Salat di Awal Waktu

Membaca Isti’adzah di dalam Shalat

๐Ÿ“ Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Mengenai hukum membaca istiโ€™adzah di dalam shalat memang terjadi perbedaan pandangan para ulama di dalamnya. Ada yang mengatakan wajib, yaitu dalam hal ini pendapat Ibn Hazm azh-Zhahiri (w. 456 H), sebagaimana dapat dibaca di dalam aI-Muhalla bi al-Atsar. Dalilnya adalah firman Allah swt.: โ€œApabila kamu membaca al-Qurโ€™an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.โ€ (QS. An-Nahl [16]: 98).

Namun menurut madzhab Syafi’i, membaca isti’adzah di dalam shalat adalah sunnah secara mutlak. Di antara dalilnya adalah riwayat dari Abu Hurairah ra. tentang Nabi saw. yang pernah meluruskan shalat seseorang yang banyak melakukan kesalahan di dalam shalatnya. Beliau mengajarinya: โ€œJika kamu melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari al-Qur’an…โ€ (HR. at-Tirmidzi) Jika saja membaca istiโ€™adzah ini adalah wajib, maka tentu Rasulullah saw. memerintahkan untuk membacanya, sementara pada kenyataannya beliau menyuruh bertakbir kemudian langsung membaca al-Qurโ€™an. Ini menunjukkan bahwa hukum istiโ€™adzah itu hanya sampai pada tingkatan sunnah, dan tidak rusak shalat seseorang jika meninggalkannya, juga tidak perlu melakukan sujud sahwi jika seseorang lupa membacanya. Demikian sebagaimana dapat kita baca di dalam al-Umm. Wallahu a’lam.

โฉ Lafazh lsti’adzah yang Dianjurkan

Bacaan istiโ€™adzah yang lebih dipilih oleh Imam asy-Syafiโ€™i (w. 204 H) sebagaimana disampaikannya di dalam al-Umm adalah aโ€™udzu billahi minasy-syaithanir-mjim. Lafazh istiโ€™adzah inilah yang paling masyhur. Dalilnya tiada lain sebagaimana redaksi asli dari firman-Nya: โ€œApabila kamu membaca al-Qurโ€™an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.โ€ (QS. An-Nahl [16]: 98).

Abu al-Hasan al-Mawardi (w. 450 H) di dalam al-Hawi al-Kabir fi Fiqh Madzhab al-Imam asy-Syafi’i yang merupakan penjelasan dari kitab Mukhtashar al-Muzanni mengemukakan bahwa selain lafazh istiโ€™adzah aโ€™udzu billahi minasy-syaithanir-rajim, bisa juga istiโ€™adzah dengan lafazh aโ€™udzu billahis-samiโ€™il-โ€˜alimi minasy-syaithanir-rajim atau dengan lafazh aโ€™udzu billahil-โ€˜aliyyi minasy-syaithanilghawiyy. Namun, menurutnya, yang lebih utama adalah dengan lafazh yang pertama dibandingkan dengan yang kedua dan ketiga, karena ia diambil dari al-Qurโ€™an. Istiโ€™adzah dengan lafazh yang kedua lebih utama dari istiโ€™adzah yang ketiga karena adanya riwayat dari Abu Saโ€™id al-Khudri ra. mengenainya, yaitu dalam hal ini salah satunya sebagaimana disampaikan oleh Imam at-Tirmidzi (w. 279 H) di dalan Sunannya di mana Abu Sa’id bercerita: โ€œAdalah Rasulullah saw. jika beliau melakukan shalat malam, maka beliau bertakbir, kemudian mengucapkan โ€˜Subhanaka allahumma wa bi hamdika, wa tabarakasmuka, wa tahta jadduka, wa la ilaha ghairuka’, lantas mengucapkan Allahu akbaru kabiraโ€™, kemudian mengucapkan ‘audzu billahis-samiโ€™ilโ€˜alimi minasy-syaithanir-rajim, min hamzihi, wa nafkhihi, wa nafatsihi’.

Istiโ€™adzah dengan lafazh aโ€™udzu billahis-samiโ€™il-โ€˜alimi minasy-syaithanir-mjim ini sebagaimana dapat kita baca penjelasan Sulaiman al-Bujairami (w. 1221 H) di dalam Tuhfah al-Habib โ€˜ala Syarh al-Khathib atau yang dikenal juga dengan Hasyiyah al-Bujairami ‘ala al-Khathib, sebenarnya adalah dengan menggabungkan redaksi dalam dua ayat al-Qurโ€™an, masing-masing dari QS. An-Nahl [16]: 98 dan QS. Fushshilat [41]: 36. Wallahu a’lam.

โฉ Menjahrkan Bacaan lsti’adzah

Sebagaimana dikatakan oleh Imam an-Nawawi (w. 676 H) di dalam Raudhah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, bacaan istiโ€™adzah ini tidak dibaca jahr di dalam shalat sirriyah. Namun di dalam shalat jahriyah, terdapat beberapa pendapat di dalam madzhab Syafi’i sendiri. Ada yang mengatakan bahwa ia sunnah dibaca jahr sama seperti ketika mengucapkan basmalah dan amin, ada juga pendapat bahwa dalam hal ini terdapat dua pilihan, boleh jahr dan boleh sirr. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ia tidak dibaca jahr, bahkan dikatakan bahwa yang sunnah adalah membacanya dengan sirr.

Pendapat yang mengatakan bahwa yang sunnah sebagaimana disebutkan oleh Imam an-Nawawi di dalam al-Majmuโ€™ Syarh al-Muhadzdzab adalah jahr melihat bahwa bacaan lsti’adzah itu mengikuti bacaan al-Qurโ€™an, sehingga ketika ia dibaca jahr, maka istiโ€™adzahnya pun dibaca jahr. Di antara yang mengatakan bahwa ia dibaca jahr adalah Abu Hurairah. Sementara pendapat yang mengatakan bahwa boleh memilih salah satu antara jahr dan sirr adalah karena kedua-duanya sama-sama bagus. Di antara yang mengatakan demikian adalah Ibn Laila. Imam asy-Syafn’i (w. 204 H) di dalam al-Umm juga membolehkan keduanya.

Adapun pendapat bahwa yang sunnah adalah membacanya dengan sirr yaitu pendapat yang paling kuat di antara dalilnya adalah firman-Nya: โ€œDan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.โ€ (QS. Al-A’raf [7]: 205) Istiโ€™adzah sebenarnya termasuk dzikir, semenatara asalnya dzikir sendiri adalah dibaca dengan sirr.

โฉ Penempatan Bacaan Isti’adzah Dalam Shalat

Walaupun memang sudah sangat dimaklumi bahwa bacaan istiโ€™adzah ini adalah sebelum membaca al-Fatihah, namun penting untuk disinggung di sini bahwa ada sebagian ulama di luar madzhab Syafi’i yang mengatakan bahwa bacaan istiโ€™adzah ini justru setelah membaca ayat-ayat al-Qurโ€™an, di antaranya adalah seperti apa yang dikemukakan oleh Muhammad as-Sarkhasi (w. 483 H) di dalam al-Mabsuth di mana ada sebagian pengikut madzhab Zhahiri yang mengatakan demikian.

Namun, mayoritas menyatakan bahwa istiโ€™adzah ini dibaca sebelum al-Fatihah. Imam asy-Syafiโ€™i (w. 240 H) di dalam al-Umm mengatakan bahwa pendapat inilah yang dipegangnya. Di antara dalilnya adalah riwayat dari Abu Sa’id al-Khudri ra. sebagaimana yang penulis sampaikan pada pembahasan tentang lafazh istiโ€™adzah sebelumnya. Ad-Daruquthni (w. 385 H) di dalam Sunannya juga menyampaikan sebuah riwayat bahwa al-Aswad ibn Yazid pernah melihat ‘Umar ibn al-Khaththab ra. melaksanakan shalat. Di dalamnya ia mengucapkan โ€œSubhanaka allahumma wa bi hamdika, wa tabarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghairukaโ€™, kemudian ia membaca taโ€™awwudz.

Adapun terkait apakah istiโ€™adzah ini dibaca pada setiap raka’at ataukah tidak, maka dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama Syafiโ€™iyyah sendiri. Sebagaimana dikemukakan Imam an-Nawawi (w. 676 H) di dalam Raudhah ath-Thalibin wa Umdah al-Muftin, ada pendapat yang mengatakan bahwa sunnahnya membaca istiโ€™adzah adalah di dalam tiap rakaโ€™at, terutama sekali adalah pada raka’at pertama. Hal inilah yang disampaikan oleh Imam asy-Syafiโ€™i (w. 204 H). Pendapat ini juga dipilih oleh al-Qadhi Abu ath-Thayyib, Imam al-Haramain, ar-Ruyani, dan lainnya. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa istiโ€™adzah ini hanya dibaca pada raka’at pertama saja. Adapun jika seseorang tidak membacanya pada raka’at pertama sebab lupa maupun karena disengaja, maka ia bisa membacanya pada rakaโ€™at kedua. Wallahu a’lam.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Halal Tanpa Thoyyib

Penyaluran Dana Non Halal

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, kalau kita mendapat kan hadiah undian dari bank konvensional misanya mobil bgimana hukumnya dan misalnya tdk boleh โ€ฆ apakah hadiah tersebut boleh dijual dan uangnya disedekahkan? Dan kemana sedekahnya?
Dan boleh kah mobil itu kita beli dg uang kita spy mobilnya bisa kita miliki dan uang pembelian mobil td kan sdh kita beli dg uang kita terus uangnya di sedekahkan โ€ฆ
Terima ksh

A/28

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz DR Oni Sahroni, MA

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Iya dijadikan donasi sosial, baik yang disedekahkan adalah mobilnya ataupun dijual dan hasil penjualannya disedekahkan. Diberikan kepada mereka yang paling berhak untuk kebutuhan yang mendasar.

Untuk lebih detailnya bisa dilihat pada tulisan di link berikut ini:

Penyaluran dana non halal

Batasan dan hak fakir miskin

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

SUDAHKAH TERTAWA HARI INI?

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

(seri Rumah Tangga Surga bag. 5)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Berapa kali Anda dan keluarga tertawa dalam sehari?

Pertanyaan ini pernah diajukan oleh salah seorang professor ahli pengasuhan ke kami saat saya ikut workshopnya di Singapore.

Menurut beliau, tanda rumah tangga bahagia adalah adanya tawa minimal 100 kali setiap hari di dalam rumah.

Entah bagaimana menghitungnya, yang jelas kepuasan dalam rumah tangga diukur dengan hadirnya tawa sebagai ekspresi bahagia di dalam keluarga.

Dan ternyata hal ini juga merupakan cerminan kebahagiaan penduduk surga. Penduduk surga senantiasa gembira dan tertawa.

Allah katakan : Masuklah kamu ke dalam surga. Kamu dan istrimu akan digembirakan (QS. 43:70)

Dan wujud kegembiraan itu ditampilkan dengan wajah berseri-seri dan suara tawa penghuni surga (Lihat QS. 80 : 38-39)

Rumah tangga surga selayaknya mengambil pelajaran dari aktivitas penghuni surga ini yakni berupaya menghadirkan tawa setiap hari.

Jika tangisan, ratapan dan ekspresi tegang yang senantiasa terjadi dalam keluarga, ini justru suasana neraka.

Masing-masing merasa tertekan, jenuh dan bosan. Merasa rumah bukan tempat yang nyaman.

Akhirnya mereka lebih betah di luar seraya cari hiburan demi bisa tertawa tuk puaskan kebutuhan fitrahnya.

Sebab bagi sebagian orang, tertawa itu udah kayak NKRI. Harga mati. Kalau gak dapat di rumah, mereka cari sendiri di luar.

Maka, selayaknya kita bangun rumah tangga dengan konsep hadirkan tawa gembira saat bersama.

Tentu tawa juga ada kadarnya. Sebab segala sesuatu yang berlebihan akan mematikan jiwa.

Minimal jika tak ada tawa, ekspresi bahagia ditampilkan oleh anggota keluarga melalui senyum berseri penuh ekspresi.

Itulah mengapa anak-anak yang tak bahagia di dalam rumah nampak dari ekspresi dan gerak tubuhnya yang serba minimalis.

Mau menggerakkan badan, minimalis. Senyum pun minimalis. Sampai milih rumah pun minimalis #eh

Rasa takut dan tidak ekspresif terjadi karena hubungan emosional yang serba kaku. Keakraban hilang tersebab kebanyakan aturan.

Alhasil, tertawa menjadi langka. Dan ini petaka. Hilanglah suasana surga.

Untuk menghadirkan tawa dan muka berseri diantara keluarga bisa dimulai dengan sering melakukan aktivitas santai secara bersama.

Kalau perlu lakukan kontak fisik melalui permainan yg bernama โ€˜gelitikanโ€™. Iya, saling menggelitik sesama anggota bisa menambah keakraban.

Asal jangan berlebihan, bisa-bisa malah pingsan. Intinya bermainlah secara serius saat bersama keluarga.

Kenapa disebut serius? Sebab, tanda keseriusan saat bermain bersama yakni tak ada media yang jadi pihak ketiga.

Suasana keakraban akan hilang jika ortu bermain Whatsapp-an. Atau terkesima di depan layar kaca dengan akting Aldebaran. Anak merasa diabaikan.

Begitu juga saat bersenda gurau, seriuslah. Keluarkan mimik muka yang menghadirkan tawa.

Hal ini sering dilakukan oleh nabi kita yang mulia terhadap anggota keluarganya.

Terkadang beliau ajak istrinya lomba lari bersama. Kadang beliau juga menjulurkan lidah dengan ekspresi lucu ke cucunya.

Ini bukti, bahwa saat bersenda gurau dan bermain, Rasulullah pun total dalam melakukannya.

Hal inilah yang menghadirkan rasa puas dan bahagia di dalam keluarga.

Selain itu, buatlah hidup dinamis. Tidak monoton dan statis.

Pola yang tak berubah sepanjang tahun menghasilkan rasa bosan hingga ke ubun-ubun.

Anak selalu ditanamkan pola : โ€˜bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigiโ€™. Dari dulu ini sudah jadi tradisi.

Bayangkan jika sampai remaja hal ini terus terjadi. Hidup mereka kurang bergairah dan tak berarti.

Padahal, boleh saja mereka berimprovisasi: โ€˜bangun tidur ku terus lari sambil nenteng TVโ€™ ๐Ÿ˜† Ups… Ini anak atau pencuri?

Maksudnya, hiduplah dinamis. Buat kejutan-kejutan yang membuat rasa penasaran anggota keluarga seraya bertanya : nanti malam ada kejutan apa lagi ya?

Ucapan cinta lewat kalimat : I LOVE YOU, di awal-awal nikah memang terasa begitu indah. Tapi jika tak ada improvisasi, lama-lama pasangan pun jengah.

Sekali-kali sampaikanlah kalimat cinta dengan susunan uang seratus ribuan atau logam mulia di atas ranjang. Istri mana yang tidak berseri-seri wajahnya tanda riang? ๐Ÿ˜†

Atau saat ia cemberut dan manyun cobalah ajak ia belanja dengan tawaran paket dana yang tak ada limitnya. Oh, sungguh bahagia.

Intinya, buatlah hidup sedinamis mungkin. Sebab kesenangan di surga pun dinamis. Tidak monoton. Berpindah dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain.

Hadirkan ekspresi bahagia semampu kita tanpa harus keluar banyak biaya.

Sebab jika keluar banyak biaya, anak istri mungkin bahagia. Tapi setelahnya para ayah yang nangis merana. Tabungan tak ada sisa ๐Ÿ˜ญ

Untuk irit biaya, ekspresi bahagia bisa dengan berbagi tawa melalui cerita humor dan jenaka.

Atau bermain tebak-tebakan juga bisa jadi cara ampuh yang menghidupkan suasana tanpa menguras kantong kita.

Jika kita belum mampu lakukannya, karena tak terbiasa, cukup hadirkan senyum tulus di segala suasana. Mereka sudah merasa bahagia.

Dari sekarang cobalah tingkatkan jiwa humoris kita agar suasana rumah penuh dengan tawa.

Mungkin awalnya susah, tapi jangan menyerah untuk mencoba. Dan rumah pun menjelma menjadi surga.

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Sebarkan! Raih Pahala

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jalan Dakwah

Kader Dakwah Tak Kan Pernah Merasa Lelah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Hari terus berlalu, waktu pun terus melaju sementara diri masih saja duduk terpaku.
Ada rasa kemalasan yang tak menentu, membuat diri enggan segera bergerak menuju seruan Rabb Sang Maha Penentu.

Kemungkinan itu bisa saja terjadi pada para kader dakwah.
Ada semangat yang mengendur untuk menunjukkan kiprah.
Terjeda oleh masalah pribadi yang semakin membuat resah.
Hingga terbengkelai segala amanah.

Bila sampai keadaan yang demikian.
Maka segera mengingat akan kematian.
Agar hati seolah diingatkan
Hingga menyadari segala kesalahan.

Jiwa pejuang harus senantiasa dimunculkan di hati sanubari pejuang dakwah. Semangat menggelora harus ada dalam diri pengusung amanah.

Tak kenal futur
Tak kenal mengendur
Apalagi mundur teratur

Jiwa-jiwa senantiasa terisi ruh Rabbani
Langkahnya tak bisa berhenti
Gegap gempita mengusung amanah Ilahi
Baginya surga Allah telah menanti

Ustadz Al Bahy Al Khouly berkata, “Seorang da’i harus dapat merasakan bahwa dakwahnya senantiasa hidup di dalam syarafnya, menyala dalam hatinya, bergejolak di dalam hatinya, sehingga mendorongnya dari sikap istirahat dan kesenangan kepada sikap pergerakan dan perbuatan, serta menyibukkan diri dengannya dari pada dirinya sendiri, anaknya dan hartanya. Ini adalah da’i yang jujur, yang imannya merasakan bahwa dakwahnya berkobar di dalam pandangannya, gerakannya, isyaratnya dan dalam karakteristik yang bercampur dengan air wajahnya. Dia selalu ingat dengan dakwahnya baik ketika tidur maupun terjaga, ketika makan dan diantara keluarganya, ketika diam, dalam bepergian dan dalam perkumpulan-perkumpulannya. Secara keseluruhan, dakwahnya adalah masalah utama yang hadir dalam setiap waktu dalam hidupnya. Ia adalah ruh kehidupannya, intinya, substansinya dan urusan hidupnya baik sampingan maupun ujung kehidupannya.”

Ketegaran, ketangguhan, ketaatan bahkan keshalihan kita dengan para pendahulu sangat jauh rentangnya.
Mereka layak mendapat surga atas perjuangannya.
Sedangkan kita?
Masih jauh untuk bisa menandingi amal mereka.
Usaha yang optimal untuk menjaga semangat yang membara terus ada, hingga layak kita bersanding dengan ara syuhada.
Menapaktilasi perjuangan para pendahulu kita harus sering dilakukan sebagai bahan evaluasi supaya meraih cita-cita yakni hidup mulia.

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Mengulangi Istikharah

Shalat Istikharah Bolehkah Dilakukan Setiap Hari?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, shalat istikharah bolehkah dilakukan tiap hari?
Kapan Waktu yg di sunnah utk sholat istikharah? Junlah rakat yg sesuai sunnah brp?

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Shalat istikharah itu shalat ada sebab, yaitu dikala kita bingung akan sebuah keputusan atau memilih sesuatu .. Silahkan dilakukan tiap hari jika memang ada hajat, dan itu sunnah, tapi jika tdk ada perlu, tidak ada urusan apa-apa, maka jangan lakukan. Sebaiknya lakukan sunnah mutlak atau sunnah lain.

Imam Badruddin Al ‘Aini mengatakan:

ูุฅู† ู‚ู„ุช : ู‡ู„ ูŠุณุชุญุจ ุชูƒุฑุงุฑ ุงู„ุงุณุชุฎุงุฑุฉ ููŠ ุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ูˆุงุญุฏ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุธู‡ุฑ ู„ู‡ ูˆุฌู‡ ุงู„ุตูˆุงุจ ููŠ ุงู„ูุนู„ ุฃูˆ ุงู„ุชุฑูƒ ู…ุง ู„ู… ูŠู†ุดุฑุญ ุตุฏุฑู‡ ู„ู…ุง ูŠูุนู„. ู‚ู„ุช : ุจู„ู‰ุŒ ูŠุณุชุญุจ ุชูƒุฑุงุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุฏุนุงุก ู„ุฐู„ูƒ

_Jika anda berkata: bolehkah mengulang-ulang shalat istikharah dalam urusan yang sama jika memang belum jelas mana yang benar dalam sebuah urusan baik untuk melakukannya atau meninggalkannya, dan hati belum lapang terhadapnya? Aku jawab: Tentu boleh, itu sunnah mengulang-ulang shalat dan doa dalam hal itu._

(‘Umdah Al Qari, 7/235)

Sunnahnya 2 rakaat, bacaan surat bebas, waktunya bebas asalkan jgn diwaktu2 terlarang.. Bagus dimalam2 terakhir..

