Al-Waqtu 'indanā juz-un min al-'ilāj​​ (Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi)


​​Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi​​

📌 Manusia hidup dibatasi waktu, sehingga jangan sampai sekedar hilang ditelan waktu, namun muliakan waktu dengan perencanaan yang matang.

🌹Nabi Muhammad ﷺ pernah berpesan:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

​“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampaui umur tersebut”​ (HR. Ibnu Majah No. 4236)

📚 Hadits ini berkorelasi dengan taujih Rabbani dalam surat Al-Hasyr [59] ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

​“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“.​

📌 60 tahun menjadi target akhir hidup manusia, di antara target terbaik tentunya menemukan ​husnul khatimah​ pada batas akhir waktu hidup di dunia, di antaranya semoga mudah mengucapkan kalimat tauhid dan sedang berprasangka baik kepada Allah ﷻ, sebagaimana pesan-pesan Nabawiyah.

📌 Menuju target besar di atas, Allah ﷻ mengingatkan manusia untuk membuat target-target medium, karena tidak ada kesuksesan yang bersifat instan, maka sebelum itu, manusia diarahkan untuk sukses di usia 40 tahun.

📚 Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Ahqāf [46] ayat 15:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

​Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai ​40 tahun​ dia berdoa,​

​“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. ​Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”​​

📌 Tadabbur memahamkan setiap manusia bahwa periodisasi kehidupannya terbagi atas 3 tahapan, masing-masing 20 tahun: Periode Fokus Menuntut Ilmu, Mengamalkan Ilmu hingga ditutup dengan Menyebarkan Ilmu

📌 Tugas manusia adalah menghadirkan kesuksesan pada setiap tahapan, karena memang hidup manusia penuh dengan tahapan, sebagaimana Surat Al-Insyiqaq [84] ayat 19:

لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ

​sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).​

📌 Tiada kesuksesan besar kecuali berawal dari kesuksesan di setiap tahapannya. Tiada tahapan kecuali mengandung program. Tiada program kecuali karena kuat perencanaan. Adanya perencanaan tidak menjadikan manusia seperti air yang mengalir, namun sebaliknya justeru penuh semangat dalam menjalani program kehidupan yang disusunnya sehingga kelelahan demi kelelahan pun dilaluinya, karena ia sadar kematian adalah istirahat panjangnya menuju Yaumul Hisab. Di waktu yang panjang itu kelak, ia ingin terus menerus memperoleh rizqi dari Rabb-Nya.

📌 Bersabarlah melalui waktu yang sebentar karena waktu dalam cara pandang kita bagian dari cara Allah mematangkan akal, hati dan jasad manusia, sehingga ruh meninggalkan jasad dalam penuh keridhoan, insya Allahu Ta’āla.

Yassirlanā,

Akhukum fiddin,
@supraha

Allah Tuhan Alam

MAKNA AL-ILAH​

Oleh: Wido Supraha

​Tadabbur Surat Al-Isrā’ [17] ayat 42​

قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”

📕 Surat Al-Isrā’ [17] ayat 42

♦️ Al-ilah adalah sesuatu yang kita meras tentram, terlindungi, merindui, hingga selalu cenderung kepadanya

♦️ Intensitas kedekat dengan al-Ilah akan membawa seseorang pada kecintaan dan ketundukan sempurna yang mengarah pada penghambaan, pada saat itu tanpa sadar ia telah menyembahnya

♦️ Muncullah kalimat konsep hidup seperti: “Aku tidak bisa hidupmu” atau “Aku rela menyerahkan segalanya untukmu”, konsep-konsep penghambaan yang akan hina jima ditujukan kepada makhluk

♦️ Islam dengan demikian mendorong manusia untuk membersihkan jiwanya dari seluruh Ilah dan penghambaan kepada mereka, kecuali menghadirkan hanya satu Ilah semata, Allah Jalla Jalāluh.

♦️ Lahirlah konsep hidup, “Tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja.”

✨ Wallāhu a’lam,


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

HUKUM MENCIUM ALKOHOL​


​Assalamu’alaikum ustadz/ah.. Bagaimana hukumnya jika Saat puasa tetapi mencium cium alkohol karena untuk memastikan kandungan alkohol sudang hilang Saat melakukan penelitian di laboratorium​

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔑 Memasukkan udara dengan seluruh unsurnya dilakukan baik saat berpuasa maupun tidak berpuasa, dan batalnya puasa bukanlah karena udara yang dihirup namun sesuatu yang masuk ke dalam tenggorokan

📌 Menghirup alkohol secara khusus perlu diteliti dampak buruknya terhadap jasad dan akan ditentukan hukumnya berdasarkan hasil penelitian, namun ini tidak terkait batal atau tidaknya berpuasa

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

MEMBUMIKAN ISLAM DI INDONESIA​


​Assalamualaikum, ustadz saya mau bertanya, bagaimana cara membumikan Islam di Indonesia dengan sesuai Al Quran dan As Sunnah, dan siapa yg pertama kali orang yg membumikan Islam di indonesia? Jazakumullah khairan katsiron​

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔑 ​Islam hadir memang dihadirkan agar membumi, karena Islam syariat untuk bumi. Membumikannya adalah dengan berpandukan ​Sirah Nabawiyah​, mengumpulkan inspirasi-inspirasi dari seluruh dimensi hidup Nabi, dan memilih yang paling sesuai untuk diterapkan sesuai konteks zamannya.​

📌 Islam hadir di Indonesia bukan karena niatan perdagangan, namun karena niatan kuat dakwah dimanapun kaum muslimin meraih sebuah negeri. Kita mengetahui Barus dari Rihlah Ibn Batutah, kita mengetahui Serambi Makkah dan kerajaan-kerajaan Islam berdiri besar dan menyatukan, dan kita pun kenal Wali Songo yang oleh sebagian manusia yang tergesa-gesa baru-baru ini menyatakan keberadaan mereka sebagai sesuatu yang fiktif

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

SHALAT KETIKA ADZAN BELUM USAI​


Assalamualaikum, bertanya….si fulan sholat ketika panggilan adzan belum selesai berkumandang gimana ya hukumnya? bukankah kita sebaiknya berdoa saat adzan selesai?’’ ’baru sholat.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔑 ​Shalatnya sah namun adabnya kurang disempurnakan, berprasangka baik mungkin ada hal yang membuatnya terburu-buru​

📌 Menjawab do’a setelah adzan adalah bagian dari kesempurnaan adab Muslim sekaligus memanfaatkan waktu mustajab

ثِنْتَانِ مَاتُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ الْمَطَرِ

​Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan.​ (HR. Hakim)

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Anak yang Introvert


Aslm wrwb. Ustadz afwan klo menghadapi anak yg terlalu introvert boleh gak di ruqyah atau di bacakan ayat kursy atau mungkin ada cara yg lain…jazakalloh khoyr

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Perlu diketahui penyebab introvert-nya, penyebab mengapa ananda lebih sering berdiam diri, murung, dan sulit bersosialisasi.

Hal yang dapat dilakukan adalah, Ayah dan Bunda harus berkomitmen membantu Ananda membangun kepercayaan dirinya. Ingat, di usia dasar, masa pertumbuhan, dorong anak agar dapat aktif bergerak dengan tidak memberikannya games handphone. Jadikan kita sebagai sahabat mereka, sehingga mereka nyaman dengan kita. Di usia ini, jangan jejali ananda dengan banyak mata pelajaran yang membuatnya lelah, kecuali fokus pada pelajaran adab dan iman saja.

Selain sering mengajak ananda pada jenis-jenis lingkungan baru, coba mulai dilihat bakat Ananda. Siapkan pujian dan hadiah saat Ananda mampu menghadirkan Adab Islami, sekecil apapun. Berikan kepercayaan bertanggung jawab dalam beberapa hal, dan jangan terlalu over protective.

Bacakan kisah-kisah para pejuang kepadanya dengan menarik, dan dorong ia untuk dapat tampil menjadi mujahid.

Adapun ayat-ayat Quran secara umum adalah obat jiwa dan jasad. Khusus ayat kursi, baik dibaca saat pagi dan petang bersama Al-Ma’tsurāt, dan bersamai ananda membacanya sebelum tidur.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

ISTRI


Allah ﷻ berfirman dalam Surat An-Nisā [4] ayat 1:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan Kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

📌 Di balik kesuksesan seorang pria ada wanita di belakangnya, istrinya terkasih. Namun, di balik kegagalan seorang pria juga di antaranya karena ada wanita yang tidak halal di belakangnya.

📌 Wanita adalah madrasah bagi anak-anak kita, bekerjasama aktif dalam membentuk kepribadian dan adab anak keturunan kita adalah sebuah kemestian

📌 Berinteraksi dengan isteri kita membutuhkan kesadaran dan pemahaman utuh akan kelebihan dan kekurangannya. Nabi Muhammad ﷺ, pernah bersabda:

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ

Sesungguhnya wanita itu dijadikan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Maka jika kamu bertindak untuk meluruskannya. niscaya kamu akan membuatnya patah. Tetapi jika kamu bersenang-senang dengannya, berarti kamu bersenang-senang dengannya, sedangkan padanya terdapat kebengkokan.

Rohingya Kembali Memanggil Kita​

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق وأيده بالحفظ والنصرة، وأعزّ أصحابه الطيبين الطاهرين والصلاة والسلام على سيد الأولين والآخرين، إمام الغر المحجلين، سيدنا محمد الأمين، وعلى آله وأصحابه الميامين . اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ وَنَصَرَهُ وَوَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

Nabi Muhammad ﷺ telah berpesan kepada kita, umatnya, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hambaNya selama hambaNya itu menolong saudaranya. (HR. Muslim No. 2699)

Nabi Muhammad ﷺ juga telah berpesan,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” (HR. Al Bukhari No. 6011)

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Rohingya kembali bergolak memanggil saudaranya di seluruh dunia untuk melaksanakan pesan Rasulullah ﷺ di atas. Penderitaan umat Islam di Rohingya semakin bergolak bulan ini ditandai dengan aksi represif dan diduga kembali telah melakukan pemerkosaan kepada para muslimah, penyiksaan, pembakaran desa hingga pembunuhan.

12.000 pengungsi Rohingya di Indonesia, 87.000 pengungsi yang berlari ke Bangladesh, hingga ratusan ribu lainnya, baik yang berada di kamp-kamp pengungsian maupun di tempat lain yang tidak diketahui, menantikan sikap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia.[1] Mereka digelari warga negara illegal oleh Pemerintah Myanmar sejak berlakunya Burmese Nationality Law (1982 Citizenship Act).

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Ketika Pemerintah Myanmar mengkampanyekan bahwa penduduk Muslim Rohingya adalah pendatang baru dari subkontinen India, dan sehingga mereka tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan Myanmar maka penelitian para ahli sejarah justeru menegaskan bahwa mereka telah tinggal di sana minimal sejak abad ke-12 M, jauh sebelum negara Myanmar ada, bahkan peta kuno otentik seperti cetakan tahun 1829 dan 1901 masih menetapkan Arakan sebagai wilayah terpisah dari Burma.[2] Lebih awal lagi, Abu Tahay, dari Union Nationals Development Party (UNDP) Myanmar, pada 29 Juli 2013 merilis hasil penelitiannya bahwa Rohingya merupakan warga asli keturunan Indo-Arya yang memeluk Islam di abad ke-8 M, dan mewarisi darah campuran Arab pada periode 788-801 M, Persia pada periode 700-1500 M, dan Bengali pada periode 1400-1736 M, ditambah Mughal pada abad ke-16 M.[3] Fakta ini menunjukkan bahwa dakwah Islam telah menyentuh wilayah Arakan sejak abad ke-8 M.

Ketika banyak sebagian manusia yang meragukan adanya unsur kebencian agama di Rohingya, Paus Fransiskus dalam khutbah mingguannya di Vatikan justeru menegaskan menegaskan bahwa derita Rohingya disebabkan kebencian agama:

​“They had been tortured and killed simply because they wanted to keep their culture and Muslim faith. … They have been thrown out of Myanmar, moved from one place to the other because no one wants them. But they are good people, peaceful people.”​

“Mereka menderita bertahun-tahun, mereka disiksa, dibunuh hanya karena mereka ingin menjalani budaya dan keyakinan muslim mereka. … Mereka diusir dari Myanmar, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena tidak ada yang menginginkan mereka. Tapi mereka orang-orang baik, orang-orangcinta damai.”[4]

Fakta ini menegaskan bahwa umat beragama sudah semestinya membenci kejahatan kemanusiaan dalam bentuk apapun.

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Negara Burma yang merubah namanya menjadi Myanmar pada 18 Juni 1989 dan berbatasan langsung dengan Bangladesh, India dan Teluk Benggala di sebelah Barat, dengan Laut Andaman di sebelah Selatan, dengan China di sebelah Utara, dan dengan Laos, Thailand, dan China di sebelah Timur ini, dihuni oleh 50 juta orang penduduk, dengan minimal 4.3%-nya adalah Muslim, sudah termasuk perkiraan 1.090.000 jiwa di Rakhine yang sengaja tidak disensus Pemerintah pada tahun 2014. Populasi Muslim terbesar terdapat di wilayah Arakan, wilayah yang memanjang sejauh 560 km sepanjang Pantai Timur Teluk Bengali, yang secara letak geografis terisolasi oleh serangkaian perbukitan yang memanjang dan sulit dilalui. Wilayah ini baru dikuasai oleh Kerajaan Burma di akhir abad ke-18 M, dan kemudian disebut Propinsi Rakhine.

Moshe Yegar memaparkan hasil penelitiannya dalam bukunya yang berjudulBetween Integration and Secession: The Muslim Communities of the Southern Philippines, Shouthern Thailand, and Western Burma/Myanmar. Di antara hasil penelitiannya adalah bahwa Bengali menjadi Muslim di tahun 1203 M., dan menjadi titik terjauh penyebaran Islam di Bagian Timur saat itu. Mulai abad ke-14 hingga abad ke-18 M, sejarah Arakan sangat didominasi oleh Muslim Bengali. Di tahun 1430, Kesultanan Bengali, Raja Ahmad Shah, membantu Raja Narameikhla (1404-1434 M) kembali dari pengasingannya di Bengali ke Arakan[5]dengan menyertakan 50.000 pasukan Muslim untuk mengembalikan kekuasaan Kerajaan Arakan.

Raja Narameikhla meminta suaka kepada Raja Bengal saat diserang oleh Kerajaan Ava adalah karena hubungan baik yang terbangun antara Kerajaan Arakan dengan Kesultanan Bengali selama ini, dan Kerajaan Arakan yang merasa tidak terancam selama ini dengan keberadaan Kesultanan Muslim Bengali yang penuh kasih. Pertempuran antara Kerajaan Buddha seperti Ava dan Arakan ini terjadi karena runtuhnya Kerajaan Pagan Burma saat diinvasi Kerajaan Mongol di bawah Kubilai Khan, sehingga muncul banyak kerajaan-kerajaan kecil Buddha yang saling berebut wilayah di Burma.

Sebagai bentuk terima kasih, Raja Narameikhla (Sulaiman Shah) kemudian membagi sebagian wilayah teritorinya kepada Kesultanan Bengali dan mengakui kedaulatannya di wilayah tersebut, bahkan merestui gelar Muslim bagi diri dan kerajaannya, Sulaiman Shah. Koin logam Kesultanan Bengali pun akhirnya menjadi salah satu alat pembayaran resmi. Raja Narameikhla kemudian membuat koin logam baru dengan menuliskan nama Raja Burma di satu sisi, dan gelar Muslimnya di sisi lain dalam bahasa Persia. Arakan kemudian menjadi wilayah subordinat Bengali sampai tahun 1531 M. Setelah wilayah Arakan terpisah dari Kesultanan Bengali, ternyata 9 raja Arakan berikutnya masih tetap menggunakan gelar Muslim.[6] Fakta ini menegaskan kontribusi besar kaum muslimin dalam membangun peradaban ekonomi dan budaya di Arakan.

Ribuan pasukan Muslim yang dulu membersamai Raja Narameikhla kemudian menetap di Mraung (Mrauk-U) dan mendirikan Masjid Sandi Khan. Masjid ini di tahun 1960-an masih kokoh berdiri sebelum kemudian dihancurkan. Terdapat banyak masjid tua lainnya di Arakan seperti Masjid Badae Maqam, Masjid Diwan Moosa (dibangun 1258 Masehi), dan Masjid Wali Khan (dibangun abad ke 15 Masehi). Fakta sejarah ini menegaskan bahwa Muslim dan Budha telah berabad-abad lamanya hidup berdampingan secara damai di Arakan.

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Penggunaan kata Rohingya sebagaimana tulisan Jacques P. Leider di tahun 1799 berjudul A Comparative Vocabulary of Some of the Languages Spoken in the Burma Empire, berarti Warga Rohang, nama Muslim awal untuk Arakan.[7] Fakta ini menguatkan keberadaan Muslim Rohingya sejak awal.

Kerajaan Arakan baru mendapatkan serangan besar dari Kerajaan Moghul saat Putra Mahkota Shah Shuja yang melarikan diri dan meminta suaka ke Kerajaan Arakan, ternyat pada akhirnya nanti dibunuh Raja Arakan karena dituduh akan melakukan pemberontakan kepada Raja Sandathudama. Kerajaan Arakan pun akhirnya diambil alih oleh kekuatan Muslim dari sisa pasukan Shah Shuja. Kerajaan ini terus memerintah hingga direbut kembali oleh Raja Burma Bodawpaya tahun 1784. 40 tahun kemudian penjajah Inggris menguasai Burma melalui 3 periode perang: I (1824-1826), II (1852-1853), III (1885). Maka sejak 1885, mulailah Burma dijajah Inggris hingga terbentuk Negara Modern Burma di tahun 1948.

Moshe Yagar dalam karya penelitiannya yang lain berjudul Muslim of Burma menyebutkan bahwa di masa penjajahan Inggris, terjadi peningkatan populasi Muslim dari India. Komunitas Muslim ini sangat aktif dalam seluruh aktifitasnya. Mereka mendirikan Masjid, Sekolah Islam, surat kabar, dan organisasi-organisasi filantrofis, sesuatu yang belum dilakukan oleh Muslim sebelumnya dalam skala massif, dan warga lokal Arakan.[8]

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan yang dapat diterima oleh dunia modern hari ini, untuk tidak mendukung dimasukkanya warga Muslim Arakan di Propinsi Rakhine sebagai Warga Myanmar. Apalagi diskriminasi yang telah berjalan bertahun-tahun ini hanya mengkhususukan kepada warga Muslim semata.

Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan bahwa kaum muslim Rohingya, sebagaimana klaim rezim Militer Myanmar, baru masuk ke Arakan pada periode penjajahan Inggris saja. Padahal Ensiklopedia Myanmar (1964) telah mendeskripsikan secara detail tentang asal muasal populasi ini.[9] Bahkan di dalam buku Teks Geografi yang diterbitkan oleh Universitas Yangon dan diterbitkan Kementerian Pendidikan Myanmar di tahun 2008 menegaskan bahwa kaum minoritas Rohinggas telah hidup di sana sejak dahulu.[10]

Patut dipertanyakan mengapa Pemimpin Myanmar yang juga peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi berdiam diri atas pembantaian Muslim di Rohingya. Patut dipertanyakan, mengapa PBB tidak segera menurunkan pasukan perdamaian atas derita Muslim di Rohingya, dimana banyak di antara mereka harus meregang nyawa di tengah lautan yang ganas hanya tidak ada alternatif lain untuk melarikan diri.

Jika sosok non-Muslim, seperti Dr. Maung Zarni, seorang Buddhis eks warga Myanmar yang sekarang tinggal di Inggris, sangat bersungguh-sungguh bersama istrinya, Alice, sehari-hari aktif menyuarakan aksi genosida perlahan-lahan[11] yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya di dunia internasional melalui kajian akademik dan literasi, bagaimana dengan kita kaum muslimin?

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Apa yang terjadi di Myanmar adalah Kejahatan Kemanusiaan (Crime Against Humanity) dan pembersihan etnis dan pemusnahan suku bangsa (Genocide), sebagaimana hasil penelitian pakar Hukum di Indonesia, Heru Susetyo Nuswanto sejak tahun 2008. Rohingya adalah kaum minoritas yang paling teraniaya di dunia (the world’s most persecuted minority), sebagaimana penelitian Lindsey N. Kingston yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.[12]

Jika Barat terlihat tidak terlalu garang atas darurat kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, besar kemungkinan karena korbannya adalah Muslim.

Namun, jika Muslim tetap tidak mau tahu dengan persoalan Rohingya, bagaimana kita mempertanggungjawabkan diri di hadapan Ilahi Rabbi?

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurāt [49] ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.

Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kita sebagai umatnya dalam sebuah hadits dengan derajah lemah namun diriwayatkan dari banyak jalur,

مَن لَمْ يهتَمَّ بأمرِ المُسلِمينَ فليس منهم

Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia bukan golongan mereka. (HR. Thabrani dalamMu’jam ash-Shagir hal. 188)

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Kaum muslimin tidak bisa menggantungkan harapannya kepada para pemimpin Barat dan PBB, karena sepanjang sejarah, kaum muslimin hanya akan dihormati dan berada dalam posisi terhormat hanya jika kaum muslimin bersatu dalam tali keimanan agama Allah, tanpa terbatasi sekat-sekat kenegaraan.

Mari kita dorong pemerintah NKRI yang berdaulat untuk berkontribusi aktif dalam melawan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, menginisiasi terlaksananya pertemuan darurat negara-negara ASEAN, OKI dan PBB khususnya untuk menyelamatkan warga sipil yang tidak bersenjata.

Mari kita ciptakan kebersamaan negeri-negeri kaum Muslimin pada khususnya, dan negeri-negeri pendukung tegaknya kemanusiaan pada umumnya, untuk memberi rasa aman kepada kaum muslimin Rohingya, menekan Pemerintah Myanmar agar mau memberi status kewarganegaraan untuk Muslim Rohingya sebagai bagian integral dari Negara Myanmar yang demokratis, serta membuka keran akses kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Mari kita salurkan  shadaqah kita kepada lembaga-lembaga sosial yang kredibel dan amanah untuk membantu kebutuhan kaum muslimin di Rohingya.

Bersama kita satukan hati, satukan fikir dan satukan gerak untuk menyelamatkan saudara kita di Rohingya.

​Doa​

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،

اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.

اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى بورما خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً

Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).

Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Burma pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.

أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.

Adab Menasehati Teman

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…bagaimana cara nya memberi tau yg baik ke teman agar dia bisa hijrah ke yg lebih baik..karena pd dasar nya dia ingin berubah akan tetapi karena pergaulan jd sepertinya dia susah utk meninggal kan itu..contoh ketika mau ketemu dengan kita pakaian nya syar’i..tetapi ketika dengan teman gaul nya dia pakenya celana jeans dan kerudung pun hanya di lilit ke leher…mohon penjelasan..

🐝🐝🐝 Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Sampaikanlah ilmu secara tidak langsung secara hikmah kecuali dia adalah sosok yang terbuka.

✔ Cintailah sahabatmu sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri
✔ Berikanlah keteladanan terbaikmu, nikmatilah, dan konsisten dalam keteladanan.
✔ Berpikirlah mendalam dan temukan gagasan pembicaraan yang memasukkan sedikit konten yang ‘membicarakan perilaku dirinya’ dalam kemasan pembahasan yang tidak kentara namun meninggalkan jejak cara berpikir di sanubari sahabat tercinta
✔ Berikanlah motivasi selalu bahwa Allah ﷻ sangat mencintainya dan mintalah ia untuk tidak lupa mendoakan kita agar selalu diberikan keistiqomahan dalam meraih ridho Ilahi.

⭐ Memberi tahu sejatinya adalah menjadikan seorang manusia menjadi tahu, bukan salah tahu. Maka gunakanlah seluruh cara yang mudah-mudahan di antaranya menjadi obat terbaik untuk sahabat tercinta.

Wallahu a’lam.

Cinta Lokasi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah.. Ada seseorang aktif di sebuah amanah organisasi, suatu ketika dia menyukai lawan jenis nya yg merupakan partner di organisasi, seseorang tsb memutuskan mundur dr amanah nya krn tdk mau perasaan nya terus berkembang sedangkan belum siap menikah,. Apakah ini termasuk konsep hijrah yg benar? Jika tdk, bagaimanakah solusi terbaik nya, terimakasih😊

🐝🐝🐝 Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
🔓 ​Menutup pintu kemaksiatan dan pintu penyakit hati adalah bagian awal dari langkah berhijrah​

📌 Para ulama ushul menasihati bahwa menutup pintu kemaksiatan lebih didahulukan dari melaksanakan kebaikan

📌 Merealisasikan ilmu adalah wujud pemahaman manusia di atas penghayatannya yang mendalam

✅ Menegakkan sebuah ilmu adalah keniscayaan, melanjutkan dengan ilmu berikutnya adalah harapan berikutnya. Menikah dengan keyakinan rizqi yang terbuka adalah wujud bagusnya iman (Q.S. An-Nur [24] ayat 32)

Wallahu a’lam.