Kesungguhan Menghadapi Ramadhan

📆 Ahad, 01 Sya’ban 1437H / 8 Mei 2016

📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ust. Umar Hidayat M. Ag.

📝 Kesungguhan Menghadapi Ramadhan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Materi sebelumnya bisa dilihat di link berikut:

http://www.iman-islam.com/2016/05/kesungguhan-menghadapi-ramadhan.html

🌷Bagaimana dengan kita???

Rasulullah hanya 9 kali mengalami Ramadhan. Kita sudah berapa kali mengalami nya???

Tapi, kenapa hasil Ramadhannya tidak seperti para sahabat?

Dari sisi usia mestinya lebih dong.

Bahwa Puasa Ramadhan itu disyariatkan ketika pondasi kaum muslimin imannya sudah kuat. Rabithah imaniyahnya sudak aqwa.

Sehingga begitu beban berat, syariat ramadhan itu dikenakan, Rasululah dan para sabahat siap menjalankan.

🌵Namanya beban itu tidak ada yang mau. Berat. Apa yang membuat orang selalu siap dibebani (ditaklifi, jalani syariat) karena cinta. Beban berat bisa dinikmati karena cinta.

🌷Bahkan Ramadhan pertama Rasulullah bersama sahabat ditempa dengan perang besar, yakni perang badar. Sungguh luar biasa beban beratnya. Momentum berat dan semakin berat.

🌵Sedang puasa ramadhan pertama, tidak siap perang, jumlahnya sedikit. Mungkin kalau tidak siap jika zaman sekarang mungkin bunuh diri. Tapi karena kaum muslimin telah disiapkan imannya oleh Rasulullah, maka mereka pasrah sepasrah-pasrahnya kepada Allah. Lalu keajaiban datang Allah menurunkan balatentara malaikan dari langit. Badar pun dimenangkan oleh kaum Muslimin binashrillah.

🌷Digambarkan betapa Rasulullah merasakan begitu beratnya, hingga memotivasi para sahabatnya menjelang prang Badar. Pada waktu perang Badar, Rasulullah shallallahu’aaihi wa sallam memberikan spirit kepada pasukan Muslimin untuk berperang, seraya berkata, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorang pun yang ikut memerangi mereka hari ini, lalu dia terbunuh dalam keadaan bersabar dan mengharap pahala dari Allah, menyongsong (musuh) dan tidak mundur, melainkan Allah memasukkannya ke dalam surga.”

🌵Beliau berkata lagi: “Berangkatlah menuju surga yang luasnya seisi langit dan bumi.”
Ketika itu berkatalah al-Humaim bin al-Hamam, “Wah, Wah!”

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang mendorongmu mengatakan wah, wah?”

Dia menjawab, “Demi Allah, tidak apa-apa wahai Rasulullah, selain aku berharap menjadi salah seorang penghuni surga tersebut.”

Beliau berkata, “Benar, sesungguhnya engkau termasuk penghuninya.”

Seketika dia langsung mengeluarkan kurma dari sisinya, lalu memakan sebagiannya kemudian berkata, “Jika aku hidup hingga memakan kurma-kurma ini sampai habis, sungguh merupakan hidup yang panjang. Lantas dia membuang semua kurma-kurma tersebut, kemudian berperang hingga akhirnya gugur sebagai syahid. (HR Muslim) [Sumber; Ar-Rahiq al-Makhtum (id) oleh Syaikh Mubarakfuri, hal. 316-317.]

🌷Maka beban berat ini (kastratuluqubat) selain beralas cinta, mahabatullah, Rasulullah senantiasa memperkuat dirinya dengan qiyamul lail dan tilawah al quran.

🌵Di akhir QS. 2: 185 ada kata ikmal atau kamal artinya sempurnakan Ramadhan, bukan selesaikanlah Ramadhan. Beda.

🌷Kuliah asalh lulus itu namanya selesai. Bukan sempurna. Sempurna artinya lulus dengan nilai terbaik. Mumtaz. Sempurna. Kumloud.

Bagaimana dengan kita???

🌵Ibnu jauziah mengilus trasikan Ramadhan dengan begitu eloknya. Beliau menggambarkan keadaan orang yang berpuasa dengan baik, bahwa  ucapan dan perbuatannya harum seperti harumnya minyak wangi misk!

Beliau bertutur, Maka ucapan dan perbutannya tersebut seperti bau harum yang dicium oleh orang yang duduk menemani pembawa minyak wangi misk!

Demikianlah orang yang menemani orang yang sedang berpuasa (dengan sebenar-benar puasa), niscaya akan mengambil manfaat dari pertemanannya tersebut, ia akan merasa aman dari ucapan batil, dusta, kefajiran dan kezhaliman.

🌷Inilah sesungguhnya puasa yang disyariatkan, ia tidak sekedar menahan dari makan dan minum! (Shahih Al-Wabilish Shayyib, hal. 54).

Ibnu Qudamah rahima hullah dalam ringkasan kitab Ibnul Jauzi ra yang dinamakan Mukhtashar Minhajil Qashidin, pada hal. 44, beliau menjelaskan tentang tingkatan puasa,

Dan puasa memiliki tiga tingkatan:

❣1. Puasa Orang Umum. Ibnu Qudamah rahima hullah mengatakan, Adapun puasa umum adalah menahan perut dan kemaluan dari menuruti selera syahwat (baca: menahan diri dari melakukan berbagai pembatal puasa, seperti makan,minum dan bersetubuh).

❣2. Puasa Orang Khusus (VIP).
Ibnu Qudamah rahima hullah melanjutkan penjelasannya, Dan puasa khusus adalah menahan pandangan, lisan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota tubuh dari dosa-dosa.

❣3. Puasa Super Khusus (VVIP).
Dan adapun puasa super khusus adalah puasanya hati dari selera yang rendah dan pikiran yang menjauhkan hatinya dari Allah Subhanahu wa Taala serta menahan hati dari berpaling kepada selain Allah Subhanahu wa Taala secara totalitas!

🌷Di tingkat manakah kita berada???

Tentu kita akan memilih yang terbaik. Karenanya untuk meraihnya kita membutuhkan persiapan dan kesiapan.

🌵Nasihat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu: Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu berkata, jika engkau berpuasa, maka puasakanlah pendengaran mu, penglihatanmu, dan lisanmu dari dusta dan maksiat. Tinggalkanlah menyakiti pembantu.

Hendaklah engkau tenang dan tenang pada saat engkau berpuasa, dan janganlah engkau jadikan harimu saat tidak berpuasa sama dengan hari saat engkau berpuasa (Mushannaf Ibnu Syaibah  – 8973).

🌷Penjelasan Syaikh Abdur Razzaq hafizhahullah:

Ini adalah potret yang cemerlang dari bentuk-bentuk persiapan menyambut bulan Ramadhan, hal itu dikarenakan sesungguhnya puasa disyariatkan untuk melembutkan jiwa, mensucikan hati, merealisasikan takwa, menjauhi dosa serta memperbaiki hati, lisan dan anggota tubuh.

Betapa indahnya ketika seseorang menyambut bulan yang diberkahi ini dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyambut bulan Ramadhan agar memperoleh kebaikan-kebaikan yang ada di dalamnya!

🌵Kesungguhan dalam kesiapan dan persiapan akan mempengaruhi kita dalam menjalani puasa Ramadhan. Kesiapan menyangkut kesungguhan jiwa dan mental kita, dalam menghadapi dan menjalani puasa Ramadhan.

Dan persiapan menyangkut kesungguhan kita dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung kita bisa bersungguh-sungguh menjalani puasa Ramadhan. Dan dengan demikian insya Allah akan meraih puncak ketaqwaan.

🌷Sangat tepat bila kaidah man jadda wajada (Siapa yang sungguh-sungguh pasti dapat) menjadi dasar pijakan dalam menunaikan tugas suci, puasa ini.

Kesungguhan yang menghantarkan kesuksesan dinyatakan benar bila memenuhi pra syaratnya, yakni:

📚Pertama, Al Fauriyah littanfidz (merespon dengan segera).

🔹Bersambung🔹

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Beberapa Hal Praktis Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Beranjak Remaja

📆 Sabtu, 30 Rajab 1437H / 7 Mei 2016

📚 KELUARGA & TARBIYATUL AULAD

📝 Pemateri: Ustadzah Dra. Indra Asih

📝 Beberapa Hal Praktis Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Beranjak Remaja

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁 🌷

Apa yang dibutuhkan bagi orang tua untuk mengarahkan anak remaja untuk menjadi seorang muslim dewasa?

💐Tips 1: Lakukan pengasuhan anak remaja kita lebih serius dari apa yang kita lakukan pada profesi “full-time” kita.

Kedua orang tua harus memahami bahwa anak-anak mereka adalah amanah dari Allah. Dan Allah akan bertanya bagaimana mereka dibesarkan.

Jika anak-anak tumbuh dewasa dan tidak mempraktekkan Islam karena kelalaian orang tua, maka hal itu merupakan hal yang sia-sia dalam kehidupan orang tua.

💐Tips 2: Mengurangi atau mengubah jam kerja dan berikan waktu tersebut untuk keluarga

Lebih baik untuk memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga walau hanya memberikan sedikit kemewahan di rumah. Jadi janganlah membanjiri anak dengan banyak materi tapi kehadiran orang tua nyaris tidak ada.

Ini berlaku untuk ibu dan ayah. Orang tua tidak bisa menanamkan nilai-nilai pada anak-anak jika mereka tidak ada di sisi anak-anak.

Kurangilah pekerjaan ekstra di akhir pekan atau di malam hari, agar lebih bisa mendorong anak-anak ke masjid atau untuk pergi halaqah serta kegiatan positif lainnya.

Bisa juga mempertimbangkan beralih jadwal di tempat kerja sehingga kita ada ketika anak-anak di rumah.

💐Tip 3: Rutinkan bersama untuk membaca Al-Quran, memahami maknanya, minimal selama lima menit setiap hari

Hanya lima menit.

Apakah itu di dalam mobil dalam kemacetan lalu lintas, dini hari setelah Subuh, atau tepat sebelum kita pergi tidur, membaca Al-Quran dengan terjemahan dan / atau Tafsir.

Kita akan merasakan efek bola salju. Kita akan, Insya Allah, selalu terhubung kembali dengan Allah.

Jika kita sudah biasa melakukannya, dalam jangka panjang, kita akan menjadi panutan membantu seluruh keluarga, bukan hanya remaja kita, untuk selalu berhubungan dengan Allah.

💐Tips 4: Menghadiri halaqah mingguan

Menentukan waktu rutin untuk halaqah pekanan. Ketika anak-anak melihat orang tua mereka berjuang untuk belajar tentang Islam, mereka dalam banyak kasus akan terdorong untuk melakukan hal yang sama.

💐Tip 5: Hormati remaja kita

Menghormati remaja kita berarti tidak memperlakukan mereka seperti bayi yang tidak kompeten. Tidak berbicara ke mereka dengan isi dan intonasi yang mempermalukan dan menghina mereka.

Ini berarti melibatkan mereka dalam kegiatan yang bermanfaat di sekitar rumah dan meminta pendapat mereka tentang hal-hal penting.

💐Tip 6: Berminatlah pada apa yang mereka lakukan

Apakah Hilmi bermain footsal di tim olahraga setempat? Menghadiri pertandingan/latihan Hilmi seteratur mungkin.

Apakah Muhsin suka membuat website? Kunjungi situs nya, masukkan e-mail ucapan selamat pada papan pesan dan tawarkan beberapa saran untuk situsnya. Beri dia sebuah buku tentang desain web canggih sebagai hadiah lebaran. Dan seterusnya

💐Tip 7: Memahami masalah mereka dan mengatasinya.

Ketika kita menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak remaja, kita akan lebih mampu merasakan jika ada sesuatu yang mengganggu mereka. Selesaikan secara terbuka tapi jangan ungkapkan masalah mereka dalam forum pertemuan keluarga atau di depan orang lain, jika menyangkut hal yang sensitif buat mereka

💐Tip 8: “ngedate” dengan remaja kita

Ngadate atau kencan dengan remaja kita untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik.

Ini terutama penting untuk anak-anak yang menginjak usia remaja karena mereka tidak lagi hanya “salah satu dari anak-anak”. Mereka adalah orang dewasa muda yang membutuhkan perhatian dan bimbingan secara individu. Kita bisa pergi keluar pada saat ketika Hamnah lulus dari sekolah tinggi, ketika Ahmad baru mendapat KTP-nya atau jika kita merasa ada sesuatu yang mengganggu mereka dan kita ingin mengatasinya sendiri.

💐Tip 9: Jangan hanya menjadi orang tua remaja kita, jadilah mitranya

Menjadikan mereka mitra berarti memberi mereka tanggung jawab dalam keluarga. Buatlah Amir, yang baru memasuki usia 16, untuk membantu ibunya berbelanja di hari Sabtu; ajaklah Syifa berusia 15 tahun, yang mencintai bunga, untuk bertanggung jawab atas taman dan memotong rumput. Dengan cara ini, remaja akan merasa menjadi bagian dari keluarga dan diperlukan.

💐Tip 10: Membangun Masjid di rumah kita

Membuatkan bagian tertentu rumah atau ruang tamu sebagai Masjid rumah. Kita dapat melakukan ini tanpa biaya besar.

Membuat Masjid ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab anak-anak. Jadikan anak yang tertua untuk bertanggung jawab dan untuk mendelegasikan tanggung jawab untuk adik-adik. Tanggung jawabnya meliputi menjaga Masjid bersih, membangunkan orang untuk Fajr, dan seterusnya

💐Tip 11: Janganlah melatih laki-laki saja

Itu berarti tidak mengecualikan istri atau anak perempuan. Ketika orang-orang sholat berjamaah, pastikan perempuan juga sholat berjamaah.

💐Tip 12: Membuat perpustakaan Islam

Melengkapi rumah kita dengan sebuah perpustakaan Islam dengan buku-buku, video dan kaset audio tentang berbagai aspek Islam.

Jika Bilal 13 tahun suka novel petualangan, misalnya, pastikan kita memiliki beberapa buku petualangan Islam

Jadikan salah satu remaja kita untuk menjadi pustakawan. Dia diharapkan mengontrol bahan terorganisir dan dalam kondisi baik. Setiap permintaan untuk bahan yang akan ditambahkan ke koleksi harus melalui dia. Berikan pustakawan ini anggaran bulanan untuk memesan buku-buku baru, kaset, dan lain-lain.

💐Tip 13: Mengajak mereka keluar untuk melakukan kegiatan Islam

Alih-alih makan malam mewah di restoran, akan menghemat uang kita untuk mengajak semua orang keluar untuk makan bersama atau melakukan kegiatan lainnya bersama komunitas Muslim. Mengusahakan untuk pergi ke acara di mana remaja Muslim lainnya akan hadir.

Bersambung..

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Cinta (bag-2)

📆 Sabtu, 30 Rajab 1437H / 7 Mei 2016

📚 KELUARGA

📝 Pemateri: Ustadz DR. Wido Supraha

📋 CINTA ( bag-2)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌿

Bag-1 http://www.iman-islam.com/2016/05/cinta-bag-1.html?m=1

🔆Seorang ulama besar yang lahir di Bashrah pada pertengahan tahun ke-2 abad ke-2 Hijriyah, Al-Imam Abu ‘Abdullah al-Harits bin Asad al-Muhasibi (wafat 243 H), memiliki wawasan yang luas dan keilmuan mendalam di bidang fikih, hadits, sekaligus seorang ahli kalam yang meninggalkan karya tulis dengan jumlah yang sangat banyak membahas tentang zuhud, akhlak, pendidikan dan kelembutan hati (ar-raqa’iq), sehingga ia pun dijuliki dengan al-Muhasibi karena banyaknya ber-muhasabah(introspeksi diri), menulis bahwa sesungguhnya permulaan cinta adalah ta’at, dan ta’at itu terlahir dari cinta kepada Allah Jalla wa ‘Ala, karena Dialah yang memulai hal tersebut, dan karena Dia memperkenalkan diriNya kepada mereka, menunjukkan kepada mereka untuk menaati-Nya, dan memperlihatkan kasih sayang kepada mereka dengan mencukupi mereka. Lalu Dia menjadikan kecintaan terhadap diri-Nya itu sebagai titipan dalam hati para pecinta-Nya, kemudian Dia memakaikan mereka cahaya yang terang dalam lafazh-lafazh mereka karena kuatnya cahaya kecintaan-Nya dalam hati mereka. Ketika Allah melakukan hal tersebut kepada mereka, Dia memperlihatkan mereka – sebagai bentuk kegembiraan pada mereka, kepada para malaikatnya, hingga seluruh penduduk langitpun mencintai mereka. [5]

Lebih lanjut, Abu ‘Abdullah al-Muhasibi berkata bahwa yang paling memberikan manfaat bagi seorang mukmin untuk mengobati diri dalam urusan agamanya adalah memutus rasa cintanya terhadap dunia dari hatinya. Apabila dia melakukan itu, maka ringan untuk meninggalkan dunia[6], dan mudah untuk menggapai akhirat, namun dia tidak dapat berada di atas keadaan tersebut kecuali dengan berbagai perlengkapannya. Yang menjadi pangkal perlengkapannya adalah pikiran, pendek angan-angan, mengulangi tobat dan kesucian, mengeluarkan rasa mulia dalam hati, senantiasa bersikap rendah hati, membangun hati dengan ketakwaan, mengekalkan kesedihan dan banyaknya kegelisahan yang datang padanya. Betapa banyak orang yang beramal dengan amal yang telah dipaparkannya sementara kecintaannya terhadap dunia dalam hatinya pun bertambah, dan banyak orang yang tidak memperbanyak amal-amal tersebut, namun cintanya kepada dunia semakin berkurang, karena dia mengambilnya melalui jalannya. Maka di dalam Adab an-Nufus (hlm. 136) beliau mengatakan, “Karena sesungguhnya hati yang disertai dengan berpikir akan menjadi hidup jika memikirkan akhirat, dan akan menjadi mati jika memikirkan dunia.”

🔆Seorang ulama fikih bermadzhab Hambali yang juga seorang penasihat, ahli tafsir, ahli hadits dan budayawan yang digelari Jamaluddin (Keindahan Agama) yang bernama Abul al-Faraj, Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali al-Qurasyi at-Taimi al-Bakri (lahir 511 H, wafat 597M), atau ia juga dikenal dengan nama Ibn al-Jauzi (panggilan yang dinisbatkan pada salah satu kakeknya yang dikenal dengan al-Jauzi karena menjualjauzah (jenis buah di daerahnya) pernah berkata, “Bersihkanlah hatimu dari berbagai kotoran karena cinta itu tidak akan diberikan kecuali dalam hati yang bersih. Apakah kamu tidak melihat seorang petani memilih tanah yang baik, menyiraminya dan mengairinya, kemudian membajaknya dan mengawasinya. Setiap dia menemukan batu di dalamnya, maka dia akan melemparkannya, dan setiap dia melihat yang dapat merusak tanahnya, maka dia menyingkirkannya, kemudia dia menaburkan benih ke dalamnya dan menjaganya dari berbagai hal yang dapat merusaknya. Begitu pula dengan Allah Jalla wa ‘Ala.”

Lebih lanjut beliau berkata, “Jika seorang hamba ingin dicintai oleh-Nya, maka hendaknya dia memangkas berbagai duri kesyirikan dari hatinya, lalu membersihkannya dari kotoran-kotoran riya dan keraguan, kemudian menyiraminya dengan air tobat daninabah, lalu membajaknya dengan seretan rasa takut dan ikhlas, lalu menyamakan batin dan zhahirnya dalam ketakwaan, kemudian meletakkan benih hidayah di dalamnya, maka berbuahlah benih-benih cinta.” [7]

🔆Berkata al-Muhaqqiq al-Hafizh Syamsuddin Abu ‘Abdullah Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa’d bin Harits az-Zar’i ad-Dimasqy yang terkenal dengan Ibn Qayyim al-Jauziyyah (lahir 691 H, wafat 751 H, namanya dinisbatkan kepada sekolah yang didirikan oleh Yusuf bin Abdurrahman al-Jauzi karena ayahnya turut mendirikannya), “Setiap kesalahan yang terjadi di jagat raya ini, pangkalnya adalah cinta dunia. Janganlah engkau melupakan kesalahan kedua nenek moyang kita dahulu, karena sebabnya adalah cinta kekekalan di dunia. Janganlah engkau melupakan dosa iblis, karena sebabnya adalah cinta kepada kekuasaan, yang rasa cintanya lebih buruk daripada cinta dunia. Dengan sebab itu pula Fir’aun, Haman serta bala tentaranya, Abu Jahal serta kaumnya dan bangsa Yahudi menjadi kufur.”

Lebih lanjut beliau berkata, “Cinta dunia dan kepemimpinan yang menyebabkan manusia masuk ke dalam neraka, sedangkan zuhud terhadap dunia dan kekuasaan yang menyebabkan manusia masuk ke dalam surga. Mabuk sebab cinta dunia lebih berbahaya dibandingkan mabuk meminum khamr. Pemabuk cinta dunia tidak akan sadar hingga dia berada dalam kegelapan liang lahat. Anda saja penutupnya dibuka dalam memandang dunia, maka dia pasti mengetahui bahwa apa yang dia lakukan adalah kemabukan, dan itu lebih berbahaya dibandingkan mabuk khamr.” [8]

✅ Maka marilah kita hadirkan cinta dalam seluruh kerja-kerja besar kita agar melahirkan harmoni. Cinta yang tidak bertujuan duniawi akan tetapi ukhrawi, karena hanya cinta seperti ini yang akan melahirkan energi besar untuk berkarya di dunia, karena hanya di dunia tempat bertanam cinta untuk merasakan semaiannya kelak.

[1] Persis seperti judul sebuah buku yang ditulis oleh Mohammad Fauzil Adhim

[2] Shalih Ahmad asy-Syami, Nasihat Ulama Salaf, hlm. 133

[3] Ibid, hlm. 139

[4] Ibn Jauzi, Al-Hasan al-Bashri, hlm. 38-39

[5] Tahdzib Hilyah al-Auliya (3/273)

[6] Maksudnya meninggalkan ketamakan terhadap harta dunia, dan menjadikannya hanya sebagai perantara dan bukanlah sebuah tujuan

[7] Lihat al-Yawaqit al-Jauziyah fi al-Mawa’izh an-Nabawiyah, tahqiq Sayyid bin Abdul Maqshud, Muassasah al-Kutub ats-Tsaqafiyah (hlm. 139)

[8] Lihat Iddatush Shabirin, cetakan Darul Kitab al-Arabi (hlm. 266)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Adakah Arti dari Sebuah Nama?

📆 Kamis, 28 Rajab 1437H / 5 Mei 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

📝 Adakah Artı dari Sebuah Nama ?

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Mari kita simak kisah sebuah kapal perang..

Kapal tempur penjelajah (battlecruiser) dengan nama Yavuz Sultan Selim milik angkatan laut Turki Utsmani ini diambil diambil dari nama Sultan Selim I. Kapal ini diperoleh pada tahun 1914 dari Jerman pada awal Perang Dunia Pertama. Kapal ini aslinya bernama SMS Goeben yang sempat diburu oleh angkatan laut Inggris sepanjang perjalanannya sebelum berhasil lolos ke Selat Dardanelles memasuki wilayah perairan Turki Utsmani. Dengan hibah ini masuklah Turki Utsmani ke dalam pusaran Perang Dunia Pertama.

🔆 Lesson #1: tidak semua hadiah mendatangkan manfaat, pandai-pandailah memilah!

Nama yang diambil untuk kapal ini tidak tangung-tanggung, yaitu nama seorang sultan dua era setelah Muhammad II Fatih. Pada era Sultan Selim I tersebut seluruh wilayah bekas Kesultanan Mamluk jatuh ke tangannya. Pada masa 1516-1517 daerah Syam, Lubnan, Filistin, Mesir, hingga Hijaz termasuk kedua Haramayn (Makkah dan Madinah) menjadi bagian dari kekhilafahan Turki Utsmani.

🔆 Lesson #2: setiap masa memiliki penaklukannya, apa penaklukan kita?

Ada sejarawan yang berpendapat bahwa pada masa Sultan Selim I ini Turki Utsmani mendapatkan keabsahan memanggul sebutan khilafah setelah perlindungan serta pelayanan atas kedua Tanah Suci (khadimul Haramayn) diberikan oleh Khalifah al-Mutawakkil III penerus Khilafah Abbasiyah.

🔆 Lesson #3: menjadi pemimpin itu adalah menjadi pelindung serta pelayan bagi penduduknya, bukan malah penindasnya!

Pada awal masa Perang Dunia Pertama memang Mesir sudah berada dibawah kendali Inggris. Namun wilayah pertempuran lainnya di Timur Dekat (Near East) tidak berbeda jauh dengan tapal batas pada masa Sultan Selim I dengan pengecualian tambahan wilayah Irak. Pada akhir Perang Dunia Pertama, hampir seluruh wilayah tersebut terlepas dari kendali İstanbul; menandai awal dari sebuah masa kelam keterpurukan Ummat di seluruh penjuru dunia.

🔆 Lesson #4: selalu mengutamakan kesatuan dan kesejahteraan ummat sebelum segala sesuatunya!

Apalah Artı Sebuah Nama? Untuk yang memahami sejarah, mungkin segala-galanya!

Lewat waktu syuruq, Depok 14 April 2016
Agung Waspodo

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Tiga Kali Khutbah dlam Dua Hari, Di Tempat Tempat Berbahaya

📆 Kamis, 28 Rajab 1437H / 5 Mei 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

📝 Tiga Kali Khutbah dalam Dua Hari, Di Tempat-tempat Berbahaya

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sultan Mehmed II Ingin Selalu Berada Ditengah Balatentaranya

Catatan Awal April, Antara Tahun 2016 dan 1453

Ada tiga kejadian besar dua-tiga hari kemarin, 9-10 April. Namun utk mengaksesnya kita perlu menengok bilangan tahun 1453. Memang sudah berselang 563 tahun yang lalu, namun apa yang dilakukan oleh Sultan Mehmed II masih menggelora dalam catatan pecinta sejarah. Sultan generasi ketujuh khilafah Turki Utsmani ini menggelar tiga khutbah dalam dua hari di tiga tempat berbahaya.

⛵Pertama, sultan belia yang baru ditinggal wafat ayahnya 2 tahun silam harus mengumpulkan segenap kekuatan diri untuk membakar semangat para pelautnya di dermaga Diplokionion. Sebuah pelabuhan yang tidak begitu jauh dari koloni Galata; masih dalam jangkauan para assassin Genoa yang tersohor ıtu.

Di tempat berbahaya itu, Sultan Mehmed II melepas mereka berlayar dengan 100 kapal perang menuju muara Haliç (“teluk” dalam bahasa Arab –  khalij).  Sebuah akses laut strategis yang memisahkan antara kota Constantinople dan koloni Galata. Para pejuang laut Turki Utsmani itu dipimpin oleh nakhoda Baltaoğlu dengan sasaran memutus rantai laut yang membentang menghalangi jalur masuk menuju Haliç, populer dikenal sebagai “Tanduk Emas” atau “Golden Horn.” Jika Rantai itu berhasil diputus maka kota Konstantinopel diperkirakan akan lebih mudah jatuh.

🔆Lesson #1: strategi yang biasa-biasa saja jika dieksekusi dengan kecepatan yang luar biasa akan manjur paling tidak dalam dua hal; menguras energi lawan dan menutupi strategi andalan sebenarnya.

🏇🏿 Kedua, kemudian sultan yang gemar berkuda perang sejak kecil ini bergerak cepat di atas tunggangannya menaiki bukit di sebelah barat Selat Bosphorus. Ia menyempatkan untuk menyemangati unit zeni yang sedang berjuang memindahkan kanon melalui pinggir lereng-lereng yg curam. Sebuah wilayah pebukitan lagi berhutan lebat yang belum sepenuhnya steril dari para pemburu Byzantium yang disegani ketepatan panah jarak jauhnya.

Di tempat berbahaya itu, Sultan Mehmed II menitipkan belasan kanon Urbanus ukuran sedang kepada panglima Zaganos Paşa. Kepadanya dipundakkan sasaran merebut benteng Byzantium di Therapia untuk menggenapkan “cekikan” atas kota Konstantinopel. Jatuhnya benteng ini bakal menutup semua akses lawan ke arah utara.

🔆Lesson #2: lewati rute dan prosedur yang tidak biasa, maka hasilnya bisa luar biasa; ketidak-terdugaan adalah ancaman yang dibenci lawan.

🏇🏿 Ketiga, setelah itu sultan penghapal al-Qur’an sejak usia 12 tahun ini mengendarai kudanya sepanjang malam dan menyeberangi Haliç dekat titik hulunya. Beliau harus kembali ke tenda kesultanan di Bukit Maltepe sebelum waktu subuh. Sultan Mehmed II ingin subuh berjamaah dengan kesatuan bengkel dan perbaikan Turki Utsmani. Tempat di garis belakang, namun zonanya berhadapan langsung dengan gerbang Santo Romanus yang dipadati oleh sniper bayaran Byzantium.

Di tempat ini ia merasa akrab karena ia dapat menyaksikan langsung perbaikan atas kanon-kanon Urbanus terbesarnya. Sultan Mehmed II amat menyukai teknologi terapan dan untuk itu ia langsung turun tangan. Khutbahnya kini lebih berupa tindakan daripada kata-kata. Beberapa kanon dirombak ulang untuk mendapatkan kaliber yang lebih kecil namun diharapkan meningkat frekuensi tembaknya. Hal ini sejalan dengan catatan beliau untuk mengatasi sigapnya zeni konstruksi Byzantium dalam memperbaiki benteng kota. sudah diperbaiki dan diposisikan ulang.

🔆Lesson #3: beradaptasilah dalam kesunyian, maka ia dapat melonjakkan daya saing dalam keramaian.

Bagian Ketiga, Latuftahanna
Menyongsong Napak Tilas Fatih, 22-31 Mei 2016
Royal Indonesia Travel

Menjelang waktu dhuha,
Jakarta, 11 April 2016
Agung Waspodo

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Menunda Qodha Puasa

USTADZ MENJAWAB
✏Ustad Farid Nu’man Lc
* Menunda Qadha Puasa *
Assalamu’alaikum.
Ustadz, Apa hukumnya seorang wanita yang meng qada puasa di bulan sya’ban?
Saya dengar katanya tidak di perolehkan. 1⃣3⃣

Jawaban:
_Wa’Alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal Hamdulillah .._
Mengqadha puasa sampai berjumpa bulan sya’ban selanjutnya tidak apa-apa, sebagaimana riwayat berikut:
‘Aisyah _Radhiallahu ‘Anha_ berkata:
ما كنت أقضي ما يكون علي من رمضان إلا في شعبان حتى توفي رسول الله صلى الله عليه و سلم
“Aku tidak pernah mengqadha apa-apa yang menjadi kewajiban atasku dari Ramadhan, kecuali di bulan sya’ban, sampai wafatnya Rasulullah ﷺ. “
(HR. At Tirmidzi No. 783, katanya: hasan shahih)
Hadits ini jelas bahwa ‘Aisyah _Radhiallahu ‘Anha_, mengqadha shaum Ramadhan di bulan Sya’ban selanjutnya. Itu tidak mengapa.
Bahkan sebagian ulama membolehkan kapan saja waktunya tanpa batasan, berdasarkan ayat berikut:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ *فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ*
“Maka barang siapa di antara kamu yang sakit atau dalam keadaan perjalanan (lalu ia berbuka), *maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu _pada hari-hari yang lain_*.”
(QS. Al Baqarah: 184)
Dalam ayat ini, tidak dibatasi kapankah _“hari-hari lain itu,”_ sehingga bagi mereka boleh sampai kapan pun.
Syaikh Sayyid Sabiq _Rahimahullah_ mengatakan:
قضاء رمضان لا يجب على الفور، بل يجب وجوبا موسعا في أي وقت، وكذلك الكفارة. فقد صح عن عائشة: أنها كانت تقضي ما عليها من رمضان في شعبان (1) ولم تكن تقضيه فورا عند قدرتها على القضاء.
“Mengqadha shaum Ramadhan tidak wajib bersegera, tapi ini kewajiban yang waktunya lapang kapan saja waktunya, begitu juga kafarat. Telah shahih dari ‘Aisyah bahwa Beliau mengqadha kekewajiban Raamadhan di bulan Sya’ban, dia tidak menyegerakannya pada dia mampu melakukannya.”
*( _Fiqhus Sunnah_, 1/470)*
Hanya saja menurut mayoritas ulama, jika seseorang menunda qadha tanpa adanya ‘udzur, bukan karena sakit, hamil, menyusui, tapi karena *sengaja* menunda-nunda maka bukan hanya qadha tapi juga fidyah.
Syaikh Wahbah Az Zuhaili _Rahimahullah_ menjelaskan:
وأما إذا أخر القضاء حتى دخل رمضان آخر، فقال الجمهور: يجب عليه بعد صيام رمضان الداخل القضاء والكفارة (الفدية). وقال الحنفية: لا فدية عليه سواء أكان التأخير بعذر أم بغير عذر.
“Jika menunda qadha sampai masuk Ramadhan selanjutnya, maka mayoritas ulama mengatakan: wajib baginya setelah puasa Ramadhan dia melakukan qadha dan kafarat sekaligus (yaitu fidyah). Ada pun Hanafiyah mengatakan: “Tidak ada fidyah baginya, sama saja apakah dia menundanya karena ada ‘udzur atau tidak ada ‘udzur.”
*( _Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu_ , 3/108)*
Kita lihat, apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah _Radhiallahu ‘Anha_, dia tanpa fidyah hanya qadha. Sedangkan mewajibkan fidyah membutuhkan dalil, jika tidak ada maka, cukup qadha saja tanpa fidyah sebagaimana pendapat Imam Abu Hanifah, juga Hasan Al Bashri, Ibrahim An Nakha’i, dan lainnya.
Wallahu A’lam. Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam
Farid Nu’man Hasan

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
sebarkan! raih pahala…

Terkait Amalan di Bulan Rojab

👳Ustadz Menjawab
✏Ustadz Abdullah Haidir
🌿🌺🍁🌸🌼🍀🌻🌷🌹
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Saya mau bertanya tentang amalan rajab yang di baca pada jum’at terakhir bulan rajab diantara dua kutbah..
“ahmadurrasulullah muhammadurasulullah”. Apakah ada dalilnya.. Mohon penjelasan. Jazakallah.  🅰2⃣8⃣
JAWABAN:
Semua amalan yang dikhususkan di bulan Rajab tidak ada dalilnya…..
wallahu a’lam
🌿🌺🍁🌸🌼🍀🌻🌷🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala…

Melintasi Makam, Perlukah Mengucap Salam

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Ida Faridah

Assalamuallaikum…ingin bertanya.
Kalau kita sedang lewat kuburan. Katanya harus salam. Itu tanda menghargai adanya kuburan atau bagaimana ya?
Terimakasih  A36
Jawaban
========
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kita adab ketika memasuki makam orang-orang muslim agar mengucapkan salam.
ﺍﻟﺴﻼﻣﻌﻠﯿﮑﻢ ﺍﮬﻞ ﺍﻟﺪﯾﺎﺭﻣﻦ ﺍﻟﻢﺀﻣﻨﯿﻦ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﯿﻦ ﻭﺍﻧﺎﺍﻥ ﺷﺎﺀﺍﻟﻠﮧ ﺑﮑﻢ
ﻻﺣﻘﻮﻥ ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﮧ ﻟﻨﺎﻭﻟﮑﻢ ﺍﻟﻌﺎﻓﯿﮧ
”Selamat sejahtera atas kamu penduduk daerah kaum
mu’minin dan muslimin,dan bila Allah menghendaki kami akan menyusulmu, kami mohon kepada Allah untuk kami dan kamu agar sejahtera.”
(HR. Muslim)
“Ketika seseorang melewati kuburan yang ia kenal kemudian mengucapkan salam maka ahli kubur itu menjawab salamnya dan mengetahui orang itu. Dan ketika ia melewati kuburan yang tidak dikenal kemudian mengucapkab salam kepada ahli kubur maka ahli kubur itu menjawab salamnya.
(HR. Abu Hurairoh).
Wallahu a’lam.

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
Sebarkan! Raih Bahagia….

Bolehkah Sholat dengan Mata Terpejam

💻Ustadzah Menjawab
💐Ustadzah Nurdiana
🌿🍁🌺🍄🍀🌷🌻🌹
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tanya Ustadz/Ustadzah
Gimana hukumnya klo sholat tapi mata kita tertutup? A 38
Jawaban
————–
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Para ulama memakruhkan memejamkan mata saat sholat, diantaranya hanafi, maliki,hambali, sebagian syafi’i Terdapat sebuah hadis dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاةِ فَلا يَغْمِضْ عَيْنَيْهِ
”Apabila kalian melakukan shalat makan janganlah memejamkan kedua mata kalian.”
Hadis ini diriwayatkan oleh at-Thabrani (w. 360 H) dalam Mu’jam as-Shagir no. 24. dari jalur Mus’ab bin Said, dari Musa bin A’yun, dari Laits bin Abi Salim.
Hadis ini dinilai dhaif oleh para ulama pakar hadis, karena dua alasan,
1. Laits bin Abi Salim dinilai dhaif karena mukhtalat (hafalannya kacau), dan dia perawi mudallis (suka menutupi)
2. Mus’ab bin Said, dinilai sangat lemah oleh para ulama. Ibnu Adi mengatakan tentang perawi ini,
يحدث عن الثقات بالمناكير ويصحف عليهم ، والضعف على حديثه بيِّن
”Beliau membawakan hadis-hadis munkar atas nama perawi terpercaya dan menyalahi ucapan mereka. Status dhaif hadisnya sangat jelas.”
Mengenai alasan dihukumi makruh, ada beberapa keterangan dari para ulama, diantaranya,
a. Memejamkan mata ketika shalat, bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnul Qoyim (w. 751 H) mengatakan,
ولم يكن من هديه صلى الله عليه و سلم تغميض عينيه في الصلاة
”Bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memejamkan mata ketika shalat.” (Zadul Ma’ad, 1/283)
b. Memejamkan mata ketika shalat, termasuk kebiasaan shalat orang yahudi. Dalam ar-Raudhul Murbi’ – kitab fikih madzhab hambali – pada penjelasan hal-hal yang makruh ketika shalat, dinyatakan,
ويكره أيضا تغميض عينيه لأنه فعل اليهود
”Makruh memejamkan mata ketika shalat, karena ini termasuk perbuatan orang yahudi.” (ar-Raudhul Murbi’, 1/95).
c. Karena memejamkan mata bisa menyebabkan orang tertidur, sebagaimana keterangan dalam Manar as-Sabil (1/66).
Untuk itu, sebagian ulama membolehkan memejamkan mata ketika ada kebutuhan. Misalnya, dengan memejamkan mata, dia menjadi tidak terganggu dengan pemandangan di sekitarnya. Ibnul Qoyim mengatakan,
والصواب أن يقال : إن كان تفتيح العينين لا يخل بالخشوع فهو أفضل ، وإن كان يحول بينه وبين الخشوع لما في قبلته من الزخرفة والتزويق أو غيره مما يشوش عليه قلبه ، فهنالك لا يكره التغميض قطعًا ، والقول باستحبابه في هذا الحال أقربُ إلى أصول الشرع ومقاصده من القول بالكراهة
Kesimpulan yang benar, jika membuka mata (ketika shalat) tidak mengganggu kekhusyuan, maka ini yang lebih afdhal. Tetapi jika membuka mata bisa mengganggu kekhusyuan, karena di arah kiblat ada gambar ornamen hiasan, atau pemandangan lainnya yang mengganggu konsentrasi hatinya, maka dalam kondisi ini tidak makruh memejamkan mata. Dan pendapat yang menyatakan dianjurkan memejamkan mata karena banyak gangguan sekitar, ini lebih mendekati prinsip ajaran syariat dari pada pendapat yang memakruhkannya. (Zadul Ma’ad, 1/283).).
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Tips Menjadi Jomblo Sholihah Smart dan Energik

📆 Rabu, 27 Rajab 1437 H / 4 Mei 2016 M

📚 MOTIVASI

📝 Ustadz Dr. Wido@Supraha.com

📋 TIPS MENJADI JOMBLO SHOLIHAH SMART DAN ENERGIK

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌼 Alhamdulillaahi bi ni’matihii tatimmushshaalihaat,
Segala puji hanyalah milik Allah yang dengan nikmat-Nya sempurna seluruh kebaikan.

Menjadi jomblo juga adalah kenikmatan kok, semoga ini cara Allah mendorong kesiapan yang utuh menuju gerbang yang ditunggu.

🌻 Asyhadu an-Laa ilaaha illallaah, wa Asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Jomblo atau tidak, bukan itu persoalannya, namun apakah qalbu dan bibir ini sentiasa memperbaharui syahadah, “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Saw adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

🌺 Allaahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aalihii wa shahbihii ajma’iin,
Jomblo mengingatkan diri bahwa sejatinya manusia nafsi-nafsi menuju Yaumul Yaqin, maka marilah kita sentiasa bershalawat atas Nabi Muhammad Saw, keluarganya, sahabat-Nya seluruhnya.

🌸 Yaa Akhawaat fiddiin, rahimanii wa rahiimakumullah,

🍃 Menikah adalah 1/2 agama, perintah Allah Swt, penyeimbang kehidupan, dan peningkat ketenangan jiwa. Amal mulia ini adalah awal dari sebuah kerja besar yang tidak bisa dilalui dengan ketenangan kecuali orang-orang yang tenang.

🍃 Persoalan utama hari ini adalah apakah memang kita sudah siap untuk menikah. Jangan-jangan jika hari ini kita menikah justru lahir banyak kemunduran padahal hidup ini untuk kemajuan. Bukankah yang terutama justru persiapan dan pembiasaan sehingga lahir berbagai kemudahan dan jalan keluar dalam kondisi jomblo atau berdua.

🍃 Shalihah, Smart dan Energik adalah 3 kata yang memang menempel dalam diri setiap mukminah. Shalihah kemestian, smart keharusan, energik keniscayaan. Shalihah semakin berkualitas dengan sifat smart dan energik, dan setiap pilihan yang smart akan membuat energi yang semakin energik membentuk keshalihan yang paripurna.

🍃 Shalihah, Smart dan Energik tidak terkait dengan seseorang itu jomblo atau berdua, karena dia seyogyanya sudah bersifat inherent. Namun kita perlu ingat, bahwa sesuatu yang besar adalah karena kumpulan yang kecil. Kebiasaan besar adalah kumpulan kebiasaan kecil. Terbiasa dengan yang kecil, dan tidak meremehkan yang kecil, akan menjadi jalan kemudahan bagi yang besar.

🍃 Hal-hal penting yang dapat menjaga 3 (tiga) hal di atas perlu kita hadirkan dan upayakan keberadaannya.

❣Pertama, memelihara komunikasi dengan Allah Jalla wa ‘ala.

Ingatlah bahwa Allah Swt bersama kita, baik dalam kondisi terpuruk dan bahagia, namun kebiasaan kita dekat dengan-Nya di kondisi bahagia akan memudahkan kita dikenali-Nya di saat kita terpuruk.

Kebersamaan dengan Allah akan memberikan energi yang tak pernah henti, sehingga lahirlah pilihan-pilihan smart. Jika Adam dan Hawa baru ketemu setelah saling mencari bertahun-tahun lamanya, maka hakikatnya menunggu sang pangeran yang baru berbilang tahun, belum ada bandingannya.

❣Kedua, selalu siapkan waktu dengan orang-orang terdekat.

Tentunya orang terdekat kita adalah orang tua, adik, kakak, dan kerabat. Tapi ciptakanlah orang-orang terdekat tambahan. Mereka bisa terlahir karena kesamaan visi sehingga melahirkan gerak bersama.

Mereka pun bisa terlahir sebagai dampak dorongan diri untuk mengisi, sehingga melahirkan kebersamaan yang penuh. Jomblo punya potensi untuk lebih optimal dalam kreasi ini. Sesuatu yang akan membuat kita nyaman meski sang pangeran belum hadir.

❣Ketiga, selalu awali hari dan isi hari dengan energi positif.

Energi positif lahir berawal dari tahajjud dan subuh berjama’ah yang kita lakukan. Energi positif sempurna dengan dzikir pagi yang kita nikmati. Energi ini akan mendorong lahirnya energi turunan, sesuatu seperti keinginan untuk tersenyum ramah dan lepas kepada sesiapapun yang ditemui, bahkan menggerakan diri untuk berbuat lebih melengkapi manusia lain, dan menjaga alam sekitar. Bahkan, jika energi positif itu mampu kita tularkan kepada seluruh makhluk di sekitar kita, pantulannya akan semakin memperkaya diri sehingga energi bertambah tinggi.

❣Keempat, Think Positive Be Passionate.

Sejatinya kita dilahirkan untuk sibuk, dan Allah berjanji akan menyaksikan kesibukan kita. Kesibukan akan mendorong kita untuk selalu berpikir positif. Kecintaan pada kesibukan akan membawa kita pada fokus kerja karena begitu menikmati. Syaithan pun mendapatkan penghalang tambahan untuk merasuki jiwa-jiwa yang sibuk. Maka temukanlah passion kita, nikmatilah, dan teruslah berkarya, karena karyamu akan semakin berkualitas kelak bersama sang pangeran.

Alhamdulillah ‘ala kulli haalin.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…