Kesungguhankan Berbuah Kesuksesan

๐Ÿ“† Ahad, 17 Rajab 1437H / 24 April 2016

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿ“‹ Kesungguhan kan Berbuah Kesuksesan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒตTerus dan teruslah melaju. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan azamnya yang besar tak lain mereka akan berusaha semaksimal mungkin meraih apa yang ia cita-citakan meski harus berkorban dengan harta dan nyawanya sekaligus.

๐ŸŒปLajunya sulit untuk dikendalikan karena tujuannya hanya satu yakni Allah Azza wa Jalla. Tak hanya rintangan yang ringan, yang berat pun sanggup ia lalui. Bagi mereka kelelahan suatu nikmat yang tiada terkira.

๐ŸŒตMereka menyadari lelah, atau sakit yang mendera raga pun jiwa di baliknya ada surga yang abadi.
Dalam kepayahannya ia tetap merealisasikan keikhlasannya. Tak peduli hujan pun badai akan tetap jalankan amanahnya.

๐ŸŒปHanya satu keyakinannya yakni ridha Allah semata. dunia baginya sebagai ajang perlombaan. Bila tak segera bergegas pasti ia akan tergilas. Bila tak segera berburu pastilah hidupnya tak menentu.

๐ŸŒตMereka orang-orang yang mempunyai cita-cita tinggi. โ€˜Isy kariman aw mut syahidan. Lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah. Ini contoh semboyan

para pejuang.
Orang-orang yang bertekad baja tak pernah merasa puas dengan apa yang telah dilakukannya. kerena bila mereka puas, mereka akan berhenti. Bukan berhenti, namun selalu bergerak dan bergerak terus itulah hakikat kehidupan.

๐ŸŒปIngatlah kisah para pejuang di medan laga. Mereka tak kan gentar meski ribuan musuh sudah ada di hadapan. Pantang mundur meski darah mengucur. Allahu akbar.

๐ŸŒตAmbillah ibrah dari Perang Badar. Tepatnya tanggal 17 Ramadhan, itulah kali pertama umat Islam melakukan peperangan melawan kaum kafir Quraisy. Semangat yang membara dari kaum Muslimin kala itu terlebih Rasulullah karena itu perang pertama kali.

๐ŸŒปRasulullah membawa pasukan sejumlah 300 orang. Padahal pasukankaum kafir Quraisy berjumlah 1000 orang kala itu. Jumlah yang tidak sebanding.

๐ŸŒตKisah yang sangat monumental. Bila bukan karena doa Rasulullah yang dikabulkan. Bila bukan karena Allah yang memberi kemenangan rasanya secara rasional pasukan Muslimin tak mungkin raih kemenangan.

๐ŸŒปSaat itu Rasulullah sendiri yang memimpin Perang badar. Seperti kesaksian Ahmad, Ali r.a. menceritakan, โ€œKalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Saw, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu.โ€

๐ŸŒตDengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, Ketika keberanian mulai memuncak pada saat perang Badar, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Saw. Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau.โ€

๐ŸŒปMuslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Saw berkata kepada para shahabatnya, โ€œJangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando.โ€ Ibnu Katsir berkata, โ€œBeliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga.

๐ŸŒตDemikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Oleh karena itu, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya.โ€

๐ŸŒปSangat spektakuler, kerja para mujahid di medan laga. Dengan perbandingan 3:10 tak mampu menggoyahkan semangatnya untuk raih kemenangan. Mereka babat habis musuh hingga menderita kekalahan.

๐ŸŒตSemangat juang yang patut dicontoh dan menjadi teladan bagi kita semua. Kisah Badar merupakan sejarah yang akan dikenang sepanjang masa.

๐ŸŒปSiang hari dengan segenap kemampuan Rasulullah pimpin pasukan dan malam hari Rasulullah berdoa tak kenal henti. Doa yang penuh harap beliau panjatkan ke hadirat Allah.

๐ŸŒตDalam firmannya, โ€œSungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

๐ŸŒปIngatlah ketika kamu mengatakan kepada orang-orang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya.

๐ŸŒตDan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.โ€ (Q.s. Ali โ€˜Imran [3]:123-127).

๐ŸŒปTidak ada yang tak mungkin bila Allah sudah menurunkan ketetapan-Nya. Bersama Allah kan kita raih keberhasilan.

๐ŸŒตBersama Allah kan kita raih kemenangan. Tak akan pernah kalah, nilai sebuah perjuangan. Bila menang mereka benar-benar sudah bisa mengalahkan lawannya. Namun bila mereka kalah, mereka telah bersungguh-sungguh.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Masa Iddah

๐ŸŒŽUstadzah. Menjawab
โœUstadzah  Drs Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน.
๐Ÿ“Œ Assalamualaikum ustadzah
Bagaimana ketentuan masa idah seorang istri setelah suaminya meninggal?
Terimakasih, member๐Ÿ…ฐ1โƒฃ0โƒฃ

๐Ÿ€Jawaban nya
Wa’alaikum salam wa Rahmatullahu wa Barakatuh
๐ŸŒท Iddah adalah masa dimana wanita yang baru saja berpisah dengan suaminya tidak boleh untuk menikah dan tidak boleh melakukan hal-hal yang menjadi wasilah kepada pernikahan.

Adapun bagi wanita yang berpisah dari suaminya karena kematian maka:

1. dalam keadaan hamil  maka iddahnya adalah sampai dia melahirkan kandungannya, walaupun itu hanya beberapa hari setelah kematian suaminya. Allah Taโ€™ala berfirman yang artinya, โ€œDan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.โ€ (QS. Ath-Thalaq: 4)

Diperjelas dalam hadits Al-Miswar bin Makhramah radhiallahu anhu dia berkata:
ุฃูŽู†ูŽู‘ ุณูุจูŽูŠู’ุนูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ููŠูŽู‘ุฉูŽ ู†ูููุณูŽุชู’ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ูˆูŽููŽุงุฉู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุจูู„ูŽูŠูŽุงู„ู ููŽุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽุชู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ูƒูุญูŽ ููŽุฃูŽุฐูู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ููŽู†ูŽูƒูŽุญูŽุชู’
โ€œSubaiโ€™ah Al Aslamiyyah melahirkan beberapa hari setelah suaminya wafat, lalu ia pun menemui Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam dan meminta izin untuk menikah. Maka beliau pun mengizinkannya.โ€ (HR. Al-Bukhari)

2. Tidak dalam keadaan hamil, maka iddahnya adalah selama 4 bulan 10 hari, jadi bukan hanya 4 bulan saja.

Berdasarkan firman Allah Taโ€™ala yang artinya, โ€œOrang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (berโ€™iddah) empat bulan sepuluh hari.โ€ (QS. Al-Baqarah: 234)

Dan juga hadits Ummu Athiyah radhiallahu anha dia berkata:
ูƒูู†ูŽู‘ุง ู†ูู†ู’ู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ู†ูุญูุฏูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽูŠูู‘ุชู ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆู’ุฌู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูุฑููˆูŽุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽูƒู’ุชูŽุญูู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุชูŽุทูŽูŠูŽู‘ุจูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽู„ู’ุจูŽุณูŽ ุซูŽูˆู’ุจู‹ุง ู…ูŽุตู’ุจููˆุบู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุซูŽูˆู’ุจูŽุนูŽุตู’ุจู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูุฎูู‘ุตูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุทูู‘ู‡ู’ุฑู ุฅูุฐูŽุง ุงุบู’ุชูŽุณูŽู„ูŽุชู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุญููŠุถูู‡ูŽุงูููŠ ู†ูุจู’ุฐูŽุฉู ู…ูู†ู’ ูƒูุณู’ุชู ุฃูŽุธู’ููŽุงุฑู ูˆูŽูƒูู†ูŽู‘ุง ู†ูู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุงุชูู‘ุจูŽุงุนู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฆูุฒู
โ€œKami dilarang berkabung atas kematian di atas tiga hari kecuali atas kematian suami, yaitu selama empat bulan sepuluh hari. Selama masa itu dia tidak boleh bercelak, tidak boleh memakai wewangian, tidak boleh memakai pakaian yang berwarna kecuali pakaian ashab. Dan kami diberi keringanan bila hendak mandi seusai haid untuk menggunakan sebatang kayu wangi. Dan kami juga dilarang mengantar jenazah.โ€ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala

QS. Al-Qiyamah (Bag. 2)

๐Ÿ“† Senin, 18 Rajab 1437H / 25 April 2016
๐Ÿ“š Tadabbur Al-Qur’an

๐Ÿ“ Dr. Saiful Bahri, M.A

๐Ÿ“‹ QS. Al-Qiyamah (Bag. 2)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šAl-Qurโ€™an Sumber Dakwah yang Dijaga

Al-Qurโ€™an sebagai sumber yang membawa berita kebenaran tentang segala sesuatu. Termasuk diantaranya berita tentang hari kiamat; hari dibangkitkannya semua manusia untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.

Mungkin karena inilah yang mendorong Nabi Muhammad hendak cepat-cepat menghafalnya. Mungkin karena takut lupa. Atau supaya beliau bisa cepat menguasainya kemudian segera disampaikan kepada umatnya. Tapi kemudian Allah menegur beliau. Allah yang memberikan kekuatan hafalan seseorang atau melemahkannya. Membuatnya cepat menguasai suatu hal atau sebaliknya.

๐Ÿ“Œโ€˜โ€™Janganlah kamu gerakkan lidah mu untuk (membaca) al-Qurโ€™an Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannyaโ€™โ€™. (QS.75;16-19)

Karena itulah al-Qurโ€™an benar-benar menjadi kitab yang dijaga Allah. Terjaga dari segala bentuk pemalsuaan baik dengan pengurangan atau penambahan bagian-bagiannya [7]. Karena itu, Allah menurunkan malaikat terbaik-Nya untuk mengajari Nabi Muhammad. Al-Qurโ€™an disampaikan melalui talaqqi langsung Nabi saw kepada jibril as. Dan Nabi Muhammad baru diperbolehkan.

Membaca setelah jibril selesai membacanya. Orisinilitas inilah yang menjdi salah satu ciri dan karakteristik al-Qurโ€™an, terutama bila dibandingkan dengan kitab-kitab Allah yang lain. Apalagi buku-buku buatan manusia atau modifikasi karya-karya sesat mereka

Namun demikian tak otomatis membuat manusia dengan mudah menerima atau mempercayainya. Tak sedikit yang mengingkari dan mendustakannya. Bahkan menghina dan merendahkannya.

๐Ÿ“šKelalaian yang Memperdayakan

Sikap angkuh dan masa bodoh yang mengambil manusia sebenarnya dipicu oleh kecintaannya yang sangat pada harta dan dunia ini. Sehingga ia benar-benar merasa seolah-olah ia akan hidup selamanya.

๐Ÿ“Œโ€˜โ€™ Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia. Dan meninggalkan (kehidupan) akhiratโ€™โ€™. (QS.75:20-21)

Manusia bermegah-megahan dalam urusan dunianya. Sehingga kecintaanya pada materi dan kebendaan menjadi sangat menkristal dan sulit dikikis. Inilah sebuah penyakit yang disinyalir Nabi saw sebagai penyakit โ€˜โ€™ al-Wahnโ€™โ€™ yaitu mencintai dunia dan terkejut mati. Dan saatnya kematian itu datang ia terperangah dan terkejut. Karena ia benar-benar tak memperkirakan sebelumnya. Bahkan mungkin ia berpikir akan hidup selama-lamanya.

Adapun orang yang beriman. Hari pertemuan dengan Tuhan-Nya adalah hari penantian yang sangat membahagiakan,

๐Ÿ“Œโ€˜โ€™Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihatโ€™โ€™. (QS.75:22-23).

 Hari yang sempurna bagi orang-orang yang beriman. Karena mereka bisa melihat dan bertemu langsung dengan Allah. Tanpa ada hijab dan penghalang sedikit pun. Seperti sabda Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, โ€˜โ€™Kalian akan melihat Tuhan kalian dengan mata kalianโ€™โ€™[8]. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa itu terjadi tanpa penghalang sedikit pun. Dalam riwayat Abu Said al-Khudry lebih ditegaskan lagi.โ€โ€ฆโ€ฆ.Seperti melihat bulan pada malam bulan purnama yang tak terhalangi oleh awanโ€ [9].

Karena itu orang beriman tidak pernah takut mati justru ia sangat mencintai kematian. Tergambar dalam sebuah hadits muttaqun โ€˜alaih,

๐Ÿ“Œโ€œBarang siapa yang mendambakan pertemanan dengan Allah, Allah pun mencintai pertemuan dengannyaโ€ (HR. Bhukhari Muslim)

Mari kita simak, bait-bait puisi yang disenandungkan Khubaib bin Zaid menjelang penyaliban yang dilakukan kepada orang Kuffar Quraisy. Ini adalah bait-bait keberanian yang tak sedikitpun menampakkan ketakutan akan datangnya kematian. Justru dengan lantang ia menantinya.

Takkan kupedulikan selama aku terbunuh dalam keadaan muslim

Bagaimanapun juga kematian di jalan Allah

Demikian keagungan Dzatnya

Ia berkehendak memberkahiku sesuka-Nya [10]

Kebalikan apa yang dialami oleh orang-orang yang mengingkari hari kiamat.

๐Ÿ“Œโ€˜โ€™Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram. Mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyatโ€™โ€™. (QS.75: 24-25)

 Setidaknya tanda-tanda kemurkaan Allah telah mereka lihat. Mereka bisa merasakannya sebelum Allah benar-benar timpakan kepada mereka adzab-Nya. Dan hari itu semua penyesalan menjadi tidak berguna.

๐Ÿ“šTanda-Tanda Dari Allah

๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

MENJADI RINGAN SAAT DITUNAIKAN BERSAMA

๐Ÿ“† Sabtu, 16 Rajab 1437H / 23 April 2016

๐Ÿ“š KELUARGA

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Ag

๐Ÿ“‹ MENJADI RINGAN SAAT DITUNAIKAN BERSAMA
(Kerjasama Suami Istri Memaksimalkan Tanggung Jawab Bersama)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Suami dan Istri perlu menjalin kerjasama untuk memaksimalkan tanggung jawab ;
   
1โƒฃ Dalam hal nafkah :
๐ŸŒทMenggunakan nafkah yang diberikan suami secara arif

Nafkah yang diberikan suami untuk keluarga adalah amanah. Amanah yang harus dikelola dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika istri memiliki kelemahan untuk mengelola nafkah yang diberikan suami, maka suami perlu membimbing istri agar cakap mengelola nafkah yang ia berikan. Keterampilan mengelola keuangan mencakup peruntukan(list kebutuhan), alokasi (berapa untuk poin apa), prioritas (mana yang harus didahulukan), dll. Sangat baik jika suami istri bermusyawarah untuk menentukan penggunaan keuangan keluarga. Kemampuan mengelola akan menentukan cukup atau tidak nafkah yang diberikan suami. Semata-mata bukan hanya terletak pada sedikit atau banyak.

๐ŸŒทBersedekah dari nafkah yang diberikan suami

Rasulullah SAW bersabda : โ€œApabila seorang istri bersedekah dari makanan rumahnya untuk sesuatu yang tidak memunculkan kerusakan, maka baginya pahala dari apa yang ia sedekahkan dan bagi suaminya pahala dari apa yang ia nafkahkan.โ€ (HR Muslim)
Sedekah selalu membawa berkah. Alokasikan dana untuk sedekah dari nafkah yang diberikan suami agar keberahan meliputi keluarga dan seluruh anggotanya.

๐ŸŒทMemberi hadiah dari nafkah yang diberikan suami

โ€œSaling memberi hadiahlah kalian, agar kalian saling mencintaiโ€. Demikin Rasulullah SAW bersabda. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa : โ€œRasulullah SAW menikah, lalu beliau menemui keluarganya. Ibuku (Ummu Sulaim) membuat makanan yang terbuat dari tepung, minyak samin dan gandum. Kemudian ia simpan di atas bejana kecil dan berkata kepadaku : โ€˜Anas, antarkan ini kepada Rasulullah dan sampaikan kepadanya bahwa aku memberikan hadiah untuknya dan menitipkan salam.โ€

๐ŸŒทBantulah suami yang membutuhkan

Maha Besar Allah yang telah menebar rizki demikian banyak dan luas. Tidak hanya untuk kaum laki-laki tetapi juga untuk kaum perempuan. Bersyukurlah para perempuan yang Allah taqdirkan harta berada di tangannya. Tidak selamanya kondisi nafkah suatu keluarga berada dalam kondisi ideal. Kondisi ekonomi sebagian keluarga kadang stabil kadang tidak. Kadang lebih banyak situasi sulitnya. Dalam kondisi seperti itulah para perempuan perlu berkontribusi. Membantu para suami, bukan untuk mengambil alih tanggung jawabnya.

Diriwayatkan dari Abi Saโ€™id Al-Khudry RA bahwa Zainab istri Ibnu Masโ€™ud datang kepada Rasulullah SAW dan berkata : โ€œYa Nabi Allah, hari ini engkau menyuruh kami untuk bersedekah. Aku memiliki perhiasan dan aku ingin bersedekh dengannya. Tapi Ibnu Masโ€™ud mengatakan bahwa ia dan anak-anaknya lebih berhak menerima sedekah itu.โ€ Nabi SAW berkata: โ€œBenar apa yang dikatakan Ibnu Masโ€™ud. Suamimu dan anak-anakmu lebih berhak mendapatkan sedekahmu itu.โ€ (HR Bukhri)
Terpujilah para istri dermawan yang ikhlas bersedekah untuk suami, anak-anak dan keluarganya berdasar kesadaran melaksanakan perintah Rasulullah SAW.

2โƒฃ Dalam Hal Mengatur Urusan Rumah Tangga

Diriwayatkan dari Al-Aswad : โ€œAku bertanya kepada Aisyah RA apa saja yang dilakukan Rasulullah SAW dirumahnya?โ€ Aisyah menjawab :โ€Beliau memberikan pelayanan kepada keluarganya. Apabila tiba waktu shalat, beliau pergi menunaikan shalat.โ€ (HR Bukhari)

Disebutkan dalam kitab Fathul Baari juz 11:366, suatu hari Ali berkata kepada Fathimah :โ€Demi Allah, aku telah mengambil air dari dalam sumur hingga dadaku sakitโ€ . Dan Fathimah berkata : โ€œDan aku menggiling gandum hingga kedua tanganku lecet.โ€ (HR Ahmad)
Saat urusan rumah tangga menjadi tanggung jawab istri, bukan berarti dia yang harus melakukan semuanya. Istri berperan sebagai manajer yang mengatur pekerjaan apa dilakukan oleh siapa. Jika pekerjaan sudah terbagi kepada anggota keluarga dan masih tersisa pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan anggota keluarga, diperbolehkan untuk meminta tolong orang lain. Misalnya dengan menghadirkan khadimat. Khadimat berfungsi membantu menunaikan pekerjaan yang tidak tertangani bukan menggantikan peran istri atau ibu.

3โƒฃ Bermusyawarah dalam permasalahan keluarga

Musyawarah adalah akhlak yang harus dibawa seorng muslim dalam semua lini kehidupannya. โ€œSedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.โ€ (QS As-Syuura : 38)
Suami dan istri seyogyanya saling memahami dan bermusyawarah dalam urusan keluarga. Tidak meremehkan juga tidak bergantung pada pendapat pasangannya.

Simaklah bagaimana Rasulullah SAW membiasakan musyawarah dengan istrinya dan sangat menghargai pendapatnya. Peristiwa di hari Hudaibiyah dimana Ummu Salamah sangat berperan dengan ide cemerlangnya mendorong Rasulullah SAW melakukan hadyu dan tahallul saat para sahabat menolak mengikuti perintah yang diucapkan Rasulullah SAW.
Atau seperti yang diceritakan Umar RA : โ€œKetika aku berada dalam suatu urusan yang membuatku sibuk memikirkannya, tiba-tiba istriku menegurku :โ€™Coba engkau lakukan ini dan itu.โ€™ Aku menyergahnya : โ€˜Kenapa engkau ini. Kenapa engkau ada didekatku. Apa yang membuatmu ikut campur dalam masalahku?โ€™. Istrinya menjawab :โ€™Engkau aneh wahai putra Al-Khottob. Tidakkah engkau mengevaluasi dirimu sendiri? Lihatlah bagaimana putrimu (Hafsah) mengevaluasi Rasulullah SAW sampai-sampai beliau marah sepanjang hari.โ€ (HR Bukhari Muslim).

Demikianlah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh suami dan istri agar tanggung jawab menjadi lebih ringan, dan menjadi ringan saat semua hal tsb ditunaikan bersama.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Ganjaran Orang Yang Berkhianat

๐Ÿ“† Jumat, 15 Rajab 1437H / 22 April 2016

๐Ÿ“š MUAMALAH

 ๐Ÿ“Pemateri:  Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹Ganjaran Orang Yang Berkhianat

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููƒูู„ู‘ู ุบูŽุงุฏูุฑู ู„ููˆูŽุงุกูŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูŠูุนู’ุฑูŽูู ุจูู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Semua pengkhianat akan diberi tanda bendera pengkhianatannya pada hari kiamat sebagai tanda pengenalnya.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits:

1โƒฃ. Khianat merupakan salah satu sifat paling buruk dan paling tercela dalam pandangan Islam, serta merupakan ciri paling mendasar orang munafik.

Sedangkan orang munafik kelak akan ditempatkan Allah Swt di dalam kerak dasar paling dalam di neraka Jahanam, na’udzubillahi min dzalik.

2โƒฃ. Demikian buruknya dan dibencinya sifat khianat ini, hingga Allah Swt memberikan tanda khusus di hari kiamat bagi orang-orang yang khianat, yaitu bendera khusus sebagai tanda pengkhianatan yang pernah dilakukannya di dunia.

Dalam shahih Muslim diriwayatkan, dari Abu Sa’id ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

‘Di hari Kiamat kelak, setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya.” (HR. Muslim)

3โƒฃ. Khianat bermacam-macam bentuk dan jenisnya, diantaranya adalah khianat dalam kapasitasnya sebagai hamba, sebagai suami, istri, orang tua, pekerja, pejabat, wakil rakyat, bendahara, guru, dosen, pedagang, pengusaha, dsb.

Oleh karenanya kita harus berusaha menjaga dan menunaikan amanah sebaik-baiknya dan menghindarkan diri dari sifat khianat sejauh-jauhnya.

4โƒฃ. Bentuk khianat yang paling berat dan paling keji adalah khianat kepada Islam dan kaum muslimin.

Seperti meyakini kebenaran agama lain selain Islam, bekerja sama dengan musuh-musuh Allah Swt khususnya dalam hal-hal yang dapat merugikan kepentingan umat, menegatifkan citra Islam dan kaum muslimin, memilih atau mempropaganda umat untuk memilih non muslim sebagai pemimpin, dsb.

Allah Swt berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal : 27).

Semoga Allah Swt hindarkan kita semua dari sifat khianat ini, dan kita dimasukkan ke dalam golongan orang2 yang amanah…

Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Agar Terhindar Dari Tipuan Dalam Jual Beli

๐Ÿ“† Jumat, 15 Rajab 1437H / 22 April 2016

๐Ÿ“š MUAMALAH

 ๐Ÿ“Pemateri:  Rikza Maulan, Lc, M.Ag

๐Ÿ“‹Agar Terhindar Dari Tipuan Dalam Jual Beli

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š Hadits:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุฎู’ุฏูŽุนู ูููŠ ุงู„ู’ุจููŠููˆุนู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง  ุจูŽุงูŠูŽุนู’ุชูŽ ููŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽุง ุฎูู„ูŽุงุจูŽุฉูŽ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Abdullah bin Umar ra, ‘Ada seorang laki-laki mengadu kepada Nabi saw, karena dia sering ditipu dalam jual beli.

Maka beliau bersabda: “Jika engkau melakukan jual-beli, maka katakanlah, ‘Jangan ada tipu-menipu.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ“šHikmah Hadits:

1โƒฃ. Bahwa dalam transaksi jual beli, ada potensi terjadinya tipu menipu.

Karena umumnya motivasi pedagang dalam jual beli adalah mencari keuntungan, yang terkadang motif mencari keuntungan membuat sebagian pedagang melanggar aturan halal haram dan melakukan praktik yang diharamkan, yaitu praktik tipu menipu.

2โƒฃ. Hal ini dialami juga oleh salah seorang sahabat Nabi Saw, dimana ia mengadu kepada Nabi Saw bahwa dirinya tertipu dalam jual beli. Maka Nabi Saw memberikan saran agar ia tidak lagi tertipu dalam jual beli, yaitu hendaknya ia mengatakan ketika transaksi, ‘Jangan ada tipu menipu.’

Ungkapan ini insya Allah akan dapat meredam niatan jahat orang yang berniat melakukan tipu menipu.

3โƒฃ. Jual beli menurut syariat sebenarnya dapat mendatangkan pahala dan keberkahan, apabila dilakukan dengan jujur, transparan dan memenuhi rukun dan syarat jual beli.

Sebagaimana hadits Nabi Saw,
“Maka jika keduanya (penjual dan pembeli) jujur dan transparan, maka Allah berikan keberkahan diantara keduanya.’ (HR. Bukhari)

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Phone Sex???

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab๐Ÿ‘ณ
โœUst. DR. H. Saiful Bahri M.A

๐Ÿ“†Kamis, 21 April 2016 M
                  13 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Assalamu’alaikum wr.wb….
 Ustadz…..Teman saya sudah menikah setahun yg lalu, tp tinggal terpisah dengan alasan pekerjaan.
Afwan ustadz , istilah phone seks itu bisa terjadi. Phone seks itu apakah pelakunya harus mandi janabah ustadz?
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐Ÿ’กJawaban๐Ÿ’ก

Wa ‘alaikumsalam Wr. Wb….
Jika keluar air mani maka harus mandi junub. Jika tidak maka tidak wajib mandi. Tapi perlu dicek -maaf- pakaian dalamnya. Jika ada lendirnya maka itu namanya madhi dan najis hukumnya.
Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒป๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿƒ

Dipersemabahkan Oleh :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan ! Raih pahala..

Ilmu Yang Bermanfaat

๐Ÿ‘‘Ustadzah Menjawab
โœUstadzah Dra. Indra Asih

๐Ÿ“†Kamis, 21 April 2016 M
                  13 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Assalamu’alaikum wr.wb

Ustadzah…..Apakah amalan seorang guru ngaji masih mengalir pd sang guru itu (karena ilmu yg dia ajarkan masih di amalkan sama murid2 nya sampai saat ini)tetapi sekarang sang guru itu sudah tdk serajin dulu dlm beribadah.
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐Ÿ’–Jawaban๐Ÿ’–

Wa’alaikumsalam Wr.Wb

In shaa Allah pahala akan terus mengalir pada beliau selama msh ada yg terus mengamalkan ajarannya…bahkan walau beliau sudah wafat… sesuai hadits berikut:

Dari Abu Masโ€™ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

โ€œBarangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.โ€ (HR. Muslim).

Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia.

Termasuk dalam memberikan kebaikan di sini adalah dengan memberikan wejangan, nasehat, menulis buku tentang ilmu yang bermanfaat.

Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ูˆูุฒู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ

โ€œBarangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.โ€ (HR. Muslim)

Bentuk pengajaran ilmu yang bisa diberikan ada dua macam:

Dengan lisan seperti mengajarkan, memberi nasehat dan memberikan fatwa.

Dengan perbuatan atau tingkah laku yaitu dengan menjadi qudwah hasanah, memberi contoh kebaikan.
Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Dipersembahkan Oleh :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan ! Raih pahala..

6 Hak Muslim Terhadap Muslim Lainnya

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab๐Ÿ‘ณ
โœUst. Farid Nu’man Hasan


๐Ÿ“†Kamis, 21 April 2016 M
                  13 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Assalamu’alaikum wr wb
 Ustadz…..
Mohon penjabaran dr Hadits yg klo gak salah menjelaskan ttg 6 (enam) hak sosial muslim thd muslim lainnya, berikut contoh yg d lakukan Nabi SAW maupun sahabat.
Jazakillah khaeron.
A 11

Jawaban
————–

Wassalamu’alaikum wr wb.

๐ŸŒฟHak Muslim Atas Muslim Lainnya๐ŸŒฟ

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุณูุชู‘ูŒยป ู‚ููŠู„ูŽ: ู…ูŽุง ู‡ูู†ู‘ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠุชูŽู‡ู ููŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงูƒูŽ ููŽุฃูŽุฌูุจู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽู†ู’ุตูŽุญูŽูƒูŽ ููŽุงู†ู’ุตูŽุญู’ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุนูŽุทูŽุณูŽ ููŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ููŽุณูŽู…ู‘ูุชู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุฑูุถูŽ ููŽุนูุฏู’ู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ููŽุงุชู‘ูŽุจูุนู’ู‡ูยป

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œHak muslim atas muslim lainnya ada enam.โ€ Ada yang bertanya: โ€œApa saja wahai Rasulullah?โ€ Beliau bersabda: โ€œJika engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka penuhilah, jika dia minta nasihat darimu maka nasihatilah, jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka bertasymitlah, jika dia sakit jenguklah, dan jika dia wafat iringilah jenazahnya.โ€

๐Ÿ“ Hadits ini SHAHIH, dikeluarkan oleh:
๐Ÿ”น Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, Bab Tasymiit Al โ€˜Aathis, No. 925
๐Ÿ”ธ Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitabus Salam Bab Min Haqqil Muslim Lil Muslim Raddus Salam, No. 2162
๐Ÿ”น Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Musnad Abi Hurairah No. 8845, 9341
๐Ÿ”ธImam Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, No. 242
๐Ÿ”นDll

๐Ÿ“š Kandungan Hadits Secara Global:

๐Ÿ“™Hadits ini menjelaskan dan merinci apa-apa saja yang mesti diketahui oleh seorang muslim, dan mesti diamalkan, yaitu berupa hak-hak saudaranya yang mesti ditunaikan.

๐Ÿ“• Dalam hadits ini disebutkan enam. Dalam riwayat Imam At Tirmidzi, tidak ada kata โ€œjika dia minta nasihat darimu maka nasihatilahโ€, yang ada adalah โ€œmencintai apa yang dia cintai  seperti mencintai apa yang diri sendiri cintai.โ€

(Sunan At Tirmidzi No. 2736,  Para ulama berbeda pendapat tentang statusnya, Imam At Tirmidzi mengatakan: hasan. Begitu pula menurut Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth. (Taโ€™liq Musnad Ahmad, 2/96).  Namun didhaifkan oleh Syaikh Al Albani. (Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 2736).  Syaikh Husein Salim  Asad mendhaifkan dalam kitab Musnad Abi Yaโ€™la No. 435, tapi Beliau menghasankan dalam tahqiqnya terhadap kitab Sunan Ad Darimi No. 2675)

๐Ÿ“— Makna Hadits:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ :
Bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุณูุชู‘ูŒ :
Hak muslim atas muslim lainnya ada enam

Yaitu hak yang mesti diterima bagi saudara kita,  namun itu menjadi kewajiban bagi kita. Imam Al Munawi Rahimahullah menjelaskan:

ุฃูŠ ุงู„ุญู‚ูˆู‚ ุงู„ู…ุดุชุฑูƒุฉ ุจูŠู† ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุนู†ุฏ ู…ู„ุงุจุณุฉ ุจุนุถู‡ู… ุจุนุถุง

Yaitu hak-hak kolektif antara kaum mukminin ketika satu sama lain saling melindungi. (Faidhul Qadir, 3/390)

Imam Ash Shanโ€™ani Rahimahullah menjelaskan:

ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏู ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ูˆูŽูŠูŽูƒููˆู†ู ููุนู’ู„ูู‡ู ุฅู…ู‘ูŽุง ูˆูŽุงุฌูุจู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽู†ู’ุฏููˆุจู‹ุง ู†ูŽุฏู’ุจู‹ุง ู…ูุคูŽูƒู‘ูŽุฏู‹ุง ุดูŽุจููŠู‡ู‹ุง ุจูุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู

Yang dimaksud dengan โ€œhakโ€ adalah apa-apa yang tidak semestinya ditinggalkan dan hendaknya dilakukan, baik berupa kewajiban, atau sunah yang begitu ditekankan yang serupa dengan kewajiban yang tidak sepatutnya ditinggalkan. (Subulus Salam, 2/611)

ู‚ููŠู„ูŽ: ู…ูŽุง ู‡ูู†ู‘ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ :
Ada yang bertanya: โ€œApa saja wahai Rasulullah?โ€

1. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠุชูŽู‡ู ููŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู :
Beliau bersabda: โ€œJika     engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya.โ€

Ini menunjukkan perintah mengawali ucapan salam jika berjumpa saudara sesama muslim.

Dalam As Sunnah:

ู„ูŽุง ุชูŽุฏู’ุฎูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุคู’ู…ูู†ููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุญูŽุงุจู‘ููˆุงุŒ ุฃูŽูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽุฏูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ููˆู‡ู ุชูŽุญูŽุงุจูŽุจู’ุชูู…ู’ุŸ ุฃูŽูู’ุดููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’

Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidaklah beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai? Yaitu Sebarkan salam di antara kalian.
 (HR. Muslim No. 54, dari Abu Hurairah)

Hadits lainnya:

ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽูู’ุดููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ูŽุŒ ุชูŽุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ุจูุณูŽู„ุงูŽู…ู.

Sembahlah Allah, berikanlah makanan, sebarkanlah salam, maka masuklah ke surga dengan damai. (HR. At Tirmidzi No. 1855, dari Abdullah bin Amr. Imam At Tirmidzi katakan: hasan shahih)
Dan banyak lagi.

2. ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ููŽุงุชู‘ูŽุจูุนู’ู‡ู :
Jika dia wafat maka iringilah jenazahnya.

Yaitu bantulah pengurusan jenazahnya, menyalatkan dan menguburkannya. Ini, selain hak seorang muslim, juga memiliki fadhilah yang luar biasa.

Imam Ali Al Qari Rahimahullah
mengatakan:

ุฃูŠ: ุฌู†ุงุฒุชู‡ ู„ู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูˆู„ู„ุฏูู† ุฃูƒู…ู„

Yaitu menyalatkan jenazahnya dan menguburkannya sampai tuntas sempurna. (Mirqaah Al Mafaatih, 3/1121)

Imam Abdurrauf Al Munawi
Rahimahullah juga mengomentari:

(ูˆูŽุฅูุฐุง ู…ูŽุงุชูŽ ููŽุงุชุจุนู‡ู) ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชุตู„ูŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽุฅูู† ุตุญุจุชู‡ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฏู‘ูู† ูุฃูุถู„

(jika dia wafat maka iringilah jenazahnya) yaitu sampai menyalatkannya, jika juga mengiringinya sampai menguburkannya maka itu lebih utama. (At Taisir Bisy Syarhi Al Jaamiโ€™ Ash Shaghiir, 1/499)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

 ยซู…ู† ุฃุตุจุญ ู…ู†ูƒู… ุงู„ูŠูˆู… ุตุงุฆู…ุงุŸยป ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุฃู†ุงุŒ ู‚ุงู„: ยซูู…ู† ุชุจุน ู…ู†ูƒู… ุงู„ูŠูˆู… ุฌู†ุงุฒุฉุŸยป ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุฃู†ุงุŒ ู‚ุงู„: ยซูู…ู† ุฃุทุนู… ู…ู†ูƒู… ุงู„ูŠูˆู… ู…ุณูƒูŠู†ุงุŸยป ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุฃู†ุงุŒ ู‚ุงู„: ยซูู…ู† ุนุงุฏ ู…ู†ูƒู… ุงู„ูŠูˆู… ู…ุฑูŠุถุงุŸยป ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุฃู†ุงุŒ ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ยซู…ุง ุงุฌุชู…ุนู† ููŠ ุงู…ุฑุฆุŒ ุฅู„ุง ุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉยป

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: โ€œSiapakah diantara kalian yang hari ini berpuasa?โ€ Abu Bakar menjawab: โ€œSaya wahai Rasulullah.โ€ Rasulullah bertanya lagi: โ€œSiapakah diantara kalian yang hari ini mengantar janazah?โ€ Abu Bakar menjawab: โ€œSaya wahai Rasulullah.โ€ Rasulullah bertanya lagi: โ€œSiapakah diantara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?โ€ Abu Bakar menjawab: โ€œSaya wahai Rasulullah.โ€ Rasulullah bertanya lagi: โ€œSiapakah diantara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?โ€ Abu Bakar menjawab: โ€œSaya wahai Rasulullah.โ€ Rasulullah bersabda : โ€œTidaklah semua amal di atas terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga.โ€ (HR. Muslim No. 1028)

3. ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุฑูุถูŽ ููŽุนูุฏู’ู‡ู :
dan jika dia sakit  maka jenguklah

Yaitu kunjungilah sebab itu menjadi penghibur dan sudah menjadi obat baginya.

Syaikh Muhammad Muhajirin Al Amsaar Rahimahullah mengatakan:

ูˆู‚ุฏ ุงุฌู…ุน ุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ุนู„ู‰ ุณู†ุชู‡ ูˆ ุณูˆุงุก ูู‰ ุฐู„ูƒ ู…ู† ูŠุนุฑูู‡ ูˆ ู…ู† ู„ุง ูŠุนุฑูู‡ ูˆ ุงู„ู‚ุฑูŠุจ ูˆ ุงู„ุฃุฌู†ุจู‰ ุบูŠุฑ ุฃู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ุฎุชู„ููˆู† ูู‰ ุงู„ุฃูˆูƒุฏ ูˆ ุงู„ุฃูุถู„ ู…ู†ู‡ู…ุง

Kaum muslimin telah ijmaโ€™ atas kesunahannya, sama saja baik menjenguk yang sudah dikenal atau tidak, baik orang dekat atau orang asing. Hanya saja para ulama berbeda pendapat tentang mana yang lebih ditekankan dan lebih utama dari keduanya. (Misbahuzh Zhalam, 4/291)

Imam Ali Al Qari Rahimahullah menjelaskan:

ูˆูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠูˆุฌู‡ ุจุฃู† ุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ ู…ู† ุงู„ุนูŠุงุฏุฉ ุญุตูˆู„ ุงู„ุชุณู„ูŠ ูˆุงู„ุงุดุชุบุงู„ ุจุงู„ุฃุตุญุงุจ ูˆุงู„ุฃุญุจุงุจ ุญุงู„ุฉ ุงู„ุชุฎู„ูŠุŒ ูุฅู† ู„ู‚ุงุก ุงู„ุฎู„ูŠู„ ุดูุงุก ุงู„ุนู„ูŠู„

Kemunginan dianjurkannya hal ini, bahwa   maksud dari kunjungan tersebut dalam rangka menghibur dirinya,  dan dia  dalam keadaan jauh dari aktifitas para sahabatnya dan orang-orang yang dikasihinya. Sesungguhnya pertemuan dengan orang yang dicintai merupakan obat bagi penyakit.  (Mirqah Al Mafatih, 3/1121)

4. ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงูƒูŽ ููŽุฃูŽุฌูุจู’ู‡ู :
 Dan jika dia mengundangmu maka
penuhilah undangannya

Yaitu jika dia memanggilmu untuk suatu keperluan; pertolongan, undangan, maka penuhilah jika memang di dalamnya tidak ada unsur kerusakan, maksiat, dan dalam keadaan mampu melaksanakannya.

Imam Ali Al Qari Rahimahullah mengatakan:

(ูˆุฅุฐุง ุฏุนุงูƒ) ุฃูŠ: ู„ู„ุฅุนุงู†ุฉ ูˆุงู„ุฏุนูˆุฉ

(Jika dia mengundangmu) yaitu untuk memberikan pertolongan dan untuk mendatangi undangan. (Mirqah Al Mafatih, 3/1120)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Saโ€™di Rahimahullah mengatakan:

ุฃูŠ: ุฏุนุงูƒ ู„ุฏุนูˆุฉ ุทุนุงู… ูˆุดุฑุงุจ ูุงุฌุจุฑ ุฎุงุทุฑ ุฃุฎูŠูƒ ุงู„ุฐูŠ ุฃุฏู„ู‰ ุฅู„ูŠูƒ ูˆุฃูƒุฑู…ูƒ ุจุงู„ุฏุนูˆุฉุŒ ูˆุฃุฌุจู‡ ู„ุฐู„ูƒ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู„ูƒ ุนุฐุฑ

Yaitu mengundangmu pada undangan jamuan makan dan minum maka tekanlah kekhawatiran saudaramu yang telah mengakui dan memuliakanmu dengan memberikan undangan, dan penuhilah itu kecuali jika kamu memiliki โ€˜udzur (halangan). (Bahjah Quluub Al Abraar, Hal. 81)

Pada dasarnya, ini berlaku pada semua undangan. Lalu, para fuqaha mengkhususkannya pada undangan pesta pernikahan, itu yang wajib, sedangkan yang lainnya sunah.

Imam Ash Shanโ€™ani Rahimahullah mengatakan:

ุธูŽุงู‡ูุฑูู‡ู ุนูู…ููˆู…ู ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ูŠูŽุฏู’ุนููˆู‡ู ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฎูŽุตู‘ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุจูุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู…ูŽุฉู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู…ูŽุฉู ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉูŒ ูˆูŽูููŠู…ูŽุง ุนูŽุฏูŽุงู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ุฏููˆุจูŽุฉูŒ ู„ูุซูุจููˆุชู ุงู„ู’ูˆูŽุนููŠุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุฌูุจู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰ ุฏููˆู†ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉู.

Menurut zahirnya, ini berlaku umum memenuhi semua undangan, tapi para ulama mengkhususkan pada undangan pesta pernikahan dan semisalnya, lebih utamanya dikatakan bahwa memenuhi undangan pada pesta pernikahan adalah wajib, sedangkan selainnya adalah sunah, sebab telah shahih adanya ancaman bagi yang tidak memenuhi undangan pada undangan yang pertama, bukan yang kedua. (Subulus Salam, 2/611, 612)

Syaikh Muhammad Muhajirin Amsaar Rahimahullah menjelaskan:

ุงุณุชููŠุฏ ู…ู†ู‡ ุฃู† ุฅุฌุงุจุฉ ุงู„ุฏุนุงุก ู…ู† ุญู‚ ุงู„ู…ุณู„ู…  ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู… , ูˆ ุงู„ุงู…ุฑ ุจุงู„ุงุฌุงุจุฉ ู‡ู†ุง ู„ู„ุงุณุชุญุจุงุจ , ูˆ ู‚ุฏ ุชูƒูˆู† ูˆุงุฌุจุฉ ูƒู…ุง ูู‰ ุฅุฌุงุจุฉ ุงู„ูˆู„ูŠู…ุฉ, ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก: ุฅู† ุงู„ุฅุฌุงุจุฉ ุงู„ูˆู„ูŠู…ุฉ ูˆุงุฌุจุฉ ูู‰ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุฃูˆู„ ุฏูˆู† ุงู„ุซุงู†ูŠ ูˆุงู„ุซุงู„ุซ ุงู„ุง ุงุฐุง ูƒุงู† ู‡ู†ุงูƒ ุถุฑุฑ ุดุฑุนูŠ ูู„ุง ุชุฌุจ ุงุฌุงุจุชู‡

Faidahnya adalah bahwa memenuhi panggilan/undangan adalah di antara hak muslim atas muslim lainnya, dan perintah di sini menunjukkan perkara yang disukai untuk dilaksanakan, dan akan menjadi wajib sebagaimana pada undangan pesta. Para ahli fiqih mengatakan bahwa memenuhi undangan merupakan kewajiban pada hari pertama, bukan hari kedua dan ketiga, kecuali jika di dalamnya terdapat kerusakan menurut syariat (dharar syarโ€™iy) maka tidak wajib memenuhi undangan tersebut. (Misbahuzh Zhalam, 4/290)

Imam Al Munawi Rahimahullah menjelaskan bahwa kewajiban hanya pada undangan pesta pernikahan, sedangkan undangan lainnya adalah sunah.

(ูˆูŽุฅูุฐุง ุฏุนูŽุงูƒ ูุฃุฌุจู‡) ุฅูู„ูŽู‰ ู…ุฃุฏุจุชู‡ ูˆุฌูˆุจุง ู„ู„ุนุฑุณ ูˆู†ุฏุจุง ู„ุบูŠุฑู‡ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ูŽุง ุนุฐุฑ

(Jika dia mengundangmu maka penuhilah) yaitu pada undangan jamuannya, itu merupakan kewajiban pada pesta pernikahan, dan sunah pada undangan selainnya, selama tidak ada halangan. (At Taisiir bisysyarhi Al Jaamiโ€™ Ash Shaghiir, 1/499)

Hal serupa juga dijelaskan ulama lain, seperti Imam Ibnu โ€˜Allan  yang menyatakan fardhu โ€˜ain memenuhi undangan pesta pernikahan, dan fardhu kifayah pada undangan lainnya. (Daliilul Faalihiin, 3/29).

Bukan hanya adanya dharar syarโ€™iy seperti maksiat dalam pesta tersebut, tetapi jika ada halangan (โ€˜udzur) lain seperti sakit, cuaca yang tidak memungkinkan untuk berangkat, atau tempatnya sangat jauh dan sulit dijangkau, juga tidak wajib mendatanginya.

5. ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽู†ู’ุตูŽุญูŽูƒูŽ ููŽุงู†ู’ุตูŽุญู’ ู„ูŽู‡ู :
Jika dia minta nasihat darimu maka nasihatilah.

Yaitu jika saudaramu minta arahan dan bimbingan maka berikanlah. Karena nasihat adalah hak siapa pun. Sebagaimana hadits berikut:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุฑูู‚ูŽูŠู‘ูŽุฉูŽ ุชูŽู…ููŠู’ู… ุจู’ู†ู ุฃูŽูˆู’ุณู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑููŠู‘ู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠู’ุญูŽุฉู ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุงุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ู„ู‡ูุŒูˆู„ูƒุชุงุจู‡ุŒ ูˆู„ูุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽุงู…ู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ .  ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…

Dari Abu Ruqayyah  Tamim bin Aus Ad Dari Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œAgama adalah nasihat.โ€ Kami berkata: โ€œUntuk siapa wahai Rasulullah?โ€ Beliau bersabda: โ€œUntuk Allah, kitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin, dan orang umumnya.โ€
(HR. Muslim No. 55)

6. ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุนูŽุทูŽุณูŽ ููŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูุดูŽู…ู‘ูุชู’ู‡ู :
jika dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah.

Yaitu jika dia bersin lalu dia mengucapkan Al Hamdulillah, dia bersyukur atas nikmat Allah ๏ทบ, maka bertasymit yaitu mengucapkan yarhamukallah.

Apa maksud tasymit? Dalam An Nihayah disebutkan bahwa tasymit โ€“baik dengan syin atau sin- artinya:

ุงู„ุฏุนุงุก ุจุงู„ุฎูŠุฑ ูˆุงู„ุจุฑูƒุฉ

Berdoa dengan kebaikan dan keberkahan. (Mirqah Al Mafatih, 7/2937)

Imam Ali Al Qari juga mengatakan:

ูƒุฃู†ู‡ ุฏุนุงุก ู„ู„ุนุงุทุณ ุจุงู„ุซุจุงุช ุนู„ู‰ ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆู‚ูŠู„: ู…ุนู†ุงู‡ ุฃุจุนุฏูƒ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุงู„ุดู…ุงุชุฉ ูˆุฌู†ุจูƒ ู…ุง ูŠุดู…ุช ุจู‡ ุนู„ูŠูƒ

Seolah itu adalah doa bagi orang yang bersin agar dia mendapatkan pahala atas ketaatannya kepada Allah. Ada juga yang mengatakan, bahwa artinya adalah semoga Allah menjauhkanmu dari sikap berbahagia dengan kesusahan orang, dan menyingkarkanmu dari kesulitan yang membuat orang lain bersenang atas dirimu. (Ibid)
Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ก Sebarkan! Raih pahala ..

Bagaimana Berpakaian Bagi Wanita Bekerja?

๐ŸŒUstadzah. Menjawab
โœUstadzah Nurdiana


๐Ÿ“†Rabu, 20 April 2016 M
                12 Rajab 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ
                                                                   Assalamu’alaikum…

๐ŸŒธ  Pertanyaan nya Kalau misal kita ada tuntutan kerja yg harus turun lgsg ke lapangan gmn mbk?
Misalnya ngecek proyek lapangan, kita ngontrol kegiatan sdm lapangannya dlm pembangunan proyek

Kalau pake rok , kok saya agak susah ya mbak dgn kerjaan begitu, ๐Ÿ…ฐ3โƒฃ3โƒฃ.                                  
๐ŸŒดJawaban nya.              
 Wa’alaikumussalam wr wb,                                      
 ๐ŸŒธUkhty fillah sesungguhnya perempuan di dalam islam tidak di wajibkan bekerja, kalaupun akhirnya bekerja itu sifatnya pilihan dan diantara sekian banyak pekerjaan. Alhamdulillah anti mendapat pekerjaan seperti yang sedang anti geluti, pertama apapun keadaannya kita harus bersyukur diantara banyak orang yang tidak atau belum punya pekerjaan, hal yang harus anti tanamkan dalam hati adalah semua aturan berpakaian dalam Islam punya tujuan melindungi dan syi’ar. Sulit atau tidak itu sangat tergantung mind set berfikir kita, sahabiyat saja dulu banyak yang ikut jihad ke medan perang, berkuda, atau naik onta, mereka bisa, bayangkan  !  Asma binti Abu Bakar wanita hamil 8 bulan bawa logistik untuk Rasul dan ayahnya Abu bakar di gua thsur,

๐ŸŒธ iya memang kita buka mereka dan belum sesholihah sahabiyat tapi mereka adalah inspirasi kita, kita dengan segala permasalahannya akan menjadi ringan bila mengingat perjuangan sahabiyat.

๐ŸŒธUkhty sholihah anti yang tahu medan kerja anti, bagaimana di lapangan anti memodif baju kerja yang tidak melanggar syariat. Islam itu mudah tapi tidak untuk di mudah-mudahkan.

๐ŸŒธSebagai penutup ada kisah nyata: seorang ukhty yang bekerja di lapangan bagian mengetes kualitas air di pertambakan, di awal dia bekerja bos nya selalu bertanya “apakah dengan pakaian seperti ini tidak panas”?  Ukhty menjawab  namanya kerja dilapangan, normalnya panaslah tapi Alhamdulillah dengan pakaian seperti ini kulit saya terlindungi dari sengatan matahari, dari waktu ke waktu banyak teman kantornya terutama yang laki-laki bertanya-tanya tentang Islam, sampai akhirnya di kantornya terbentuk MT kantor. Jadi jangan jadikan busana atau pakaian kerja kita sebagai beban, modif sesuai kebutuhan dan tidak melanggar syariat yang lebih penting dari itu, bagaimana kita bisa tetap menjaga akhlaq sebagai muslimah.
Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒฟ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…