Berdagang dengan Sistem Dropship

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ..Ust yang saya ketahui,ada bbrp yg seperti itu.misal…saya upload barang via foto, pdhal barang tsb milik temen…jk ada yg tertarik-nego dan deal-dia.transfer…br saya uruskan…saya belikan barang temen tsb, kmdian saya kirimkan. gimana yg sprti ini.mhon pncrrahannya agar jelas pkerjaan kami.nuwun
Atau sistem dropship bgmn hukumnya?

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Ya, metode seperti itu termasuk yg tidak diperbolehkan. Karena menjual barang yg tidak dimiliki. Jika model dropshipnya seperti itu, maka juga tidak boleh.
Solusinya dgn cara menjalin kerja sama dengan pihak yg punya stok barang tsb, bahwa kita menjualkan produk atau barang miliknya di web kita. Adapun harga dan keuntungannya bisa disepakati bersama. Apabila metodenya spt ini maka diperbolehkan.

Wallahu a’lam.

Merayakan Hari Ulang Tahun

Assalamualaikum.. Ustad. Saya mau tanya.. Apa hukumnya merayakan ulang tahun? Apakah dalam Islam ada perayaan ulang tahun? Syukron atas jawaban ustad.

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Ibu.
Ulang tahun tidak dikenal dalam tradisi Islam, karena hakikatnya tambah tahun. Bahkan setiap detik sejatinya usia bertambah, yg berarti kesempatan peluang hidup berkurang. Maka korelasinya seharusnya adalah kesedihan karena kesempatan persiapannya untuk akhirat semakin sedikit. Kalaupun ia bergembira lebih karena waktu pertemuan dengan Allah Swt yang dirindukannya semakin dekat.

Islam menganjurkan umatnya untuk senantiasa muhasabah, introspeksi, dan kemudian beramal lebih baik lagi.

Tentunya ini berbeda dengan sebagian manusia yang merayakan pertambahan tahunnya dengan hura-hura dan jauh dari upaya muhasabah, bahkan tidak sedikit yang diisi dengan kemaksiatan dan menghamburkan uang. Tentunya ini berbeda dengan makna bersyukur atas seluruh rizqi yang telah diterimanya.

Oleh itu, hendaknya kita bangun tradisi introspeksi diri daripada definisi ulang tahun dalam perspektif masyarakat kebanyakan.

Wallahu a’lam.

Cilok Aktivis

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Ada seseorang aktif di sebuah amanah organisasi, suatu ketika dia menyukai lawan jenis nya yg merupakan partner di organisasi, seseorang tsb memutuskan mundur dr amanah nya krn tdk mau perasaan nya terus berkembang sdgkan blm siap menikah,. Apakah ini trmasuk konsep hijrah yg benar? Jika tdk, bgaimnakah solusi trbaik nya, terimakasih😊

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

🔓 ​Menutup pintu kemaksiatan dan pintu penyakit hati adalah bagian awal dari langkah berhijrah​

📌 Para ulama ushul menasihati bahwa menutup pintu kemaksiatan lebih didahulukan dari melaksanakan kebaikan

📌 Merealisasikan ilmu adalah wujud pemahaman manusia di atas penghayatannya yang mendalam

✅ Menegakkan sebuah ilmu adalah keniscayaan, melanjutkan dengan ilmu berikutnya adalah harapan berikutnya. Menikah dengan keyakinan rizqi yang terbuka adalah wujud bagusnya iman (Q.S. An-Nur [24] ayat 32)

Wallahu a’lam.

Hukum Vaksinasi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …. Ustadz mau tanya  terkait dengan vaksinasi/imunisasi untuk bayi. Bagaimana hukumnya menurut syari’at Islam? Mohon penjelasannya ust,..syukran
(I44)

Jawaban:
—————-
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ada dua pendapat dalam masalah ini:

1. Mengharamkan
Jika terbukti ada unsur-unsur yang diharamkan, seperti Babi, baik minyak, daging, atau apa saja darinya. Dalilnya jelas yaitu keharaman Babi itu sendiri, dan  kaidah fiqih yang berbunyi:

إذَا اجْتَمَعَ الْحَلَالُ وَالْحَرَامُ غَلَبَ الْحَرَامُ

“Jika Halal dan haram bercampur maka yang haramlah yang menang (dominan).”

Kaidah ini berasal dari riwayat mauquf dari Ibnu Mas’d sebagai berikut:

مَا اجْتَمَعَ الْحَلَالُ وَالْحَرَامُ إلَّا غَلَبَ الْحَرَامُ الْحَلَالَ
“Tidakah halal dan haram bercampur melainkan yang haram akan mengalahkan yang halal.”

Imam As Suyuti Rahimahullah mengomentari riwayat ini, katanya:

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو الْفَضْلِ الْعِرَاقِيُّ : وَلَا أَصْلَ لَهُ ، وَقَالَ السُّبْكِيُّ فِي الْأَشْبَاهِ وَالنَّظَائِرِ نَقْلًا عَنْ الْبَيْهَقِيّ : هُوَ حَدِيثٌ رَوَاهُ جَابِرٌ الْجُعْفِيُّ، رَجُلٌ ضَعِيفٌ ، عَنْ الشَّعْبِيُّ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ ، وَهُوَ مُنْقَطِعٌ . قُلْت : وَأَخْرَجَهُ مِنْ هَذَا الطَّرِيقِ عَبْدُ الرَّزَّاقِ فِي مُصَنَّفِهِ . وَهُوَ مَوْقُوفٌعَلَى ابْنِ مَسْعُودِ لَا مَرْفُوعٌ . ثُمَّ قَالَ ابْنُ السُّبْكِيّ : غَيْرِ أَنَّ الْقَاعِدَةَ فِي نَفْسِهَا صَحِيحَةٌ .

Berkata Al Hafizh Abul Fadhl Al ‘Iraqi: “Tidak ada asalnya.” As Subki berkata dalam Al Asybah wan Nazhair, mengutip dari Al Baihaqi: ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir Al Ju’fi, seorang yang dhaif, dari Asy Sya’bi, dari Ibnu Mas’ud, dan hadits ini munqathi’ (terputus). Aku (As Suyuthi) berkata: Abdurrazzaq dalamMushannaf-nya, telah mengeluarkannya dengan jalan ini. Itu adalah riwayat mauquf(terhenti) pada ucapan Ibnu Mas’ud, bukan marfu’(Sampai kepada Rasulullah). Kemudian, berkata Ibnu As Subki: ” “Namun, sesungguhnya kaidahnya sendiri,  yang ada pada hadits ini adalah shahih (benar). (Al Asybah wan Nazhair, 1/194)

Inilah yang dipilih oleh MUI kita, kalau pun mereka membolehkan karena dharurat saja, yaitu dalam keadaan memang tidak ada penggantinya yang halal, atau dalam konteks haji, hanya dibolehkan untuk haji yang wajib bukan haji sunah (haji kedua, ketiga, dst).

2. Membolehkan.
Ini pendapat dari segolongan Hanafiyah, seperti Imam Abu Ja’far Ath Thahawi. Nampaknya ini juga diikuti oleh ulama kerajaan Arab Saudi. 

Alasannya adalah karena ketika sudah menjadi vaksin, maka itu sudah menjadi wujud baru, tidak lagi dikatakan campuran. Sedangkan fiqih melihat pada wujud baru, bukan pada wujud sebelumnya. Dahulu ada sahabat Nabi yang membuat cuka berasal dari nabidz anggur (wine). Ini menunjukkan bahwa benda haram, ketika sudah berubah baik karena proses alami atau kimiawi, maka tidak apa-apa dimanfaatkan ketika sudah menjadi wujud baru. Dianggap, unsur haramnya telah lenyap. Hal ini bagi mereka juga berlaku untuk alat-alat kosmetik dan semisalnya. Ini juga yang dipegang oleh Syaikh Al Qaradhawi Hafizhahullah.

Dari kedua pendapat ini, pendapat pertama nampak lebih hati-hati. Di sisi lain, tidaklah apple to apple menyamakan unsur Babi dalam vaksin dengan wine yang menjadi cuka. Sebab, wine berasal dari buah anggur yang halal, artinya memang sebelumna adalah benda halal. Beda dengan Babi, sejak awalnya memang sudah haram.

Pembolehan hanya jika terpaksa, belum ada gantinya yang setara, dan terbukti memang vaksin itu penting, dan pada haji pertama. Kalau ada cara lain, atau zat lain yang bisa menggantikan vaksin tersebut maka itulah yang kita pakai. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi ilmuwan muslim untuk menemukannya. 

Wallahu a’lam.

Persaudaraan Karena Aqidah Adalah Yang Tertinggi Di Atas Persaudaraan Lainnya


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Lebih utama menolong saudara kandung, tapi non muslim…(dan sulit diharapkan keislamannya) atau…menolong saudara sesama muslim tp bukan siapa2 kita.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurat (49): 10)

Imam Al Qurthubi Rahimahullah mengatakan:

أي في الدين والحرمة لا في النسب، ولهذا قيل: أخوة الدين أثبت من أخوة النسب، فإن أخوة النسب تنقطع بمخالفة الدين،وأخوة الدين لا تنقطع بمخالفة النسب.

Yaitu persaudaraan dalam agama dan kehormatan bukan dalam nasab. Oleh karenanya dikatakan:

📌 persaudaraan karena agama lebih kuat dari pada persaudaraan nasab,

📌 maka persaudaraan nasab akan terputus dengan berbedanya agama,

📌 sedangkan persaudaraan karena agama tidaklah terputus dengan berbedanya nasab.”

​📚 Imam Al Qurthubi, ​Al Jami’ Li Ahkamil Quran,​ 16/322-323. Darul ‘Alim Al Kutub, Riyadh. Tahqiq: Hisyam Samir Al Bukhari​

Maka, siapa pun dia, suku apa pun, ras apa pun, tapi dia muslim maka dia saudara. Saudara seiman.

Sebaliknya, walau dia adik, kakak, orang tua, anak, kerabat, tapi berbeda aqidah, maka dia bukan saudara dalam artian sebenarnya, hanya saudara senasab.

Jika berkumpul keduanya, dia saudara senasab dan juga saudara seaqidah sekaligus, maka lebih kuat lagi kedudukannya.

Wallahu a’lam.

Shalat Jumat Bagi wanita Menggugurkan Shalat Zhuhurnya


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah….Tlg ditanyakan ke grup MANIS ya…😊
Apa hukumnya sholat jum’at bagi wanita? Apakah itu otomatis menggugurkan kewajiban sholat dhuhur….ataukah sekedar sbg sholat sunnah saja, sehingga tetap harus menunaikan sholat dhuhur?
Jazakillah khaiir. A37

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

📌 Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan buat orang yang tidak wajib shalat jumat (seperti anak-anak, wanita, musafir, orang sakit):

وكل هؤلاء لا جمعة عليهم وإنما يجب عليهم أن يصلوا الظهر، ومن صلى منهم الجمعة صحت منه وسقطت عنه فريضة الظهر وكانت النساء تحضر المسجد على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وتصلى معه الجمعة

“Semuanya   tidak diawajibkan shalat jumat, yang diwajibkan buat mereka adalah shalat zhuhur. Dan, barang siapa diantara mereka ikut shalat jumat, maka shalatnya sah dan gugurlah kewajiban shalat zhuhur. Dahulu para wanita hadir di masjid pada zaman Rasulullsh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan shalat jumat bersamanya. (Fiqhus Sunnah, 1/303. Darul Kitab Al ‘Arabi)

📌 Fatwa Al Lajnah Ad Daimah:

لا تجب الجمعة على المرأة ، لكن إذا صلت المرأة مع الإمام صلاة الجمعة فصلاتها صحيحة وتكفيها عن صلاة الظهر ، وإذا صلت في بيتها فإنها تصلي ظهراً أربعاً ، ويكون بعد دخول الوقت، أي بعد زوال الشمس

“Wanita tidak wajib shalat jumat, tetapi jika dia shalat bersama imam pada shalat jumat maka shalatnya sah dan itu telah mencukupinya dari shalat zhuhur. Jika dia mau shalat di rumahnya, maka dia shalat zhuhur empat rakaat yaitu setelah masuknya waktu, setelah tergelincirnya matahari.” (Fatawa Islamiyah, No. 412)

Wallahu a’lam.

Ada Zakatkah Rumah yang Di kost kan??


Assalamualaikum waroatullahi wabarakatuh. Saya mohon izin dpt bertanya ttg pembagian waris
Apabila org tua sdh meninggal dan waris belum dilakukan, apakah anak wajib menuntaskan? Bila ada rumah msh atas nama alm org tua dan dijadikan tempat kos dan jg rumah tinggal anaknya, apakah hrs byr zakat usaha? Menurut info anaknya, uang kosnya hanya cukup ut makan, byr listrik, air dan keperluan kenyamanan kosnya spt pel dan perbaikan kerusakan kecil. Kalau anak2 nya tdk mau mengurus waris, apakah dosa jika salah seorg anaknya meminta waris karena anak tsb punya banyak utang di bank dan ingin melunasinya?

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa Ba’d:
Ada tiga pertanyaan ya ..

1⃣ Apakah waris mesti disegerakan?
Ya, sebaiknya waris tidak ditunda agar hak ahli waris tidak terlantar, sebab kita tidak tahu ajal, dikhawatirikan harta waris belum diapa-apakan tetapi ahli waris sudah ada yang wafat juga. Namun, menyegerakan tentu bukan perkara mudah, mengingat kendala teknis. Seperti wujud harta waris adalah bangunan, yang tidak mudah untuk menjualnya. Disegerakan namun tetap bersabar.

2⃣ Lalu, apakah ada zakat pada rumah yang dijadikan kost?
Iya, barang-barang yang produktif kena zakat yaitu hasilnya yang dizakati. Rumah yang disewakan, maka hasil sewanya yang dizakati, bukan harga total rumahnya plus sewanya, bukan itu. Nishabnya adalah jika hasilnya sudah mencapai senilai 85 gram emas, dikeluarkan zakatnya jika usianya sudah memenuhi satu haul (satu tahun), sebesar 2,5%. (Fatwa-Fatwa ulama Terlampir)

Jika rumah itu dijual, karena ini rumah dipakai sendiri, bukan sebuah objek bisnis, maka tidak ada zakat ketika menjualnya. Bedakan antara menjual rumah karena memang itulah usahanya (property) dengan menjual rumah bukan disebabkan bisnis. Menjual rumah karena bisnis property kena zakat, yaitu zakat perdagangan/perniagaan/tijarah, sebagaimana pendapat mayortas ulama. Hanya sebagian kecil saja ulama yang mengatakan tidak ada zakat perniagaan, seperti Imam Ibnu Hazm, Imam Asy Syaukani, Imam Shiddiq Hasan Khan, dan Syaikh Al Albani.

3⃣ Apakah berdosa seorang anak meminta waris tersebut ketika yang lain tidak ada yang mengurus?
Tidak apa-apa dia meminta haknya, apalagi ketika yang lain tidak peduli. Tapi, ini juga diperhatikan keharmonisan hubungan di antara saudara. Sebaiknya dibicarakan dengan baik tentang urgensi penyegeraan pengurusan harta waris.

Wallahu a’lam.

Membantu Saudara Sekandung Sepanjang Hayat

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Ustadz apakah berhenti memberikan bantuan kpd saudara (sekandung) karena sudah terlalu sering dan khawatir dia jg mengharap terus,  termasuk memutuskan nikmat dari Allah ataukah termasuk memutuskan silaturahim.
Syukron.

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Ada 2 konteks,
1. Konteksnya mendidik, maka bantuan yg kita berikan sifatnya stimulus utk mandiri. Agar tdk membentuk mentalitas peminta minta atau lemah berjuang.

2. Konteksnya ingin sedekah, memang sebaiknya jgn putus, sebab itu menjadi tabungan akhirat kita. Terlepas dia mengharapkan atau tdk, mandiri atau tdk. Dua sikap ini secara syariah tdk salah.

Wallahu a’lam.

logo manis4

Najiskah Air Bak yg Kejatuhan Kotoran Cicak??

Pertanyaan

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Gmn hukum kotoran cicak jika jatuh k dlm kolam bak mandi.yg saya tahu jika tdk berubah warna,rasa dan bau tdk najis walaupun kolam bak mandinya tdk mencapai 2 qulah.dan apa hadist tentang 2 qulah hadistny dhoif.syukron

Jawaban

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Hadits 2 Qullah dishahihkan oleh Imam Nawawi, Ibn Khuzaimah, Ibn Hajar, Al Hakim, Adz-Dzahabi, Ibn Hibban, dll.Secara umum, kesehatan adalah ruh Islam. Satu kotoran cicak tidak akan merubah rasa, bau dan warna air dua qullah, sehingga insya Allah masih dapat digunakan untuk bersuci.

Wallahu a’lam.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hukum Mengarang Kisah-Kisah Fiksi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Bagaimana hukum mengarang cerita fiksi, imajinasi ? Pertanyaan member manis 04

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Fatwa 1: Asy Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih

السؤال

هل يحل في الإسلام تأليف الكتب الخيالية أم يعتبر هذا نوعاً من الكذب؟

الفتوى

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: “حدثوا عن بني إسرائيل ولا حرج” رواه أحمد وأبو داود وغيرهما، وزاد ابن أبي شيبة في مصنفه: “فإنه كانت فيهم أعاجيب”.
وقد صحح الألباني هذه الزيادة
قال أهل العلم: وهذا دالٌّ على حل سماع تلك الأعاجيب للفرجة لا للحجة، أي لإزالة الهم عن النفس، لا للاحتجاج بها، والعمل بما فيها.

وبهذا الحديث استدل بعض أهل العلم على حل سماع الأعاجيب والفرائد من كل ما لا يتيقن كذبه بقصد الفرجة، وكذلك ما يتيقن كذبه، لكن قصد به ضرب الأمثال والمواعظ، وتعليم نحو الشجاعة، سواء كان على ألسنة آدميين أو حيوانات إذا كان لا يخفى ذلك على من يطالعها.
هكذا قال ابن حجر الهيثمي – رحمه الله – من الشافعية.
وذهب آخرون وهم علماء الحنفية إلى كراهة القصص الذي فيه تحديث الناس بما ليس له أصل معروف من أحاديث الأولين، أو الزيادة، أو النقص لتزيين القصص.
ولكن لم يجزم محققو المتأخرين منهم كابن عابدين بالكراهة إذا صاحب ذلك مقصد حسن، فقال ابن عابدين رحمه الله: (وهل يقال بجوازه إذا قصد به ضرب الأمثال ونحوها؟ يُحَرَّر).
والذي يظهر جواز تأليف الكتب التي تحتوي قصصاً خيالياً إذا كان القارئ يعلم ذلك، وكان المقصد منها حسناً كغرس بعض الفضائل، أو ضرب الأمثال للتعليم كمقامات الحريري مثلاً، والتي لم نطلع على إنكاره من أهل العلم مع اطلاعهم عليها، وعلمهم بحقيقتها، وأنها قصص خيالية لا أصل لها في الواقع.
والله أعلم.
المفتي: مركز الفتوى بإشراف د.عبدالله الفقيه

Pertanyaan:
Bolehkah dalam Islam menyusun buku tentang kisah-kisah fiksi ataukah mengambil pelajaran dari kisah jenis ini termasuk kebohongan?

Jawab:

Alhamdulillah Ash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ‘Ala aalihi wa shahbihi wa ba’d: Telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Ceritakan oleh kalian dari Bani Israil, tidak apa-apa.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan lainnya. Ibnu Abi Syaibah menambahkan dalam Mushannaf-nya: “… sesungguhnya pada diri mereka ada hal-hal yang mengagumkan.”  Syaikh Al Albani menshahihkan tambahan ini.

Berkata para ulama: Ini adalah  dalil halalnya mendengarkan kisah mengagumkan tersebut jika untuk selingan saja, yaitu untuk menghilangkan rasa sedih dalam jiwa,  bukan untuk dijadikan hujjah, bukan pula untuk diamalkan.

Dengan hadits ini pula, sebagian ulama berdalil halalnya mendengarkan hal-hal yang mengagumkan dan berharga, dari segala hal yang belum bisa dipastikan kedustaannya, dengan maksud untuk selingan. Begitu juga kisah yang diyakini kedustaannya (fiksi), tetapi dengan maksud sebagai tamtsil (perumpamaan) danmau’izhah (pelajaran) saja, mengajarkan keberanian, sama saja apakah melalui lisan manusia atau hewan-hewan (fabel, pen), jika  memang   hal-hal tersebut (yakni pelajaran dan hikmah, pen) tidak tersembunyi dari yang membacanya.

Demikianlah yang dikatakan Imam Ibnu Hajar Al Haitsami Rahimahullah dari kalangan Syafi’iyah.

Ulama lain berpendapat, yaitu dari kalangan Hanafiyah, bahwa dimakruhkan kisah-kisah yang bercerita peristiwa manusia yang   tidak memiliki dasar yang ma’ruf (dikenal) dari peristiwa-peristiwa  generasi awal, atau tambahan, atau pengurangannya, dengan tujuan untuk memperindah kisah tersebut.

Tetapi para ulama muhaqiq muta’akhirin (peneliti zaman sekarang) seperti Imam Ibnu ‘Abidin (bermadzhab Hanafi, pen) tidaklah memutuskan hal itu sebagai makruh, jika memiliki maksud yang baik.  Ibnu ‘Abidin Rahimahullah mengatakan: (Apakah dikatakan boleh jika maksudnya untuk perumpamaan dan semisalnya? Perlu diperiksa lagi)

Dan, pendapat yang nampak (benar) adalah bolehnya menulis buku-buku kisah fiksi jika si pembacanya mengetahui hal itu dan memiliki maksud yang baik, seperti menanamkan sifat-sifat yang utama, atau memberikan perumpamaan untuk memberikan pengajaran,  seperti kisah Al Maqamat  yang disusun oleh Al Haririy, yang kami tidak ketahui adanya ulama yang mengingkarinya, padahal mereka sudah mengkaji dan mengetahui hakikat kisah ini sebagai kisah fiksi yang tidak pernah terjadi
Wallahu A’lam. (Mufti: Asy Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih. Sumber: Fatawa Asy Syabkah Al Islamiyah, No Fatwa. 13278. Tanggal: 12 Dzulqa’dah 1422H)

Fatwa 2: Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin

السؤال س: ما رأي فضيلتكم في القصص التي تطلب في المدرسة في مادة التعبير والتي تكون في غالبها قصصًا مكذوبة ولم تقع؟
الاجابـــة
إذا عرف الحاضرون أنها قصص خيالية ابتكرها الكاتب، أو القاص لشحذ أذهان الطلاب واجتذاب أفهامهم وضرب الأمثلة لهم فلا بأس بها فقد أقر العلماء القصص المؤلفة كما في مقامات بديع الزمان الهمذاني ومقامات الحريري ونحوها مع أنه يُفضل أن يبحث عن قصص واقعية يصوغها بعبارته ويظهر ما فيها من المعاني والفوائد. والله أعلم.

عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين

Pertanyaan:
Apa pendapat Anda tentang kisah-kisah yang dipelajari di sekolah pada materi ta’bir yang biasanya menggunakan kisah-kisah fiksi yang tidak pernah terjadi?

Jawaban:

Jika yang hadir itu tahu bahwa itu adalah kisah fiksi, baik yang disampaikan oleh penulis atau pencerita, dengan maksud untuk menajamkan kecerdasan dan mengasah pemahaman para siswa, dan untuk memberikan perumpamaan bagi mereka, maka itu tidak mengapa. Para ulama telah menyetujui kisah-kisah yang telah dibukukan seperti Maqamat-nya Badi’uz Zaman Al Hamdzani dan Maqamat-nya Al Hariri dan yang semisalnya.

Namun,   yang lebih utama adalah mencari kisah-kisah nyata yang diceritakan dengan bahasa sendiri lalu guru menyampaikan makna dan faidah yang terkandung  pada kisah tersebut. (Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin)

Sumber

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa sallam

Wallahu a’lam.