Sumbangan Masjid dari Non Muslim

โœUst Farid Nu’man Hasan

๐Ÿ๐Ÿƒ๐ŸŒด๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐Ÿ‚๐ŸŒป

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum…..
Sy mau bertanya ustadz. Prtanya’an ini masih diperrdebatkan disini.
Bagaimana hukumnya menerima sumbangan masjid dr orang nonmuslim?
Mhon pnjlasannya…! Trimaksih bnyak… syukron…
I-15

Jawaban:
Wa ‘alaikumussalam

BOLEH menerima hadiah atau sumbangan dr non muslim selama berasal dr harta halal, baik berupa uang dan barang. Hal ini ditegaskan para ulama baik  Syafi’iyah dan lainnya. Dalilnya:

– Nabi menerima hadiah dr romawi yg nasrani berupa jubah yg sempit.  Hr. Abu Daud

– Nabi menerima bantuan juga dari musyrikin Bani Khuzaah saat akan perang melawan musyrikin lainnya

– Tentunya bantuan paman nabi baik materil dan moril kepada dakwah Islam. Walau Beliau wafat dalam keadaan kafir.

Wallahu a’lam

๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒท

Dipersembahkan :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala

Mangapa Bisa Terjadi Proses Perkawinan Sedarah (di awal generasi anak Adam)?

โœUst Farid Nu’man Hasan

๐Ÿ๐Ÿƒ๐ŸŒด๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐Ÿ‚๐ŸŒป

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya ustadz
Ketika di awal penciptaan manusia, mangapa bisa terjadi proses perkawinan sedarah (di awal generasi anak Adam ‘alayhissalam)?

Jawaban:
 Wa ‘alaikumussalam, itu keistimewaan orang2 zaman itu. Sesuai dg kehendak Allah. Dan tdk terjadi kecacatan fisik spt halnya hal itu terjadi di masa sekarang. Dan pada zaman itu blm ada aturan syariat pernikahan spt pada masa sekarang.
Wallahu a’lam.

๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒท

Dipersembahkan :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala

Tugas Malaikat Jibril Saat Ini

โœUst Saiful Bahri

๐Ÿ๐Ÿƒ๐ŸŒด๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐Ÿ‚๐ŸŒป

Apakah tugas malaikat jibril sekarang ini?

โฌ† Pertanyaan dari member 07

Jawaban :

 ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Malaikat Jibril setelah purna wahyu kpd Nabi Muhammad SAW.

Malaikat Jibril dan malaikat lainnya bertasbih siang dan malam. Mendoakan kaum mukminin dan para aulia Allah. Dan turun ke bumi di setiap malam lailatul qadar (QS. Al-Qadr:4). Wallahu a’lam.

๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒท

Dipersembahkan :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala

Tembok Ya’juj dan Ma’juj

โœUstadz Agung waspodo

 Assalamu’alaikum afwan ukhti, ana mau titip pertanyaan tentang tembok ya’juj dan ma’juj.mohon penjelasannya

โฌ† Pertanyaan dari member 07

Jawaban :

 Temboknya dibangun oleh Dhu’l Qarnain, Letaknya di sebelah timur kota Madinah, tetapi tidak ditentukan khusus oleh Rasulullah SAW.

Wallahu’alam

๐Ÿ๐Ÿ‚๐ŸŒด๐ŸŒบ๐ŸŒผ๐ŸŒฟ๐ŸŒป

Dipersembahkan : www.iman – islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala

Suami Mengesampingkan Nafkah Batin Istri Karena Sibuk Bekerja

๐ŸŒฟUstdz. Dra. Indra Asih

๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒป๐ŸŒน

Mohon tanya apa hukumnya bagi suami mngesampingkan nafkah batin istrinya sementara suami lebih sibuk bekerja?
Disamping pasangan ini blum menunaikan kewajibanya.
[A14]

============

Jawabanya :

Wajib hukumnya seorang suami memuaskan istri dengan nafkah batin.

Ibnu Qudamah:
โ€œMemberi nafkah batin wajib bagi suami jika tidak ada udzurโ€. Maksud dari Ibnu Qudamah tersebut adalah bahwasanya wajib bagi suami untuk memuaskan istrinya karena ini hak istri atas suami. Sebagaimana diketahui bahwa wanita teramat tersiksa bilamana hak ini tidak terpenuhi.

Perkara wajib ini adalah sebuah langkah pencegahan akan fitnah (kerusakan), karena tingkat keimanan antara wanita dengan wanita lainya berbeda. Dimana sebuah perkara yang dzalim bila sang suami tidak bersedia menggauli istrinya tanpa sebab yang jelas, sedang kedzaliman itu adalah haram hukumnya.

Wajib disini adalah bila perkara ini tiada ditunaikan maka akan mendatangkan dosa atas pelanggaran syaraโ€™ dalam hak dan kewajiban dalam pernikahan.
Dan hendaknya seorang istri menuntut haknya dan suami menuruti tuntutan istrinya atas haknya dan menjalankan kewajibanya selaku suami.

Jadi kesimpulanya adalah seorang suami dibebankan kewajiban untuk menggauli istrinya yang dimana bila ia tidak menggauli istrinya maka ia juga dikenai dosa atas kelalaian kewajibanya dan kedzolimanya.

Tidak istri saja yang terkena ancaman dosa bila tidak bersedia berhubungan intim. Keduanya suami dan istri saling berkewajiban untuk melakukan hubungan intim.
Karena dalam masalah pernikahan keduanya memiliki satu hak antara satu dengan lainya dan satu kewajiban antara satu dengan lainya.

Allah swt berfirman :

โ€œDan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.โ€(QS.2:228)

Pendapat wajibnya seorang suami menggauli istri ini juga dikemukakan oleh Imam Malik, alasan Imam Malik adalah bahwasanya nikah adalah demi kemaslahatan suami istri dan menolak bencana dari mereka. Ia (suami) melakukan hubungan untuk menolak gejolak syahwat istri, sebagaimana juga untuk menolak gejolak syahwat suami.

Imam Ghazali berpendapat, sebaiknya seorang suami menggaulii istrinya empat hari sekali. Ini semua merupakan suatu langkah dalam menenangkan istri karena ini merupakan suatu kewajiban. (Fiqih Sunnah)

 Hadits diriwayatkan dari Asy-Syaโ€™bi, Kaโ€™ab bin Siwar Al Asadi pernah duduk disamping Umar bin Khotob dan datanglah seorang wanita yang mengadu padanya :

โ€Hai Amirul Mukminin, aku sama sekali tidak pernah melihat seorang lelaki yang lebih utama dari suamiku. Demi Allah ia selalu shalat semalam suntuk dan berpuasa disiang harinya, kemudian ia memohonkan ampunan kepada istrinya dan memujinya.
Umar berkata :โ€Ya itu suamimuโ€. Wanita ini berkali-kali menyampaikan aduan ini dan berkali-kali pula Umar menjawab.
Kemudian kaโ€™ab berkata kepada Umar. โ€œ Wahai Amirul Mukminin, wanita ini mengadu atas suaminya yang menjauhi tempat tidur istrinyaโ€.
Umar menjawab : โ€œ sebagaimana yang kau ketahui putuskanlah kedua masalah sumi istri iniโ€.
Kaโ€™ab berkata :โ€ Sungguh aku berpendapat bahwa wanita ini yang keempat setelah wanita yang ketiga. Maka aku putuskan tiga hari siang dan malam untuk ibadah suamimu dan satu hari satu malam untuk berkumpul dengan istriโ€.
Kemudian ia berpesan pada suami โ€œSesungguhnya pada istrimu ada hak. Hai suami engkau mendatangi istrimu empat hari sekali bagi yang sedang. Berikanlah hak itu dan hilangkanlah keburukanmu.โ€
Kemudian Umar berkata pada Kaโ€™ab : โ€œDemi Allah pendapat (keputusanmu) yang pertama kali ini menakjubkanku dari pendapat-pendapat orang lain, maka aku perintahkan kau untuk pergi menjadi hakim di Bashrah. (Al Mughni)

 Jadi beradasarkan riwayat ini bahwa bila ada seorang suami tidak bersedia menggauli istrinya ini merupakan tindak kejahatan yang bisa diadukan kepada hakim/penguasa untuk diputuskan perkaranya.
Jika ini bukan tindak kejahatan Umar dan Kaโ€™ab tidak akan memutuskan suatu perkara ini,dan Umar juga tidak akan mengangkat Kaโ€™ab menjadi hakim di Bashrah. Tidak menggauli istri adalah pelanggaran atas hak istri dan bentuk kedzaliman yang terkategori kriminal.
Entah apapun alasan sang suami, bahkan ia beralasan dalam rangka ibadah pada Allah tetap saja itu suatu kedzaliman bila ia enggan menggauli istrinya. Dan karena ini suatu tindak kriminal (kedzaliman) dan perenggutan hak maka sang istri berhak mengadukanya pada pengadilan. Sebagaimana ia dianiaya fisik (dipukuli) oleh suami.
Ini semua karena memukuli istri tanpa hak dan tidak memenuhi hak istri untuk digauli sama-sama kedzaliman.

Ibnu Taymiyyah menyatakan :
“Seorang suami harus memberikan nafkah batin kepada isterinya secara makruf. Sebab, ia termasuk kebutuhannya yang paling utama; melebihi kebutuhannya terhadap makan.
Nafkah batin yang wajib dipenuhi oleh suami menurut sebagian ulama paling lama empat bulan sekali.
Sementara pandangan lain sesuai dengan kebutuhan isteri dan kemampuan suami untuk memenuhinya.”

Imam Ahmad berpendapat: โ€œ Hubungan badan dengan istri wajib, sekalipun demikian, kewajiban suami adalah menjaga hak istri (yaitu digauli).
Hendaknya suami bersikap sedang dalam berpuasa dan shalat malam agar mampu melaksanakan hubungan wajib dengan istri.

Batas ritme hari menggauli istri

Adapun berapa lama waktu ritme menggauli istri para ulama berbeda pendapat namun sangat mudah untuk dipahami.

Imam Al Ghazali berpendapat wajib setiap empat hari sekali. Alasan ini adalah karena Al Imam Ghazali bahwa empat hari ini adalah berdasarkan jatah seorang suami yang boleh memadu empat wanita. Jadi ini akan ada penggiliran yang adil yaitu sehari sekali setiap putaran. Dan alasan lainya adalah bila ada seorang suami yang mukim, dimana setiap hari sang suami berdampingan dengan istri setiap hari, dimana setiap malam mereka bertemu.
Maka kewajiban ini jatuh setiap empat hari sekali, dan bila hendak ditambah menjadi tiga kali dalam empat hari tiadalah mengapa jika memang kedua belah pihak baik kondisinya.
Dan bila dalam waktu empat hari tidak ada hasrat bagi keduanya maka tiada mengapa tidak bersenggama atas keridhoan kedua belah pihak.
Namun jika ada salah satu pihak berhasrat, maka perkara ini haruslah dipenuhi dan bagi yang tidak berhasrat haruslah membesarkan pengertiannya.

Dan sebagian ulama berpendapat wajib senggama itu ritme waktunya adalah empat bulan sekali, sebagaimana pendapat Imam Ahmad yang dikutip Ibnu Qudamah dalam Al Mughni.
Adapun ritme waktu empat bulan sekali ini bilamana sang suami bekerja dengan cara safar mukim.
Maksud dari safar mukim adalah sebagaimana seorang pedangang yang dimana ia sering berkeliling yang terkadang ia pergi berhari-hari dan berminggu-minggu namun disatu sisi ia masih ada waktu, kesempatan dan kemampuan untuk pulang.

Sebagian ulama lagi mewajibkan menggauli istri dengan ritme waktu empat bulan sekali. Ini berdasarkan riwayat dari Umar bin Khotob yang menyuruh tentaranya setiap empat bulan sekali pulang untuk menemui istrinya.

Dalam sebuah riwayat, suatu saat Umar bertanya pada anaknya Hafzah. โ€œ Wahai Hafzah berapa lama wanita sanggup menahanโ€ . Hafzah terdiam dan tidak menjawab karena malu.
Kemudian Umar mengerti dan berkata: โ€œ Tidak perlu malu dalam perihal agamaโ€. Kemudian Hafzah menjawab โ€œ Empat bulan kami (para wanita) mampu menahanโ€.
Setelah mendapat keterangan ini Umar memutuskan untuk menggilir tentaranya yang berada diluar untuk berganti dengan kelompok pasukan yang lain setiap empat bulan sekali, agar para suami yang menjadi tentara bisa menunaikan kewajibnya atas hak istrinya.
Jadi bagi suami yang bekerja secara safar yang jauh, maka diusahakanlah setiap empat bulan sekali untuk pulang dalam rangka memenuhi hak istrinya dan menunaikan kewajibanya.

Kesimpulan:

Jadi jelaslah sudah bahwa seorang istri juga punya hak untuk disenggamai sang suami dan suami berkewajiban memenuhi hak istri ini. Yang dimana sang suami berkewajiban memuaskan batin istri bila ia tidak bersedia maka ia berdosa dan sang istri juga berkewajiban untuk bersedia melayani sang suami bila ia menolak maka ia akan berdosa. Keduanya sama-sama dikenai dan dibebani kewajiban akan hal ini.

Langkah-langkah yang bisa ditempuh istri jika suami tidak memberikan nafkah batin

1. Mengkomunikasikan dengan suami

Coba untuk membahas masalah ini pada kondisi dan waktu yang tepat. Usahakan dalam kondisi suami sudah cukup istirahat dan dalam kondisi santai. Ungkapkan perasaan dan kesedihan istri karena dinginnya suami

Melalui perbincangan ini diharapkan keduanya dapat menyampaikan segala ketidak puasan hati masing-masing, namun sebelum melangkah lebih jauh dalam perbincangan, anda berdua perlu menyakinkan bersama bahwa keadaan rumahtangga yang dialami sekarang adalah tidak sehat dan perlu jalan keluar untuk memperbaiki keadaan.

2. Sepakati untuk berlibur/cuti

Mungkin anda suami isteri merancang liburan, baik di rumah atau jika memungkinkan ke tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota dan tempat yang dapat membuatkan suami melupakan hal pekerjaan yang selalu dipikirkan dengan serius.

Secara tidak langsung dengan mood dan suasana yang tenang, mungkin bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.

3. Konsultasi dengan penasehat pernikahan

Jika suami sepakat bahwa keadaan rumahtangga adalah kritis dan dalam keadaan yang tidak sempurna, coba sarankan kepada suami untuk berkonsultasi untuk membantu untuk memperbaiki keadaan rumahtangga anda.

Perlu juga diperhatikan, jangan sekali-kali mengadukan isu rumahtangga anda ini kepada lelaki (bukan mahram) baik yang sudah berumahtangga ataupun tidak kecuali kepada pakar seperti penasehat. Hal ini khawatir menyebabkan kepada hal-hal yang tidak diinginkan dan menjadi dimanfaaatkan oleh laki-laki yang tidak bertanggungjawab atas nama simpati.

Dekatkanlah diri pada Allah agar anda diberikan kekuatan dalam mengharungi saat-saat yang sulit ini. Perbanyakanlah sholat dan doa agar diberikan pertolongan dan diteguhkan keimananan anda.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia

Mencegat Kafilah Dagang dalam Konteks Kekinian

โœ Ustadz Rizka Maulana, Lc.,M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ€๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน

1โƒฃMau tanya ttg mencegat kafilah dagang dalam konteks kekinian,
apakah sama dengan membeli cabe pada petani cabe yg ingin menjual dg menumpangi mobil angkot.si pembeli membelinya scr grosir ktika mobil yg di tumpangi berhenti sblm smpai pasar… si penjual pun ridho dg harga yg di tawarkan si pembeli.
nah,, si pembeli td bermaksud utk menjual kembali di pasar scra ecer

2โƒฃSy bgbung dlm sbuah lembaga, dan mdapat tagihan tunggakan iuran koperasi yg mnurut sy berat. Padahal sy tdk pnah ingin ataupun mbuat pjanjian ‘hitam diatas putih’ dgn pihak lembaga tsebut untuk bgabung sbg anggota koperasix. Seolah2 sy sdh berhutang.
Pihak lembaga mwajibkn agg u msuk angg koperasi walaupun mrk tdk stuju dan tsb dan memotong gaji sy stiap bulanx.
Apakah itu termasuk hutang?

๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟJawab๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

1โƒฃMencegat kafilah dagang dalam konteks kekinian lebih mirip dgn para tengkulak yg “mencegat” para petani langsung dari sawah ladangnya, terlebih ketika petani tdk punya pilihan lain kecuali menjual kpd tengkulak tsb, krn misalnya sudah di kasih dp atau diberikan pinjaman dulu seblumnya oleh para tengkulak. Adapun pedagang yg dicegat di jalan, namun terjadi tawar menawar dan petani tahu persis berapa harga cabe tsb di pasar, lalu sepakat dgn harga yg ditawarkan, maka boleh saja. Poin penting dalam larangan mencegat kafilah dagang adalah krn petani tdk tahu harga pasar, lalu dicegat di tengah jalan dan dikelabui harga pasar dgn harga fiktif lalu ia menjualnya jauh di bawah harga pasar.
Wallahu A’lam

2โƒฃJika masuk lembaga tsb memang dipersyaratkan harus menjadi anggota koperasinya dan kita menyetujuinya, maka menjadi keharusan. Dan pembayaran yg belum dibayarkan bisa menjadi hutang. Namun dalam hal tidak ada persyaratan spt itu, maka menjadi anggota koperasinya menjadi tdk wajib dan seharusnya tdk menjadi hutang.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia…

Membeli dengan Rupiah, Jual dengan Dolar

โœ Ustadz Rizka Maulana, Lc.,M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ€๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน

1โƒฃBagaimana kalo kita grosir barang dari indo(membeli) Dgn rupiah terus di jual pakai dollar apakah termasuk riba. misalnya harga brg diindo. satu brg 100 ribu di jual Dgn hrga 10 dlr Dgn nilai mata uang yg trn naik riba kah….??

2โƒฃMaraknya org jual pulsa indo dgn harga yg tidak dikurskan rupiah tp pakai dolar apakah kita sbg konsumen juga kecipratan dosa jika ini dikategorikan riba?

๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟjawab๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

1โƒฃBeli dgn rupiah dan dijual dgn dolar boleh saja, tidak ada larangannya dan bukan riba
2โƒฃKalau jual pulsa pakai dolar masih memungkinkan,  dengan syarat harganya harus sesuai dgn kurs pada hari tsb.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia…

Menjual Emas Online

โœ Ustadz Rizka Maulana, Lc.,M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ€๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน

Bagaimana hukumnya menjual perhiasan emas secara online?
Karena ada yg bilang, kalau emas penjualannya harus dari tangan ke tangan.
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟjawab๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

Jual beli emas, boleh saja dengan cara online, selama kadar, ukuran dan bentuknya jelas. Jual beli emas secara langaung tangan ke tangan, yadan bi yadin adalah lebih baik, terhindar dari perselisihan pendapat.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia…

Salam Atau Bismillah yang Lebih Dulu?

โœUstadz Farid Nu’man Hasan, S.S.
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
๐Ÿ“ŒPertanyaan:
Assalamuallaikum wr wb. Mana lebih dulu salam atau bismillah pada saat pembukaan?                                
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
(Mba Risya) member ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ9โƒฃ.                                     
๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ
Jawaban nya ,
Wa’alaikumussalam wa rahmatullah … Bismillah wal Hamdulillah ..
Secara umum membaca basmalah   dianjurkan pada awal setiap amal kebajikan, sebagaimana riwayat shahih tentang menjimaโ€™ istri, naik kendaraan, memulai makan, memulai majelis, memulai wudhu,   dan lainnya.  Ada sebuah riwayat:
ูƒู„ ุฃู…ุฑ ุฐูŠ ุจุงู„ ู„ุง ูŠุจุฏุฃ ููŠู‡ ุจ ( ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ) ูู‡ูˆ ุฃุจุชุฑ
โ€œSetiap urusan dalam kehidupan yang di dalamnya tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, maka dia terputus.โ€
(Diriwayatkan oleh As Subki dalam Thabaqat As Syafiโ€™iyah, 1/6. Al Khathib dan Al Hafizh Abdul Qadir Ar Rahawi, hal. 5)
Namun riwayat ini dhaif (lemah), lantaran seorang perawi bernama Ahmad bin Muhammad bin โ€˜Imran Al โ€˜Atiqi, biasa dikenal Ibnu Al Jundi. Imam  Khathib Al Baghdadi mengatakan: โ€œRiwayat darinya dilemahkan dan madzhabnya telah dicela (karena dia tasyayyuโ€™ โ€“ terpengaruh syiโ€™ah). Aku bertanya kepada Az Zuhri tentang Ibnu Al Jundi, katanya: โ€œDia bukan apa-apa.โ€  (Tarikh Baghdad, 2/414)
Syaikh Al Albani menyatakan: dhaif jiddan โ€“ sangat lemah. (Lihat Irwaโ€™ul Ghalil, 1/29. Cet. 2. 1985M-1405H.  Al Maktab Al Islami. Beirut) 
 Sementara Imam Ibnu Katsir berhujjah dengan hadits ini, namun tidak berkomentar apa-apa tentang derajat hadits ini. (Tafsir Al Quran Al โ€˜Azhim, 1/120)
 Tertulis dalam Majmuโ€™ah Rasaโ€™il-nya Imam Hasan Al Banna, pada Bab Al Maโ€™tsurat, hal. 379. Penerbit Al Maktabah At Taufiqiyah, pada catatan kaki no. 3, bahwa Imam Abu Daud dan selainnya meriwayatkan dengan sanadnya, dari Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, bersabda:
 ูƒู„ ุฃู…ุฑ ุฐูŠ ุจุงู„ ู„ุง ูŠุจุฏุฃ ููŠู‡ ุจุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…  ูู‡ูˆ ุฃู‚ุทุน
  โ€œSetiap urusan kehidupan yang di dalamnya tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, maka itu perputus.โ€
  Ini keliru dan tidak terdapat dalam Sunan Abu Daud. Justru dalam โ€˜Aunul Maโ€™bud Syarh Sunan Abi Daud disebutkan tentang riwayat ini: โ€œdikeluarkan oleh Ibnu Hibban melalui dua jalan/jalur. Ibnu Ash Shalah mengatakan:  hadits ini hasan. โ€ (Lihat โ€˜Aunul Maโ€™bud, 13/130)
  Ternyata, yang tertulis dalam โ€˜Aunul Maโ€™bud bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban juga keliru! Benar ada dua jalan, namun  tidak ada teks yang demikian. Dalam Shahih Ibnu Hibban, baik  No. 1 dan No. 2, (baik terbitan Muasasah Ar Risalah dengan tahqiq Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth, mau pun keluaran Mawqiโ€™ Ruh Al Islam) teks (matan) nya adalah:
ูƒู„ ุฃู…ุฑ ุฐูŠ ุจุงู„ ู„ุง ูŠุจุฏุฃ ููŠู‡ ุจุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡ ูู‡ูˆ ุฃู‚ุทุน
โ€œSetiap urusan kehidupan yang di dalamnya tidak dimulai dengan  Alhamdulillah, maka itu terputus.โ€
Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa isnad hadits ini dhaif, lantaran kedhaifan Ibnu Abdirrahman Al Muโ€™afiri Al Mishri, yang telah didhaifkan oleh Yahya bin Maโ€™in, Ahmad, Abu Zurโ€™ah, Abu Hatim, dan An Nasaโ€™i. (Tahqiq Shahih Ibnu Hibban, 1/173)
Dalam Sunan Abu Daud  tidak ada pula lafaz demikian. Yang benar adalah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ูƒู„ู‘ู ูƒู„ุงู…ู ู„ุง ูŠูุจุฏุฃ ููŠู‡ ุจุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‘ู‡ ูู‡ูˆ ุฃุฌุฐู…
  โ€œSetiap ucapan yang di dalamnya tidak dimulai dengan Al Hamdulillah, maka dia terputus (fahuwa aj-dzam).โ€ 
(HR. Abu Daud No. 4840,  yang seperti ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah No. 1894, juga diriwayatkan oleh ibnu majah no. 1894, al baihaqi dalam as sunan al kubra no. 5559, ad daruquthni, kitabus shalah no. 1,  ibnu hibban no. 1, ibnu abi syaibah dalam al mushannaf, 6/263, semua dengan lafaz: fa huwa aqthaโ€™. namun ini pun juga dhaif. lantaran kedhaifan ibnu abdirrahman al muโ€™afiri al mishri, yang telah didhaifkan para ulama seperti ibnu maโ€™in, abu zurโ€™ah, an nasaโ€™i, abu hatim, dll. syaikh al albani mendhaifkan semuanya dalam berbagai kitabnya, seperti dhaiful jamiโ€™ no. 4216, tahqiq misykah al mashabih no. 3151, dhaif at targhib wat tarhib no. 958, dan lainnya. sedangkan imam abu thayyib syamsul โ€˜azhim abadi mengatakan riwayat ini hasan, baik diriwayatkan secara maushul dan mursal, dan yang maushul (bersambung) sanadnya jayyid (baik). lihat โ€˜aunul maโ€™bud, 13/130).
 wallahu aโ€™lam
  sehingga dari sini, ada yang menggandengkan menjadi:  bismillah wal hamdulillah …., dalam pembukaan khutbahnya. ada pula yang langsung alhamdulillah atau tahmid yang semisal, bukan bismillah, karena dhaifnya mengawali segala sesuatu dengan โ€œbismillah.โ€
ada pun assalamu โ€˜alaikum, secara khusus tidak kita jumpai dalam as sunnah di awal khutbah kecuali khutbah jumat. oleh karena itu sebagian orang ada yang membidโ€™ahkannya. sebab yang menjadi kebiasaan nabi ๏ทบ adalah memulai semua khutbahnya (selain khutbah jumat)  dengan membaca pujian seperti innal hamdalillah atau yang sejenis. 
  imam ibnu taimiyah mengatakan:
ู‡ูˆ ุงู„ุตูˆุงุจุŒ ู„ุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…
ู‚ุงู„: (ูƒู„ ุฃู…ุฑ ุฐูŠ ุจุงู„ ู„ุง ูŠุจุฏุฃ ููŠู‡ ุจุงู„ุญู…ุฏ ูู‡ูˆ ุฃุฌุฐู…)   ูˆูƒุงู† ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูุชุชุญ ุฎุทุจู‡ ูƒู„ู‡ุง ุจุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡
  itulah yang benar, karena nabi ๏ทบ bersabda: โ€œsemua hal yang tidak dimulai dengan pujian (al hamdu) maka terputus.โ€ dahulu, nabi ๏ทบ membuka semua khutbahnya dengan al hamdu. (fiqhus sunnah, 1/322)
  bahkan memulai makan pun, juga didahului al hamdulillah dan bismillah, sebagaimana riwayat:
  namun pihak yang membolehkan mengucapkan salam di awal memiliki beberapa alasan:
1 . mengqiyaskan dengan khutbah jumat
2. hadits:  
ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠุชูŽู‡ู ููŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู
  jika berjumpa dengan seorang muslim maka ucapkanlah salam. (hr. muslim no. 2162). umumnya, orang berkhutbah memang baru berjumpa dengan pendengarnya.
3. keumuman hadits perintah sebarkan salam:
 ู„ูŽุง  ุชูŽุฏู’ุฎูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุคู’ู…ูู†ููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุญูŽุงุจู‘ููˆุงุŒ ุฃูŽูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽุฏูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ููˆู‡ู ุชูŽุญูŽุงุจูŽุจู’ุชูู…ู’ุŸ ุฃูŽูู’ุดููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’
 kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidaklah beriman sampai kalian saling mencintai. maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai? yaitu sebarkan salam di antara kalian. (hr. muslim no. 54, dari abu hurairah)
4. walau sebelumnya si khatib sudah salam dalam pertemuan, boleh beliau mengulangi salamnya ketika khutbah. berdasarkan hadits:
ุฅุฐุง ู„ู‚ูŠูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ุฃุฎุงู‡ ููŽู„ู’ูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ููŽุฅู†ู’ ุญุงู„ูŽุชู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉูŒ ุฃูˆ ุฌูุฏูŽุงุฑูŒ ุฃูˆู’ ุญูŽุฌูŽุฑูŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู‚ููŠูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡
jika salah seorang kamu berjumpa saudaranya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika di antara keduanya terhalang oleh pohon, atau dinding, atau batu, lalu berjumpa dengannya lagi maka salamlah kepadanya. (hr. abu daud no. 5202, shahih) 
jadi, masalah ini sangat luwes. bisa memilih mana yang lebih dahulu, semua memiliki dasar yang kuat.
 Wallahu A’lam
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Seputar Pembagian Waris

โœUstadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamualaikum.
saya mau bertanya urgent yang harus di selesaikan. tentang  warisan.
Bapak sudah meninggal 7 tahun yang lalu dan meninggalkan rumah di taksir 6 milyar. Ibu tinggal di rumah tersebut. Baiknya menunggu ibu meninggal, apa di jual dan di bagi kepada ahli warisnya?
Mengingat ahli waris ada yang ingin cepat di bagikan,  ada juga yang ingin nanti bila ibu sudah meninggal. mohon jawabannya segera. Ahli waris: Ibu (istri dari yang meninggal), 3 anak laki laki, 7 anak perempuan.

 (Tuti A12)

JAWABAN:

Wa ‘alaikumussalam, ya sebaiknya disegerakan agar jangan ada ahli waris yang terzalimi, tapi bersabar juga karena menjual rumah tidak mudah.

Lalu, setelah terjual bayarkan dulu semua hutang almarhum kalau ada. Kemudian, sisanya itu yang diwariskan.

Untuk ibu dapat 1/8, anak2 dapet sisanya ..

Ibu = 1/8 bagian
Anak laki-laki masing-masing
= 7/52 bagian
–> 3 anak = 21/52 bagian

Anak perempuan masing-masing
= 7/104 bagian
–> 7 anak = 49/104 bagian

1/8 + 21/52 + 49/104 = 1

Demikian. Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…