Nadzar….Bagaimana melaksanakannya??

๐Ÿ‘ณUSTADZ MENJAWAB ๐Ÿ‘ณ
โœUstadz Farid Nu’man Hasan, S.S

๐Ÿ“†Rabu, 18 Mei 2016 M
                 11 Sya’ban 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamu’alaikum Wr wb
Mohon izin bertanya..
Ada seorang wanita yg dahulu ketika masih pelajar bernazar akan puasa 2 pekan jika diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tapi nazar tersebut belum sempat dilaksanakan hingga sekarang sudah menikah dan punya anak. (Sekarang sedang masa menyusui).

Pertanyaannya : apakah nazar tersebut bisa digantikan dengan membayar kafarat? Mengingat keadaan sekarang yg belum mampu melaksanakan puasa karena sedang menyusui. Khawatir jika tidak ada umur, maka apakah diperkenankan membayar kafarat?
Mohon penjelasannya. Jazakalloh khoiron.Wassalamu’alaikum.wr.wb.
#i 09

Jawaban :
—————-

 _Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:_

Sebaiknya nadzar  dengan yang mudah dan mungkin dilaksanakan seperti menyembelih qurban, hindari dengan yang berat dan menyulitkan,  tetapi jika dia merasa mampu menjalankannya silahkan saja.

Hal ini sesuai riwayat berikut:

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – – ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงูŽู„ู’ููŽุชู’ุญู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู! ุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูŽุฐูŽุฑู’ุชู ุฅูู†ู’ ููŽุชูŽุญูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงูŽู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุฏูุณู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุตูŽู„ู‘ู ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง” . ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุตูŽู„ู‘ู ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง”. ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุดูŽุฃู’ู†ููƒูŽ ุฅูุฐู‹ุง” – ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู, ุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ, ูˆูŽุตูŽุญู‘ูŽุญูŽู‡ู ุงูŽู„ู’ุญูŽุงูƒูู…ู

Dari Jabir Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata pada hari Fathul Makkah: โ€œWahai Rasulullah, aku telah bernadzar jila Allah menaklukan kota Mekkah untukmu, aku akan shalat di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha).โ€ Nabi bersabda: โ€œShalat di sini saja.โ€ Orang itu meminta lagi. Nabi menjawab: โ€œShalat di sini saja.โ€ Orang itu masih meminta lagi. Maka Nabi menjawab: โ€œKalau begitu terserah kamu.โ€
*(HR. Ahmad, Abu Daud, dan dishahihkan oleh Al Hakim)*

Jika akhirnya tidak mampu melaksanakan nadzarnya, dia boleh membatalkan nadzarnya dengan melakukan _Kaffarat Nadzar_ sebagaimana kaffarat sumpah, sebagaimana hadits:

ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุฐู’ุฑู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู

_Kaffarat nadzar itu sama dengan kaffarat sumpah._
(HR. Muslim No. 1645)

*๐Ÿ“ŒBagaimana caranya?*

1. Dengan memberikan makan kepada 10 fakir miskin masing-masing sebanyak satu mud gandum (atau disesuaikan dengan makanan dan takaran masing-masing negeri), atau mengundang mereka semua dalam jamuan makan malam atau siang sampai mereka puas dan kenyang, dengan makanan yang biasa kita makan.

2. Atau memberikan pakaian yang sah untuk shalat. jika fakir miskin itu seorang wanita, maka sebagusnya mesti dengan kerudungnya juga.

3. Atau memerdekakan seorang budak

4. Jika semua tidak sanggup, maka shaum selama tiga hari, boleh berturut-turut atau tidak.

Ketetapan ini sesuai firman Allah Taโ€™ala sebagai berikut:

 _Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)._ (QS. Al Maidah: 89)

Kaffarat ini bukan hanya bagi orang yang tidak sanggup menjalankan nadzarnya, tetapi juga bagi orang yang masih bingung menentukan nadzarnya mau ngapain lalu dia putuskan membatalkannya, juga bagi yang  nadzar dengan maksiat.

Hal ini sebagaimana hadits berikut dari Ibnu Abbas secara marfuโ€™:

ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุณูŽู…ู‘ูู‡ูุŒ ููŽูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ูŠูŽู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ูููŠ ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุฉูุŒ ููŽูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ูŠูŽู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูุทููŠู‚ูู‡ู ููŽูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ูŠูŽู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ุฃูŽุทูŽุงู‚ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽูู ุจูู‡ูยป

Barang siapa yang bernadzar dan dia belum tentukan, maka kafaaratnya sama dnegan kaffarat sumpah. Barang siapa yang bernadzar dalam hal maksiat, maka kaffaratnya sama dengan kaffarat sumpah, *_dan barang siapa yang nadzar dengan hal yang dia tidak sanggup maka kaffaratnya sama dengan kaffarat sumpah_*, dan siapa yang nadzarnya dengan sesuatu yang dia mampu, maka hendaknya dia penuhi nadzarnya.
(HR. Abu Daud No. 3322. Hadits ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 3322. Sementara Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam Bulughul Maram: โ€œIsnadnya shahih, hanya saja para huffazh lebih menguatkan bahwa ini hanyalah mauquf.โ€ Mauquf maksudnya terhenti sebagai ucapan sahabat nabi saja, yakni Ibnu Abbas, bukan marfuโ€™ /ucapan nabi.  )
Wallahu Aโ€™lam

๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒธ

www.iman-islam.com

๐ŸŽ’Sebarkan! Raih pahala….

Silsilah Panduan Shaum Ramadhan

๐Ÿ“† Selasa,  10 Sya’ban 1437 H / 17 Mei 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.

๐Ÿ“‹  *Silsilah Panduan Shaum Ramadhan*
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“‹Definisi Shaum Ramadhan

๐Ÿ“š  *Apa arti shaum?*

 Secara bahasa, berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al โ€˜Utsaimin Rahimahullah:

ุงู„ุตูŠุงู… ููŠ ุงู„ู„ุบุฉ ู…ุตุฏุฑ ุตุงู… ูŠุตูˆู…ุŒ ูˆู…ุนู†ุงู‡ ุฃู…ุณูƒุŒ ูˆู…ู†ู‡ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ููŽูƒูู„ููŠ ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููŠ ูˆูŽู‚ูŽุฑู‘ููŠ ุนูŽูŠู’ู†ุงู‹ ููŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุชูŽุฑูŽูŠูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุดูŽุฑู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ููŽู‚ููˆู„ููŠ ุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูŽุฐูŽุฑู’ุชู ู„ูู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู† ุตูŽูˆู’ู…ู‹ุง ููŽู„ูŽู†ู’ ุฃููƒูŽู„ู‘ูู…ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฅูู†ู’ุณููŠู‘ู‹ุง } [ู…ุฑูŠู…] ูู‚ูˆู„ู‡: {ุตูŽูˆู’ู…ู‹ุง} ุฃูŠ: ุฅู…ุณุงูƒุงู‹ ุนู† ุงู„ูƒู„ุงู…ุŒ ุจุฏู„ูŠู„ ู‚ูˆู„ู‡: {ููŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุชูŽุฑูŽูŠูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุดูŽุฑู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง} ุฃูŠ: ุฅุฐุง ุฑุฃูŠุช ุฃุญุฏุงู‹ ูู‚ูˆู„ูŠ: {ุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูŽุฐูŽุฑู’ุชู ู„ูู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู† ุตูŽูˆู’ู…ู‹ุง} ูŠุนู†ูŠ ุฅู…ุณุงูƒุงู‹ ุนู† ุงู„ูƒู„ุงู… {ููŽู„ูŽู†ู’ ุฃููƒูŽู„ู‘ูู…ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฅูู†ู’ุณููŠู‘ู‹ุง}.

๐Ÿ“Œ โ€œShiyam secara bahasa merupakan mashdar dari shaama โ€“ yashuumu, artinya adalah menahan diri. Sebagaimana firmanNya: (Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”) (QS. Maryam (19):26). firmanNya: (shauman) yaitu menahan diri dari berbicara, dalilnya firmanNya: (jika kamu melihat seorang manusia), yaitu jika kau melihat seseorang, maka katakanlah: (Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah) yakni menahan dari untuk bicara. (Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini).