Doanya:

ุงู„ู„ู‡ู… ุงู†ู‰ ุฃูŽุณู’ุชูŽุฎููŠุฑููƒูŽ ุจูุนูู„ู’ู…ููƒูŽ ุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูุฑููƒูŽ ุจูู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒูŽ ุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ููƒูŽ ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽู‚ู’ุฏูุฑู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฏูุฑู ุŒ ูˆูŽุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุนูŽู„ุงู‘ูŽู…ู ุงู„ู’ุบููŠููˆุจู ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ โ€“ ุซูู…ู‘ูŽ ุชูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุนูŽูŠู’ู†ูู‡ู โ€“ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูู‰ ููู‰ ุนูŽุงุฌูู„ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‰ ูˆูŽุขุฌูู„ูู‡ู โ€“ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ ููู‰ ุฏููŠู†ูู‰ ูˆูŽู…ูŽุนูŽุงุดูู‰ ูˆูŽุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‰ โ€“ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑู’ู‡ู ู„ูู‰ ุŒ ูˆูŽูŠูŽุณู‘ูุฑู’ู‡ู ู„ูู‰ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูู‰ ูููŠู‡ู ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุดูŽุฑู‘ูŒ ู„ูู‰ ููู‰ ุฏููŠู†ูู‰ ูˆูŽู…ูŽุนูŽุงุดูู‰ ูˆูŽุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‰ โ€“ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููู‰ ุนูŽุงุฌูู„ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‰ ูˆูŽุขุฌูู„ูู‡ู โ€“ ููŽุงุตู’ุฑููู’ู†ูู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽุงู‚ู’ุฏูุฑู’ ู„ูู‰ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุญูŽูŠู’ุซู ูƒูŽุงู†ูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุถู‘ูู†ูู‰ ุจูู‡ู

Allahumma inni astakhiruka bi โ€˜ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa taโ€™lamu wa laa aโ€™lamu, wa anta โ€˜allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta taโ€™lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii โ€˜aajili amrii wa aajilih (aw fii diini wa maโ€™aasyi wa โ€˜aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta taโ€™lamu annahu syarrun lii fii diini wa maโ€™aasyi wa โ€˜aqibati amrii (fii โ€˜aajili amri wa aajilih) fash-rifnii โ€˜anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

Artinya: _Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya._

Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menghilangkan Keraguan

Pro Kontra Hipnoterapi, Bagaimana Menyikapinya?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, soal hypnotherapy. Apa boleh muslim melakukan ini? Halalkah?

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Bismillahirrahmanirrahim..

Hipnoterapi adalah salah satu terapi (pengobatan) alternatif dengan menggunakan metode relaksasi, konsentrasi intens, dan perhatian yang terfokus agar terciptanya kesadaran yang lebih tinggi atau disebut juga dengan ‘trance’. Konon, hal ini untuk meningkatkan fokus seseorang, terutama agar lebih menerima sugesti dari terapisnya. Efeknya adalah tidurnya sistem syaraf, sehingga org tersebut sering tidak menyadari dan tidak merasakan apa yang dialaminya.

Sebagian orang ada yang menggunakannya untuk kejahatan seperti mencopet, menipu, dan ada juga untuk kebaikan seperti pengobatan, menghilangkan stress, dan memudahkan persalinan saat melahirkan.

Cara seperti ini mirip seperti sihir, sama-sama menghilangkan kesadaran orang yang disihir. Yg berbeda adalah metodenya. Sihir biasanya dibarengi dgn rapalan mantera dan alat-alat seperti benang, jarum, dll, dengan mendatangkan jin. Sedangkan Hipnoterapi menggunakan kata-kata yg mensugesti, dan pikiran fokus pasiennya. Oleh karena itu, Hipnoterapi dgn hipnosis sebagai dasarnya dianggap nau’un minas sihr (salah satu jenis dr sihir) menurut sebagian ulama.

Maka, muncullah pro dan kontra. Sebagian ulama mengharamkannya, baik dipakai dalam kebaikan, apalagi buat kejahatan. Sebagian lain membolehkan dgn syarat benar-benar bebas dari unsur yang mengandung dan mengundang syirik.

Jalan terbaik adalah tetap menghindarinya. Jika sebuah terapi alternatif seperti Hipnoterapi ini masih kontroversi secara fiqih, pihak yang membolehkan pun memberikan sejumlah syarat, sementara masih banyak cara lain yang jelas halal dan bolehnya, maka pakailah cara-cara yang jelas jalal dan bolehnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

ูŽุฏูŽุนู’ ู…ูŽุง ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽ

Tinggalkan apa-apa yang membuat kamu ragu, beralihlah kepada apa-apa yang membuat kamu tidak ragu.

(HR. At Tirmidzi no. 2518, shahih)

Dalam hadits lainnya:

ููŽู…ูŽู†ู’ ุงุชู‘ูŽู‚ูŽู‰ ุงู„ุดู‘ูุจูู‡ูŽุงุชู ุงุณู’ุชูŽุจู’ุฑูŽุฃูŽ ู„ูุฏููŠู†ูู‡ู ูˆูŽุนูุฑู’ุถูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ูููŠ ุงู„ุดู‘ูุจูู‡ูŽุงุชู ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ูƒูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุนููŠ ูŠูŽุฑู’ุนูŽู‰ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุญูู…ูŽู‰ ูŠููˆุดููƒู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุนูŽ ูููŠู‡ู

Maka barangsiapa menjaga dirinya dari melakukan perkara yang meragukan, maka selamatlah agama dan harga dirinya, tetapi siapa yang terjatuh dalam perkara syubhat, maka dia terjatuh kepada keharaman. Tak ubahnya seperti gembala yang menggembala di tepi pekarangan, dikhawatirkan ternaknya akan masuk ke dalamnya.

(HR. Muslim no. 1599)

Demikian. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Saat Badai Datang

Tegar Meski Aral Menghampar

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Jangan menjadi lemah dan mudah berkeluh kesah lantaran jalan dakwah inilah yang akan menjadi jembatan kita untuk menuju surga.

Sejenak kita renungi kisah salafusshaleh, seperti apa Umar bin Khattab yang selalu rela berkorban dari yang dimilikinya untuk jalan dakwah ini. Selayaknya Abu Bakar yang setia mendampingi perjuangan dakwah Rasulullah hingga akhir hayat beliau.

Seperti apa dermawannya Usman kala harus menginfaqkan hartanya untuk mendukung perjuangan dinullah.
Seperti apa ikhlasnya Ali bin Abi Thalib kala harus menggantikan Rasulullah di kamarnya kala beliau hendak berhijrah.

Apakah kita sehebat mus’ab bin umair yang rela meninggalkan harta dunianya lantaran hanya Allah yang kan ditujunya. Kita ternyata bukan siapa-siapa dan belum apa-apa dibanding dengan mereka.

Yang terkadang ketika lelah berkeluh kesah. Ketika sedih merintih-rintih. Ketika sakit menjerit-jerit. Ketika berduka serasa paling merana. Kala diuji seolah diri paling hina di muka bumi ini.

Kita renungi nasihat Imam Hasan Al Banna, bahwa ketegaran di jalan dakwah ini harus dibangun di atas pengetahuan dan pemahaman yang jelas. Ditegaskan bahwa pentingnya kemauan yang keras yang tak tersentuh kelemahan, kesetiaan yang kuat yang tidak dinodai kepura-puraan atau pengkhianatan, pengorbanan yang besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan atau kebakhilan; serta pengetahuan, keyakinan, dan penghormatan pada prinsip yang akan menghindarkan dari kesalahan, penyimpangan, tawar menawar atau tergiur oleh orang lain.”

Menjadi tegar di jalan dakwah ini memang tak cukup memiliki daya tahan yang cukup tapi butuh ilmu untuk menjadi penguat ketahanan diri. Maka prinsip belajar sepanjang hayat yang dituntunkan oleh Rasulullah bisa kita teladani, lantaran manusia yang memiliki sifat dasar lupa harus senantiasa diingatkan kembali, disentuh hatinya, disapa relung jiwanya dengan bahasa-bahasa langit yang membuatnya terhenyak dan akhirnya kembali menapaki jalan kebenaran ini. Wallahu musta’an…dan hanya pada Allah lah kami bersandar segala urusan.

Berharap selalu Allah mengijinkan kita untuk mencintai dakwah ini dan kita senantiasa diperkenankan untuk berada di dalamnya serta menjadi pengusung tegaknya peradaban mulia. Aamiin Yaa Mujibassailin

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

wanita yang paling baik

Taati Suami, Jangan Durhaka Kepada Orang Tua

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, saya menikah tahun 2020 dg duda 2 anak, selama ini kami LDM Jkt-Smg sebulan sekali kami bertemu. yg kecil ikut sy krn bth sosok ibu, sedangkan kakaknya sekolah SD menemani ayahnya disana. lambat laun kami merasa memang hrs satu atap bagaimanapun jg anak2 butuh keluarga yg lengkap. namun hal ini tidak diizinkan ibu sy sampai2 suami hrs menceraikan sy jika bersikeras sy pindah ke Jkt, alasannya krn dulu diijinkan menikah dg syarat hrs hidup di Smg. Saat ini suami tinggal dg orangtua, khawatirnya ibu saya mungkin saya kesulitan ekonomi dg sy keluar pekerjaan dan meninggalkan rumah pribadi di Smg. Sy 2 bersaudara, kakak sypun menentang sy pindah ke Jkt. Mohon pencerahannya ust/ ustadzah atas permasalahan yg sy alami, sy merasa sedih dan berserah diri kepada Alloh, namun sy msh bimbang harus bagaimana ๐Ÿ™๐Ÿป

A/34

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Bismillahirrahmanirrahim..

“Taati suami, jangan durhaka kepada orang tua”, ini yang perlu di jaga. Yakinkan kepada ibu dan saudara-saudara, bahwa kebersamaan dengan suami tidak akan menelantarkan ortua. Sehingga taat kepada suami dapat berjalan, dan memerhatikan ibu pun juga tidak dilupakan.

Bagaimana pun juga wanita yang telah bersuami, kewajiban kepada suami lebih besar setelah kewajiban kepada Allah Ta’ala. Ini perlu dipahami oleh semuanya.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan dan kekuatan..

Wallahu Aโ€™lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hadiah dari Non Muslim

Menyikapi Hadiah Non Muslim kepada Kita

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz…
Bagaimana sikap terbaik dalam islam, terhadap tentangga kita yang akan merayakan natal
Mereka tetangga yang baik dan santun
Ketika lebaran, mereka berkunjung ke rumah kami.
Terkadang memberi makanan, apa boleh kami makan?
Kami belum tau makanan itu pesan atau buat sendiri, dan tidak tau apakah mereka mengkonsumsi yang diharamkan dalam islam.
Mohon penjelasan ustadz.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜ala Rasulillah wa Baโ€™d.

Hendaknya tetap berbuat baik dalam momen yang lain, yang bukan ritual keagamaan.

Menerima hadiah dari mereka saat hari raya mereka, selama makanan halal, barang halal, bukan makanan acara ritualnya, tidak apa-apa.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

ุฃู…ุง ู‚ุจูˆู„ ุงู„ู‡ุฏูŠุฉ ู…ู† ุงู„ูƒุงูุฑ ููŠ ูŠูˆู… ุนูŠุฏู‡ ุŒ ูู„ุง ุญุฑุฌ ููŠู‡ ุŒ ูˆู„ุง ูŠุนุฏ ุฐู„ูƒ ู…ุดุงุฑูƒุฉ ูˆู„ุง ุฅู‚ุฑุงุฑุง ู„ู„ุงุญุชูุงู„ ุŒ ุจู„ ุชุคุฎุฐ ุนู„ู‰ ุณุจูŠู„ ุงู„ุจุฑ ุŒ ูˆู‚ุตุฏ ุงู„ุชุฃู„ูŠู ูˆุงู„ุฏุนูˆุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุŒ ูˆู‚ุฏ ุฃุจุงุญ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ุจุฑ ูˆุงู„ู‚ุณุท ู…ุน ุงู„ูƒุงูุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุงุชู„ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุŒ ูู‚ุงู„ : ( ู„ุง ูŠูŽู†ู’ู‡ูŽุงูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูู‚ูŽุงุชูู„ููˆูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุฎู’ุฑูุฌููˆูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฏููŠูŽุงุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจูŽุฑู‘ููˆู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูู‚ู’ุณูุทููˆุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุณูุทููŠู†ูŽ ) ุงู„ู…ู…ุชุญู†ุฉ/8
ู„ูƒู† ุงู„ุจุฑ ูˆุงู„ู‚ุณุท ู„ุง ูŠุนู†ูŠ ุงู„ู…ูˆุฏุฉ ูˆุงู„ู…ุญุจุฉ ุ› ุฅุฐ ู„ุง ุชุฌูˆุฒ ู…ุญุจุฉ ุงู„ูƒุงูุฑ ูˆู„ุง ู…ูˆุฏุชู‡ ุŒ ูˆู„ุง ุงุชุฎุงุฐู‡ ุตุฏูŠู‚ุง ุฃูˆ ุตุงุญุจุง

Ada pun menerima hadiah dari mereka saat hari rayanya, tidak apa-apa. Itu tidak dinilai ikut serta dalam perayaan dan menyetujui acara mereka.

Bahkan itu bisa dijadikan sarana kebaikan dan ajakan kepada Islam. Allah Ta’ala telah membolehkan berbuat baik dan adil kepada orang yang tidak memerangi kaum muslimin:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al Mumtahanah: 8)

Tetapi berbuat baik dan adil bukan berarti menumbuhkan kasih sayang dan Mahabbah (cinta), sebab kasih sayang dan cinta terlarang kepada orang kafir, serta terlarang menjadikan sebagai sahabat dekat.
(Fatawa Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 85108)

Imam Ibnu Taimiyah mengatakan:

ูˆุฃู…ุง ู‚ุจูˆู„ ุงู„ู‡ุฏูŠุฉ ู…ู†ู‡ู… ูŠูˆู… ุนูŠุฏู‡ู… ูู‚ุฏ ู‚ุฏู…ู†ุง ุนู† ุนู„ูŠ ุจู† ุฃุจูŠ ุทุงู„ุจ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃู†ู‡ ุฃุชูŠ ุจู‡ุฏูŠุฉ ุงู„ู†ูŠุฑูˆุฒ ูู‚ุจู„ู‡ุง

Ada pun menerima hadiah dari mereka saat hari raya mereka, dulu kami telah jelaskan dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu bahwa dia diberikan hadiah pada hari raya Nairuz, dan dia menerimanya (Iqtidha Shirath al Mustaqim, Hal. 251)

Ibnu Abi Syaibah menceritakan:

ุฃู† ุงู…ุฑุฃุฉ ุณุฃู„ุช ุนุงุฆุดุฉ ู‚ุงู„ุช ุฅู† ู„ู†ุง ุฃุธุขุฑุง [ุฌู…ุน ุธุฆุฑ ุŒ ูˆู‡ูŠ ุงู„ู…ุฑุถุน] ู…ู† ุงู„ู…ุฌูˆุณ ุŒ ูˆุฅู†ู‡ ูŠูƒูˆู† ู„ู‡ู… ุงู„ุนูŠุฏ ููŠู‡ุฏูˆู† ู„ู†ุง ูู‚ุงู„ุช : ุฃู…ุง ู…ุง ุฐุจุญ ู„ุฐู„ูƒ ุงู„ูŠูˆู… ูู„ุง ุชุฃูƒู„ูˆุง ุŒ ูˆู„ูƒู† ูƒู„ูˆุง ู…ู† ุฃุดุฌุงุฑู‡ู…

Bahwa ada seorang wanita bertanya kepada Aisyah, katanya: “Kami memiliki wanita-wanita yang menyusui anak kami, dan mereka Majusi, mereka memberikan kami hadiah.”

Aisyah menjawab: “Ada pun makanan yang disembelih karena hari raya itu (makanan ritual), maka jangan kalian makan, tetapi makanlah yang sayuran.” (Ibid)

โ™ฆ๏ธBagaimana kalau kita yg memberikan hadiah?

Jika tidak terkait hari raya tidak apa-apa, bahkan bagus untuk mendakwahkan mereka. Dahulu Aisyah Radhiyallahu ‘Anha membawakan makanan kepada ibunya yang masih musyrik, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membolehkannya.

Tapi pemberian itu jika terkait hari raya, itu tidak boleh.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid menjelaskan:

ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ู…ุณู„ู… ุฃู† ูŠู‡ุฏูŠ ู„ู„ูƒุงูุฑ ูˆุงู„ู…ุดุฑูƒ ุŒ ุจู‚ุตุฏ ุชุฃู„ูŠูู‡ ุŒ ูˆุชุฑุบูŠุจู‡ ููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุŒ ู„ุงุณูŠู…ุง ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‚ุฑูŠุจุง ุฃูˆ ุฌุงุฑุง ุŒ ูˆู‚ุฏ ุฃู‡ุฏู‰ ุนู…ุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู„ุฃุฎูŠู‡ ุงู„ู…ุดุฑูƒ ููŠ ู…ูƒุฉ ุญู„ุฉ (ุซูˆุจุง) . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ (2619)

Boleh bagi seorang muslim memberikan hadiah kepada orang kafir dan musyrik, dengan tujuan mengikat hatinya dan mengajaknya kepada Islam. Apalagi jika dia kerabat dekat atau tetangga. Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu pernah memberikan hadiah kepada saudaranya yang musyrik di Mekkah. (HR. Bukhari no. 2619)

ู„ูƒู† ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠู‡ุฏูŠ ู„ู„ูƒุงูุฑ ููŠ ูŠูˆู… ุนูŠุฏ ู…ู† ุฃุนูŠุงุฏู‡ ุŒ ู„ุฃู† ุฐู„ูƒ ูŠุนุฏ ุฅู‚ุฑุงุฑุง ูˆู…ุดุงุฑูƒุฉ ููŠ ุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ุนูŠุฏ ุงู„ุจุงุทู„

Tapi tidak boleh memberikan hadiah kepada orang kafir di hari raya mereka. Sebab itu dihitung sebagai ikut serta dan pengakuan atas acara hari raya mereka yg batil.

ูˆุฅุฐุง ูƒุงู†ุช ุงู„ู‡ุฏูŠุฉ ู…ู…ุง ูŠุณุชุนุงู† ุจู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุงุญุชูุงู„ ูƒุงู„ุทุนุงู… ูˆุงู„ุดู…ูˆุน ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ุŒ ูƒุงู† ุงู„ุฃู…ุฑ ุฃุนุธู… ุชุญุฑูŠู…ุง ุŒ ุญุชู‰ ุฐู‡ุจ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฅู„ู‰ ุฃู† ุฐู„ูƒ ูƒูุฑ

Jika hadiah itu dapat membantu perayaan tersebut baik berupa makanan, minuman, dan lainnya. Maka, itu keharamannya besar, sampai ada sebagian ulama berpendapat ini adalah kafir.

(Fatawa Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 85108)

โ™ฆ๏ธJadi, kesimpulannya:

– Secara umum menerima atau memberi hadiah kepada non muslim boleh, selama barang dan makanan halal

– Termasuk menerima hadiah dari mereka saat hari raya mereka, selama harta dan makanan halal, bukan barang dan makanan ritual. Ini tidak termasuk ikut membantu acara mereka.

– Kecuali memberikan hadiah saat mereka hari raya, ini terlarang. Sebab termasuk membantu mensukseskan acara mereka.

Demikian. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jika Allah Hendak Mewafatkan Mematikan Seseorang

Memikul Jenazah Dipundak, Sunnahkah?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz mau tanya, apa memikul jenazah dipundak itu sunnah, kenapa tidak pakai meja yang ada rodanya didorong, apa tidak berat yang mikulnya? A/06

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Bismillahirrahmanirrahim..

Bagi yang sudah pernah ke kubur pasti tahu, secara teknis tidak mungkin ke kubur pakai meja dorong yang pakai roda. Karena kuburan di Indonesia itu tanah, bebatuan kerikil, rerumputan, dan tentu menyulitkan. Bahkan yang sudah pakai batu konblok pun tetap tidak mudah. Meja dorong lancar jika lantainya licin seperti di rumah sakit.

Masalah ini tanpa harus pakai dalil Insya Allah sudah clear sebenarnya. Dari rumah duka ke kubur tentu tidak mungkin digotong-gotong jika jauh kuburannya, biasanya pakai ambulan. Sesampainya di depan pemakaman, barulah digotong dan itu lebih cepat sampai dibanding pakai meja dorong roda yang akan tersendat-sendat oleh krikil, batu, tanah, rumput, lubang.

Ada pun salah satu dalil menggotong jenazah adalah, Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu berkata:

ู…ูŽู†ู’ ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุฌูู†ูŽุงุฒูŽุฉู‹ ููŽู„ู’ูŠูŽุญู’ู…ูู„ู’ ุจูุฌูŽูˆูŽุงู†ูุจู ุงู„ุณู‘ูŽุฑููŠุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ุซูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุทูŽูˆู‘ูŽุนู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุฏูŽุนู’

“Barangsiapa mengiring jenazah hendaklah ia panggul pada setiap sisinya karena hal itu termasuk sunnah, Barangsiapa mau memanggulnya hendaklah ia lakukan, dan jika tidak ia boleh meninggalkannya. ”

(HR. Ibnu Majah no. 1478)

Demikian. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678