Kekuasaan d Hijaz (5)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 06 Safar 1439 / 26 Oktober 2017

📕 Sirah

📝 Kak Siro

📖 Kekuasaan di Hijaz (5)
==========☆☆☆==========
🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰

Yuuukk kita belajar lagi tentang sejarah Islam yakni tentang kekuasaan di Hijaz bagian 5..

Qushay berkuasa di Mekah dan menangani urusan Ka’bah pada pertengahan abad ke-5 masehi tepatnya pada tahun 440 masehi.

Dengan kekuasaan yang berada di tangan Qushay ini, Quraisy memiliki kepemimpinan yang utuh dan sebagai pelaksana kekuasaan di Mekkah. Selain itu ia juga menjadi pemimpin agama di Baitul haram, yang menjadi tujuan kedatangan semua bahasa Arab dari segala penjuru.

Di antara kebijakan yang diambil oleh Qushay ia mengumpulkan kaumnya untuk membangun rumah-rumah di Mekah dan membuat batas-batas menjadi 4 bagian di antara kaumnya. Setiap kaum dari Quraisy harus menempati posisi yang telah ditetapkan bagi masing-masing. Dia menetapkan tempat bagi  Nas’ah, keturunan Shafwan dan Murrah bin Auf. Dia melihat hal itu sebagai keputusan agama yang tidak bisa diubah lagi.

Di antara peninggalan Qushay, ia membangun Darun Nadwah di sebelah utara masjid atau Ka’bah. Pintunya langsung berhubungan dengan masjid. _Darun Nadwah_ adalah tempat pertemuan orang-orang Quraisy untuk membicarakan masalah masalah penting. Bangunan ini memiliki kelebihan tersendiri bagi Quraisy, karena tempat itu bisa mempersatukan orang-orang Quraisy dan sebagai tempat untuk memecahkan berbagai masalah dengan cara yang baik.

Qushay mempunyai beberapa wewenang dalam kekuasaan yaitu ;

🌴 Sebagai pemimpin di Darun Nadwah di tempat itu para pemimpin Quraisy mengadakan musyawarah untuk memecahkan masalah-masalah penting yang mereka hadapi. Selain itu tempat tersebut berfungsi untuk menikahkan anak-anak Putri mereka.

🌴 Pemegang Panji perang. Tak seorang pun berhak memegang panji perang kecuali dia.

🌴 Hijabah atau wewenang menjaga pintu Ka’bah. Tak seorang pun boleh membuka pintu Ka’bah kecuali dia. Dengan demikian dia berhak mengawasi dan menjaganya.

🌴 Memberi minum orang orang yang menunaikan Haji. Dia bertanggung jawab mengisi tempat-tempat air bagi orang-orang yang menunaikan Haji dan ditambah dengan sedikit kurma atau Anggur kering. Semua orang yang datang ke Mekah bisa minum sepuas-puasnya.

🌴 Jamuan bagi orang-orang yang menunaikan Haji. Maksudnya ia menyediakan jamuan yang disajikan bagi orang-orang yang menunaikan Haji lewat undangan. Untuk itu Qushay meminta pajak kepada orang-orang Quraisy pada musim haji yang harus diserahkan kepada Qushay. Dengan pajak yang terkumpul itu dia bisa membuat makanan untuk disajikan kepada mereka terutama orang-orang yang tidak banyak hartanya dan tidak mempunyai bekal yang memadai.

Semua itu menjadi wewenang Qushay, sebenarnya Abdu Manaf anak keduanya lebih terpandang dan dihormati hidupnya, berbeda dengan kakaknya Abdud Dar yang kurang disukai. Maka Qushay pernah berkata kepadanya, _”Aku akan mempertemukan dirimu dengan semua kaum jika mereka menganggapmu lebih terhormat”._ Namun akhirnya Qushay menyerahkan kekuasaan kepada Abdud Dar demi kemaslahatan Quraisy. Dia diberikan kewenangan untuk mengurus Darun Nadwah, hijabah, panji perang, penyediaan air dan makanan. Qushay tidak menentang dan menyanggah apapun yang dilakukan anaknya Abdud Dar. Kewenangan yang berlaku semasa Hidup Qushay Dan sepeninggalnya dianggap layaknya agama yang harus ikuti.

Semoga tidak bosan-bosan ya untuk mempelajari agama-Nya

Wallahu alam bissawab

🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰🌸🏰

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Mindfulness Skill

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Jum’at, 07 Safar 1439 / 27 Oktober 2017

📕 Psikologi

📝 Bu Dina Farihani S.Psi.

📖 Mindfulness Skill
==========☆☆☆==========
🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫

_Assalaamu’alaikum_ Sobat Muda😃

Jumpa lagi dengan sesi materi psikologi di MFT, 
Sibuk dengan tugas-tugas sekolah? Sibuk dalam kegiatan organisasi? Jadwal padat merayap ikut pelatihan atau les disana-sini? PR dan ulangan yang selalu menanti? Arrgghh…

Lelah pastinya ya, dengan berbagai urusan dan kewajiban yang harus dijalankan.

Taukah Sobat, ketika kepala kita penuh dengan berbagai beban pikiran dan pekerjaan yang harus dilakukan, ada kalanya kita merasa begitu lelah, tertekan, dan kemudian kehilangan konsentrasi bahkan minat dalam melakukan sesuatu.

Tiba-tiba saja kita jadi serba _“tidak fokus”_ dengan diri dan lingkungan sekeliling kita, tiba-tiba saja jadi _“ngga nyambung”_, _“gagal fokus”_, _“salah nangkep”_, atau _“salah tingkah”_… pernah? Atau sering?

Nah Sobat, menyambung soal –stres dan ngga fokus–tema kita kali ini adalah tentang “mindfulness”.. hmm, apa tuhh?

*MINDFULNESS SKILLS* adalah keterampilan untuk membangun kesadaran, memusatkan perhatian secara penuh pada apa yang sedang kita lakukan atau hadapi.
Penelitian menyebutkan bahwa ketika kita sejenak keluar dari _“ruwetnya pikiran dan hati”_, lalu membangun kesadaran tentang keberadaan diri dan sekeliling kita, sedang apa, seperti apa, apa yang terjadi, dan berusaha menghadirkan diri kita seutuhnya—maka akan terjadi penurunan stress dan timbul perasaan bahagia.

*MINDFUL ACTIVITY*
Tujuan dari mindful activity yaitu menghadirkan pikiran secara penuh pada kondisi yang saat itu dihadapi.
Sebagai latihan, coba pikirkan satu aktifitas yang biasanya pada saat melakukan aktifitas itu pikiranmu melayang kemana-mana alias tidak fokus.
Contoh, misalnya pada saat belajar di kelas. Guru sedang menjelaskan, tapi pikiranmu melayang ke rumah, tempat tidur, atau kafe, lalu membayangkan kamu sedang bersantai, dan seterusnya. Cobalah untuk fokus, menghadirkan seluruh indera, dengarkan, perhatikan, dan simaklah pada saat guru menjelaskan di kelas. Coba dipraktekkan ya, lalu coba bandingkan apa yang terjadi pada emosi dan pikiranmu.

Cobalah berlatih fokus pada kegiatan sehari-hari yang kamu lakukan. Contoh;
Indera Penglihatan :
Saat kamu keluar rumah untuk berangkat sekolah, lihatlah langit biru yang terang, pohon-pohon, dan jalanan yang lengang.

Indera Pendengaran :
Dengarkanlah hembusan angin, atau suara daun yang berguguran dan berserak diatas tanah.
Indera Peraba :
Rasakan hangatnya sinar matahari yang mengenai kulitmu, atau dinginnya angin pagi yang berhembus.

Indera Pengecap :
Nikmati manisnya teh hangat atau susu hangat yang melengkapi sarapanmu. Nikmati menu sarapanmu dengan penuh kesyukuran akan rizi yang Allah berikan hari itu.

Indera Pencium :
Hiruplah aroma udara yang berhembus, kamu mungkin akan mencium aroma tanah, pohon, dan dedaunan yang berguguran, atau wangi bunga di tepi jalan.

Nah, Sobat. Cukup tergambar ya apa itu yang disebut dengan mindfulness—kehadiran fisik,hati,dan pikiran secara utuh sehingga kita dapat melakukan suatu aktifitas dengan penuh pemaknaan.

Konsep mindfulness dikenal belum lama ini sebagai salah satu teknik mengatasi stres dan mencapai ketenangan maupun kebahagiaan jiwa. Sebagai seorang Muslim, sebenarnya kita sudah mengenal ini dalam bentuk tuntunan untuk khusyu’, terutama dalam shalat. Dalam kitab tazkiyatunnafs bahkan dijelaskan bahwa khusyu’ merupakan wujud tertinggi dari sehatnya hati, dan tidak adanya khusyu menjadi salah satu tanda bagi kematian hati, dimana hati yang mati akan sulit menerima nasihat dan dikuasai oleh hawa nafsu.

MasyaAllah, beruntunglah kita sebagai Muslim dengan tuntunan agama yang demikian sempurna.
Rasulullah saw bersabda, _‘Sesungguhnya didalam jasad terdapat suatu gumpalan yang bila gumpalan ini baik maka baik pulalah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah bahwa gumpalan itu adalah hati.”_ (H.R. Bukhari-Muslim).

Oke Sobat, sampai jumpa dengan sesi MFT di kesempatan berikutnya.
Salam sehat dan semangat!! 

_Wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh._

_Reff : TazkiyatunNafs (Sa’id Hawwa)
Mindfulness Skill (TherapistAid.com)_

🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫🍬🍫

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0ct5

Tafsir Surat Al-Kautsar

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 08 Safar 1439 / 28 Oktober 2017

📕 Al-Qur’an

📝 Ustadzah Ida Farida

📖 Tafsir Surah Al – Kautsar
==========☆☆☆==========
💐❄💐❄💐❄💐❄💐

Assalamu’alaikum adik-adik, hayoo disini siapa yang solat andalannya baca surah Al Kautsar??

Walaupun surah ini terbilang sedikit tp memiliki banyak makna, yukk dibaca ..

Surah ini termasuk golongan surat Makkiyah yang terdiri dari 3 ayat. Di surah ini, Allah menyebutkan bahwa Dia memberi kepada Nabi kebaikan yang banyak lalu Allah memintanya untuk melakukan shalat dan sedekah sebagai rasa syukur atas nikmat Allah.

إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ

_”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”_ (QS. Al-Kautsar : 1-3)

© Tafsir

Saat orang-orang musyrik melihat Nabi saw dan kaum muslimin berjumlah sedikit dan miskin, mereka meremehkan dan menghinakan kondisi ini. Mereka mengira bahwa kebenaran dan kebaikan sebanding dengan kekayaan. Saat melihat anak laki-laki Nabi meninggal dunia, mereka mengatakan, _”Muhammad putus keturunannya. Dan dia tidak diingat orang lagi nantinya.”_

Orang-orang munafik juga seperti itu, setiap kali melihat kesusahan dan derita yang menimpa kaum muslimin, mereka menunggu-nunggu keburukan itu dan menganggap telah mengalahkan kaum muslimin. Ini barangkali yang menyebabkan orang-orang lemah dikalangan kaum muslimin merasa sempit dadanya ketika mendapat musibah.

Oleh karena itu, surat ini turun untuk menjelaskan kondisi sesungguhnya yang dialami Nabi saw. Berikut banyaknya kebaikan yang dikaruniakan kepada beliau, di dunia dan akhirat. Termasuk apa yang akan menimpa orang-orang yang dengki kepada beliau. Barangkali dengan demikian, kita bisa mengambil pelajaran dan ridha atas apa yang diberikan kepada beliau.

Sesungguhnya Kami telah memberimu kebaikan yang amat banyak, ya Muhammad. Bukankah Tuhanmu telah menganugerahkan kenabian dan agama yang benar kepadamu? Mengutusmu untuk semua manusia? Menjadikan agamamu sebagai pamungkas semua agama? Akhir dari semua risalah? Yang menggabungkan antara kebaikan dunia dan akhirat? Yang menggabungkan semua Kebagusan dan kesempurnaan dalam berbagai aspek.

Bukankah Dia telah memberimu Al-Quran, ilmu, dan hikmah? Bukankah Dia juga memberimu kemuliaan yang banyak dan kebaikan yang luas? Hidayah dan petunjuk? Kebahagiaan dunia dan akhirat bagimu berikut umat, sampai hari kiamat?

Ya, Allah telah memberimu semua itu. Diantaranya adalah Al-Kautsar. Sebab, ada yang mengartikannya dengan sungai di surga. Jika begitu Muhammad, maka shalatlah untuk Tuhanmu dan menghadaplah hanya kepada-Nya. Bertakwalah kepada-nya dan jangan bersandar kepada selain-Nya. Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Shalatlah untuk Allah dan sembihlah hewan kurban sebagai ibadahmu untuk-Nya. Semua itu kamu persembahkan hanya untuk-Nya. Karena hanya Dialah yang memeliharamu, memberimu, memberi petunjuk kepadamu, dan merestuimu.

Adapun orang-orang yang menghinamu, yang hasad kepadamu, dan membuatmu marah, mereka itulah sebenarnya yang putus warisan mereka dan tidak lagi dikenang secara baik. Allah menganalogikan kenangan yang bagus dengan ekor binatang, karena ekor itu akan selalu mengikuti dan menjadi penghias. Sedangkan orang yang yang terputus warisannya diibaratkan dengan ekor yang terputus.

Sebagian ulama ada yang menafsirkan shalat dengan shalat ‘Ied dan korban dengan kurban pada ‘Iedul Adha saja. Tentunya pendapat ini kurang tepat.

Sekian
Wallahu alam bisawwab

💐❄💐❄💐❄💐❄💐

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Makna Laa Ilaha Ilallah (2)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 10 Safar 1439H/ 30 Oktober 2017

📕 Aqidah

📝 Usdz. Prima Eyza

📖 Makna Laa ilaahaillah (2)
==========☆☆☆==========
🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛
Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik shalih-shalihat…?? Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman, dalam lindungan dan naungan keberkahan dari Allah SWT…. Aamiiin….

Pembahasan kita tentang Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah di kesempatan sebelumnya telah selesai membicarakan makna yang kedua yakni لَا رَازِقَ إِلَّا الله  (Tidak ada Pemberi rizqi kecuali Allah).
Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang ketiga.

Makna yang ketiga dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

لَا مَالِكَ إِلَّا الله

(Tidak ada Pemilik kecuali Allah)

Makna kalimat Laa Ilaaha illallaah berikutnya adalah _”Tiada Pemilik selain Allah”._
Allah SWT lah yang menciptakan dan memelihara alam semesta raya ini, maka Allah SWT adalah satu-satunya Pemilik alam semesta ini seluruhnya.
Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al Baqarah (2) : 284,

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

_”Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”_

→ milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Juga firmanNya dalam QS. Al Fatihah (1) : 4,

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

_”Yang memiliki Hari Pembalasan.”_

→ Allah lah Pemilik hari pembalasan (hari kiamat).

Karena semua alam ini adalah milik Allah –baik langit dan bumi; serta dunia dan akhirat– maka tentu terserah kepada kehendak Allah Ta’ala untuk memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki atau mengambilnya dari siapa saja yang Dia kehendaki.
Keyakinan terhadap prinsip ini tentu akan memahamkan kepada kita bahwa apa yang kita miliki, hakikatnya adalah milik Allah SWT semuanya. Allah SWT lah yang memberikan/menitipkannya kepada kita. Harta, tahta, ilmu, keahlian, keluarga, keturunan, dan semua hal yang ada pada diri kita.

Karena semua hal tersebut hakikatnya adalah milik Allah SWT, maka mesti dipergunakan sesuai dengan ketentuan Pemiliknya.
Harta; harus dipergunakan sesuai dengan ketentuan Allah Ta’ala, baik ajaran yang terdapat dalam Al Qur`an terkait harta, maupun dalam sunnah Nabi-Nya.
Demikian pula pemanfaatan atas tahta (jabatan), ilmu, keahlian, keluarga, keturunan, dan semua yang ada pada diri kita; harus sesuai dengan apa yang Allah SWT ajarkan dan gariskan.
Ingatlah bahwa kita lahir ke dunia ini dalam keadaan tidak memiliki sesuatu apapun, kecuali apa yang diberikan oleh Allah Ta’ala.
Semua yang kita miliki adalah pemberian Allah SWT seluruhnya.
Dan mati pun kita tidak membawa sesuatu apapun, kecuali hanya amal-amal kita yang akan dipertangungjawabkan kepada Allah SWT di hari perhitungan kelak di akhirat.

Inilah kesadaran dan keyakinan seorang mukmin. Allah SWT lah Pemilik segala sesuatu.
Maka ketika Allah SWT meminta milikNya, tentu kita harus ridho. Itulah salah satu ciri yang dilekatkan Allah SWT kepada orang-orang beriman, bahwa ketika mendapat musibah, ia mengucapkan إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ,  sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Baqarah (2) : 156,

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

_”(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (segala sesuatu milik Allah dan kepada-Nya lah segala sesuatu kembali).”_

Demikian pula diantara do`a penutup majlis yang cukup panjang yang diajarkan kepada kita, dalam rangkaian do`a tersebut terdapat do`a berikut:

وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَمَبْلَغَ عِلْمِنَا

_”Janganlah jadikan dunia ambisi kami yang terbesar dan puncak ilmu kami.”_

Dalam suatu riwayat, Abu Bakar ra pernah berdoa:

 اَللهُمَّ اجْعَلِ الدُّنْيَا فِي أَيْدِيْنَا وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا

_“Ya Allah jadikanlah dunia di tangan kami, jangan jadikan di hati kami.”_

Demikianlah.
Jika kita menyadari bahwa Allah SWT lah Pemilik yang haq atas segala sesuatu, maka kita :
• tidak akan sombong ketika diberi oleh Allah SWT.
• tidak akan putus asa jika kehilangan sesuatu.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
               
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

_”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”_
(QS. Al Hadiid [57] : 22-23)

▪ Kelembutan dan Kesopanan Allah SWT

Meskipun segala sesuatu adalah milik Allah SWT, akan tetapi ketika Allah SWT memerintahkan kepada hambaNya untuk mengeluarkan miliknya tersebut (berinfaq) di jalan Allah, Allah Ta’ala menggunakan ungkapan yang sangat halus, lembut, dan sopan.
Seakan-akan apa yang diinfaqkan itu adalah milik hambaNya, sedangkan Allah SWT seakan-akan hanya meminjam saja.
Perhatikan ayat berikut :

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

_”Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.”_
(QS. Al Hadiid [57] : 11)

Dan ungkapan “memberi pinjaman yang baik” (berinfaq) ini diulang-ulang oleh Allah SWT di beberapa tempat dalam Al Qur`an.

Atau juga bentuk kelembutan dan kesopanan Allah SWT yang lain dalam hal infaq ini adalah memberikan balasan yang berlipat ganda hingga 700 kali lipat bahkan lebih.
Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

_”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”_
(QS. Al Baqarah [2] : 261)

Demikianlah, Allah SWT Maha Memiliki. Dia-lah Pemilik tunggal dari alam raya ini beserta segala isinya. Tiada Pemilik selain Dia. Maka Dia berkuasa dan Maha Berkehendak untuk berbuat apapun atas segala yang dimiliki-Nya.

Wallaahu a’lam..
Bersambung.

🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛🍪🥛

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Hawa Nafsu

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Rabu, 12 Sadar 1439H/ 01 November 2017

📕 Akhlaq

📝 Kak Lelisya

📖 Hawa Nafsu
==========☆☆☆==========
💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

Di zaman modern ini, pergaulan remaja sudah tak mengenal batas. Mereka membiarkan kendaraannya/hawa nafsunya membawa mereka ke manapun tanpa mereka rem saat kendaraannya itu berbelok ke jalan yang salah. Mereka membiarkannya hanya karena kenikmatan duniawi yang sesaat. Kebanyakan dari mereka tak memikirkan masa depannya. Padahal di dunia ini kita hanya sementara. Dunia ini diibaratkan tempat persinggahan, sebelum kita menuju akhirat yang abadi. Penjelasan ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW Beliau bersabda: “Apalah artinya dunia ini bagiku. Di dunia ini aku hanyalah seorang musafir yang bernaung di bawah pohon. Lalu dia beristirahat dan kemudian dia meninggalkannya.”

Wahai kaum muda, mari kita pikirkan masa depan kita. Turuti kata hati kecil kita bukan karena hawa nafsu. Allah Swt jelas-jelas memerintahkan umatnya agar bisa mengendalikan hawa nafsu, sebagaimana firman-Nya dalam Qs. An-Naziat ayat 37-41: “Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”

Dari ayat di atas, sudah jelas bahwa Allah Swt tidak suka pada orang yang tidak mengendalikan hawa nafsunya, karena jika kita menuruti hawa nafsu, kita lebih banyak mendapat madharatnya dari pada manfaatnya. Dan karena itulah Allah Swt menyediakan neraka untuk orang yang tidak mengendalikan hawa nafsunya.

Adik-adik yang dimuliakan Allah swt.
 “Apabila jiwamu mengajak bermaksiat,maka segeralah mengingat Allah. Apabila hati ini belum bisa kembali, maka ingatlah akhlak para ulama dan ingatlah seandainya aib itu diketahui orang lain. Dan jika belum kembali, maka ketahuilah sesungguhnya dirimu saat itu telah berubah menjadi hewan.”
Berubah menjadi hewan di sini maksudnya bukan berubah wujudnya, tetapi berupah dalam artian ia tidak punya akal (tidak menggunakan akalnya). Hewan tidak punya akal. Apabila manusia yang mempunyai akal tapi tidak mempergunakan akalnya untuk mengendalikan hawa nafsu, berarti benar apa yang kadang kita lihat manusia tak ada bedanya dengan hewan.

Kita harus sadar, bahwa selamanya ketika perdebatan, manipulasi pikiran, kontradiksi teori dan tabrakan dogma-dogma dalam pola pikir manusia terus berlangsung, maka jalan menuju insan yang sabar itu tidak mudah untuk ditempuh. Dengan kata lain, akan tersedia banyak tantangan dan godaan.

Saat hawa nafsu mulai mencengkrama diri kita, maka berpikirlah dua kali. Jangan tergesa-gesa karena sikap tergesa-gesa merupakan perilaku setan. Rasulullah Saw: “Sifat terburu-buru datang dari setan dan sifat berhati-hati datang dari Allah SWT”. (HR. Tirmidzi dan ia berkata ini Hadis hasan).
Dari Hadits ini, sudah jelas bahwa kita diperintahkan untuk hati-hati dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Setan akan terus menggoda kita sampai kita masuk perangkapnya. Dan kita harus sadar, bahwa setan itu musuh kita, sebagaimana firman Allah Swt: “Sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Qs. Fathir: 6).

 Jadi, apabila kita mengikuti perintah setan, maka kita termasuk golongannya dan bersiaplah untuk menempati neraka yang menyala-nyala.

Bersambung …

💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Kekuasaan di Hijaz (6)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 12 Safar 1439 / 02 November 2017

📕 Shirah

📝 Kak Siro

📖 Kekuasaan Di Hijaz (6)
==========☆☆☆==========
🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴

*KEKUASAAN DI HIJAZ (Part 6)*

Setelah Qushay meninggal dunia kemenangan ini terus dijalankan anak-anaknya dan tidak ada perselisihan diantara mereka. Tetapi setelah Abdu Manaf meninggal dunia kerabatnya dan keturunannya pamannya mulai mengusik jabatan-jabatan itu. Karena masalah itu pula Quraisy terbagi menjadi dua kelompok dan hampir saja mereka saling berperang tapi mereka segera berdamai dan sepakat untuk membagi jabatan-jabatan tersebut. Akhirnya ditetapkan kewenangan mengurus air minum dan makanan diserahkan kepada keturunan Abdu Manaf sedangkan urusan Darun nadwah panji perang dan hijabah diserahkan kepada keturunan Abdud Dar. Keturunan Abdu Manaf sepakat untuk membuat undian Siapakah yang berhak mendapatkan jabatan tersebut dan akhirnya undian itu jatuh kepada Hasyim bin Abdu Manaf. Dialah yang berwenang menangani penyediaan air minum dan makanan sepanjang hidupnya. Setelah Hasyim meninggal dunia jabatan tersebut digantikan oleh saudaranya AlMutholib bin Abdu Manaf. Setelah itu dilanjutkan Abdul Muthalib Bin Hisyam bin Abdu Manaf kakek Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian dilanjutkan anak-anaknya hingga masa Islam yang kewenangan ini ada di tangan Al Abbas bin Abdul Muthalib.

Setelah itu Quraisy masih mempunyai beberapa jabatan lain yang dibagi di antara mereka. Dengan demikian mereka telah membentuk suatu pemerintahan kecil atau lebih tepatnya pemerintahan kecil yang demokratis. Ada pembatasan masa jabatan dan bentuk-bentuk pemerintahan yang mirip dengan sistem pemerintahan pada zaman sekarang yang dikenal dengan istilah parlemen dan majelis parlemen. Berikut ini jabatan-jabatan dimaksud yaitu :

1. *Al – Isar* penanganan tempat api pada berhala untuk pemberian sumpah. Jabatan ini berada di tangan Bani Jumah.

2. *Tahjirul Anwal*  yaitu penanganan korban dan Nazar yang dipersembahkan kepada berhala. Jabatan Ini juga menangani penyelesaian permusuhan dan persekutuan. Bani Sahm memegang jabatan ini

3. *Permusyawaratan* dijabat oleh Bani Asad.

4. *Al Asynaq* Yaitu pengaturan tebusan dan denda jabatan ini jalankan oleh Bani Taim

5. *Hukuman atau pembawa Panji kaum* jabatan ini diberikan kepada Bani Umayyah

6. *Al-Qubah* yaitu penanganan militer dan pasukan kuda urusan ditangani oleh Bani Makhzum

7. *As-Sifarah (kedutaan)* jabatan ini dipegang oleh Bani Adi.

🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴🌿🐴

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surat Quraisy

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 14 Shafar 1439 / 04 November 2017

📕 Al-Quran

📝 Ida Farida

📖 Surah Quraisy
==========☆☆☆==========
⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Surat Makkiyah yang terdiri dari 4 ayat. Allah memerintah orang-orang Quraisy agar menyembah Tuhan mereka, Yang memberi kenikmatan kepada mereka.

لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ. إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ. فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ. ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

_”Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”_ (QS. Quraisy : 1-4)

*Tafsir*

Kita semua tahu bahwa negeri Mekkah dan sekitarnya berupa gurun pasir dan tidak ada tumbuh-tumbuhan

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ

_”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati.”_ (QS. Ibrahim : 37)

Kondisi ini membuat penduduknya memikirkan kehidupan mereka. Mereka menjadi pedagang dan berjual beli ke negeri-negeri tetangga, kebagian utara dan selatan. Di musim dingin mereka ke Yaman dan di musim panas mereka pergi ke Syam.

Oleh karena mereka tuan rumah Baitullah, maka mereka sangat dihormati dan dihargai. Oleh sebab itu, bertambahlah manfaat mereka, semakin luas jangkauan dagang mereka, banyak keuntungan me. Mereka pun membuat perjanjian dagang dengan negeri-negeri tetangga mereka.

Maksud utama dari surat ini, bahwa Quraisy anak cucu An-Nadhar bin Kinanah, tidak menyembah Tuhan mereka karena suatu sebab. Oleh karena itu, hendaknya mereka menyembah Tuhan rumah ini (Ka’bah), karena Dia yang memberikan mereka kebiasaan bepergian pada musim dingin dan musim panas untuk berdagang serta mencari rezeki.

Dengan demikian, mereka menjadi kaya dan merasa aman untuk berpindah-pindah kemana saja yang mereka mau. Itu semua karena kemuliaan Allah yang menjadikan mereka sebagai tetangga rumah-Nya dan pelayan orang-orang yang berhaji.

فليعبدوا رب هذا البيت

_”Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).”_

Karena hanya Allah yang memiliki anugerah dan kemuliaan untuk penduduk Mekkah. Allah sendiri yang menyelamatkannya dari serangan Abrahah agar ia menjadi tempat mulia bagi mereka dan agar mereka tetap bisa berdagang dengan para tetangga mereka.

Allah meluaskan rezeki mereka, membentangkan rasa aman untuk mereka, dan membuat mereka bisa diterima oleh semua orang selaku tuan rumah-Nya dan pelayan para haju-Nya. Dengan demikian mereka berhasil mendapatkan makanan dan keamanan untuk diri dan perdagangan mereka. Maka hendaknya mereka menyembah Allah semata, karena Allah sendirilah yang memberi makan mereka setelah lapar dan memberikan rasa aman setelah ketakutan.

⛱💦⛱💦⛱💦⛱💦⛱

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0cu

Me And Gadget

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Jum’at, 13 Shafar 1439 / 02 November 2017

📕 Motivasi dan Pengembangan Diri

📝 Bu Dina Farihani S.Psi

📖 Me and Gadget
==========☆☆☆==========
👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻

Hai Sobat, semoga sehat dan selalu semangat! 😀

Sob, soal gadget pastinya akrab banget ya dengan dunia remaja. Sambil makan, liat gadget. Abis mandi, ngecek gadget. Mau pergi, update status dulu buka gadget. Mau belajar, ditemani gadget. Tidur pun didamping gadget. Ffiiuuhhhh😔

Pernah ngga Sob, kamu merenungi perihal hubunganmu dengan gadget? Seberapa intens dan sekuat apa keinginan untuk selalu ber-gadget yang kamu rasakan? Adakah perubahan yang terjadi antara sebelum dan setelah kamu intens ber-gadget?

*Dampak Negatif Media dan Paparan Konten Media*

_Hei Sob, kalau kita coba sadari, gadget itu ibarat pisau, bisa bermanfaat tapi bisa juga berbahaya, tergantung dari bagaimana kita menggunakannya._

Sebuah studi di Korea meneliti tentang psychological well being (PWB) aliyas kesejahteraan psikologis dan kaitannya dengan penggunaan gadget (online social networking) pada remaja Korea. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara online social networking dengan kondisi psikologis murid-murid di Korea, yang diukur dari masalah-masalah mental yang dialami dan ide/ pikiran tentang bunuh diri.

Media mempengaruhi remaja dengan membentuk perilaku dan nilai/keyakinan melalui proses adaptasi dan imitasi (meniru). Sebagai contoh, paparan video game yang menampilkan kekerasan cenderung mendorong perilaku maupun pikiran agresif anak baik secara jangka pendek maupun jangka panjang.

*Faktanya*, penelitian menunjukkan bahwa konten kekerasan dan media interaktif secara signifikan mendorong munculnya perilaku anti sosial dan kecenderungan perilaku agresif pada remaja. Paparan media juga ditemukan berkaitan dengan pembentukan persepsi negative tentang diri dan penyalahgunaan zat. Komunikasi  via online seringkali menjadi sarana bullying yang cenderung berulang. Sering menggunakan situs jejaring sosial dikaitkan dengan fungsi psikologis yang buruk di antara anak-anak dan remaja; kecemasan, kepribadian, kesehatan mental.

_Gimana Sob? Adakah masalah-masalah tersebut kamu temukan dalam kehidupanmu? Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan, membangun harapan untuk masa depan._

*Manfaat Positif Penggunaan Gadget*

Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan manfaat dan dampak positif dari penggunaan media elektronik. Penelitian menunjukkan bahwa jenis media tertentu dapat menghasilkan perilaku positif atau pro-sosial di kalangan remaja dan bahwa sosialisasi online, dalam kondisi tertentu, dapat bermanfaat bagi mereka.

Penggunaan media online juga dapat memperluas jaringan sosial pengguna, memperkuat hubungan sosial mereka dan membantu menyalurkan lebih banyak dukungan sosial.

Mensosialisasikan secara online juga dapat menurunkan perasaan kesepian di antara remaja, sehingga berkontribusi pada kondisi psikologis mereka. Selain itu, situs web media sosial dapat berfungsi untuk mengkompensasi keterampilan sosial peserta yang lemah, dengan memungkinkan mereka memenuhi keinginan mereka untuk interaksi sosial, persahabatan, dan eksplorasi identitas.

*Tips Sehat Ber-Gadget*

1⃣ Buatlah aturan penggunaan gadget dan patuhilah
> Aturan penggunaan gadget meliputi waktu, etika, dan tujuan penggunaannya. Misal, gadget digunakan hanya untuk keperluan mencari materi pelajaran atau berkomunikasi dengan teman sekolah terkait tugas-tugas.

2⃣ Tentukan batas waktu penggunaan gadget
> Pertimbangkan juga masalah kesehatan, seperti misalnya maksimal penggunaan gadget adalah jam 10 malam, setelahnya tubuh perlu istirahat dengan tidur malam.

3⃣ Hindari komunikasi online yang negatif
> Hargai dan hormati dirimu dengan berusaha menghargai dan menghormati orang lain. Tinggalkan pembicaraan online yang merendahkan oranglain ataupun menggunakan kata-kata kasar dan tidak sopan.

4⃣ Utamakan kualitas daripada kuantitas penggunaan gadget
> Meskipun kamu punya jatah 2 jam untuk menggunakan gadget, tapi jika saat itu keperluanmu cukup diselesaikan dengan 1 jam saja, maka cukupkanlah. Kualitas penggunaan gadget ditentukan oleh manfaat yang kamu peroleh, dan pastikan tidak terjebak dalam kesia-siaan.

5⃣ Jagalah privasi
> Hindari menulis status curhat atau yang sangat personal (masalah pribadi/keluarga, menyindir dan menyinggung orang tertentu, dsb). Kalau kamu butuh menuangkan uneg-uneg atau curhat masalah pribadi, tulislah di buku diary atau catatan pribadimu, bukan di media sosial dimana orang lain bisa membaca dan sangat mungkin salah persepsi tentang statusmu.

Baiklah Sobat, sekian jumpa kita kali ini. Please, yuk jadi remaja yang bijak menggunakan gadget!
See you!

Reff :
_The impact of online social networking on adolescent psychological well-being (WB): a population-level analysis of Korean school-aged children_ (http://www.tandfonline.com/)
_10 Strategies to Help Kids Use Smartphones Wisely and Prevent Cyberbullying_ (https://www.huffingtonpost.com)

👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻📲👶🏻

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Makna LAA ILAAHA ILALLAH

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 16 Safar 1439 / 06 Oktober 2017

📕 Aqidah

📝 Ustdz. Prima Eyza

📖 Makna LAA ILAAHA ILALLAH
==========☆☆☆==========
👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar adik-adik pemuda Islam?  Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat yang membara dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..

Pembahasan kita pekan lalu sudah selesai membicarakan tema Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah. Makna yang ketiga dari kalimat Laa Ilaaha illallaah yakni لَا مَالِكَ إِلَّا الله  (Tidak ada Pemilik kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang keempat.

Makna yang keempat dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:
لَا وَلِيّ َإِلَّا الله
 (Tidak ada Pelindung/Penolong/Pemimpin kecuali Allah)

▪ Tidak ada Pelindung/Penolong/Pemimpin kecuali Allah

Wali berarti pelindung atau penolong atau pemimpin.
Allah SWT adalah satu-satunya Pelindung, Penolong, dan Pemimpin. Allah lah Dzat Yang Melindungi dengan sesempurna-sempurna perlindungan dan menolong dengan sesempurna-sempurna pertolongan, memimpin dengan sesempurna-sempurna Pimpinan.
Ingatlah riwayat ketika Rasul saw ditodong pedang hendak dibunuh oleh orang kafir. Diriwayatkan pada suatu hari ketika beliau saw sedang istirahat dibawah pohon, datanglah seorang kafir bernama Da’sur. Ia datang dengan sebilah pedang dan mengancam Nabi Muhammad saw, Da’sur berkata, “Ya Muhammad, saat ini pedang ada di lehermu. Sekarang siapakah yang akan menolongmu?”
Nabi Muhammad saw dengan tenang menjawab, “ALLAH!”
Maka seketika itu Da’sur bergetar tubuhnya dan jatuhlah pedang di tangannya, lalu Nabi Muhammad saw mengambil pedang tersebut dan bertanya kepada Da’sur, “Hai Da’sur, sekarang siapakah yang akan menolongmu?”
Dengan gemetar dan rasa takut yang sangat hebat Da’sur menjawab, “Tiada yang dapat menolong saya hari ini ya Muhammad, kecuali jika engkau mengasihani dan memaafkan saya.”
Lalu nabi Muhammad saw menyerahkan kembali pedang itu kepada Da’sur sambil berkata, “Sudah saya maafkan engkau, hai Da’sur… Sekarang pulanglah engkau dan ini pedangmu kembali.”
Seketika itu Da’sur pun memeluk Islam di hadapan Rasullullah saw.
(Riwayat shahih)

Perlindungan dan pertolongan dari makhluk tidak akan terjadi jika Allah SWT tidak berketetapan atas hal itu.
Diriwayatkan Rasulullah saw bersabda,

عنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ

[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas ra, beliau berkata, “Suatu saat saya berada di belakang Nabi saw, maka beliau saw bersabda, “Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, maka mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikit pun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih). Dalam sebuah riwayat selain Turmuzi dikatakan, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di depanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).”

Makna “Penjagaan hamba bagi Allah” adalah menjaga hak-hak Allah dengan menunaikannya, menjaga batasan-batasan syariatNya dengan tidak melanggarnya, dan menjaga perintah dan laranganNya dengan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.
Maka dengan demikian, Allah akan menolong hambaNya, menjaga hambaNya dalam kebaikan (manfaat) dan menjaga hambaNya terhindar dari kemudharatan.

Kemudian, masalah perwalian (pelindung; penolong; pemimpin) ini juga menjadi pembeda antara mukmin dan kafir. Sebab Allah SWT adalah wali bagi orang-orang beriman. Sedangkan wali bagi orang-orang kafir adalah thaghut (setan).
Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 257,

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Allah adalah Wali (Pelindung) orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, walinya (pelindung-pelindungnya) ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Karena thaghut atau setan itu sebenarnya bukanlah penolong atau pelindung atau pemimpin, maka pada hakikatnya orang-orang kafir itu sebenarnya tidak memiliki wali (pelindung; penolong).
Sebagaimana Allah SWT wahyukan dalam Al Qur`an,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ

“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.”
(QS. Muhammad [47] : 11)

Yang diizinkan Allah SWT sebagai wali selain DiriNya, hanyalah Rasul saw, dan orang-orang yang beriman (yang memenuhi 3 syarat):
1. yang mendirikan shalat,
2. menunaikan zakat, dan
3. tunduk kepada Allah SWT.
Sebagaimana dengan jelas disebutkan dalam QS. Al Maa`idah (5) ayat 55,

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesungguhnya wali (penolong) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

▪ Bagaimana Jika Menjadikan Orang Kafir sebagai Wali (Pelindung; Penolong; Pemimpin) ???

Al Qur`an surah Al Maa`idah (5) ayat 51 secara tegas telah melarang menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (pemimpin-pemimpinmu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.”

→ Barangsiapa yang mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani, serta termasuk non muslim seluruhmya) menjadi  pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
→ Tindakan ini digolongkan tindakan zhalim yang tidak akan mendatangkan hidayah Allah SWT.

Demikian pula firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran (3) ayat 118,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

Demikianlah, satu-satunya Yang haq dijadikan wali (pelindung; penolong; pemimpin) hanyalah Allah SWT. Tidak ada wali selain Dia.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung…

👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻📿👆🏻

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tafsir Surat Al-Fiil

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 21 Safar 1439 / 11 November 2017

📕 Al – Qur’an

📝 Ida Faridah

📖 Surat Al – Fiil
==========☆☆☆==========
🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘

Surat ini Makkiyah, terdiri dari 5 ayat. Di surat ini Allah menceritakan kisah Ashabul Fil yang ringkasnya berikut ini.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيل. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ. وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ. تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ. فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ

_”Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”_ (QS. Al-Fil : 1-5)

Tafsir

Tidakkah kau tahu tentang kisah populer, yang karena populernya ia menjadi ilmu tersendiri yang didasarkan pada kisah nyata. Ceritakan kepadaku tentang Ashabul Fil dan ceritakan kepadaku bagaimana Allah memperlakukan mereka. Bukankah Allah telah menjadikan makar dan tipu daya mereka untuk menghancurkan Ka’bah gagal. Akhirnya, mereka tidak dapat melakukan apa yang mereka inginkan.

Allah telah mengirim burung yang datang bergerombol membawa batu yang berisi kuman penyakit untuk menghancurkan sebagian besar tentara itu. Hingga mereka gagal dan pulang dengan kehinaan. Burung-burung itu melempari tentara dengan kerikil dari tanah liat yang mengeras. Mayoritas mereka binasa dan menjadi mangsa burung-burung tersebut. Kondisi mereka seperti daun yang dimakan binatang, yakni daun yang mulai kering setelah buahnya dipanen.

Diyaman terdapat seorang raja bernama Abrahah Al-Asyram. Ia membangun gereja besar di San’a. Bangunan itu sangat besar dan megah. Ia in mengalihkan ibadah haji dari Ka’bah ke gereja tersebut. Ia memberitahu hal itu kepada Najasyi, raja Habasyah.

Diriwayatkan bahwa seorang Arab buang kotoran didalam gereja itu dan hal itu membuat sang raja murka. Ia bersumpah untuk menghancurkan Ka’bah. Dipersiapkannya tentara yang banyak dan mulai bergerak menuju Mekkah. Di depan barisan tentara itu terdapat seekor gajah besar.

Ketika melewati kota Mekkah, Abrahah memerintahkan tentaranya agar merampas harta benda penduduknya. Di antara yang dirampas itu seekor unta milik Abdul Muthalib, kakek Nabi saw.

Unta itu digiring oleh seorang tentara. Ketika Abdul Muthalib mengetahui kejadian itu, ia hendak menemui raja Abrahah. Dia pun menemuinya dan berbicara perihal unta. Raja pun menjawab, “Ketika melihatmu aku kagum. Dan ketika kamu berbicara, aku terdiam. Kamu meminta unta itu dan membiarkan Baitullah yang merupakan agamamu dan agama nenek moyangmu.”

Abdul Muthalib menimpali, “Unta itu milikku, sedangkan rumah itu, ia milik Tuhan yang menjaganya.” Abrahah pun mengembalikan untanya.

Keesokan harinya, Abrahah bersiap-siap untuk memasuki Mekkah. Gajah-gajah dan tentaranya disiapkan untuk menghancurkan Ka’bah. Setelah itu, ia berencana pulang ke Yaman.

Ketika mereka mengarahkan gajah itu ke arah Mekkah, binatang itu terduduk, namun ketika di arahkan ke Yaman atau ke Syam ia bangun dan berdiri. Pada saat itulah Allah mengutus burung yang membawa batu-batu dengan paruh dan kaki mereka untuk dilemparkan kepada mereka. Penyakit pun mewabah dan melanda sebagian besar mereka. Akhirnya mereka tak ubahnya seperti daun yang telah kering.

Apakah batu-batu itu sendiri yang membinasakan mereka atau karena kuman yang mereka bawa. Hanya Allah yang tahu. Yang jelas setelah mereka dilempari batu-batu itu, sebagian besar mereka mati. Akhirnya Abrahah dan orang-orang dekatnya tidak jadi menghancurkan Ka’bah. Abrahah sendiri mati di perjalanan.

🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘🍃🐘

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c