(Syarhul Mumti’, 6/296.  Cet. 1, 1422H.Dar Ibnul Jauzi. Lihat juga Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/431. Lihat Imam Al Mawardi, Al Hawi Al Kabir, 3/850)

 Secara syara’, menurut Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah, makna shaum adalah:

 ุงู„ุงู…ุณุงูƒ ุนู† ุงู„ู…ูุทุฑุงุชุŒ ู…ู† ุทู„ูˆุน ุงู„ูุฌุฑ ุฅู„ู‰ ุบุฑูˆุจ ุงู„ุดู…ุณุŒ ู…ุน ุงู„ู†ูŠุฉ

๐Ÿ“Œ โ€œMenahan diri dari hal-hal yang membatalkan, dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dan dibarengi dengan niat (berpuasa).โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/431)

  Ada pun Syaikh Ibnul Utsaimin menambahkan:

ูˆุฃู…ุง ููŠ ุงู„ุดุฑุน ูู‡ูˆ ุงู„ุชุนุจุฏ ู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุจุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ุนู† ุงู„ุฃูƒู„ ูˆุงู„ุดุฑุจุŒ ูˆุณุงุฆุฑ ุงู„ู…ูุทุฑุงุชุŒ ู…ู† ุทู„ูˆุน ุงู„ูุฌุฑ ุฅู„ู‰ ุบุฑูˆุจ ุงู„ุดู…ุณ.
ูˆูŠุฌุจ ุงู„ุชูุทู† ู„ุฅู„ุญุงู‚ ูƒู„ู…ุฉ ุงู„ุชุนุจุฏ ููŠ ุงู„ุชุนุฑูŠูุ› ู„ุฃู† ูƒุซูŠุฑุงู‹ ู…ู† ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ู„ุง ูŠุฐูƒุฑูˆู†ู‡ุง ุจู„ ูŠู‚ูˆู„ูˆู†: ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ุนู† ุงู„ู…ูุทุฑุงุช ู…ู† ูƒุฐุง ุฅู„ู‰ ูƒุฐุงุŒ ูˆููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูŠู‚ูˆู„ูˆู† ู‡ูŠ: ุฃู‚ูˆุงู„ ูˆุฃูุนุงู„ ู…ุนู„ูˆู…ุฉุŒ ูˆู„ูƒู† ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ู†ุฒูŠุฏ ูƒู„ู…ุฉ ุงู„ุชุนุจุฏุŒ ุญุชู‰ ู„ุง ุชูƒูˆู† ู…ุฌุฑุฏ ุญุฑูƒุงุชุŒ ุฃูˆ ู…ุฌุฑุฏ ุฅู…ุณุงูƒุŒ ุจู„ ุชูƒูˆู† ุนุจุงุฏุฉ

 ๐Ÿ“Œโ€œAda pun menurut syariat, maknanya adalah taโ€™abbud (peribadatan) untuk Allah Taโ€™ala dengan cara menahan diri dari makan, minum, dan semua hal yang membatalkan, dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Wajib dalam memahami definisi ini, dengan mengaitkannya pada kata taabbud, lantaran banyak ahli fiqih yang tidak menyebutkannya, namun mengatakan: menahan dari dari ini dan itu sampai begini. Tentang shalat, mereka mengatakan: yaitu ucapan dan perbuatan yang telah diketahui. Sepatutnya kami menambahkan kata taabbud, sehingga shalat bukan  semata-mata gerakan , atau semata-mata menahan diri, tetapi dia adalah ibadah.

(Syarhul Mumti’,  6/298. Cet.1, 1422H. Dar Ibnul Jauzi)

๐Ÿ”‘ Dari definisinya ini ada beberapa point penting sebagai berikut:

๐Ÿ”น๏ธMenahan diri dari perbuatan yang membatalkan
๐Ÿ”นHarus dibarengi dengan niat
๐Ÿ”นBertujuan ibadah kepada Allah Taala

๐Ÿ“š *Lalu, apa arti Ramadhan ?*

 Ramadhan, jamaknya adalah Ramadhanaat, atau armidhah, atau ramadhanun. Dinamakan demikian karena mereka mengambil nama-nama bulan dari bahasa kuno (Al Qadimah), mereka menamakannya dengan waktu realita yang terjadi saat itu, yang melelahkan, panas, dan membakar (Ar ramadh).  Atau juga diambil dari  ramadha ash shaaimu: sangat panas rongga perutnya, atau karena hal itu membakar dosa-dosa. (Lihat Al Qamus Al Muhith, 2/190)

 Imam Abul Hasan Al Mawardi Rahimahullah mengatakan:

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูŠูุณูŽู…ู‘ูŽู‰ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ู†ุงุชูู‚ูŒ  ุŒ ููŽุณูู…ู‘ููŠูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุฃู’ุฎููˆุฐูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽู…ู’ุถูŽุงุกู ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูุฏู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽุฑู‘ู : ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุญููŠู†ูŽ ููุฑูุถูŽ ูˆูŽุงููŽู‚ูŽ ุดูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑู‘ู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽูˆูŽู‰ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู {ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ} ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุณูู…ู‘ููŠูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู : ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฑู’ู…ูุถู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฃูŽูŠู’ : ูŠูŽุญู’ุฑูู‚ูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ุจูู‡ูŽุง .

๐Ÿ“Œ โ€œAdalah bulan Ramadhan pada zaman jahiliyah dinamakan dengan โ€˜kelelahanโ€™, lalu pada zaman Islam dinamakan dengan Ramadhan yang diambil dari kata Ar Ramdha yaitu panas yang sangat. Karena ketika diwajibkan puasa bertepatan dengan keadaan yang sangat panas. Anas bin Malik telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: sesungguhnya dinamakan Ramadhan karena dia memanaskan  dosa-dosa, yaitu membakarnya dan menghapskannya. (Al Hawi Al Kabir, 3/854. Darul Fikr)

 Secara istilah (terminologis), Ramadhan adalah nama bulan (syahr) ke sembilan dalam bulan-bulan hijriyah, setelah Syaban dan sebelum Syawal. Ada pun bulan dalam artian benda langit adalah al qamar, dan bulan sabit adalah al hilaal.

๐Ÿ“š *Keutamaan-Keutamaannya*

 Sangat banyak keutamaan puasa. Di sini kami hanya paparkan sebagian kecil saja.

๐Ÿ“‹ *Berpuasa Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ูˆู…ู† ุตุงู… ุฑู…ุถุงู† ุฅูŠู…ุงู†ุง ูˆุงุญุชุณุงุจุง ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡

๐Ÿ“Œ            “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab,  maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802. Al Baihaqi, Syuโ€™abul Iman No. 3459)

            Makna โ€˜diampuninya dosa-dosa yang lalu adalah dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina, mabuk, durhaka kepada orang tua, sumpah palsu, dan lainnya- hanya bisa dihilangkan dengan tobat nasuha, yakni dengan menyesali perbuatan itu, membencinya, dan tidak mengulanginya sama sekali.  Hal ini juga ditegaskan oleh hadits berikut ini.

๐Ÿ“‹ *Diampuni dosa di antara Ramadhan ke Ramadhan*

  Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงู„ุตู„ูˆุงุช ุงู„ุฎู…ุณ. ูˆุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ. ูˆุฑู…ุถุงู† ุฅู„ู‰ ุฑู…ุถุงู†. ู…ูƒูุฑุงุช ู…ุง ุจูŠู†ู‡ู†. ุฅุฐุง ุงุฌุชู†ุจ ุงู„ูƒุจุงุฆุฑ

๐Ÿ“Œ             โ€œShalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.โ€ (HR. Muslim No. 233)

๐Ÿ“‹ *Dibuka Pintu Surga, Dibuka pintu Rahmat, Dibuka pintu langit,  Ditutup Pintu Neraka, dan Syetan dibelenggu*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู† ููุชู‘ูุญูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุบูู„ู‘ูู‚ูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตููู‘ูุฏูŽุชู’ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†

๐Ÿ“Œ            “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. bukhari No. 1800. Muslim No. 1079.  Malik No. 684. An Nasaโ€™i No. 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2104, 2105)

๐Ÿ“‹ *Buat Orang berpuasa akan dimasukkan ke dalam surga melalui pintu Ar Rayyan*

Dari Sahl Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุจูŽุงุจู‹ุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู‘ูŽุงู†ู ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุฃูุบู’ู„ูู‚ูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ

๐Ÿ“Œโ€œSesungguhnya di surga ada pintu yang disebut Ar Rayyan, darinyalah orang-orang puasa masuk surga pada hari kiamat, tak seorang pun selain mereka  masuk lewat pintu itu. Akan ditanya: Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri, dan tidak akan ada yang memasukinya kecuali  mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup dan tak ada yang memasukinya seorang pun.

(HR. Bukhari No. 1797, 3084. Muslim No. 1152. An NasaI No. 2273, Ibnu Hibban No. 3420. Ibnu Abi Syaibah 2/424)

๐Ÿ”ธBersambung ๐Ÿ”ธ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Tadabbur Surat An-Nabaโ€™ (Bag. 2)

๐Ÿ“† Senin, 9 Sya’ban 1437H / 16 Mei 2016 M
๐Ÿ“š Tadabbur Al-Qur’an

๐Ÿ“ Dr. Saiful Bahri, M.A

๐Ÿ“‹ Tadabbur Surat An-Nabaโ€™ (Bag. 2)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Hari yang Ditunggu-Tunggu*

            Bila hari penentuan itu datang, semuanya menjadi berubah. Karena saat itu para manusia sudah tak lagi dibebani dengan tugas dan taklif.

๐Ÿ“Œ   _”Sesungguhnya hari keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok. Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu. Dan dijalankanlah gunung-gunung maka ia menjadi fatamorgana”_  (QS. 78: 17-20)

            Bila datang hari kebangkitan, manusia pun segera terjaga dari kematian. Kehidupan sesungguhnya baru akan dimulai. Hari pembalasan menanti mereka. Mereka dibangkitkan secara berkelompok sesuai dengan perilaku dan amal mereka ketika hidup di dunia([7]). Masing-masing kelompok terdapat pemimpinnya, yang mereka ikuti ketika di dunia. Hal ini senada ungkapan Allah dalam firman-Nya,

๐Ÿ“Œ _โ€œ(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka Ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpunโ€_ (QS. 17: 71)โ€

            Langit-langit pun membuka diri atas titah Tuhan-Nya. Di dalamnya terdapat pintu-pintu yang sangat banyak. Gunung-gunung yang menjadi pasak bumi pun terserabut terbang dan dijalankan Allah bagai bulu. Ia pun seperti fatamormana. Ada keberadaannya tapi seolah terlihat tidak di alam nyata. Karena gunung yang demikian kokohnya terseret juga oleh arus dan mesti mengikuti titah dan perintah Tuhannya. Gunung-gunung itu menjadi seperti fatamorgana. Seperti ada dan seperti tiada. Seolah menjadi demikian ringannya. Ini adalah satu dari sekian gambaran kedahsyatan hari kemusnahan dan kiamat. Dan setelahnya diikuti dengan datangnya hari kebangkitan kemudian dilanjutkan dengan pembalasan.

๐Ÿ“š *Hari Pembalasan*

            Hari kebangkitan membawa misi keadilan. Agar setiap manusia mendapatkan balasan yang setimpal dan adil atas semua perbuatannya yang dilakukannya ketika ia hidup di bumi.

๐Ÿ“Œ           _โ€Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman. Selain air yang mendidih dan nanah. Sebagai pambalasan yang setimpal. Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab. Dan mereka mendustakan ayat-ayat kami dengan sesungguhnya. Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azabโ€_ (QS. 78: 21-30)

            Orang-orang zhalim yang melampau batas kewajaran, yang zalim, penindas yang lemah, culas dan serakah. Bagi mereka neraka jahannam. Seburuk-buruk tempat kembali di akhirat kelak. Yaitu neraka yang selalu ada pengintainya. Menjaga mereka tanpa belas kasihan sama sekali. Sekali-kali takkan pernah mereka merasakan kenyamanan dan kesejukan. Al-Farraโ€™ menafsirkannya dengan kenyamanan beristirahat dari panasnya hawa neraka sehingga disebut dengan _โ€la bardanโ€_ , takkan ada kesejukan dan kenyamanan dari siksa neraka yang tak kenal ampun([8]). Bahkan sekedar mendapatkan hembusan angin pun tidak, seperti tutur Az-Zajjaj dalam tafsirnya([9]). Tidak juga mereka mendapatkan sesuatu yang bisa mengusir dahaga dan haus karena menahan panas yang sangat luar biasa. Tak ada air. Kecuali air yang menggelegak atau nanah yang sangat menjijikkan dan baunya menyengat.

            Itulah balasan yang setimpal bagi perbuatan mereka. Yaitu mendustakan ayat-ayat dan tanda kebesaran serta kekuasaan Allah. Bumi, langit, ditidurkannya manusia, gunung-gunung, awan dan air serta berbagai tanda yang lainnya seperti yang disebutkan. Seolah tak memberikan bekas dan pengaruh bagi mereka. Padahal kesempatan taubat yang berulang-ulang dibuka oleh Allah tak juga digunakan dengan baik sampai akhirnya datang masa yang tak lagi bisa diperdengarkan alasan dan udzur.

 Akibatnya, orang-orang yang melampaui batas tersebut berlaku zhalim. Menindas yang lemah, menipu, culas, ringan melakukan kesalahan, berbuat semaunya dengan memperturutkan hawa nafsunya. Karena mereka sudah berkeyakinan takkan ada pembalasan. Namun anggapan tersebut tidaklah benar. Semua bahkan terekam dalam catatan amal yang kelak tak lagi bisa dipungkiri, karena malaikat pencatat pun disertai saksi anggota tubuh manusia sendiri yang berbicara atas titas keagungan Allah. Saat itu, takkan lagi ada pendusta yang sanggup berdusta. Dan orang-orang yang zhalim tersebut tak laik mendapatkan tambahan melainkan kepedihan adzab yang tak terperikan.

๐Ÿ“š *Kemuliaan dan Kemenangan Orang Bertaqwa*
๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Wanita Menopause Sudah Tidak Wajib Berjilbab. Benarkah Demikian?

๐Ÿ“Ustadzah Menjawab
๐ŸŒนUstadzah Nurdiana

๐ŸŒฟ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒนโ˜˜๐Ÿ๐ŸŒท

Assalamu’alaikum Ustadzah….                Saya pernah baca artikel tentang Jilbab, bahwa wanita menopause sudah tidak wajib berjilbab. Benarkah demikian?

Jawaban
—————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡ ุŒ
 Memang ada yang berpendapat seperti yang Anda sebutkan. Pendapat ini merujuk pada ayat berikut. Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan berhenti mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An-Nur 23: 60)

Apabila ayat ini dijadikan alasan untuk membolehkan wanita yang sudah menopause untuk tidak menutup aurat maka pendapat tersebut terlalu dipaksakan, sebab yang dimaksud ayat di atas bukan ditujukan pada wanita yang sudah menopause semata, tetapi dimaksudkan untuk kaum wanita menopause yang sudah sangat tua dan pikun, karenanya di ayat itu ada penegasan … mereka tidak bermaksud menampakkan perhiasan..

Kalimat ini menunjukkan bahwa wanita tersebut melakukannya karena pikun. Menurut hemat saya, untuk zaman sekarang, sangat banyak wanita yang sudah menopause tapi penampilannya masih fresh dan tidak pikun.

Dengan demikian, wanita yang sudah menopause tapi masih berakal sehat alias tidak pikun, bahkan masih berpenampilan fresh masih tetap wajib menutup aurat sesuai ketentuan yang termaktub dalam Surat Al Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31 walaupun mereka sudah tua.

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al Ahzab 33: 59)

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya… โ€ (Q.S. An-Nur 24: 31).  
Wallahu a’lam.
 
 ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

Penjelasan Do’a Sebelum Makan

๐Ÿ‘ณUSTADZ MENJAWAB 
โœUstadz Farid Nu’man Hasan, S.S
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน
Assalamualaikum ,saya mau minta penjelasan tentang do’a sebelum makan, apakah ada hadisnya? Karena ketika anak saya makan dan saya suruh baca do’a,dibantah oleh adik saya yg ikut pengajian SALAFI, katanya do’a sebelum makan itu tdk ada,cukup baca bismillah saja.
Tolong dijelaskan dalil2nya. *-A36-*
๐Ÿƒ๐ŸƒJawaban๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah .., Bismillah wal Hamdulillah ..
Doa hendak makan yang diterkenal itu, ada beberapa versi, dan semuanya  tidak ada yang sah dari Nabi ๏ทบ, akan kami sampaikan dua versi saja. 
*Versi Pertama: Allahumma Baarik Lana Fiimaa razaqtanaa wa qinaa โ€˜adzaaban naar*
Dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, bahwa: Selamanya tidaklah dia diberikan makanan, minuman, bahkan obat, melainkan dia kan membaca: (lalu disebut dzikir yang cukup panjang …, dan kalimat akhirnya adalah:
ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู
โ€œAllahumma Barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa โ€˜azaaban naar.โ€ (HR. Malik,   no.1672, riwayat Yahya Al Laitsi.  Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, No. 25000, 30184)
Disebutkan dari Abdullah bin Amr Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Nabi ๏ทบ jika mendekati makanan dia berdoa: (maka disebut doa di atas). (Al Kaamil fidh Dhuโ€™afa, 6/206, Lisanul Mizan, 5/165)
Tapi, hadits ini munkar sebagaimana kata Imam Al Bukhari. Imam Ibnu Hajar Rahimahullah berkata:
ูˆุงู„ุตูˆุงุจ ู‚ุงู„ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ู…ู†ูƒุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฌุฏุงู‹
โ€œYang benar, menurut Imam Bukhari hadits ini sangat munkar.โ€ (Imam Ibnu Hajar al Asqalani,  Lisanul Mizan, 5/165)
Apakah hadits mungkar itu? Secara ringkas, hadits mungkar adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang yang buruk hafalannya, banyak salah dan lalainya, dan nampak kefasikannya, serta bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh orang terpercaya, dan termasuk kelompok hadits dhaโ€™if jiddan (sangat lemah). (Syaikh Dr. Mahmud Ath Thahhan, Taisir al Mushthalah al Hadits, Hal. 80-81)
Sedangkan Prof.Dr. Ali Mushthafa Yaโ€™qub, MA, Rahimahullah  mengatakan bahwa hadits mungkar adalah hadits paling buruk peringkat ketiga, setelah hadits maudhuโ€™ (palsu) dan hadits matruk (semi palsu). Demikianlah.
Berkata Syaikh Ayman Shalih Syaโ€™ban tentang doa versi ini: 
ุฃุฎุฑุฌู‡ ู…ุงู„ูƒ ููŠ ุงู„ู…ูˆุทุฃ  ุนู† ู‡ุดุงู… ุจู† ุนุฑูˆุฉ ุนู† ุฃุจูŠู‡ ุŒ ูุฐูƒุฑู‡. ูˆู„ู… ุฃู‚ู ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฑูˆุงูŠุฉ ู…ุฑููˆุนุฉ ุŒ ูˆุฅุณู†ุงุฏ ุงู„ุฃุซุฑ ุตุญูŠุญ.
Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha, dari Hisyam bin โ€˜Urwah, dari ayahnya, lalu disebutkan kalimat itu. Dan aku belum temukan riwayat ini secara marfuโ€™ (dari nabi), dan isnad atsar ini SHAHIH.โ€ (Jaamiโ€™ Al Ushul, 4/309)
Jadi, yang shahih doa seperti ini ada, tapi bukan dari Nabi, melainkan dari seorang tabiโ€™in bernama โ€˜Urwah, yaitu โ€˜Urwah bin Az Zubeir bin Awwam Radhiallahu โ€˜Anhuma. 
Sedangkan Imam Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa doa ini juga diucapkan oleh โ€˜Amru bin Al Ash, ketika Beliau hendak makan. (Asy Syukr, No. 169)
*Versi Kedua: Bismillah, Allahumma baarik lanaa fiima razaqtanaa*
Ini juga bukan dari Nabi ๏ทบ tapi dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu โ€˜Anhu.
Ibnu Aโ€™bud berkata: Berkata kepadaku Ali bin Abi Thalib: โ€œWahai Ibnu Aโ€™bud, tahukah kamu apa itu hak makanan?โ€ Aku bertanya: โ€œApa itu wahai Ibnu Abi Thalib?โ€ Beliau berkata:
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง
Bismillah, Allahumma baarik lanaa fiima razaqtanaa. (HR. Ahmad,  No.  1313, Teks riwayat  Ibnus Sunni agak berbeda:โ€ Allahumma Barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa โ€˜azaaban naar, bismillah.โ€)
Hadits ini didhaifkan para ulama. Sebab, Ibnu Aโ€™bud adalah seorang yang majhul (tidak dikenal), hanya dikenal namanya saja. Ali bin Al Madini berkata: โ€œTidak dikenal.โ€ Adz Dzahabi berkata: โ€œDia adalah Ali Al Laitsi.โ€ (Imam Adz Dzahabi, Mizanul Iโ€™tidal,  No. 10755) 
Ali bin Al Madini berkata: โ€œIbnu Aโ€™bud tidak dikenal, aku tidak mengetahuinya kecuali pada hadits ini saja.โ€ (Imam Ibnu Abi Hatim Ar Razi, Al Jarh wat Taโ€™dil, No. 1369)
Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: โ€œHadits ini dhaif, karena ke-majhul-an Ibnu Aโ€™bud.โ€ (Taโ€™liq Musnad Ahmad, No. 1313)
*Kalau Begitu Mana Yang Shahih?*
  
Jika doa hendak makan yang seperti itu dhaif, maka dengan apa kita membaca doa hendak makan?
Diriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah Radhiallahu โ€˜Anhu:
ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุง ุบูู„ูŽุงู…ู ุณูŽู…ู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽูƒูู„ู’ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽ ูˆูŽูƒูู„ู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู„ููŠูƒูŽ
โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berkata kepadaku, โ€œWahai anak! sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang terdekat denganmu.โ€ (HR. Bukhari, No. 5062, 5063. Muslim,  No. 2022. Ibnu Majah, No. 3267. Ahmad, No. 15740)
Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha:
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑูŽ ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุขุฎูุฑูŽู‡ู
โ€œBeliau bersabda: โ€œJika salah seorang kalian hendak makan, maka sebutlah nama Allah Taโ€™ala, jika lupa menyebut nama Allah di awalnya, maka katakanlah: โ€œBismillahi awwalahu wa akhirahu (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya.โ€ (HR. Abu Daud,  No. 3767.  At Timidzi,  No. 1858. Dalam teks Imam At Tirmidzi agak berbeda yakni: โ€œJika salah seorang kalian hendak makan, maka katakanlah, โ€œBismillah,โ€ jika lupa membaca di awalnya, maka bacalah, โ€œBismillahi fi awalihi wa akhirihi.โ€ Beliau berkata: hadits ini hasan shahih. Dengan teks serupa juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah,  No. 3264.  Ahmad,   No. 23954. Al Hakim dalam Mustadrak โ€˜Alas Shahihain, Juz. 16, No. 412, No. 7087, katanya sanad hadits ini shahih, tapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)  
Dalam hadits lain:
ูƒุงู† ุฅุฐุง ู‚ุฑุจ ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ุทุนุงู… ูŠู‚ูˆู„ : ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุŒ ูุฅุฐุง ูุฑุบ ู‚ุงู„ : ุงู„ู„ู‡ู… ุฃุทุนู…ุช ูˆ ุฃุณู‚ูŠุช ูˆ ุฃู‚ู†ูŠุช ูˆ ู‡ุฏูŠุช ูˆ ุฃุญูŠูŠุช ุŒ ูู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุนู„ู‰ ู…ุง ุฃุนุทูŠุช 
โ€œAdalah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, jika disuguhkan kepadanya makanan, dia membaca: โ€œBismillah,โ€ setelah makan ia membaca,โ€Allahumma Athโ€™amta, wa asqaita, wa aqnaita, wa hadaita, wa ahyaita, falillahil hamdi โ€˜ala maa aโ€™thaita.โ€ (HR. Ahmad, hadits ini shahih, seluruh periwayatnya tsiqah (kredibel) sesuai syarat Imam Muslim, Lihat Silsilah Ash Shahihah, Juz. 1, hal. 70, pembahasan hadits no.71)
Inilah doa yang shahih, yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam jika kita hendak menyantap makanan atau minuman. *TAPI APAKAH HANYA INI? TIDAK!*
Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma berkata:
ู…ู† ุฃุทุนู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุทุนุงู… ูู„ูŠู‚ู„ ุงู„ู„ู‡ู… ุจุงุฑูƒ ู„ู†ุง ููŠู‡ ูˆุฃุทุนู…ู†ุง ุฎูŠุฑุง ู…ู†ู‡ ูˆู…ู† ุณู‚ุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ู„ุจู†ุง ูู„ูŠู‚ู„ ุงู„ู„ู‡ู… ุจุงุฑูƒ ู„ู†ุง ููŠู‡ ูˆุฒุฏู†ุง ู…ู†ู‡
Siapa yang diberikan makan oleh Allah dengan sebuah makanan, maka hendaknya berdoa: ALLAHUMMA BARIK LANAA FIIHI WA ATHโ€™AMANA KHAIRAN MINHU, dan barang siapa yang diberikan oleh Allah susu maka hendaknya membaca: ALLAHUMMA BAARIK LANA FIIH WA ZIDNAA MINHU.
(HR. At Tirmdzi No. 3455, Imam At Tirmidzi berkata: hasan. Syaikh Al Albani mengatakan hasan diberbagai kitabnya seperti Al Misykah, Shahih Ibni Majah, dan Ash Shahihah)
*Bagaimana Sikap Para Ulama?*
Para ulama berbeda dalam menyikapi penggunaan doa ini. Di antara mereka ada yang  tidak mempermasalahkan, karena pada prinsipnya berdoa itu boleh saja dengan kalimat kebaikan apa pun, bahkan walau dengan untaian sendiri, selama tidak menyandarkannya kepada Nabi ๏ทบ. Bahkan ada yang menyunnahkan tambahan Allahumma barik lana dst.
Imam Ibnu Abdil Bar Rahimahullah berkata, ketika menjelaskan doa makan dan minum:
ูˆุงู„ุฏุนุงุก ูƒุซูŠุฑ ู„ุง ูŠูƒุงุฏ ูŠุญุตู‰ ูˆุฎูŠุฑู‡ ู…ุง ูƒุงู† ุงู„ุฏุงุนูŠ ุจู†ูŠุฉ ูˆูŠู‚ูŠู† ุจุงู„ุฅุฌุงุจุฉ ูˆูŠูƒููŠ ู…ู† ุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ู‡ ููŠ ุฃูˆู„ ุงู„ุทุนุงู… ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ูˆููŠ ุขุฎุฑู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ุงู„ู„ู‡ู… ุจุงุฑูƒ ู„ู†ุง ููŠ ู…ุง ุฑุฒู‚ุชู†ุง ูˆู‚ู†ุง ุนุฐุงุจ ุงู„ู†ุงุฑ
Doa itu banyak dan tidak terhitung. Dan yang terbaik adalah orang yang berdoa mesti memiliki niat dan keyakinan bahwa doanya dikabulkan, dan cukup baginya ketika di awal makan membaca: โ€œBISMILLAHIRRAHMANIRRAHIMโ€ dan di akhirnya ALHAMDULILLAHI RABBIL โ€˜ALAMIN ALLAHUMMAH BAARIK LANA FI MAA RAZAQTANA WA QINAA โ€˜ADZAABAN NAAR. (Al Istidzkaar, No. 39885)
Sementara, Imam Abul Barakat Ad Dardiri Rahimahullah mengatakan hal itu adalah dianjurkan (mandub/sunnah):
ูˆู†ุฏุจ ุฒูŠุงุฏุฉ: ุงู„ู„ู‡ู… ุจุงุฑูƒ ู„ู†ุง ููŠู…ุง ุฑุฒู‚ุชู†ุง ูˆุฒุฏู†ุง ุฎูŠุฑุง ู…ู†ู‡
Disunahkan membaca tambahan (ketika hendak makan): Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa zidnaa khairan minhu. (Asy Syarh Al Kabir, 1/ 103)
Hal serupa dikatakan oleh Imam Ad Dasuqi dalam Hasyiyahnya. (Hasyiyah Ad Dasuqi, 1/103)
Syaikh Al โ€˜Allamah Sulaiman Al Jamal mengatakan tambahan itu adalah sunnah, yakni bismillah Allahumma barik lana fiima razaqtana wa qinaa โ€˜adzaaban naar. (Hasyiyah Al Jamal, 1/357). Dan, masih *sangat-sangat banyak* para ulama menganjurkan tambahan doa bukan hanya BISMILLAH, dalam kitab-kitab empat madzhab. Oleh karena itu, jangan tergesa-gesa melarangnya atau mengingkarinya.
Sementara ulama lain ada yang menolak pemakaian tambahan pada doa tersebut. DI antaranya Imam As Suyuthi dan Syaikh Al Albani. Berikut ini kutipannya:
ูˆ ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฃู† ุงู„ุชุณู…ูŠุฉ ููŠ ุฃูˆู„ ุงู„ุทุนุงู… ุจู„ูุธ ” ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ” ู„ุง ุฒูŠุงุฏุฉ ููŠู‡ุง ุŒูˆ ูƒู„ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ ุงู„ุชูŠ ูˆุฑุฏุช ููŠ ุงู„ุจุงุจ ูƒู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ู„ูŠุณ ููŠู‡ุง ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ ุŒ ูˆ ู„ุง ุฃุนู„ู…ู‡ุง ูˆุฑุฏุช ููŠ ุญุฏูŠุซ ุŒ ูู‡ูŠ ุจุฏุนุฉ ุนู†ุฏ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ุจู…ุนู†ู‰ ุงู„ุจุฏุนุฉ ุŒ ูˆ ุฃู…ุง ุงู„ู…ู‚ู„ุฏูˆู† ูุฌูˆุงุจู‡ู… ู…ุนุฑูˆู : ” ุดูˆ ููŠู‡ุง ุŸ ! ” . ูู†ู‚ูˆู„ : ููŠู‡ุง ูƒู„ ุดูŠุก ูˆ ู‡ูˆ ุงู„ุงุณุชุฏุฑุงูƒ ุนู„ู‰ ุงู„ุดุงุฑุน ุงู„ุญูƒูŠู… ุงู„ุฐูŠ ู…ุง ุชุฑูƒ ุดูŠุฆุง ูŠู‚ุฑุจู†ุง
ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฃู…ุฑู†ุง ุจู‡ ูˆ ุดุฑุนู‡ ู„ู†ุง ุŒ ูู„ูˆ ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ู…ุดุฑูˆุนุง ู„ูŠุณ ููŠู‡ ุดูŠุก ู„ูุนู„ู‡ ูˆ ู„ูˆ ู…ุฑุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุŒ ูˆ ู‡ู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ ุฅู„ุง ูƒุฒูŠุงุฏุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ุนุงุทุณ ุจุนุฏ ุงู„ุญู…ุฏ .ูˆ ู‚ุฏ ุฃู†ูƒุฑู‡ุง ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูƒู…ุง ููŠ ” ู…ุณุชุฏุฑูƒ ุงู„ุญุงูƒู… ” ุŒ ูˆ ุฌุฒู…
ุงู„ุณูŠูˆุทูŠ ููŠ ” ุงู„ุญุงูˆูŠ ู„ู„ูุชุงูˆูŠ ” ( 1 / 338 ) ุจุฃู†ู‡ุง ุจุฏุนุฉ ู…ุฐู…ูˆู…ุฉ  
โ€œDalam hadits ini menunjukkan bahwa doa tasmiyah pada awal makan dengan lafaz โ€œbismillahโ€ tanpa ada tambahan apa-apa, semua hadits shahih yang membicarakan bab ini juga demikian tanpa ada tambahan, dan saya tidak mengetahui adanya tambahan itu dalam hadits, dan tambahan itu menurut istilah para fuqaha (ahli fiqih) adalah bidโ€™ah, namun bagi orang-orang yang sudah terlanjur menggunakannya akan mengatakan perkataan yang sudah bisa diketahui: โ€œBukankah doa ini telah banyak dipakai?!โ€
Kami katakan: โ€œSegala tambahan yang diberikan kepada pembuat syariat, berupa amalan yang jika memang benar itu bisa mendekatkan kita kepada Allah Taโ€™ala, pastilah akan diperintahkan oleh syariat, seandainya itu disyariatkan pasti hal itu dilakukan oleh Rasulullah walau cuma sekali.  Hal ini seperti menambahkan shalawat kepada Nabi, bagi orang yang membaca Alhamdulillah setelah bersin.
Abdullah bin Umar Radhiallahu โ€˜Anhu telah mengingkari tambahan ini sebagaimana dijelaskan dalam Al Mustadrak-nya Imam al Hakim, dan ditegaskan oleh Imam as Suyuthi dalam Al Hawi Lil Fatawa (1/338), bahwa tambahan itu adalah bidโ€™ah tercela.โ€ (Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany, Silsilah Ash Shahihah, No. 71)
๐Ÿ“š Kesimpulan:
– Tidak mengapa tambahan selain BISMILLAH, sebagaimana hadits Imam At Tirmidzi, dan sanadnya hasan. Sebagaimana dihasankan oleh Imam at Tirmidzi dan Syaikh Al Albani sendiri.
– Tersebar di kitab para ulama 4 madzhab tentang tambahan itu, dan mereka membolehkan bahkan ada yang menyunnahkan.
– Tidak mengapa mengikuti pihak yang membatasi hanya BISMILLAH, sebab itu juga ada dalam khazanah ulama Islam.
– Yang salah adalah yang hendak makan tapi tidak baca doa, justru ketawa-ketawa atau bernyanyi.
Demikian. 
Wallahu Aโ€™lam
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป
Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia….

Ikhlas Itu Menguatkan Langkah

๐Ÿ“† Ahad,  8 Sya’ban 1437 H / 15 Mei 2016 M

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿ“‹ Ikhlas Itu Menguatkan Langkah

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒตBekerjalah untuk hidup, untuk ibadah. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang dekat, mulailah sekarang juga.

๐ŸŒทDalam surat Al Mulk ayat 2 Allah berfirman, โ€œYang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.โ€

๐ŸŒตKarena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, โ€œAmal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.โ€

๐ŸŒทDalam kesempatan lain beliau berkata, โ€œJika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.โ€

๐ŸŒตMari memaknai ikhlas.
Ikhlas itu bagai matahari yang selalu menyinari bumi tiap hari tanpa berharap balas sedikit pun. Selalu mendatangkan kebermanfaatan bagi semua makhluk di dunia ini.
Sebenarnya ikhlas dari hati yang paling dalam mampu memengaruhi banyak hal.

๐ŸŒทMisalkan jika seorang yang memasak dengan ikhlas bukan sekadar karena kewajiban atau pekerjaan, makanan yang ia buat rasanya jauh lebih nikmat meskipun dengan bumbu yang sederhana. Seperti kasih ibu pada anaknya. Tak pernah seorang ibu meminta ganti rasa sakit kala melahirkannya.

๐ŸŒตTak ada orangtua yang meminta balasan dari harta yang dikeluarkannya. Seperti halnya matahari yang selalu menyinari bumi tiada henti.
Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam dada manusia.

๐ŸŒทBersandarlah atas segala masalah kehidupan hanya pada Allah. Tak kita pungkiri, raga kita berpijak di bumi. Tak hanya kebajikan yang ada, kejahatan pun merajalela.

๐ŸŒตNamun demikian, tetapkan hatimu untuk mengingat akhirat dan segala yang terjadi dalam kehidupan yang hakiki.

๐ŸŒทKatakanlah, โ€œSesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.โ€ (Q.s. al-Anโ€™am [6]: 162).

๐ŸŒตKeikhlasan merupakan energi tersendiri karena Dia pemilik segala urusan. Ikhlas adalah intisari dari keimanan kita kepada Allah.

๐Ÿ’ฆMari menjadi pribadi yang ikhlas agar apa yang kita lakukan berbalas.

Wallahul mustaโ€™an.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Beberapa Hal Tentang Bulan Syaโ€™ban (2)

๐Ÿ“† Ahad,  8 Sya’ban 1437 H / 15 Mei 2016 M

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Ustadz Abdullah Haidir Lc.

๐Ÿ“‹ Beberapa Hal Tentang Bulan Syaโ€™ban (2)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šQadha puasa Ramadan

๐ŸŒตApa kaitannya qadha puasa Ramadan dengan bulan Syaโ€™ban?

Aisyah radhiallahu anha berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽู…ูŽุง ุฃูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ู’ุถููŠูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูููŠ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุŒ ุงู„ุดู‘ูุบูู„ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…

โ€œAku dahulu memliki hutang puasa Ramadan, aku tidak dapat mengqadanya kecuali di bulan Syaโ€™ban, karena sibuk melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.โ€ (Muttafaq alaih)

๐ŸŒทBerdasarkan hadits ini, umumnya para ulama berpendapat bahwa kesempatan melakukan qadha puasa Ramadan terbuka hingga bulan Syaโ€™ban sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya. Namun, jika tidak ada alasan khusus, seseorang  dianjurkan segera mengqadhanya.

๐ŸŒตBahkan sebagian ulama menyatakan agar mendahulukan qadha Ramadan sebelum puasa Syawal atau puasa sunah lainnya. Sebab berdasarkan hadits Aisyah di atas, dia baru sempat melakukan qadha di bulan Syaโ€™ban, karena ada alasan, yaitu melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

๐ŸŒทMaka pemahamannya, jika seseorang tidak memiliki alasan atau uzur syarโ€™i, hendaknya dia menyegerakan membayar qadha puasanya.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 8/21, Fathul Bari, 4/189)

๐ŸŒตApabila hutang puasa itu belum juga terbayar hingga bertemu Ramadan berikutnya karena ada  alasan tertentu yang membuatnya tidak dapat mengqadha puasa Ramadan sebelumnya, maka tidak ada kewajiban apa-apa baginya selain mengqadha puasanya setelah Ramadan berikutnya.

๐ŸŒทJika tidak ada halangan bagi seseorang untuk mengqadha puasanya, namun tidak juga dia lakukan hingga datang Ramadan berikutnya, maka hendaknya dia bertaubat  dan istighfar atas kelalaiannya menunda-nunda kewajiban. Disamping itu, dia tetap harus mengqadhanya setelah bulan Ramadan berikutnya.

๐ŸŒตSebagian ulama mengharuskan orang seperti itu untuk memberikan setengah shaโ€™ makanan  pokok (sekitar  1,5 kg) kepada seorang miskin untuk setiap satu hari puasa yang dia tinggalkan sebagai peringatan atas kelalaiannya, disamping kewajiban mengqadha puasanya. Berdasarkan ijtihad para shahabat dalam masalah ini.

๐ŸŒทNamun sebagian lain berpendapat tidak ada kewajiban akan hal tersebut, karena tidak ada nash yang dengan tegas menetapkannya. Akan tetapi ijtihad tersebut dianggap baik.

(Fathul Bari, 4/189, Al-Ilmam Bisyaiโ€™in min Ahkam Ash-Shiyam, Syekh Abdul Aziz Ar-Rajihi, 30)

๐ŸŒตJika telah masuk bulan Syaโ€™ban, hendaknya setiap muslim mengingatkan dirinya atau orang-orang terdekat (khususnya kaum wanita yang umumnya suka memiliki hutang puasa) apabila memiliki hutang puasa Ramadan sebelumnya, agar segera ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya.

๐Ÿ“šPuasa Di Akhir Syaโ€™ban

๐ŸŒทSehari atau dua hari terakhir bulan Syaโ€™ban sebelum Ramadan, dinamakan sebagai Yaumusy-Syak (hari keraguan).

๐ŸŒตDikatakan demikian, karena pada hari tersebut tidak jelas apakah sudah masuk bulan Ramadan atau belum. Pada hari tersebut, seseorang dilarang berpuasa jika tujuannya sekedar ingin hati-hati agar tidak ada hari yang tertinggal dari bulan Ramadan.

๐ŸŒทYang diperintahkan adalah memastikan datangnya bulan Ramadan dengan terlihatnya hilal Ramadan. Kalau hilal tidak terlihat, maka bulan Syaโ€™ban digenapkan menjadi tiga puluh hari berdasarkan riwayat shahih dalam masalah ini.

๐ŸŒตNamun dibolehkan berpuasa pada hari tersebut (sehari atau dua hari sebelum Ramadan) apabila pada hari itu bertepatan dengan hari-hari sunnah berpuasa yang biasa dia lakukan (seperti Senen dan Kamis), atau dia berpuasa karena hendak membayar qadha puasanya, atau nazar atau kaffarat.

๐ŸŒทBerdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

ู„ุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ููˆุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุจูุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ุŒ ุฅู„ุงู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุตูŽูˆู’ู…ุงู‹ ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡

 โ€œJangan kalian mendahulukan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya). Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa.โ€ (Muttafaq alaih).

๐ŸŒตDi antara hikmah pelarangan ini adalah agar ada pemisah antara puasa Ramadan yang fardhu dengan puasa-puasa sunah sebelum dan sesudahnya.

๐ŸŒทMaka, dilarang puasa sehari atau dua hari sebelumnya dan dilarang pula puasa sehari sesudahnya, yaitu pada hari Idul Fitri.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 7/194, Lathaโ€™iful Maโ€™arif, hal. 151, Syarh Umdatul Ahkam, Syekh Jibrin, 30/2)

Wallahu taโ€™ala aโ€™lam.

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽูˆูŽูู‘ูู‚ู’ู†ูŽุง ูููŠู‡ู ุŒ ูˆูŽุจูŽู„ู‘ูุบู’ู†ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œYaa Allah, berilah kami barokah dan taufiq di bulan Syaโ€™ban, dan pertemukan kami dengan Bulan Ramadan..โ€

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

KARAKTERISTIK SUAMI DAN ISTRI YANG SHALEH

๐Ÿ“† Sabtu, 7 Sya’ban 1437H / 14 2016

๐Ÿ“š *Tema KELUARGA & TARBIYATUL AULAD*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustzh. DR. Hj. Aan Rohanah, Lc , M.Ag*

๐Ÿ“ *KARAKTERISTIK SUAMI DAN ISTRI YANG SHALEH*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Keshalehan suami istri dalam membangun keluarga Islami, keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah harus sama. Sehingga visi dan misi yang dimiliki sama2 bertujuan untuk membangun keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

*Karakteristik suami shaleh dan istri shalihah*

Suami sebagai imam dalam keluarga memiliki tanggung jawab yang besar di dunia dan akhirat. Kebahagiaan keluarga banyak ditentukan oleh peran kepemimpinan  suami. Karena itu suami harus menjadi imam yang shaleh.

Demikian juga istri yang menjadi sumber kebahagiaan suami dan menjadi sekolah bagi anak2nya.  Keceriaan suami dan keberhasilan pendidikan anak2 sangat bergantung pada peran ibu. Karena itu  sebagai istri dan sekali gus sebagai ibu harus shalihah.

Allah telah menyebutkan karakteristik yang sama bagi suami shaleh dan istri shalihah di dalam Surat 33, QS Al Ahzab : 35.

 ุงู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ุงุช ูˆุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุงู„ู…ุคู…ู†ุงุช ูˆุงู„ู‚ุงู†ุชูŠู† ูˆุงู„ู‚ุงู†ุชุงุช ูˆุงู„ุตุงุฏู‚ูŠู† ูˆุงู„ุตุงุฏู‚ุงุช ูˆุงู„ุตุงุจุฑูŠู† ูˆุงู„ุตุงุจุฑุงุช ูˆุงู„ุฎุงุดุนูŠู† ูˆุงู„ุฎุงุดุนุงุช ูˆุงู„ู…ุชุตุฏู‚ูŠู† ูˆุงู„ู…ุชุตุฏู‚ุงุช ูˆุงู„ุตุงุฆู…ูŠู† ูˆุงู„ุตุงุฆู…ุงุช ูˆุงู„ุญุงูุธูŠู† ูุฑูˆุฌู‡ู…  ูˆุงู„ุญุงูุธุงุช ูˆุงู„ุฐุงูƒุฑูŠู† ุงู„ู„ู‡  ูƒุซูŠุฑุง ูˆุงู„ุฐุงูƒุฑุงุช ุงุนุฏุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ู… ู…ุบูุฑุฉ ูˆุงุฌุฑุง ุนุธูŠู…ุง.

Artinya:
” Sesungguhnya laki2 dan perempuan yang muslim, laki2 dan perempuan yang mukmin, laki2 dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki2 dan perempuan yang benar, laki2 dan perempuan yang sabar, laki2 dan perempuan yang khusyuk, laki2 dan perempuan yang bersedekah, laki2 dan perempuan yang shaum, laki2 dan perempuan yang menjaga kehormatannya , laki2 dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. ( QS Al Ahzab : 35 ).

Sebab turunnya ayat ini adalah suatu hari Ummu Salamah berkata kepada Rasulullah SAW. : mengapa kami secara eksplisit tidak disebut dalam alquran sebagaimana kaum laki2  ? Beliau tidak memperhatikan pertanyaan itu sampai suatu hari beliau memanggil diatas mimbar dan bersabda: ” Wahai manusia sesungguhnya Allah berfirman
ุงู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ู„ุช ………  
sampai akhir ayat “. ( HR. Ahmad ” ).
Dengan turunnya ayat ini maka Allah telah mengarahkan suami istri agar memiliki karakter yang sama dalam berkeluarga yaitu karakter orang yang shaleh agar bisa sukses membentuk keluarga yang Islami yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Karakter yang harus dimiliki oleh suami shaleh dan istri shalihat yang sudah disebut dalam surat 33 Al Ahzab: 35  itu saling terkait sehingga bisa menjadi pribadi yang shaleh dan Islami yaitu Islam, iman, tunduk, benar ( jujur ), sabar, khusyuk, bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatan, dan banyak berzikir kepada Allah.

*Karakteristik Islam* yang disebut dalam ayat itu adalah masuk ke dalam agama Islam disertai tunduk patuh dan mengamalkan syariatnya  dalam kehidupan sehari- hari. Sebagai mana Rasulullah bersabda saat ditanya tentang Islam :

ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุงู† ุชุดู‡ุฏ ุงู† ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู† ู…ุญู…ุฏุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุชู‚ูŠู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุชุคุช ุงู„ุฒูƒุงุฉ ูˆุชุตูˆู… ุฑู…ุถุงู† ูˆุชุญุฌ ุงู„ุจูŠุช ุงู† ุงุณุชุทุงุน ุงู„ูŠู‡ ุณุจูŠู„ุง.  ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู….

Islam adalah hendaknya kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, nabi Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, shaum di bulan romadhan, dan pergi haji ke Baitullah bagi yang mampu (HR Muslim)

_Karakteristik ke 2_ adalah *iman*, Rasulullah bersabda saat ditanya tentang iman , yaitu :

ุงู† ุชุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆ ู…ู„ุงุฆูƒุชู‡ ูˆูƒุชุจู‡ ูˆุฑุณู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุงุฎุฑ ูˆุชุคู…ู† ุจุงู„ู‚ุฏุฑ ุฎูŠุฑู‡ ูˆุดุฑู‡ . ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…

Artinya:
” Hendaknya kamu beriman kepada Allah,  para malaikat, kitab- kitab, para Rasul Nya, hari akhir dan takdir yang baik dan yang buruk.” ( HR. Muslim )

Bersambung

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Beberapa Hal Praktis Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Beranjak Remaja* (lanjutan)

๐Ÿ“† Sabtu, 7 Sya’ban 1437H / 14 Mei 2016

๐Ÿ“š *KELUARGA & TARBIYATUL AULAD*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadzah Dra. Indra Asih*

๐Ÿ“ *Beberapa Hal Praktis Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Beranjak Remaja* (lanjutan)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ ๐ŸŒท

Bag-1 : http://www.iman-islam.com/2016/05/beberapa-hal-praktis-yang-perlu.html?m=1

๐Ÿ’ *Tip 14* : Ajak untuk bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan komunitas masyarakat yang beragam.

Jika anak-anak remaja kita dapat berinteraksi dengan masyarakat yang beragam, maka hal tersebut akan lebih sehat untuk pertumbuhan kedewasaan dan kebijaksanaan mereka.

๐Ÿ’ *Tip 15* : Bantulah remaja kita untuk mulai terlibat di dalam kelompok pemuda.

Setelah berhasil di lingkungan Muslim dan menghadiri kegiatan Islam secara teratur, remaja  dalam banyak kasus akan mampu untuk  mengembangkan persahabatan dengan umat Islam lainnya se-usia mereka.

Lalu bantulah mereka membentuk sebuah kelompok pemuda, tidak hanya untuk belajar tentang Islam, tapi untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya, seperti rihlah ke taman hiburan bersama-sama, pergi berenang, dan lain-lain.

Melakukan pertemuan di rumah anggota setiap minggu atau dua bulan sekali. Mengajak kelompok mereka untuk terlibat dalam pekerjaan yang berguna bagi sesama seperti membersihkan sampah di sekitar Masjid atau mengunjungi yatim dan dhuafa.

Kegiatan-kegiatan tetsebut harus mendapatkan pengawasan orangtua, meskipun remajalah yang memiliki ‘kekuasaan’ untuk pengambilan keputusan. Jadi orang tua tidak harus ‘mengganggu’ kecuali benar-benar diperlukan.

๐Ÿ’ *Tip 17*: Memiliki pertemuan keluarga mingguan

Tujuannya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dalam kehidupan setiap anggota keluarga dan untuk berkonsultasi pada anggota keluarga lain tentang hal-hal penting.

_Hanan mulai menghadiri halaqah._
_Imran baru saja kembali dari sebuah kamping pemuda Muslim._
_Bilal nilai ulangan Biologi terakhirnya bagus._

Intinya adalah untuk tidak hanya memberikan berita ini dalam bentuk ‘titik’. Tapi untuk _membuka forum diskusi dan komunikasi antara semua anggota keluarga, dan untuk tetap ‘up-to-date’ tentang apa yang sedang terjadi dalam kehidupan masing-masing, yang semakin sulit terutama ketika anak-anak tumbuh menjadi remaja._

Ini juga merupakan tempat untuk berkonsultasi pada keluarga dan memutuskan hal-hal  utama yang mempengaruhi semua orang, seperti:
_Pindah ke kota lain;_
_Pernikahann salah satu anggota keluarga;_
_Kesulitan dengan ‘bully’ di sekolah_
Dan lain-lain

*Catatan:*

Syura dalam keluarga tidak berarti suara mayoritas menentukan apa yang harus dilakukan tentang suatu situasi.

Sementara orang tua tetap bertanggung jawab, remaja kita diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat dan saran kepada orang tua. Saran mereka akan dipertimbangkan dalam membuat keputusan akhir tentang suatu masalah.

๐Ÿ’ *Tip 17*: Memiliki “Malam Hiburan  Halal” sebulan sekali

Hiburan Islam kadang menjadi hal yang diabaikan banyak Muslim.

_Mungkin Jamil 16 tahun bisa menulis, sementara adiknya Amira, 14, dapat  menyanyi dengan baik._ _Biarkan mereka menyajikan lagu Islam mereka sendiri untuk seluruh keluarga. Atau persilahkan Ridwan 12 tahun membacakan beberapa puisi terbaiknya._

Bantu mereka membuat kriteria yang dapat diterima dan tidak dapat diterima sebagai hiburan yang diperbolehkan.

๐Ÿ’ *Tip 18*: Memberikan qudwah dari Rasul SAW dan para sahabat RA

Selain kita menjadi panutan dengan mencoba mengamalkan Islam, pastikan kita memberikan anak remaja kita panutan dengan menyampaikan kisah tentang Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya RA, baik laki-laki maupun perempuan.

Jika tidak, karakter pada program yang anak-anak kita  tonton di televisi dapat menjadi “sahabat” buat mereka .

Diskusikan apa mungkin akan dilakukan para sahabat RA dalam situasi yang relevan dengan kehidupan anak remaja kita sekarang

Apa yang akan Abu Bakar Siddiq lakukan jika ia melihat seseorang menjual jawaban ujian akhir?

Apa yang akan Aisyah lakukan jika ia dihadapkan dengan kondisi untuk membohongi orang tuanya?

๐Ÿ’ *Tip 19*: Membaca buku tentang ‘Positif Parenting’

Bisa buku yang ditulis oleh Muslim, atau bahkan buku oleh non-Muslim dapat membantu. Namun, membaca buku dari sumber non muslim bisa dilakukan jika kita mampu mengidentifikasi mana yang diterima secara Islam dan mana yang tidak.

๐Ÿ’ *Tip 20*: Biarkan mereka menikah dini jika mereka sudah siap

Banyak kondisi di masyarakat sekarang yang memungkinkan anak-anak remaja kita banyak terpapar oleh hal-hal yang bisa merangsang nafsu birahi mereka: di TV, billboard, di jalan-jalan, bus, di film, dan lain-lain.

Seorang remaja Muslim yang menghadapi ini berada dalam posisi yang sulit: menyerah pada godaan atau sungguh-sungguh bertahan dari godaan.

Membantu mereka untuk menikah dini, akan mengurangi tekanan godaan tersebut. Mereka tidak juga harus berhenti studi mereka untuk melakukan hal ini.

Sebagai orangtua kita juga akan ikut bertanggung jawab jika putra atau putri kita sudah ingin menikah, tapi kita melarang mereka dan akhirnya mereka berhubungan seks di luar pernikahan. Naudzu billahi min dzalik.

Kita juga harus ingat untuk tidak melakukan langkah ini, yaitu memaksa putra atau putri kita menikah dengan orang yang tidak mereka sukai.

๐Ÿ’ *Tip 21*: Last but not least, berdoa untuk anak remaja kita.

_Allah lah yang memberi hidayah dan menyesatkan, tetapi jika kita telah melakukan kewajiban kita sebagai orang tua, Insya Allah, mengarahkan remaja kita menjadi seorang Muslim dewasa akan lebih mudah dilakukan dibandingkan jika kita mengabaikan kewajiban ini._

Lalu, berdoa untuk remaja kita di hadapan mereka. Hal ini untuk mengingatkan mereka betapa kita cinta dan peduli pada mereka.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Beberapa Hal Tentang Bulan Syaโ€™ban

๐Ÿ“† Jumat,  6 Sya’ban 1437 H / 13 Mei 2016 M

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Ustadz Abdullah Haidir Lc.

๐Ÿ“‹ Beberapa Hal Tentang Bulan Syaโ€™ban

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒทBulan Syaโ€™ban adalah bulan ke 8 dalam penanggalan Hijriah. Terletak antara dua bulan yang mulia, yaitu Rajab dan Ramadan.

Karenanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang bulan Syaโ€™ban,

ุฐูŽู„ููƒูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูŠูŽุบู’ููู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œInilah bulan yang sering disepelekan orang, terdapat antara Rajab dan Ramadan.โ€ (HR. Ahmad dan Nasaโ€™i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)

๐Ÿ“š Keistimewaan Bulan Syaโ€™ban dan Puasa Di Dalamnya

Keistimewaan bulan Syaโ€™ban, dinyatakan dalam kelanjutan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di atas;

ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ุชูุฑู’ููŽุนู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ุŒ ููŽุฃูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑู’ููŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

๐Ÿ’ฆ _Dia adalah bulan diangkatnya amal-amal (manusia) kepada Tuhan semesta Alam_ . Maka aku ingin ketika amalku sedang diangkat, aku sedang berpuasa.โ€ (HR. Ahmad dan Nasaโ€™i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)

Karena itu, berdasarkan riwayat shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada sebagian besar hari di bulan Syaโ€™ban. Sebagaiman perkataan Aiysha radhiallahu anha,

โ€ฆ ููŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ู…ูŽู„ูŽ ุตููŠูŽุงู…ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุตููŠูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ู ูููŠ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡

โ€œAku belum pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasanya dalam sebulan selain bulan Ramadan, dan tidak aku lihat bulan yang di dalamnya *beliau paling banyak berpuasa selain bulan Syaโ€™ban*.โ€

๐Ÿ’ฆDalam riwayat Bukhari (1970) dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,
โ€œTidak ada bulan yang Nabi shallallahu alaihi wa sallam lebih banyak berpuasa di dalamnya, selain bulan Syaโ€™ban. Sesungguhnya beliau berpuasa Syaโ€™ban seluruhnya.โ€

๐ŸŒตMaksud hadits ini adalah bahwa beliau berpuasa pada sebagian besar hari-hari di bulan Syaโ€™ban, berdasarkan perbandingan riwayat-riwayat lainnya yang menyatakan demikian.

๐ŸŒทDalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan โ€˜berpuasa sebulan penuhโ€™ padahal yang dimaksud adalah โ€˜berpuasa pada sebagian besar hari di bulan ituโ€™.

๐ŸŒตAda juga yang memahami bahwa kadang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh di bulan Syaโ€™ban, tapi kadang (di tahun lain) beliau berpuasa sebagian besarnya.

๐ŸŒทAda pula yang mengatakan bahwa pada awalnya beliau berpuasa pada sebagian besar bulan Syaโ€™ban, namun pada akhir hidupnya beliau berpuasa Syaโ€™ban sebulan penuh.

๐Ÿ’ŽPenafsiran pertama lebih kuat, berdasarkan riwayat-riwayat lain yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berpuasa di bulan Syaโ€™ban melebihi puasa di bulan lainnya, dan bahwa Beliau belum pernah berpuasa sebulan penuh selain Ramadan.

 Wallahuaโ€™lam.

(Lihat: Fathul Bari, 4/213)

๐Ÿ“šBerdasarkan hadits di atas, keutamaan puasa di bulan Syaโ€™ban memiliki dua alasan;

โฃ  Karena di bulan ini amal manusia diangkat untuk dilaporkan.

โฃ  Karena bulan ini dianggap sebagai bulan yang banyak disepelekan orang, karena terletak di antara dua bulan utama.

Beribadah di saat orang lalai (kurang memperhatikan), memiliki keutamaan lebih dibanding beribadah disaat yang lainnya semangat beribadah. Meskipun kedua-duanya adalah kebaikan.

๐ŸŒตPuasa di bulan Syaโ€™ban, selain hikmah yang disebutkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits di atas, oleh para ulama juga dimaknai sebagai penyambutan dan pengagungan terhadap datangnya bulan Ramadan.

๐ŸŒทKarena ibadah-ibadah yang mulia, umumnya diawali oleh pembuka yang mengawalinya. Seperti ibadah haji diawali dengan persiapan ihram di miqat, atau ibadah shalat yang diawali dengan bersuci dan persiapan-persiapan lainnya yang dimasukkan dalam syarat-syarat shalat. Di samping hal ini akan membuat tubuh mulai terbiasa untuk menyambut ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadan.

๐ŸŒตDi sisi lain, Para ulama menyebutkan bahwa ibadah puasa di bulan Syaโ€™ban, ibarat shalat Rawatib (sebelum dan sesudah) shalat Fardhu. Sebab sebelum Ramadan disunnahkan banyak berpuasa di bulan Syaโ€™ban, dan sesudah Ramadan, disunnahkan berpuasa enam hari bulan Syawwal.

(Lihat: Tahzib Sunan Abu Daud, 1/494, Lathaโ€™iful Maโ€™arif, 1/244)

๐Ÿ“šMalam Nishfu Syaโ€™ban (pertengahan  Syaโ€™ban)

๐ŸŒตTerkenal di tengah masyarakat keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban (pertengahan bulan Syaโ€™ban).

Hadits-hadits terkait dalam masalah ini sebagian dikatagorikan dhaโ€™if (lemah), bahkan sebagian lagi dikatagorikan maudhu (palsu) oleh para ulama hadits. Khususnya hadits-hadits yang mengkhususkan ibadah tertentu pada malam tersebut atau hadits-hadits yang menjanjikan jumlah dan bilangan pahala atau balasan tertentu bagi yang beribadah di dalamnya.

๐ŸŒทAkan tetapi, ada sebuah hadits yang berisi tentang keutamaan malam Nisfhu Syaโ€™ban yang bersifat umum, tanpa mengkhususkan ibadah-ibadah tertentu. Yaitu hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽูŠูŽุทู‘ูŽู„ูุนู ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูุตู’ูู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุŒ ููŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู„ูุฌูŽู…ููŠุนู ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ูู…ูุดู’ุฑููƒู ุฃูŽูˆู’ ู…ูุดูŽุงุญูู†ู

โ€œSesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam Nisfhu Syaโ€™ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik atau orang yang sedang bertengkar (dengan saudaranya).โ€

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1390). Dalam Zawaโ€™id Ibnu Majah, riwayat ini dinyatakan dhaโ€™if karena adanya perawi yang dianggap lemah.

๐ŸŒทNamun hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Muโ€™jam Al-Kabir dari shahabat Muโ€™az bin Jabal (215). Ibnu Hibban juga mencantumkan dalam shahihnya (5665), begitu pula Imam Ahmad mencantumkan dalam Musnadnya (6642). Al-Arnaโ€™uth dalam taโ€™liq (komentar)nya pada dua kitab terakhir tentang hadits tersebut, berkata, โ€œShahih dengan adanya syawahid (riwayat-riwayat semakna lainnya yang mendukung).โ€

๐ŸŒตAl-Albani memasukkan hadits ini dalam kelompok hadits-hadits shahih dalam kitabnya Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (1144), juga dalam kitabnya Shahih Targhib wa Tarhib (1026).

๐ŸŒทSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, โ€œAdapun malam Nishfu Syaโ€™ban, di dalamnya terdapat keutamaan.โ€ (Mukhtashar Fatawa Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 291)

๐ŸŒตKarena itu, ada sebagian ulama salaf dari kalangan tabiโ€™in di negeri Syam, seperti Khalid bin Maโ€™dan dan Luqman bin Amir  yang menghidupkan malam ini dengan berkumpul di masjid-masjid untuk melakukan ibadah tertentu.

Dari merekalah kemudian kaum muslimin membudayakan berkumpul di masjid-masjid pada malam Nisfhu Syaโ€™ban dengan melakukan ibadah tertentu untuk berdoa dan berzikir.  Ishaq bin Rahawaih menyetujui hal ini dengan berkata, โ€œIni bukan bidโ€™ahโ€

๐ŸŒทAkan tetapi, sebagian ulama Syam lainnya, di antaranya Al-Auzaโ€™i yang dikenal sebagai Imam ulama Syam, tidak menyukai perbuatan berkumpul di masjid-masjid untuk shalat dan berdoa bersama pada malam ini, namun mereka membenarkan seseorang yang shalat khusus pada malam itu secara pribadi (tidak bersama-sama).

Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali, begitu juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

๐ŸŒทLebih keras dari itu adalah pandangan mayoritas ulama Hijaz, sepeti Atha, Ibnu Mulaikah, juga ulama Madinah dan pengikut Mazhab Maliki, mereka menganggapnya sebagai perbuatan bidโ€™ah.

(Lihat: Lathaโ€™iful Maโ€™arif, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 151, Mukhtashar Fatawa Al-Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 292)

๐ŸŒตNamun, jika seseorang qiyamullail pada malam itu sebagaimana qiyamullail disunnahkan pada umumnya malam, atau berpuasa di siang harinya karena termasuk puasa  Ayyamul Bidh (pertengahan bulan) yang disunnahkan, maka hal tersebut jelas tidak mengapa.

๐Ÿ“šQadha puasa Ramadan

๐Ÿ”นBersambung, Ahad pagi Insya Allah..๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…