I’TIKAF MALAM SAJA

Oleh: Dr. Wido Supraha

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Mengenai sebagian saudara2 kita yg kerjanya sbg pegawai atau bahkan pekerjaan yg lainnya, yg mungkin hanya bisa hadir di Masjid pd saat malam (saat itikaf) apakah jg mendapat fadhilah itikaf seperti yg di contohkan Rasulullah dan para sahabat beliau..?

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

🔑 _Jika tidak bisa seluruhnya, maka jangan tinggalkan seluruhnya_.

📌 I’tikaf yang sempurna adalah siang dan malam tanpa henti berdiam di Masjid

📌 Puncak ibadah i’tikaf adalah di waktu malam, sehingga menghidupkan malam adalah fokus i’tikaf

📌 Awali selalu dengan niat untuk i’tikaf saat masuk masjid selama 1 (satu) malam

💡 I’tikaf berpadu dengan kata ‘mencari’, dan ‘mencari’ bermakna selalu bangun, meski mengantuk adalah fitrah.

Wallahu a’lam.

Suntik KB agar Full Puasa

Oleh: Dr. Wido Supraha

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …Bila ibu² yang biasa nya KB sebulan sekali, karena alasannya biar puasa nya full tdk punya hutang puasa akhir nya Kb suntik yg 3bln. Bgmn hukum nya ustadz??..

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

🔑 Lebih utama mengikuti fitrah biologis manusia karena dampak positifnya yang besar.

📌 Menunjukkan kepasrahan penuh anak Adam

📌 Darah haidh adalah ketetapan dari Allah Swt untuk memuliakan wanita dan menjaganya dari penyakit

📌 Dampak negatif dari obat terhadap orman dan fungsi kerja jasad secara umum yang tidak bisa dipastikan aman

📌 Segala sesuatu yang merubah siklus biologis berpotensi melahirkan keburukan

📝 Perlu menjadi keyakinan utuh bahwa tidak puasanya seorang wanita di bulan Ramadhan “bukan” berarti mengurangi keutamaannya di hadapan Allah, karena seluruhnya dari Allah, dan bahwa amal ibadah Ramadhan bervariasi dengan ganjaran yang besar di bulan ini. Maka tetaplah dalam apa yang telah menjadi fitrah manusia.

Wallahu a’lam.

TARHIB RAMADHAN

Oleh: Dr. Wido Supraha

Bismillāh, Saudaraku, hari ini kita berada di bulan Sya’ban, tepatnya 14 Sya’ban 1438 H.

Perlu dipahami bahwa Sya’bān bermakna awal kelompok-kelompok manusia yang bergerak mencari air agar di bulan Ramadhān memiliki persediaan yang mencukupi. Namun, dapat dipahami juga, khususnya bagi kita di zaman ini, bahwa Sya’bān bermakna bulannya mencari sumber-sumber air ilmu agar di bulan Ramadhān, kita telah memiliki persediaan ilmu yang cukup untuk mengarungi bulan penuh kemuliaan tersebut.

Adapun terkait Ramadhān, bulan ini bermakna ‘yang membakar’, karena demikian panasnya bulan ini di Jazirah Arab, namun juga bermakna yang membakar dosa-dosa manusia, selama ia tidak mengerjakan dosa-dosa besar, insya Allah mengisinya dengan tips dan trik yang benar dan tepat, akan mengeluarkan dirinya laksana baru keluar dari rahim ibunya, bersih tanpa dosa.

Kita bukan Nabi, tidak ma’shum, hisab masih mengkhawtirkan, surga masih jauh, tentunya kita sangat membutuhkan Ramadhān ini.

_Saudaraku yang semoga dimuliakan Allah Rabb al-‘Izzati wa al-Jalālah,_

Ramadhān itu ada 30 hari, cara memandang kita akan bulan ini harus berawal dari cara pandang helicopter view. Kerinduan kepada bulan itu yang mendorong kita berdo’a, Allāhumma bāriklanā fī Sya’bān wa ballighnā Ramadhān, sehingga sangat wajar jika banyak yang begitu merindukan terkabulnya do’a ini, tatkala adzan Maghrib berkumandang di tempatnya berada, ia pun segera sujud syukur, bersyukur kepada Allah ﷻ yang telah mengabulkannya, ketika banyak manusia yang tidak dikabulkan-Nya.

Kalau Allah ﷻ mengizinkan kita memasuki Ramadhān bersama usia kita, tentunya Allah ﷻ menginginkan agar kita tidak menyia-nyiakan rahmat-Nya dengan cara tidak mengisinya kecuali dengan segala sesuatu yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Demikian generasi terbaik dahulu telah melewati hari-harinya ketika hendak datang bulan Ramadhan.

_Saudaraku yang semoga diberikan keistiqomahan oleh Allah ﷻ,_

30 hari itu waktu yang tidak sebentar, tapi juga akan terasa sebentar ketika kita sudah berada di akhirnya. Ketika kita melihat cara Nabi Muhammad ﷺ mengisi Ramadhan, kita akan tersadar, bahwa minimal ada 4 (empat) hal yang perlu kita siapkan, yakni:

🎯 *Persiapan Jiwa agar berbahagia menyambutnya*
✳ *Persiapan Akal agar memahami Ilmu*
🎯 *Persiapan Jasad agar kuat mengisinya hingga akhir*
✳ *Persiapan Harta agar lebih dermawan di dalamnya*

Keempat bentuk persiapan (i’dād) ini penting untuk kita perhatikan agar bukan saja melewati Ramadhan dengan melepaskan seluruh kewajiban semata, namun melewati Ramadhan dengan maksimal, penuh penghayatan, dan meraih ridha Allah ﷻ.

_Saudaraku yang semoga selalu berani, tenang dan optimis dalam mengarungi kehidupan,_

🏁 *Pertama, Persiapan jiwa agar berbahagia menyambutnya.*🏁

Berbahagia yang dimaksud adalah berbahagianya manusia karena memahami bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan (fadhilah), seperti bulan pendidikan, bulan jihad, bulan Al-Qur’an, bulan toleransi, bulan taubat, bulan diampuninya dosa, selain bahwa Ramadhan adalah bulan puasa.

Berbahagia yang berbeda mungkin dirasakan bagi sebagian manusia yang belum memiliki ilmu ketika ia mendengar Ramadhan akan hadir, ia berbahagia karena teringat dirinya akan pulang cepat di bulan Ramadhan, atau bisa tidur panjang bakda shalat Zhuhr, atau bisa punya baju baru, atau bisa pulang kampung di 10 hari terakhir, atau hal-hal lain yang bersifat mubah, tapi menunjukkan bahwa ia belum paham keutamaan Ramadhan.

Sebagian lainnya justeru mungkin bersedih ketika mendengar hadirnya Ramadhan, karena ia tidak bisa merokok, susah mencari makan dan minum, merasa tidak kuat berpuasa, merasa hidup akan menjadi sulit selama 30 hari. Wal ‘iyadzubillah.

Oleh karenanya, Bunda termasuk sosok yang perlu memanfaatkan momen strategis ini, dan menjadi sosok yang paling berbahagia, karena Allah akan mempermudah langkah Bunda dalam membina Ananda untuk dekat kepada Allah ﷻ khususnya Masjid dan Al-Qur’an, dan bisa menjadikan ini awal bagi Bunda dalam mengkondisikan rumah agar kondusif bagi tumbuh kembang jiwa seluruh penghuninya. Awalilah dengan spanduk ‘Marhaban Yaa Ramadhan’ di depan rumah, agar seisi rumah bersemangat bahkan menularkan aura positif ke tetangga yang akan berbalik memberikan aura positif kepada keluarga anda sekalian.

_Saudaraku yang semoga memiliki anak-anak penghafal Al-Qur’an 30 Juz, bukan Juz 30,_

🏁 *Kedua, Persiapan Akal agar memahami Ilmu.*🏁

Berakal dan menggunakan akal untuk berpikir adalah perintah agama. Berpikir untuk mendapatkan hikmah dari setiap proses penghayatan yang dilakukan adalah aktifitas yang dimuliakan agama. Ilmu akan membimbing manusia dari kekosongan program dan penyimpangan pilihan kehidupan. Ramadhān yang hanya 30 hari sejatinya terbagi pada 3 (tiga) periode waktu, sebagai kehidupan manusia pun terbagi pada 3 (tiga) fase kehidupan.

Pemahaman akan 3 (tiga) periode waktu ini berawal dari puncak periode yang penuh kemuliaan, sehingga Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah meninggalkannya, hingga mengqadhanya jika meninggalkannya, dialah 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadhan. Bergerak dengan memulainya dari menetapkan target pencapaian akhir akan membuat program ikutannya terukur, dan bahkan menguatkan konsep agama untuk tidak terlalu bersemengat di awal, tapi jagalah semangat, dan terus tingkatkan, hingga di fase terakhir Ramadhan, pada saat itulah Allah ﷻ ingin melihat kita ada di Rumah-Rumah-Nya, i’tikaf, meraih kemuliaan lipatan umur, dan ini semua hasil kesabaran dan pintarnya kita menjaga semangat pada 20 hari sebelumnya.

_Saudaraku yang semoga dikehendaki Allah ﷻ mudah memahami agama ini,_

🏁 *Ketiga, Persiapan Jasad agar kuat mengisinya hingga akhir.*🏁

Ramadhan termasuk ibadah yang membutuhkan kekuatan jasad, sama seperti Shalat dan Haji. Ketika Allah ﷻ menyandingkan kata Halāl dan Thayyib, bermakna jasad adalah salah satu fokus utama, karena ia telah dititipkan kepada ruh untuk dipelihara sebaik-baiknya.

Memiliki jasad yang sehat, tidak gendut tapi juga tidak terlalu kurus adalah hikmah agar mukmin dapat beribadah sempurna. Ramadhān mengingatkan kita bahwa jasad bisa lelah dalam menerima makanan, ia perlu melalui proses detoksifikasi racun-racun, sehingga idealnya, Ramadhan akan menjadikan pengeluaran mukmin semakin sedikit, dan menjadikannya lebih sehat. Jika tidak, berarti ia belum memahami poin kedua di atas, yakni ilmu yang belum memenuhi akal dan jiwanya.

Namun begitu, keutamaan Ramadhān pun membutuhkan kekuataan jasad, siang dan malam. Bagi Saudara yang punya penyakit khusus, seperti maag, asam urat, kolesterol, jantung, dan sejenisnya, tentu harus memiliki siasat sejak dini, atau kalau saat ini tidak memiliki gangguan itu, perlu memaksimalkan ikhtiar agar ketika Ramadhan tiba, Saudara berada dalam kondisi paling prima.

Memilih makanan di sisa bulan Sya’bān ini, memperbanyak olahraga, dan pemanasan dengan beberapa shaum sunnah, dan tilawah Qur’an adalah contoh persiapan yang baik dilakukan.

_Saudaraku yang semoga selalu dijaga ALlah ﷻ,_

🏁 *Keempat, Persiapan Harta agar lebih dermawan di dalamnya.*🏁

Ramadhān adalah bulan dilipatgandakannya amal, termasuk dalam hal terkait infaq dan shadaqah. Nabi Muhammad ﷺ adalah sosok dermawan setiap bulan, namun ketika datang Ramadhan, Jibril datang untuk memuraja’ah hafalan dan qira’at Nabi Muhammad ﷺ. Ketika itu, Nabi ingin ketika Jibril datang, ia dalam kondisi jauh lebih dermawan.

Kedermawanan ini adalah latihan agama. Kelaparan adalah juga latihan agama. Keduanya berpadu melahirkan sosok yang mencintai keadilan dan cinta kasih kepada orang-orang lemah. Tujuan ini harus kita dapatkan dalam proses rangkaian puasa di siang hari dan berdiri di malam hari, karena inilah tujuan besar agama.

Demikian ya pengantar dari saya, silahkan masukannya. Semoga kita semua masuk ke Jannah, dan dipanggil melalui pintu Ar-Rayyān, 1 dari 8 pintu Surga yang dikhususkan untuk pecinta Ramadhān.

Mendidik Anak untuk Puasa

Oleh: Dr. Wido Supraha

Assalamu’alaikum..Izin bertanya tadz..
Bagaiman cara melatih anak yg doyan makan,umur 8 tahun kalau udah sekitar jam 10 nangis  minta  makan dan minum..
mohon solusinya tadz 🙏🙏
Trimaksih

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
🔑 _Latihlah anak berpuasa, tapi jangan dipaksakan jika belum masanya._

📌 Puasa belum wajib bagi dirinya, tapi bukan berarti latihan tidak diberikan kepadanya.

📌 Setiap anak gemar makan, tapi ada unsur lain yang bisa membuatnya tertarik untuk tidak makan, misalkan faktor lingkungan, faktor janji dari Ayah Bunda jika ananda sukses berpuasa, faktor pendidikan berbasis kisah, faktor konten iman dan adab.

📌 Menginternalisasikan nilai Islam harus secara bertahap dan membutuhkan tahapan dan kesabaran. Latihlah anak misalkan 10 hari pertama sampai jam 10 saja, 10 hari kedua sampai jam 2, 10 hari ketiga sampai penuh.

📌 Berikan penghormatan, dekapan, kecupan, dan belaian bagi anak yang sukses menjalankan misinya, karena itu hal besar bagi dirinya.

Wallahu a’lam.

Membaca shadakallahul adzim

Oleh: Dr. Wido Supraha

Assalamualaikum ustadz/ah.. Sy dapat postingan yg bilang kalo hukum membaca shadakallahul adzim pada setiap selesai membaca alquran itu bidah tdk ada tuntutannya dr rasulullah. Benarkah itu? Adakah dalilnya?

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Meyakini membacanya adalah sunnah sehingga harus atau wajib membacanya tentu membutuhkan dalil, dan tidak ada dalil dalam hal ini.

Namun, ketiadaan dalil, tidak segera mendorong para penuntut ilmu, terlebih orang-orang awwam untuk mencelanya sebagai perbuatan bid’ah, karena sangat banyak nasihat dari ulama salaf yang memuliakan bacaan ini.

Dengan demikian, hukumnya boleh membacanya, atau membaca redaksi lain, seperti Allāhummarhamnā bil Qur’ān.

Wallahu a’lam.

AL-QUR’ĀN MENDORONG MANUSIA UNTUK MENJADI KHALIFAH SEJATI

Oleh: Dr. Wido Supraha

☝Al Fatihah : seluruh makna dan kandungan Al-Qur’an dapat ditemukan dalam Surat al-Fatihah, sehingga menjadi pembuka sekaligus kunci dalam memahami seluruh rangkaian surat dalam Al-Qur’an al-Karim.

✊Surat Al-Baqarah adalah surat pertama yang diturunkan setelah hijrah. Surat ini menjelaskan seluruh aspek yang dibutuhkan seorang pemimpin untuk menjadi khalifah dan bertanggung jawab atas tegaknya kebaikan di muka bumi.

☝Surat Ali-‘Imran memiliki tema besar agar manusia dengan jiwa kepemimpinannya sentiasa menjaga keteguhan (ats-tsabat) dalam kebenaran dan ketaqwaan dalam menegakkan kebenaran di muka bumi di atas manhaj yang lurus.

✊Surat An-Nisa mengingatkan manusia agar dalam menjalankan fungsi kekhalifahannya, memprioritaskan tegaknya keadilan dan selalu berkasih sayang kepada orang-orang lemah. Pembiasaan menegakkan keadilan dan kasih sayang itu berawal kepada istrinya dan keluarganya, dan penghayatan kepada 42 dari asmaul husna yang mendorong kepada keadilan dan kasih sayang.

☝Surat Al-Maidah menjadi satu-satunya surat yang diawali dengan Ya ayyuhalladzina amanu, 16 dari 88 untaian seruan ini terdapat dalam surat ini. Di awali dengan perintah untuk menunaikan setiap akad yang telah disetujui beserta hukum halal haram di atas bumi, agar bumi sentiasa dijaga oleh orang-orang yang menghormati janji.

✊Surat Al-An’am menjadi satu-satunya surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw secara penuh hanya dalam waktu satu malam, dan menjadi surat pertama dalam rangkaian surat yang seluruh ayatnya diturunkan di kota Makkah setelah Al-Fatihah. Surat ini mengingatkan para khalifah di muka bumi untuk sentiasa mengokohkan kualitas tauhidnya, sehingga ayat penutup dari surat ini pun mengingatkan kembali fungsi manusia sebagai khalifah-khalifah di muka bumi, sehingga terangkai hingga ke Surat Al-Baqarah.

☝Surat Al-A’raf menjadi surat pertama yang ditutup dengan ayat sajdah, 1 dari 15 ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Surat ini mengingatkan para khalifah bahwa pertentangan antara kebenaran dan kebatilan, haq dan bathil, adalah sebuah keniscayaan, sujud adalah cara Allah Swt untuk menenangkan jiwa dan menjaga spirit perjuangan untuk teguh pada kebenaran.

✊Surat Al-Anfal menjadi surat kedua yang diturunkan secara penuh setelah Surat Al-An’am, dan menjadi surat pertama yang diturunkan setelah perang Badar, peperangan pertama yang dilakukan kaum Muslimin, Surat Yaumul Furqan, yang memisahkan antara haq dan bathil, memisahkan zaman kaum muslimin dalam fase kelemahan dan kekuatan, padahal 313 orang kaum muslimin yang tidak siap melawan 1000 orang kaum musyrikin, padahal 1 orang pejuang berkuda dari kaum muslimin melawan 3000 pejuang berkuda dari kaum musyrikin. Ada paduan unsur materi dengan keimanan di dalamnya.

☝Surat At-Taubah menjadi surat yang diturunkan setelah peperangan, namun peperang yang terakhir. Surat ini mengingatkan manusia dari sifat nifaq dan pentingnya taubat sebagai puncak interaksi hamba dengan Allah.

✊Surat Yunus mengandung pokok iman kepada Qadha dan Qadar dan dorongan agar sentiasa mengokohkan kualitasnya dalam menjalan tugas menjaga bumi dan seisinya.

***

☝Surat Hud mengajarkan keseimbangan hidup bahwa sekeras apapun tekanan dalam menjalani tugas menjaga bumi jangan sampai hilang harapan, bertindak tanpa rencana, dan bahkan pasrah memihak musuh. Keseimbangan ini muncul karena kualitas istiqomah dalam kesabaran. Surat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dalam kondisi tekanan berat dan mengandung kisah dakwah para Nabi sebelumnya dalam tekanan yang juga berat. ….. (to be continued)

Asuramsi

Assalamu’alaykum Ustadz/ah, mau tanya. Bagaimana hukum tentang asuransi dalam islam? Dan hukum bagi orang yang mengasuransikan dirinya?
Sekarang banyak sekali lembaga asuransi yg menawarkan spt menabung sekian banyak perbulan dgn batas waktu tertentu baru bisa diambil. Dan nanti hasilnya jauh lebih besar dr jml tabungan yg kita masukan itu..
Mohon penjelasannya Jazakallahu khairan katsira.

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Asuransi dalam Islam masuk dalam kategori muamalah, dan dalam hal ini seluruhnya dikembalikan kepada jenis akad yang digunakan.

Di negara kita, sudah ada Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI yang akan memonitor seluruh akad yang digunakan oleh Asuransi Syari’ah.

Oleh karenanya, kita serahkan seluruh mekanisme kepada yang lebih otoritatif dalam menghukuminya.

Demikian, semoga Allah Swt sentiasa menjaga kita dari bentuk muamalah yang tidak diridhoi-Nya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Dr. Wido Supraha

Hijrah dengan Kaffah

Assalamu’alaykum ustadz/ah…Jika seseorang rajin mlaksanakan salahsatu ato beberapa sunnah rasul saw, tp ia tetep sering janjian dgn lawan jenis karena saling cinta walau ga pegang2an. Bagaimana cara meluruskan yg baik terhadap hatinya itu agar hijrahnya total?

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
🔓 _Amal Sunnah akan dibalas dengan kebaikan, dan Amal Maksiat akan dibalas dengan keburukan, maka sanggupkah kita menakar mana yang paling berat kelak di antara kedua timbangan itu?_

📌 Cintanya manusia pada satu atau beberapa Sunnah adalah wujud ilmu yang telah melekat pada dirinya.

📌 Jatuhnya ia kepada perilaku yang membuka pintu kemaksiatan adalah perbuatan zhahir yang boleh jadi disebabkan belum lengkapnya ilmu, belum totalnya hijrah, atau masih adanya penyakit dalam jiwanya

✅ Mari kita raih ridha Allah ﷻ dengan mengerjakan SELURUH yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan SELURUH yang dilarang-Nya, karena letak ‘kāffah’ ada pada makna SELURUH.

Wallahu a’lam.

Pemateri: Dr. Wido Supraha

Urgensi Sirah Nabawiyah

Dear Para Pemuda Islam,

1. Sirah Nabawiyah adalah sejarah hidup teladan utama kita semua, Nabi Muhammad Saw., manusia dengan sebaik-baik nasab dari seluruh nasab penghuni bumi namun bukanlah buku sejarah an sich. Ia merupakan ungkapan tentang risalah yang dibawa Rasulullah Saw kepada masyarakat manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya

2. Muslim pasti membutuhkan Sirah Nabawiyah untuk mendapatkan pemahaman utuh dan gambaran sempurna hakikat Islam, cara menghidupkan-nya, dan segudang rahasia keindahan Islam sebagai sebuah manhaj hidup.

3. Darinya muslim akan menghayati kemudahan Islam untuk ditegakkan oleh seluruh manusia, karena Nabi Saw adalah seorang manusia yang tergabung dalam dirinya segudang peran, mulai dari seorang suami hingga pemimpin dunia. Bahkan tidak ada satupun Nabi yang diutus kepada seluruh umat manusia, kecuali Nabi Muhammad Saw.

4. Sirah Nabawiyah memberikan kemudahan bagi manusia untuk:
📍 Memahami pribadi Nabi Saw dalam keseluruhan aspek kehidupannya
📍Mendapatkan gambaran al-matsul a’la (referensi ideal) untuk dijadikan sumber hukum
📍Mudah memahami Al-Qur’an
📍Mengumpulkan segudang wawasan dan pengetahuan Islam yang benar
📍Memiliki rujukan pola dakwah terbaik

5. Kebutuhan manusia terhadap jejak hidup Nabi Saw jauh lebih besar dari kebutuhan raga terhadap nyawanya, mata terhadap cahaya penglihatannya dan jiwa terhadap kehidupannya.

6. Sirah Nabawiyah memiliki banyak keistimewaan

7. Sejarah yang paling benar dari sejarah seorang Nabi yang diutus, dan telah hadir melalui jalur ilmiah dan otentik, sehingga terbebas dari sekedar mengikuti kepopuleran sebuah kisah dan riwayat, karena keshahihan sejarah tentu adalah yang lebih utama.

8. Mengandung semua fase kehidupan Nabi Saw., mulai dari sebelum kelahirannya, sejak pernikahan ayahnya, bahkan sejak kisah berpindahnya ‘Amr bin Amir keluar dari Negeri Yaman
🚩Mengandung sisi risalah yang bersih, bebas dari penisbatan manusia dengan sifat Tuhan, dan bebas dari kisah tanpa asal-usul
🚩Mencakup semua aspek kehidupan manusia
🚩Menegaskan kebenaran risalah dan kenabiannya

Dengan semangat ilmiah, menyelami sirah Nabawiyah akan menjadi satu agenda menarik untuk kamu-kamu dalam peningkatan pemahaman agama Islam. Yuk semangat mempelajari Sirah Nabawiyah!
=================

Maraji’
1] Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Zad al-Ma’d fi Hady Khair al-‘Ibad, Dar at-Taqwa lil an-Nasyr wa at-Tauzi’, 1999
2] Al-Mubarakfuri, Ar-Rahiq al-Makhtum, Bahtsun fi as-Sirah an-Nabawiyah ‘ala Shahibiha afdhal ash-Shalati wa as-Salam, Riyahd: Dar as-Salam, 1414H
3] Ibn al-Jauzi, Al-Wafa bi Ahwal al-Musthafa shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Beirut: Maktabah al-‘Ashriyah, 2004
4] Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy, Fiqh as-Sirah: Dirasat Minhajiyah ‘Ilmiyah li Shiratil Musthafa ‘alahi ash-shalatu wa as-salam, Libanon: Dar al-Fikr, Cet. ke-6, 1977
5] Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Jami’ as-Sirah, Dar al-Wafa, 2002
6] Musthafa as-Siba’i, As-Sirah an-Nabawiyyah, Kairo-Dar as-Salam, 1998
7] Al-Usyan, Ma sya’a wa lam Yatsbutu fi as-Sirah an-Nabawiyah,
8] Ibn Ishaq, As-Sirah an-Nabawiyah

Pemateri: Dr. Wido Supraha

Ta’aruf

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…
Apa konsep ta’aruf yang benar ?
Saya dan beliau sepakat untuk saling membebaskan satu sama lain , sama2 perbaiki diri , sibuk dengan kegiatan masing2 . Namun , kami sama2 mempunyai tujuan menjalankan salah satu sunahrasul > “menikah”
Kami berkomunikasipun jarang , hanya sekedar menanyakan kabar
Apa ini bisa disebut dengan taaruf ?
Jazakallah ustadz 🙂

Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Ta’aruf adalah terminologi untuk mengenali calon pasangan untuk memutuskan pernikahan dalam waktu segera setelah mendapatkan jawaban yang dibutuhkan.

Seorang murid saya menikah di usia 17 tahun dengan suami 19 tahun, dan _walhamdulillah_ tidak lama Allah menakdirkan keduanya kuliah di Al-Azhar, dan sekarang telah berbahagia bersama anak-anaknya dan aktivitasnya sebagai seorang mu’allim/ah

Yakinlah bahwa jika seorang manusia telah selesai dengan sebuah persoalan yang menggelayutinya, maka ia akan bersegera masuk kepada fase berikutnya dalam melahirkan karya yang lebih besar, dan menikah adalah karya besar di antara karya-karya besar berikutnya.

Menikahlah agar jiwa menjadi tenang, derajat keshalihan menjadi sempurna, kekuatan semangat hijrah semakin kokoh, bersama ilmu yang menemani dan keyakinan janji Allah terhadap hamba-Nya yang senantiasa memelihara dirinya berawal dari menjaga hatinya.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha