FRIENDS,SHOLAT ITU PENTING LHO!!!

📆 Kamis, 04 Ramadhan 1437 H/ 09 Juni 2016
📗Fiqih Ibadah
📝 Ustadzah Lelysia, S.Pd.I
📖 FRIENDS,SHOLAT ITU PENTING LHO!!!
==================================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Assalamu’alaikum.hai sobat Manis For Teen, smoga slalu dalam limpahan rahmat dan barokah dari allah swt…😘😘😘
menu utama menanti, sudah siap belum? Siap gak siap, mari simak bacaan berikut… ๐Ÿ™‚
Kita telah mengetahui, rukun Islam itu lima. kali ini,kita akan memfokuskan pembicaraan pada rukun Islam yang kedua, yaitu SHOLAT.
“Sholat itu bagaikan angka 1, dan ibadah-ibadah lainnya adalah angka 0,” perumpamaan.😊
Jadi maksudnya gini, jika kita sudah melaksanakan sholat, maka nilai kita itu 1. Kemudian jika kita lanjutkan dengan tadarus, maka disandingkan angka 0, jadi 10. Setelah itu kita memberikan infaq kepada orang miskin, sandingkan lagi angka 0, jadi 100. Kemudian kita puasa sunnah, jadi 1000. Namun jika kita sudah tadarus, berinfaq, dan berpuasa, tanpa melaksanakan sholat, nilainya menjadi 000, tak berarti sama sekali. Sepenting itulah sholat. Masih ragu tentang pentingnya sholat?
Jadi, sholat itu memiliki fungsi. Yang pertama yaitu sebagai proteksi. Ukhti pasti sudah familiar dengan kalimat ini, “sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”
اتْلُ مَآ أُو حِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُونَ}
_”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”._ (QS. Al-Ankabut:45)
Nah, itu salah satu fungsi sholat. Sholat merupakan pelindung bagi kita agar tidak melakukan maksiat dan perbuatan keji-mungkar lainnya. Yang kedua, sholat itu juga sebagai alat untuk meredam emosi. Jiwa pasti akan terasa tenang jika kita sudah melaksanakan sholat. Gak percaya? Silakan dicoba sendiri ๐Ÿ™‚
Untuk itu, kita harus memelihara sholat, salah satunya dengan sholat tepat waktu dan sholat berjama’ah (bagi laki-laki). Sholat tepat waktu itu, ketika adzan berkumandang dan kita segera meninggalkan apapun kegiatan kita, dan segera mengambil air wudhu untuk sholat berjama’ah.
Kemudian sholat berjama’ah, khususnya untuk kaum adam. Pernah Rasulullah SAW mengancam untuk membakar rumah karena laki-laki si pemilik rumah tersebut tidak sholat berjama’ah di masjid. Berarti, betapa pentingnya sholat untuk kita. Sedangkan kaum hawa disunnahkan untuk sholat di rumah saja. Masih ragu untuk mendirikan sholat? Simak materi terakhir ini.. ๐Ÿ™‚
Pasti sudah pada kenal dan hafal surat Al-Ma’un kan? Sudah pernah membaca terjemahannya? Di ayat ke 4-5 yang artinya: _”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat,yaitu mereka yang melalaikan sholatnya”_
Nah,sobat muslimah melalaikan saja sudah celaka apalagi tidak mengerjakannya.
Nih beberapa dampak orang yang meninggalkan sholat…
🚫Dicabut dari berkah Allah
❌Dihilangkan tanda kesholehan dari wajahnya
⭕Tidak berpahala amal-amal lainnya (seperti permisalan angka 1 dan 0 tadi)
⛔Do’anya tidak diangkat oleh Allah
🚫idak mendapat bagian do’a dari yang lain (misalnya dalam khutbah ke-2 dari sholat Jum’at, saat pembacaan do’a untuk kaum muslimin, maka orang yang meninggalkan sholat tidak termasuk dalam orang muslimin yang dido’akan tersebut)
❌Mati dalam keadaan hina, kelaparan, dan kehausan (sekalipun diberi air lautan dunia ini ia tidak akan puas)
⭕Disempitkan kuburnya hingga hancur tulang-tulang rusuknya.
🚫Mendapat murka Allah dan masuk ke dalam neraka
⛔Putus rahmat dari Allah
Kira-kira sobatMFT
Masih berani meninggalkan sholat?🤔🤔
Wallahu’alan bis showab….
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala…

PENTINGNYA MA'RIFATULLAH (MENGENAL ALLAH) – Lanjutan

📆 Rabu, 03 Ramadhan 1437H/ 08 Juni 2016
📒Aqidah
📝 Ustadzah Prima Eyza
📚PENTINGNYA MA’RIFATULLAH (MENGENAL ALLAH) – Lanjutan
====================
🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃
Bagaimana kabar Ramadhan-nya, adik-adik..??
Mudah-mudahan menjalani hari ke-3 di bulan Ramadhan tahun ini, semakin bertambah ketaatan kepada Allah SWT dan semakin berkualitas ibadah dan amal sholehnya ya…aamiiiin…
🐣Kali ini mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita sebelumnya yakni tentang pentingnya mengenal Allah SWT.
Pada kesempatan yang lalu, kita telah selesai mengulas alasan pertama yang menyebabkan ma’rifah (pengenalan/pemahaman) kita tentang Allah itu penting sekali, yakni dikarenakan tema yang dibicarakan/dipelajari dalam
👑Ma’rifatullaah itu adalah Allah, Tuhan semesta alam. Tentu tidak ada objek pembahasan atau tema pembicaraan yang lebih hebat, lebih besar, lebih agung, lebih kuasa, lebih mulia, lebih tinggi dan lebih digdaya selain daripada Allah.
👑Oleh sebab itu, Ma’rifatullah (mengenal/memahami Allah) adalah ilmu yang paling penting untuk difahami dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang lain.
🐣Sekarang kita masuk alasan yang ke-2, mengapa perkara mengenal Allah itu menjadi sangat penting sekali, yakni dikarenakan:
👇�
2. Dalil yang kuat.
Mengenal/mempelajari tentang Allah didukung oleh dalil (bukti-bukti) yang sangat kuat.
Dalil-dalil tersebut terbagi 2 yaitu:
📒a. Dalil Naqliy.
Dalil naqliy yaitu dalil (bukti) wahyu.
Yakni bahwa di dalam Al Quran sendiri, Allah memerintahkan pada manusia untuk mengenal/mempelajari tentang Allah.
Sebagaimana wahyu Allah dalam Al Quran:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَا الله …
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah…”  (QS. Muhammad : 19)
Ayat ini mengarahkan dengan bahasa “ketahuilah olehmu”  (فَاعْلَمْ).
Apabila kalimat Al-Qur’an menggunakan fi’il
amr (perintah), maka hukumnya menjadi wajib untuk menyambut perintah tersebut. 
Maka menurut Al Quran, mengetahui atau mengenali Allah (ma’rifatullah) itu adalah wajib.
Kemudian, di dalam Al Quran pula, Allah banyak menerangkan dan menjelaskan tentang diri-Nya. Dan wahyu Allah (Al Quran) adalah dalil yang tiada diragukan kebenarannya.
Seperti salah satu firman Allah berikut,
اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
”Allah tidak ada Ilah melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”  (QS. Al Baqarah : 255)
👑Jadi di dalam Al Quran sendiri, Allah memperkenalkan diri-Nya demikian banyaknya. Dalam ayat diatas, hanya satu ayat saja (ayat diatas dikenal dengan sebutan ayat kursi), di dalamnya Allah sudah menyebutkan 10 sifat dari jati diri-Nya, yaitu:
1. Allah adalah Ilah (Tuhan) yang tidak ada Ilah selain Dia.
2. Allah hidup kekal.
3. Allah terus menerus mengurus (makhluk-Nya).
4. Allah tidak mengantuk dan tidak tidur.
5. Allah lah Yang Memiliki apa yang di langit dan di bumi.
6. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.
7. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan (akhirat) dan apa-apa yang di belakang (dunia).
Manusia tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
8. Kursi Allah meliputi langit dan bumi.
“Kursi” disini adalah sesuatu yang agung yang tidak terjangkau oleh akal manusia memahaminya secara pasti.
Sebagian ulama menafsirkan, maksud “kursi” adalah ilmu-Nya atau kekuasaan-Nya.”
9. Allah tidak merasa berat/sulit memelihara langit dan bumi.
10. Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
👑Ini baru yang terdapat dalam satu ayat. Sedangkan dalam Al Quran tersebar banyak ayat-ayat tentang Allah. Sampai-sampai dalam mushaf Al Quran, jika kata “الله” atau kata “Rabb” atau seluruh kata ganti bagi Allah, ditandai dengan warna merah, maka setiap halaman mushaf Al Quran tidak akan luput dari kata-kata Allah (dan seluruh kata ganti-Nya). Dan dalil wahyu ini adalah dalil terkuat dalam mengenal/mempelajari tentang Allah, karena Allah sendiri Yang menyebutkan/menerangkan tentang diri-Nya.
Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:
… وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلا
“… Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah ?” (QS. An Nisaa’ : 122)
📒b. Dalil ‘Aqliy.
Dalil aqliy adalah dalil (bukti) akal.
Yakni bahwa akal manusia itu pada dasarnya pastilah akan mengakui bahwa Tuhan seluruh alam semesta raya ini tak lain hanyalah Allah SWT.
Sebuah riwayat menyebutkan bahwa seorang penggembala ditanya tentang bagaimana ia membuktikan bahwa Allah itu ada. Maka si penggembala berkata, “Jika di tanah ada bekas tapak-tapak kaki onta, maka berarti ada onta yang telah lewat di tanah itu. Maka bagaimana pula dengan bekas-bekas ciptaan Allah di setiap penjuru yang sangat banyak ini ?  Tentu mudah membuktikan bahwa Allah itu ada.”
👑Tidaklah mungkin seluruh alam semesta ini terjadi dengan sendirinya, kecuali ada Yang Menciptakannya. Ialah Allah ‘Azza wa Jalla, Dzat Yang kekuasaannya tiada terbatas, Sang Pencipta bumi, langit, beserta segala isinya. Maka Ialah satu-satunya Dzat yang berhak disembah dan dipertuhan oleh seluruh makhluk termasuk manusia.
Firman Allah dalam Al Quran:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran : 190)
Juga firman Allah:
سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِى ٱلْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”  (QS. Fushshilat : 53)
Demikianlah, akal manusia itu pada kesadaran yang terdalam akan mengenali dan mengakui tentang ketuhanan Allah SWT.
📒3. Manfaat/hasil dari ma’rifatullaah.
(Bersambung)
🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
✅ Sebarkan! Raih pahala

Kumpulan Hadits-Hadits Shahih Tentang Shaum dan Ramadhan (Bag. 1)

๐Ÿ“† Senin,  1 Ramadhan 1437 H / 6 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.

๐Ÿ“‹  *Kumpulan Hadits-Hadits Shahih Tentang Shaum dan Ramadhan (Bag. 1)*
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

  Ini adalah risalah kecil tentang kumpulan hadits-hadits shahih seputar puasa (shaum) dan bulan Ramadhan, dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Pentingnya risalah ini adalah sebagai bahan referensi yang bisa dijadikan sandaran terpercaya dalam mengamalkan ajaran agama; khususnya tentang shaum dan Ramadhan. Selain itu, ini merupakan upaya meredam kebiasaan sebagian umat Islam, baik kaum terpelajar dan orang awam, yang sering menyampaikan hadits-hadits tentang shaum dan Ramadhan tanpa memberitahukan, atau tanpa mau tahu, tentang dari siapakah hadits itu berasal? Terlebih lagi bagaimana otentitas hadits tersebut;  shahih atau dhaif?

  Hendaklah seorang muslim lebih perhatian dengan pengamalan hadits-hadits shahih. Sebab, kesibukkan dengan hadits-hadits shahih akan dapat mengurangi tersebarnya hadits-hadits dhaif di tengah umat Islam.

  Berikut ini adalah kumpulan hadits-hadits shahih tersebut, sejauh yang bisa kami kumpulkan. Selain itu, kami juga tambahkan seperlunya atsar shahih dari para sahabat dan tabiโ€™in. Kami yakini upaya ini masih sangat memerlukan tambahan di sana sini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Tabaraka wa Taโ€™ala.                                                                                            
1โƒฃ *Berpuasa karena melihat hilal, berhari raya juga karena melihat hilal, jika tertutup awan maka genapkan hingga tiga puluh hari*

  Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุตููˆู…ููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุบูุจู‘ููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุฃูŽูƒู’ู…ูู„ููˆุง ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ

  Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu   maka sempurnakan bilangan Syaโ€™ban sampai tiga puluh hari. (HR. Bukhari No. 1909)

  Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ููŽุตููˆู…ููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุฃูุบู’ู…ููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑููˆุง ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ

  Maka berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, lalu jika kalian terhalang maka ditakarlahlah sampai tiga puluh hari. (HR. Muslim No. 1080, 4)

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ุชูุณู’ุนูŒ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููˆู†ูŽ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุตููˆู…ููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑูŽูˆู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชููู’ุทูุฑููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑูŽูˆู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุบูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑููˆุง ู„ูŽู‡ู

  Sesungguhnya sebulan itu 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihatnya (hilal), dan janganlah kalian berhari raya sampai kalian melihatnya, jika kalian terhalang maka takarkan/perkirakan/hitungkanlah dia. (HR. Muslim No. 1080, 3)

2โƒฃ *Berpuasa Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ูˆู…ู† ุตุงู… ุฑู…ุถุงู† ุฅูŠู…ุงู†ุง ูˆุงุญุชุณุงุจุง ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡

            “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab,  maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802)

            Makna โ€˜diampuninya dosa-dosa yang laluโ€™ adalah dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa besar โ€“seperti membunuh, berzina, mabuk, durhaka kepada orang tua, sumpah palsu, dan lainnya- hanya bias dihilangkan dengan tobat nasuha, yakni dengan menyesali perbuatan itu, membencinya, dan tidak mengulanginya sama sekali.  Hal ini juga ditegaskan oleh hadits berikut ini.

3โƒฃ  *Diampuni dosa di antara Ramadhan ke Ramadhan*

            Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

 ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุงุชูŒ ู„ูู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ
       
  โ€œShalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.โ€ (HR. Muslim No. 233)

4โƒฃ  *Shalat pada malam Lailatul Qadar menghilangkan dosa-dosa yang lalu*

        Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 ู…ู† ู‚ุงู… ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ ุฅูŠู…ุงู†ุง ูˆุงุญุชุณุงุจุงุŒ ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡

            “Barang siapa yang shalat

malam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan  ihtisab (mendekatkan diri kepada Allah) , maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 35, 38, 1802)

5โƒฃ *Shalat malam (tarawih) Pada Bulan Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu*

            Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุงุŒ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู.

            “Barang siapa yang shalat malam pada Ramadhan karena iman dan  ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37 1904, 1905)

6โƒฃ *Dibuka Pintu Surga, Dibuka pinta Rahmat, Ditutup Pintu Neraka, dan Syetan dibelenggu*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู† ููุชู‘ูุญูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุบูู„ู‘ูู‚ูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตููู‘ูุฏูŽุชู’ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†

            “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim No. 1079)

            Dalam hadits lain:

ุฅุฐุง ูƒุงู† ุฑู…ุถุงู† ูุชุญุช ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุฑุญู…ุฉุŒ ูˆุบู„ู‚ุช ุฃุจูˆุงุจ ุฌู‡ู†ู…ุŒ ูˆุณู„ุณู„ุช ุงู„ุดูŠุงุทูŠู†

                “Jika bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dirantai.” (HR. Muslim No. 1079)

7โƒฃ  *Allah Taโ€™ala Langsung Membalas Pahala Puasa*
Firman Allah Taโ€™ala dalam hadist Qudsi :

ูƒูู„ู‘ู ุนูŽู…ูŽู„ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูŽุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู„ููŠุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠ ุจูู‡ู

โ€œSetiap amalan anak Adam itu adalah (pahala)  baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.โ€ (HR. Bukhari No. 1795, Muslim No. 1151, Ibnu Majah No. 1638, 3823, Ahmad No. 7494, Ibnu Khuzaimah No. 1897, Ibnu Hibban No. 3416)

8โƒฃ  *Disediakan Pintu Ar Rayyan bagi orang yang puasa*

Haditsnya:

ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุจูŽุงุจู‹ุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู‘ูŽุงู†ู ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุฃูุบู’ู„ูู‚ูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ

โ€œSesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, dan tidak ada yang memasuki melaluinya kecuali mereka. Dikatakan: โ€œMana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri, dan tidak ada yang memasukinya seorang pun kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup, dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melaluinya.โ€ (HR. Bukhari No. 1797, 3084, Muslim No. 1152, At Tirmidzi No. 762, Ibnu Majah No. 1640)

9โƒฃ *Bau mulut orang puasa lebih Allah Taโ€™ala cinta di banding kesturi*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam:

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู„ูŽุฎูู„ููˆูู ููŽู…ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑููŠุญู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู

โ€ฆ Demi Yang Jiwa Muhammad ada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa lebih Allah cintai  dibanding bau misk (kesturi) โ€ฆโ€  (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)

๐Ÿ”Ÿ *Dua kebahagiaan bagi orang berpuasa*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam:

 ู„ู„ุตุงุฆู… ูุฑุญุชุงู† ูŠูุฑุญู‡ู…ุง: ุฅุฐุง ุฃูุทุฑ ูุฑุญุŒ ูˆุฅุฐุง ู„ู‚ูŠ ุฑุจู‡ ูุฑุญ ุจุตูˆู…ู‡

โ€œBagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan  ketika berjumpa Rabbnya bahagia karena puasanya.โ€ (HR. Bukhari No. 1805, 7054. Muslim no. 1151. At Tirmidzi No. 766. An Nasaโ€™i No. 2211, 2212, 2213, 2215, 2216. Ibnu Majah No. 1638. Ad Darimi No. 1769. Ibnu Hibban No. 3423. Al Baihaqi dalam As Sunan No. 7898. Ibnu Khuzaimah No. 1896. Abu Yaโ€™la No. 1005. Ahmad No. 4256, dari Ibnu Masโ€™ud. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 10077. Abdurrazzaq No. 7898)

๐Ÿ”ธBersambung ๐Ÿ”ธ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Hafalin Nasab Nabi Kita Yuks

📆Selasa, 02 Ramadhan 1437 H/ 07 Juni 2016
📘Sirah
📝 Ustadz DR. Wido Supraha
📖 HAFALIN NASAB NABI KITA YUKS
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Brother and Sista,
Kita gak pernah ketemu Nabi Muhammad Saw, tapi kerinduan kita begitu memuncak untuk melihat dirinya, bahkan duduk-duduk di Jannah bersama Sang Pilihan Allah (Al-Musthafa) itu, yang dilahirkan dari Bani Hasyim, dari Suku Quraisy, dari keturunan Kinanah, dari Khuzaimah, dari keturunan Ismail a.s.
Sungguh, jiwa dan raga kita siap kita wakafkan untuk melaksanakan tugas suci nan mulia yang dipesankan beliau, semata-mata agar kita menerima permohonan syafaatnya pada Syafā’atul ‘Uzma. Ya, dialah Utusan Allah yang juga memiliki banyak nama dan gelar seperti Ahmad, al-Māhi, al-‘Āqib, al-Hāsyir, al-Muqaffi, Nabi ar-Rahmah, Nabi at-Taubah, Khataman Nabiyyīn, dan tentunya ‘Abdullāh (Hamba Allah). Tentunya hal ini di luar pensifatan Allah atas diri beliau: Rāsul, Nabi, Ummiy, Syāhid, Mubasyir, Da’i ilallah bi idznihi, Sirājun Munīr, Ra’ūfur Rahīm, Mudzakkir, ash-Shādiq, al-Mashdūq, Sayyidu waladi Ādam, Sayyidul Mursalīn, Al-Amīn, Al-Musthafā. Sehingga beliau terkadang disebut-Nya sebagai rahmah, ni’mah, dan hādi“
Kalau begitu yuks kita hafalkan nasabnya. Insya Allah mudah kok. Kita baca, hafalkan dan ulangi bersama-sama ya. Semoga mengalir fadhilah kepada kita semuanya.
Teladan kita ini adalah anak dari ‘Abdullāh bin ‘Abdul Muththalib bin Hāsyim bin ‘Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghālib bin Fihr bin Mālik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhār bin Nizār bin Ma’ad bin Adnān.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Adab Murid Terhadap Guru

📆Senin, 01 Ramadhan 1437 H/ 06 Juni 2016
📘Akhlak
📝Ustadzah Kingkin Anida
📖 ADAB MURID TERHADAP GURU
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Bagaimana hari ini sikap murid murid terhadap guru mereka? bila mereka meremehkan guru, tidak menghormati mereka, atau membicarakan keburukan keburukannya, mungkin ini hasil pendidikan (rumah-sekolah) atau peran lingkungan atau kebijakan system pemerintahan.
Alangkah baiknya kita semua mulai membuka kitab lama, adakah hal hal berikut tersampaikan? Misalnya:
🚷 Tidak berjalan di depan gurunya.
⛔ Tidak duduk di tempat/kursi gurunya.
📵 Tidak memulai bicara padanya kecuali dengan izin guru.
📵 Tidak berbicara di hadapan guru saat guru sedang menyampaikan ilmu.
📛 Tidak bertanya sesuatu bila guru sedang capek atau bosan.
🔙 Harus menjaga waktu, jangan mengetuk pintunya, tapi menunggu sampai guru keluar
💌 Seorang murid harus mendapat kerelaan hati guru, harus menjauhi hal-hal yang menyebabkan guru marah, mematuhi perintahnya asal tidak bertentanngan dengan agama
🔮 Termasuk menghormati guru adalah juga dengan menghormati putra-putra guru, dan sanak kerabat guru
💔 Jangan menyakiti hati seorang guru karena ilmu yang dipelajarinya akan tidak berkah
Menurut Syeikh Ahmad Nawawi, adab murid terhadap guru antara lain :
🎌 Murid harus taat kepada guru terhadap apa yang diperintahkan didalam perkara yang halal.
🎌 Murid harus menghormati guru
🎌 Mengucapkan salam ketika bertemu dengan guru, karena perilaku itu bisa membuat guru senang
🎌 Ketika murid bertemu guru di tepi jalan, hendaklah murid menghormati guru dengan berdiri dan berhenti
🎌 Murid hendaknya menyiapkan tempat duduk guru sebelum guru datang
🎌 Ketika duduk di hadapan guru harus sopan seperti ketika sedang sholat yaitu dengan menundukkan kepala
🎌 Murid harus memperhatikan penjelasan guru
🎌 Murid jangan bertanya ketika guru sedang lelah
🎌 Ketika duduk dalam suatu majelis pelajaran, murid hendaklah tidak menolah-noleh ke belakang
🎌 Murid jangan bertanya kepada guru tentang ilmu yang bukan di bidangnya atau bukan ahlinya
🎌 Murid harus memperhatikan penjelasan guru dan mencatatnya untuk mengikat ilmu agar tidak mudah hilang
🎌 Murid harus berprasangka baik terhadap guru
Semua ini penting diketahui murid, karena jika seorang murid menghormati guru, maka ilmu yang diperoleh bisa manfaat.
Seorang penyair berkata: “Sesungguhnya guru dan dokter keduanya tidak akan menasihati kecuali bila dimuliakan. Maka rasakan penyakitmu jika tidak menuruti dokter, dan terimalah kebodohanmu bila kamu membangkang pada guru.”
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Kalau Cinta Katakanlah! Surga Bagimu

๐Ÿ“† Ahad, 29 Sya’ban 1437H / 05 Juni 2016

๐Ÿ“š *Muamalah*

 ๐Ÿ“ *Ust. Farid Nu’man Hasan*

 ๐Ÿ“‹ *Kalau Cinta Katakanlah! Surga Bagimu*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

โฃ Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu bercerita:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽู…ูŽุฑู‘ูŽ ุจูู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูู‰ ู„ุฃูุญูุจู‘ู ู‡ูŽุฐูŽุง. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ยซ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ุชูŽู‡ู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽุนู’ู„ูู…ู’ู‡ู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู„ูŽุญูู‚ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูุญูุจู‘ููƒูŽ ููู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู.
ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽู†ูู‰ ู„ูŽู‡ู.

Bahwa ada seorang laki-laki sedang bersama Nabi ๏ทบ, lalu lewatlah seorang laki-laki di hadapannya. Maka, dia berkata: โ€œWahai Rasulullah, saya benar-benar mencintai orang itu.โ€

Maka Nabi ๏ทบ berkata kepadanya: โ€œApakah kamu sudah memberitahu dia?โ€

Dia menjawab: โ€œBelum.โ€ Nabi bersabda: โ€œBeritahu dia!โ€ Lalu dia   menghampiri laki-laki itu dan berkata: โ€œAku mencintaimu karena Allah.โ€

Laki-laki itu menjawab: โ€œSemoga Allah mencintaimu, lantaran cintamu kepadaku karenaNya.โ€ (HR. Abu Daud No. 5127, Ibnu Hibban No. 571, Ahmad No. 12430. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani)

Cinta karena Allah ๏ทป yaitu cinta didasari oleh Islam, aqidah dan ukhuwah, bukan karena hartanya, sukunya, almamaternya, bisnisnya, kekayaannya, dan penampilannya.

Semua ini fana, maka cintanya pun akan fana. Sebaliknya, cinta karena Allah ๏ทป akan melanggengkan para pecinta sampai mereka di surga nanti, kekal dan abadi.

โฃ Abu Hurairah Radhiallahu berkata, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ูŠูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูููŠ ุธูู„ู‘ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ูู‡ู

Ada tujuh golongan manusia yang akan Allah berikan perlindungan pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dariNya (maksudnya hari kiamat) : …….. (salah satunya adalah)

ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ุชูŽุญูŽุงุจู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู„ู‡ู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

Dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karenaNya dan berpisah pun karenaNya. (HR. Al Bukhari No. 660)

โฃ Abdullah bin Masโ€™ud Radhiallahu โ€˜Anhu bercerita, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah ๏ทบ :

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูƒูŽูŠู’ููŽ ุชูŽู‚ููˆู„ู ูููŠ ุฑูŽุฌูู„ู ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุญูŽู‚ู’ ุจูู‡ูู…ู’ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ? ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ

  Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang mencintai kaum padahal dia belum pernah berjumpa dengan kaum itu? Rasulullah menjawab: โ€œSeseorang akan hidup bersama orang yang dicintainya.โ€ (HR. Al Bukhari No. 6169)

Imam Ibnu Baththal Rahimahullah menjelaskan:

ูุฏู„ ู‡ุฐุง ุฃู† ู…ู† ุฃุญุจ ุนุจุฏู‹ุง ูู‰ ุงู„ู„ู‡ ูุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุฌุงู…ุน ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู†ู‡ ูู‰ ุฌู†ุชู‡ ูˆู…ุฏุฎู„ู‡ ู…ุฏุฎู„ุฉ ูˆุฅู† ู‚ุตุฑ ุนู† ุนู…ู„ู‡ ุŒ ูˆู‡ุฐุง ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ : ( ูˆู„ู… ูŠู„ุญู‚ ุจู‡ู… ) ูŠุนู†ู‰ ูู‰ ุงู„ุนู…ู„ ูˆุงู„ู…ู†ุฒู„ุฉ

Hadits ini menunjukkan bahwa manusia yang mencintai seorang hamba karena Allah, maka Allah akan mengumpulkan antara dia dan orang yang dicintainya itu di surgaNya, dia akan dimasukan ke dalamnya walau amal dia sedikit dibanding amal orang tersebut. Inilah maksud dari perkataannya (padahal dia belum pernah berjumpa dengan kaum itu) yakni dalam amal dan kedudukannya. (Syarh Shahih Al Bukhari, 9/333)

  Maka, cintailah orang-orang yang benar lagi jujur, shalih,  syuhada,  ulama, dan paling utama adalah Rasulullah ๏ทบ, keluarganya, dan para sahabat-sahabatnya.  Walau kita masih jauh untuk seperti mereka, tapi mencintai mereka adalah bagian dari ketaatan atas perintah  Allah dan RasulNya.

โฃ Allah Taโ€™ala berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุฏู‘ููŠู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ ูˆูŽุญูŽุณูู†ูŽ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุฑูŽูููŠู‚ู‹ุง

  Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An Nisa: 69)

Semoga Allah ๏ทป tumbuhkan rasa cinta kita kepada orang-orang shalih, betah bersama mereka, dan bisa mengikuti jejak keshalihan mereka. Amiin.

Wallahu Aโ€™lam.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Tazkirah Ramadan

๐Ÿ“† Ahad, 29 Sya’ban 1437H / 05 Juni 2016

๐Ÿ“š *Motivasi*

 ๐Ÿ“ *Ust. Abdullah Haidir Lc.*

 ๐Ÿ“‹ *Tazkirah Ramadan*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Ramadan Sudah Dekat, ada beberapa hal untuk saling mengingatkan;

โฃ *1. Jangan tunggu saat berbuka di depan televisi*

Saat-saat berbuka adalah saat-saat yang indah, apakah untuk tilawah atau zikir dan doa, ataukah untuk bercengkrama dengan keluarga… tontonan televisi dapat membuyarkan itu semua….

โฃ *2. Hati2 dengan agenda buka bersama*

Buka bersama adalah budaya yang baik untuk menghangatkan hubungan.

Namun harus selektif, kalaupun hadir, usahakan terhindar dari kemungkaran dan jangan sampai meninggalkan shalat berjamaah dan shalat taraweh…

Bagaimana teknisnya, silakan diatur masing-masing.

Ingat….
Ramadan bukan hanya syahrushshiyam…bulan puasa….tapi juga syahrul qiyam….bulan qiyamullail…taraweh.

Sebagaimana kita tidak ingin ada hari yang puasanya terlewat…mestinya kita juga tidak sudi ada malam yang qiyamnya terlewat….

โฃ *3. Menu hidangan berbuka*

Sedapat mungkin bersikap wajar dalam hidangan berbuka.

Buka puasa bukan saatnya melampiaskan nafsu makan yang tertunda sejak pagi…

Baik secara syar’i, kesehatan, ekonomi dan sosial, berbuka secara berlebihan adalah tidak baik.

Upayakan ikuti sunah dalam berbuka, jika ada ruthab (kurma setengah masak), makanlah ruthab terlebih dahulu.
Jika tidak ada, makanlah kurma terlebih dahulu.

Jika tidak ada, minumlah air bening….sebagaimana Nabi shallallahu alaih wa sallam melakukan hal itu.

Kendali diri salah satunya justru ditentukan saat berbuka.

โฃ *4. Bersiaplah berbagi*

Betapa besar anjuran berbagi di bulan Ramadan.

Rasulullah saw yang sudah dikenal paling dermawan, lebih dermawan lagi jika sudah masuk Ramadan.

Di samping hal ini akan semakin melengkapi Ramadan kita, tidak hanya membangun hubungan terbaik kepada Allah, tapi juga membangun hubungan terbaik kepada sesama…

โฃ *5. Persiapan lebaran*

Jangan sampai memalingkan kita dari amaliah Ramadan…
Justeru semakin menjelang akhir Ramadan, harus semakin tinggi frekwensi ibadahnya…. hingga dianjurkan i’tikaf.

Wallahu a’lam bishshawab…

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kendala dan Solusi Keluarga Muslim dalam Mewujudkan Shaum yang Berkualitas

๐Ÿ“† Sabtu, 28 Sya’ban 1437H / 04 Juni 2016

๐Ÿ“š *KELUARGA & TARBIYATUL AULAD*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustzh. DR. Hj. Aan Rohanah, Lc , M.Ag*

๐Ÿ“ *Kendala dan Solusi Keluarga Muslim  dalam Mewujudkan Shaum yang Berkualitas*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Banyak faktor yang menjadi kendala bagi keluarga muslim dalam mewujudkan shaum yang berkualitas. Kendala tersebut jangan dibiarkan terulang bertahun- tahun tanpa solusi, harus ada solusi yang bisa mengatasinya. agar setiap tahun selalu bisa mewujudkan shaum yang kualitasnya lebih baik.

๐Ÿ“Œ Kendala yang biasa dihadapi oleh keluarga muslim dalam mewujudkan shaum yang berkualitas diantaranya , adalah:
_1. Repot mengurus anak-anak balita._
_2. Ibu yang sedang hamil dan menyidam._
_3. Ibu yang sedang haid._
_4. Banyak pekerjaan rumah tangga, apalagi jika pembantu pulang kampung._
_5. Pulang mudik untuk lebaran._
_6. Persiapan lebaran disepuluh  hari terakhir._

Keluarga muslim harus bisa mengatasi dan harus yakin bahwa banyak solusi yang bisa didapatkan untuk menghindar dari berbagai  kendala tersebut.   Karena Allah telah berfirman:

ูุงู† ู…ุน ุงู„ุนุณุฑ ูŠุณุฑุง . ุงู† ู…ุน ุงู„ุนุณุฑ ูŠุณุฑุง.

Artinya: Maka sesungguhnya ( disetiap ) kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya (disetiap ) kesulitan ada kemudahan”.
QS. Al Insyiroh (94) : 5 -6

Ayat tersebut diungkapkan 2x untuk memantapkan keyakinan keluarga muslim bahwa setiap kendala pasti ada solusinya jika mau menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh.

Banyak solusi yang bisa didapatkan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut , diantaranya adalah:

๐ŸŒธ *_1. Solusi terhadap Kendala anak balita_*
a. bersama keluarga lain membuat day care di sekitar aktifitas amal shaleh ayah dan ibu.
b. Memberikan kesibukan kepada anak-anak dengan permainan yang tidak berbahaya disamping ayah dan bunda yang sedang beramal shaleh.
c. Sesama anggota keluarga bersepakat bergantian menjaga anak -anaknya.
d. penugasan kepada anak yang sudah besar untuk menjaga adiknya.
e.  Ibu dan ayah harus siap dan ikhlas untuk beramal shaleh sambil menjaga anak- anak mereka.
f. gunakan waktu istirahat dan waktu main mereka untuk beramal shaleh.

๐Ÿ€ *_2. Solusi dari kendala hamil dan menyidam_*
a. Niat beramal shalehnya harus meningkat menjadi tekad/ al’azmu.
 b. Bersungguh – sungguh / bermujahadah dalam melawan malas, lemas, mual, dan pusing untuk tetap beraktivitas amal shaleh.
c. Bertekad untuk mewariskan sifat- sifat terpuji bagi janin yang ada dalam rahimnya.
d. Berusaha untuk mengejar target yang sudah ditentukan.
e. Meyakini bahwa perjuangan mewujudkan generasi imaamul muttaqin berawal dari masa hamil.
f. Berjamaah dengan yang lain dalam aktifitas amal shaleh .

๐ŸŒท *_3.Solusi bagi ibu yang sedang  haidh_*
a. Harus tetap istiqomah dalam amal- amal  shaleh yang diperbolehkan.
b. Berkhidmat kepada keluarga yang akan beramal shaleh.
c. Membantu dan meringankan pekerjaan anggota keluarga yang lain
d. Menyiapkan buka dan sahur untuk orang yang berpuasa.
e. Memberikan buka puasa kepada tetangga atau jamaah di masjid.
f. Menghidupkan malam dengan zikir, murojaah hafalan quran,  istighfar, shalawat dan doa.

๐Ÿ’ *_4. Solusi dari kendala pulang kampung._*
a. Berusaha untuk Istiqamah
b. Diatur waktu pulangnya yang tidak menganggu ibadah 10 hari terakhir terutama malam lailatul qadar.
c. Menejmen waktu yang baik sehingga tidak ada ibadah yang tertinggal.
d. Dalam perjalanan banyak membaca alquran atau menyimak tilawah quran (dari hp, mp3, vcd dll ) ,  berzikir, beristighfar, bershalawat dan berdoa.

๐ŸŒธ *_5.Solusi dari  Kendala pekerjaan rumah_*
a. Menggunakan prinsip efektif dan efisien.
b. Menejmen waktu yang baik.
 c. Memberlakukan skala prioritas.
d. Ada pembagian tugas dan pekerjaan
e. Menegakkan hak-hak ukhuwwah , saling membantu, dan saling meringankan beban.

๐Ÿ€ *_6. Solusi dari kendala persiapan lebaran._*
a. Memahami bahwa persiapan lebaran adalah sunnah, sedangkan istiqomah di 10 hari terakhir wajib dan amal yang wajib tidak boleh dikalahkan oleh amal yang sunnah.
b. Melakukan persiapan lebaran yang praktis saja.
c. Ada yang bisa dilakukan sebelum datangnya Romadhan seperti membeli baju lebaran.
d. I’tikaf di masjid.

Semoga bermanfaat, fastabiqul khairoot !

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Mewujudkan Shaum yang Berkualitas bagi Keluarga Muslim

๐Ÿ“† Sabtu, 28 Sya’ban 1437H / 04 Juni 2016

๐Ÿ“š *KELUARGA & TARBIYATUL AULAD*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustzh. DR. Hj. Aan Rohanah, Lc , M.Ag*

๐Ÿ“ *Mewujudkan Shaum yang Berkualitas bagi Keluarga Muslim*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ ๐ŸŒธ

Hanya dengan shaum yang berkualitas seorang hamba bisa mendapatkan seluruh keutamaan Romadhan dan keutamaan shaumnya. Sehingga tidak termasuk orang yang diharamkan dari kebaikan yang ada di bulan Romadhan. Rasulullah bersabda:

ูุงู† ุงู„ุดู‚ู‰ ู…ู† ุญุฑู… ููŠู‡ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆ ุฌู„

  Artinya : ” sesungguhnya orang yang sengsara adalah orang yang ketika di bulan Romadhan diharamkan dari rahmat Allah SWT. “

Shaum yang berkualitas bukan shaum yang hanya meninggalkan makan dan minum saja, tetapi shaum yang berkualitas adalah meninggalkan semua bentuk napsu yang dilarang oleh Islam dan mengiringinya dengan berbagai bentuk kebaikan  yang dilandasi oleh  keikhlasan dan sesuai dengan ajaran Islam. Ulama fiqih sering menyebutnya dengan shaumu khushuushil khushush.

Ayah dan ibu di tengah kesibukannya menyelesaikan kewajiban rumah tangga,  tetap bisa mewujudkan shaum yang berkualitas sebagaimana telah dilakukan keluarga Rasulullah, keluarga para sahabat dan keluarga para salafush shaleh.  Kita semua berharap setiap tahun bisa mewujudkan shaum di bulan Romadhan lebih berkualitas dari pada tahun2 sebelumnya. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk mewujudkannya.

Adapun kiat mewujudkan shaum yang berkualitas adalah sebagai berikut:

๐Ÿ€1. Memiliki persepsi dan pemahaman yang benar tentang kemuliaan dan keutamaan Romadhan.

๐Ÿ€2. Iman yang kuat yang dapat menumbuhkan kecintaan dan kegemaran dalam beramal shaleh serta menumbuhkan kekuatan untuk bisa mengatasi semua rintangan.

๐Ÿ€3. Niat yang ikhlas untuk mewujudkan shaum yang berkualitas secara istiqamah sejak awal hingga akhir Romadhan.

๐Ÿ€4. Banyak berdoa kepada Allah memohon kemudahan , kesehatan, dan  pertolongan Nya.

๐Ÿ€5. Bersungguh- sungguh/ bermujahadah. Allah berfirman:

ูˆุงู„ุฐูŠู† ุฌุงู‡ุฏูˆุง ููŠู†ุง ู„ู†ู‡ุฏูŠู†ู‡ู… ุณุจู„ู†ุง
Artinya:
” Dan orang- orang  yang bersungguh- sungguh di jalan Kami niscaya Kami berikan kepada petunjuk untuk selalu berada di jalan Kami”. QS Al ‘Ankabut (29) : 69

๐Ÿ€6. Memiliki target amal shaleh yang jelas.

๐Ÿ€7. Membuat jadwal kegiatan / amalan sehari-hari.

๐Ÿ€8. Disiplin dengan jadwal agar bisa mencapai target amal yang sudah ditentukan.

๐Ÿ€9. Evaluasi terhadap amalan hariannya apakah sudah sesuai  jadwal dan apakah bisa mencapai target.

๐Ÿ€10. Saling tolong menolong dan bekerjasama dalam kebaikan.

๐Ÿ€11. Bersegera dalam kebaikan dan tidak menunda.

๐Ÿ€12. Menghidupkan jiwa berlomba dalam kebaikan pada seluruh anggota keluarga.

๐Ÿ€13. Memberlakukan skala prioritas:
a. mendahulukan yang wajib dari pada yang sunnah,
b. mendahulukan yang pahalanya lebih besar,
c. mendahulukan yang lebih besar manfaatnya dan
d. mendahulukan yang lebih penting.

๐Ÿ€14. Menyelesaikan kegiatan rumah tangga dengan efisien dan efektif.

๐Ÿ€15. Mewujudkan rumah sebagai lingkungan yang Islami.

๐Ÿ€16. Mengkondisikan keluarga pada persepsi yang sama tentang romadhan dan saling berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran.

Semoga bermanfaat, fastabiqul khairoot!

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Keteguhan Dibalik QS Al Qalam 68: 2-3

📆Sabtu, 28 Sya’ban 1437H/ 04 Juni 2016
📗Al-Qur’an
📝 Ustadz Noorahmat
📖 *Keteguhan Dibalik QS Al Qalam 68: 2-3*
========================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Alhamdulillah….
Adik-adik…
Hari ini kita coba kaji bagian pembuka dari salah satu surat di Juz 29. Surat Al Qalam yang merupakan salah satu surat yang diturunkan di Makkah (Makkiyyah) yang kalau adik-adik buka di mushaf utsman terdapat di halaman 564.
Suatu ketika… Rasulullah SAW ditimpa kegalauan ketika aktifitas beliau mensyiarkan nilai-nilai Tauhid justru ditanggapi orang-orang musyrik Makkah dengan menganggap bahwa Rasulullah SAW merupakan seorang yang gila atau kerasukan syaithan [1]. Maka kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat kedua dan ketiga dari Surat Al Qalam ini…
مَآ أَنتَ بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُونٍ۬, وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٍ۬.
Dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila. Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. (68: 2-3)
Maksud dari Firman Allah Azza wa Jalla pada ayat kedua adalah bahwa Rasulullah SAW bukanlah orang gila sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang bodoh dari kaum Quraisy. Mereka mendustakan apa yang beliau bawa berupa hidayah (petunjuk) yang jelas dan membuat mereka akhirnya menganggap beliau sebagai orang gila. [2] Jadi adik-adik… Allah Azza wa Jalla bersumpah dengan Qalam dan Kitab yang ditulis untuk membuka pintu pengajaran, karena Allah Ta’ala tidak bersumpah kecuali untuk urusan-urusan yang besar. Disini Allah Aza wa Jalla menjelaskan *muqsam ‘alaih* ( _isi sumpah_ ) itu: “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidaklah gila seperti yang mereka sangkakan. Allah telah mengkaruniakan kepada beliau kenabian, keistimewaan akal dan kemuliaan akhlak”. Setelah itu Allah Ta’ala menjelaskan beberapa ni’mat-Nya kepada beliau diantaranya berupa ganjaran yang besar dan pahala yag banyak serta tidak akan terputus _[tak terhitung banyaknya]_ karena beliau menyampaikan risalah Allah Azza wa Jalla kepada makhluk-Nya, termasuk karena keshabaran beliau dalam menghadapi gangguan dan keteguhan beliau menghadapi musibah. [4] Dari kedua ayat tersebut….kita bisa mengambil beberapa hikmah dari akhlak beliau yang bisa kita aplikasikan dalam keseharian sebagai seorang pemuda muslim yang mengidolakan Rasulullah SAW sebagai teladan kehidupan kita…
1. Rasulullah SAW *mempraktikkan* apa yang diwahyukan Allah SWT kepada beliau. Beliau tidak sekedar tahu, tapi beliau juga mengaplikasikannya dalam keseharian. Itulah mengapa beliau SAW disebut sebagai Al Qur’an berjalan. Karena tiada satu wahyu-pun yang tidak beliau fahami dan semua dipraktikkan dalam keseharian dalam bentuk keteladanan bagi kita semua hingga akhir zaman.
2. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal *keyakinan* kepada Allah Azza wa Jalla. Beliau yakin dengan tugas yang Allah Ta’ala berikan. Dan beliau pantang menyerah dalam melaksanakan amanah tersebut. Meski beliau dianggap gila atau kerasukan syaithan…tetap saja beliau komitmen dalam mengemban tugas sebagai Rasulullah. Demikian pula dengan kita. Komitmen dengan nilai-nilai Islam dan menyampaikannya kepada kawan-kawan kita dalam bentuk keteladanan. Jangan justru kita yang terpengaruh J
3. Rasulullah SAW *hanya mengharapkan* keridhaan Allah Ta’ala dan tidak mengharapkan balasan dari yang lain. Maka dari itu, kita pun harus menjadikan orientasi tertinggi kita adalah Ridha Allah Ta’ala, bukan Ridha yang selain-Nya…. (apalagi Ridho Irama….nggak nyambung nanti 😅)
4. Rasulullah SAW *sangat bershabar* ketika menghadapi kesulitan. Maka kita semua harus bershabar dalam memperjuangkan tegaknya nilai Islam. Keshabaran itu bukan nrimo atau terima apa adanya lho ya….tapi shabar itu juga bermakna berjuang melakukan perubahan dengan sebesar-besarnya kemampuan dan potensi yang kita miliki.
5. Rasulullah SAW senantiasa *bertoleransi* terhadap siapun di sisi beliau, Beliau selalu memperhatikan siapa saja yang ada di sekitar beliau. Kesalahan mereka akan diluruskan belau dengan penuh kelembutan dan sesuai dengan kondisi dan kapasitas masyarakat yang Rasulullah SAW hadapi. Tapi ingat ya adik-adik….semua beliau lakukan dalam upaya mendidik ummat manusia menjadi lebih baik dari segala sisinya.
6. Rasulullah SAW senantiasa *mempraktikkan keadilan*. Baik terhadap kawan maupun lawan. Beliau tidak langsung marah ketika disebut sebagai orang Gila. Inilah yang membuat beliau semakin disegani oleh kawan maupun kawan. Karena sikap beliau sangat terukur dan terjaga serta tidak serampangan. Coba bayangkan bila saat itu Rasulullah SAW langsung angkat pedang menunjukkan kemarahan….bisa jadi kita tidak pernah mengenal Islam…
7. Rasulullah SAW *penuh kepatuhan* kepada Allah Azza wa Jalla. Inilah yang menjadikan beliau sebagai yang utama diantara seluruh Nabi dan Rasul. Karena seluruh sikap beliau menunjukkan kepatuhan tingkat tertinggi kepada kehendak Allah Azza wa Jalla. Tidak pernah sekalipun beliau menselisihi perintah Allah ta’ala. Maka sampai diamanakah keta’atan kita kepada Allah Rabb Semesta Alam?
Barakallahu fiikum ajma’iin
 
————-
*Maraji*
*[1]* Riwayat Ibnu Mundzir dari Ibnu Juraij sebagaimana dituliskan dalam kitab Lubabun Nuqul
*[2]* AlMisbah Al Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Katsir
*[3]* Tafsir At Tabari
*[4]* Ibid.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala…..