithan, seperti redaksi berikut:

رب اعوذبك من همزات الشياطين و اعوذبك رب ان يحضرون

Doa ini dari Surat al-Mukminūn [23] ayat 97-98:

(وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ)

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.”

Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.

Wallahu a’lam.

Dijawwb oleh Ustadz Wido Supraha

Gue Bingung Ama Elu Pade … (Betawi punya gaya)

Ade ustadz nyang ngaruhin umat Islam untuk golput, haram katanye nyoblos, syirik akbar  ..

Die gak ngerase tuh ustadz lagi ngelakuin pelemahan suara umat Islam

Tapi di sebelah sonoh, para pastur dan pendeta justru lagi pade gabrak gubruk ngewajibin  jamaahnya buat milih yang seagama

Kalo ada yang ogah-ogahan milih, ntu pastur dan pendeta abis-abisan membela-bela n muji-muji calonnya biar calonnya laku

Beda amat ya … , yang atu dilemahin ama tokoh agamanye, yang atu malah dikuatin ama tokoh agamanye ..

Lucunya .. kalo yang menang nanti orang kafir, die yang ngelemahin umat Islam malah pada demo “tolak pemimpin kafir!”  .. Lha elu kemana tong kemaren ? Bukannya elu juga punya andil kemenangan ntu kafir???

Itu Kafir kalo mau dikalahin .. ya elu ikut bejuang bareng ama org Islam nyang lain .., sebab pertarungan rilnya di kotak suara, bukan seminar dan mu’tamar

Gue ingetin ye .. Pemikiran doang tanpa pergerakan itu omdo .. Pergerakan tanpa pemikiran itu penyimpangan ..

Trus .. ada juga yg lebih unik nih, yg doyan golput jg … katanye kalo orang kafir menang tetap mesti ditaati karena menang secara sah, jd die itu ulil amri .. gubrak!

Eh tong .. Ulil amri itu kata Ibnu Abbas n murid2nye ya ulama, ahli fiqih, ahli agama, atau pemimpin Islam .. ini ngapa org kafir yg digelari Ulil Amri? ..

Udah ah .. puyeng gue liat tingkah elu pada .. superrr ekslusip

@DariBocahBetawiyangkagakredhokotakelahirannyadipimpinamaorangyangkagakshalatjumatdanmenghalalkanbabi

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

RIYADHUS SHALIHIN (5)

Dibangkitkan Sesuai Niat

Hadits:

وعن أمِّ المؤمِنينَ أمِّ عبدِ اللهِ عائشةَ رضي الله عنها ، قالت : قالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ( يغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فإِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنَ الأَرضِ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وآخِرِهِمْ ) .

 قَالَتْ : قلتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ،كَيْفَ يُخْسَفُ بأوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ وَفِيهمْ أسْوَاقُهُمْ, وَمَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ ؟!

 قَالَ : ( يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيّاتِهمْ ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ . هذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ .

Artinya :
Dari Ummul mu’minin yaitu ibunya Abdullah yakni Aisyah radhiallahu ‘anha, berkata:

Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Ada sepasukan tentera yang hendak memerangi – menghancurkan – Ka’bah, kemudian setelah mereka berada di suatu padang dari tanah lapang lalu dibenamkan-dalam tanah tadi -dengan yang pertama sampai yang terakhir dari mereka semuanya.”

Aisyah bertanya: “Saya berkata, wahai Rasulullah, bagaimanakah semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, sedang di antara mereka itu ada yang ahli pasaran – maksudnya para pedagang – serta ada pula orang yang tidak termasuk golongan mereka tadi – yakni tidak berniat ikut menggempur Ka’bah?”

Rasulullah s.a.w. menjawab: “Ya, semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian nantinya mereka itu akan diba’ats – dibangkitkan dari masing-masing kuburnya – sesuai niat-niatnya sendiri – untuk diterapi dosa atau tidaknya.

Disepakati atas Hadis ini (Muttafaq ‘alaih) – yakni disepakati keshahihannya oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim – Lafaz di atas adalah menurut Imam Bukhari.

Ustadz Arwani Amin akan membahas detail dalam kajian AUDIO di bawah ini.

Selamat menyimak.

Mana Jodohku..

Assalamu’alaikum ustadz/ah… Setiap manusia tentu akan memiliki jodoh masing masing. Namun, kenapa ya ada kok manusia khususnya wanita belum juga mendapatkan jodoh sampai ajal menjemput. Apalagi zaman sekarang, banyak sekali mereka berkarier sampai pensiun juga belum mendapat jodoh. Apakah nanti ada jodoh di akhirat??
Juga dengan istilah peribahasa yang kita dengar bahwa orang baik/ sholeh-a pasti jodohnya ketemu dengan yang baik/ sholeh-a. Namun baiknya disini menurut kaca mata Allah atau manusia? Karena ada seorang wanita baik/ sholeha memiliki suami seorang penjudi. Kira kira bagaimana kaitannya bahwa orang baik dapat jodoh orang baik juga?
Terima kasih, atas penjelasannya.
———-

JAWABAN:

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Kita tetap di wajibkan Ikhtiar “MEMILIH”
Apakah sudah maksimal di lakukan ikhtiar nya ?
Manusia itu di Wajibkan 3 perkara
DoIT

Doa
Ikhtiar
Tawakal

Kalau kita sudah maksimal melaksanakan 3 di atas Alloh berkehendak lain, itu hanya karena kasih sayang Alloh sama hambaNya
Karena apa yang Alloh berikan ke hambaNya pastilah yang terbaik

karena Rasulullah menyuruh kita memilih kalau kita mau bahagia dan beruntung.
Masalah dia berjodoh atau tidak dengan kita biarkan takdir yang memainkan peranannya. Tugas kita hanya berdo’a memohon yang terbaik dan berusaha melakukan yang baik sesuai pesan Rasulullah.
Rasulullah telah memberi petunjuk dan nasihat memilih pasangan hidup kepada kita. Jika setelah tahu kita tetap memilih yang berlawanan karena mengedepankan nafsu dan ego saja. Itu berarti kita telah memilih sendiri jalan hidup kita yang berlawanan dengan apa yang sudah Rasulullah anjurkan. Jadi jangan salahkan takdir, jangan salahkan Allah jika kamu terjebak ke dalam jalan kerugian. Karena kamu sendiri yang memilih.

Bukankah Allah sudah memperingatkan.. Rasulullah pun sudah berpesan.

Kita sendiri yang menentukan pilihan, walaupun hasil akhirnya tetap ada di tangan Tuhan, apakah mempersatukan dengan orang pilihan kita meskipun kita salah jalan , atau justru menggagalkan.

Jika Allah menyatukan jangan berbangga dan merasa benar dulu, belum tentu Allah meridhai pilihan kita tadi bukan? Karena Allah hanya akan meridhai yang baik-baik saja. Tapi karena kasih-Nya, Dia mengabulkan apa yang kita usahakan, Dia mengizinkan semua itu terjadi, namun yakinlah di balik kehendak-Nya tadi

“Inikah maumu? Inikah yang membuatmu bahagia? Inikah yang kau pilih? maka Aku izinkan semua maumu ini terjadi.. Namun kau juga harus mempertanggung jawabkan semua ini di akhirat nanti”
Di dunia Allah masih menyayangi semua hamba-Nya. baik itu yang bertaqwa maupun yang durhaka… Semua mempunyai hak yang sama. Tapi di akhirat? Jangan harap… Allah hanya kan mencintai hamba-Nya yang bertaqwa di dunia bukan yang selalu mendurhakai-Nya.

Jangan selalu menyalahkan takdir ,apalagi menyalahkan Allah. Karena pada dasarnya kita punya bagian besar dalam menentukan jalan hidup kita.
Bukankah kita sendiri yang memilih menjadi orang baik atau menjadi orang jahat? menjadi orang Jujur atau pendusta? menjadi oarng bertaqwa atau durhaka?

Jadi sekarang mau pilih mana?
Pilihan Rasulullah? atau Pilihan nafsu kita?
Beruntung atau merugi?

Menyerah pada nasib atau berusaha memperbaiki nasib?
Menyerah pada cinta atau menyerahkan cinta ada-Nya?

Jangan selalu menjadi manusia yang pandai menyalahkan orang lain atas hal buruk yang terjadi dalam hidup kita , apalagi sampai menyalahkan Allah.
Kita semua di anugerahi akal untuk berfikir, untuk menimbang apa saja kemashlahatan dan kemudharatan yang akan kita tanggung ketika kita hendak memilih atau melangakah.

Awali dengan cara Islam, jalani dengan aturan Islam .. Semoga kita mendapat akhir yang tentram.
Jodoh RAHASIA ALLAH. Kita sebagai hamba hanya bisa mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya agar bisa mencapai puncak keberuntungan. Ikhtiar dan do’a janganlah lupa .. dan tetap menjadikan pesan Rasulullah sebagai kriteria utama memilih dan menerima calon pendamping kita. Karena kehidupan tidak akan berakhir hanya di dunia.
Ada kehidupan setelah ini yang lebih abadi, dan apa yang kita kerjakan di dunia inilah iyang menjdi penentu kebahagiaan kita di akhirat kelak.

Masalah di akhirat dia dapat jodoh wallahu a’lam itu tergantung amalan nya ketika di dunia
Apakah amalan di dunia nya di terima Alloh
Wallahu a’lam

✅ Juga dengan stilah pribahasa yang kita dengar bahwa orang baik/ sholeh-a pasti jodohnya ketemu dengan yang baik/ sholeh-a.

Itu bukanlah peribahasa tapi cuplikan atau di nukil dari ayat dalam alquran An Nur ayat 26

Jika difahami secara harfiah tentu kita akan memahaminya sebagaimana adanya. Tapi sebenarnya jika kita lihat asbabun nuzul (sebab turun) ayat tersebut, kita akan faham bahwa yang dimaksud laki-laki baik dan wanita baik dalam ayat tersebut adalah Rasulullah dan ‘Aisyah, jelas ini merupakan pasangan serasi, suami yang baik dengan istri yang baik. Lihat Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim karya Imam Ibn Katsir dalam menafsiri ayat ini.

Al-Quran surat An-Nur ayat 26 ini diturunkan untuk menunjukkan kesucian Sayyidah ‘Aisyah dan Shafwan bin al-Mu’attal dari semua tuduhan yang ditujukan kepada mereka kala itu. Ceritanya dalam sebuah perjalanan sepulangnya dari penaklukan Bani Musthaliq, Tanpa sengaja Sayyidah ‘Aisyah terpisah dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian bertemu dengan Shafwan diantarkan pulang oleh Shafwan juga yang sama-sama tertinggal dari rombongan karena sudah menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.

Akhirnya Sayyidah ‘Aisyah pulang dikawal oleh Shafwan dengan naik untanya masing-masing hingga sampai ke Madinah. Golongan Yahudi dan orang-orang munafik melihat peristiwa ini sebagai kesempatan untuk menghembuskan fitnah perselingkuhan.

Saat itu kaum muslimin pun ada yang pro dan yang kontra menanggapi isu tersebut. Sikap Nabi juga jadi berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh kepada ‘Aisyah untuk segera bertaubat atas apa yang telah terjadi. Namun Sayyidah ‘Aisyah tentu tidak mau bertaubat karena merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kaum munafik kepadanya, ‘Aisyah hanya menangis dan berdo’a agar Allah menunjukkan fakta yang sebenarnya. Allah menjawab do’a Aisyah dengan menurunkan surat An-Nur ayat 26 ini.

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah wanita yang jahat hanya pantas berdampingan bagi laki-laki yang jahat pula dan begitupun sebaliknya. demikian pula dengan wanita yang baik hanya pantas berdampingan dengan laki-laki yang baik pula dan begitupun sebaliknya.

Bukan berarti laki-laki yang baik PASTI akan mendapatkan wanita yang baik atau sebaliknya.

Ayat ini justru merupakan anjuran bagi setiap muslim untuk berhati-hati dalam memilih pasangannya agar memilih calon suami yang baik dan juga bagi para pria untuk memilih calon istri yang baik pula.

Kadang orang baik dapat pasangan yang buruk
Jika laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik, kenapa Al-Quran menyebutkan bahwa kelak diakhirat ada istri-istri orang yang beriman yang menjadi musuh?, mereka menghujat suaminya dan hendak menjerumuskannya kedalam Neraka. Ini berarti ada laki-laki beriman yang mempunyai istri yang buruk.

Coba perhatikan Al-Quran surat At-Taghabun ayat 14.

“Hai orang-orang beriman, sungguh diantara para istri dan anak-anakmu ada yang jadi musuhmu, maka berhati-hatilah terhadap mereka dan apabila kamu memaafkan, tidak memarahi serta mengampuni mereka maka sungguh Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Yusrizal, ST

Wartawan, Reporter, Redaksi, dan Media Hitam

Syahdan, ada seorang pejabat diwawancarai kerumunan wartawan.

“Makanan apa yang bapak sukai?” Tanya seorang wartawan.
“Pada prinsipnya semua makanan saya suka yang penting cocok aja,” jawab si pejabat.
“Apakah Bapak suka gado-gado?” Tanya wartawan lainnya.
Pejabat menjawab, “Maaf saya tidak bisa makan gado-gado, saya kurang sehat …. sudah dulu ya saya ada urusan lagi.” Wawancara pun selesai.

Keesokan harinya muncul berita di stasiun KOMPRES TV: PEJABAT INI ANTI MAKANAN DAERAH.
Sementara stasiun MISRO TV:  GADO-GADO TIDAK MASUK SELERA PEJABAT INI.
Ada lagi di portal berita online JENTIKNEWS.COM: LUPA DIRI GADO-GADO PUN DITOLAKNYA.

Padahal pejabat tersebut menolak gado-gado karena asam uratnya parah dan mesti menghindar kacang-kacangan, dan dia sudah menyebut “kurang sehat”.

Di atas hanyalah ilustrasi saja, yang bisa jadi mewakili gambaran yang terjadi pada sebagian  media mainstream, khususnya media Islamophobia. Pembunuhan karakter dengan fitnah keji terhadap seseorang yang ditarget untuk dihancurkan reputasinya; baik dia pejabat, politisi, atlet, dan tokoh ulama. Bisa dilakukan dengan memutilasi wawancara atau framing. Kejujuran memang sifat yang mahal dan sulit diraih oleh mereka. Apalagi jika “korban” adalah lawan politik dan lawan ideologi mereka atau lawan pemilik media.

Apa yang mereka lakukan adalah buhtan, kebohongan keji, yang disindir dalam hadits Nabi ﷺ.  Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu:

أَنَّهُ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْغِيبَةُ قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ بَهَتَّهُ ».

Bahwasanya ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ : “Wahai Rasulullah, Apakah ghibah itu?” Beliau bersabda: “Kamu menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang dia tidak suka.” Ditanyakan lagi: “Apa pendapatmu jika pada saudaraku memang seperti yang aku katakan.”
Beliau bersabda: “Jika apa yang kamu katakan memang ada, maka kamu telah menghibahinya. Jika apa yang kamu katakan tidak ada padanya, maka kamu telah melakukan buhtan (kebohongan keji).” (HR. Muslim No. 2589)

Mereka-mereka ini adalah orang-orang bangkrut (muflis), sebagaimana dialog berikut ini:

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?” Para sahabat menjawab,”Muflis  itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Muflis   dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci ini,  menuduh orang lain (tanpa hak), makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang  yang menjadi korbannya  akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka (korban) akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim No. 2581)

Dari Hafsh bin ‘Ashim Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika dia selalu mengatakan setiap apa-apa yang dia dengar. (HR. Muslim No. 6)

Wallahu A’lam wa Lillahil ‘Izzah

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Membayangkan Wajah Istri/Suami adalah Pahala

Assalamu”alaikum Ustadz/ah.. gimana hukumnya orang yg sdh menikah tapi ia tdk bisa melepas/ melupakan mantannua ( masih pacaran trus) karena pernikahannya itu perjodohan,terima kasih,wassalamu’alikum wr wb

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Genggamlah tangan pasanganmu, bersama membuat komitmen untuk meraih ridha ilahi bersama ilmu.

Membayang-bayangkan wajah istri di rumah menghadirkan pahala besar, sementara membayang-bayangkan wajah wanita lain merupakan kesia-siaan yang akan membuka pintu keburukan

Perjodohan bukanlah alasan yang tepat untuk tidak mencintai karena definisi cinta adalah memberikan sepenuh hati kepada yang sang kekasih tanpa henti (lihat: http://supraha,com/?p=25)

Kehidupan terus berjalan dan hayatilah bahwa batas umur semakin menipis, maka nikmatilah kehidupan dengan memperbanyak dzikr dan beribadah bersama anugerah Allah ﷻ berupa pasangan hidup di sisi, siapapun dia.

Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 216:

وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٢١٦

_Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui._

Pengetahuan kita akan cinta dan kebaikan sungguh sangat terbats, maka senantiasalah berbahagia dengan apa yang kita miliki, dan jadikanlah seluruh yang kita miliki sebagai sarana yang memudahkan kita masuk ke Jannah-Nya.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha