KISAH NABI ADAM A.S. (4)

Brother and Sista,

Apa khabarnya? Masih ingat pembahasan kita tentang Kisah Nabi Adam a.s. sampai dimana, kan? Kita coba lanjutkan ya materinya.

Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini kelanjutan beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai manusia pertama yang diciptakan-Nya di muka bumi, sbb.:

12.  Keturunan Nabi Adam a.s. tercipta ketika Allah ﷻ mengusap punggung Nabi Adam a.s., dan terciptalah seluruh keturunannya hingga hari Kiamat. Di antara ciptaannya berbeda-beda dari seluruh sifat dan kenikmatannya serta amal-amalannya, dengan tujuan untuk mengetahui mana yang tetap bersyukur kepada Rabb-nya. Pada saat itulah Adam a.s. tertarik bertanya terkait salah satu keturunannya dengan cahaya yang khusus, yakni Nabi Daud a.s., dan beliau memberikan 40 tahun jatah umurnya untuk Nabi Daud a.s. sehingga memiliki umur 100 tahun.

13.  Keturunan Nabi Adam a.s. telah dimintakan persaksiannya pada saat itu, di Yaumi Alastu, agar tidak ada yang nanti lalai bahwa kehidupan di dunia sejatinya adalah waktu untuk merealisasikan janji yang pernah diikrarkan. Allah ﷻ berfirman dalam Q.S. Al-A’rāf [7] ayat 172:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

14. Nabi Adam a.s. diciptakan dengan ketinggian 60 hasta x 7 hasta (HR. Ahmad) dan kemudian anak keturunannya akan mengalami penurunan ketinggian jasad. Setiap yang memasuki Jannah memiliki ketinggian seperti Adam a.s. Hari Jum’at adalah hari yang mulia, diantaranya karena pada hari itu Nabi Adam a.s. diciptakan, pada hari itu pula ia dimasukkan ke Surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari Surga. (HR. Muslim)

Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait sosok Adam a.s. pada tulisan selanjutnya ya.

Oleh: Pemateri: Dr. Wido Supraha

REUNI

Assalamualaikum ustadz /ah ,beberapa bulan ini alhamdulillh sdh hijrah dari kebiasaan masyarakat pada umumnya ke sunnah ..namun dada terasa sesak di saat mengetahui teman2 sekolah dulu begitu indah kelihatannya, sudah punya rumah,mobil dan pekerjaan yg bagus,ujung2 nya baper…saya hrs bagaimana ya ustadz,apalagi dlm waktu dekat akan ada reuni!

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Kita memiliki Allah dan kita akan kembali kepada Allah dalam skala waktu yang kita tidak tahu sampai kapan batasnya.

Kebersamaan kita dengan Allah ﷻ telah menghilangkan selera kita untuk mengejar yang fana secara berlebihan.

Rasa rindu bertemu dengan Allah ﷻ membuat kita tidak sabar menanti masa-masa paling indah tersebut, dan mendorong semangat kita untuk melakukan apapun yang membuka lebar peluang pertemuan puncak kebahagiaan itu

Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. At-Taubah [9] ayat 128-129:

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ حَسۡبِيَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ ١٢٩

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ´Arsy yang agung”.

Jadilah diri Anda, teladanilah Rasul Tercinta. Rasul adalah sosok kaya yang tidak hidup dengan cara orang-orang kaya kebanyakan. Rasul adalah sosok mulia yang dimuliakan karena jati dirinya, bukan karena hartanya. Rasul adalah sosok terhormat yang mendapatkan tempat terhormat di tengah manusia karena pemikirannya. Yassirlak.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Rukun Baiat Risalah Taklim

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah. Apa rukun baiat risalah taklim? Mohon penjelasannya!

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Secara umum, segala sesuatu harus dimulai dari pemahaman mendalam berbasiskan ilmu, sehingga sadar betul bahwa seluruh amal hanya untuk Allah.

Di atas ikhlas inilah kemudian lahir banyak amal, amal yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan profesional, sehingga mudah melahirkan pengorbanan, dan ketaatan adalah bagian dari pengorbanan dimaksud sehingga semakin teguh dan murni, melahirkan kebersamaan di antara para Mujahid, berukhuwwah karena saling mempercayai.

1. Al-Fahm (Pemahaman)
2. Al-Ikhlas
3. Al-‘Amal (Aktivitas)
4. Al-Jihad
5. At-Tadhhiyyah (Pengorbanan)
6. Ath-Thā’ah (Kepatuhan)
7. Ats-Tsabat (Keteguhan)
8. At-Tajarrud (Kemurnian)
9. Al-Ukhuwwah
10. Ats-Tsiqah (Kepercayaan)

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Doa Agar Sholat Khusyu

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …
Adakah doa khusus atau amalan lain yang harus dibaca sebelum sholat selain membaca niat sholat supaya lebih khusyuk ??
Syukron jazakallah khair.

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Niat adalah kalimat terakhir, dan jangan ada kalimat lain di dalam shalat kecuali bacaan shalat itu sendiri.

Adapun sebelum niat diikrarkan, berlindunglah kepada Allah dari bentuk-bentuk gangguan Syaithan, seperti redaksi berikut:

رب اعوذبك من همزات الشياطين و اعوذبك رب ان يحضرون

Doa ini dari Surat al-Mukminūn [23] ayat 97-98:

(وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ)

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.”

Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.

Wallahu a’lam.

Dijawwb oleh Ustadz Wido Supraha

Membayangkan Wajah Istri/Suami adalah Pahala

Assalamu”alaikum Ustadz/ah.. gimana hukumnya orang yg sdh menikah tapi ia tdk bisa melepas/ melupakan mantannua ( masih pacaran trus) karena pernikahannya itu perjodohan,terima kasih,wassalamu’alikum wr wb

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Genggamlah tangan pasanganmu, bersama membuat komitmen untuk meraih ridha ilahi bersama ilmu.

Membayang-bayangkan wajah istri di rumah menghadirkan pahala besar, sementara membayang-bayangkan wajah wanita lain merupakan kesia-siaan yang akan membuka pintu keburukan

Perjodohan bukanlah alasan yang tepat untuk tidak mencintai karena definisi cinta adalah memberikan sepenuh hati kepada yang sang kekasih tanpa henti (lihat: http://supraha,com/?p=25)

Kehidupan terus berjalan dan hayatilah bahwa batas umur semakin menipis, maka nikmatilah kehidupan dengan memperbanyak dzikr dan beribadah bersama anugerah Allah ﷻ berupa pasangan hidup di sisi, siapapun dia.

Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 216:

وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٢١٦

_Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui._

Pengetahuan kita akan cinta dan kebaikan sungguh sangat terbats, maka senantiasalah berbahagia dengan apa yang kita miliki, dan jadikanlah seluruh yang kita miliki sebagai sarana yang memudahkan kita masuk ke Jannah-Nya.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Syiah (2)

Artikel berjudul ‘Siapakah Syi’ah’ ditulis dengan asumsi awal bahwa seluruh peserta grup telah bersepakat akan kesesatan ajaran syi’ah. Persoalannya kemudian adalah bagaimana kontribusi kita untuk dapat mengobati mereka yang terjangkiti wabah virus syi’ah. Pengobatan tidak bisa dilakukan sebelum kita mengetahui sumber persoalannya, dan sumber persoalan itu ada pada metodologi dan struktur keilmuan syi’ah. Jangankan syi’ah, aliran sesat seperti ‘lia eden’, yang dipimpin oleh seorang wanita yang kurang waras pun diikuti oleh bukan sembarang orang, minimal diketahui diikuti juga oleh sekaliber profesor.

Maka bagaimana metodologi umat Islam dalam menuntut ilmu adalah menjadi sesuatu yang jauh lebih penting, karena persoalan kehidupan tidak hanya satu, sementara metodologi yang benar akan memudahkannya untuk melakukan filterisasi terhadap seluruh arus informasi sebelum menjadikannya ilmu dan membentuk struktur berpikir di dalam jiwanya. Mengobati dengan mengetahui persoalan utamanya akan jauh lebih efektif, terlebih ketika cara kita dalam mengobati sesuatu terus menerus saling disempurnakan dalam kebersamaan kita, diperkaya dengan pengalaman dari seluruh sahabat-sahabat Group Manis yang akan meningkatkan kualitas kebersamaan kita dalam mempertahankan kemurnian aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Maka tulisan terkait Syi’ah memang tidak akan cukup dengan satu tulisan pembuka tersebut dan hal yang lebih penting berikutnya adalah bagaimana kita pun dapat menjawab syubhat-syubhat yang dipropagandakan syi’ah secara ilmiah. Insya Allah, tulisan berikutnya dengan tema yang lebih mendalam akan dituliskan.

Referensi dalam tulisan tersebut seluruhnya diambil dari para pembela ahlus sunnah yang telah mengkaji perbandingan antara Sunni – syi’ah dalam waktu yang lama. Nama-nama yang dikutip dikenal sebagai ulama yang juga terlibat dan berkontribusi aktif membela Aqidah Ahlus Sunnah dari ragam penyimpangan manusia. Sebagai contoh Prof. Dr. Ahmad bin Sa’ad al-Ghamidi. Buku yang ditulisnya betul-betul merupakan hasil diskusi dan surat-menyurat dengan seorang yang juga Guru Besar dari negeri syi’ah iran, bahkan mengajar di 8 universitas di negeri tersebut.

Prof. Dr. Muhammad al-Qazwini. Dengan semangat taqiyah-nya, al-Qazwini mengunjungi Syaikh al-Ghamidi pada bulan Ramadhan 1423H untuk tujuan awal dialog dan taqrib antara Sunni dan syi’ah. Ketika Syaikh al-Ghamidi menyetujuinya, sejak saat itulah hingga dua tahun kemudian, surat-menyurat di antara mereka terus berlangsung secara intens, dan syaikh al-Ghamidi berhasil mempertahankan pendapatnya secara ilmiah dan penuh hikmah terhadap seluruh hujjah yang disampaikan oleh orang syi’ah tersebut.

Berikutnya Syaikh asy-Syatsri, beliau sebagai pengajar tetap di Masjid Quba, Saudi Arabia, telah melahirkan karya untuk menjawab seluruh syubhat yang dipropagandakan syi’ah, tidak dengan dalil-dalil Ahlus Sunnah, namun seluruhnya menggunakan referensi kitab-kitab mu’tabar syi’ah, sehingga umat mengetahui begitu rapuhnya struktur ilmu mereka, bahkan pertentangan demi pertentangan hadir dalam sejarah mereka, sehingga tidak mengherankan jika syi’ah terpecah dalam kelompok-kelompok sekte dalam jumlah yang cukup banyak.

Imam Syahrastani dalam kitabnya yang membahas aliran-aliran dalam Islam, bahkan membagi syi’ah kepada lebih dari 30 golongan.

Perbedaan yang membesar berawal dari ketidaksepakatan akan siapa yang tepat sebagai pengganti Husain.

Aqidah syi’ah yang mengagungkan taqiyah akan membuat sulit bagi mereka yang berkeinginan ‘tabayun’, karena bagi umat Islam yang awam, dan tidak memiliki pondasi aqidah dan bahasa yang kuat, dikhawatirkan akan dengan mudah jatuh kedalam pelukan syi’ah, sementara para ulama otoritatif pun telah pernah mencoba model pendekatan seperti ini dengan seluruh kapasitas yang mereka miliki, dan kemudian berakhir dengan kekecewaan demi kekecewaan.

=======
Maraji’
1] Drs. KH. Moh. Dawam Anwar, Katib Aam PBNU
1994-1998, dalam makalahnya berjudul “Inilah Haqiqat
Syi’ah”.
2] KH. Thohir Abdullah al-Kaff, Mantan Ketua Yayasan Al-
Bayyinat Bidang Dakwah, dalam makalahnya berjudul
“Perkembangan Syi’ah di Indonesia”.

Oleh: Ustadz DR. Wido Supraha

Syiah (1)

Syi’ah berarti pendukung, pembela. Syi’ah Ali adalah Pendukung Ali r.a., Syi’ah Mu’awiyah adalah pendukung Mu’awiyah r.a. Namun baik Syi’ah Ali maupun Syi’ah Muawiyah di masa itu keduanya Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena aqidah dan fahamnya sama, Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Namun setelahnya Syi’ah kemudian berkembang dari aliran politik menjadi aliran aqidah dan fiqh baru yang menyesatkan.

Sumber rujukan Syi’ah ada 4 Kitab (Al-Kutub al Arba’ah):
1. Al-Kaafi (16.199 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Ya’kub bin Ishak al-Kulaini (wafat 329H)

2. Man La Yadhurruh al-Faqih (6.593 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Ash-Shaduq Muhammad bin Ali Babawaih (wafat 381H)

3. At-Tahdzib (13.590 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin al-Hasan Ali ath-Thusi (wafat 460H)

4. Al-Istibshar (6.531 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Ath-Thusi (Syaikhut Thaifah)

Keempat kitab ini terus diproduksi hingga hari ini, sehingga salah satu kitab Syi’ah berjudul Al-Muraja’at ditulis oleh Abd Husein Syarafuddin al-Musawi, diterjemahkan oleh MIZAN dengan judul “Dialog Sunnah Syi’ah” menegaskan bahwa keempat kitab tersebut telah sampai kepada kita dengan mutawatir, isinya shahih tanpa

Keraguan. Syi’ah kemudian berpecah menjadi banyak firqah: Syi’ah 7, Syi’ah 12, Syi’ah 12 Ja’far, Hasyimiyah, Hamziyah, Manshuriyah, Mughiriyah, Harbiyah, Khatthabiyah, Ma’mariyah, Bazighiyah, Sa’idiyah, Basyiriyah, ‘Albaiyah, Hisyamiyah, Ruzamiyah, Nu’maniyah, Musailamiyah, Isma’iliyah, Waqifiyah, Mufawwidhah, Ghurabiyah, Kamiliyah, Nushairiyah,

Ishaqiyah. Perbedaan yang banyak ini dijelaskan oleh Fakhruddin ar-Razi dalam Al-Muhashshal, “Ketahuilah bahwa adanya perbedaan yang sangat besar seperti tersebut di atas, adalah merupakan satu bukti konkret tentang tidak adanya wasiat teks penunjukan yang jelas dan berjumlah banyak tentang Imam yang Duabelas seperti yang mereka klaim itu.”

Inti ajaran Syi’ah terlihat hanya terpusat pada masalah Imam saja, dan tidak boleh diluar dari nama-nama yang mereka yakini

Syi’ah yang berkembang pesat hari ini adalah Syi’ah Imamiyah Dua Belas, karena telah menjadi mayoritas di Iran, Irak, Suriah, Libanon, dan negara lainnya.

Meyakini bahwa kepemimpinan ada pada 12 Imam:
1. ‘Ali bin Abi Thalib
2. Hasan bin ‘Ali
3. Husein bin ‘Ali
4. Ali Zain al-Albidin
5. Muhammad al-Baqir
6. Jafar al-Shadiq
7. Musa al-Kazhim
8. Ali al-Ridha
9. Muhammad al-Jawwad
10. Ali al-hadi
11. Al-Hasan al-Askari
12. Muhammad al-Muntazhar

Muhammad al-Muntazhar dikisahkan ketika masih kecil hilang dalam gua yang terletak di Masjid Samarra, Iraq. Mereka meyakini akan hilangnya untuk sementara dan akan kembali sebagai al-Mahdi untuk langsung memimpin umat. Nama lainnya Imam Tersembunyi (Al-Imam al-Mustatir) atau Imam yang dinanti ( Al-Imam al-Muntazhar). Periode menanti kehadirannya disebut Al-Ghaibah al-Kubra , diisi oleh kepemimpinan raja, imam dan ulama mujtahid Syi’ah.

Syi’ah Imamiyah mengklaim bahwa Al-Qur’an saja tidak cukup untuk menerangkan agama, perlu adanya seorang imam. Kebanyakan ulama mereka terdahulu mengklaim bahwa Al-Qur’an itu kurang karena pengurangan, sehingga tentu ada kemungkinan penambahan. Mereka juga mengklaim dari sekitar 10.000 sahabat Nabi Saw hanya 4 orang saja yang tidak mengkhianati Rasulullah Saw. Maka mereka telah meyakini bahwa Islam telah gagal sejak kali pertama, juga kegagalan Rasulullah Saw dalam mendidik!

Maka tidak heran kalau mereka memiliki banyak teori baru dalam akidah seperti Kemakshuman para Imam, Bada’ (Mengetahui hal yang Ghaib), Raj’ah (Reinkarnasi), dan Taqiyah (Kepura-puraan)

Sebuah keyakinan jika tidak dibangun di atas wahyu maka yang terjadilah adalah kerusakan metodologi dan pondasi berfikir.

=======
Maraji’
1] Drs. KH. Moh. Dawam Anwar, Katib Aam PBNU
1994-1998, dalam makalahnya berjudul “Inilah Haqiqat
Syi’ah”.
2] KH. Thohir Abdullah al-Kaff, Mantan Ketua Yayasan Al-
Bayyinat Bidang Dakwah, dalam makalahnya berjudul
“Perkembangan Syi’ah di Indonesia”.

Oleh: Ustadz DR. Wido Supraha

HIJRAH

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah….
1. Benarkah ketika seseorang berhijrah cobaan semakin berat, lalu bagaimana agar tetap beristiqomah di jalan lurus dan istiqomah memperbaiki diri.

2. Bila berhijrah menjauhi teman yg perilakunya buruk/kurang baik, apakah tdk apa”? Atau itu memutuskan tali silaturahmi?
Syukron

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Lakukan penghayatan kembali terhadap posisi diri di atas dunia.

Allah ﷻ berfirman dalam Surat Ibrahim [14] ayat 27:

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَۚ وَيَفۡعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ٢٧

Artinya: Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

Memaknai kembali ikrar kita dalam Dua Kalimat Syahadat Dengan Benar sebagaimana janji Allah dalam ayat di atas
Mengkaji Al-Qur’an dengan perenungan dan penghayatan secara Benar
Iltizam dan terus ditemui Allah sedang menjalankan syariat Allah
Banyak belajar dari kisah orang-orang shalih
Memperbanyak do’a yang sering dilantunkan orang-orang Pecinta Hijrah sebagaimana Q.S. 3:147
Bergaul dengan orang-orang istiqomah agar mendapatkan refleksi semangat hijrah

HIJRAH MENJAUHI KEBURUKAN

“Menjauhi dan memutuskan adalah dua tema yang berbeda.”

Di antara makna hijrah sebagaimana telah disebutkan adalah menjauhi, dan oleh karenanya menjauhi keburukan adalah hijrah yang disyariatkan

Menjauhi keburukan menjadi wajib jika seseorang tidak memiliki kekokohan iman alias mudah terbawa arus.

Menjauhi keburukan menjadi hal yang disukai (mustahab) jika seseorang tidak punya semangat sama sekali untuk merubah keburukan tersebut menjadi sebuah kebaikan

Allah ﷻ tela berfirman dalam Surat Al-Furqān [25] ayat 27-29:

وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا ٢٧ يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا ٢٨ لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا ٢٩

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang, agamanya sesuai dengan agama teman dekatnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Pilihlah teman terbaikmu dari kalangan yang mendukungmu untuk berhijrah dan menggenggam tanganmu untuk bersama menguatkan semangat hijrah. Tularkanlah kecintaan terhadap hijrah kepada temanmu yang masih berada dalam zona ‘perasaan seakan aman’-nya dengan hikmah dan pelajaran yang baik.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

KISAH NABI ADAM A.S. (3)

Apa khabarnya? Masih dalam kehausan akan ilmu kan? Keep your spirit, yach!
Oh ya, terkait judul materi ini, kita lanjutkan ya tadabburnya.

Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini kelanjutan beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai manusia pertama yang diciptakan-Nya di muka bumi, sbb.:

9. Nabi Adam a.s. adalah manusia yang materi jasadnya diambil oleh Malaikat Maut dari wakil seluruh debu tanah dari seluruh wilayah di bumi, dibawa oleh Malāikat Jibril, dan dikumpulkan Allah dalam bentuk tanah campuran, dibiarkan-Nya hingga berwujud tembikar kering. Wajar sehingga kemudian warna kulit manusia ini berbeda-beda, ada yang merah, kuning, hitam atau putih. (Q.S. Shād [38]:71-72/HR. Ahmad)

10. Nabi Adam a.s. adalah manusia dan ciri manusia adalah berongga secara jasad, dan berpadu dengan ruh. Adanya ruh melahirkan sifat dasar jasad yang kehausan, kelaparan dan senang dengan segala sesuatu yang indah dan menarik hatinya. Sifat dasar inilah yang seringkali membuat manusia sering tergesa-gesa dalam segala sesuatu (Q.S. Al-Anbiyā [21]:37)

11. Ruh memasuki seluruh bagian jasad Nabi Adam a.s. dan keturunannya, hingga ketika meliputi bagian kepala, disinilah pusat perintah pergerakan manusia. Di antara awal perintah otak adalah ketika Nabi Adam a.s. bersin, maka ia memuji-Nya, _Alhamd li Allāh_, dan Allah ﷻ mendo’akannya dengan _Yarhamukallāh_.. (Qashash al-Anbiyā)

Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait sosok Adam a.s. pada tulisan selanjutnya ya.

By: Dr. Wido Supraha

HIJRAHNYA SHAHABIYAH

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah….
Klo dilihat dr zaman rasul saw. Hijrah yg seperti apa yg plg baik yg telah dilakukan wanita2 d sanaa? Mungkin sprti siti aisyah, / siapa agar kami bisa blajar. Afwan

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Seluruh shahabiyah adalah bintang-bintang bercahaya karena ilmu yang dimilikinya.

K!ita teringat dengan seorang wanita berpenyakit ayan yang memilih tidak jadi meminta kesembuhan dan hanya mengharapkan agar ketika ayan-nya kambuh auratnya tidak tersingkap, inilah wujud wanita yang mampu membuat keputusan prioritas

Kita teringat dengan Fathimah r.a. yang sejak kecil hingga wafat selalu sabar dalam ekonomi serba terbatas

Kita teringat seorang wanita yang menangis ketika dikunjuni Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. pasca wafatnya Nabi ﷺ. Bukan menangis karena tiadanya Nabi, namun menangis karena terputusnya ilmu yang ia cintai karena wafatnya Nabi.

Terlalu banyak cahaya purnama para shahabiyah, prioritaskanlah untuk membaca biografi mereka, dan mengambil faidah dari akhlak mereka.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha