Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 57

Sabtu, 14 Muharam 1438 H  / 15 Oktober 2016

Al-Qur’an

Ustadz Noorahmat

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 57
============================

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Adik-adik….
Hari ini kita bertemu kembali dengan materi Tafsir Al Qur’an.

Bagaimana khabar adik-adik sekalian? Semoga senantiasa berada dalam keberkahan Allah Azza wa Jalla.

Kali ini kita akan bahas Tafsir Al Quran surat Al Maidah ayat 57.

Kenapa ayat 57? Kenapa bukan ayat 51 yang sedang heboh? Mau tahu alasannya?…..

Salah satunya agar kita semua juga melanjutkan memahami Al Quran tidak hanya fi ayat-ayat tertentu.

Adik-adik sekalian….
Al Maidah ayat 57 ini merupakan penegasan dari ayat 51 yang heboh itu.

Mari kita mulai.
Allah Azza wa Jalla berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِين

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil jadi wali kalian, orang-orang yang membuat agama kalian jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelum kalian, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kalian betul-betul orang-orang yang beriman. [QS Al Maidah 5:57]

Adik-adik…
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini merupakan peringatan terhadap aktifitas berteman dekat (karib) dengan musuh-musuh Islam dan para pemeluknya, yaitu dari kalangan kaum Ahli Kitab dan kaum musyrik.

Kaum musyrik pada umumnya adalah orang-orang yang menjadikan syumuliah syariat Islam yang mencakup semua kebaikan dunia dan akhirat sebagai bulan-bulanan ejekan mereka.

Terkait ini ada sebuah syair

وَكَمْ مِنْ عَائبٍ قَولا صَحِيحًا … وآفَتُهُ مِن الْفَهم السَّقِيمِ …

Betapa banyak orang yang mencela perkataan yang benar, hal itu bersumberkan dari pemahaman yang tidak benar.

Adik-adik…
Huruf min pada lafaz minal lazina dalam ayat ini adalah untuk menerangkan jenis yang berarti “yaitu”.

Penggunaan lafaz yang sama bisa dilihat dalam dalam QS Al Hajj ayat 30.

فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثَانِ

maka jauhilah oleh kalian barang yang najis, (yaitu)berhala-berhala tersebut.

Para mufassir mentafsirkan yang dimaksud dengan orang-orang kafir dalam ayat ini ialah orang-orang musyrik, seperti yang disebutkan di dalam qiraah Ibnu Mas’ud menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ

Janganlah kalian mengambil orang-orang yang membuat agama kalian jadi buah ejekan dan permainan, yaitu di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelum kalian dan orang-orang musyrik, sebagai wali kalian.

Yaitu bertakwalah kalian kepada Allah, janganlah kalian mengambil musuh-musuh kalian dan agama kalian itu sebagai wali (teman sejawat) kalian jika kalian orang-orang yang beriman kepada syariat Allah, karena mereka membuat agama kalian sebagai bahan ejekan dan permainan.

Hal ini selaras dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain, yaitu:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kalian terhadap diri (siksa)-NyaDan hanya kepada Allah kembali (kalian). [Ali Imran 3:28]

Jadi kesimpulannya?
Diskusikab dengan mentor di group masing-masing ya….☺ Jangan malu bertanya….👍

InsyaAllah sampai disini dahulu, kita bertemu kembali pekan depan.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Akhwat Shalat Jum’at?

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Ida Faridah
15-Oktober-2016
=====================

Assalamualaikum. Mau nanya. Jika akhwat melakukan shalat jumat apakah harus juga melakukan shalat dhuhur? Syukron

MFT A05
===========

Jawaban
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sholat jum’at adalah sholat fardu dua raka’at yang dilakukan pada hari jum’at diwaktu dzuhur sesudah dua khotbah.

Sholat jum’at merupakan fardhu ain (kewajiban pribadi) bagi setiap muslim kecuali wanita dan musyafir. Dalil wajibnya sholat jum’at terdapat dalam a-Qur’an surat al-jumu’ah ayat 9, hadist Nabi saw dan ijmak ulama.

Karna yang wajib sholat jum’at adalah laki-laki maka perempuan tidak wajib sholat jum’at, adapun jika perempuan melaksanakan sholat jum’at hukumnya boleh dan tidak usah sholat dzuhur lg

والله اعلم بالصواب

Kisah Mariyah Al-Qibtiyah

Sabtu, 14 Muharram 1438 H / 15 Oktober 2016

SIROH & KELUARGA

Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Ag

Kisah Mariyah Al-Qibtiyah

Mariyah lahir di kota Jafnin sebelah timur sungai Nil ke arah Asmuniyah. Kemudian ia pindah ke istana Muqauqis gubernur Mesir dan hari demi hari ia lalui di sana. Hari-hari yang tergadaikan. Hingga suatu hari…datanglah Hatib bin Bi Balta’ah membawa surat dari Rasulullah Saw mengajak Muqauqis kepada Islam.

Bismillahirrahmanirrahiim
Dari Muhamad bin Abdillah hamba Allah dan rasulNya. Aku ingin mengajakmu dengan ajakan Islam. Masuk Islamlah maka kalian akan selamat. Allah akan memberikan pahala bagimu dua kali lipat. Jika engkau menolaknya maka engkau akan menanggung dosa orang Qibti semuanya.

“Katakanlah wahai ahlul kitab, marilah kita berpegang kepada satu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian bahwa kita tidak menyembah selain Allah, tidak menyekutukan sesuatu denganNya, sebagian kita tidak menjadikan yang lain sebagai tuhan selain Allah, bila mereka berpaling maka katakanlah “Saksikanlah bahwa kami berserah diri (kepada Allah).” (QS Ali Imran:94)

Mariyah seorang budak belian yang cantik mendengar isi surat tersebut yang membuat hatinya lapang. Fikiran dan jiwanya melayang membayangkan siapa orang yang mengirimkan kata-kata indah penuh makna itu. Jantungnya hampir berhenti berdetak ketika seorang pemuka mengatakan bahwa  ia bersama saudara kandungnya dipilih oleh kaisar untuk pergi ke Madinah sebagai hadiah untuk Rasulullah Saw. Bersamanya Muqauqis menyertakan emas permata, perhiasan yang indah serta madu asli yang sangat lezat. Ia menyambut perjalanan ini dengan penuh suka cita dengan kerinduan akan hidayah Allah.

Aku membaca suratmu dan memahami isinya. Aku mengetahui bahwa seorang nabi telah datang dan aku kira ia berasal dari daerah Syam. Aku telah memuliakan utusanmu dan mengutus untukmu dua orang sahaya yang memiliki kedudukan yang mulia di Qibty. Bersama dengan berbagai perbekalan yang dapat engkau manfaatkan. Semoga keselamatan atasmu. (Inilah surat balasan dari Muqauqis untuk Rasulullah Saw)

Saat rehat di perjalanan, Hatib bercerita kepada Mariyah tentang Rasulullah dan Islam serta bagaimana beliau sangat memuliakan manusia dan menjaga kehormatannya juga memperhatikan kebebasan beribadah.
Detak jantung Mariyah saling berbalapan saat perjalanan sudah mendekati Madinah. Nabi meminta Mariyah untuk tetap bersamanya dan menghadiahkan Sirin saudaranya kepada Hissan bin Tsabit.

Para istri Rasulullah menyambut kehadiran duta baru disertai rasa cemburu dalam hati mereka. Suatu pagi ummul mukminin Hafsah pergi ke rumah ayahnya. Tak lama kemudian ia kembali. Dan ternyata di dalam rumahnya Rasulullah sedang berbincang dengan Mariyah. Betapa marahnya Hafsah. Ia berkata:”Jika engkau tidak merendahkanku, tidak akan engkau ajak dia ke rumahku.” Dan mulailah ia menangis. Rasulullah menenangkannya dengan mengatakan: “Sesungguhnya  Mariyah haram untukku.” Beliau meminta Hafsah untuk tidak menceritakan peristiwa itu kepada siapapun. Namun Hafsah menceritakannya kepada Aisyah dan akhirnya semua istri Rasulullah melakukan _unjuk rasa_. Rasulullah sampai bersumpah untuk tidak menjumpai mereka selama satu bulan. Dan tersiarlah kabar bahwa Rasulullah telah menceraikan istri-istrinya.

Maka turunlah surat At-Tahrim ayat 1
  يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ تَبْتَغِي مَرْضَاةَ أَزْوَاجِكَ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم

“Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS At Tahrim:1)

Rasulullah Saw memindahkan Mariyah ke daerah aaliyah (tempat penyembelihan di Madinah) yang jauh dari istri-istrinya. Kemudian Mariyah hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim.

Kelahiran Ibrahim disambut gembira oleh Rasulullah Saw. Beliau mencarikan sebaik-baik kabilah untuk merawatnya dan memberikan berbagai hadiah kepadanya. Ketika Ibrahim berusia delapan belas bulan, ia jatuh sakit yang cukup parah. Ia dipindahkan ke sebuah kamar disamping masyrubah Ummu Ibrahim. Mariyah bersama saudaranya Sirin bergantian menjaganya. Setelah Rasulullah diberi kabar akan sakitnya Ibrahim beliau segera datang dan menggendongnya. Dengan berlinang air mata beliau menemani Ibrahim hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Rasulullah telah mewasiatkan kebaikan akan orang-orang Qibty. Beliau bersabda:”Akan dibebaskan Mesir setelah ini. Maka aku wasiatkan kepada kalian agar memperlakukan orang-orang Qibty dengan baik. Sesungguhnya mereka memiliki tanggungan dan sifat penyayang.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

KISAH PENANGGGALAN

Ustadz Menjawab
Sabtu, 15 Oktober 2016
Ustadzah Novria Flaherti, S.si

KISAH PENANGGGALAN

Assalamu’alaikum wr.wb. afw ukht.  sekiranya prtanyaan saya ini agak lancang saya berlindung kpd Allah SWT  dan memohon ampun kepada-Nya krn ktrbatasan ilmu saya, dan di sisi lain kita juga diwajibkan utk brtanya kpd ahli ilmu ttg suatu hal yg kita tdk mengetahuinya agar tdk trjerumus dlm kesesatan krn ktidaktahuan kita. prtanyaan saya, bagaimana bisa pd zaman nabi Musa As sdh diketahui 10 muharram beliau brpuasa pdhl penanggalan hijriyah baru di mulai sejak hijrahnya nabi Muhammad SAW ke Madinah dari Mekkah. dan penanggalan itu juga baru di buat pd zaman khalifah Umar bin Khattab RA. mohon diberi penjelasan yg disertai dalil yg kuat agar kami masyarakat yg awam akan ilmu agama dpt memahamu dgn sebenar2nya. syukron wa jazakillah khairon katsiran 😊

Jawaban :
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Memang benar bahwa bahwa penetapan kalender hijriah dibuat pada masa khalifah Umar bin Khatab.

Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun di mana hijrahnya Nabi Muhammad dari
Mekkah ke Madinah.

Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622.

Sistem penanggalan sdh ada sejak awalnya manusia dibumi, Allah menciptakan manusia dilengkapi dgn Akal dan fikiran. Diciptakannya matahari dan bulan, melainkan terdapat tanda2 kebesarannya bagi orang2 yang berfikir

Bukti sistem penaggalan berdasarkan bulan/lunar/hijriah sudah ada semenjak dulu berdasarkan dalil dibawah ini:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…”
(At Taubah, 9 : 38)

Dalam satu riwayat dikatakan bahwa sistem kalender yang lunar atau hijriah atau yg menggunakan acuan bulan sudah dipakai sejak adanya nabi Ibrohim, sejak adanya perintah berhaji dan qurban

Berdasarkan dalil dibawah ini:

“Orang-orang bertanya kepadamu tentang hilal. Wahai Muhammad katakanlah: “Hilal itu adalah tanda waktu untuk kepentingan manusia dan badi haji.” (QS. Al-Baqarah: 189)

Sebelum penanggalan hijriyah ditetapkan, masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan tahun. Tahun renovasi Ka’bah misalnya, karena pada tahun tersebut, Ka’bah direnovasi ulang akibat banjir. Tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun fiil (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Ka’bah oleh pasukan bergajah. Oleh karena itu kita mengenal tahun kelahiran Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan istilah tahun fiil/tahun gajah.

Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian seorang tokoh sebagai patokan, misal 7 tahun sepeninggal Ka’ab bin Luai.” Untuk acuan bulan, mereka menggunakan sistem bulan qomariyah (penetapan awal bulan berdasarkan fase-fase bulan)

Inilah bukti-bukti bahwa sistem penanggalan baik mengacu kepada matahari atau bulan sudah lama adanya, bahkan sebelum adanya Islam masuk ke bangsa Arab..

Allahu ‘Alam bisshowab

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Agar Tidak Malas Shalat

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
14 Oktober 2016
=====================

السلام عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saya nayla dari baubau…mau tanya bagaimana caranya biar ga malas sholat. Trus usia kayak saya 11 tahun keluar rumah wajib pake jilbab kah? trimakasih kak

Nayla, grup 03

=============
Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sholat terutama sholat 5 waktu merupakan kewajiban manusia terhadap Tuhanya. Sholat merupakan landasan pokok dan merupakan aktualisasi makna iman yang bersemayam didalam hati. Sholat juga merupakan perwujudan nyata dari keimanan kepada yang ghaib. Sholat juga merupakan bukti penyembahan seorang hamba kepada penciptanya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariat ayat 56:

.ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan untuk menyembah kepadaku”. [Adz
Dzariyat [51] : 56].

selain itu shalat juga dijadikan pembeda antara seorang muslim dan orang kafir. Banyak hadits shahih meriwayatkan begitu pentingnya solat bagi seorang hamba, diantaranya ;

 “Batas antara hamba dan kekufuran adalah sholat” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

“Batas antara seseorang dan kemusyrikan adalak sholat” (HR Muslim)

“Ikatan antara mereka dan kita adalah sholat, barang siapa meninggalkannya maka ia telah kafir” (HR Tirmidzi dan Nasa’i).

Hadist-hadist diatas bermakna seorang bisa dikatakan muslim apabila ia sudah mendirikan sholat, dan seorang dikatakan kafir apabila ia tidak melaksanakan sholat. Solat menjadi pembeda antar seorang muslim dgn orang kafir.

Ada banyak cara agar tidak malas melaksanakan solat, beberapa diantaranya;

1. Jadikan sholat sebagai kebutuhan bukan sekedar kewajiban

Sholat bukan hanya dijadikan sebagai kewajiban saja,tetapi hendaknya juga dijadikan sebagai kebutuhan. karena jika sholat hanya dijadikan sebagai kewajiban, hal inilah yang bisa menjadi beban. Dan apabila kita bisa menjadikanya sebagai kebutuhan maka akan terasa ringan.

2. Jangan Menunda sholat

Selain pahala sholat yang berkurang. Menunda sholat juga dapat menambah rasa malas. Hal inilah yang biasa dilakukan syetan untuk membujuk dan menggoda manusia. awalnya syetan hanya membujuk untuk menunda, lalu syetan akan mengalihkan pikiran manusia agar lupa terhadap sholatnya misalnya tidur.

3. Perbanyak Mengingat Allah/Dzikir

Dzikir/mengingat Allah akan menghidupkan hati sedangkan hati yang hidup akan selalu dekat dengan Tuhannya. Tidak berdzikir atau tidak mengingat Allah maka akan menyebabkan hati menjadi mati, jika hati kita mati maka syetan akan selalu mengendalikan hidup kita.

4. Mengingat Kematian

Setiap yang bernyawa pasti mati. Dengan mengingat kematian  akan menimbulkan rasa takut kepada Allah

5. Perbanyak mencari ilmu tentang keutamaan sholat

Setiap kita harus mengetahui makna dan hakikat solat, urgensi dari solat yang dilakukan, dan konsekwensi dari meninggalkan solat. Dengan cara menuntut ilmu kita akan mengetahuinya. Ilmu bisa diperoleh dari membaca buku dan menghadiri majelis ilmu.

6. Bergaul dengan orang yang soleh

Bergaul dengan orang sholeh akan memotivasi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang diperintakan Allah kepada kita.

Rasulullah bersabda:
Janganlah kalian berkumpul, kecuali dengan orangbyang beriman. Jangan sampai ada yang menyantap makananmu, kecuali orang yang bertaqwa (HR Tirmidzi)

7⃣Menjauhkan diri dari orang-orang yang suka berbuat kerusakan/orang yang lalai

Janganlah berteman dengan orang-orang  yang suka berbuat kerusakan atau orang-orang yang lalai dari mengingat Allah.

Apakah usia 11 tahun sudah wajib pake jilbab keluar rumah??

Berdasarkan firman Allah SWT   dalam QS. An-Nur ayat 31, yang artinya:

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan Vernia mereka kecuali yang (biasa) tampak daripadanya“.

Juga dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:

 “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka menjulurkan khimarnya (jilbab) ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.

Nabi saw juga bersabda:

“Ada dua macam golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: Sekelompok laki-laki yang menggenggam cambuk seperti ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang dan berlenggak lenggok. Dikepalanya ada sesuatu seperti punuk onta. Mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak juga mencium baunya surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh“. (HR. Muslim)

Perintah hijab diwajibkan bagi wanita yang sudah akil baligh, akil baligh pada anak perempuan ditandai dengan keluarnya darah haid. Tetapi alangkah baiknya pembiasaan menggunakan hijab sejak maka kanak-kanak agar ketika kewajiban telah sampai kepadanya, yaitu telah akil baligh maka berhijab akan menjadi kebiasaan yang mudah untuk dilakukan. Banyak anak perempuan sdh akil baligh pada umur 11 tahun bahkan banyak juga pada umur 10 tahun, jadi umur 11 tahun sdh berkewajiban utk menggunakan hijab keluar rumah, tidak hanya keluar rumah tetapi berhijab dari orang-orang yang bukan muhrim kita, misalnya saudara sepupu.

والله اعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Empati

Jum’at, 13 Muharam 1438 H/14 Oktober 2016

Pengembangan Diri & Motivasi

Ustadzah Wiwit, Ustadzah Dina, Ustadzah Heni

Empati
============================

Hai Sobat muda, semoga kau selalu sehat dan semangat!!

Kali ini kami ingin berbagi tentang sesuatu yg bernama “empati”, pernah dengar pastinya yaa..

Kalau mau tau lebih lengkap tentang apa itu empati, kamu bisa browsing atau baca buku-buku psikologi.
Disini kita akan bahas sekilas saja, dengan bahasa yang ringan dan berharap kamu-kamu bisa paham dan mengaplikasikan dalam pergaulan.

OK, lets learn 💪🏻
Empati adalah kemampuan memposisikan diri dalam posisi orang lain untuk menghayati pikiran dan emosi yang dirasakan orang tersebut

Empati kognitif berarti kita hanya terlibat pada cara pandang/pikirnya saja

Empati emosional artinya kita terlibat pada emosi yang dirasakan orang lain

Ada manfaatnya ngga sih sikap empati??
Tentu saja !

Apabila setiap orang mampu ber-empati, maka hubungan sosial akan cenderung damai, aman, dan terhindar dari konflik yg berkepanjangan

Kalau tidak ada sikap empati, maka akan berpotensi terjadi perpecahan dan permusuhan

Padalah kata Allah SWT,, kita diperintahkan untuk bersaudara dan berdamai :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karna itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” [Q.S. Al Hujurat: 10]

Nah, Sobat…apakah sikap empati sudah ada pada perilakumu sehari-sehari?

Cobalah kamu renungkan, pikirkan dan rasakan…apakah kamu sudah cukup mampu ber-empati?

Coba buatlah tulisan untuk dirimu sendiri, bagaimana pengalaman-pemgalamanmu dalam bersikap empati, apakah yang kemudian terjadi? Tulis juga pengalaman saat kamu tdk bersikap empati, apakah akibatnya?

Ok Sobat Muda, tetap semangat dan sehat yaa!!! Asah potensimu, raih cita-citamu

Bila ada pertanyaan tentang empati, boleh ditampung dulu ya, insyaAllah akan dijawab sekalian lanjutan materi empati part 2

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Ganjaran Orang Yang Berkhianat

Jumat, 13 Muharram 1438H / 14 Oktober 2016

MUAMALAH

Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

Ganjaran Orang Yang Berkhianat

A. Hadits:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُعْرَفُ بِهِ (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Semua pengkhianat akan diberi tanda bendera pengkhianatannya pada hari kiamat sebagai tanda pengenalnya.” (HR. Bukhari)

B. Hikmah Hadits :

1. Khianat merupakan salah satu sifat paling buruk dan paling tercela dalam pandangan Islam, serta merupakan ciri paling mendasar orang munafik.

Sedangkan orang munafik kelak akan ditempatkan Allah Swt di dalam kerak dasar paling dalam di neraka Jahanam, na’udzubillahi min dzalik.

2. Demikian buruknya dan dibencinya sifat khianat ini, hingga Allah Swt memberikan tanda khusus di hari kiamat bagi orang-orang yang khianat, yaitu bendera khusus sebagai tanda pengkhianatan yang pernah dilakukannya di dunia.

Dalam shahih Muslim diriwayatkan, dari Abu Sa’id ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, ‘Di hari Kiamat kelak, setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya.” (HR. Muslim)

3. Khianat bermacam-macam bentuk dan jenisnya, diantaranya adalah khianat dalam kapasitasnya sebagai hamba, sebagai suami, istri, orang tua, pekerja, pejabat, wakil rakyat, bendahara, guru, dosen, pedagang, pengusaha, dsb.

Oleh karenanya kita harus berusaha menjaga dan menunaikan amanah sebaik-baiknya, menghindarkan diri dari sifat khianat sejauh-jauhnya.

4. Bentuk khianat yang paling berat dan paling keji adalah khianat kepada Islam dan kaum muslimin.

Seperti meyakini kebenaran agama lain selain Islam, bekerja sama dengan musuh-musuh Allah Swt khususnya dalam hal-hal yang dapat merugikan kepentingan umat, menegatifkan citra Islam dan kaum muslimin, memilih atau mempropaganda umat untuk memilih non muslim sebagai pemimpin, dsb.

 Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal : 27).

Semoga Allah Swt hindarkan kita semua dari sifat khianat ini, dan kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang amanah…

Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A’lam

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

MENOLAK PEMIMPIN ZHALIM

Ustadz Menjawab
Jum’at, 14 Oktober 2016
Ustadz Wido Supraha

MENOLAK PEMIMPIN ZHALIM

“Kafir itu zolim, mari tolak pemimpin zolim.”
Tapi mengapa partai Islam yg harusnya sangat paham tentang ini malah mengusung calon pemimpin dr non-Islam?? Mohon penjelasanya Ustadz.

Jawab :

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Pertanyaan Anda dapat ditanyakan langsung kepada Dewan Syariah dari Struktur Kepengurusan Partai Islam setempat, karena mereka yang lebih memahami sekaligus bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil

Secara umum, setiap keputusan fiqh membutuhkan pemahaman yang utuh terhadap situasi dan kondisi medan peperangan politik yang dihadapi. Keputusah fiqh juga diawali dengan komunikasi dan upaya sinergi sehingga lahir komitmen untuk kebaikan dakwah Islam secara umum di masa jangka panjang.

Berdasarkan seluruh informasi yang didapat, umumnya ahli syari’ah akan menggunakan Ushul Fiqh sebagai metodologi istinbath hukum, dan menimbang-nimbang antara ragam timbangan yang ada, sehingga kemudian memutuskan pilihan yang dianggap terbaik bagi dakwah Islam di wilayahnya setempat.

Saya cukupkan pada jawaban normatif dan umum terhadap pertanyaan ini, dikarenakan ini menyangkut keputusan syar’i yang tentunya pembuat keputusan lebih memahami konteks dan latar belakang keputusannya. Berprasangka baik kepada para ahli syari’at kita dahulukan dalam hal ini. Wallahul musta’an.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Perbedaan Penanggalan

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
Kamis, 13 Oktober 2016
=====================

السلام عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ana mau bertanya nihh, kan diindonesia nih adaa sperti kelompok islam contohx muhammadiyah, sy mau tanya, biasanya klo muhammadiyah itu idul fitrinya biasaa lebih awal daripda wktu yg ditentukan pmerintah, tapi kan dalam alqur’an ada dijelaskan bahwa patuhi lah pemerintahmu, lantas, bgaimna pndangan kakak😊

MFT ikhwan 02
=============
Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Perbedaan itu terjadi karena acuan dalam menafsirkan metode penentuan awal bulan, yaitu ru’yah dan hisab.

1⃣ Ru’yah adalah kegiatan untuk melihat hilal (penampakan bulan sabit) di ufuk langit sebelah barat sesaat setelah matahari terbenam untuk menentukan permulaan bulan baru. Dalam konteks ini, hilal menempati posisi sentral sebagai penentu bulan baru dalam kalender Hijriah.

Hal ini sebagaimana firman Allah:
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia… (QS. Al Baqarah: 189)

Hilal itu sendiri hanya dapat terlihat setelah proses ijtima’, yaitu proses ketika bulan berada satu kedudukan dalam satu garis dengan  matahari dan bumi. Ketika ijtima’ terjadi, bulan berada di antara bumi dan matahari. Pada saat bulan bergeser dan sebagian permukaannya menerima cahaya matahari yang terlihat berbentuk seperti lengkuk cahaya yang sangat halus, itulah yang dinamakan hilal.

Ru’yah sendiri terdapat perbedaan dalam penentuan irtifa’ (ketinggian) bulan. Satu kelompok berpendapat bahwa hilal dapat dilihat bila irtifa’ nya minimal 2 derajat. Kelompok lainnya menyatakan irtifa’ itu tidak boleh kurang dari 6 derajat. Berdasarkan metode ini, masing-masing kelompok berijtihad dalam penentuan tanggal 1 Syawal.

Berdarkan hadits Rasulullah:
Berpuasalah kamu sekalian karena melihat bulan (awal Ramadhan). Dan berbukalah kamu sekalian karena melihat bulan (Idul Fitri). Bila hilal tertutup awan di atasmu, maka genapkanlah ia menjadi tiga puluh hari. (HR. Muslim)

2⃣ Hisab merupakan proses penetapan awal bulan dengan menggunakan metode ilmu hitung menghitung.

Berdasarkan Firman Allah:
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). {QS. Yunus: 5}

Hisab ini mulai berkembang sejak masa Dinasti Abbasiyah (abad ke-8 M). Sedangkan Ru’yah dapat dipahami melalui prediksi/perkiraan posisi bulan dalam ilmu hisab. Awal dan akhir bulan tidak ditentukan oleh irtifa’ (ketinggian) hilal. Jika menurut ilmu hisab hilal telah tampak, berapa pun ketinggiannya maka hitungan bulan baru sudah masuk.

Demikianlah penjelasan mengapa terjadi perbedaan-perbedaan dalam penetapan bulan baru Hijriah di kalangan umat Islam. Namun kedua hal tersebut memiliki pijakan yang kuat berdasarkan Al Quran dan Hadits. Pilihlah menurut keyakinan berdasarkan nalar dan pengetahuan.

Al-Ustadz Hasan Al-Banna Rahimahullah menjelaskan -setelah Beliau menerangkan sebab-sebab perselisihan fiqih di antara umat Islam:

“Bahwa sebab-sebab itu membuat kita berkeyakinan bahwa upaya penyatuan dalam masalah furu’ adalah pekerjaan mustahil, bahkan bertentangan dengan tabiat agama ini. Allah menghendaki agar agama ini tetap terjaga dan abadi, dan dapat mengiringi kemajuan zaman. Untuk itu agama ini harus muncul dalam warna yang mudah, fleksibel dan lentur, tidak jumud atau keras.” (Majmu’ah Ar Rasa-il, hal. 26)
Dalam Risalah Al-Khamis beliau juga berkata:

“Bahwa perselisihan dalam masalah furu’  merupakan masalah yang mesti terjadi. Hal itu karena dasar-dasar Islam dibangun dari ayat-ayat, hadits-hadits dan amal, yang kadang dipahami beragam oleh banyak pikiran. Karena itu, maka perbedaan pendapat pun tetap terjadi pada masa sahabat dulu. Kini masih terjadi dan akan terus terjadi sampai hari kiamat. Alangkah bijaknya Imam Malik ketika berkata kepada Abu Ja’far, tatkala Ia ingin memaksa semua orang berpegang pada Al-Muwatha’ (himpunan hadits karya Imam Malik), “Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.”

Bukanlah aib dan cela manakala kita berbeda pendapat. Tetapi yang aib dan cela adalah sikap fanatik (ta’ashub) dengan satu pendapat saja dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia. Menyikapi khilafiyah seperti inilah yang akan menghimpun hati yang bercerai berai kepada satu pemikiran. Cukuplah manusia itu terhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim adalah muslim, seperti yang dikatakan oleh Zaid radhiallahu ‘anhu. (Ibid, hal. 187)

InsyaAllah perbedaan penetapan idul fitri tidak apa-apa ya, tidak berdosa jika kita mengikuti salah satu ulama yang kita percayai. Yang paling penting bagaimana sikap kita saling menghormati dalam perbedaan tersebut selama tidak bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah

والله اعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Sujud Syukur (bersambung)

Kamis, 13 Muharam 1438 H/ 14 Oktober  2016

Ibadah

Ustadzah Ida Faridah

Sujud Syukur (bersambung)
============================

Assalamu’alaikum adik-adik,,,,,

Apa kabar hari ini?

Tetap semangat dalam belajar ya

Kali ini, kita akan membahas tentang “Sujud Syukur”

Adik-adik, Sujud adalah meletakan dahi seluruh bagian telapak tangannya diatas tanah dan mengangkat kedua siku-sukunya diatas tanah dengan penuh ketundudukan dan kekhusyuan.

Sedangkan syukur dan kata-kata yang seakar dengannya di dalam al-Qur’an meliputi makna ‘pujian atas kebaikan’, ‘ucapan terimakasih’, atau ‘menampakan nikmat Allah SWT kepermukaan’, yang mencakup syukur dengan hati, syukur dengan lidah, dan syukur dengan perbuatan. Didalam hal ini, syukur juga diartikan sebagai ‘menggunakan anugrah ilaahi sesuai dengan tujuan penganugerahan’

Jadi sujud syukur adalah sujud terima kasih, yaitu sujud satu kali diwaktu mendapat keuntungan yang menyenangkan atau terhindar dari kesusahan yang besar.

Firman Allah

 وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرت أن عذابي الشديد

“Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Qs. Ibrahim:7)

فاذكروني أذكركم واشكروا لي ولا تكفرون

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku”. (Qs. al-Baqarah:152)

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c