Tabi'in Penghapal Al Qur'an dan Mujahid, murtad gara-gara wanita Nasrani, benarkah​


Kisah tersebut memang terlanjur tersebar, bahwa seorang tabi’in, hapal Al Qur’an, Mujahid, murtad gara-gara wanita Nasrani.

Kisah tersebut awalnya, berasal dari penceritaan Imam Ibnu Katsir, sbb:

وفيها توفى عبده بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَبَّحَهُ اللَّهُ. ذَكَرَ ابْنُ الجوزي أن هذا الشقي كان من المجاهدين كثيرا في بلاد الروم، فلما كان في بعض الغزوات والمسلمون محاصرو بلدة مِنْ بِلَادِ الرُّومِ إِذْ نَظَرَ إِلَى امْرَأَةٍ من نساء الروم ..

Pada saat itu, Abdah bin Abdurrahim wafat, semoga Allah burukkan dia. Ibnul Jauzi bercerita bahwa orang celaka ini dulunya adalah Mujahidin, banyak perang di negara Romawi.

Pada sebagian peperangan kaum muslimin, saat mengepung Romawi, sat itu dia melihat seorang wanita Romawi …

​(Imam Ibnu Katsir, ​Al Bidayah wan Nihayah​, Jilid 11, Hal. 64. 1986M/1407H. Darul Fikr)​

Lalu .. kita dapati dalam karya Imam Ibnul Jauzi ​Rahimahullah​ ternyata isinya berbeda! Sepertinya dan bisa jadi, ada salah kutip dari Imam Ibnu Katsir ​Rahimahullah.​

Imam Ibnul Jauzi ​Rahimahullah​ menuliskan:

عبدة بن عبد الرحيم .كان من أهل الدين والجهاد.

​Abdah bin Abdurrahim, dia adalah ahli agama dan jihad.​

Kemudian Imam Ibnul Jauzi melanjutkan:

قَالَ عبدة بن عبد الرحيم: خرجنا في سرية إلى أرض الروم، فصحبنا شاب لم يكن فينا أقرأ للقرآن منه، ولا أفقه ولا أفرض، صائم النهار، قائم الليل، فمررنا بحصن فمال عنه العسكر، ونزل بقرب الحصن، فظننا أنه يبول، فنظر إلى امرأة من النصارى تنظر من وراء الحصن، فعشقها فقال لها بالرومية: كيف السبيل إليك؟

Abdah bin Abdurrahim bercerita: ​kami keluar bersama grup (Safiyah/pleton) ke negeri Romawi. Kami ditemani oleh ​seorang pemuda​ yang tidak ada bacaan Al Quran kami lebih baik darinya, tdk ada yang lebih faqih, tidak pula lebih baik menjalankan kewajiban darinya, dia puasa di siang hari, shalat di malam hari.​

​Kami melewati benteng Romawi, prajurit pun mendekatinya, dan dia turun mendekati benteng. Kami kira dia turun untuk kencing. Lalu dia melihat seorang wanita Nasrani dari belakang benteng, dia pun terpikat hatinya kepada wanita itu. Lalu dia bertanya dengan wanita Romawi itu: Bagaimana aku bisa sampai kepadamu? …​ Dst.

​(Imam Ibnul Jauzi, ​Al Muntazham fi Tarikhil Umam wal Muluk,​ Jilid. 12, Hal. 301. Cet. 1, 1992M/1412H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah. Beirut. Tahqiq: Syaikh Muhammad Abdul Qadir ‘Atha dan Syaikh Mushthafa Abdul Qadir ‘Atha)​

Kemudian, yang serupa dengan Imam Ibnul Jauzi adalah apa yang ditulis oleh:

– Imam Adz Dzahabi dalam ​Tarikh Al Islam wa Wafayat Al Masyaahir wal A’laam,​ Jilid. 5, Hal. 1176. Cet. 1, 2003M. Darul Gharb Al Islamiy. Tahqiq: Dr. Basyar Awwad Ma’ruf

– Imam Ibnu Manshur dalam ​Mukhtashar Tarikh Dimasyq Libni ‘Asaakir,​ Jilid. 15, Hal. 296. Cet. 2. 1984M/1402H. Darul Fikr, Damaskus. Tahqiq: Ruhiyah An Nuhaas, Riyadh Abdul Hamid Murad, Muhammad Muthi’

📚 So, kesimpulannya, yg murtad itu adalah pemuda yang menemani Abdah bin Abdurrahim, bukannya Abdah bin Abdurrahim yang murtad.

Demikian. Wallahu a’lam

Suami yang Mencari-cari Kesalahan Istri


Assalamu’alaikum ustadz/ah.. mau tanya dalam surat annisa, 34 disebutkan bahwa seorang suami tidak boleh mencari-cari kesalahan seorang istri yang sudah berusaha tuk menjadi istri solehah, apa hukuman dari Allah bagi suami yang selalu mencari kesalahan istrinya walau si istri sudah menjelaskan bahwa itu hanya prasangka saja dari suami dan terus berusaha menyakiti hati sang istri, kemudian langkah apa yang harus dilakukan oleh istri menghadapi sikap suami yang seperti itu? Jazakillah khoir ustd/ah

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Dalam suatu hadits riwayat al Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasalam melarang laki-laki yang bepergian dalam waktu yang lama, pulang menemui keluarganya di waktu malam. Hal itu karena dikhawatirkan laki-laki tersebut akan mendapati berbagai kekurangan dan cela istrinya. Dan barangsiapa mencari-cari aib saudara sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Barangsiapa dicari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun dia berada di ruang tersembunyi dalam rumahnya.

Dan ingatlah sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam,

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” (HR Muslim)

“dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina,padahal mereka tidak mempunyai saksi saksi selain diri mereka sendiri,maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar (dalam tuduhannya)  dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.” (QS.An-Nuur, 24:6-7)

Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu,perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggung jawabkan menurut syariat Islam.

Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri,ia berkata:”saya pernah datang kepada Rosulullah saw.’ Ia berkata lagi:’saya lalu bertanya:’Ya Rosulullah,apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? ’Beliau bersabda:’…janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.’” (HR Abu Dawud)

Nabi saw melarang para suami menjelek jelekan atau merendahkan martabat istri. Suami dilarang menggunakan kata yang bernada merendahkandan menghina martabat istri baik di hadapannya maupun dihadapan orang lain. Walaupun istri berasal dari keluarga yang lebih rendah status ekonominya dibanding dirinya.

Hendaknya seorang suami bersabar dan menahan diri dari kekurangan yang ada pada istrinya, juga ketika istri tidak melaksanakan kewajibannya dangan benar. RasulullahShalallahu’alaihi wasalam bersabda,

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

“Bersikap baiklah kepada para istri. Karena mereka tercipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika kamu hendak meluruskannya niscaya kamu akan mematahkannya. Dan jika kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Maka bersikap baiklah kepada para istri.” (Muttafaqun’alaih)

Hadits ini memiliki pelajaran yang sangat agung, diantaranya; meluruskan bengkoknya istri harus dengan lembut sehingga tidak mematahkannya, namun juga tidak dibiarkan saya karena jika dibiarkan dia tetap bengkok. Apalagi jika bengkoknya itu bisa menjalar menjadi kemaksiatan atau kemungkaran.

Usahakan berkomunikasi dengan lembut dan penuh kesabaran pada suami.
Biasanya, masalah banyak muncul karena masalah komunikasi.

Wallahu a’lam.

RIYADHUS SHALIHIN (38)​


​Bab Sabar – Obat Marah​

Hadits:

وعن سُلَيْمَانَ بن صُرَدٍ – رضي الله عنه – ، قَالَ : كُنْتُ جالِساً مَعَ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، وَرَجُلانِ يَسْتَبَّانِ ، وَأَحَدُهُمَا قدِ احْمَرَّ وَجْهُهُ ، وانْتَفَخَتْ أوْدَاجُهُ ، فَقَالَ رَسُول اللهِ – صلى الله عليه وسلم – :

إنِّي لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ ، لَوْ قَالَ : أعُوذ باللهِ منَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ ، ذَهَبَ منْهُ مَا يَجِدُ .
فَقَالُوا لَهُ : إنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : تَعَوّذْ باللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .

Artinya:

Dari Sulaiman bin Shurad r.a., katanya:
“Saya duduk bersama Nabi s.a.w. dan di situ ada dua orang yang saling mencaci-maki antara seorang dengan kawannya.

Salah seorang dari keduanya itu telah merah padam mukanya dan membesarlah urat lehernya.

Maka Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang apabila diucapkannya, tentulah hilang kemarahannya, yaitu andaikata ia mengucapkan: “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim,” tentulah lenyap apa yang ditemuinya itu.

Orang-orang lalu berkata padanya – orang yang merah padam mukanya tadi:
“Sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”

(Muttafaq ‘alaih)

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO di bawah ini.

Selamat menyimak.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN KITAB DISINI

Mengusik Lawan,(apakah) Siap Perang?​


​Pertempuran Katia (Qatia/Qatiyah)​
🌐 Sinai, Sebelah Timur Terusan Suez
📆 23 April 1916, Perang Dunia Pertama

Pertempuran ini terjadi antara kekuatan Turki Utsmani dengan pasukan Inggris dan sekutunya di sebelah utara stasiun kereta-api el-Ferdan. Kekuatan militer Turki Utsmani dipimpin oleh Jenderal Friedrich Freiherr Kress von Kressenstein yang berkebangsaan Jerman. Serangan mendadak ini menyergap sebagian dari Brigade Berkuda ke-5 Inggris yang berkekuatan tiga setengah skuadron. Kebetulan, brigade ini tersebar kedudukannya sehingga tidak solid dalam bertahan.

Brigade ke-5 ini sejatinya ditugaskan untuk melindungi proyek pembuatan jalur kereta-api dari Kantara (Qantara) di Terusan Suez menuju perbatasan Palestina. Karena jalur pembangunan jalan kereta-api ini berada di luar lingkup zona pertahanan Terusan Suez maka diperlukan kekuatan yang bermobilitas tinggi. Target capaian pertama adalah kota Romani sebelum Inggris dan sekutunya dapat mengerahkan balatentaranya menyerbu pertahanan kekhilafahan di Palestina.

Sebenarnya, pasukan Kress von Kressenstein sudah lama aktif di wilayah tersebut sejak serangan Turki Utsmani terhadap Terusan Suez pertama kali tahun 1915. Serangan yang dikerahkan dalam 3 kolom tempur itu pernah berhasil melintasi Gurun Sinai. Namun, efek dari serangan atas Terusan Suez tidak terwujud; bangsa Mesir tidak bangkit melawan penjajahan.

Sejak serangan tahun 1915 itu Inggris dan sekutunya memperkuat pertahanan Terusan Suez dengan sumberdaya mereka. Serangan 23 April 1916 ini seolah ingin mengingatkan kembali bahwa kekhilafahan Turki Utsmani masih ada.

Serangan Kress von Kressenstein kali ini berhasil melumatkan kurang lebih satu resimen dari Brigade ke-5 Inggris. Walaupun, serangan serentak serupa di Duidar tidak berhasil karena terlalu dekat dengan Zona Pertahanan Kanal yang sudah diperkuat.

Reaksi Inggris atas kekalahan kecil ini adalah melipatgandakan kekuatan dengan mengirimkan Brigade Kuda Ringan ke-2 serta Brigade Senapan Berkuda Selandia Baru. Keduanya dikirim untuk memperkuat Katia dan Romani. Disusul kemudian oleh Brigade Kuda Ringan Australia serta Divisi Infanteri Lowland ke-52. Pada awal bulan Agustus 1916 kembali terjadi bentrok senjata di Romani. Tetapi itu kisah lainnya.

Agung Waspodo, kembali ke narasi Perang Dunia Pertama.

Lapangan Banteng, 16 November 2017

Puasa Ayyamul Bidh


Assalamualaikum wr wb.Ustadz/ustadzah…,
Mohon penjelasan dari materi di bawah ini yang saya dapat dari group sebelah…,
Apa hadistnya, apa manfaatnya selain yang di sebutkan di bawah ini?
Terima kasih
Wassalamualaikum wr wb.

​Jangan Lupa Besok Puasa Tiga Hari..​

​Disunnahkan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan-bulan Hijriyyah.​

​Namanya puasa Ayyaamul Bidl atau hari-hari terang ketika Bulan Purnama.​

​Niatnya, puasa sunnah Ayyaamul Bidl.​

​Keutamaannya banyak, diantaranya sebagai bekal akhirat, seperti puasa sebulan [kalau dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun] dan baik untuk kesehatan..​

​Diantara Dalil-Dalilnya:​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berwasiat kepada tiga orang Sahabat Beliau supaya puasa tiga hari setiap bulan, yaitu; Abu Hurairah, Abu Darda’ dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhum.​
​[HR. Bukhari, Muslim, dll]​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhuma,​
​”Dan berpuasalah tiga hari pada setiap bulan.​ ​Karena sesungguhnya kebaikan itu akan (dilipatkan) dengan sepuluh (kali) lipat.​ ​Oleh karenanya engkau seolah-olah berpuasa selama sebulan penuh.”​
​[HR. Bukhari dan Muslim]​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu​ ​tentang pelaksanaannya:​
​“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya maka berpuasalah pada (tanggal) 13, 14 dan 15 (maksudnya bulan hijriyyah).”​
​[HR. Tirmidzi dengan sanad hasan].​

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🌻☘Puasa Ayyamul Bidh (Tgl 13,14,15 tiap bulannya di bulan-bulan Hijriyah)☘🌻

💦💥💦💥💦💥💦

Ayyamul bidh artinya hari-hari yang putih terang, karena saat itu hari di waktu bulan sedang purnama. Ini juga hari-hari istimewa dalam Islam.

1⃣ Saat itu dianjurkan bagi kita untuk berpuasa

Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Kekasihku (Nabi) Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berwasiat kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dua rakaat ketika Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.(HR. Bukhari No. 1981, Muslim No. 721. Lafaz ini adalah milik Bukhari)

Kapankah tiga hari itu? Dari Abu Dzar Al Ghifari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُومَ مِنْ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ الْبِيضَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk berpuasa dalam satu bulannya sebanyak tiga hari, ayyamul bidh: tanggal 13, 14, dan 15.

(HR. An Nasa’i No. 2422, 2423, lihat juga dalam As Sunan Al Kubranya An Nasa’i No. 2730, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 3848, Ibnu Hibban No. 943, lihat Mawarid Azh Zham’an. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No.673)

2⃣ Nilai puasanya jika dilakukan tiap bulan sama seperti puasa Ad Dahr (sepanjang tahun)

Dari Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda:

صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ وَأَيَّامُ الْبِيضِ صَبِيحَةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Berpuasa tiga hari setiap bulannya, adalah puasa sepanjang tahun, dan hari ayyamul bidh yang terang benderang itu adalah pada hari 13, 14, dan 15. (HR. An Nasa’i No. 2420. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam At Ta’liq Ar Raghib, 2/84)

Wallahu a’lam.

Mensteril Binatang


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Saya ingin menanyakan bagaimana hukum mensteril binatang seperti kucing. Karena jika tidak disteril jumlahnya semakin banyak dan tidak terurus …
Terima kasih

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Jika populasi kucing terlalu banyak dan mengganggu, sementara sterilisasi tidak sampai menyakitinya, tidak masalah sterilisasi kucing.

Kalangan Hanafi menyatakan bahwa sterilisasi atau pengebirian pada binatang boleh. Sebab, ia memberikan manfaat baik bagi manusia maupun bagi binatangnya sendiri.

Kalangan Maliki juga membolehkan karena berpengaruh pada kualitas dagingnya yang menjadi baik.

Kalangan Syafii membedakan antara binatang yang boleh dimakan dan tidak. Untuk binatang yang dimakan maka hukumnya boleh selama tidak mendatangkan kebinasaan. Sementara untuk binatang yang tidak dimakan, maka dilarang.

Ahmad ibn Hambal pernah berujar, “Aku tidak suka jika dikebiri. hal itu lantaran ada larangan menyakiti binatang.”

Dapat disimpulkan bahwa dibolehkan sterislisasi pada binatang, jika:

– Mendatangkan manfaat baik bagi manusia maupun binatang itu sendiri.

– Menghilangkan bahaya dan gangguan yang ada.

– Dilakukan dengan cara yang tidak menyakiti.

– Tidak merusak populasinya.

Wallahu a’lam.

Berhati-hati dalam Perkara Kecil


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ فَغَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا (رواه اليخاري)

Dari Ibnu Abbas ra berkata; Bahwa Rasulullah saw suatu ketika melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, “Kedua penghuni kubur ini sedang mendapatkan siksa, dan keduanya disiksa bukan karena perbuatan dosa besar. Yang satu disiksa lantaran tidak bersuci dari kencingnya, sedangkan yang kedua disiksa karena suka mengadu domba (orang lain).” Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Lalu beliau membelahnya menjadi dua dan menancapkannya pada dua kuburan tersebut. Beliau kemudian bersabda: ‘Semoga ini bisa meringankan keduanya selagi belum kering.” (HR. Bukhari)

© Hikmah Hadits :

1. Anjuran untuk berhati-hati dan tidak menganggap remeh perkara-perkara yang dianggap kecil. Karena ternyata banyak orang yang disiksa lantaran menganggap remeh perkara perkara yang kecil.

Diantaranya adalah ketidak hati-hatian dalam menjaga lisan, sehingga lisannya dapat mengadu domba antara seseorang dengan orang lain (namimah), dan ketidak hati-hatian dalam masalah buang air kecil, sehingga auratnya tidak terhijab dari orang lain, atau tidak tuntasnya dalam membersihkan najis dari sisa air kecilnya, sehingga pakaiannya ternoda oleh najis. Dan ternyata perkara yang dianggap ringan ini, mengakibatkannya mendapatkan azab.

2. Kemuliaan dan kemurahan hati Nabi saw, dengan mendoakan umatnya yang mendapatkan siksa, seraya menancapkan pelepah kurma agar umatnya diringankan dari siksa.

Wallahu A’lam

Hukum Mensteril Binatang


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Saya ingin menanyakan bagaimana hukum mensteril binatang seperti kucing. Karena jika tidak disteril jumlahnya semakin banyak dan tidak terurus …
Terima kasih

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Jika populasi kucing terlalu banyak dan mengganggu, sementara sterilisasi tidak sampai menyakitinya, tidak masalah sterilisasi kucing.

Kalangan Hanafi menyatakan bahwa sterilisasi atau pengebirian pada binatang boleh. Sebab, ia memberikan manfaat baik bagi manusia maupun bagi binatangnya sendiri.

Kalangan Maliki juga membolehkan karena berpengaruh pada kualitas dagingnya yang menjadi baik.

Kalangan Syafii membedakan antara binatang yang boleh dimakan dan tidak. Untuk binatang yang dimakan maka hukumnya boleh selama tidak mendatangkan kebinasaan. Sementara untuk binatang yang tidak dimakan, maka dilarang.

Ahmad ibn Hambal pernah berujar, “Aku tidak suka jika dikebiri. hal itu lantaran ada larangan menyakiti binatang.”

Dapat disimpulkan bahwa dibolehkan sterislisasi pada binatang, jika:

– Mendatangkan manfaat baik bagi manusia maupun binatang itu sendiri.

– Menghilangkan bahaya dan gangguan yang ada.

– Dilakukan dengan cara yang tidak menyakiti.

