Bunuh Diri Karena Hendak Diperkosa

Ustadz Slamet Setiawan

Assalamualaikum ustadz/ah..Bagaimana hukumnya wanita yg bunuh diri krn tdk ingin kehormatannya dinodai/diperkosa
Terkait kasus aleppo😭😭😭

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Hidup dan mati itu ada di tangan Allah SWT dan merupakan karunia dan wewenang Allah SWT. Maka Islam melarang orang melakukan pembunuhan, baik terhadap orang lain (kecuali dengan alasan yang dibenarkan oleh agama) maupun terhadap dirinya sendiri (bunuh diri) dengan alasan apapun.

Allah SWT berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu,” (QS. an-Nisa: 29).

Apapun alasan dan caranya membunuh diri hukumnya adalah syirik. Sedangkan pelaku syirik tidak akan diampuni dosanya oleh Allah, bahkan kekal disiksa dalam api neraka.
Allah SWT berfirman,
 “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya,” (QS. an-Nisa: 116).

Islam tidak mengenal dan mengajarkan bunuh diri. Ajaran bunuh diri hanya dikenal dalam ajaran shinto dari Jepang yang dilakukan para samurai yang gagal melaksanakan misinya (harakiri), juga oleh tentara nippon melawan musuhnya dengan jibaku (menabrakkan pesawat tempur ke kapal musuh). Dalam agama shinto diajarkan bahwa pelaku bunuh diri demi membela keyakinan akan masuk nirwana (syurga).

Rasulullah SAW menerangkan begitu mengerikannya pelaku yang melakukan bunuh diri di akhirat kelak. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
“Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya,” (HR. Muslim).

Bagi seorang perempuan muslim yang bersetubuh atau berbuat zina karena diperkosa, tidak ada hukuman Hadd baginya. Hal ini berdasarkan atas firman Allah Swt  dalam surah Al Baqarah ayat : 173 Firman Allah SWT,
“Tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Para ulama tidak berbeda pendapat mengenai pemerkosaan yang terjadi karena terpaksa yang dilakukan dengan kekuatan dan atau dengan mengancam korban. bahwasanya tidak ada hukuman dan tidak pula ada dosa bagi perempuan yang diperkosa.

Rasulullah SAW Bersabda,
“Hukum itu tidak dibebankan kepada umatku yang keliru, lupa dan yang dipaksa”

Beliau SAW juga bersabda,
“Sesungguhnya Allah menghilangkan dari umatku dosa karena keliru, lupa, atau dipaksa

Wallahu a’lam.

Belajar Memaafkan

Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaikum ustadz/ah…
mau nanya ttg bagaimana supaya bisa memaafkan orang lain..saya sering memaafkan tp kalo terlalu sering jd tidak mau memaafkan lg. Syukron

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Memaafkan atau tdk memaafkan, kita yg berhak, jika memang kita pd posisi yg benar. Mau memilih membalas, itu boleh …, mau memilih memaafkan, itu lebuh baik dan berpahala ..

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Qs. Asy Syura: 40)

Dalam konteks memberikan pelajaran, agar org itu berubah, bs jd tidak memaafkan lebih pas sampai nanti dia berubah barulah dimaafkan .. hal inu sama dgn kejahatan yg mesti dihukumm walau pelakunya sudah tobat, hukuman tetap jalan, barulah dia mendapatkan remisi ..

Tp, kalau mau memilih selalu memaafkan, khususnya dalam kesalahan2 ranah pribadi, bukan kesalahan pd agama … maka sangat bagus memaafkan itu ..

Wallahu a’lam

Najiskah Kucing?

Najiskah Kucing?

Ustadzah Nurdiana

Assalamu’alaikum ustadz/ah… Mau menanyakan sejauh mana ke”najis”an kucing..
Jika dia menginjak atau menduduki sajadah, mukena, atau memegang Quran. Mengingat kucing tidak cebok  maaf😅 🅰4⃣3⃣

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Kucing binatang yg bersih dan tidak najis. Sekalipun nampaknya tdk cebok.ceboknya kucing adalah dengan  menjilati .air liurnya yang membersihkan

Rasulullah SAW bersabda, “Ia(kucing) tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R Al Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadits ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah yang menyebabkan mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, kucing peliharaannya.

Wallahu a’lam.

Pengasuhan Usia Batita dlm Islam

Ustadzah Nurdiana

Pengasuhan Usia Batita dlm Islam

Assalamualaikum, saya member Manis A4, saya ibu newbie, mau tanya. Bagaimana cara Rasulullah menyikapi anak usia 1-2 tahun (toddler ).

Mengingat anak saya usia 14 bulan suka memukul orang. Saya bingung bagaimana caranya berkomunikasi dengan anak saya supaya dia mengerti dan patuh.
Terimakasih. ♢ Manis_A44

Jawaban:
—————

Wa’alaikum salam wr wb
Dalam konsep Islam, anak adalah:
1.🌹 Perhiasan atau kesenangan
Firman Alloh SWT :
“ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” ( QS.18 Al Kahfi : 46 )

2. 🌹Musuh
Firman Alloh SWT :
“ Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS.64 Ath-Taghobun : 14 )

3. 🌹Fitnah
Firman Alloh SWT :
“ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Allah-lah pahala yang besar.” ( QS.64 Ath-Taghobun : 15)

4. 🌹Amanah Firman 8Alloh SWT :
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
(28) Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ( QS.8 Al Anfal : 27-28 )

5. 🌹Penentram dan penyejuk hati. Firman Alloh SWT :
“ Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” ( QS.25 Al Furqon : 74 )

Beberapa metode mendidik anak  menurut  Alquran adalah :

1. Menanamkan Nilai Tauhid melalui pembiasaan dan uswah (keteladanan). Hal ini dapat diterapkan antara lain dengan menciptakan lingkungan kondusif bagi tumbuh kembang nilai tauhid dalam lingkungan anak , Qs 14 :35-36  doa agar diberikan lingkungan tempat tinggal yang berkah ada pada :
“ Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah Sebaik-baik yang memberi tempat.” ( QS. 23 Al Mu’minun : 29 )

2. Mendekatkan anak ke Rumah Alloh (masjid) (Qs 14 ayat 37)

3. Senantiasa Mendirikan shalat ( Qs 14 ayat 37 dan 40)

4. Mendidik pola habluminanaas (hubungan dengan lingkungan) atau pendidikan etika islami yang baik (Qs 14 ayat 37)

5. Mendidik menjadi manusia yang bersyukur (Qs 14 ayat 37)

6. Menanamkan nilai kejujuran (Qs14 ayat 38)

7. Menanamkan keyakinan dan kebiasaan berdoa (Qs14 ayat 39)

8. Senantiasa mendoakan orang tua dan memiliki kepekaan serta semangat menyebarkan kebaikan (Qs 14 ayat 41)

Secara tekhnis kita juga harus memperhatikan usia tumbuh kembang anak. 1-5 tahun ini di kenal dengan golden age. (Masa ke emasan) dan saat emas ini ortu prioritas menanamkan nilai tauhid dan keteladan. Karena semua yang dilakukan ortu atau orang-orang yang terdekatnya akan terekam oleh anak.

Untuk ibu newbie anak usia 1-2 tahun adalah masa dimana anak belum paham mana yang baik dan buruk, juga belum mampu mengotrol emosi, sehingga ortu harus sabar membimbing dan mengarahkannya, idealnya 1-3 tahun anak jangan dihardik dibentak atau di marahin secara kasar karena masa masa itu adalah masa dimana anak akan  banyak bertanya dan bila di bentak maka akan banyak syaraf kecerdasan yang putus .

Di usia anak ibu 14 bulan, ibu tidak bisa berharap banyak untuk dia mengerti dan patuh, yang bisa ibu lakukan adalah ibu harus memahami sifat dan karakter anak sehingga ibu bisa memperlakukannya dengan lembut mengarahkan dengan baik dan harus sabar dengan ketidak pahaman anak. Sikap itu bukan berarti harus menuruti semua kemauan anak, justru ortulah sebagai pengendali. Kalau sudah bersikap jangan luluh dengan rengek dan tangisan anak, karena sekali saja kita tidak konsisten ini akan jadi terus berulang. Dan jadi senjata anak disaat marah.

Sabar ya bu.. in sya Allah anak akan jadi investasi masa depan buat ortu sehingga besarkanlah mereka dengan cinta dan selalu doakan mereka, Semoga apa yang kita harapkan dikabulkan Allah.

Wallahu a’lam

Emansipasi

Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaikum ustadz/ah..Menurut ana emansipasilah yang mengubah pola wanita muslim. Kesetaraan yang membuat wanita sering berada diluar rumah, menjadikan berbagai sektor penghasilan dan penghidupan bersaing dengan pria.

Setelah mempunyai penghasilan pada akhirnya minta peran di rumah dan alhasil
menjadi wanita-wanita karier….

Apa yang harus diakukan dalam mengembalikan wanita pada kodratnya Alloh Ta’ala?
Jazakalloh khoir

🌷🌷🌷Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Wanita barat sudah menujuh rumah mereka, setelah dahulu mereka bangga dgn emansipasi. Sebaliknya dgn wanita muslimah sdg berbondong2 keluar rumah meninggalkan anak2nya, dan dianggapnya itu standar modernitas dan dampak globalisasi.. bapak dan ibunya kerja, anak lbh dekat dgn kakek/nenek bahkan lbh dekat dgn asisten rumah tangga ..

Wanita aktif diluar tdk masalah, selama memang ada hajat syar’i, tetap menjaga aurat, menjaga diri, dan pekerjaan yg bs tetap menjaga kemuliaan wanita .. dahulu Asma pernah membantu Zubeir bin Awwam bekerja dgn membawakan  barang2 dagangannya ..

Wanita bekerja bukan fardhu, bukan sunnah, tp mubah dgn syarat2 di atas, apalagi jika suami tdk berdaya, atau dia janda .. tdk ada yg menafkahinya kecuali diri sendiri ..

Sdgkan laki2 mencari nafkah itu wajib, sebab menafkahi anak n istri bagi laki2 adalah kewajiban agama, bukan budaya ..
Wallahu a’lam

Hubud dunia, Fasiq & Munafiq

Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaikum ustadz/ah..  minta tolong di jelaskan tentang hubuddunia, beda fasiq & munafiq…terima kasih
🐝🐝🐝

Jawaban
—————

Wa’alaikumsalam wr wb
Hubbud Dunia, cinta dunia yaitu sikap mental yg mendahulukan dunia dibanding akhirat. Itu sederhanya. Dunia menjadi pertimbangan utama dlm hal apa pun.

Milih jodoh, dunia yg dipikirkan
Milih sekolah, dunia yg dipikirkan
Milih perumahan, dunia yg dipertimbangkan
Mau dakwah dan jihad, dunia yg jd halangan
Milih pemimpin, dunia yg jd pertimbangan
Dll

Fasiq lebih umum, dia perilaku merusak, tau hukum tp tdk menjalankan, bs dialami oleh muslim dan kafir.

Sedangkan munafiq, zahirnya muslim tp hatinya kafir. Di akhirat mereka neraka, sebagaimana ayat:

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.” (Qs. At Taubah: 68)

Wallahu a’lam

Dana Shubhat

Ustadzah Nurdiana

Assalamualaikum ustadz/ah..
boleh nggak ya jika uang syubhat diberikan utk rehab WC masjid?

Jawaban :
—————-

Wa’alaikumsalam wr wb
Secara Bahasa (Lughah) arti syubhat adalah Al Mitsl (serupa, mirip) dan iltibas (samar, kabur, tidak jelas, gelap, sangsi). Maka, sesuatu yang dinilai syubhat belum memiliki hukum yang sama dengan haram atau sama dengan halal. Sebab mirip halal bukanlah halal, dan mirip haram bukanlah haram. Maka, tidak ada kepastian hukum halal atau haramnya, masih samar dan gelap.

Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id Radhiallahu ‘Anhu menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam mengkategorikan perkara syubhat:

1. Kelompok yang memasukan syubhat sebagai perkara yang haram. Alasan mereka adalah ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang menghindar dari yang samar maka dia telah menjaga agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjatuh dalam perkara yang samar maka dia telah terjatuh dalam perkara yang haram.”

2. Kelompok yang memasukan syubhat sebagai perkara yang halal. Alasan mereka adalah ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “seperti penggembala yang berada dekat di pagar milik orang lain.” Ini menunjukkan dia belum masuk keharaman, namun   sebaiknya kita bersikap wara’ (hati-hati) untuk meninggalkannya.

3. Kelompok yang mengatakan bahwa syubhat bukanlah halal dan bukan pula haram, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan bahwa halal dan haram adalah jelas, maka hendaknya kita bersikap seperti itu. Tetapi meninggalkannya adalah lebih baik, dan hendaknya bersikap wara’. (Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id, Syarh Al Arbain An Nawawiyah, Hal. 44. Maktabah Al Misykah)

Pendapat kelompok ketiga inilah yang nampaknya lebih kuat. Hal ini diperkuat lagi oleh ucapan Nabi:

لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاس

Banyak manusia yang tidak mengetahuinya

Berkata Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id Rahimahullah:

وفيه دليل على أن الشبهة لها حكم خاص بها يدل عليه دليل شرعي يمكن أن يصل إليه بعض الناس.

“Hal ini menunjukkan bahwa masalah syubhat mempunyai hukum tersendiri yang diterangkan oleh syari’at sehingga sebagian orang ada yang berhasil mengetahui hukumnya dengan benar.” (Syarhul Arba’in An Nawawiyah, Hal. 47)

Contoh Perkara Syubhat:

Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan sebuah hadits dari ‘Aisyah, ia berkata : “Sa’ad bin Abu Waqash dan ‘Abd bin Zam’ah mengadu kepada Rasulullah tentang seorang anak laki-laki. Sa’ad berkata : Wahai Rasulullah anak laki-laki ini adalah anak saudara laki-lakiku.’Utbah bin Abu Waqash. Ia (‘Utbah) mengaku bahwa anak laki-laki itu adalah anaknya. Lihatlah kemiripannya” sedangkan ‘Abd bin Zam’ah berkata; “ Wahai Rasulullah, Ia adalah saudara laki-lakiku, Ia dilahirkan ditempat tidur ayahku oleh budak perempuan milik ayahku”, lalu Rasulullah memperhatikan wajah anak itu (dan melihat kemiripannya dengan ‘Utbah) maka beliau Rasulullah bersabda : “Anak laki-laki ini untukmu wahai ‘Abd bin Zam’ah, anak itu milik laki-laki yang menjadi suami perempuan yang melahirkannya dan bagi orang yang berzina hukumannya rajam. Dan wahai Saudah, berhijablah kamu dari anak laki-laki ini” sejak saat itu Saudah tidak pernah melihat anak laki-laki itu untuk seterusnya.

Abd bin Zam’ah adalah Saudara laki-laki dari Saudah (istri Nabi). Dan, Rasulullah menetapkan bahwa anak laki-laki tersebut adalah hak (saudara) dari Abd bin Zam’ah. Tetapi, ternyata Rasulullah memerintahkan Saudah untuk berhijab (menutup aurat) di depan laki-laki tersebut, padahal Saudah juga saudara dari Abd bin Zam’ah. Perintah ini disebabkan kesamaran (syubhat) pada masalah ini dan ini menunjukan kehati-hatian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhori .Rasulullah bersabda:

فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه، ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام، ‏كالراعي يرعى حول الحمى يوشك أن يقع فيه

Barangsiapa  yang takut syubhat maka dia telah membebaskan diri dari agama dan harga dirinya. Barang siapa yang terjatuh pada perkara syubhat, maka ia jatuh pada perkara haram. Sebagaimana penggembala yang menggebmlala di sekitar pagar, maka dia hampir mengenai pagar itu.

Menyimak hadits diatas ,hal  syubhat tidak sama dengan hal yang haram, dan sebagai kehati hatian sebaiknya jauhi hal yang syubhat. Penggunaan dana syubhat untuk  rehab Wc silahkan saja. Asalkan disampaikan ke pengurus masjid bahwa dana ini khusus tuk rehab wc.

Wa Allahu A’lam Biss shawab.

Hadist Arba’in ke – 4

Ustadzah Nurdiana

Assamu’alaykum.Wr.Wb..Mhn dijelaskan ttg hadist arba’in ke -4.Anak saya yg di SMP berkesimpulan… kita cukup sekedarnya saja beribadah&beramal shalih.Toh,kita sdh kenceng2 pun kl ternyata akhir hidup kita adalah ahli neraka,apa lah gunanya.Saya sudah coba menjelaskan bhw setiap takdir manusia itu msh jd rahasia,karena yg penting adlh selalu ikhtiar dlm kebaikan.Tp jawaban itu blm cukup memuaskannya.Mohon bantuan para Ustadz/ah utk menjelaskan secara lbh gamblang.jazakillah

✍🏽✍🏽✍🏽✍🏽✍🏽✍🏽✍🏽✍🏽
 Wa alaikum salam wr wb,
Bismillah..
HADITS KEEMPAT

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ      أَوْ سَعِيْدٌ.    فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا                            
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.
(Riwayat Bukhori dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1.Sebagian ulama dan orang bijak berkata  bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

2.   Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya karena Allah maha mengetahui masa lalu.sekarang dan yang akan datang.sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan. Allah menetapkan semuanya secara adil dan tidak mendzolimi hambanya.

3.   Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan salah satu sebab untuk memasuki keduanya.

4.   Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).

5. Disunnahkan  selalu berazam/bertekad memperbakki niat untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.

6     Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karena Allah

7.    Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya dan Allah sudah mencukupkan rezqinya.

8. Dengan memahami hadits tersebut diatas harusnya menjadi motivasi kita untuk selalu memurnikan ketaatan kita kepada Allah, bagaimana setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap desah nafas kita untuk selalu ingat Allah. berdzikir memuji dan memohon taufiq dan hidayah Nya agar kita di kelompokkan bersama orang-orang yang di ridhoi Allah

9.Apa yang disampaikan dalam hadits adalah qodho sehingga sebelum ia menjadi sebuah taqdir atau kenyataan ,Setiap manusia punya peluang besar untuk merubahnya dengan cara berdoa, bersedekah, menuntut ilmu agama sehingga bisa memahami dan mengamal kan amal sholeh sesuai yang di syariatkan Allah.

10. Selalu berikhtiar. Semangat dan berhuznudzon kepada Allah karena semua  yang Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik buat kita.

 Catatan tambahan, kalau ada seorang yang nampak baik di mata manusia tapi di akhir kehidupannya  mengerjakan amal buruk dan akhirnya wafat dalam kemaksiatan atau suul khotimah ,ini bukan karena Allah dzolim tapi justru Allah ingin menyingkap tabir kebenaran bagi yang hidup bahwa amal kebaikan yang dilakukannya bukan ikhlas karena Allah.

Wallahu A’lam

Barang Temuan

Ustadz Farid Nu’man Hasan

Assalamu’alaikum ustadz…
Begini, saya suka bingung kalau sudah menemukan barang yang hilang. Seperti beberapa kasus di bawah ini:

1. Kasus satu, misal ayah saya menemukan hp yang jatuh di jalan. Misalnya ayah saya tidak terlalu paham hukumnya, tetapi saya takut kalau tidak dikembalikan, padahal kita bisa kembalikan dengan mencari informasi pemilik hp tsb. Saya sudah hubungin temennya pemilik hp tsb. Tetapi  tidak ada balasan. Padahal saya ingin mengembalikan.Akhirnya dibiarkan aja hp tsb sampai sekarang. Terkadang digunakan oleh ayah saya. Yang saya tanyakan, bagamana sebaiknya yang saya lakukan?

2. Kasus 2, saya menemukan anting sebelah di tempat wudhu kampus, sepertinya punya anak kecil. Cukup sulit kalau anak tersebut bukan mahasiswa. Lalu saya simpan. Saya menulis pengumuman di papan informasi, tetapi tidak ada yg merasa kehilangan. Akhirnya saya berpikir tidak  mungkin tunggu 1 tahun. Saya pikir dijual saja dan uangnya diinfaqkan. Apakah diperbolehkan tindakan saya seperti itu?

3. Kasus 3, misalnya ayah saya menemukan seperangkat plastik kiloan lumayan 2/3 pak dan 1/2 pack tusuk gigi yang jatuh di jalan. Itu kan tidak mungkin dilacak pemiliknya, karena bingung dan mubadzir kalau tidak dipakai. Akhirnya (saya/ayah saya) berpikir untuk dipakai sendiri (mencari keuntungan sendiri misalnya).  Padahal bisa diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan, seperti penjual yang keliahatannya kurang mampu. Namun, ternyata tidak, malah digunakan sendri. Bagaimana hukumnya? Berdosakan saya/ayah saya?

4.Ada tman Saya yang mungut uang lalu dia pkai berbelanja🍫 dengan niat ingin mgemmbalikannya nanti saat dia punya uang ..nah pertanyaannya! haramkah uang itu?? Dan kalau mau d kembalikan mau di kembalikan kemana?? Apakah ke tempat yang d pungut itu??
Jazakumullah Ustadz…
A 03
___________________________

JAWABAN

Wa ‘alaikumussalam …, Bismillah wal Hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:

Apa yang ditanyakan itu, dalam fiqih namanya LUQATHAH yaitu barang temuan.

Ada dua jenis:
1⃣ Barang temuannya sesuatu yg dianggap sudah tidak berharga atau tidak diharapkan pemiliknya lagi, maka ini boleh dimiliki. Seperti sebutir kurma, kain usang, botol minuman, bangku reot, dll. Ini biasa kita saksikan dilakukan pemulung. Ini dibenarkan oleh syara’ dan tradisi manusia umumnya.

2⃣ Barangnya sesuatu yang diminati banyak orang, pemiliknya pun masih berharap, baik dia masih mencari atau pasif saja. Seperti jam, dompet dan isinya, perhiasan, dll.

Maka, ini mesti diumumkan selama 1 tahun,  Jika yang punya datang, maka kembalikan, jika tidak maka boleh bagi penemunya memanfaatkannya sebagaimana perintah nabi dalam hadits riwayat Al Bukhari. Boleh juga menyedekahkannya, tapi jika  suatu saat ada orang yang mengaku sebagai pemiliknya, maka tetap kita mengembalikannya.

Wallahu a’lam

Adab B.A.K (buang air kecil)

Ustadzah Ida Faridah

Assalamualaykum Ustadz..
Mohon penjelasan tentang adap B.A.K (buang air kecil), terutama untuk para ikhwan berikut dalil2nya.

JAWABAN:
—————————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Adab membuang hajat :
1. Jangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. Rosulullah saw bersabda

“janganlah seseorang di antara kamu menyentuh kemaluanya dengan tangan kanan saat kencing dan janganlah cebok (istinja) dengan tangan kanannya.” (HR. Bukhori dan muslim)

2. Jangan menghadap kiblat atau membelakangi kiblat saat buang air. Rosulullah saw bersabda

” dan janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya saat berak atau kencing, tetapi menghadaplah ketimur atau kebarat.” (HR. Tujuh ahli hadist)

3. Jangan berbicara saat buang air. Rosulullah saw bersabda

“apabila dua orang buang air besar maka hendaklah tiap-tiap  seseorang dari mereka berlindung dari teman nya dan janganlah mereka berbicara karena Allah murka kepada yang demikian itu.”  (HR. Muslim)

4. Janganlah buang air di jalan atau d tempat berteduh.
Rosulullah saw bersabda

“jauhilah perbuatan dua orang yg menyebabkan laknat, yaitu buang air di jalan atau di perteduhan mereka.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam