Memimpin Ummat, Cakupannya Luas & Jauh -Memimpin Ummat, Kadang Tak Searah Kepentingan Lokal

Armada Laut Turko Utsmani Berlayar Menuju Diu – 19 Agustus 1538

Permulaan Pengepungan kota Diu Milik Portugis di India 1538

Gubernur yg mewakili khalifah Turki Utsmani di Mesir sejak tahun 1525 yg bernama Hadım Suleiman Pasha telah mengantongi izin dari sultan İstanbul untuk memerangi Portugis yang merajalela di Samudera Hindia. Sultan Suleiman I Kanuni memberikan restu untuk membela nasib kaum Muslimin di wilayah laut yang jauh itu.

Armada yang dibangun oleh gubernur Mesir berkekuatan 80 kapal yang tulang-punggung kekuatannya terdiri atas 17 galley dan 2 galleon. Disamping itu, penggalian kanal antara Sungai Nil dan kota pelabuhan Suez mulai dibangun pada tahun 1531-32.

Keterlambatan

Persiapan utk proyek pembangunan armada laut Turki Utsmani di Mesir ini mengalamj banyak hambatan karena adanya operasi militer lain yang juga menyerap sumber daya seperti Pengepungan Coron di Laut Mediterranenan serta konflik perbatasan di timur menghadapi entitas syi’ah Safawi antara tahun 1533 hingga 1535. Sementara armada ini belum bisa melaut, maka Portugis terus bebas menguatkan cengramannya di region tersebut.

Portugis mengeksekusi Sultan Bahadur Shah pada bulan Februari 1537 ketika pemimpin Gujarat tersebut sedang mengunjungi kapal perang Portugis dalam sebuah misi diplomatik.

Posisi Yaman

Yaman sudah hampir semuanya dikuasai, tinggal kota pelabuhan Aden yang harus didapatkan okej Hadım Suleiman Pasha pada 1538 karena letaknya yang strategis untuk menjadi titik aju di region tersebut. Dari Aden ini pula kapal-kapal Khilafah Turki Utsmani menyerang pos-pos Portugis yang tersebar dari pesisir timur Benua Afrika, pesisir barat dan timur Anak Benua India, hingga jauh ke Malaka.

Namun, Sultan Aden masih takut kepada Portugis untuk mendukung “kekuatan baru” Turki Utsmani di region ini. Sikapnya yang memusuhi Turki Utsmani dan menutup pelabuhannya memaksa terjadinya konflik yang mengakibatkan terbunuhnya Sheikh Amir bin Dawaud dan kota Aden tunduk tanpa perlawanan.

Ekspedisi ke Diu

Armada laut Turki Utsmani segera mempersiapkan serangan selanjutnya yaitu menuju kota Diu yang dikuasai oleh Portugis. Armada yang diberangkatkan berjumlah 72 kapal yang berlayar pada hari Senin 24 Rabi’ul Awwal 945 Hijriah (19 Agustus 1538) dan tiba di Diu pada hari Rabu 4 Rabi’uts Tsani 945 Hijriah (4 September 1538). Armada tersebut adalah yanh terbesar yang pernah digelar oleh Khilafah Turki Utsmani di Samudera Hindia. Mereka mengepung Diu dengan kekuatan 130 kanon dan mulai menghujani kota.

Bagaimana selanjutnya? In-syaa-Allah saya akan tuliskan pada edisi yang akan datang

Agung Waspodo, mencatat betapa jauh dan luasnya urusan yang menjadi perhatian Sultan di İstanbul, ketika para emir dan sultan lokal hanya mampu melihat kepentingannya sendiri.. masih kurang lebih sama dengan sekarang, bahkan sekarang lahirlah analisis para “jagoan-baru” seolah itu semua tidak ada bedanya dengan imperialisme berbaju agama.. amir dan sultan kecil masih terus larut dalam kebingungan walau sudah berlalu 477 tahun kemudian..

Depok, 21 Agustus 2015, masuk waktu dhuha.

Oleh: Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Akhir Episode Dua Kubu Ini

Nabi Nuh menunaikan perintah Rabbnya dan membuat kapal. Setiap kali ada kaumnya yang melintasinya mereka mencemoohnya, dan Nabi Nuh bersabar menerima cemoohan itu, dengan menjelaskan bahwa cemoohan itu akan menimpa mereka pada saat mereka ditimpa kehinaan dan adzab pedih. Firman Allah:

“Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal”. (QS. Al-Huud: 38-39)

Datanglah perintah Allah, dan hujan turun dari langit, mata air memancar dari bumi sehingga air itu memenuhi tannur. Nabi Nuh naik kapalnya bersama orang-orang yang beriman dengannya, dan sepasang-sepasang makhluk, dengan memohon pertolongan Allah, bertaubat dan beristighfar. Kapal berlayar di antara ombak sebesar gunung.

Nabi Nuh melihat salah seorang anaknya terpencil jauh dari kapal, lalu ia memanggilnya, agar beriman dengannya lalu naik kapal bersamanya, dan tidak bersama dengan orang kafir. Anaknya itu menolak dengan mengatakan, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” dan ayahnya mengingatkannya, karena yakin akan akibat buruk yang dialami kaum kafir dengan mengatakan: لا عاصم اليوم من أمر الله إلا من رحم tetapi ia menolak dan binasa bersama mereka yang binasa.

Disinilah Allah memerintahkan langit untuk berhenti menurunkan hujan, dan bumi untuk menelan airnya, maka air surut, tampaklah daratan, dan kapal itu berhenti di Al Juudiy, nama sebuah bukit.وقيل بعدا للقوم لظالمين kaum yang zhalim divonis jauh dari rahmat dan ampunan Allah.

Nabi Nuh bertanya kepada Allah tentang anaknya yang binasa, dengan bersandar pada janji Allah kepadanya yang akan menyelamatkan keluarganya. Ketika itu Allah memberitahukan kepadanya bahwa anaknya itu tidak termasuk dalam keluarganya karena kafir. Dan sesungguhnya keluarga yang hakiki adalah ahlul iman dan amal shalih. Dna sesungguhnya tidak boleh bagi Nuh untuk meminta kepada Rabbnya apa yang tidak diketahuinya, jika tidak demikian maka termasuk orang yang jahil. Firman Allah dalam surat Huud ayat
 40-48, Al-Mukminun ayat 27-29 dan surat Al-Qamar ayat 11-16 (silahkan d buka al-qur’anya adik-adik)

Oleh: Ustadzah Ida Faridah

Tidak Mudah Menyatukan Ummat, Kepentingan Bersama Tidak Selalu Menjadi Prioritas

Penaklukan kota Tunis – 16 Agustus 1534

Penaklukan kota ini terjadi pada hari Ahad 6 Safar 941 Hijriah (16 Agustus 1534) ketika kota Tunis diserbu dan dikuasai oleh Khairuddin Barbarossa dari Muley Hasan, penguasa dari Emirat Hafsiyah yang berpihak kepada Kerajaan Habsburg di Spanyol. Tunis kini merupakan ibukota negara Tunisia.

Latar Belakang

Pada tahun 1533, Sultan Suleiman I Kanuni memerintahkan admiralnya, Khairuddin Barbarossa, untuk membangun armada laut dalam jumlah yang besar untuk masa itu. Khairuddin berlayar dari pangkalannya di Aljazair ke İstanbul untuk mengawasi pembangunam armada tersebut. Sepanjang musim dingin 1533-34 berhasil dibangun 70 galley dengan awak sebanyak 1.200 budak.

Operasi Kilat

Dengan mengandalkan armada baru ini, Khairuddin melakukan manuver agresif di sepanjang pantau Italia sebelum menyerbu Tunis. Kota pelabuhan Tunis waktu itu menutup diri dari kapal-kapal Khilafah Turki Utsmani serta memihak pada Kerajaan Habsburg yg berada di Spanyol.

Khairuddin Barbarossa kemudian menjadikan Tunis sebagai salah satu pangkalannya untuk operasi militer di Laut Mediterranean bagian tengah; termasuk untuk memantau aktivitas pasukan salib yang juga memiliki pangkalan di Pulau Malta.

Kelanjutan

Atas permohonan Muley Hasan dari Emirat Hafsiyah kepada Raja Charles V maka pada tahun 1535 menyerbu dan merebut kembali kota Tunis.

Agung Waspodo, demikian untuk diketahui bahwa untuk kepentingan yang lebih strategis maka berposisi merangkul entitas lokal mungkin akan berdampak positif dalam jangka panjang. Setelah 481 tahun kemudian, lebih 5 hari.. Agustus memang padat dan saya keteteran..

Depok, 21 Agustus 2015

By: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

KISAH NABI ADAM A.S. (3)

Apa khabarnya? Masih dalam kehausan akan ilmu kan? Keep your spirit, yach!
Oh ya, terkait judul materi ini, kita lanjutkan ya tadabburnya.

Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini kelanjutan beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai manusia pertama yang diciptakan-Nya di muka bumi, sbb.:

9. Nabi Adam a.s. adalah manusia yang materi jasadnya diambil oleh Malaikat Maut dari wakil seluruh debu tanah dari seluruh wilayah di bumi, dibawa oleh Malāikat Jibril, dan dikumpulkan Allah dalam bentuk tanah campuran, dibiarkan-Nya hingga berwujud tembikar kering. Wajar sehingga kemudian warna kulit manusia ini berbeda-beda, ada yang merah, kuning, hitam atau putih. (Q.S. Shād [38]:71-72/HR. Ahmad)

10. Nabi Adam a.s. adalah manusia dan ciri manusia adalah berongga secara jasad, dan berpadu dengan ruh. Adanya ruh melahirkan sifat dasar jasad yang kehausan, kelaparan dan senang dengan segala sesuatu yang indah dan menarik hatinya. Sifat dasar inilah yang seringkali membuat manusia sering tergesa-gesa dalam segala sesuatu (Q.S. Al-Anbiyā [21]:37)

11. Ruh memasuki seluruh bagian jasad Nabi Adam a.s. dan keturunannya, hingga ketika meliputi bagian kepala, disinilah pusat perintah pergerakan manusia. Di antara awal perintah otak adalah ketika Nabi Adam a.s. bersin, maka ia memuji-Nya, _Alhamd li Allāh_, dan Allah ﷻ mendo’akannya dengan _Yarhamukallāh_.. (Qashash al-Anbiyā)

Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait sosok Adam a.s. pada tulisan selanjutnya ya.

By: Dr. Wido Supraha

Pengkhianatan Abdallah Muhammad XII ‘Boabdil’ atas pamannya Muhammad XIII ‘el-Zagal’ pada Periode Akhir Emirat Granada – Berpecah Beratus Tahun Hingga ke Saat Paling Akhir Sekalipun!

Pengkhianatan Abdallah Muhammad XII ‘Boabdil’ atas pamannya Muhammad XIII ‘el-Zagal’ pada Periode Akhir Emirat Granada – Berpecah Beratus Tahun Hingga ke Saat Paling Akhir Sekalipun!

📚 TARIKH DAN SIROH

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

*Pengepungan dan Jatuhnya Málaga*
7 Mei – 18 Agustus 1487*

Pengepungan ini adalah bagian dari babak akhir Reconquista dimana kedua kerajaan Katholik Castile-Aragon berhasil merebut kota Málaga dari kaum Muslimin Granada. Pengepungan itu berlangsung sepanjang 4 bulan dan juga tercatat dalam sejarah militer dunia dimana ambulans atau angkutan khusus korban pertempuran dipergunakan secara sistematis. Pengepungan atas Málaga juga menunjukkan jati diri sesungguhnya antara Abdallah Muhammad XII yang memihak Ferdinand-Isabella serta pamannya yg ia khianati Muhammad XIII el-Zagal.

*Latar Belakang*

Málaga adalah tujuan utama pada kampanye militer tahun 1487 dimana dua kerajaan Katholik menyerang kota milik Emirat Granada. Emirat ini telah banyak kehilangan wilayahnya selama pergerakan reconquista, khususnya invasi 1486-89.

Raja Ferdinand II dari Aragon meninggalkan kota Córdoba dengan membawa 20.000 pasukan berkuda, 50.000 pekerja, dan 8.000 petugas pendukung. Balatentara ini kemudian bergabung dengan kesatuan artileri pimpinan Francisco Ramírez de Madrid yang juga telah bergerak dari Écija. Setelah bersatu mereka memutuskan untuk menyerang Vélez-Málaga terlebih dahulu sebelum ke arah barat menuju Málaga-nya. Mata-mata jaringan keluarga Nasriyah memantau serta melaporkan gerak lanju pasukan Nasrani sehingga para penduduk sudah sempat diungsikan ke pegunungan dan benteng Bentomiz sebelum serangan dimulai.

*Dampak Lepasnya Vélez-Mâlaga*

Pasukan gabungan ini mencapai Vélez-Málaga pada hari Selasa 22 Rabi’uts-Tsani 892 Hijriah (17 April 1487) setelah lambannya gerak maju melalui medan liar. Beberapa hari kemudian, mesin gempur yang ringan tiba di tempat sedangkan yang lebih berat lagi tidak dapat dibawa melintasi jalan yang rusak. Sultan Granada yg bernama Muhammad XIII (el-Zagal), berusaha untuk membantu kota yang terkepung itu namun ia terpaksa mundur dengan hadirnya kekuatan yang jauh lebih besar pimpinan Marquis dari Cadiz. Ketika ia kembali ke Granada barulah beliau menyadari telah dikudeta oleh sepupunya Abdallah Muhammad XII (Boabdil) yang memihak kaum Nasrani pada waktu itu.

Melihat kenyataan bahwa tidak ada bantuan yang akan datang, Vélez-Málaga menyerah pada hari Jum’at 3 Jumadal Awwal 892 Hijriyah (27 April 1487) dengan persyaratan mereka aman keluar dari benteng serta berhak membawa harta-benda dan mempertahankan agamanya.

Sultan Muhammad XIII el-Zagal yang terkunci di luar tidak dapat kembali ke Granada karena kota tersebut kini dikuasai oleh sepupunya Abdallah Muhammad XII Boabdil. Boabdil memilih untuk memihak kepada Ferdinand II supaya emirat Granada yg kesulitan ekonominya tidak diserang lagi. Pasukan yang masih setia kepada el-Zagal terpaksa mundur ke kota Almeira di sebelag timur propinsi Granada. Mereka ini adalah harapan terakhir penduduk Granada yang masih bersemangat untuk membendung invasi Ferdinand II dan isterinya Isabella I secara militer.

*Kota Málaga*

Kota yg dieja Mālaqa dalam Bahasa Arab ini merupakan kota kedua terbesar di propinsi setelah Granada atau Gharnata. Málaga adalah kota pelabuhan yang besar dengan akses ke Laut Mediterranean. Kota ini dihiasi banyak bagunam dengan arsitektur yang unik, taman yang indah, dan air mancur yang menyejukkan. Kota ini juga dikelilingi dengan benteng kota yang kokoh dengan puri-benteng (citadel) Alcazaba yg menjadi titik pertahanan yang handal terhubung secara tertutup dengan benteng (fortress) Gibralfaro. Di pinggiran pantainya banyak ditanami kebun zaitun, jeruk, markisa, dan anggur.

Kota ini juga dilengkapi dengan artileri yg banyak dengan stok amunisi yanh juga tidak sedikit. Selain pasukan garnizun yang menjadi standar propinsi Granada, terdapat juga pasukan sukarelawan dari desa-desa sekitar berikut korps Gomeres yaitu pasukan bayaran dari Afrika yang terlatih seni perang dengan tingkat disiplin di atas rata-rata. Komandan pertahanan kota Málaga dipercayakan kepada mantan pahlawan kota Ronda yaitu Hamid el-Zegrí.

*Pengepungan*

Ketika masih di Vélez, Raja Ferdinand II telah mencoba menegosiasikan penyerahan dengan butir kesepakatan yang lunak, namun Hamid el-Zegrí menolaknya. Ferdinand II meninggalkan Vélez dan menyusuri pesisir ke Bezmillana kurang 19 km dari Málaga yang jalurnya diawasi oleh pasukan Muslimin. Terjadi bentrok di tempat itu sampai menjelang malam dimana akhirnya pasukan Granada kalah dan mundur kembali ke benteng Gibralfaro. Dari posisi inilah dimulai pembangunan pertahanan lapangan untuk mengepung kota Málaga, baik yang berupa parit pertahanan atau pos penjagaan berdinding kayu atau tumpukan dinding dari batu pada bagian-bagian dimana tanahnya terlalu keras untuk digali. Kapal perang disiagakan di depan pelabuhan untuk memotong seluruh jalur logistik ke dalam kota.

Serbuan pasukan Nasrani pertama kali diarahkan pada garis pertahanan darat. Ketika pasukan Granada tidak cukup kuat untuk menahan serangan dari pasukan yg berjumlah lebih besar, mereka terpaksa mundur ke garis pertahanan kota. Raja Ferdinand II memerintahkan ekspedisi pengumpulan batu bundar ke Algeciras (lihat tulisan saya sebelumnya tentang Algeciras 1342-44) yg dahulu pernah dipakai dalam pengepungan sebelumnya untuk dipakai lagi di Málaga. Hadirnya Isabella ke medan perang menemani suaminya bersa banyak tokoh lainnya berdampak pada naiknya semangat juang pasukan di lapangan.

*Abdallah Muhammad XII Boabdil Menyerang Muhammad XIII El-Zagal*

Pasukan kaum Muslimin kembali menyerang balik dengan tembakan katapult maupun kanon dari posisi pertahanan mereka yang baru; beberapa kali juga sempat melancarkan serangan keluar (sally) mendadak ke arah garis kepungan lawan. Dalam satu kejadian bahkan El-Zagal sempat mengerahkan pasukan berkudanya dari kota Guadix untuk menerobos memberi bantuan ke kota Málaga, namun terhenti oleh kekuatan yang lebih besar yg dikirim Boabdil sang pengkhianat Granda. Serangan ini merupakan perang antar muslim pada saat yang paling buruk yaitu ketika Granada sebagai propinsi terakhir kaum Muslimin di bumi al-Andalus.

Boabdil yang pernah tertawan sebelumnya ketika Ferdinand II pertama kali memulai invasi militer 1486-89 dari Cordoba ke Loja kini harus membayar upeti yang mahal untuk genggaman emirat Granada-nya yang semakin mengecil wilayahnya. Untuk sementara itu upeti menjadi pencegah serangan Ferdinand II kembali ke Granada.

Kota Málaga semakin kehabisan stok pangan mereka karena tidak ada lagi bantuan yang diperoleh dari Granada maupun dari al-Maghrib di seberang lautan. Satu-satunya harapan adalah bantuan dari Turki Utsmani yang jumlahnya tidak cukup banyak serta waktunya tidak selalu tepat. Pada saat sulit seperti ini, justru Ferdinand II yang mendapatkan bantuan dari Kaisar Jerman berupa 2 kapal transport yang membawa perbekalan tempur yang sangat dibutuhkan untuk mengencangkan kepungan.

Ferdinand II berencana untuk membuat kota Málaga kelaparan dan menyerah, namun ia semakin tidak sabar dengan segala bentuk keterlambatan dalam pembangunan menara-kepung. Menara ini dibuat berfungsi-ganda karena dilengkapi roda yang nantinya dapat digerakkan ke dekat dinding untuk menyerbu pertahanan kota. Ferdinand juga tidak sabar atas pelannya penggalian terowongan bawah tanah yg bertujuan untuk merobohkan dinding kota Málaga dari bawah.

Bahkan tingginya semangat bertahan dan berjuang pensuduk kota Málaga pada periode ini sangat kontras dengan lesunya pasukan di Granada. Pada beberapa kesempatan, pasukan sukarelawan berhasil menyerbu mendadak dan membakar menara-kepung kaum Nasrani. Sukarekalawan ini bahkan menggali terowongan di bawah terowongan lawan untuk merobohkannya. Disamping itu, penduduk kota Málaga bahkan sempat mekaut untuk menyerang kapal-kapal lawan yang memblokade pelabuhan.

*Setelah Tiga Bulan Kepungan*

Setelah tiga bulan tanpa bantuan, akhirnya dengan susah-payah dan korban yang banyak, pasukan Ferdinand II berhasil merebut menara pertahanan kota terluar. Menara ini menjadi titik kuat untuk menyerang ke dalam kota. Pada saat genting itu penduduk dan pasukan pertahanan Málaga sudah sedemikian lemah dari habisnya cadangan pangan sehingga banyak dari mereka yang terpaksa memakan kucing, anjing, dedaunan, kulit hewan, serta tumbuhan apapun yang masih tersedia di dalam kota.

Melihat kondisi penduduk yang sedemikian sulit, akhirnya Hamid el-Zegri meminta izin kepada walikota Málaga untuk keluar dari kota. Hal ini ditujukan agar penduduk Málaga dapat bernegosiasi dengan baik untuk penyerahan kota dan mengakhiri penderitaan itu. Setelah disetujui oleh walikota dan dilepas oleh penduduk yang terharu, Hamid el-Zegri menyelinap keluar dari Málaga bersama sisa pasukannya menuju benteng Gibralfaro untuk bertahan mengulur waktu sampai ada bantuan yang mungkin datang keoada mereka.

*Kapitulasi*

Setelah negosiasi yang tak kunjung diaepakati Ferdinand II akhirnya mereka menyerah tanpa syarat. Kota Málaga secara resmi menyerah pada hari Senin 23 Sya’ban 892 Hijriah (13 Agustus 1487). Puri-benteng Alcazaba bertahan sampai 28 Sya’ban ketika Ali Dordux menyerah dengan syarat ke-25 keluarga bangsawan boleh menetap sebagai Mudéjar. Ferdinand-Isabella masuk ke kota Málaga dengan sebuah prosesi kerajaan pada sore harinya. Hamid el-Zegri dan pasukan Gomeres-nya menyerah juga pada 29 Sya’ban. Beberapa hari sebelum masuknya bulan suci Ramadhan 892 Hijriah.

*Kesudahan*

Lepasnya kota Málaga merupakan pukulan telak bagi Emirat Granada dari keluarga Nasriyah yang kehilangan pelabuhan utama bagi keutuhan wilayahnya. Sesuatu yang tidak perlu terjadi jika perpecahan diantara mereka dapat diredam pada momen kritis ini. Ferdinand II menerapkan hukuman yang berat akibat lamanya kota itu bertahan. Semua pendudukan dibunuh atau dijual sebagai budak kecuali keluarga Ali Dordux.

Hamid el-Zegri tidak mendapatkan janji keamanan sesuai dengan syarat penyerahannya; ia dieksekusi bersama sebagian besar pasukan Gomores-nya sekitar 10-15 ribu personil. Properti mereka dirampas dan keluarga mereka dijual sebagai budak. Sebagian lagi dibawa ke al-Maghrib untuk ditukar dengan pasukan Nasrani yg tertawan di sana. Sebagian kecil dari keluarga bangsawan dijual sebagai dana tambahan.

Ferdinand-Isabella menugaskan García Fernández Manrique dan Juan de la Fuente untuk menata ulang wilayah yang baru direbut; dengan bantuan Ali Dordux. Sebagian besar tanah diberikan kepada para komandan tempur. Repopulasi atas propinsi Granada yang ditaklukan sejak invasi militer 1485 dilakukan segera dengan memindahkan  5-6 ribu penduduk dari Extremadura, León, Castile, Galicia, dan wilayah timur lainnya.

Agung Waspodo, tertegun dengan pengkhianatan pada masa genting seperti ini, memori tentang kejayaan al-Andalus sirna begitu saja dengan perpecahan, hanya itu saja.

Depok, 21 Agustus 2015.. menjelang subuh.

Khadijah Binti Khuwailid R.a. (Part 4)

Khadijah Binti Khuwailid R.a. (Part 4)

📔 Sirah – MFT

📝 Ustadzah Yani

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا)
[Surat Al-Ahzab 33]

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

回● Pengorbanan itupun Harus Berakhir

Saat Rasulullah SAW diangkat menjadi Nabi, usia bunda Khadijah sekitar 55 tahun. Usia yang seharusnya menikmati sisa usia dengan tenang ditemani anak & cucu. Namun pada usia itulah perjuangan & pengorbanan bunda Khadijah yang sesungguhnya baru dimulai.

Bahkan pada tahun ke 7 kenabian, saat Rasulullah SAW dan kaum muslimin serta Bani Hasyim & Bani Abdul Muthalib diboikot oleh kaum kafir Quraisy selama 3 tahun, bunda Khadijah menemani Rasulullah SAW dalam masa-masa sulit pemboikotan. Sebuah ujian & pengorbanan yang amat berat.

Bagaimana wanita yang semula kaya dan mulia, bersedia dan mampu menjalani kepedihan hidup yang sangat berat. Rasanya kalau bukan karena bahasa keimanan, cinta, kesetiaan sulit mendapatkan rahasia jawabannya. Sungguh teladan yang sangat berharga bagi kaum Muslimin, dan khususnya bagi para Muslimah.

Selesai pemboikotan, fisik bunda Khadijah kian melemah. Karena usianya saat itu sudah mencapai 65 tahun. Kurang lebih 3 tahun sebelum Hijrah bunda Khadijah tutup usia. Bunda Khadijah dimakamkan di kota Hajun di kota Makkah. Rasulullah SAW sendiri yang menguburkannya, karena saat itu belum di syari’atkan shalat jenazah.

Rasulullah SAW jelas sangat sedih saat itu, karena ditinggal oleh bunda Khadijah, apalagi 2 bulan sebelumnya pamannya Abu Thalib pun wafat. Maka tercatat dalam sejarah Islam bahwa tahun 10 Kenabian dikenal dengan istilah ‘Aamul Huzni ( Tahun kesedihan). Karena itu banyak para ulama mengatakan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj yang terjadi saat itu, salah satu hikmahnya adalah penghibur atas kedihan yang dialami Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda :

  يتبع الميت ثلاث فيرجع اثنان ويبقى واحد يتبعه أهله وماله وعمله فيرجع أهله وماله ويبقى عمله ( رواه البخاري ومسلم ).

“Ada 3 perkara yang menyertai mayit (ke kuburnya). Dua darinya akan kembali, dan yang satu bakalann tetap bersamanya. Akan mengikutinya: keluarga, hartanya dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya”.

回● Kenangan Tak Terlupakan

Ada kalimat singkat yang pernah Rasulullah SAW ungkapkan tentang kedudukan bunda Khadijah dalam diri beliau tatkala Aisyah radhiallahu anha mempertanyakan perhatian beliau yang besar terhadapnya, Beliau berkata :

*اني رزقت حبها (رواه مسلم)*
“Sungguh aku telah dianugerahi rasa cinta kepadanya”

Namun demikian, sekali waktu Rasulullah SAW pernah juga menjelaskan alasan mengapa beliau begitu mencintai bunda Khadijah, Beliau bersabda :
Dalam satu riwayat dikatakan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا أَبْدَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ » [أخرجه أحمد]

“Allah belum pernah menggantikan yang lebih baik darinya. Dirinya telah beriman padaku tatkala manusia mengingkariku, dia mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku, dirinya telah mengorbankan seluruh hartanya manakala orang lain mencegahnya dariku, dan dengannya Allah memberiku rizki anak tatkala hal itu tidak diberikan pada istri-istriku yang lainnya“. (HR Ahmad 41/356 no: 24864)

Sikap Rasulullah SAW tidak hanya sebatas lisan, Beliau pun menampakkan dalam perbuatan dan sikap. Salah satunya dengan menjaga hubungan baik terhadap teman-teman dekat bunda Khadijah semasa hidup.

Begitupula halnya, apabila mendengar suara Halah saudara perempuan bunda Khadijah, Rasulullah SAW selalu terkenang dengan suara bunda Khadijah karena kemiripannya, sehingga hati Beliaupun merasa tenang.

Berdasarkan sikap Beliau, maka sangatlah wajar jika Aisyah ra walaupun beliau memiliki banyak keutamaan dan kedudukan disisi Rasulullah SAW dan sangat dicintainya, tetap saja tidak dpat menyembunyikan kecemburuannya terhadap bunda Khadijah. Padahal saat Aisyah ra menjadi istri Rasulullah SAW, bunda Khadijah telah wafat.

Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا رَأَيْتُهَا وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا وَرُبَّمَا ذَبَحَ الشَّاةَ ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاءً ثُمَّ يَبْعَثُهَا فِي صَدَائِقِ خَدِيجَةَ فَرُبَّمَا قُلْتُ لَهُ كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلَّا خَدِيجَةُ فَيَقُولُ إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ وَكَانَ لِي مِنْهَا وَلَدٌ » [أخرجه البخاري ومسلم

“Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi melebihi kecemburuanku terhadap Khadijah, dan aku belum pernah berjumpa dengannya. Akan tetapi, beliau sering sekali menyebutnya. Terkadang beliau menyembelih kambing lalu memotong-motong dan mengirim pada teman-teman Khadijah. Sampai pernah aku mengatakan padanya: ‘Seakan-akan tidak ada wanita lain didunia ini kecuali Khadijah’. Maka beliau menjawab: “Sesungguhnya dia itu wanita begini dan begitu, darinya aku dikarunia anak“. Dalam salah satu riwayat dikatakan: “Sesungguhnya aku di karunia buah hati darinya“. (HR Bukhari no: 3818. Muslim no: 2434, 2435)

Bersambung….
=====================
Maraji’ :
Isteri & Puteri Rosulullah SAW ( Mengenal & Mencintai Ahlul Bait)
》》》 Divisi Terjemah Kantor Dakwah Sulay KSA ( Penyusun : Ust. Abdullah Haidir, Lc)

Selman Reis Tidak Pernah Lelah (Delapan Pelajaran dari Seorang Kapten Laut)

📚 TARIKH DAN SIROH

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Kapten (Reis) Selman adalah seorang pelaut Turki Utsmani yang terkenal ulung. Beliau berasal dari Pulau Lesbos di perairan Aegean. Beliau memulai karir perjuangannya sebagai pelaut bayaran pada angkatan laut Mamluk sebelum menjadi seorang admiral pada angkatan laut Turki Utsmani.

*Lesson #1 semua ‘amal shalih dimulai dari skala kecil yang ditekuni penuh passion sebelum meningkat dampaknya dengan izin Allah SWT.*

Beliau mendaftarkan dirinya pada angkatan laut Mamluk ketika kesultanan tersebut berperang melawan Kerajaan Portugis. Beliau memimpin sekitar 1.500 pelaut asal pesisir Suriah dalam kesatuannya. Ada yang menganggap kesatuan ini mulanya dibenci oleh Sultan Selim I dari Turki Utsmani.

*Lesson #2 biasakanlah menjadi relawan, beramal dengan hati yang bersih.*

Tugas pertama beliau adalah memimpin 19 kapal perang Mamluk dengan tujuan menyergap kapal Portugis yang lalu-lalang di Samudera Hindia sepanjang tahun 1515. Armada beliau meninggalkan pelabuhan Suwayz (Suez) di ujung utara Laut Merah pada 30 September 1515. Armada ini diperkuat 3000 pasukan yang di dalamnya terdapat 1300 marinir Turki. Operasi ini gagal merebut Aden (Yaman) pada 17 September 1516, namun berhasil membangun benteng di Kamaran.

*Lesson #3 belajarlah dari kegagalan sebagaimana belajar dari kesuksesan.*

Beliau kembali ke pangkalan laut Mamluk di kota Jeddah. Secara kebetulan juga berhasil melindungi pangkalan tersebut ketika diserang armada Portugis pada tahun 1517. Tahun naas dimana Mamluk akhirnya takluk kepada kekhilafahan Turki Utsmani. Kini bangsa Turki menjadi penerus perjuangan di front Laut Merah. Sungguh disayangkan, Selman Reis justru ditawan dan dijebloskan ke dalam penjara di İstanbul. Tuduhan yang ditimpakan kepada beliau adalah disloyalitas. Beliau mendekam di dalam penjara hingga tahun 1520.

*Lesson #4 tidak semua ‘amal shalih mendapatkan pejuang manusia, karena memang mukmin hanya fokus pada keridhaan Rabbnya.*

Beliau dicari untuk memperkuat jajaran kelautan Turki Utsmani di Mesir ketika İbrahim Parğali Paşa menjabat sebagai gubernur Mesir tahun 1524. Beliau ditugaskan untuk melakukan survei regional Samudera Hindia pada masa Sultan Süleyman Kanuni. Beliau menyusun laporan yang merekomendasikan pendudukan Ethiopia, Yaman, hingga ke pesisir Swahili.

*Lesson #5 seseorang dikenal karena reputasinya, camkan!*

Beliau juga menyusun pola operasi laut guna mengusir Portugis dari benteng mereka di selat Hormuz, Goa, dan Malakka. Pada tahun 1525, Portugis benar-benar menyerbu pelayaran Laut Merah sesuai prediksi beliau. Pada tahun itulah, beliau diangkat sebagai admiral guna mengatasi ancaman serius ini. Beliau memimpin armada sejumlah 18 kapal berkekuatan total 299 meriam. Uniknya, kapal-kapal ini aslinya sudah dicoret dari daftar inventaris Mamluk padahal masih teronggok di pelabuhan Jeddah. Armada yang beliau pimpin juga mengangkut detasemen darat Hayreddin ar-Rumi berkekuatan 4000 pasukan.

*Lesson #6 kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas.*

Armada ini meninggalkan Suwayz tahun 1526 dengan pemberhentian pertama memperbaiki pertahanan dermaga Jeddah. Lain kali kalau ke Jeddah jangan terlalu fokus pada Masjid “Terapung” ya! Setelah itu armada merapat di Mocha, pesisir barat Yaman, dan memadamkan pemberontakan syi’ah yang dipimpin oleh Mustafa Beg. Setelah itu memaksa amir kota Aden untuk tunduk pada kekuasaan Turki Utsmani sebelum memperkuat pertahanan benteng di Kamuran. Operasi militer pertama beliau untuk pertama kalinya menghentikan kesewenangan kapal Portugis mulai tahun 1527.

*Lesson #7 selalu waspada dengan pengkhianatan syi’ah*

Perselisihan akibat perbedaan pandangan tentang bagaimana mengelola Yaman dan ekspedisi di Samudera Hindia antara Selman Reis dan Hayreddin ar-Rumi pada akhirnya melemahkan keberadaan khilafah Turki Utsmani di region ini. Padahal sekitar 1528, pelaut bayaran Asal Turki sudah semakin sering ditemukan di perairan Sumatera.

*Lesson #8 perpecahan hanya akan melemahkan.*

Gambar ilustrasi menggambarkan manuver laut Selman Reis di Jeddah menghadapi serangan armada Portugis, 1517.

Agung Waspodo, menjelang istirahat malam
Rabu, 11 Januari 2017

Pidato Pertama Abu Bakar Ash Shiddiq Pasca Pengangkatannya Sebagai Khalifah

📔 Sirah

📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan

▣● Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu menceritakan pidato Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu setelah dibai’atnya menjadi seorang khalifah pertama umat Islam:

أما بعد أيها الناس فإني قد وليت عليكم وليست بخيركم، فإن أحسنت فأعينوني وإن أسأت فقوموني، الصدق أمانة، والكذب خيانة، والضعيف فيكم قوي عندي حتى أريح عليه حقه إن شاء الله، والقوي فيكم ضعيف حتى آخذ الحق منه إن شاء الله، ولا يدع قوم الجهاد في سبيل الله إلا ضربهم الله بالذل، ولا تشيع الفاحشة في قوم قط إلا عمهم الله بالبلاء، أطيعوني ما أطعت الله ورسوله، فإذا عصيت الله ورسوله فلا طاعة لي عليكم، قوموا إلى صلاتكم يرحمكم الله.

▣ Amma ba’du, Wahai Manusia….

● Aku telah diberikan amanah memimpin kalian padahal aku bukan yang terbaik di antara kalian. Maka, jika aku berbuat baik tolonglah aku. Jika aku berbuat buruk luruskanlah aku. Kejujuran itu amanah, kedustaan itu khianat. Orang lemah yang ada pada kalian adalah orang kuat bagiku sampai aku membahagiakannya dengan memberikan haknya, Insya Allah. Sedangkan orang kuat yang ada pada kalian adalah lemah sampai aku mengambil hak darinya, Insya Allah.

● Tidaklah segolongan kaum meninggalkan jihad fisabilillah melainkan Allah akan timpakan kepada mereka kehinaan, dan tidaklah kekejian melekat pada sebuah kaum sedikit pun melainkan Allah akan timpakan musibah buat mereka secara merata.

● Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, jika aku membangkang kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada keta’atan kalian untukku. Dirikanlah shalat, semoga Allah merahmati kalian.

▣● Imam As Suyuthi, Tarikh Al-Khulafa, Hal. 64. Darul Fikr, Beirut. Libanon

Sikap Imam Rabbani, Imam An Nawawi Rahimahullah, Terhadap Kebijakan Penguasa Yang Mencekik Rakyat”

📚 Sirah dan Tarikh

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Sulthan Zhahir Baibras ingin memerangi pasukan Tartar di Syam. Raja hendak meminta fatwa para ulama tentang dibolehkannya memungut harta rakyat sebagai biaya jihad melawan Tartar. Maka, para fuqaha (ahli fiqih) Syam menulis kesepakatan yang membolehkan hal itu.

Azh Zhahir bertanya, “Masih adakah yang belum menyetujui kebijakan ini?” Seseorang menjawab, “Ya, Syaikh Muhyiddin An Nawawi.”

Azh Zhahir meminta Imam An Nawawi untuk menemuinya. Imam An Nawawi memenuhi permintaan itu. Azh Zhahir berkata, “Tulislah kesepakatan bersama para Ahli Fiqih!” Namun Imam An Nawawi menolaknya.
Sulthan Zhahir bertanya, “Apa sebabnya kamu tidak mau memberikan fatwa yang membolehkan seperti Ahli Fiqih lainnya?”

Imam An Nawawi menjawab:

“Aku tahu bahwa dahulu kau menjadi budak Bandaqar, dan kamu tidak punya harta. Setelah itu Allah memberikan kenikmatan kepadamu dan menjadikanmu sebagai raja. Aku telah mendengar bahwa kamu punya seribu budak, setiap budak memiliki simpanan emas, kamu memiliki dua ratus budak wanita, dan mereka semua punya perhiasan. Seandainya kau infakkan semua hartamu dan harta budak-budakmu itu, niscaya aku akan fatwakan kepadamu bolehnya mengambil harta rakyat.”

Mendengar jawaban ini, Sulthan Zhahir menjadi marah, lalu berkata, “Keluarlah dari negeriku (Damsyiq/Damaskus).” Imam An Nawawi menjawab, “Aku turuti dan taati perintahmu.” Lalu Imam An Nawawi keluar menuju Nawa.

Namun, para Ahli Fiqih berkata kepada Azh Zhahir, “Dia adalah salah satu ulama besar dan orang shalih kami, dan termasuk orang terpercaya dan diteladani. Kembalikanlah dia ke Damaskus.”

Akhirnya, Imam An Nawawi ditawari kembali ke Damaskus namun dia menolak tawaran itu, dan berkata, “Aku tidak akan masuk ke sana, selama Azh Zhahir masih ada di dalamnya.” Satu bulan setelah peristiwa itu, Imam An Nawawi wafat.

Saya dapatkan dalam kitab lain, kalimat yg lebih rinci :

Fa maata Azh Zhaahir ba’da syahr … Lalu Azh Zhaahir wafat sebulan setelahnya …, jd yang wafat adalah Raja Azh Zhaahir, bukan Imam An Nawawinya.

🏹🏹🏹🏹🏹🏹🏹🏹

📚 Syaikh Wahiduddin Abdussalam Bali, ‘Ulama wa Umara, Hal. 71

Inilah simbol keteguhan ulama, kuatnya daya kritis, dan tegar di atas prinsip, bukan sikap diam atau membeo yang selalu menjadi stempel dan bumper semua yang dilakukan dan diinginkan penguasa, sebagaimana sebagian da’i-da’i penjilat penguasa saat ini. Da’i-da’i yang justru menyerang para aktifis Islam yang mengkritisi kezaliman penguasa. Terbalik.

Inilah ulama Rabbani, di antara bunga-bunga Ahlus Sunnah wal Jamaah yang indah, yang telah mengaplikasikan hadits:

أفضل الجهاد كلمة عدل ( وفي رواية : حق ) عند سلطان جائر

Jihad paling utama adalah mengutarakan kalimat yang adil (dalam riwayat lain: kalimat yg haq) di hadapan pemimpin yang zalim. (Hr. At Tirmidzi, katanya: hasan gharib. Abu Daud, Ibnu Majah. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah No. 491)

Saat ini kebijakan tidak prorakyat itu ada .., tapi mana Imam An Nawawinya ..?

Masih (Butuh) Berdoa kepadaNya.. (Walau) Khilafah sedang Dihempaskan

📚 TARIKH DAN SIROH

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Suasana apel persiapan perang di Ankara, 2 Agustus 1922, untuk menghadapi musuh di empat front: Armenia di timur, Perancis di selatan, Italia di barat-daya, dan Yunani di barat. Turki Utsmani tengah dicabik-cabik. Semua pihak, termasuk Mustafa Kemal, berdoa untuk sebuah pertolongan dari Allah Ta’ala. 

Pada tahun yang sama, empat bulan kemudian, institusi kesultanan Turki Utsmani justru dihapuskan oleh Mustafa Kemal. Ketika keajaiban nampak, ketika musuh justru bertumbangan secepat itu doa berhenti dilantunkan. Ia menggunakan mandat dari Grand National Assembly of Turkey (Türkiye Büyük Millet Meclisi) untuk melaksanakan kejahatan tersebut pada tanggal 1 November 1922. 

Sebuah hari yg naas bagi kesatuan Ummat Islam sedunia. Namun, Mustafa Kemal belum berani merobe-robek institusi terakhir, yaitu kekhilafahan. Khalifah Abdul Majid II masih dihormati, ditaati, dan dielukan oleh sebagian besar masyarakat umum. 

Dua tahun kemudian, datanglah insiden surat dukungan dari dua warga India. Surat ini dianggap Mustafa Kemal sebagai ancaman atas Republik Turki yang ia proklamirkan. Tanpa menunggu waktu, ia hapuskan institusi kekhilafahan pada tanggal 3 Maret 1924.

Padahal sebelumnya, petugas masih diminta oleh Mustafa Kemal untuk melantunkan doa.. Ironis dan tragis secara bersamaan!

Sore yang sendu, Depok di penghujung Dzhul-Qa’dah
26 Agustus 2016