– Tidak merusak populasinya.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Berhati-hati dalam Perkara Kecil


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ فَغَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا (رواه اليخاري)

Dari Ibnu Abbas ra berkata; Bahwa Rasulullah saw suatu ketika melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, “Kedua penghuni kubur ini sedang mendapatkan siksa, dan keduanya disiksa bukan karena perbuatan dosa besar. Yang satu disiksa lantaran tidak bersuci dari kencingnya, sedangkan yang kedua disiksa karena suka mengadu domba (orang lain).” Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Lalu beliau membelahnya menjadi dua dan menancapkannya pada dua kuburan tersebut. Beliau kemudian bersabda: ‘Semoga ini bisa meringankan keduanya selagi belum kering.” (HR. Bukhari)

© Hikmah Hadits :

1. Anjuran untuk berhati-hati dan tidak menganggap remeh perkara-perkara yang dianggap kecil. Karena ternyata banyak orang yang disiksa lantaran menganggap remeh perkara perkara yang kecil.

Diantaranya adalah ketidak hati-hatian dalam menjaga lisan, sehingga lisannya dapat mengadu domba antara seseorang dengan orang lain (namimah), dan ketidak hati-hatian dalam masalah buang air kecil, sehingga auratnya tidak terhijab dari orang lain, atau tidak tuntasnya dalam membersihkan najis dari sisa air kecilnya, sehingga pakaiannya ternoda oleh najis. Dan ternyata perkara yang dianggap ringan ini, mengakibatkannya mendapatkan azab.

2. Kemuliaan dan kemurahan hati Nabi saw, dengan mendoakan umatnya yang mendapatkan siksa, seraya menancapkan pelepah kurma agar umatnya diringankan dari siksa.

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Teman Laki-laki yang Suka Menelpon Lama


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….bila anak gadis yang komitmen menjaga diri dari pacaran. Namun terkadang seorang teman lelakinya (tmn lama sekampung) menelponnya yang intensitasnya sekali sebulan atw 2 kali sebulan dan ingin curhat kepadanya yang lama telponnya bisa 1 – 2 jam. Karna mereka tidak bisa bertemu berhubungan jarak yang sangat jauh. Namun anak gadis ini sbnarnya menaruh hati kepada temannya tersebut. Apakah seharusnya ia hindari atau itu tidak mengapa untuk menjaga silaturrahim mereka? Mohon penjelasannya. Bagaimana yg tindakan harus dilakukan anak gadis tersebut?

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Ukhty fillah ketahuilah apa yg sedang dilakukan oleh si gadis adalah permainan yang beresiko. Kalau dia sudah berkomitmen tidak mau pacaran seharusnya dia bisa bersikap tegas, tapi kenapa dalam hal ini dia tidak tegas?

Salah satu alasannya karena dia suka dengan lelaki teman kampungnya sehingga sadar atau tidak, si gadis menikmati,buktinya apa? Dia bisa bertelponan sampai lama, kalau dia tidak suka dan tegas pasti si gadis akan mengatakan,akhi terimakasih sudah menelpon ana tapi afwan ana ada keperluan atau,….bla, ..bla….bla..

Kenapa dikatakan permainan yg beresiko? Janji iblis diabadikan oleh Allah dalam firmannya

“Kami akan datangi anak adam dari muka, belakang,kanan dan kiri sehingga Engkau akan dapati sedikit sekali mereka yg bersyukur” (Qs. Al-A’raf :16-17)

Dan sama-sama kita ketahui disaat mereka bertelponan itu merupakan salah satu pintu masuknya setan,wahai gadis ketahuilah kenapa laki-laki temannya menelpon ? Karena dia suka dan gayung bersambut si gadis mau menerima telpon dan berlama-lama,kalaupun laki -lakinya mau curhat itu”Modus”😊 disinilah tantangan nya betul gak dia komitmen. Karena sesungguhnya yang tersulit buat kita adalah menjaga hati,Islam adalah konsep ajaran yang sempurna dan menyeluruh sehingga islam memberi solusi pencegahan sebelum terjadi.
Allah berfirman :
“Jangan kamu dekati zina” (Qs. Al-Isra’ : 32)

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA