Doa mendapatkan anak yang salih

ANAK SHOLEH

📝 Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Kalau cakep itu turunan, maka sholeh itu tanjakan. Maksudnya, untuk menjadikan anak kita sholeh, butuh usaha extra keras layaknya mendaki dalam mewujudkannya.

Mendidik anak sholeh itu emang gak bisa buru-buru. Yang buru-buru itu bukan mendidik tapi mendadak. Nah kalau mendadak hasilnya bukan sholeh tapi ‘tahu bulet’. Anak jadinya sok tahu dan sikapnya mbulet. Susah dipercaya

Karena itulah mendidik anak butuh ketekunan. Kata kuncinya sabar. Jangan buru-buru memetik hasil. Karena perjalanan anak masih panjang. Saat ia nampak genit di usianya yang masih ingusan jangan langsung divonis, “Ya Allah msh kecil aja udah pny pcr. Jangan-jangan udah gede kamu jadi mafia bisnis pcr pas pandemi”. Jangan begitu.

Atau saat anak gak hafal-hafal juz 30. Padahal teman seusianya udah pada lancar. Jangan kecewa apalagi marah. Khawatir anak bertanya balik,
“Emang ayah udah hafal berapa juz?”
“Justru itu nak..Jangan kayak ayah yang baru bisa Iqro 1”. Tuh. Malu kan?

Bersabarlah. Jangan buru-buru. Termasuk buru-buru puas saat anak di usia belia sudah menunjukkan kebaikan. Senang hafal quran, sholat 5 waktu, masak-masak sendiri, makan-makan sendiri, nyuci baju sendiri, tidurpun sendiri. Yang bacanya sambil bersenandung lagu mas Caca Handika, fix kita seangkatan 😁🤣

Kenapa belum boleh puas dengan kebaikan anak? Sebab perilaku di masa kecil, kata para ahli belum menetap. Masih mudah berubah. Perilaku baru menetap justru saat seseorang berusia kisaran 15 tahun ke atas. Di usia tersebut kita bisa mengetahui buah dari hasil tanaman pengasuhan yang kita semai sedari kecil.

Itu pun bukan berarti selamanya akan seperti itu. Peluang seseorang berubah sebelum ajal, amatlah besar. Siapa sangka Umar bin Khattab yang sebelumnya membenci Islam berubah jadi sosok pembela Islam yang paling utama? Ia mendapat hidayah di usia yang tak lagi muda

Atau kisah mujahid yang juga hafizh qur’an, di akhir hayatnya justru murtad karena tergoda oleh wanita. Kisah yang disampaikan oleh Abdah bin Abdurrahim ini masyhur di kalangan ulama.

Jadi, cara cepat menjadikan anak sholeh ada gak ya?, tanya seorang akhwat ke saya. Ada. Caranya, nikahlah dengan bang Sholeh. InsyaaAllah saat lahir, anakmu langsung jadi anak sholeh 😊

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

kobarkan semangat jihad

Perisai Rasulullah di Peristiwa Uhud

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Sosok tangguh yang memiliki keberanian yang sejati. Tak pernah khawatir dengan kesulitan yang ada di dunia lantaran jaminan surga sudah diberikan untuknya. Ia selalu bergegas, bekerja keras dalam kondisi apa pun. Baginya dunia tak lagi dihiraukannya karena urusan Allah, Rasulullah, dan akhir lebih utama.

Begitulah sosok Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshariyah. Ia adalah seorang Shahabiyah yang mulia lagi pemberani. Banyak pengorbanan dan perjuangan yang telah ia ukir dalam perjuangan dakwah Islam. Banyak orang mengenalnya dengan Ummu Imarah atau Ummu umarah. Kehadirannya dalam perjalanan dakwah Rasulullah sebagai salah satu contoh sikap keberanian yang abadi. Tak gentar sedikit pun terhadap musuh, tak khawatir nyawa sebagai taruhannya ketika harus turun ke kancah peperangan.

Nusaibah Ummu umarah tak pernah absen dalam jadwal-jadwal yang menjadi agenda besar bersama Rasulullah. Baginya kewajiban menjadi hal utama karena baginya panggilan Allah dan Rasul Nya tak bisa diabaikan begitu saja. Ummu umarah sangat tahu bahwa jalan itulah yang harus diambil karena akan membawanya pada kemuliaan di surga.

Mengenalnya seolah tak pernah bisa untuk membicarakan. Ia wanita agung termasuk satu dari dua wanita yang bergabung bersama 70 laki-laki Anshar Hadir dalam baiah aqabah. Ia berbaiah bersama suami dan kedua anaknya.

Selain itu kisah kepahlawanan Nusaibah yang paling dikenang sepanjang sejarah adalah pada saat Perang Uhud, di mana ia dengan segenap keberaniannya membela dan melindungi Rasulullah. Dan tanpa gentar sedikit pun menghalau musuh walaupun tubuhnya pun tertebas pedang lawan.

Semula pada perang itu, Nusaibah bergabung dengan pasukan Islam untuk mengemban tugas penting di bidang logistik dan medis. Bersama para wanita lainnya, Nusaibah ikut memasok air kepada para prajurit Muslim dan mengobati mereka yang terluka.

Namun ketika kaum Muslimin dilanda kekacauan dan mulai terdesak karena pasukan pemanah di atas bukit melanggar perintah Rasulullah, yakni turun dari bukit karena mekihat ghanimah, saat itu pasukan mulai kocar kacir. Saat itu nampak Rasulullah pun mulai kewalahan, dan nyawa beliau berada dalam bahaya.

Ketika melihat Rasulullah menangkis berbagai serangan musuh sendirian, Nusaibah segera mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan yang lainnya membentuk pertahanan untuk melindungi beliau.

Dalam berbagai riwayat disebutkan, bahwa ketika itu Nusaibah berperang penuh keberanian dan tidak menghiraukan diri sendiri ketika membela Rasulullah. Saat itu, Nusaibah menderita luka-luka di sekujur tubuhnya. Sedikitnya ada sekitar 12 luka di tubuhnya, dengan luka di leher yang paling parah. Namun hebatnya, Nusaibah tidak pernah mengeluh, mengadu, atau bersedih.

Ketika Rasulullah melihat Nusaibah terluka, beliau bersabda, “Wahai Abdullah (putra Nusaibah), balutlah luka ibumu! Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di dalam surga.”

Mendengar doa Rasulullah, Nusaibah tidak lagi menghiraukan luka di tubuhnya dan terus berperang, membela Rasulullah dan agama Allah. “Aku telah meninggalkan urusan duniawi,” ujarnya.

Dalam sejarah Islam, Nusaibah juga disebut-sebut sebagai seorang wanita yang memiliki kesabaran luar biasa dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain.

Begitulah sosok yang bisa jadi teladan kita. Sehingga banyak hal mampu dilakukan karena cita tertingginya untuk meraih Surga tertinggi, berjumpa dengan Allah serta menjadi teman Rasulullah.

Wallahu a’lam bisshawwab

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Ilmu

Kata Ulama Tentang Kitab Fiqhus Sunnah

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

📌 Kitab ini di susun sekitar 1930an, oleh ulama Mesir, ulama Al Azhar Al ‘Allamah Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah

📌 Munculnya kitab ini adalah atas saran Imam Hasan Al Banna Rahimahullah untuk membuat buku pedoman fiqih bagi para pemuda Ikhwanul Muslimin. Oleh karena itu di jilid pertama buku ini diberikan kata pengantar Imam Al Banna.

📌 Buku ini mendapat sambutan yang luar biasa di dunia Islam. Sampai di cetak puluhan kali di puluhan negara Islam. Boleh dikatakan tidak ada perpustakaan Islam dan kampus Islam melainkan pasti ada buku Fiqhus Sunnah.

📌 Sehingga Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mendapatkan penghargaan King Faishal Award pada tahun 1993 dari kerajaan Arab Saudi. (Saat itu yang mendapat penghargaan juga Syaikh Yusuf Al Qaradhawi dan Syaikh Ibn Al ‘Utsaimin)

📌 Metode buku ini adalah menampilkan dalil-dalil Al Quran, As Sunnah, Ijma’, dan juga pandangan para sahabat, tabi’in, dan imam madzhab. Namun, umumnya Syaikh Sayyid Sabiq tidak melakukan tarjih. Buku ini disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam, krn memang tujuannya sebagai panduan yang bisa langsung dipraktekkan.

📌 Dalam muqadimahnya, Beliau sendiri menceritakan kitabnya:

فهذا كتاب يتناول مسائل من الفقه الإسلامي مقرونة بأدلتها من صريح الكتاب وصحيح السنة ، ومما أجمعت عليه الأمة
وقد عُرضت في يسر وسهولة ، وبسط واستيعاب لكثير مما يحتاج إليه المسلم ، مع تجنب ذكر الخلاف إلا إذا وجد ما يسوغ ذكره فنشير إليه
وهو بهذا يعطي صورة صحيحة للفقه الإسلامي الذي بعث الله به محمدًا صلى الله عليه وسلم ، ويفتح للناس باب الفهم عن الله ورسوله ، ويجمعهم على الكتاب والسنة ، ويقضي على الخلاف وبدعة التعصب للمذاهب

Ini adalah kitab yang membahas berbagai permasalahan hukum Islam dibarengi dengan dalil yang jelas dari Al Qur’an dan yanh shahih dari As Sunnah, dan dari apa yang telah disepakati umat Islam.

Buku ini disajikan dengan cara yang ringan, mudah, dan sederhana agar bisa mengakomodasi banyak kebutuhan Muslim, sambil menghindari menyebutkan perdebatan fiqih kecuali ada alasan yg dibenarkan untuk disebutkan dan dipaparkan.

Dengan ini dapat memberikan gambaran yang benar tentang hukum Islam yang dengannya Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan dapat membuka pintu bagi orang-orang untuk memahami tentang (agama) Allah dan Rasul-Nya, menyatukan mereka di atas Al Quran dan Sunnah, dan menghilangkan perselisihan, bid’ah, dan fanatik madzhab.

Dari perkataan Beliau, bisa kita tangkap kondisi masa itu dan apa target Beliau dalam menyusun Fiqhus Sunnah, yaitu agar mudah dipahami dan diamalkan, serta tidak mempertajam perselisihan madzhab yang sudah begitu keras di masa itu.

📌 Syaikh Al Albani Rahimahullah meneliti hadits-hadits yg ada di Fiqhus Sunnah, dalam mukadimahnya dia berkata:

فإن كتاب فقه السنة للشيخ سيد سابق من أحسن الكتب التي وقفت عليها مما ألف في موضوعه في حسن تبويب ، وسلاسة أسلوب ، مع البعد عن العبارات المعقدة التي قلما يخلو منها كتاب من كتب الفقه ، الأمر الذي رغب الشباب المسلم في الإقبال عليه والتفقه في دين الله به ، وفتح أمامهم آفاق البحث في السنة المطهرة

Kitab Fiqhus Sunnah karya Syaikh Sayyid Sabiq termasuk kitab terbaik yang pernah saya jumpai, yang tema-temanya ditulis dalam kategorisasi yang bagus, dan metode yang mengalir. Sambil menghindari keruwetan istilah yang hampir selalu ada pada kitab-kitab fiqih yang merupakan hal yang tidak disukai oleh para pemuda muslim dalam mempelajari agama Allah, dan telah membuka bagi mereka cakrawala tentang kajian terhadap sunnah yang suci.

(Tamamul Minnah fi At Ta’liq ‘ala Fiqhis Sunnah, hal. 10)

Namun, ditengah pujiannya kepada kitab Fiqhus Sunnah, Beliau juga memberikan 14 catatan atas kitab tersebut.

📌 Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah berkata:

كتاب طيب ومفيد، فقه السنة كتاب طيب ومفيد وفيه علم كثير، فننصح باقتنائه ومراجعته والاستفادة منه، وما قد يقع فيه من زلة أو خطأ فهو مثل غيره من العلماء كل عالم له بعض الخطأ وبعض النقد فإذا أشكل على طالب العلم أو على طالبة العلم بعض المسائل فعليه أن يسأل أهل العلم عما أشكل عليه، وأنا لم أقرأه ولكن قرأت بعضه فرأيت فيه
خيراً كثيراً وفوائد

Kitab yang baik dan berfaidah, Fiqhus Sunnah adlah kitab yang baik dan berfaidah, di dalamnya terdapat ilmu yang banyak, saya nasihatkan agar memilikinya, mengkajinya, dan mengambil manfaat darinya. Jika ada kesalahan di dalamnya, maka hal itu juga terjadi pada banyak ulama di dunia yang sebagian melakukan kesalahan dan ada kritikan. Jika seorang penuntut ilmu mendapatkan adanya masalah pada buku tersebut maka hendaknya dia bertanya kepada ulama. Aku belum pernah baca buku itu (semuanya) tapi pernah baca sebagiannya dan didalammya terdapat banyak kebaikan dan faidah.

(Fatawa Nuur ‘Alad Darb)

📌 Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

كتاب فقه السنة للشيخ سيد سابق رحمه الله يعد من كتب الفقه المعاصرة الجيدة ، يمتاز بأنه متوسط الحجم ، فلا يتوسع في ذكر تفاصيل المسائل ، ولا يستطرد بذكر أقوال المذاهب وأدلتها ، وليس مختصرا ـ أيضا ـ اختصارا مخلا بالمقصود ، وحاجة المتعلم والمثقف
ثم إنه يمتاز أيضا بأن أسلوبه سهل ميسر ، وعباراته بعيدة عن التعقيد والاصطلاحات الفقهية التي لا يحسن فهمها إلا طلاب العلم ، وأنه يهدف إلى الابتعاد عن التعصب المذهبي والارتباط بالأدلة من الكتاب والسنة والإجماع

Kitab Fiqhus Sunnah karya Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah adalah kitab fiqih zaman modern yang bagus, dengan pembahasan yang sedang, sehingga tidak melebar dalam menyebutkan rincian permasalahan, dan tidak mengenyampingkan perkataan-perkataan mazhab dan dalil-dalilnya, dan juga tidak terlalu singkat sehingga kehilangan maksud pembahasan dan kebutuhan kaum terpelajar dan berwawasan.

Selain itu, kitab ini juga istimewa oleh karena cara penyampaiannya ringan dan mudah, dan ungkapannya jauh dari kebiasaan bahasa fiqih njelimet hanya dapat dipahami oleh kaum terpelajar, dan bertujuan untuk menjauhkan dari fanatisme madzhab, serta memperkuat hubungan dengan dalil Al-Qur’an, Sunnah dan ijma’.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 180904)

Semoga Allah Ta’ala memberikan rahmat kepada Syaikh Sayyid Sabiq dengan kasih sayangnya yang luas dan indah.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

Tipe Keluarga Akhir Zaman

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc., M.Ag.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Allah menggambarkan tipe-tipe keluarga dalam Al-Qur’an, tipe-tipe keluarga tersebut akan ada sampai akhir zaman sehingga dapat menjadi pelajaran bagi keluarga muslim dan mengambil ibroh dari setiap kisahnya.

1. Keluarga Nabi Nuh ‘alaihissalam

a. Suami beriman dan taat kepada Allah (At-Tahrim : 10)

b. Istri berkhianat dan banyak maksiat

c. Ada kegagalan dalam menyiapakan generasi/ pengaruh istri sangat kuat

d. Kebahagiaan yang semu

e. Berpisah di dunia dan di akhirat.

Keluarga Nabi Nuh adalah tipe dengan suami yang shalih namun istrinya banyak melakukan maksiat. Seshalih apapun laki-laki tanpa istri yang shalihah maka akan gagal.

Ciptakan rumah sebagai masjid dan madrasah, rumah yang dapat membawa situasi keshalihan bagi penghuninya sehingga rumah menjadi tempat yang selamat bagi semua keluarga dan melahirkan generasi-generasi yang besar.

Istri Nabi Nuh ‘alaihissalam berkhianat dan banyak melakukan maksiat. Selain itu ia memiliki peran yang dominan kepada anaknya, ia memiliki pengaruh yang kuat namun pengaruhnya dalam keburukan. Keluarga Nabi Nuh gagal menyiapkan generasi karena pengaruh kuat keburukan ibu karena ibu adalah penanam pertama kebaikan dalam diri anak.

Ingat :

√ sekecil apapun dosa kita dalam rumah tangga jangan pernah disepelekan, semakin banyak dosa semakin rumah tangga tidak harmonis/ tidak sejalan. Dosa dan maksiat dalam rumah rumah tangga adalah awal kegagalan dalam rumah tangga.

√ Semakin lemah interaksi ibu dengan Al-Qur’an semakin lemah pengaruh ibu pada anak. Maka semakin lemahlah ia dalam mendidik anak-anaknya.

√ Sebagai seorang ibu kita harus terus introspeksi diri dan memperbaiki diri agar kita menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita. (Al-A’raf :64)

2. Keluarga Nabi Luth ‘alaihissalam

a. Suami beriman dan taat

b. Istri Berkhianat

c. Anak bisa diselamatkan

d. Berpisah di dunia dan akhirat

Keluarga Nabi Luth ‘alaihissalam dengan Nabi Luth sebagai suami yang shalih namun tidak didukung dengan keshalihan istri. Karena istrinya berkhianat kepada Nabi Luth, bukan berkhianat dalam arti berselingkuh (karena tidak ada istri nabi yang berkhianat dalam hal tersebut), namun istri Nabi Luth berkhianat dalam kemaksiatan dengan mendukung perbuatan kaumnya yang homoseksual. Saat para malaikat datang ke rumah Nabi Luth dengan rupa lelaki yang tampan, maka istri beliau memberikan isyarat kepada kaumnya bahwa ada tamu lelaki yang tampan di rumahnya.

Dua anak Nabi Luth selamat karena pengaruh keshalihan ayahnya yang masih kuat/kokoh.

Saat suami dan istri sudah tidak seirama dalam keshalihan maka hal tersebut bisa menjadi sebab berpisahnya keduanya bukan hanya di dunia namun juga di akhirat (QS. Hud : 81).

Ingat :

√ Ciptakan rumah yang senantiasa membawa suasana setiap penghuninya agar selalu berlomba dalam kebaikan. Setiap anggota keluarga berlomba dan tolong menolong dalam kebaikan.

3. Keluarga Asiyah

a. Keluarga yang didominasi kejahatan suami

b. Tidak ada peran sinergis antara suami dan istri

c. Istri beriman yang selalu terdzalimi

d. Istri yang banyak berkorban untuk menyelamatkan generasi

e. Istri yang istiqamah disiksa hingga akhir hayat.

Asiyah adalah istri yang beriman dan shalih luar biasa. Asiyah bertahan dalam rumah tangganya demi mendidik Musa dan melindungi keselamatan Musa. Musa terjaga fitrahnya karena ketegaran seorang ibu dalam keshalihannya.

Keshalihan istri adalah dengan mengokohkan diri dari sebesar apapun ujian yang dihadapinya. Karena sifat seorang ibu dapat menurun kepada anak bahkan melalui ASI ibu tersebut.

Sabar, ikhlas, dan istiqomah adalah modal kita sebagai seorang istri. Kunci seorang ibu agar dapat merasakan nikmat besar di surga adalah dengan bersabar dalam mendidik anak-anaknya.

4a. Keluarga Single Parent Karena Sebab Tertentu :

a. Karena suami meninggal

b. Karena perceraian :

1). Rumah tangga tidak bisa diselamatkan

2). Memperjuangkan kesetaraan dengan pria (tidak butuh kepemimpinan suami)

3). Single parent karena menghindar dari kepemimpinan suami :

√ Problem keluarga diatasi sendiri

√ Tidak ada figur ayah

√ Menyalahi sunnatullah (QS. An-Naba’ : 8)

√ Menyalahi sunnah Rasulullah (QS. An-Naba’ : 8)

Ingat :

Salah satu tolak ukur kekokohan rumah tangga adalah keshalihan istri karena istri adalah tiang dalam rumah tangga sebagaimana sebuah negara. Sehingga tidak heran target perusakan generasi adalah dimulai dari wanitanya. Istri yang shalihah akan menjadi tiang yang kokoh dalam keluarga.

Adapan mengenai kesetaraan, bahwasanya laki-laki dan wanita memang tidak akan bisa setara karena keduanya memiliki peran yang berbeda. Laki-laki sebagai pemimpin (qowwam) dan tugas istri adalah melayani suami, taat pada suaminya. Sehingga beban dalam rumah tangga pun memang berbeda, tidak bisa sama. Ketaatan istri kepada suami adalah mutlak kecuali dalam kemaksiatan, istri tidak wajib taat jika suami memerintahkan maksiat.

4b. Keluarga Maryam, Single Parent sebagai Mukjizat (QS. At-Tahrim :12) :

a. Sebagai mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

b. Maryam yang suci dipercaya Allah untuk melahirkan Nabi Isa ‘alaihissalam tanpa ayah

c. Keluarga sebagai tanda kebesaran Allah

d. Sukses mendidik anak tanpa suami.

Kisah Maryam adalah kisah pengasuhan single parent sebagai mukjizat dari Allah bukan karena maksiat. Maryam adalah wanita yang suci, Maryam menjaga kesuciannya dan disucikan oleh Allah Ta’ala.

Keistimewaan maryam :

√ Menjaga kesuciannya (Silahkan baca dan pelajari lengkap kisahnya dalam Al-Qur’an)

√ Dengan kekuatan iman Maryam siap melaksanakan perintah Allah apapun resikonya. Kualitas seorang ibu ditentukan dari keimanannya.

Ingat :

Jadilah wanita yang sabar dalam keimanan dan bertahan dalam kesucian. Jangan pernah berkhianat apalagi berselingkuh pada suami (jaga kesucian diri lahir dan batin).

Dampak Keluarga Tidak Islami

Menyebabkan banyak kerusakan di muka bumi :

√ Survey Komnas Anak 2010, kepada remaja usia SMP dan SMA di 12 propinsi

a. 97% pernah melihat film porno

b. 66% bergantung pada HP

c. 93,7% pernah berciuman

d. 62,7% pernah aborsi (SMA)

√ Kompasiana.com, Dwi Noer : 62% remaja SMP/SMA tidak perawan.

√ Kompasiana.com, Rumah belajar : 63% remaja di Indonesia melakukan seks pra nikah

√ KPAI, tahun 2010 : 62,7% remaja mengaku tidak perawan

√ Survey BKKBN tahun 2010, remaja yang kehilangan keperawannya : Jabodetabek 51%, Surabaya 54%, Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 42%.

Tahun 2013, 64 juta remaja rentan memiliki perilaku seks bebas

√ M.cnnindonesia.com : Mayoritas remaja terancam LGBT

√ Republika.co.id : Mayoritas remaja terancam LGBT

√ www.viva.co.id, nasional : Sumatera Barat daerah terbanyak di Indonesia yang dihuni oleh kelompok lesbian.

Keluarga Islami

Contoh keluarga terbaik yang dikisahkan dalam Al-Qur’an salah satunya adalah keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam :

1. Membangun keluarga atas dasar takwa

2. Berkeluarga itu ibadah

3. Sabar mengatasi berbagai masalah (14 :37), (2 : 124), (37 : 102)

4. Memprioritaskan kebahagiaan keluarga

5. Mempersiapkan generasi terbaik

6. Menikmati keunikan keluarganya.

6. Bahagia Dunia dan Akhirat (13 : 19-24)

Suami adalah murabbi dalam keluarga, ia menjadi guru pertama bagi istrinya. Suami yang pandai mendidik istri akan menghasilkan istri yang pandai mendidik anak-anaknya.

Belajar dari keluarga Nabi Ibrahim, sebagai suami dan isti kita harus senantiasa tolong menolong dalam ketaatan dan tolong menolong dalam kebaikan.

Allah akan memberikan karunia yang besar dan luar biasa sebagai hasil dari pengorbanan kita dalam ketaatan. Sebagaimana Sarah yang mendapatkan karunia anak di usianya yang sudah tidak muda lagi sebagai buah dari kesabaran dan pengorbanannya dalam memprioritasnya kebahagiaan keluarganya. Begitu pula Hajar dan bersabar ketika ditinggalkan di padang yang tandus namun ia tetap bersabar dalam ketaatannya kepada Allah.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam merupakan contoh dalam mempersiapkan generasi terbaik sehingga ia mendapatkan gelar sebagai bapak para nabi (Abul anbiya’). Kuncinya adalah bagaimana agar kebaikan itu harus diwariskan kepada anak keturunan kita.

Bagaimana mempersiapkan generasi tebaik :

1. Bangun keluarga dalam kerangka ibadah kepada Allah dengan dasar takwa

2. Memiliki visi dalam mendidik anak

3. Dekatkan anak dengan Al-Qur’an dimulai dari interaksi ibu dengan Al-Qur’an (mulai dari sejak awal kehamilan, minimal ibu bisa khatam 3x dalam sebulan)

4. Persiapkan anak menjadi generasi Al-Qur’an.

Mendidik anak itu cukup tumbuhkan anak rasa cinta dengan Al-Qur’an maka akan semakin mudah dalam mendidik yang lainnya.

5. Mulai keberkahan keluarga dari pagi hari, memulai aktifitas kebaikan sebelum subuh hari

6. Nikmati perbedaan/keunikan pasangan

7. Ingat : Kesenangan di akhirat diperoleh dengan banyak pengorbanan di dunia.

8. Ayah dan Ibu sebagai Qudwah. Orangtua shalih melahirkan generasi shalih (mulai dari keshalihan orang tua, QS. Ath-Thur : 21)

9. Suami dan Istri yang kuat dalam kebaikan dan melahirkan anak yang kuat dalam kebaikan (inilah warisan terbaik untuk anak).

10. Menyiapkan lingkungan yang baik dan memilih teman yang shalih

11. Mengisi waktu anak untuk berbagai kegiatan dan berkarya sejak remaja.

Wallahu a’lam..

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Al Quran dan Hadits

Cahaya di atas Cahaya – Tadabbur Surat An-Nur (Bag-4)

📝 Pemateri: Ustadz Dr. H. Saiful Bahri, M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Ketujuh

Bila Allah mencela perbuatan zina, maka Allah memberikan jala keluarnya yang arif dan lebih bersih. Yaitu dengan pernikahan.

Karena secara fitrah manusia yang normal baik laki-laki maupun perempuan dikaruniai hasrat biologis yang memerlukan penyaluran yang sehat dan terhormat. Satu-satunya jalan halal itu adalah dengan pernikahan. ”Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Annur 32)

Ini adalah anjuran untuk memudahkan pernikahan dan tidak mempersulit. Allah menganjurkan untuk membantu mereka yang bertekad untuk menikah.

Adapun bagi mereka yang belum mampu hendaklah menjaga diri dan kehormatannya sebagaimana yang Allah firmankan pada ayat selanjutnya, ”Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, larena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. dan barangsiapa yang memaksa mereka, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu” (QS. Annur: 33)

Di sini Allah juga mencela mereka yang memaksa budak-budak wanita untuk melacur dan kemudian diambil keuntungannya.

Kedelapan

Dalam surat ini Allah juga menurunkan aturan interaksi di dalam rumah tangga.

”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ’aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, Maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Bijaksana.

Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik.

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.” (QS. Annur : 58-61)

Dari ayat-ayat di atas bisa kita pelajari bagaimana mendidik etika kepada anak-anak yang belum baligh, juga kepada orang-orang yang berada di dalam rumah kita.

Bahkan ketika seorang perempuan memasuki masa tua yang tak lagi punya keinginan menikah meski dibolehkan untuk tidak berpakaian seperti perempuan muda, namun Allah tetap menganjurkan untuk tetap menutupnya.

(Bersambung bag 5)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

berdoa setelah membaca alfatihah

Apabila Bacaan aI-Fatihah Kita Jelek

📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Pada kenyataannya, memang tidak semua orang mampu membaca al-Qur’an dengan baik, salah satunya dalam membaca al-Fatihah. Apalagi di Indonesia ini memang bahasa sehari-hari yang digunakan juga bukan bahasa Arab, sehingga banyak sekali yang bukan hanya tidak bisa membaca al-Qur’an dengan baik, tetapi juga tidak paham sama sekali apa yang mereka baca. Memang mereka punya kewajiban untuk terus mempelajari cara baca al-Qur’an dengan benar, termasuk belajar memahami ayat-ayat al-Qur’an, tapi di sisi lain pada beberapa kasus, ada orang yang memang tidak memungkinkan untuk belajar, seperti tidak ada guru, dan lain sebagainya.

Di dalam shalat berjamaah, memang seseorang yang pandai membaca al-Qur’an tidak boleh bermakmum kepada mereka yang ummi. Di antara kategori ummi ini ada yang disebut dengan arrat, yaitu orang yang membaca idgham suatu huruf kepada huruf lainnya bukan pada tempat semestinya seperti mentasydidkan huruf lam pada lafazh maliki menjadi malliki. Ada juga yang disebut dengan altsagh, yaitu orang yang membaca huruf dengan menggantinya menjadi huruf lain, contohnya seperti mengganti huruf sin pada lafazh al-mustaqim dengan tsa’ sehingga dibaca almutstaqim, atau misalnya mengganti huruf dzal dengan zay pada lafazh alladzina sehingga dibaca allazina, atau dengan dal sehingga dibaca alladina. Namun, yang ummi ini jika memang sama sekali tidak memungkinkan untuk belajar sah saja jika ia shalat sendiri atau ketika ia mengimami makmum yang juga ummi. Demikian di antaranya dapat kita baca dalam Nihayah az-Zain fi Irsyad al-Mubtadi’in karya Syaikh Nawawi aI-Bantani (W. 1316 H). Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Utamakan Akhirat

Jangan Rusak Ekosistem

📝 Pemateri: Aunur Rafiq Saleh

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

اُنْظُرْ  كَيْفَ  فَضَّلْنَا  بَعْضَهُمْ  عَلٰى  بَعْضٍ   ۗ وَلَـلْاٰ خِرَةُ  اَكْبَرُ  دَرَجٰتٍ  وَّاَكْبَرُ  تَفْضِيْلًا

“Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya.” (QS. Al-Isra’: 21)

• Allah menciptakan manusia dengan rezki yang saling melengkapi. Masing-masing orang diberi kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Ada yang unggul dalam kedokteran. Ada yang unggul di bidang manajemen. Ada yang unggul dalam bidang-bidang lainnya. Masing-masing unggul dalam suatu bidang.

• Allah tidak menyebutkan siapa yang lebih unggul tersebut. Demikian pula yang kalah keunggulannya. Karena masing-masing punya kelebihan dan keunggulan.

• Dokter yang punya kelebihan dan keunggulan atas yang lain memerlukan orang lain yang mensuport berbagai kebutuhan hidupnya berupa makanan, pakaian dan lainnya. Jadi, dokter unggul di satu bidang kehidupan tetapi tidak pada bidang-bidang kehidupan lainnya.

• Dokter yang menguasai ilmu kedokteran memerlukan insinyur untuk membangun rumah atau gedung yang ditempatinya. Demikian pula memerlukan orang lain yang menyiapkan berbagai kebutuhannya.

• Jadi, setiap kita unggul di satu hal dan lemah pada hal-hal lainnya. Bahkan kita memerlukan petugas kebersihan yang membersihkan ruangan atau membawa sampah ke tempat pembuangan.

• Karena itu, jangan sekali-kali ada orang yang meremehkan pekerjaan orang lain, atau mengatakan saya lebih baik darinya, hanya karena dia bekerja sebagai petugas kebersihan sedangkan saya dokter atau insinyur. Karena masyarakat tidak bisa saling melengkapi kecuali dengan kita semua. Dari pekerjaan yang paling kecil sampai yang paling besar.

• Agar masyarakat saling terikat, tumbuh dan hidup maka Allah mengikat semuanya dengan rezki. Hingga setiap orang melakukan pekerjaannya dengan ridha untuk mendapatkan rezkinya dan rezki anak-anaknya. Bahkan mencari pekerjaan untuk mendapatkan rezkinya.

• Proses ini diperlukan dan sangat indah. Karena jika kita semua menjadi dokter atau insinyur, lalu siapa yang menyiapkan sarapan pagi untuk kita? Siapa yang membersihkan ruangan? Siapa yang bertani dan berdagang?

• Masyarakat yang individu-individunya tidak saling melengkapi pasti mengalami kerusakan. Tidak bisa bertahan hidup. Allah menghendaki masing-masing kita memiliki kelebihan dan keunggulan di satu hal atau bidang yang bermanfaat bagi masyarakat seluruhnya agar kehidupan berjalan normal.

• Karena itu, jangan pernah serakah ingin menguasai semua bidang dan lini rezki lalu merusak ekosistem yang telah diciptakan Allah. Bila keserakahan ini terus diperturutkan pasti terjadi kerusakan, ketimpangan bahkan kerusuhan sosial.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Usia Penghuni Surga

Pemuda di Dalam Al-Qur’an

📝 Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir, Lc

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dalam Al-Quran, Allah berbicara tentang pemuda dua kali.

Pertama, tentang para pemuda Ashabul Kahfi, para penghuni goa. Dikatakan demikian, karena demi mempertahankan keimanannya saat penguasa dan kaumnya menjadikan keimanan kepada Allah sebagai kejahatan yang harus dibasmi, mereka lebih memilih meninggalkan negeri mereka dan bersembunyi di goa. Sehingga Allah berikan karomah kepada mereka tertidur selama 309 tahun lamanya tanpa perubahan berarti pada diri mereka. Saat terbangun, zaman sudah berubah, negeri yang mereka tinggalkan telah menjadi negeri beriman.

Allah abadikan kisah mereka dalam surat Al-Kahfi dan Allah jelaskan dengan lugas tentang karakter mereka,

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (QS. Al-Kahfi: 13)

Ashbul Kahfi adalah teladan yang sangat baik bagaiman para pemuda seharusnya adalah orang yang kokoh keimanannya, tidak mudah tergiur oleh berbagai godaan dan tak mudah lemah oleh berbagai ancaman. Perkara sekarang banyak sekali ujian dan tantangan keimanan, mestinya semakin menambah dorongan bagi para pemuda untuk semakin semangat menjaga dan merawat keimanannya. Dari sinilah langkah-langkahnya kedepan akan sangat ditentukan.

Kedua, tentang sosok Nabi Ibrahim alaihissalam yang juga hidup di tengah kekufuran dan kezaliman merajalela, dari tingkat pemimpin hingga rakyat jelata. Nabi Ibrahim alaihissalam yang saat itu dikatakan masih muda, berdiri tegak menghadapi kerusakan kaumnya, menyampaikan yang hak dan berusaha mencegah kemunkaran yang terjadi. Sampai akhirnya beliau mengambil tindakan berani, secara sembunyi-sembunyi, dihancurkannya berhala-berhala yang mereka sembah dan puja-puja itu.

Maka, ketika orang-orang kafir mencari-cari siapa yang merobohkan berhala-berhala mereka.

قَالُوا۟ مَن فَعَلَ هَٰذَا بِـَٔالِهَتِنَآ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

“Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim”.

Maka ada yang melaporkan bahwa Ibrahimlah yang melakukan hal tersebut. Kala itu dia disebut sebagai ‘pemuda’.

قَالُوا۟ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُۥٓ إِبْرَٰهِيمُ

Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (QS. Al-Anbiya: 59-60)

Kita semua tahu resiko apa yang ditanggung Nabi Ibrahim alaihissalam dari perbuatannya itu. Namun yang penting bagi kita, khususnya bagi para pemuda, adalah mengambil pelajaran, bagaimana semestinya seorang muslim memiliki sikap yang tegas, bahwa mereka menentang berbagai bentuk kemunkaran, kezaliman dan kebatilan. Minimal seorang pemuda hendaknya mengambil posisi yang jelas di hadapan kebatilan, jangan bimbang dan abu-abu, apalagi menjadi pengusung dan promotor kebatilan. Sikap yang seharusnya tidak boleh ada dalam kamus para pemuda.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doa Orang Tua Atas Anaknya

SEMANGAT SEORANG IBU MELAHIRKAN ANAK YANG HEBAT

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Setiap ibu ingin melahirkan anak-anak yang hebat, anak yang selalu terdepan dalam berbuat kebaikan serta kokoh dalam beragama, cerdas, memiliki pengetahuan luas dan berwawasan, mandiri dan mapan, serta menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat luas dan mau berkhidmah untuk kemajuan agama, umat dan bangsa.

Kehebatan seorang anak tidak datang dengan sendirinya, tidak terjadi secara tiba-tiba, tidak bisa dibentuk dengan santai dan coba-coba.

Kehebatan anak itu dibentuk oleh perjuangan berat dan besar dari kedua orang tuanya terutama ibunya dari sejak anak dalam kandungan, setelah lahir hingga dewasa.

Ibu yang hebat selalu mengiringi perjuangan dalam pendidikan anak dengan :

1. Shalat fardhu tepat waktu dan selalu mengirinya dengan doa utk kebaikan anak.

2. Mengkhatamkan Alquran setiap bulan 30 juz dan selalu menyertakan doa untuk anak dalam setiap khatamnya.

3. Rajin berpuasa sunnah dan mendoakan anak di tengah puasanya.

4. Rajin melakukan shalat tahajjud di waktu malam dan selalu menyelipkan doa untuk kesuksesan anak.

5. Terus belajar untuk menambah bekal dalam pendidikan anak agar ia bisa berperan dan bersaing di zamannya.

6. Bermental kuat, tidak putus asa dan tidak mudah menyerah menghadapi masalah dan tantangan pendidikan anak.

7. Mendidik anak sesuai tuntunan agama dengan cinta, kasih sayang, kelembutan dan kesabaran.

8. Menambah taqarrub dan doa kepada Allah di waktu siang dan malam saat anak sedang ujian di sekolah atau di kampus atau sedang menghadapi masalah.

9. Menumbuhkan kecintaan anak kepada Allah SWT sebagai Tuhan, Muhammad SAW sebagai Rasulullah, Islam sebagai agama, al-Quran sebagai pedoman hidup, serta cinta ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhiratnya.

10. Menanamkan akhlak dan adab, semangat belajar, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

11. Selalu menjaga keridhaannya kepada anak sekalipun dalam kondisi tidak nyaman oleh ulah anak.

12. Saat dikecewakan lebih baik bersabar dan memberikan nasihat serta doa untuk kebaikan anak.

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sebarkan! Raih Pahala


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menjaga Pandangan

Cahaya di atas Cahaya – Tadabbur Surat An-Nur (Bag-3)

📝 Pemateri: Ustadz Dr. H. Saiful Bahri, M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Kelima

Kemudian Allah menjelaskan adab-abad bertamu dan memasuki rumah orang lain (pada ayat 27-29). Yaitu dengan meminta izin sebelum masuk dan memberi salam. Serta tidak bertamu pada saat tuan rumah kurang berkenan. Dan bila dikatakan untuk kembali (saja) maka sebaiknya mengurungkan niatnya bertamu dan segera kembali. Hal ini untuk menjaga kebersihan hati.

Secara implisit juga dianjurkan untuk menjaga pandangan ketika bertamu, dengan tidak melihat-lihat secara liar terhadap kondisi rumah yang dikunjungi.

Keenam

Pada ayat (30-31), Allah menjelaskan aturan dan pedoman interaksi antara laki-laki dan perempuan.

”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. Annur: 30).

Bukan hanya laki-laki saja yang dituntut demikian, namun perempuan juga. Bahkan mereka juga mesti menjaga adab berpakaian lebih dari laki-laki. Yaitu dengan melonggarkan pakaiannya dan mengenakan jilbab.

”Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
(QS. Annur: 31)

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kebersihan sosial masyarakat dari bahaya kekejian besar sebagaimana yang dijelaskan di awal-awal surat, yaitu perbuatan zina.

Untuk menjaga potensi anak-anak muda agar bisa lebih produktif dan kreatif. Serta untuk memelihara keutuhan rumah tangga dan melanggengkan keharmonisan yang dinamis penuh rahmah dan mawaddah.

Tentunya hal ini perlu kerja sama antara kedua pihak yang ada di tengah komunitas masyarakat; laki-laki dan perempuan. Jangan pernah ada saling menuduh antara perempuan dan laki-laki, karena keduanya bertanggung jawab atas masing-masing dan bekerja sama untuk menumbuhkan kondisi masyarakat yang lebih jernih dan bersih.

Laki-laki diperintah kan untuk menjaga pandangannya juga kehormatannya. Demikian juga perempuan, juga masing-masing menjaga penampilan dengan adab-adab berpakaian yang memenuhi standar norma yang diatur agama. Bukan dengan membiarkan bagian-bagian tubuh yang dapat mengundang fitnah terbuka, atau berpakaian ketat yang mencetak bentuk tubuh, atau juga mengenakan pakaian transparan yang tipis yang juga akan menimbulkan fitnah dan mempersulit untuk menjaga pandangan.

Dan tentunya proses penyadaran ini terus menerus dilakukan oleh siapapun. Terutama yang memahami aturan ini.

Proses penyadaran terhadap masyarakat ini juga tidak berjalan sebentar, namun perlu proses panjang dan kesabaran. Agar masyarakat tidak berubah menjadi anti dan kemudian membenci aturan-aturan Allah.

Di sinilah dai yang bijak bisa menempatkan diri dengan hikmah dan bijaksana dalam berdakwah di tengah masyarakatnya. Tidak menyerah dalam kondisi apapun, bahkan sampai seburuk apapun kondisi sosialnya. Juga tidak dengan pemaksaan yang berlebihan.
Adapun perhiasan yang dimaksud di sini adalah sesuatu bila terbuka dan terlihat oleh laki-laki maka bisa menimbulkan fitnah.

Maka urutan pengecualian (boleh) melihatnya pun berbeda-beda. Dimulai dari suami. Karena suami istri dibebaskan, dihalalkan melihat apa saja diantara mereka berdua. Kemudian setelahnya ayah kandung, ayah mertua dan seterusnya. Secara eksplisit memang kita tak menjumpai bagaimana tata cara perempuan berpakaian di depan saudara perempuan mereka dan ibu mereka. Tapi ini adalah standar umum kesopanan mereka berpakaian di rumah. Juga penegasan ”wanita yang islam” adalah demi menjaga aurat.

Karena dikhawatirkan bila mereka memberikan penggambaran fisik seorang muslimah dikarenakan tidak paham atau dikarenakan kebencian atau sebab-sebab yang lain. Karena sebagaimana melihat, mendeskripsikan fisik perempuan dalam Islam adalah suatu yang dihindari.

Sayangnya justru modernisasi yang dipahami oleh sebagian orang adalah dengan memperlihatkan fisik di depan umum. Dengan dalih membebaskan, sebagian berdalih seni. Dan sebagian lain berdalih konsumtif dan keinginan pasar.

Bila seperti ini maka perempuan hanya dinilai dari fisiknya saja. Padalah Allah memuliakannya. Dan karena perempuan sebagaimana laki-laki, tidak dinilai dari penampilan fisiknya. Siapa-siapa saja yang berhak melihat ”perhiasan” tersebut telah diatur dalam agama.
WalLâhu a’lam.

(Bersambung bag 4)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678