One Day One Juz, Riya?

✏Ustadzah Dra Indra Asih

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹.                                                    

📌Ada pertanyaan ustadzah Dari korma 02

1).Assalamuallaikum ustadzah Apa ada hukum dlm Islam yang melarang seorang wanita memotong rambutnya?                      
Member Manis
⬆ 🅰2⃣8⃣

2)., bagaimana hukumnya one day one juz, yang setiap kali harus laporan ketika kholas, sy pernah mendengar bahwa sebaik-baik ibadah adalah dilakukan secara sembunyi?

🅰0⃣9⃣ kami mohon jawabannya ustadzah.                              

🌴. Jawaban nya.                

🍄 Wa alaikumsalam wr wb.

1⃣.Wanita boleh memotong rambut, berdasarkan hadits:

لَيْسَ عَلَى النِّسَاءِ حَلْقٌ ، إِنَّمَا عَلَى النِّسَاءِ التَّقْصِيْرُ

“Wanita tidak boleh mencukur habis(menggundul) rambutnya tetapi boleh memendekkannya.” (Hadis shahih, riwayat Abu Zur’ah)

2⃣
Lihat jawabannya di http://www.dakwatuna.com/2014/01/17/44930/one-day-one-juz-odoj-katanya-riya-benarkah/#axzz44KyPDf5z

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Bolehkan Pria Terlihat Lekuk Tubuhnya?

✏Ust. Farid Nu’man Hasan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Assalamualaikum.
Ust saya ijin bertanya.
Di sekolah kami ada peraturan memasukkan baju bagi yg ikhwan. Nah ada seorang guru yg menolak kesepakatan tsb dg alasan bahwa jika memasukan baju maka bentuk tubuhnya/uaratnya nampak. Dia menyamakan dg wanita yg dilarang menampakkan bentuk tubuhnya.
Bagaimana menyikapi ini ust, karena beberapa siswa (SD) yg melanggar tidak memasukkan baju seragamnya beralasan bahwa bpk itu aja gak masukin baju dan kata beliau gak papa g dimasukin.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah .., Bismillah wal Hamdulillah ..

Masalah ini perlu diperjelas batasan aurat laki-laki dulu, bahwa jumhur ulama mengatakan dari pusar ke lutut. Lengkapnya buka link berikut ini:

http://www.iman-islam.com/2015/11/ustadz-menjawab-batalkah-shalat-jika.html

Jadi, jika laki-laki sudah menutup bagian auratnya dengan baik maka itu sudah cukup.

Ada pakaian seragam saat ini tdk ada yang  hanya menutup pas auratnya saja, tapi atasan bawahan sekaligus.

Ada pun memasukan baju, tidak apa-apa, apalagi jika  pakaiannya longgar dan mereka masih SD,  sebab ini tidak bisa disamakan dengan lekuk tubuh wanita. Tidak ada dasarnya, dan tidak benar diqiyaskan dengan wanita.

Justru Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah buka baju di hadapan sahabatnya, dan ini sudah pasti terlihat lekuk tubuhnya.

Berikut ini kisahnya:

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ، أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ، رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ قَالَ: بَيْنَمَا هُوَ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ وَكَانَ فِيهِ مِزَاحٌ بَيْنَا يُضْحِكُهُمْ فَطَعَنَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خَاصِرَتِهِ  بِعُودٍ فَقَالَ: أَصْبِرْنِي فَقَالَ: «اصْطَبِرْ» قَالَ: إِنَّ عَلَيْكَ قَمِيصًا وَلَيْسَ عَلَيَّ قَمِيصٌ، «فَرَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَمِيصِهِ، فَاحْتَضَنَهُ وَجَعَلَ يُقَبِّلُ كَشْحَهُ»، قَالَ إِنَّمَا أَرَدْتُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ

Berkata kpd kami ‘Amru bin ‘Aun, mengabarkan kami Khalid, dari Hushain, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari USAID BIN HUDHAIR, dia seorang laki-laki dari Anshar: “Ketika dia (Usaid bin Hudhair) sedang berbicara dengan kaumnya dan di dalamnya ada canda yang membuat mereka tertawa, maka Nabi  ﷺ memukul pinggangnya  dengan sebatang kayu. Maka dia (USAID) berkata, ‘Beri saya kesempatan untuk qishash (membalas setimpal).” Beliau bersabda, “Silakan membalas.” Dia berkata, “Engkau memakai baju, sedangkan saya (ketika engkau pukul) tidak memakai baju.” Maka Rasulullah  ﷺ mengangkat bajunya. Maka dia (Usaid bin Khudair) langsung memeluknya dan mencium pinggangnya. Lalu dia berkata, ‘Inilah yang aku inginkan wahai Rasulullah.” (HR. Abu Daud No.  5224, Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir No. 556,  Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 13586,  Al Baghawi,  10/169,  Al Hakim, Al Mustadrak ‘Alash Shahihain, 3/288)

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “Isnadnya shahih sesuai syarat Syaikhain/Al Bukhari dan Muslim.” (Lihat Ta’liq Musnad Ahmad, 17/329. Cat kaki hadits No. 11229)

Juga Syaikh Al Albani (Lihat Misykah No. 4675, Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 2554).

Maka, pelarangan memasukan baju buat anak-anak SD selain sikap kelewat batas, dan menunjukkan minimnya pemahaman syariah.

Wallahu A’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Hidayah Wewenang Allah ﷻ, Maksudnya?

✏Ust. Abdullah Haidir Lc

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹🌿.                                            📌Assalamualaikum…
terkait pembahasan hidayah dan taufiq.
mohon maaf, pertanyaan saya mungkin seperti menyalahkan Allah, namun dibalik ini. insyaAllah, apapun itu saya percaya qodo dan qodarnya Allah. hanya ilmu saya masih dangkal saja, jadi masih mempertanyakan hal remeh ini.

ini juga mirip pertanyaan sebelumnya, mungkin saya yg kelewat baca jawabannya.
tentang  surat alqashash 56.

dijelaskan bahwa hidayah dan taufiq wewenang  Allah.

nah, seperti halnya paman nabi muhammad. beliau pasti dicintai nabi, dan pasti didoakan nabi agar memeluk islam. namun tidak pernah iya nyatakan masuk islam.

apakah ini juga kuasa Allah yg membiarkannya tetap menjadi kafir? knapa diciptakan surga dan neraka jika  setelah diberitahu masih memilih yg baik dan jahat dan siapa saja yg mendapat hidayah dan taufiq.?

sekali lagi saya mohon maaf, atas pertanyaan ini. hanya untuk ilmu pengetahuan.
astaghfirullahaladziim.

terimakasih.                                
Member Manis Endah 🅰2⃣8⃣.                  

🍁Jawaban nya.                            

🌿Waalaikumussalam…

Allah maha kuasa atas segalaNya. Dia berhak atas segala sesuatu. Tidak satupun pihak yang berhak mempertanyakan mengapa begini dan mengapa begitu…

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ – الأنبياء : 23

“Dia tidak ditanya apa yang Dia perbuat, sedangkan mereka ditanya (atas perbuatan mereka).” (Al-Anbiya: 23)

Jadi kitalah yang hendaknya mempertanyakan diri kita sebelum ditanya Allah.

Namun, walaupun Allah dapat berbuat sekehendakNya, Dia jauh dari sifat zalim. Dia menjadikan sebab atas setiap peristiwa, walau tidak semua lepas dari kehendak Allah.

Sembuh dan sakit dari Allah, namun kita tahu semua bahwa mengapa orang sembuh, dan mengapa orang sakit, pasti ada sebab2nya. Kadang sebab2 itu sangat tampak, kadang tersembunyi.

 Begitupula halnya dengan hidayah, khususnya yg bersifat taufiq. Dia mutlak hak Allah, tapi pasti di balik itu ada sebab2nya, mengapa ada org yang mendapatkan hidayah taufiq mengapa ada yg tidak, ada yang mudah ditangkap, ada yang tidak. Spt kasus Abu Thalib, betul dia membela Nabi dan melindunginya… tapi mungkin ada yg dia lalai, tidak menghindar dari pergaulan dg org2 kafir yg memsuhi beliau… sehingga mudah dipengaruhi… atau hal lain yg kita tidak ketahui….

Jadi sebab2 org tdk mendapatkan hidayah itu ada saja, apakah ada kesombongan, atau dendam, permusuhan, dll.

Yg penting bagi kita, jalan hidayah sudah jelas, mana yg Allah ridhai sudah jelas, Al- Quran hadits ada di hadapan kita, para ulama masih ada yg menjelaskan. Otak kita masih berfungsi normal utk mencena… itu semua sudah merupakan sarana lengkap utk menerima hidayah Allah… maka tempuhlah. Dan jangan cari2 alasan menghindar darinya dg alasan sudah kehendak Allah…

Jika hidayah Allah sudah kita miliki, maka bersyukurlah, akuilah kemurahan Allah terhadap kita yang memberikan kita hidayah taufiqNya. Jangan sombong, teruslahh rawat, banyaklah berdoa……Karena itu, ketika ada seorang sahabat bertanya ttg masalah ini, ‘Apakah kita diam saja wahai Rasulullah saw (menunggu takdir Allah kepada kita, apakah jadi ahli surga atau neraka)” Beliau jawab, “Beramallah, semua akan dipermudah sesuai tujuann penciptaannya…” Jika kita beramal dg amal2an shaleh.. maka akan dibukakan pintu2 keimanan dan kesalehan….

Hadaanallahu wa iyyakum ajma’iiin.                          
Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Tahapan Setelah di Padang Mahsyar

✏Ust. DR. H. Saiful Bahri M.A

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹🌺.                                      

📌Assalamu’alaikum wr , wb,
Ustad. Saya hendak menanyakan tiap tahapan yg akan kita alami setelah padang mahsyar? Apakah tafsir dr surat Maryam ayat 68, bahwa  seluruh manusia akan mengelilingi jahannam sambil berlutut, dan hanya orang  bertaqwa. Yang  akan diangkat?                                           Member Manis  🅰2⃣8⃣.                                    

🌿Jawaban nya,              

Wa alaikum salam wr wb
Ayat yg disebutkan (QS. Maryam 68) bukan untuk semua manusia, tetapi untuk orang-orang yang ingkar/mendustakan hari kebangkitan dan juga setan2 (dari kalangan manusia dan jin). Setan bisa berupa jin juga bisa berupa manusia.

{وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ} [الأنعام 112]

Ini penegasan bahwa keduanya sama saja. yaitu akan dikumpulkan bersama di neraka jahannam.

Adapun proses kebangkitan setelah masa diam paska tiupan pertama. Maka ditandai dg tiupan kedua:

1. Dibangkitkan dari kubur. Terjadi di bumi, yaitu di bumi Syam. Namun bumi tak seperti saat itu tidak seperti kondisi bumi sekarang.

{يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ} [ابراهيم : 48]

2. Dibangkitkan ruh dan jasadnya. Setelah itu akan melalui proses hisab/penghitungan amal dan seterusnya sampai semua orang masuk surga atau neraka.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

KETIKA ISTRI MELIHAT SUAMI MAKSIAT

✏Ust. DR.H.Saiful Bahri M.A

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹📌

Assalamualaikum wr wb.                                            

🍓Pertanyaan nya.

Bagaimana sebaiknya mengambil tindakan atas perbuatan suami yg kita tahu dimurkai Allah. Semisal menghina Allah dan menendang kitab suci Al Qur’an. Apakah perbuatannya ini dapat dijadikan alasan yg kuat untk meninggalkan suaminya? Mohon pencerahan. Jazakumullah…🅰0⃣8⃣.                                                    

 🍓.Jawaban nya.                

Wa alaikumsalam.
Berdasarkan penuturan di atas, maka perbuatan suami sudah termasuk maksiat. Maka langkah yg diambil mengingatkan dengan cara yg makruf, mengajak kembali taubat. Melibatkannya agar bersentuhan dengan lingkungan yang baik.

Adapun, wacana/solusi alternatif untuk meninggalkannya bisa berarti dua:
1. Meninggalkan sementara masih dengan status sebagai suami istri dengan melibatkan/mediasi kedua pihak keluarga.
2. Meninggalkan dengan status cerai. Juga melalui mediasi kedua pihak keluarga. Dan kemudian diteruskan ke pihak yg berwenang mengurusi perceraian khulu’ (cerai gugat).

Semoga Allah senantiasa menjaga keluarga kita semua. Allahumma  Aamiin. Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

APAKAH MEMBERI SEBAGIAN RIZKI KEPADA ORANG TUA TERMASUK SEDEKAH?

🔮Ustadzah  Dra. Indra Asih

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Assalamu’alaikum..
Misalnya, Bila orang tua kita kekurangan dlam hal finansial. Bahkan untuk kehidupan sehari-hari harus sampai berhutang. Sedangkan kita mempunyai niat untuk bersedekah. Mana yang harus kita dahulukan, bersedekH atau membantu orang tua kita? Apakah memberikan sebagian rejeki kepada orang tua termasuk sedekah?
Hatur nuhun

Ada tambahan pertanyaan lagi boleh?✌
Tadi tentang sedekah , Kalau untuk zakat bagaimana ya hukum nya?

A 35
=================

Jawaban
___________

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabaraakatuh

SEDEKAH UNTUK ORANG TUA

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. Al-Baqarah: 215).

Dari Salman bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

“Sedekah untuk orang miskin, nilainya hanya sedekah. Sementara sedekah untuk kerabat, nilainya dua: sedekah dan silaturahim.” (HR. An-Nasai).

Ayat dan hadis di atas, menunjukkan dibolehkannya memberikan sedekah untuk orang tua.

ZAKAT KEPADA ORANG TUA

Salah satu kaidah yang berlaku terkait penerima zakat,

“Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki”

Ketika kita memberikan zakat kepada orang yang wajib kita nafkahi, seperti anak, istri, atau orang tua, maka mereka menjadi tidak butuh nafkah dari kita. Sehingga ada sebagian harta kita yang seharusnya menjadi jatah nafkah untuk anak atau orang tua, tidak jadi kita berikan, karena mereka sudah memegang harta dari zakat kita.

Dengan demikian, ada manfaat dari zakat yang kita bayarkan, yang kembali kepada kita sebagai muzakki.

Jadi pada dasarnya zakat tidak boleh diberikan kepada orang yang nafkahnya menjadi tanggungan kita, seperti anak dan orang tua. Hak mereka adalah mendapatkan nafkah; bukan zakat.

Namun dalam kondisi orang tua kekurangan (fakir dan miskin), sementara anaknya tidak mampu memberikan nafkah, namun mampu memberikan zakat, dalam kondisi demikian zakat boleh diberikan kepada orang tua.

Hanya saja kalau anak mampu memberi nafkah, maka nafkah itulah yang diberikan kepada mereka; bukan zakat.

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

💼Sebarkam! Raih Bahagia

Bolehkah Membunuh Hewan Pengganggu?

👳🏼Ustadz Farid Nu’man

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Assalamualaikum wr wb ustadz…, saya Ingin bertanya Apakah hukumnya membunuh hewan pengganggu di dalam rumah (spt ;tikus, kecoa, semut dll) ?
Korma 0⃣2⃣

#################

Jawaban:
Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal Hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Secara umum, Islam mengajarkan berbuat Ihsan atas segala hal, termasuk kepada hewan. Menjaga, memelihara, dan merawat kelestarian mereka. Secara umum, Islam melarang membunuh binatang.

Bahkan ada binatang-binatang tertentu yang secara khusus ditekankan dilarang untuk dibunuh, di antaranya sebagaimana hadits berikut.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الصُّرَدِ ، وَالضِّفْدَعِ ، وَالنَّمْلَةِ ، وَالْهُدْهُدِ.

 “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  melarang membunuh shurad, kodok, semut, dan hud-hud.” (HR. Ibnu Majah No. 3223. Imam Ibnu Katsir mengatakan: shahih. Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 6/188. Syaikh Al Albani juga mengatakan: shahih. Lihat  Shahihul Jami’ No. 6970)

Dalam riwayat lain juga kalelawar. Dalam sebuah riwayat  mawquf (perkataan sahabat) yang shahih, dari Abdullah bin Amru Radhiallahu ‘Anhuma, beliau berkata:

لاَ تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّ نَقِيقَهَا تَسْبِيحٌ وَلاَ تَقْتُلُوا الْخَفَّاشَ فَإِنَّهُ لَمَّا خَرِبَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ قَالَ : يَا رَبُّ سَلِّطْنِى عَلَى الْبَحْرِ حَتَّى أُغْرِقَهُمْ.

“Janganlah kalian membunuh Katak karena dia senantiasa bertasbih, dan jangan membunuh Kelelawar, karena ketika Baitul Maqdis runtuh, dia berkata: “Wahai Tuhan-nya pemimpinku yang menguasai lautan,” mereka berdoa sampai mereka membelah lautan.” (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 19166, katanya: shahih)

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan: “jika isnad riwayat ini shahih, maka Abdullah bin Amru telah mengambil kisah Israiliyat.” (Al Hafizh Ibnu Hajar, At Talkhish Al Habir, 4/380. Cet. 1, 1989M-1409H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Namun Islam membolehkan membunuh binatang-binatang yang mengganggu dan membahayakan keselamatan manusia, baik hewan kecil atau besar, sebab keselamatan manusia lebih beharga.

Hal ini berdasarkan kaidah:

الضَّرَرُ يُزَالُ

Adh Dhararu Yuzaal – kerusakan mesti dihilangkan. (Imam As Suyuthi, Al Asybah wan Nazhair, Al Kitabul Awwal, Kaidah keempat, Hal. 83. Imam Tajuddin As Subki, Al Asybah wan Nazhair, Kaidah kedua,  1/51. Imam Ibnu Nujaim, Al Asybah wan Nazhair, Kaidah kelima, Hal. 85. Syaikh Zakariya bin Ghulam Qadir Al Bakistani, Min Ushul Al Fiqh ‘Ala Manhaj Ahlil Hadits, Hal. 190)

  Hewan-hewan tersebut seperti; serigala, ular berbisa, kalajengking, tikus, hama, dan sebagainya yang membahayakan dan mengganggu.

 Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْحُدَيَّا وَالْغُرَابُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

“Ada lima binatang yang semuanya adalah  membahayakan, boleh dibunuh di tanah Haram, seperti:  tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak,  anjing buas.” (HR. Bukhari No. 3136, 1732,  Muslim No. 1198, Abu Daud No. 1846, An Nasa’i  No. 2830, Ibnu Majah No. 3087, ada tambahan disebutkan: burung gagak belang hitam putih. Juga No. 3088, Ad Darimi No. 1816, Ibnu Hibban No. 5632 )

Ada  riwayat lain yang shahih (HR. Muttafaq ‘alaih)  yakni anjuran membunuh cicak.

Dalam hadits-hadits ini hanyalah contoh, namun hakikatnya berlaku secara umum bahwa hewan apa saja yang mengganggu dan membahayakan kehidupan manusia boleh dibunuh, termasuk hewan yang tadinya terlarang untuk dibunuh. Sebab, saat itu  mencegah bahaya menimpa manusia lebih diutamakan.
Wallahu A’lam

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Haruskah Minta Izin Istri Jika Ingin Poligami?

Ustadzah Dra Indra Asih

🌿🍁🌺🍄🍀🌷🌻🌹

Assalamu’alaikum…ustad/ustadzah…sy mau tanya….
1. Bila ada seorang laki-laki yang sudah punya istri,tapi istrinya bermasalah tdk bisa hamil ,lalu si suami suka dgn wanita lain dan berhubungn atau berteman baik tanpa sepengetahuan istrinya, kemudian ingin menikahinya,asalnya mau poligami, tp dgn berjalannya waktu si laki-laki tadi mencerai istrinya dan menikah dgn wanita lain itu, berdosakah wanita yg dinikahi laki-laki tadi?
2. Bagaimana cara mengambil keputusan yg terbaik diantara beberapa pilihan?apakah dgn shalat istikharah? Ada yg bilang, klo sholat istikharah, yg sholat harus kondisi netral tdk ada kecenderungan yg besar ke salah satu pilihan ,apakah betul begitu?jika yg mau sholat sudah ada kecenderungan ke salah satu pilihan, bagaimana untuk menentukan apakah pilihannya itu sudah yg terbaik dari Allah?
⬆ pertanyaan dr 🅰0⃣7⃣

———————–

Jawabannya :
1.Tidak ada larangan suami dalam hal ini terlebih lagi jika terdapat kebutuhan dan kemaslahatan di dalamnya, seperti : untuk mendapatkan keturunan, selama suami mampu untuk berlaku adil didalamnya.

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً

Artinya : “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja.” (QS. An Nisaa : 3)

Diriwayatkan oleh an Nasai dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: “Barang siapa yang memiliki dua orang isteri dan dia lebih condong kepada salah seorang di antara mereka maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan salah satu sisinya miring.”

Tidak ada keharusan bagi seorang suami yang ingin berpoligami untuk meminta izin atau mendapatkan restu terlebih dahulu dari istrinya baik lisan maupun tulisan. Namun lebih baik jika mengajak istri berbicara atau meminta pendapatnya dengan menceritakan sebab-sebab yang melatarbelakangi keinginan suami, kemaslahatan yang ada didalamnya serta tinjauan syariah dalam hal ini.

Yang jadi masalah adalah mengapa hubungan itu kemudian mengakibatkan ada perceraian? Kurang jelas/cukup datanya di sini

2.Dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istikharah dalam  yang kami hadapi, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian  dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. (HR. Al-Bukhari)

Ada 2 hal mendasar:

Yang pertama, Nabi mengajarkan shalat istikharah dalam setiap perkara / urusan. Jadi tidak benar ada anggapan bahwa shalat istikharah hanya dilakukan terbatas untuk urusan yang meragukannya, sehingga ia perlu melakukan shalat istikharah. Karena dalam bahasa Arab, kata  memiliki arti setiap / semua.

Kedua, sebagian orang salah paham dalam melaksanakan shalat istikharah. Sebagian dari mereka melakukan shalat istikharah ketika dihadapkan kepada pilihan yang sulit atau meragukannya. Padahal ini kurang tepat, karena yang tepat adalah ketika seseorang telah mantap hatinya dengan keputusan yang ia ambil dalam urusan yang dihadapinya.

Jika BERNIAT, sebagian orang mengartikannya dengan menghadapi, padahal jika diartikan demikian, maka shalat istikharah dilakukan sebelum hati mantap dengan keputusan. Padahal shalat istikharah dilakukan saat hati telah mantap dengan keputusan.

Apa hikmahnya ketika shalat istikharah dilakukan saat hati telah mantap.

1. Jika seseorang telah mantap dengan suatu urusan, maka ia memohon kepada Allah, apabila urusannya tersebut baik dan diridhai oleh Allah, maka Allah akan mempermudah jalannya untuk mendapatkan perkara tersebut.

2. Jika perkara tersebut tidaklah baik baginya, Allah akan datangkan penghalang dan pencegah baginya, sehingga ia akan dicegah untuk melaksanakan urusan tersebut.

Allah Ta’ala berfirman,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Melihat dalam mimpi mengenai pilihannya bukanlah syarat dalam istikhoroh karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal ini. Namun orang-orang awam masih banyak yang memiliki pemahaman semacam ini. Yang tepat, istikhoroh tidak mesti menunggu mimpi. Yang jadi pilihan dan sudah jadi tekad untuk dilakukan, maka itulah yang dilakukan. Terserah apa yang ia pilih tadi, mantap bagi hatinya atau pun tidak, maka itulah yang ia lakukan karena tidak dipersyaratkan dalam hadits bahwa ia harus mantap dalam hati. Jika memang yang jadi pilihannya tadi dipersulit, maka berarti pilihan tersebut tidak baik untuknya. Namun jika memang pilihannya tadi adalah baik untuknya, pasti akan Allah mudahkan.

 Cara Istikhoroh

Pertama: Ketika ingin melakukan suatu urusan yang mesti dipilih salah satunya, maka terlebih dahulu ia pilih di antara pilihan-pilihan yang ada.

Kedua: Jika sudah bertekad melakukan pilihan tersebut, maka kerjakanlah shalat dua raka’at (terserah shalat sunnah apa saja sebagaimana dijelaskan di awal).

Ketiga: Setelah shalat dua raka’at, lalu berdo’a dengan do’a istikhoroh:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

[Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya]

Keempat: Lakukanlah pilihan yang sudah dipilih di awal tadi, terserah ia merasa mantap atau pun tidak dan tanpa harus menunggu mimpi. Jika itu baik baginya, maka pasti Allah mudahkan. Jika itu jelek, maka pasti ia akan palingkan.
Wallahu alam

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Apakah Anak Masih Disebut Yatim Jika zibu Menikah Lagi?

✏Ustdzh indra asih

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃

Apakah seorang anak msh disebut yatim, kl ibunya menikah lg?

Bpk kandungnya sdh meninggal sejak 6 thn lalu dan skg ibunya menikah lg. Skrg usia anaknya 11 thn.

⬆ Pertanyaan dari 07

Jawaban :
Secara bahasa, yatim
artinya alfardu (sendirian) dan segala  
sesuatu yang di  tinggal oleh sesuatu yang serupa dengannya.
(As-Shihah fi Al-Lughah, kata: يتم)

Secara istilah,para ulama mendefinisikan yatim sebagai berikut:

الْيَتِيمَ بِأَنَّهُ مَنْ مَاتَ أَبُوهُ وَهُوَ دُونُ الْبُلُوغِ. لِحَدِيثِ: ” لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ”

Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati bapaknya, ketika dia belum baligh. Berdasarkan hadis: “Tidak ada status yatim setelah mimpi basah)

(diriwayatkan oleh At-Thabrani, dalam Mu’jam Al-Kabir, dari sahabat Handzalah bin Hudzaim).

Jadi penentuannya bukan usia tapi sudah baligh atau belum.

Jika memiliki ayah tiri

كَافِلُ الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ وَأَشَارَ الرَّاوِيُ وَهُوَ مَالِكُ بْنُأَنَسٍ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

“Pemelihara anak yatim, baik dari kerabatnya atau orang lain, aku dan dia (kedudukannya) seperti dua jari ini di surga nanti.” Dan perawi, yaitu Malik bin Anas berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya”. (HR Muslim)

“Makna (لَهُ أوْ لِغَيْرِهِ ) adalah kerabatnya ataupun ajnabi (orang lain). Sedangkan (yang termasuk) kerabat di sini,ialah ibu sang yatim,atau saudara laki-lakinya ataupun pihak-pihak selain mereka yang memiliki kekerabatan dengannya,bisa juga ayah tiri.
Wallahu a’lam.”

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃

Dipersembahkan Oleh :
www.iman-islam.com

💼 Sebatkan! Raih pahala

Mengintip Facebook Orang Lain

✏Ustadz Dr.Wido Supraha

🌿🌺🍁🌸🌼🍄🌻🌹🌷

⭕Pertanyaan:

1⃣ Assalaamualaykum sy ada pertanyaan, bolehkah kita buka dan masuk dalam facebook seseorang,sedangkan orang tsb tdk tahu kita buka fb nya, apa hukumnya?Kadang kalau kita mau add seseorang, sy akan lihat dulu/ buka fbnya, apakah ada manfaat kalau sy add dia,..maksudnya menambah ilmu atau tidak,Tau asal usul, latar blakang pendidikannya
🅰3⃣1⃣

2⃣ Boleh minta saran,saya ingin mengajarkan anak-anak untuk sholat berjamaah dimasjid anak-anak saya si kakak 4th adik 2th (dua2nya laki2 ) sering saya ajak untuk berjamaah di rumah tapi saya juga ingin menanamkan cinta masjid. Namun keinginan saya menemui hambatan yaitu saya dilarang oleh sebagian jamaah untuk membawa anak-anak ke masjid dengan alasan mengganggu ketenangan dan kehusyukan jamaah lain. Terus bagaimana cara saya menanamkan agar kelak anak-anak saya suka berjamaah di masjid.
🅰3⃣1⃣

🍓🍓🍓Jawaban🍒🍒🍒

Wa ‘alaikumussalaam warahmatullah,

1⃣ Informasi di dunia maya adalah informasi yang terbuka, informasi yang disampaikan oleh pemiliknya memang dengan niat untuk diketahui oleh orang lain, kecuali liputan orang/pihak lain atas seseorang. Demikian juga dengan Facebook, seluruh informasi yang diperoleh dari laman pribadinya tentunya dihadirkan oleh pemiliknya untuk diketahui orang lain, kecuali liputan orang lain yang ditautkan kepada laman pribadinya.

Di sisi yang lain, memprioritaskan sahabat yang layak dijadikan teman satu group di laman pribadi seseorang tentunya memiliki dalil keutamaan di dalam agama, kecuali memiliki tujuan yang lain seperti bertukar pikiran, diskusi, dakwah, dan sejenisnya. Maka di antara cara untuk menilai apakah seseorang itu layak menjadi sahabat Ibu di laman pribadi Facebook dapat melakukan verifikasi dan identifikasi, terutama benarkah laman itu benar milik seseorang, dan benarkah ia sahabat yang layak dan dapat memberikan faidah buat Ibu.

2⃣Pada dasarnya seorang anak baru diajarkan shalat pada usia 7 tahun, namun adab dan pembiasaan dapat dimulai di umur sebelumnya, selama tidak mengganggu kepentingan umat yang lebih besar. Membawa anak usia 2 dan 4 tahun tentunya memiliki beberapa resiko seperti mengganggu kekhusyu’an shalat, keluarnya najis daripadanya tanpa disadari, serta mengganggu kenyamanan jama’ah secara umum dengan suaranya.

Buatlah komitmen dengan anak sebelum berangkat ke Masjid. Boleh menjanjikan hadiah jika ia mampu memberikan adab yang terbaik buat Masjid. Iman dan Adab adalah dua hal pertama yang harus kita tanamkan kepada anak-anak, agar mereka tidak sekedar dekat dengan Masjid, namun juga mencintai dan menghormati Masjid sebagai Rumah Allah yang suci dan disucikan. Berikutnya, dekatkan pula anak ke Masjid dalam aktivitas lainnya seperti membaca Al-Qur’an, Shalat Sunnah, Qiyamullail dan sejenisnya.

Wallaahu a’lam,
Dr. Wido Supraha
(Channel: https://goo.gl/idAe1M)

🌿🌺🍁🌸🌼🍄🌻🌹🌷

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih bahagia..