Ibu Menikah Lagi, Masih Yatimkah?

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Apakah seorang anak msh disebut yatim, kl ibunya menikah lg?

Bpk kandungnya sdh meninggal sejak 6 thn lalu dan skg ibunya menikah lg. Skrg usia anaknya 11 thn.

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Secara bahasa, yatim
artinya alfardu (sendirian) dan segala sesuatu yang di  tinggal oleh sesuatu yang serupa dengannya.
(As-Shihah fi Al-Lughah, kata: يتم)

Secara istilah,para ulama mendefinisikan yatim sebagai berikut:

الْيَتِيمَ بِأَنَّهُ مَنْ مَاتَ أَبُوهُ وَهُوَ دُونُ الْبُلُوغِ. لِحَدِيثِ: ” لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ”

Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati bapaknya, ketika dia belum baligh. Berdasarkan hadis: “Tidak ada status yatim setelah mimpi basah.
(diriwayatkan oleh At-Thabrani, dalam Mu’jam Al-Kabir, dari sahabat Handzalah bin Hudzaim).

Jadi penentuannya bukan usia tapi sudah baligh atau belum.

Jika memiliki ayah tiri

كَافِلُ الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ وَأَشَارَ الرَّاوِيُ وَهُوَ مَالِكُ بْنُأَنَسٍ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

“Pemelihara anak yatim, baik dari kerabatnya atau orang lain, aku dan dia (kedudukannya) seperti dua jari ini di surga nanti.” Dan perawi, yaitu Malik bin Anas berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya”. (HR Muslim)

“Makna (لَهُ أوْ لِغَيْرِهِ ) adalah kerabatnya ataupun ajnabi (orang lain). Sedangkan (yang termasuk) kerabat di sini,ialah ibu sang yatim,atau saudara laki-lakinya ataupun pihak-pihak selain mereka yang memiliki kekerabatan dengannya,bisa juga ayah tiri.

Wallahu a’lam.

Adzan di Kuburan

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Afwan,mau tanya adzan di kuburan ada haditsnya kah ?Saat jenazah masuk liang lahat?
Pertanyaan dr member manis 04

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah wal Hamdulillah …

Adzan dikuburan memang tidak kita temukan dalam Al Quran, As Sunnah, dan para imam madzhab. Tetapi, hal itu kita dapatkan dalam fiqih pengikut Imam Asy Syafi’i (Syafi’iyah), dengan alasan mengqiyaskan dengan adzan saat bayi dilahirkan.

Tertulis dalam ​Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah:​

شُرِعَ الأَْذَانُ أَصْلاً لِلإِْعْلاَمِ بِالصَّلاَةِ إِلاَّ أَنَّهُ قَدْ يُسَنُّ الأَْذَانُ لِغَيْرِ الصَّلاَةِ تَبَرُّكًا وَاسْتِئْنَاسًا أَوْ إِزَالَةً لِهَمٍّ طَارِئٍ وَالَّذِينَ تَوَسَّعُوا فِي ذِكْرِ ذَلِكَ هُمْ فُقَهَاءُ الشَّافِعِيَّةِ فَقَالُوا : يُسَنُّ الأَْذَانُ فِي أُذُنِ الْمَوْلُودِ حِينَ يُولَدُ ، وَفِي أُذُنِ الْمَهْمُومِ فَإِنَّهُ يُزِيل الْهَمَّ ، وَخَلْفَ الْمُسَافِرِ ، وَوَقْتَ الْحَرِيقِ ، وَعِنْدَ مُزْدَحِمِ الْجَيْشِ ، وَعِنْدَ تَغَوُّل الْغِيلاَنِ وَعِنْدَ الضَّلاَل فِي السَّفَرِ ، وَلِلْمَصْرُوعِ ، وَالْغَضْبَانِ ، وَمَنْ سَاءَ خُلُقُهُ مِنْ إِنْسَانٍ أَوْ بَهِيمَةٍ ، وَعِنْدَ إِنْزَال الْمَيِّتِ الْقَبْرَ قِيَاسًا عَلَى أَوَّل خُرُوجِهِ إِلَى الدُّنْيَا .

Pada dasarnya azan disyariatkan sebagai pemberitahuan untuk shalat, hanya saja adzan juga disunahkan selain untuk shalat dalam rangka mencari keberkahan, menjinakkan, dan menghilangkan kegelisahan yang luar biasa.
Pihak yang memperluas masalah ini adalah para ahli fiqih Syafi’iyah. Mereka mengatakan:

📌 Disunahkan adzan ditelinga bayi saat lahirnya
📌 di telinga orang yang sedang galau karena itu bisa menghilangkan kegelisahan,
📌 mengiringi musafir,
📌 saat kebakaran,
📌 ketika pasukan tentara kacau balau,
📌 diganggu  makhluk halus,
📌 saat tersesat dalam perjalanan,
📌 terjatuh,
📌 saat marah,
📌 menjinakan orang atau hewan yang jelek perangainya,
📌 saat memasukan mayit ke kubur diqiyaskan dengan saat manusia terlahir ke dunia.  ​(Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 2/372-373)​

Qiyas telah disepakati oleh empat madzhab sebagai salah satu sumber hukum Islam, setelah Al Quran, As Sunnah, dan Ijma’. Hanya saja mereka berbeda dalam domainnya. Sebagian ada yang mempersempit, sebagian ada yang memperluas.

Ada yang membolehkan qiyas dalam urusan ibadah, ada yang mengatakan qiyas hanya dalam masalah keduniaan.

Ada pun Imam Malik memakruhkan semua hal ini, tapi berbeda dengan pengikutnya (Malikiyah) yang justru sepakat dengan kalangan Syafi’iyah.  Berikut ini keterangannya:

وَكَرِهَ الإْمَامُ مَالِكٌ هَذِهِ الأْمُورَ وَاعْتَبَرَهَا بِدْعَةً ، إِلاَّ أَنَّ بَعْضَ الْمَالِكِيَّةِ نَقَل مَا قَالَهُ الشَّافِعِيَّةُ ثُمَّ قَالُوا : لاَ بَأْسَ بِالْعَمَل بِهِ

Imam Malik memakruhkan semua ini dan menyebutnya sebagai bid’ah, kecuali sebagian Malikiyah yang mengambil pendapat yang sama dengan Syafi’iyah, menurut mereka: “Tidak apa-apa mengamalkannya.” ​(Ibid, 2/372-373)​

Wallahu a’lam.

Penyaluran Zakat Fitrah

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …untuk penyaluran zakatnya bagaimana…apakah ada batasan waktunya ? Mengingat pembayarannya yg sampai sebelum shalat ied…

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Substansi zakat fitrah/fitri adalah agar di hari raya kebutuhan fakir miskin tercukupi. Oleh karena itu, hendaknya diterima oleh mereka jangan sampai melewati shalat ‘id.

Sedangkan kalau dilihat pendapat ulama madzhab, maka:
– Hanafiyah, boleh dimajukan sejak 1 atau 2 th sebelumnya
– Malikiyah, tidak boleh dimajukan
– Syafi’iyah, boleh sejak awal Ramadhan
– Hanabilah (Hambaliyah),dua atau tiga hari sebelum hari raya. Inilah yang dilakukan sahabat nabi, Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘Anhuma.

Sementara para muhaqqiq, menyebut tiga jenis waktu:
– waktu mubah, yaitu awal Ramadhan
– waktu sunnah, yaitu 2-3 hari sebelum hari raya
– waktu wajib, pagi menjelang shalat ‘id

Ada pun jika disalurkan ke amil zakat shakat ‘id, tapi amil zakatnya baru bisa menyalurkan setelah shalat ‘id, atau sehari dua hari setelahnya. Maka, muzakki tidak bersalah sebab dia telah membayarnya sebelum shalat ‘id. Dia tetap sah zakat fitrahnya. Jika ini ingin disebut kesalahan, maka itu dipikul oleh amilnya.

Wallahu a’lam.

Merapatkan Shaf Sholat

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …Ustadz mau tanya Begini, jika kita sholat berjamaah kan wajib ya merapatkan shaf, tetapi sy melihat bahwa jika sholat msh bnyk yg tdk peduli. Nah bagi kita yg telah tau hukumnya, lalu kita wajib merapatkan shaf ke seblh kanan atau kiri ya? Krn suka bingung.

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Tergantung posisi kita di sebelah mana imam .., imam itu jd porosnya .. jk kita ada disebalah kanan imam, maka kita geser ke kiri krn ke kiri ke arah imam ..

Jika kita ada di sebelah kiri imam maka gesernya ke kanan, sbb ke kanan adlh ke arah imam. Itu atyran mainnya.

Wallahu a’lam.

Memasuki Fajar dalam Keadaan Junub di Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum ustadz/ah…ada hadist yg berbunyi :
Hadist 18
“Diriwayatkan daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a, kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit dari tidur dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian meneruskan puasa” [Bukhari-Muslim] Ini maksudnya apa ustadz d satu sisi berjima tdak boleh tp klo junub bisa d lanjutkan lagi puasanya? Jazakallahu

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
itu jima’ sebelum fajar .. nampaknya terjemahannya kurang detil..

Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ pernah Junub dipagi hari Ramadhan.

‘Aisyah dan Ummu Salamah ​Radhiallahu ‘Anhuma​ menceritakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Adalah Rasulullah ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ memasuki fajar dalam keadaan junub karena berhubungan dengan isterinya, lalu dia mandi dan berpuasa.” ​(HR. Bukhari No. 1925, Muslim No. 1109)​

Imam Ibnu Hajar ​Rahimahullah​ mengatakan:

قَالَ الْقُرْطُبِيّ : فِي هَذَا فَائِدَتَانِ ، إِحْدَاهُمَا أَنَّهُ كَانَ يُجَامِع فِي رَمَضَان وَيُؤَخِّر الْغُسْل إِلَى بَعْد طُلُوع الْفَجْر بَيَانًا لِلْجَوَازِ . الثَّانِي أَنَّ ذَلِكَ كَانَ مِنْ جِمَاع لَا مِنْ اِحْتِلَام لِأَنَّهُ كَانَ لَا يَحْتَلِم إِذْ الِاحْتِلَام مِنْ الشَّيْطَان وَهُوَ مَعْصُوم مِنْهُ .

“Berkata Al Qurthubi: “Hadits ini ada dua faidah. Pertama, bahwa beliau berjima’ pada Ramadhan (malamnya) dan mengakhirkan mandi hingga setelah terbitnya fajar, merupakan penjelasan bolehnya hal itu. Kedua, hal itu (junub) dikarenakan jima’ bukan karena mimpi basah, karena beliau tidaklah mimpi basah, mengingat bahwa mimpi basah adalah dari syetan, dan beliau ma’shum dari hal itu.” ​( ​Fathul Bari,​ 4/144)​

Wallahu a’lam.

Seputar Puasa

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
1. Klo ventolin lewat mulut batal tdk puasanya
2. Di uap, apakah bs membatalkan jg?
3. Titipan dr anak kls 4 sd, mainin ludah batal tdk? Apakah ada dalil yg shohih dr jawaban 3 pertanyaan di atas? Jazakallah sebelumnya ustdz..

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Tidak ada dalil khusus tentang batal atau tidaknya masalah ini. Oleh karena itu para ulama berselisih pendapat.

1. Pihak yg mengatakan batal, mereka mengqiyaskan, hal ini sama dengan makan dan minum sengaja, yaitu sengaja memasukan benda ke dalam tubuh.

2. Pihak yang mengatakan tidak batal mengatakan, walau ini ke dalam tubuh tapi bukan ke jalur pencernaan, seperti usus dan lambung. Tapi masuknya ke jalur paru-paru. Mereka menolak qiyas pihak pertama. Masalah ini sebenarnya sama dengan mencium aroma, wangi2an, atau bau sedap  makanan, yang tercium oleh hidung dst.

Imam Ibnu Taimiyah berkata:

وَشَمُّ الرَّوَائِحِ الطَّيِّبَةِ لَا بَأْسَ بِهِ لِلصَّائِمِ

“Mencium harum-haruman adalah tidak mengapa bagi orang berpuasa.” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Fatawa Al Kubra, 5/376)

Wallahu a’lam.

Menjual Barang Non Halal

Assalamu’alaikum. Ustadz, Boleh tidak kita ikut volunteering di salah satu komunitas, yang jobdesc volunteer tersebut adalah melayani (ikut menjual) makanan non halal (misal sosis, cupcakes) tp bukan khamr?
Manis A26

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Itu tidak boleh, berdasarkan ayat:

ولا تعاونوا على الاثم و العدوان

Dan janganlah saling tolong dalam dosa dan pelanggaran. (Qs. Al Maidah: 2)

Wallahu a’lam.

Bila Janji Telah Dibuat

Assalamu’alaikum ustadz/ah.

Ada suatu organisasi Islam di tempat saya tinggal, yg sedang berusaha membeli properti utk dijadikan masjid + Islamic centre. Pada saat acara Islamic conference (yg sudah menjadi program tahunan) yg diadakan organisasi ini, pembicara dari pihak panitia mengundang peserta utk menjadi donatur tetap utk biaya pembelian properti. Beliau meminta org2 yg bersedia utk menjadi donatur utk mengangkat tangan, lalu dibagikan selembar kertas utk mengisi data diri & berkas2 donasi. saya saat itu mengangkat tangan krn ingin ikut menyumbang, namun akhirnya tdk jadi mengembalikan kertas k panitia krn ragu apakah saya mampu atau tidak utk commit menyumbang setiap bulannya.

Bagaimanakah hukumnya dalam situasi ini? Apakah dengan mengangkat tangan itu tercatat sebagai janji saya utk menyumbang yg harus dipenuhi? Apa yg sebaiknya saya lakukan?
Jazakumullah
Manis A26

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Jika sudah menyanggupi, baik itu dgn mengangkat tangan, tanda tangan, atau apa saja yang dimaknai dgn itu, maka kita telah berjanji yang mesti kita tepati.

Bagaimana kalau dikemudian hari khawatir tidak bisa komit? Silahkan batalkan janji  sebelum hari H agreemennya, dan kemukakan uzurnya. Tidak ada kaffarat krn janji bukan nadzar dan sumpah. Hanya saja mungkin secara moral dan sosial, nama baik kita mungkin bisa ternoda.

Wallahu a’lam

Zakat Perkebunan

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
mohon petunjuk, terkait zakat perkebunan.

Misal zakat perkebunan sawit, cara penghitungan nisabnya bagaimana?

Apa diqiaskan ke pertanian (padi)?
Kalau iya, masa panen padi rata2 4 bulan, kalau sawit biasanya 2 Minggu sekali di panen.
Apa waktunya jg d akumulasi kan 4 bln atau cukup 2 pekan saat panen?
Jazakallah Ahsanul jaza

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Zakat pertanian atau perkebunan nishabnya adalah 5 wasaq, setara dgn 652,8 kg gabah atau 520 kg beras

Dikeluarkan zakatnya setiap kali panen, sesuai dgn
Firman Allah
” Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada  d waktu memetik hasilnya tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai yang berlebih-lebihan. “
QS. Al-An’am : 141

Dalam hal terlalu repot menghitung zakat pada setiap kali panen setiap 2 pekan, boleh saja dihitungnya tiap bulan sekali (2 kali panen)

Jangan diakumulasikan terlalu lama, karena khawatir berdosa menunda2 pembayaran zakat
Kadar zakatnya 5% dari total hasil panen setelah dikurangi beban dan hutang

Wallahu a’lam.

Perempuan Tarawih di Rumah Atau Masjid?

Assalamu’alaikum Ustadz bagaimana caranya memberitau ke orang lain bahwa sholat tarawih itu bagi perempuan lebih baik di rumah , karena saya lebih di sarankan sama suami saya sholat dirumah saja  dan ada beberapa orang yg nanya ke saya kenapa ga kemasjid . bagaimana menjawabnya supaya  tidak menyinggung perasaan nya? Soalnya saya suka di bilang aneh yg lain kemasjid kok ini di rumah….

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam betsabda:

لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللهِ مَسَاجِدَ اللهِ

Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah yang wanita terhadap masjid-masjid Allah.​  ​(HR. Al Bukhari No. 900, dari Ibnu Umar)

Dalam hadits lain:

وخير صفوف النساء آخرها وشرها أولها

Sebaik-baiknya shaf bagi wanita adalah yang paling belakang dan yang terburuk adalah yang paling depan​.  ​(HR. Muslim No. 440, dari Abu Hurairah)

Maka, dua hadits ini menunjukkan bahwa wanita dibolehkan shalat di masjid, dan jika mereka berjamaah tentu juga mendapatkan nilai keutamaan shalat berjamaah.  Tentu kebolehan ini selama tetap menjaga adab-adab Islam.

Tetapi, memang lebih utama shalatnya di rumah, hal ini berlaku baik shalat wajib dan shalat sunnah, kecuali shalat-shalat tertentu yang memang mesti keluar rumah seperti shalat ‘id, istisqa, dan gerhana.

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:

صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

“Shalatnya wanita di rumahnya lebih utama  daripada shalatnya di  kamar rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di ruangan lain di rumahnya”​  ​(HR. Abu Dawud 570. Al Hakim, No. 757, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Tetapi, jika sedang di Mekkah maka shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding di rumahnya.

Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu berkata:

مَا لِامْرَأَةٍ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي بَيْتِهَا، إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Tidak ada yang lebih utama bagi shalat wanita  dibanding di rumahnya, kecuali di masjidil haram.​ ​( ​Akhbar Makkah Lil Fakihi​, 1204)

Wallahu a’lam.