REUNI

Assalamualaikum ustadz /ah ,beberapa bulan ini alhamdulillh sdh hijrah dari kebiasaan masyarakat pada umumnya ke sunnah ..namun dada terasa sesak di saat mengetahui teman2 sekolah dulu begitu indah kelihatannya, sudah punya rumah,mobil dan pekerjaan yg bagus,ujung2 nya baper…saya hrs bagaimana ya ustadz,apalagi dlm waktu dekat akan ada reuni!

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Kita memiliki Allah dan kita akan kembali kepada Allah dalam skala waktu yang kita tidak tahu sampai kapan batasnya.

Kebersamaan kita dengan Allah ﷻ telah menghilangkan selera kita untuk mengejar yang fana secara berlebihan.

Rasa rindu bertemu dengan Allah ﷻ membuat kita tidak sabar menanti masa-masa paling indah tersebut, dan mendorong semangat kita untuk melakukan apapun yang membuka lebar peluang pertemuan puncak kebahagiaan itu

Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. At-Taubah [9] ayat 128-129:

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ حَسۡبِيَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ ١٢٩

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ´Arsy yang agung”.

Jadilah diri Anda, teladanilah Rasul Tercinta. Rasul adalah sosok kaya yang tidak hidup dengan cara orang-orang kaya kebanyakan. Rasul adalah sosok mulia yang dimuliakan karena jati dirinya, bukan karena hartanya. Rasul adalah sosok terhormat yang mendapatkan tempat terhormat di tengah manusia karena pemikirannya. Yassirlak.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Kisah istri Nabi Ayyub

Dia adalah Rahmah binti Ifraaim bin Yusuf bin Ya’qub AS. Terkenal sebagai istri yang sangat sabar menghadapi ujian sakit suaminya. Dijuluki istri yang solihah yang tetap disisi suaminya dalam ujian dan cobaan hingga Allah menyembuhkan penyakitnya. Nabi Ayyub AS diberikan cobaan oleh Allah SWT dengan sakit parah dan kehilangan harta serta anak-anaknya. Tidak tersisa sedikitpun kecuali istri solihah yang bekerja untuk mendapatkan makanan dan minuman. Saat sakit nabi Ayyub AS berada dipuncaknya, orang-orang mengkhawatirkan istrinya membawa virus dan menularkan kepada mereka karena dialah satu-satunya orangvyang berinteraksi intensif dengan nabi Ayyub.

Suatu hari Rahmah yg bekerja untuk mencari makanan. Datanglah Iblis yang berpura-pura sebagai tabib. Maka Rahmah memanggilnya untuk mengobati nabi Ayyub. Iblis berkata:”Aku akan mengobatinya dengan syarat jika ia sembuh, dia harus mengatakan engkaulah yang telah menyembuhkanku.” Maka Rahmah menyampaikannya kepada nabi Ayyub. Nabi Ayyub As marah dan memukulnya seraya mengatakan:”Celaka engkau, sesungguhnya dia itu syetan.”

Nabi Ayyub As terus tanpa henti berdo’a meminta pertolongan kepada Allah agar diberikan kesembuhan. Maka Allah memberikan wahyu agar ia menginjak tanah keras-keras hingga keluarlah air tawar darinya dan ia minum serta mandi dengannya sampai dengan kekuasaan Allah dia sembuh.

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (٤١)

Artinya :
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya,”Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (٤٢)

(Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”

وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَة مِنَّا وَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ     (٤٣)

Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat-gandakan jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
(QS Shaad:41-43)

Saat mata air memancar, nabi Ayyub As mandi dengan air tersebut maka hilanglah penyakit di bagian permukaan tubuhnya dan ketika nabi Ayyub As minum, hilanglah penyakit yang ada didalam tubuh beliau. Kemudian Allah memberinya 2 helai kain putih. Yang satu ia pakai untuk sarung yang satu ia selendangkan di bahunya. Setelah rapi ia bergegas menemui istrinya yang tidak mengenalinya. Rahmah mengucapkan salam kepadanya dan  bertanya:”Kemana laki-laki dengan penyakit ditubuhnya
?” Nabi Ayyub As bertanya:”Siapa namanya?” Rahmah menjawab:”Dia nabiyullah Ayyub As” Kemudian dia memperhatikan laki-laki itu seraya berkata:”Engkau mirip sekali dengannya saat ia masih sehat.” Nabi Ayyub As berkata:”Sesungguhnya Allah telah mengembalikan kesehatan dan hartaku karena keagungan-Nya.” Kemudian ia berfikir dalam dirinya…apa yang harus aku lakukan terkait janjiku kepada Allah yaitu bila aku sembuh aku akan memukulnya (istrinya) 100 kali? Apakah aku tega dan ia terima setelah demikian besar pengorbanannya selama aku sakit?

Hari berlalu dan perang batin berkecamuk dalam jiwa nabi Ayyub As. Ia ragu untuk merealisasikan janjinya khususnya ketika ia ingat akan kesetiaan istrinya yang tetap mendampingi dan melayani dengan baik saat harta dan keluarganya telah pergi. Perang batin terus berkecamuk. Apakah janjinya kepada Allah untuk memukulnya harus ia lakukan ataukah ia lebih memilih kasih sayang dan kesetiaan yang telah diberikan istrinya dengan ikhlas?

Nabi Ayyub As mulai menemukan solusi. Allah mewahyukan kepadanya untuk mengumpulkan seratus batang lidi yang diikat dan dipukulkan kepada istrinya satu kali saja. Sebagai bentuk pemenuhan janji/sumpah yang telah ia sampaikan kepada Allah.

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (٤٤)

Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (QS Shaad:44)

Rahmah faham dengan makna sumpah sehingga ketika suaminya melakukan itu kepadanya, dia tidak menolak atau marah. Akan tetapi dia mendukung penunaian sumpah kepada Allah dan menerima tubuhnya dipukul oleh nabi Ayyub. Karena Rahmah faham bahwa dalam kondisi sulit dulu, suaminya tidak lagi punya jaminan apa-apa kepada Allah kecuali dirinya sebagai istri.

Hikmah Kehidupan:

Inilah karakter utama istri solihah yang ta’atnya kepada suami tidak dipengaruhi oleh kondisi fisik akan tetapi dilandasi oleh keta’atan kepada Allah. Ia setia dan ta’at kepada suaminya selagi suami ta’at kepada Allah.

Dalam kondisi tertentu (seperti suami sakit atau pergi berjihad) , maka tanggung jawab mencari nafkah berada di tangan istri. Oleh karenanya perempuan sebagai istri harus memiliki kemampuan untuk mencari uang bukan hanya mengelola uang.

Dalam kondisi sakit seseorang perlu support terutama dari pasangannya. Semakin berat penyakit, semakin besar dukungan yang dibutuhkan. Dan dukungan terutama dari pasangan menjadi bagian dari obat.

Ikhtiar dalam pengobatan harus terus dilakukan. Bahkan saat sebagian orang mengatakan bahwa penyakit yang diderita belum ada obatnya. Dengan disertai do’a yang khusyu, solusi akan Allah berikan.

Sakit yang parah dan panjang tidak boleh membuat orang berpaling atau terganggu aqidahnya. Dokter sehebat apapun harus diyakini sebagai pemberi wasilah dan yang memberi kesembuhan hanya Allah.

Sumpah kepada Allah adalah janji yang harus dipenuhi. Seberat apapun isi sumpah itu. Meninggalkannya tercatat sebagai hutang bahkan khianat.

Dalam kondisi memiliki hajat/kebutuhan, seseorang boleh mengajukan permohonan kepada Allah dengan konsekwensi/janji. Misalnya: jika saya sembuh dari sakit maka saya akan memukul istri saya 100 kali. Karena hanya tinggal istri yang dimiliki nabi Ayyub As.

Dukungan penuh seorang istri kepada keta’atan suaminya, tidak mengenal batas. Bahkan jika ia harus mengorbankan dirinya sendiri.

Benarlah hadits yang disampaikan Rasulullah SAW :”Dunia ini perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan yang solihah”.

Wallohu a’lam bishshowwab

Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj

GO PAY, Riba kah?

Assalamualaikum Ustadz/ah.. nanya. Ada yg bilang go pay itu riba. Benarkah?
Member Manis

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Untuk melihat bagaimana status akad pada go-pay, kita simak dulu FAQ yang diberikan oleh go-pay,

GO-PAY adalah dompet virtual untuk menyimpan GO-JEK Credit Anda yang bisa digunakan untuk membayar transaksi di dalam aplikasi GO-JEK.

Saldo GO-PAY bisa digunakan untuk membayar biaya pengantaran dan/atau biaya produk yang digunakan di dalam aplikasi GO-JEK seperti GO-RIDE, transport untuk GO-BUSWAY, membeli makanan di GO-FOOD, membayar produk belanja di GO-MART, proses pindah barang di GO-BOX, dan pengiriman barang dengan GO-SEND.

Jika saya tidak mau menggunakan layanan GO-JEK lagi tapi masih memiliki sisa saldo GO-PAY, apakah sisa saldonya bisa saya uangkan?

#Jawab

Saldo GO-PAY untuk saat ini tidak bisa diuangkan.

Sumber: go-pay,co.id/faq/id

Melihat ketentuan yang diberikan pihak gojek, akad yang terjadi bukan utang piutang, tapi pembayaran akad ijarah yang disegerakan.

Berdasarkan ketentuan di atas, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pembayaraan go pay bukan utang piutang,

[1] Go-pay merupakan dompet untuk  membayar semua transaksi di dalam aplikasi GO-JEK

[2] Go-pay tidak bisa diuangkan atau dikembalikan. Artinya, pihak gojek tidak menerima pembatalan akad, bagi yang sudah beli voucher go pay.

Ini berbeda dengan akad utang piutang. Dalam akad utang piutang, uang yang kita serahkan kepada penerima utang, harus dikembalikan, dan selama uang itu masih ada, tidak akan hangus sampai dilunasi.

Dalam Fiqh Sunah disebutkan definisi utang (Qardh),

القرض هو المال الذي يعطيه المقرض للمقترض ليرد مثله إليه عند قدرته عليه

Utang adalah harta yang diberikan oleh orang yang menghutangi kepada orang yang menerima utang, untuk dikembalikan dengan yang semisal, ketika dia mampu membayar. (Fiqh Sunah, Sayid Sabiq, 3/144).

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ancaman bagi orang yang berutang, sementara dia tidak mau mengembalikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, maka dia tidak masuk surga, sampai utangnya dilunasi.’” (HR. Nasa’i 4701 dan Ahmad 22493)

Sebagian ulama memahami bahwa hadis di atas berlaku untuk orang yang berutang dengan niat tidak mau melunasinya.

Ash-Shan’ani menyebutkan salah satu pendapat tentang hadis di atas,

ويحتمل أن ذلك فيمن استدان ولم ينو الوفاء

“Ada yang memahami bahwa ini berlaku bagi orang yang utang namun dia tidak berniat untuk melunasinya. (Subulus Salam, 3/51)

Selanjutnya kita akan melihat ketentuan ijarah…

Pada prinsipnya, yang ditawarkan gojek adalah jual beli jasa transportasi. Hanya saja, dikemas dengan lebih up to date, memaksimalkan pemanfaatan IT, dan kebutuhan pelanggan. Tidak ada beda dengan media transportasi lainnya.

Karena itu, objek transaksi dalam akad ijarah adalah jasa layanan transportasi.

Bolehkah dalam akad ijarah, uang dibayarkan lebih dulu sebelum jasa diberikan?

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

وما دامت الإجارة عقد معاوضة فيجوز للمؤجّر استيفاء الأجر قبل انتفاع المستأجر، … كما يجوز للبائع استيفاء الثّمن قبل تسليم المبيع، وإذا عجّلت الأجرة تملّكها المؤجّر اتّفاقاً دون انتظار لاستيفاء المنفعة

Selama ijarah berupa akad muawadhah (berbayar) maka boleh bagi penyedia jasa meminta bayaran (upah) sebelum memberikan layanan kepada pelanggan… sebagaimana penjual boleh meminta uang bayaran (barang yang dijual) sebelum barangnya diserahkan. Jika upah sudah diserahkan maka penyedia jasa berhak untuk memilikinya sesuai kesepakatan, tanpa harus menunggu layanannya diberikan. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 1/253).

Ini seperti akad salam. Transaksi uang dibayar tunai, barang menyusul. Hanya saja, objek transaksi akad salam adalah barang. Konsumen beli barang, uangnya dibayar tunai di depan, namun barang datang satu atau dua bulan kemudian.

Masyarakat kita banyak melakukan transaksi ini, seperti e-Toll atau e-money untuk pembayaran beberapa layanan yang disediakan oleh penyelenggara aplikasi. Akadnya adalah jual beli, dengan uang dibayarkan di depan, sementara manfaat/layanan baru didapatkan menyusul sekian hari atau sekian waktu kemudian.

Bolehkah ada diskon?

Kita lakukan perbandingan dengan akad salam.

Diantara keuntungan konsumen ketika mengadakan akad salam adalah konsumen mendapatkan barang dengan harga murah. Dan penjual mendapat modal untuk membeli barang dagangan lebih cepat.

Ibnu Qudamah keterangan ulama akan bolehnya salam

قال ابن المنذر : أجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم على أن المسلم جائز ولأن المثمن في البيع أحد عوضي العقد فجاز أن يثبت في الذمة كالثمن

Ibnul Mundzir mengatakan, ‘Para ulama yang saya kenal sepakat bahwa akad salam hukumnya boleh.’ Karena barang adalah salah satu objek transaksi, sehingga boleh ditangguhkan sebagaimana pembayaran.

Lalu beliau menyebutkan hikmah dibolehkannya Salam,

ولأن الناس حاجة إليه لأن أرباب الزروع والثمار والتجارات يحتاجون إلى النفقة على أنفسهم وليها لتكمل وقد تعوزهم النفقة فجوز لهم السلم ليرتفقوا ويرتفق المسلم بالاسترخاص

Manusia sangat membutuhkan akad ini, karena pemilik tanaman atau buah-buahan atau barang dagangan butuh modal untuk dirinya, sementara mereka kekurangan modal itu. Sehingga boleh melakukan akad salam, agar mereka bisa terbantu, dan konsumen mendapat manfaat dengan adanya diskon. (Al-Mughni, 4/338).

Karena secara prinsip, pemilik barang berhak untuk menentukan harga barangnya, selama harganya jelas. Penjual berhak memberikan diskon, bagi konsumen yang membeli dengan pembayaran tunai di muka sebelum barang diserahkan.

Bagi penjual, dia mendapat modal lebih cepat, sementara pembeli mendapat barang dengan harga murah.

Sebagaimana ini berlaku pada barang, ini juga berlaku untuk jasa. Sehingga boleh saja bagi konsumen yang memiliki credit go pay mendapatkan diskon dari pihak penyedia aplikasi…

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Konflik dengan Keluarga Dekat

Assalamualaikum ustadz/ah..
1.Bagaimana caranya kita menghadapi keluarga dekat yang selalu iri kepada kita?
2.Bagaimana pula caranya menghadapi keluarga yang meminjam uang kepada kita tapi kita tak bisa membantunya dan keluarga tersebut masih punya utang kepada kita,sekali kita tak bisa bantu mereka membuang muka dan tak mau tegur sapa terhadap kita dan menjelekkan kita kepada keluarga yang lain,bagaimana sikap kami ?sedangkan selama ini kami selalu bantu mereka apabila mereka sedang mengalami kesulitan #A02

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah..
Kenapa ada orang yang iri dengan kita? Harusnya ini jadi bagian interospeksi diri untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku, khususnya dengan kerabat yang iri dengan kita. Dan alangkah baiknya ada pendekatan persuasif untuk memahamkan bahwa tiap orang punya rezqi yang berbeda beda dan pastinya setiap orang ada kelebihan dan kekurangan, yakinkan dia bahwa dia juga punya potensi diri yang masih harus di gali. Kaitan dengan sifat iri , ini merupakan sifat buruk yang harus dijauhi kecuali dalam dua hal yaitu iri terhadap orang sholeh yang senantiasa beramal dan bersedekah.sebagai mana Rasul bersabda:

لاَحَسَدَ اِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلْكَتِهِ فِى الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِيْ بِهَا وَيُعَلِّمُهَا {رواه البخاري}

Tidak ada iri hati (yang diperbolehkan) kecuali terhadap dua perkara, yakni :
seseorang yang diberi Allah berupa harta lalu dibelanjakanannya pada sasaran yang benar, dan
seseorang yang diberi Allah berupa ilmu dan kebijaksanaan lalu ia menunaikannya dan mengajarkannya.  (HR Al Bukhori)

Banyak istigfar.itulah fitnah dunia dalam surat Algurqon :20

…… “Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat.”

Saat kita berhutang kpd orang lain maka usahakan bayar sesegera mungkin dan ingat ingat atau catat supaya tidak lupa.tapi bila orang berhutang kepada kita maka jangan terlalu difikirkan karena boleh jadi itu belum rezqi kita tapi bersyukurlah dengan segala kecukupan kita hari ini
 Manusiawi sekali saat kita dijelek jelekkan atau tdk ditegur kita akan sakit hati.tapi segeralah istigfar itu semua ujian keikhlasan. Milikilah hati seluas laut yang siap menampung semua kotoran manusia tapi betapapun begitu laut selalu memberi mutiara buat manusia

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Apakah Tidak Ada Orang Lain?

Sidang Pemakzulan, Parlamen Kedua, İstanbul
5 Oktober 1908

Setelah keluar fatwa Syehul İslam pesanan dari parlemen untuk menuduh sultan mendalangi kerusuhan, maka sidang memutuskan untuk menurunkan Abdul Hamid II sebagai khalifah.

Baik başbakan (perdana menteri) Tevfik Paşa, ketua parlemen Said Paşa, maupun panglima Hareket Ordusu (balatentara CUP) Mahmud Şevket Paşa tidak ada yang berani menyampaikan keputusan sidang langsung kepada sultan. _Dengan segenap kekuasaan yang ada pada mereka ternyata jabatan kekhilafahan yang sudah dibuat tak berdaya masih menyimpan aura kehormatan._

Mereka mengutus Emanuel Karasu, Aram, Esad Toptani, Arif Hikmet (mantan ajudan sultan dari angkatan laut),  dan seorang juru tulis wakil parlemen dari Salonika untuk menghadap sultan. Ketika sampai di istana Çırağan, sultan menyambut mereka dengan ucapan:

“Apakah parlemen tidak dapat mengirimkan orang yang lebih baik daripada seorang Yahudi, Armenia, Albania, dan seorang yang tidak tahu cara berterima-kasih untuk menyampaikan eksekusi pemakzulan atas sultan Turki Utsmani dan khalifah Kaum Muslimin?”

Semua terdiam!

Sekarang ini, untuk memilih seorang gubernur di negeri Muslim saja kita sulit sekali bersepakat dan masih banyak muslim yang berharap kebaikan hakiki datang dari luar ummah.

Depok, pagi masih mendung setelah 108 tahun (5 Oktober 2016)

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Menjaga Keindahan Ukhuwah

Betapa berbangga hati yang bisa berukhuwah.

Tapi ada yang lebih jelita lagi, kita memilikinya dalam Minhatun Robbaniyyah. Dalam Nikmatun Ilahiyah. Dalam Quwwatun Imaniyah.

Di saat seperti inilah selaksa kerinduan yang tak harap berpisah. Maka pantas saja Al-Faruq, Umar bin Al Khattab pernah melantunkan kata
“Aku tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini kecuali karena tiga hal: keindahan berjihad di jalanNya, repotnya berdiri Qiyamul Lail, dan indahnya bertemu dengan sahabat lama.”

Indahnya bertemu dengan sahabat. tentu bukan sahabat yang biasa, tapi sahabat yang senantiasa diliputi keimanan yang kuat, dihiasi dengan kemuliaan akhlak, dan eratnya ukhuwah diantara mereka sebagai buah dari keimanannya.

Ada sebuah nasihat dari *ibnul Qoyyim Al Jauzi.*

“Ukhuwwah itu hanya sekedar buah dari keimanan kita kepada Allah. Jadi jika ukhuwwahnya bermasalah mari kita evaluasi keimanan kita kepada Nya. Efek dari hubungan baik kita dengan yang ada di langit secara langsung berefek pada baiknya keterhububungan kita dengan bumi.

Bersebab rasa kesal *Abu Dzar al Ghifari* pada Bilal yang tak mengerjakan amanah dengan penuh. Bahkan kesan Bilal membesarkan alasannya untuk membenarkan dirinya.

Kecewalah Abu Dzar, hingga ia tak bisa menahan diri lalu menghardik Bilal dengan ucapan yang kasar seraya berteriak;
“Hai anak budak hitam!!”

Rasulullah memerah wajahnya mendengar hardikan Abu Dzar. Bergegas Rasulullah menghampiri Abu Dzar serasa petir di siang bolong,

“Engkau!!!” sabda Nabi sambil menunjuk wajah Abu Dzar, “Sungguh dalam dirimu masih terdapat jahiliah!”

Abu Dzar tersungkur bersujud dan memohon Bilal untuk menginjak kepalanya. Di letakan kepalanya di atas tanah berdebu dan dilumpurkannya pasir ke wajahnya berharap Bilal mau menginjaknya.

Berulang kali ia memohon. “INJAK kepalaku wahai Bilal!” “INJAK kepalaku wahai Bilal!” “INJAK kepalaku wahai Bilal, demi Allah ku mohon Injaklah!” “Demi Allah ku mohon engkau Injaklah wajahku, aku berharap dengannya Allah akan mengampuniku dan menghapus sifat jahiliah dari jiwaku!”

Berulang ia memohon, tapi Bilal tetap berdiri kukuh. Dia marah bercampur rasa mengharu biru, lalu dia berkata, “Aku memaafkan Abu Dzar, Ya Rasulullah. Dan biarlah urusan ini tersimpan di sisi Allah, menjadi kebaikan bagiku dikemudian hari”

Hati pedih abu Dzar mendengarnya, rasa salah yang tak terlupakan sepanjang umur hidupnya.

Begitulah kekuatan iman mereka yang saling mengingatkan. Kejelitaan Akhlak yang menghiasi sisi-sisi kehidupan mereka. Bahkan mereka pun selalu siap mengorbankan segala rasa yang tersimpan di dada untuk melanggengkan ukhuwah diantara mereka.

Jaga ukhuwah hingga akhir hayah.

Pemateri: Ustadz Umar Hidayat  M.Ag

Percaya Diri

▣●▣ “Orang yang mempunyai kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya.” (Dr. Amie Primarni)

▣●• Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh..
▣●• Bagaimana kabar hari ini saudariku? Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya untuk tetap dalam iman Islam..

◈●• Kali ini materi psikologi akan membicarakan tentang PD.
◈●• Yuukkk kita kupas tentang PD ini

▣● Percaya diri adalah sebuah kondisi mental dimana individu dapat mengevaluasi keseluruhan dari dirinya sehingga memberi keyakinan kuat pada kemampuan dirinya untuk melakukan tindakan dalam mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya.

◈● Seseorang yang memiliki kepercayaan diri bagus, akan memiliki perasaaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Apakah ukhti seperti ini..??

▣● Ada beberapa fondasi yang dapat membangun kepercayaan diri.

● 1. Self Concept.
•• Kemampuan diri untuk menyimpulkan tentang diri sendiri.
•• Ex: “Aku itu orangnya supel, suka berteman tapi agak pelit sih kalau diminta traktiran.”

● 2. Self Esteem.
•• Sejauh mana diri ini merasa punya perasaan positif atau sesuatu yang bernilai yang ada dalam diri sendiri.
•• Ex : Saya suka masak, menurut teman-teman masakan saya enak jadinya saya ikut kursus memasak supaya lebih mahir lagi.

● 3. Self Efficacy.
•• Sejauh mana memiliki keyakinan akan kemampuan dalam menyelesaikan tugas atau masalah.

● 4. Self Confidence.
•• Sejauh mana memiliki keyakinan bahwa diri ini layak untuk berhasil.

◈•• Bagaimana membangun fondasi tersebut..??

●• Tanamkan cara pandang yang positif dalam berbagai masalah yang datang. Pandanglah masalah dari berbagai sudut pandangan.

●•• Kendalikan emosi.

●•• Memiliki perhatian terhadap sikap diri dan penampilan diri. Jika perlu buka hati untuk mau menerima kritikan orang lain.

●•• Tentukan tujuan hidup dan berani mengambil keputusan.

▣●▣ Kita patut berupaya dalam memupuk rasa percaya diri, belum ada kata terlambat maka mulailah dari sekarang.

Oleh: Ustadzah Heni

Ikhlas, Apaan sih?

◑●◐ Ikhlas secara etimologis (bahasa), berasal dari kata khalasha, yang artinya murni, tak bercampur, jelas, dan bersih.

◑●◐ Secara terminologis (istilah syariat), ikhlas adalah meeniatkan amal hanya untuk Allah ﷺ semata.

◐ Imam Al Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah berkata:

والخالص : إذا كان للّه

Ikhlas adalah jika amal itu hanya untuk Allah ﷻ. (Imam Abu Ishaq Ats Tsa’labi An Naisaburi, Al Kasyf wal Bayan,   9/356)

◑● Syaikh Wahbah Az Zuhailiy Rahimahullah berkata:

هو ابتغاء رضوان اللّه وحده ورجاء ثوابه دون منّ عليكم ولا ثناء من الناس ولا توقع مكافأة تنقص الأجر ولا طلب مجازاة منكم ولا إرادة شكر منكم لنا بل هو خالص لوجه اللّه تعالى.

“Yaitu mencari ridha Allah ﷻ semata-mata dan mengharapkan pahala-Nya bukan pemberian dari kalian dan pujian manusia, dan bukan piagam penghargaan, sertifikat, dan ucapan terima kasih dari kalian untuk kami, tapi murni mengharap wajah Allah ﷻ.” (Syaikh Wahbah Az Zuhaili, At Tafsir Al Munir, 29/290)

So, amal untuk Allah, karena Allah, bukan untuk mengharap semua  target duniawi baik pujian, penghargaan, balasan, persetujuan,  ucapan terima kasih, kedudukan, pencitraan, dan lainnya.

Wallahu A’lam

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Ma’rifatul Rasul

Rasul adalah seorang lelaki yang terpilih dan yang diutus oleh Allah dengan risalah kepada manusia. Definisi rasul ini menggambarkan kepada kita bagaimana manusia sebagai Rasul yang terbaik diantara manusia lainnya. Sehingga apa yang dibawa, dibincangkan dan dilakukan adalah sesuatu yang terpilih dan mulia dibandingkan dengan manusia lainnya. Rasul sebagai pembawa risalah yang Allah berikan kepadanya dan juga Rasul sebagai contoh dan teladan bagi aplikasi Islam di dalam kehidupan seharian. Untuk lebih jelasnya bagaimana mengenal Rasul yang menjalankan peranan pembawa risalah dan sebagai model, maka kita perlu mengenal apakah ciri-ciri dari Rasul tersebut.

Ciri-ciri Rasul adalah mempunyai sifat-sifat yang asas, mempunyai mukjizat, sebagai pembawa berita gembira, ada berita kenabian dan memiliki ciri kenabian, juga nampak hasil perbuatannya.

Penjelasan Rasmul Bayan

1. Ar-Rasul.

Penjelasan :
Rasul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan risalah Islam kepada manusia. Rasul adalah manusia pilihan yang kehidupannya semenjak kecil termasuk ibu bapanya sudah dipersiapkan untuk menghasilkan ciri-ciri kerasulannya yang terpilih dan mulia. Mengenal rasul mesti mengetahui apakah peranan dan fungsi rasul yang dibawanya. Terdapat dua peranan rasul yaitu membawa risalah dan sebagai model.

Rasul sebagai manusia biasa yang diberikan amanah untuk menyampaikan risalah kepada manusia.

Dalil :
Rasul sebagai manusia biasa seperti kamu.
“Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”, barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. 18: 110)

Rasul dalam bentuk Rajul bukan Malaikat.
“Dan kalau kami jadikan Rasul itu malaikat, tentulah kami jadikan dia seorang laki-laki dan (kalau kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah kami meragu-ragukan atas mereka apa yang mereka ragu-ragukan atas diri mereka sendiri.” (QS. 6: 9)

Maksudnya: kalau Allah mengutus seorang malaikat sebagai rasul, tentu Allah mengutusnya dalam bentuk seorang manusia, Karena manusia tidak dapat melihat malaikat, dan tentu juga mereka akan berkata: Ini bukan malaikat, Hanya manusia seperti kami juga, jadi mereka akan tetap ragu-ragu.

Muhammad SAW sebagai Rasul Allah.
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. 33: 40)

Maksudnya: nabi Muhammad SAW bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, Karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah SAW.

2. Hamilu Risalah.

Penjelasan :
Rasul membawa risalah kepada manusia, banyak disampaikan di dalam ayat Al-Qur’an. Tugas menyampaikan wahyu dan risalah ini adalah tugas dan amanah wajib bagi setiap Rasul. Apa sahaja yang Rasul terima dari Allah maka disampaikan wahyu tadi kepada manusia.

Rasul dan orang yang menyampaikan risalah Islam tidak akan takut dengan segala bentuk ancaman karena ia yakin bahawa yang dibawa dan disampaikannya adalah milik Allah yang memiliki alam semesta dan seisinya. Dengan demikian apabila kita menyampaikan pesan sang pencipta maka pencipta (Allah) akan melindungi dan menolongnya.

Dalil :
Rasul menyampaikan apa-apa yang diterimanya dari Allah.
“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. 5:67)

Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh nabi Muhammad SAW.

Orang yang menyampaikan risalah Allah, mereka tidak takut kepada siapapun kecuali hanya kepada Allah sahaja.
“(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.” (QS. 33: 39)

Maksudnya: Para Rasul yang menyampaikan syari’at-syari’at Allah kepada manusia.

3. Qudwatu fi Tatbiq Risalah.

Penjelasan :
Dalam menjalankan dan mengamalkan Islam, tidak akan mungkin seorang manusia dapat memahami langsung apa-apa yang ada di dalam Al-Qur’an kecuali apabila dapat petunjuk dan contoh dari Nabi. Muhammad dan para rasul lainnya mempunyai peranan dalam menjembatani pesan-pesan Allah agar dapat diaplikasikan kepada manusia. Nabi Ibrahim AS sebagai contoh dalam mengelakkan diri dari menyembah sembahan berhala. Walaupun demikian sebagai ummat Muhammad yang wajib diikuti hanya kepada Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan yang sesuai dengan pendekatan bagi manusia sekarang.

Dalil :
Muhammad (Rasul) sebagai qudwah yang baik.
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. 33: 21)

Ibrahim AS sebagai ikutan dalam melaksanakan Aqidah.
“Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka Berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan Telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya Aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan Aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami Hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan Hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan Hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (QS. 60: 4)

Penjelasan : Nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan bagi bapaknya yang musyrik kepada Allah : Ini tidak boleh ditiru, Karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (lihat surat An-Nisa ayat 48).

4. Alamatu Risalah.

Penjelasan :
Agar memahami peranan Rasul lebih mendalam maka kita perlu mengetahui apakah ciri-ciri Rasul sebenarnya. Rasul yang membawa peranan dan amanah yang cukup berat dalam menjalankan tugasnya mempunyai beberapa keistimewaan yang dijelaskan dalam ciri-ciri Rasul itu sendiri, sifat asa, mukjizat, basyirat, nubuwah dan tsamarat.

5. Sifatul Asasiyah.

Penjelasan :Sifat asas Rasul adalah akhlak mulia yang terdiri dari sidiq, tabligh, amanah dan fatanah. Sifat asas dan utama ini mesti dipunyai oleh setiap rasul dan orang yang beriman. Tanpa sifat ini maka seorang mukmin kurang mengikuti Islam yang sebenarnya bahkan dapat menggugurkan keislamannya. Misalnya sifat dasar sidiq, Rasulullah menekankan bahawa kejujuran sebagai akhlak yang utama, tanpa shidiq maka akan gugur keislamannya. Dengan kejujuran yang dimiliki walaupun ia berbuat dosa seperti merogol atau mencuri, masih dapat dimaafkan apabila ia masih mempunyai sifat shidiq. Dengan sifat asas ini maka manusia dijamin hidupnya di dunia dan di akhirat akan bahagia. Sifat asas juga bersifat universal ini sangat strategik bagi setiap mukmin dalam menjalankan Islam dan memelihara dirinya dari segala cabaran.

 Dalil :
Rasul mempunyai akhlak yang mulia.
“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. 68: 4)

6. Mukjizat.

Penjelasan :
Banyak mukjizat yang dibawa oleh para Rasul. Setiap Rasul membawa mukjizat yang diberi Allah berbeda-beda seperti nabi Ibrahim yang tidak terbakar, nabi Musa yang membelah lautan, nabi Sulaiman dapat bercakap dengan segala makhluk, nabi Daud yang mempunyai kekuasaan dan lainnya. Nabi Muhammad sendiri banyak mukjizat yang Allah SWT berikan misalnya membelah bulan ketika dicabar oleh orang kafir, Al-Qur’an makluman awal terhadap segala peristiwa yang berlaku dan sebagainya.

Dengan mukjizat ini maka manusia semakin yakin dengan apa yang diberikan oleh para Rasul kepada manusia.

Dalil :
Rasul membelah bulan.
“Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan.” (QS. 54: 1)

Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan” ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW.

Al-Qur’an yang dipelihara oleh Allah.
“Dan kami Telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. 15: 9)

7. Al-Mubasyarat.

Penjelasan :
Ciri kerasulan adalah sudah dimaklumkan oleh manusia-manusia sebelumnya mengenai kedatangannya. Nabi Muhammad SAW sudah dimaklumkan ketika zaman Nabi Isa AS, bahawa akan datang seorang Rasul yang bernama Ahmad (terpuji).

Dalil :
Berita gembira yang memaklumkan kedatangan nabi Muhammad SAW.
“Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. 61: 6)

8. An-Nubuwwah.
 
Penjelasan :
Ciri-ciri Rasul lainnya adalah adanya berita kenabian seperti membawa perintah dari Allah untuk manusia keseluruhan seperti perintah haji (pada zaman Nabi Ibrahim) dan perintah-perintah Allah di dalam Al-Qur’an (pada zaman Nabi Muhammad).

Dalil :
Nabi Ibrahim disuruh oleh Allah untuk memberitahukan kepada manusia agar berhaji.
“Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu Ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus[984] yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. 22: 26-27)

Maksud dari Unta yang kurus menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji.

Al-Qur’an adalah wahyu kepada rasul dan sebagai berita kenabiannya.
“Katakanlah: “Siapakah yang lebih Kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. dia menjadi saksi antara Aku dan kamu. dan Al-Qur’an Ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia Aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). apakah Sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).” (QS. 6: 19)

Rasul mengajak ummatnya kepada Al-Qur’an tetapi mereka meninggalkannya.
“Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. 25: 30)

9. Attsamarat.

Penjelasan :
Kader Nabi yaitu para sahabat adalah bukti nyata yang menjadikan perubahan-perubahan di jazirah Arab dan seluruh dunia.

Dalil :
Hasil tarbiyah dan dakwah Rasul adalah kader-kader yang tangguh.
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. 48: 29)

Bekas sujud Maksudnya: Pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

Ringkasan Dalil :
Rasul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan risalah Islam kepada manusia.
“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. 5: 67

Gangguan manusia Maksudnya: Tak seorangpun yang dapat membunuh nabi Muhammad SAW.
“(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.”

Risalah Allah maksudnya: Para Rasul yang menyampaikan syari’at-syari’at Allah kepada manusia.

Teladan dalam melaksanakan risalah (QS. 33:21, 56, QS. 60:4)
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan: Allahuma shalli ala Muhammad dengan mengucapkan perkataan seperti: Assalamu’alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai nabi.

Tanda-tanda kerasulan :

Sifat (QS. 68:4)
Mukjizat (QS. 54:1, QS. 15:9)
Berita kedatangan (QS. 61:6)
Berita kenabian (QS. 25:30, QS. 22:26-27)
Hasil-hasil perbuatan (QS. 48:29)

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Bekas sujud Maksudnya: Pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

Oleh Ustadzah Novria Flaherti

Khadijah Binti Khuwailid r.a.

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا.

“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab : 33)

7. Kedudukan Khadijah Di Sisi Allah SWT.

Kemuliaan bunda Khadijah sangatlah terlihat jelas baik didunia maupun diakhirat, baik sebagai Istri Rasulullah maupun sebagai Mujahidah pejuang Islam. Hal ini dipertegas oleh beberapa riwayat shahih, diantaranya :

خير نسا ءهامريم بنت عمران و خير نسا ءهاخديجة بنتخويلد
(متفق عليه )

“Sebaik baik wanita pada zamannya adalah Maryam Binti Imran, dan Sebaik baik wanita pada zamannya adalah Khadijah binti Khuwailid.” (Muttafaq’Alaih)

8. Pelajaran

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan bunda Khadijah, baik dari pribadinya maupun rumah tangganya. Diantaranya adalah :

Pribadi bunda Khadijah merupakan cermin dari hadist Rasulullah SAW,

“….Orang yg terbaik dari kalian pada masa jahiliyah, dialah orang yang terbaik di antara kalian pada masa Islam, jika mereka memahami Agamanya.”  (Mutaffaq ‘alaih)

Islam tidak menghapus kemuliaan bunda Khadijah, namun justru memberikan kemuliaan yang hakiki, karena beliau memahami dan meyakini juga mengamalkan Islam.

Kejujuran adalah hal penting dalam hubungan antar manusia, karena sebagai Barometer (tolak ukur) utama untuk menilai kepribadian seseorang, bukan sekedar penampilan fisik dan materi saja.

Keharmonisan rumah tangga di tentukan oleh bagaimana seseorang mampu menempatkan diri pada posisinya, tentu dengan iman dan ketakwaan sebagai landasannya.

Peran seorang istri adalah peran penting penopang perjuangan seorang suami. Itulah yang dirasakan betul oleh Rasulullah SAW terhadap peran bunda Khadijah.

Peran dakwah bisa dilakukan oleh siapa saja, sesuai dengan kemampuan dan posisinya masing-masing. Dan kemuliaan seseorang ditentukan oleh Komitmen dan Keteguhan dalam memegang peran tersebut.

Termasuk Akhlak mulia adalah apabila kita berbuat baik kepada orang-orang dekat yang dicintai kerabat kita yang telah meninggal dunia.

Cinta Hakiki adalah disaat masing-masing tetap menjaga cintanya dalam kondisi yang paling sulit dan berat. bukan hanya ada cinta di saat kita senang dan bahagia, namun hilang cinta disaat sedih dan sulit mendera.

Allahu ‘alam Bishowab

Selesai
============================
Maraji’ :
●•• Isteri & Puteri Rasulullah SAW (Mengenal & Mencintai Ahlul Bait)
●•• Divisi Terjemah Kantor Dakwah Sulay KSA (Penyusun : Ust. Abdullah Haidir, Lc)

Oleh Ustadzah Yani