Zina itu utang

Status Anak dari Zina

Pertanyaan

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Blh nanya, apakah ayah kandung dr anak hasil zina merupakan mahrom…?
Jazakillahu katsiran. ๐Ÿ™

Jawaban

Oleh: Ustadzahโ€‹ Nurdiana

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡

Tergantung pada si ibu di nikahi atau tidak oleh ayahnya sebelum 4 bulan?.
Kalau si ibu tidak dinikahi maka anak hasil zina nya bukan mahram.

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinyaโ€ฆ (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth).

Wallahu a’lam.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Allah Tuhan Alam

MAKNA AL-ILAHโ€‹

Oleh: Wido Supraha

โ€‹Tadabbur Surat Al-Isrฤ’ [17] ayat 42โ€‹

ู‚ูู„ู’ ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุขู„ูู‡ูŽุฉูŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฅูุฐู‹ุง ู„ูŽุงุจู’ุชูŽุบูŽูˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฐููŠ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง

Katakanlah (Muhammad), โ€œJika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai โ€™Arsy.โ€

๐Ÿ“• Surat Al-Isrฤ’ [17] ayat 42

โ™ฆ๏ธ Al-ilah adalah sesuatu yang kita meras tentram, terlindungi, merindui, hingga selalu cenderung kepadanya

โ™ฆ๏ธ Intensitas kedekat dengan al-Ilah akan membawa seseorang pada kecintaan dan ketundukan sempurna yang mengarah pada penghambaan, pada saat itu tanpa sadar ia telah menyembahnya

โ™ฆ๏ธ Muncullah kalimat konsep hidup seperti: “Aku tidak bisa hidupmu” atau “Aku rela menyerahkan segalanya untukmu”, konsep-konsep penghambaan yang akan hina jima ditujukan kepada makhluk

โ™ฆ๏ธ Islam dengan demikian mendorong manusia untuk membersihkan jiwanya dari seluruh Ilah dan penghambaan kepada mereka, kecuali menghadirkan hanya satu Ilah semata, Allah Jalla Jalฤluh.

โ™ฆ๏ธ Lahirlah konsep hidup, “Tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja.”

โœจ Wallฤhu a’lam,


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Akhlaq Kepada Orang Tua

๐Ÿ“ Kak Lelisya~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

๐ŸŒณ๐Ÿคด๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐ŸŒณ๐Ÿคด๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐ŸŒณ๐Ÿคด๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป

Assalamu’alaikum adik-adik para pejuang ridha Allah, Bagaimana kabar hati hari ini?? apakah Islam telah merasuk hati sehingga akhlak mulia sudah menjadi jati diri ?

Ketika seseorang menginjak dewasa, bapak-ibu gurulah yang mengajarkannya tentang banyak hal hingga ia menjadi mengerti tentang banyak hal dalam kehidupan ini. Maka, kewajiban menghormati orang tua dalam Islam merupakan salah satu ajaran yang sangat penting dan prinsip.

Ketika Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua, maka perintah ini sebetulnya sangat bisa dipahami. Cobalah bayangkan, bagaimana repotnya ibu ketika mengandung selama kurang lebih 9 bulan. Kerepotan ibu, juga bapak, semakin bertambah ketika kita terlahir ke dunia, mulai dari merawat, memelihara, dan memberinya makan dan minum dengan penuh kasih sayang. Bagi orang tua tidak ada yang lebih berarti daripada sang jabang bayi yang baru saja dilahirkannya. Mereka sangat bahagia dengan tangisan dan kotorannya, akan tetapi mereka akan sedih ketika harus melihatnya sakit.

๐Ÿก Dalam konteks berbuat baik kepada kedua orang tua, Al-Qurโ€™an menganjurkan agar kita melakukannya dengan cara โ€œIhsฤnโ€. Ihsan artinya kita melakukan sesuatu lebih dari sekedar kewajiban. Shalat lima waktu merupakan kewajiban, tetapi jika kita menambahnya dengan shalat-shalat sunnah lainnya, maka itulah ihsan.

๐Ÿก Berbuat baik kepada kedua orang tua harus diupayakan secara maksimal, secara ihsan, lebih dari sekedar kewajiban kita terhadapnya. Jika sang anak ingin memberikan sesuatu kepada orang tua, berikanlah yang maksimal. Karena yang maksimal saja belum tentu dapat sebanding dengan jerih payah dan pengorbanan keduanya selama ini dalam mengasuh dan membesarkannya.

๐Ÿ‘ฉโ€โš• Seseorang bisa menjadi dokter, tentu berkat orang tua. Menjadi insinyur, juga berkat orang tua. Menjadi ulama juga berkat orang tua. Bahkan menjadi presiden juga berkat orang tua. Setidaknya, karena doโ€™a orang tua itulah seseorang berhasil menggapai apa yang diusahakannya. Itulah pengorbanan orang tua dalam memelihara, mengasuh dan membesarkan kita hingga seperti ini. Oleh karenanya, Al-Qurโ€™an lagi-lagi menegaskan:

ูˆูŽูˆูŽุตูŽู‘ูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ูู‘ู‡ู ูˆูŽู‡ู’ู†ุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู‡ู’ู†ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ูููŠ ุนูŽุงู…ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽู†ู ุงุดู’ูƒูุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ูƒูŽ ุฅูู„ูŽูŠูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠุฑู

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Luqman, 31: 14)

Wallahu’alamu bis showab
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ŸŒณ๐Ÿคด๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐ŸŒณ๐Ÿคด๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐ŸŒณ๐Ÿคด๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menjaga Pandangan

Tersenyum Pada Lawan Jenis

Pertanyaan

“Bolehkah tersenyum kepada lawan jenis?”
โ“Dini (grup 08)
๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ’

Jawaban

๐Ÿ’ Kak lelisya :

Senyuman adalah hal yang disukai manusia, apapun agamanya. Bahkan dlm Islam senyum adalah salah satu bentuk akhlak yg baik. Namun, disisi lain Islam juga mengajarkan adab-adab bergaul antara lelaki dan wanita, agar terjadi keharmonisan dan mencegah terjadi kerusakan didalamnya. Lalu bagaimana ya bila tersenyum pada yg bukan mahramnya???? Mari kita simak..

๐Ÿค—Keutamaan wajah penuh senyuman. Dahulu, sahabat Jarir bin Abdillah R.A berkisah :

ู…ูŽุง ุญูŽุฌูŽุจูŽู†ููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ุฐู ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุชูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฑูŽุขู†ููŠ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุชูŽุจูŽุณูŽู‘ู…ูŽ ูููŠ ูˆูŽุฌู’ู‡ููŠ

โ€œSejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padakuโ€ (HR. Bukhari, no.6089).

Beliau juga memerintahkan hal tersebut kepada ummatnya. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ุชุจุณู…ูƒ ููŠ ูˆุฌู‡ ุฃุฎูŠูƒ ู„ูƒ ุตุฏู‚ุฉ

๐Ÿ˜ƒโ€œSenyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekahโ€ (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: โ€œHasan gharibโ€. Di-shahih-kan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)

Kata ุฃุฎูŠูƒ (saudaramu) disini berbentuk mufrad-mudhaf, sebagaimana dalam ilmu Ushul Fiqih, ini menghasilkan makna umum. Sehingga ini mencakup semua orang yang masih saudara, baik wanita atau laki-laki, tua atau muda, mahram atau bukan mahram. Tentu maksudnya saudara sesama Muslim. Oleh karena itu pada asalnya, hadits ini juga menunjukkan bolehnya wanita muslimah tersenyum kepada lelaki yang bukan mahram.

“Tapi ingat! boleh tersenyum asal aman dari fitnah”

Tidak diragukan lagi bahwa wanita itu adalah fitnah bagi para lelaki. Fitnah di sini artinya: cobaan, atau hal yang berpotensi menimbulkan keburukan dalam agamanya. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam ย bersabda:

ู…ุง ุชุฑูƒุช ุจุนุฏูŠ ูุชู†ุฉ ุฃุถุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌุงู„ ู…ู† ุงู„ู†ุณุงุก

โ€œTidaklah aku tinggalkan fitnah (cobaan) yang paling berat bagi laki-laki selain cobaan wanitaโ€ (HR. Al Bukhari 5069, Muslim 2740)

๐Ÿ˜ƒDan wanita itu, bagaimana pun paras dan keadaan fisiknya, baik tersenyum atau tidak, wanita akan memiliki daya tarik di mata lelaki. Karena setan membantu menghiasi para wanita di mata lelaki sehingga lelaki jatuh pada godaan setan. Seperti sabda Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam

ุงู„ู…ุฑุฃุฉู ุนูˆุฑุฉูŒ ุŒ ูุฅุฐุง ุฎุฑูŽุฌูŽุชู’ ุงุณู’ุชูŽุดู’ุฑูŽููŽู‡ุง ุงู„ุดูŠุทุงู†ู

โ€œWanita adalah aurat, jika ia keluar, setan akan menghiasinyaโ€ (HR. At Tirmidzi, 1173, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Dari sini, terkait dengan soal senyuman, para ulama memberi syarat bolehnya seorang Muslimah tersenyum pada lelaki yaitu, selama tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

๐ŸŒธSekian
-TimOlahMateriMFT-


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Minyak Rambut yang Dilarang

Memotong Kuku & Rambut Saat Haidh/Nifas

Pertanyaan

Assalamuallaikum wr wb…Saya mau bertanya ke ustadz/ah..Apakah di dlm islam adaย  hukum serta dalilnya, jika seorang wanita hamil atau nifas, baik rambut, kuku atau anggota badan lainnya tdk boleh rontok/lepas,ย  kalaupun rontok atau lepas harus disucikan dulu Krn pernahย  kejadian. Seorang teman yg khawatir dan mencari-cariย  di lantaiย  rambut rontoknyaย  saat dia haid sehingga dia kumpulkan, disimpanย  rambut tsb di kertas, nanti kalau sudah mandi jinabah, semua rambut yg rontokย  diikutkan mandi /disucikan.

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู…ย  ุงู„ุณู„ุงู…ย  ูˆย  ุฑุญู…ุฉย  ุงู„ู„ู‡ย  ูˆย  ุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜Ala Rasulillah wa baโ€™d:

Di beberapa kitab para ulama memang ada anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku ketika haid atau junub, seperti Imam Al Ghazali dalam Ihya โ€˜Ulumuddin-nya. Sehingga hal ini menjadi keyakinan sebagian kaum muslimin.

Sebenarnya, hal ini tidak memiliki dasar dalam Al Quran, As Sunnah, dan ijmaโ€™. Baik secara global dan terpeinci, langsung dan tidak langsung, tersurat dan tersirat. Oleh karena itu pada dasarnya tidak apa-apa, tidak masalah memotong rambut dan kuku baik yang haid dan junub.

Hal ini merupakan baraโ€™atul ashliyah, kembali kepada hulum asal, bahwa segala hal boleh-boleh saja selama tidak ada dalil khusus yang melarangnya dari pembuat syariat.
Rasulullahย ๏ทบย bersabda:

ุงู„ุญู„ุงู„ ู…ุง ุฃุญู„ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆุงู„ุญุฑุงู… ู…ุง ุญุฑู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆู…ุง ุณูƒุช ุนู†ู‡ ูู‡ูˆ ู…ู…ุง ุนูุง ุนู†ู‡

โ€œYang halal adalah apa yang Allah halalkan dalam kitabNya, yang haram adalah yang Allah haramkan dalam kitabNya, dan apa saja yang di diamkanNya, maka itu termasuk yang dimaafkan.โ€
(HR. At Tirmidzi No. 1726, katanya:ย hadits gharib.ย Ibnu Majah No. 3367, Ath Thabarani dalamย Al Muโ€™jam Al Kabirย No. 6124.ย Syaikh Al Albani mengatakan:ย hasan. Lihatย Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidziย No. 1726. Juga dihasankan oleh Syaikh Baariโ€™ โ€˜Irfan Taufiq dalamย Shahih Kunuz As sunnah An Nabawiyah,ย Bab Al Halal wal Haram wal Manhi โ€˜Anhu,ย No. 1)

Kaidah ini memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Mereka dibebaskan untuk melakukan apa saja dalam hidupnya baik dalam perdagangan, politik, pendidikan, militer, keluarga, penampilan, dan semisalnya, selama tidak ada dalil yang mengharamkan, melarang, dan mencelanya, maka selama itu pula boleh-boleh saja untuk dilakukan. Ini berlaku untuk urusan duniawi mereka. Tak seorang pun berhak melarang dan mencegah tanpa dalil syaraโ€™ yang menerangkan larangan tersebut.

Olehย karena itu,ย Imam Muhammadย  At Tamimi Rahimahullahย sebagai berikutย menjelaskan kaidah itu:

ุฃู† ูƒู„ ุดูŠุก ุณูƒุช ุนู†ู‡ ุงู„ุดุงุฑุน ูู‡ูˆ ุนููˆ ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุญุฑู…ู‡ ุฃูˆ ูŠูˆุฌุจู‡ ุฃูˆ ูŠุณุชุญุจู‡ ุฃูˆ ูŠูƒุฑู‡ู‡

โ€œSesungguhnya segala sesuatu yang didiamkan olehย Syariโ€™ย (pembuat Syariat) maka hal itu dimaafkan, dan tidak boleh bagi seorang pun untuk mengharamkan, atau mewajibkan, atau menyunnahkan, atau memakruhkan.โ€ย (Imam Muhammad At Tamimi, ย Arbaโ€™u Qawaid Taduru al Ahkam โ€˜Alaiha, Hal. 3. Maktabah Al Misykah)

Imam Ibnul Qayyimย Rahimahullahย mengatakan:

ูˆู‡ูˆ ุณุจุญุงู†ู‡ ู„ูˆ ุณูƒุช ุนู† ุฅุจุงุญุฉ ุฐู„ูƒ ูˆุชุญุฑูŠู…ู‡ ู„ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ุนููˆุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุญูƒู… ุจุชุญุฑูŠู…ู‡ ูˆุฅุจุทุงู„ู‡ ูุฅู† ุงู„ุญู„ุงู„ ู…ุง ุฃุญู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุญุฑุงู… ู…ุง ุญุฑู…ู‡ ูˆู…ุง ุณูƒุช ุนู†ู‡ ูู‡ูˆ ุนููˆ ููƒู„ ุดุฑุท ูˆุนู‚ุฏ ูˆู…ุนุงู…ู„ุฉ ุณูƒุช ุนู†ู‡ุง ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ู‚ูˆู„ ุจุชุญุฑูŠู…ู‡ุง ูุฅู†ู‡ ุณูƒุช ุนู†ู‡ุง ุฑุญู…ุฉ ู…ู†ู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ู†ุณูŠุงู† ูˆุฅู‡ู…ุงู„

Dia โ€“Subhanahu wa Taโ€™ala- seandainya mendiamkan tentang kebolehan dan keharaman sesuatu, tetapi memaafkan hal itu, maka tidak boleh menghukuminya dengan haram dan membatalkannya, karena halal adalah apa-apa yang Allah halalkan, dan haram adalah apa-apa yang Allah haramkan, dan apa-apa yang Dia diamkan maka itu dimaafkan. Jadi, semua syarat, perjanjian, dan muamalah yang didiamkan oleh syariat, maka tidak boleh mengatakannya haram, karena mendiamkan hal itu merupakan kasih sayang dariNya, bukan karena lupa dan membiarkannya.ย (Iโ€™lamul Muwaqiโ€™in, 1/344-345)

๐Ÿ“˜ Pandangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah

Tertulis dalam Majmuโ€™ Al Fatawa-nya:

ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ: ุนูŽู†ู’ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฅุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูู†ูุจู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุตู‘ูŽ ุธููู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุงุฑูุจูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุดูŽุทูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ู‡ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽุŸ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฅู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅุฐูŽุง ู‚ูŽุตู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ูุจู ุดูŽุนู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุธููู’ุฑูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนููˆุฏู ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุงุคูู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูุณู’ุทูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉู ุจูุญูŽุณูŽุจู ู…ูŽุง ู†ูŽู‚ูŽุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒ
ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽุนู’ุฑูŽุฉู ู‚ูุณู’ุทูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉู: ููŽู‡ูŽู„ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู…ู’ ู„ูŽุงุŸ
ููŽุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ
ู‚ูŽุฏู’ ุซูŽุจูŽุชูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุซู ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุซู ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง {: ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฌูู†ูุจูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุฌูุณู} . ูˆูŽูููŠ ุตูŽุญููŠุญู ุงู„ู’ุญูŽุงูƒูู…ู: {ุญูŽูŠู‘ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽูŠู‘ูุชู‹ุง} . ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ููŠูŽุฉู ุฅุฒูŽุงู„ูŽุฉู ุดูŽุนู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูู†ูุจู ูˆูŽุธููู’ุฑูู‡ู ุฏูŽู„ููŠู„ู‹ุง ุดูŽุฑู’ุนููŠู‘ู‹ุง ุจูŽู„ู’ ู‚ูŽุฏู’ {ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ: ุฃูŽู„ู’ู‚ู ุนูŽู†ู’ูƒ ุดูŽุนู’ุฑูŽ ุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ูˆูŽุงุฎู’ุชูŽุชูู†ู’} ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู’ู‡ู ุจูุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู ุงู„ูุงุฎู’ุชูุชูŽุงู†ู. ูˆูŽุฅูุฒูŽุงู„ูŽุฉู ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑู ุนูŽู†ู’ ุงู„ูุงุบู’ุชูุณูŽุงู„ู ููŽุฅูุทู’ู„ูŽุงู‚ู ูƒูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุถููŠ ุฌูŽูˆูŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูุคู’ู…ูŽุฑู ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุถู ุจูุงู„ูุงู…ู’ุชูุดูŽุงุทู ูููŠ ุบูุณู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ูุงู…ู’ุชูุดูŽุงุทูŽ ูŠูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ุจูุจูŽุนู’ุถู ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑู. ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

Ditanyakan:
Tentang seorang laki-laki yang junub dia memotong kukunya, atau kumisnya, atau menyisir kepalanya apakah dia terkena suatu hukum? Sebagian orang telah mengisyaratkan halย  ย demikian dan mengatakan: โ€œJika seorang junub memotong rambut atau kukunya maka pada hari akhirat nanti bagian-bagian yang dipotong itu akan kembali kepadanya dan akan menuntutnya untuk dimandikan, apakah memang demikian?โ€

Jawaban
—————-
Telah shahih dari Nabiย ๏ทบย yang diriwayatkan dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhuma, ย yaitu ketika ditanyakan kepadanya tentang status orang junub, maka Beliauย ๏ทบย bersabda: โ€œSeorang muโ€™min itu tidak najis.โ€ Dalam riwayat yang Shahih dari Al Hakim: โ€œBaik keadaan hidup dan matinyaโ€

Saya tidak dapatkan dalil syarโ€™i yang memakruhkan memotong rambut dan kuku bagi orang yang junub.ย ย Justru Nabiย ๏ทบย ย memerintahkanย orang yang masuk islam, โ€œHilangkan darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.โ€ Beliau juga memerintahkan orang yang masuk Islam untuk mandi.ย Dan beliau tidak memerintahkan agar potong rambut dan khitannya dilakukan setelah mandi. Tidak adanya perintah, menunjukkan bolehnya potong kuku dan berkhitan sebelum mandi. Begitu pula diperintahkannya (oleh Nabi) kepada ย wanita haid untuk menyisir rambutnya padahal menyisir rambut akan merontokan sebagian rambutnya. Wallahu Aโ€™lam.โ€ย (Majmuโ€™ Al Fatawa, 21/121)

Wallahu a’lam.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jalan Dakwah

TAURITS DAKWAH (PEWARISAN DAKWAH)

Pemateri: Ustadzah DR. Hj. ย Aan Rohanan, Lc, MAg

Allah berfirman :

ูˆู…ุง ุงุฑุณู„ู†ุงูƒ ุงู„ุง ุฑุญู…ุฉ ู„ู„ุนุงู„ู…ูŠู† (ูขูก: ูกู ูง)

Artinya: “Kami tidak mengutus kamu kecuali untuk menjadikan (Islam) sebagai rahmat bagi seluruh alam” ( Qs 21: 107).

Untuk menjaga keberlangsungan dakwah hingga hari kiamat dan berhasil dalam menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, maka setiap orang tua harus bisa mewariskan dakwah kepada keturunannya.

Karena itu salah satu peran orang tua adalah mempersiapkan anak
menjadi generasi da’i agar dapat melanjutkan tugas dakwah sehingga dakwah ย menjadi eksis dan tak terkalahkan.

ูˆุฌุนู„ ูƒู„ู…ุฉ ุงู„ุฐูŠู† ูƒูุฑูˆุง ุงู„ุณูู„ู‰ ูˆูƒู„ู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ู‡ู‰ ุชู„ุนู„ูŠุง ูˆุงู„ู„ู‡ ุนุฒูŠุฒ ุญูƒูŠู…. (ูฉ : ูคู )

Artinya: ” Dan Dia menjadikan kalimat orang2 kafir menjadi rendah dan kalimat Allah menjadi tinggi” (9:40).

Pewarisan dakwah ย telah dicontohkan oleh nabi Ibrahim sehingga keturunannya 30 orang menjadi nabi.
Demikian juga Nabi Zakaria mewariskan dakwahnya kepada nabi Yahya. Keluarga Imran mewariskan dakwahnya kepada Maryam dan dari Maryam kepada nabi Isa.
Begitu juga para shahabat dan shahabiyaat mewariskan dakwahnya kepada keturunan mereka.

ย ๐Ÿ“š Urgensi Taurits Dakwah :

1โƒฃ. Menjaga keberlangsungan dakwah
2โƒฃ. Menjadikan anak sebagai permata hati dan pemimpin bagi orang2 yang bertakwa.
3โƒฃ. Membangun keluarga dakwah.
4โƒฃ. Membangun rumah sebagai basis dakwah di masyarakat!
5โƒฃ. Keagungan dakwah terjaga di dalam keluarga.
6โƒฃ. Keberkahan bagi semua keturunan.
7โƒฃ. ย Sedekah jariyah tiada akhir.

Rasulullah bersabda:

ย ุงุฐุง ู…ุงุช ุงู„ุงู†ุณุงู† ุงู†ู‚ุทุน ุนู…ู„ู‡ ุงู„ุง ู…ู† ุซู„ุงุซ ุตุฏู‚ุฉ ุฌุงุฑูŠุฉ ุงูˆ ุนู„ู… ูŠู†ุชูุน ุจู‡ ุงูˆ ูˆู„ุฏ ุตุงู„ุญ ูŠุฏุนูˆ ู„ู‡. (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Artinya: ” Apabila manusia meninggal maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yg shaleh yang mendoakannya, ” (HR. Muslim)

๐Ÿ“š *Perkembangan pewarisan dakwah di Indonesia ?*

1โƒฃ. Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

2โƒฃ. Sedikit yang mampu mewariskan dakwah.

ูˆุงู„ุณุงุจู‚ูˆู† ุงู„ุณุงุจู‚ูˆู† . ุงูˆู„ุฆูƒ ุงู„ู…ู‚ุฑุจูˆู†. ูู‰ ุฌู†ุงุช ุงู„ู†ุนูŠู…. ุซู„ุฉ ู…ู† ุงู„ุงูˆู„ูŠู† . ูˆู‚ู„ูŠู„ ู…ู† ุงู„ุงุฎุฑูŠู†. (ูฅูฆ,: ูกู  – ูกูข)

Artinya : ย ” Dan orang2 yang paling dulu beriman , merekalah yang lebih dahulu (masuk ke surga). Mereka itulah yang dekat (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan, segolongan besar bagi orang2 terdahulu dan segolongan ย kecil dari orang2 yang kemudian” (56 : 10 – 14 ).

3โƒฃ. Banyak yang mengutamakan pendidikan sekuler.

4โƒฃ. Taurits dakwah umumnya dari keluarga pesantren.

5โƒฃ. Munculnya harokah dakwah dan pentingnya taurits dakwah.

6โƒฃ. Mulai semarak
Pendidikan berbasis alquran ย mewarnai masyarakat.

Banyak keluarga muslim mulai sadar dan berupaya melakukan taurits dakwah.

Kiat melakukan Taurits Dakwah :

1โƒฃ. Visi yang benar, kokoh dan jelas.
2โƒฃ. Banyak berdoa dengan yakin, khusyuk, dan tawadhu’. Seperti doa berikut:

ุฑุจู†ุง ู‡ุจ ู„ู†ุง ู…ู† ุงุฒูˆุงุฌู†ุง ูˆุฐุฑูŠุงุชู†ุง ู‚ุฑุฉ ุงุนูŠู† ูˆุงุฌุนู„ู†ุง ู„ู„ู…ุชู‚ูŠู†ุฅ ุงู…ุงู…ุง ( ูขูฅ: ูงูค)

ุฑุจ ุงุฌุนู„ู†ู‰ ู…ู‚ูŠู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆู…ู† ุฐุฑูŠุชู‰ ( ูกูค: ูคู )

ุฑุจู†ุง ูˆุงุฌุนู„ู†ุง ู…ุณู„ู…ูŠู† ู„ูƒ ูˆู…ู† ุฐุฑูŠุชู†ุง ุงู…ุฉ ู…ุณู„ู…ุฉ ู„ูƒ ( ูข: ูกูขูจ)

3โƒฃ. Qudwah hasanah.
4โƒฃ. Memberikan pendidikan dengan konsep Islam . Sehingga dapat memberikan pemahaman dan pengamalan yang benar.
5โƒฃ. Menciptakan kondisi di rumah seperti suasana masjid, sekolah, majlis taklim dan pesantren.
6โƒฃ. Menumbuhkan semangat berprestasi dan taat.
7โƒฃ. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang berkarakter.
8โƒฃ. Dilibatkan dalam kegiatan dakwah kedua orang tua.
9โƒฃ. Bersahabat dengan keluarga dakwah.
๐Ÿ”Ÿ. Menjauhi hal2 yang mengganggu proses pendidikan Islami.

Wallahu ย a’lam bishshawaab


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Prinsip Jual Beli

Bab Larangan Orang Kota Menjual Kepada Orang Desa

Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits #1

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠู’ุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ)

Dari Ibnu Umar ra berkata, โ€˜bahwa Rasulullah SAW melarang orang kota menjual kepada orang desa.โ€™ (HR. Bukhari & Nasaโ€™i)

๐Ÿ“šHadits #2

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุจูุนู’ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ุฏูŽุนููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Jabir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€˜Janganlah orang kota menjual kepada orang desa. Biarkanlah manusia (melakukan usahanya masing-masing), Allah memberi rizki sebagian mereka dari sebagian yang lain.โ€™ (HR. Jamaโ€™ah, kecuali Imam Bukhari)

๐Ÿ“šHadits #3

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูู‡ููŠู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ู„ุฃูŽุจููŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูู…ูู‘ู‡ู (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)ุŒ ูˆูŽู„ุฃูŽุจููŠู’ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุณูŽุงุฆููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠู’ุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุจูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู

Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa sesungguhnya kami orang kota dilarang menjual kepada orang desa, sekalipun ia saudaranya, baik saudara dari bapaknya maupun dari ibunya. (Muttafaqun Alaih).

Dan dari riwayat Abu Daud dan Nasaโ€™i, โ€˜Bahwa Nabi SAW melarang orang kota menjual kepada orang desa, meskipun ia adalah ayahnya atau saudaranya.โ€™

๐Ÿ“šHadits #4

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุจูุนู’ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู„ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุจููŠุนู ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ู„ูŽู‡ู ุณูู…ู’ุณูŽุงุฑู‹ุง (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

Dari Ibnu Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€˜Janganlah kalian menghadang kafilah-kafilah dagang, dan janganlah orang kota menjual kepada orang desa.

Aku (Thawus) berkata kepada Ibnu Abbas, โ€˜Apakah arti sabda Nabi SAW jangalah orang kota menjual kepada orang desa?

Ibnu Abbas menjawab, โ€˜Jangalah ia menjadi perantara (makelar) baginya.โ€™ (Muttafaqun Alaih)

๐ŸŒทMakna Hadits Secara Umum

Secara umum, hadits ini menggambarkan tentang larangan bagi orang kota untuk menjual barang kepada orang desa.

Hal ini karena umumnya orang kota lebih maju, lebih lincah, lebih pintar dalam hal dagangan di bandingkan dengan orang desa.

Orang desa umumnya lebih kurang mengerti terkait transaksi, oleh karenanya tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan orang desa, dengan menjual barang-barang kepada mereka, sehingga dapat menimbulkan berbagai penipuan dan pengelabuan yang berakibat pada kerugian yang akan diderita oleh orang desa tersebut.

Perbuatan yang merugikan orang lain merupakan sifat yang buruk, dan oleh karenanya Nabi SAW melarangnya, karena merugikan dan menimbulkan mudharat.

๐ŸŒทMakna Orang Kota dan Orang Desa

๐Ÿ”บMakna (ุญุงุถุฑ) atau orang kota, adalah orang-orang yang secara tinggal di perkotaan, yang umumnya lebih mengerti dan memahami transaksi, harga barang-barang dan komoditi di pasaran.

Berasal dari kata (ุญุถุงุฑุฉ) yaitu peradaban.

๐Ÿ”บSedangkan (ุจุงุฏ) atau orang desa, adalah orang-orang yang tinggal di pedesaan, yang umumnya lebih terbelakang pengetahuannya tentang perdagangan, tidak terlalu memahami transaksi, harga barang-barang dan komoditi di pasaran.

Berasal dari kata (ุจุงุฏูŠุฉ) yang berarti kampung, udik. Menjadi akar kata dari orang baduy (ุจุฏูˆูŠ) yang umumnya sangat terbelakang tidak mengerti peradaban bahkan terkesan kurang akhlaknya.

๐ŸŒทMakna Larangan Orang Kota Menjual Kepada Orang Desa

Ulama berbeda pendapat berkenaan dengan makna larangan dalam hadits-hadits di atas :

๐Ÿ’ง Ibnu Abbas : bahwa yang dimaksud adalah menjadi simsar, atau perantara (makelar), bagi orang kota dalam menjual sesuatu kepada orang desa.

๐Ÿ’งImam Bukhari berpendapat menguatkan pendapat Ibnu Abbas, yaitu bahwa ย yang dimakud adalah orang-orang yang bertindak menguruskan jual beli untuk orang lain dengan upah.

๐Ÿ’ฆ Namun, apabila ia menjadi perantara dan tidak mengambil keuntungan dari situ, maka tidak termasuk dalam larangan di hadits di atas. Karena ia bertindak sebagai penasehat atau penolong.

๐Ÿ’ฆ Namun sebagian ulama lainnya memasukkan larangan ini kepada semua jenis makelar, baik yang mendapatkan upah maupun yang tidak mendapatkan upah.

๐Ÿ’งMenurut Syafiโ€™iyah dan Hanabilah : bahwa yang dimaksud adalah seperti seseorang datang ke suatu daerah dengan membawa barang dagangannya yang hendak di jual dengan harga pasar pada hari tersebut.

Lalu orang kota datang kepadanya dengan mengatakan, โ€˜berikan barangmu kepadaku, biar aku beli secara kredit dengan harga yang lebih tinggi.โ€™

๐Ÿ’งSebagaian ulama lainnya ada yang membatasi maknanya pada larangan menjadi makelar khusus untuk orang desa saja. Sedangkan menjadi makelar untuk orang kota, maka tidak termasuk dalam larangan tersebut. Kecuali jika orang kotanya juga tidak mengetahui transaksi dan harga pasaran sebagaimana orang desa, maka masih termasuk yang dilarang.

๐Ÿ’ฆKesimpulan dari pendapat ulama tentang larangan orang kota menjual kepada orang desa adalah bahwa orang kota yang mengerti transaksi jual beli, mengerti barang dan komoditi, dan mengerti segala hal terkait dengan pasar dan harga pasar, lantas memanfaatkan ketidaktahuan orang-orang desa atau orang-orang kampung dengan menjual barang-barang kepada mereka.

Karena hal ini dapat merugikan pihak orang-orang desa yang tidak terlalu mengerti tentang harga barang komoditi.

Akibatnya, orang desa bisa dirugikan dari beberapa sisi, diantaranya :
๐Ÿ”น Membeli barang-barang yang sesungguhnya sudah tidak update lagi, atau sudah ketinggalan .
๐Ÿ”น Membeli barang-barang dengan harga jauh di atas harga rata-rata, dsb.

๐ŸŒทLarangan Mencegat Kafilah Dagang

Termasuk yang dilarang dalam hadits-hadits di atas adalah larangan mencegat kafilah dagang di tengah jalan, yang bermaksud menjual barang dagangannya ke pasar dengan harga yang berlaku umum di pasaran.

Dalam hadits di atas disebutkan :

ู„ุงูŽ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุงู†ูŽ

โ€˜Janganlah kalian menghadang kafilah-kafilah (dagang)โ€™ (HR. Jamaah)

Karena umumnya kafilah tersebut belum mengetahui berapa harga barangnya di pasaran, sehingga ketidaktahuan mereka dimanfaatkan dengan dicegat di tengah jalan, lantas diberikan informasi palsu bahwa harga pasar adalah sekian dan sekian, supaya mereka bisa melepaskan barangnya dengan harga di bawah harga pasar yang sebenarnya.

Contohnya adalah seperti para petani dari desa yang akan menjual barang dagangannya ke pasar di kota. Namun dicegat oleh para pengusaha atau tengkulak dan barang mereka dengan harga murah dengan memanfaatkan ketidaktahuan para pedagang tersebut.

Bentuk-bentuk lainnya adalah sebagai berikut :

๐Ÿ”น Memborong atau memonopoli barang yang dibawa oleh kafilah dagang.
๐Ÿ”นMengurangi keuntungan kafilah dagang.
๐Ÿ”นMenimbun dan memacetkan arus barang, sehingga tidak sega tiba di tangan konsumen yang membutuhkannya, dan berakibat pada tingginya harga barang dang menguntungkan pihak ketiga.
๐Ÿ”นMenipu harga kepada kafilah dagang, dengan memberitahu harga yang tidak benar.

Jika dianalisa, maka masuk dalam larangan tersebut adalah para tengkulak yang umumnya membeli barang dari petani sehingga petani menjadi merugi, karena menjualnya jauh di bawah harga pasaran.

Tengkulak umumnya sangat mengetahui fruktuasi harga pasar, dan ia memiliki alat transportasi yang memadai, dan umumnya memiliki akses besar ke para petani dan ke para pedangang di pasar. Nah, ketika ia memotong jalur para petani dengan membeli langsung dari para petani dengan harga yang tidak wajar, maka hukumnya haram.

Terlebih-lebih apabila disertai dengan monopoli, sehingga petani tidak bisa berbuat apa-apa atau tidak punya pilihan lain selain menjual dengan harga murah kepada para tengkulak tersebut. Maka hukumnya haram; karena monopoli dan juga karena terdapat unsur pendzaliman (aniaya) kepada para penjualnya.

Apabila terjadi pencegatan kafilah dagang, maka hukumnya adalah sebagaimana dalam hadits berikut :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุจู ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽุงู‡ู ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŒ ููŽุงุจู’ุชูŽุงุนูŽู‡ู ููŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุณู‘ูู„ู’ุนูŽุฉู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ุงู„ุณู‘ููˆู‚ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

๐Ÿ’งDari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW melarang penghadangan barang yang dibawa (dari luar kota).
Apabila seseorang menghadang lalu membelinya, maka pemilik barang ada hak khiyar padanya, apabila datang ke pasar.โ€™ (HR. Turmudzi)

Jadi, apabila si pedagang sampai di pasar dan mengetahui harga pasar, lantas ia menginginkan pembatalan jual beli sebelumnya, maka si pembeli harus mengembalikannya kepada pedagang.

๐ŸŒทHikmah di Balik Larangan

Islam sangat melindungi kepentingan para pemeluknya; khususnya yang berposisi lebih lemah dan lebih rentan untuk menjadi objek penipuan dan kedzaliman dalam sisi harta.

Dalam hal ini dicontohkan adalah posisi orang desa yang jauh dari peradaban, yang umumnya tidak banyak mengetahui komoditi harga, dsb.

๐Ÿ’ฆMaka tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan mereka, dengan menjual barang-barang atau komoditi tertentu kepada mereka yang nantinya dapat merugikan mereka; baik merugikan dari sisi kemanfaatan barang tersebut maupun dari sisi harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

Masuk dalam larangan di atas adalah menjadi makelar atau perantara, yang bisa merugikan pihak yang lemah. Dan dalam contoh kasus dari hadits di atas adalah menjadi makelar bagi orang desa yang ketidaktahuannya dapat dimanfaatkan menjadi celah bagi makelar untuk mendapatkan keuntungan berlimpah.

Masuk juga dalam larangan ini, menjadi makelar untuk pihak manapun yang tidak memiliki pengetahuan yang baik terkait objek barang yang ditransaksikan, termasuk kepada orang kota.

๐Ÿ’ฆAdapun apabila terhadap orang yang mengetahui harga, komoditi, pasar, dsb, maka diperbolehkan. Termasuk kepada orang desa, namun ia faham tentang harga pasar dan komoditi, maka boleh menjual atau menjadi makelar bagi mereka.

๐Ÿ’ฆSecara umum, menjadi perantara atau makelar dalam jual beli maupun dalam transaksi lainnya dimana tidak ada unsur tipuan, paksaan, pengelabuan, bersifat memberikan informasi yang benar dan jujur, namun pada akhirnya calon pembeli lah yang menentukan apakah jadi membeli atau tidak, maka hal tersebut adalah diperbolehkan.

๐Ÿ’ฆMasuk dalam kategori yang diperbolehkan adalah profesi agen, marketing, tenaga pemasaran, dsb. Namun dengan syarat sebgaiamana di atas; tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan client nya.

๐Ÿ’ฆSyarat lainnya adalah bahwa objek yang ditawarkannya bukanlah merupakan objek yang diharamkan secara syariah. Namun apabila yang ditawarkannya adalah sesuatu yang haram, maka hukumnya adalah haram.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู‰ ูˆุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Al Quran dan Hadits

Sesuatu Yang Boleh & Tidak Boleh Diperjualbelikan

Oleh: Ust. Rikza Maulan, Lc., M.Ag.

Taujih Nabawi

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ๏ดฟุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุจูŽูŠู’ุนูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงู…ู ููŽู‚ููŠู„ูŽ : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุดูุญููˆู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุทู’ู„ูŽู‰ ุจูู‡ูŽุง ุงู„ุณู‘ูููู†ู ูˆูŽูŠูุฏู’ู‡ูŽู†ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฌูู„ููˆุฏู ูˆูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุตู’ุจูุญู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ู‡ููˆูŽ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ : ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุดูุญููˆู…ูŽู‡ูŽุง ุฌูŽู…ูŽู„ููˆู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุนููˆู‡ู ููŽุฃูŽูƒูŽู„ููˆุง ุซูŽู…ูŽู†ูŽู‡ู๏ดพ (ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู)

Jabir bin ‘Abdullah ra, bahwasanya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda โ€œSesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharam kan khamar, bangkai, babi dan patung-patungโ€.

Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan lemak dari bangkai (sapi dan kambing) karena bisa dimanfaatkan untuk memoles sarung pedang atau meminyaki kulit-kulit dan sebagai bahan minyak untuk penerangan bagi manusia?

Beliau bersabda: โ€œTidak, dia tetap haramโ€. Kemudian saat itu juga Rasulullah SAW bersabda: Semoga Allah melaknat Yahudi, karena ketika Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu memperjual belikannya dan memakan uang jual belinya.โ€ (HR. Jamaah)

Takhrij Hadits

Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Baiโ€™ul Maitah wal Ashnam, hadits no 2082.

Hadits diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Musaqah, Bab Tahrim baiโ€™ al-khamr wal maitah wal khinzir wal ashnam, hadits no 2960.

Hadits diriwayatkan juga oleh Imam Abu Daud dalam Sunannya, Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Fi Tsamanil Khamri Wal Maitah, hadits no 3025.

Hadits diriwayatkan juga oleh Imam Turmudzi dalam Sunan/ Jamiโ€™nya, Kitab Al-Buyuโ€™ an Rasulillah SAW, Bab Ma Jaโ€™a fi Baiโ€™ Juludil Maitah wal ashnam, hadits no 1218.

Hadits diriwayatkan juga oleh Imam Nasaโ€™i dalam Sunannya, Kitab Al-Farโ€™ wal Athirah, Bab An-Nahyu Al-Intifaโ€™ bi Syuhumil Maitah, Hadits no 4183 dan dalam Kitab Al-Buyuโ€™, Bab Baiโ€™ al-Khinzir, Hadits no 4590.

Hadits diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah, dalam Sunannya, Kitab At-Tijarat, Bab Ma La Yahillu Baiโ€™uhu, Hadits No 2158.

Hadits diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, hadits no. 13971

Makna Umum

Secara umum hadits menggambarkan tentang hukum jual beli, terkait dengan objek jual beli yang diharamkan sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW.

Adapun objek-objek yang diharamkan untuk diperjual belikan sebagaimana yang terdapat dalam hadits di atas adalah :

Khamr; segala minuman yang memabukan dan yang mengandung unsur khamer.

Bangkai; segala hewan yang mati yang tidak disembelih dengan menyebut nama Allah SWT.

Babi; mencakup segala hal yang bersumber dari babi

Berhala; dan segala hal yang digunakan untuk kemusyrikan.

Kemudian selain hal tersebut, Nabi SAW juga melarang jual beli lemak bangkai (minyak yang berasal dari bangkai.

Kendatipun bisa dimanfaatkan untuk melumasi dan campuran cat, namun apabila bersumber dari yang haram maka hukumnya adalah haram untuk diperjual bel

Imam Syaukani mengemuka kan :
Hadits ini merupakan dalil haramnya jual beli lemak yang najis, yaitu lemak atau minyak yang bersumber dari bangkai yang tidak disembelih dengan nama Allah SWT, atau dari hewan yang mati (bangkai).

Haramnya hal tersebut, dikuatkan dengan hadits dari Ibnu Abbas ra :

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ๏ดฟู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ุญูุฑู‘ูู…ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุงู„ุดู‘ูุญููˆู…ู ููŽุจูŽุงุนููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ููˆุง ุฃูŽุซู’ู…ูŽุงู†ูŽู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅุฐูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุซูŽู…ูŽู†ูŽู‡ู๏ดพ (ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏ)

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, โ€œSemoga Allah melaknati orang-orang Yahudi (diucapkan sebanyak tiga kali), (karena) Allah mengharamkan atas mereka lemak-lemak itu, tetapi mereka (tetap) menjualnya dan memakan hasil penjualannya.

Sesungguhnya apabila Allah mengharamkan sesuatu pada suatu kaum, maka Allah mengharamkan pula harga sesuatu itu.” (Shahih) Ahadits Al Buyu’.

Syarah Hadits

Haramnya Jual Beli Bangkai

Imam Syaukani mengemuka kan :
Sabda Nabi SAW ( ูˆุงู„ู…ูŠุชุฉ ) โ€˜bangkaiโ€™. Yang dimaksud bangkai adalah segala hewan yang telah hilang nyawanya tanpa melalui proses penyembelihan yang sesuai syariat.

Dikemukakan oleh Ibnu Mundzir bahwa sudah menjadi ijmaโ€™ ulama tentang haramnya jual beli bangkai dan bahkan jual beli bagian tubuh binatang yang telah menjadi bangkai.

Namun dikecualikan dari jual beli bankai ini adalah, segala jenis hewan yang halal dimakan tanpa melalui proses penyembelihan, seperti ikan, cumi-cumi, belalang, dan yang sejenisnya.

Haramnya Jual Beli Babi

Imam Syaukani mengemuka kan :
Sabda Nabi SAW ( ูˆุงู„ุฎู†ุฒูŠุฑ ) dan babi; adalah dalil jual beli babi dan seluruh bagian dari babi.

Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan bahwa sudah menjadi ijmaโ€™ ulama akan haramnya jual beli babi beserta semua unsur babi.

Adapun illat (alasan) haramnya jual beli babi dan bangkai adalah karena faktor an-najasah (termasuk barang najis), maka hukumnya mencakup haramnya jual beli segala hal yang mengandung unsur najis.

Haramnya Jual Beli Patung

Imam Syaukani mengemuka kan :
Sabda Nabi SAW ( ูˆุงู„ุฃุตู†ุงู… ) adalah jamaโ€™ dari shanam (patung/ berhala).

Dalam ini terdapat perbedaan antara ( ุงู„ูˆุซู† ) dengan ( ุงู„ุตู†ู… ).
Al-Watsn adalah yang berbentuk atau memiliki tubuh, sedangkan shanam adalah yang berbentuk gambar.

Illat dalam haramnya jual beli patung adalah karena tidak ada manfaat yang mubah yang dapat diambil dari patung.

Namun sebagian ulama mengemukakan, bahwa apabila ada manfaatnya setelah dihancurkan/ pecah maka boleh diperjual belikan, karena sudah tidak lagi berwujud patung.

Haramnya Jual Beli Lemak Bangkai

Imam Syaukani mengemuka kan :
Riwayat ( ุฃุฑุฃูŠุช ุดุญูˆู… ุงู„ู…ูŠุชุฉ )

โ€˜Bagaimana pendapatmu tentang lemak bangkai?โ€™. Yaitu maksudnya, โ€˜apakah karena terdapat banyak manfaat pada lemak bangkai, menjadikannya boleh diperjualbelikan?

Kemudian pertanyaan sahabat ( ูˆูŠุณุชุตุจุญ ุจู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ ) โ€˜sebagai bahan minyak untuk penerangan manusia?โ€™

Menunjukkan bahwa lemak bangkai tersebut memiliki banyak manfaat, untuk melumasi sarung pedang, melumasi kulit-kulit, dan bahkan untuk bahan untuk menyalakan lantera sebagai penerang bagi manusia di kegelapan.

Kemudian Nabi SAW bersabda, โ€˜Tidak, itu haram ( ู„ุงุŒ ู‡ูˆ ุญุฑุงู… ).

Kebanyakan ulama mengatakan bahwa dhamir ( ู‡ูˆ ) kembali kepada ( ุงู„ุจูŠุน ). Maksudnya adalah bahwa jual beli lemak bangkai adalah haram.

Artinya, kendatipun demikian banyaknya manfaat yang dihasilkan dari lemak bangkai tersebut, namun karena ia berasal dari sesuatu yang haram, maka hukumnya tetap haram.

Haramnya Hilah

Dalam hadits di atas juga disabdakan oleh Nabi SAW, bahwa Allah SWT melaknat orang-orang Yahudi, lantaran ketika mereka diharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu memperjualbelikannya dan memakan uang jual belinya.โ€™

Iman Syaukani mengemuka kan bahwa hadits ini merupakan dalil haramnya hilah dan segala hal yang mengarah pada yang haram.

Maka segala hal yang Allah haramkan terhadap hamba-hamba-Nya, maka memperjualbelikannya juga haram.

Allah SWT bahkan melaknat orang Yahudi, lantaran hilah yang mereka lakukan; yaitu ketika Allah SWT mengharamkan lemak bangkai, mereka merubah wujudnya menjadi cair (minyak). Kemudian mereka menjualnya, lalu memakan keuntungan dari jual beli tersebut.

Secara bahasa, hilah adalah bentuk jamaโ€™ dari hiyal yang berarti sebuah upaya untuk mengelak dari ketentuan syariat (hukum agama) yangsecara teknik tidak dipandang sebagai melanggar hukum.

Sedangkan secara istilah, hilah adalah melakukan suatu amalan yang dzahirnya boleh untuk membatalkan hukum syarโ€™i serta memalingkan kepada hukum yang lainnya.

Ibnu Qayim Al-Jauziyah mengatakan bahwa hilah adalah mencari jalan dengan cara yang licik untuk menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya tujuannya adalah melakukan sesuatu yang diharamkan.

Hilah dalam rangka untuk menghalalkan segala apa yang diharamkan Allah SWT adalah tidak diperbolehkan, sebagaimana digambarkan oleh Nabi SAW dalam hadits di atas perihal dilaknatnya orang-orang Yahudi karena melakukan hilah, untuk menghalalkan lemak bangkai dengan cara, mengubah wujudnya dari lemak menjadi minyak.

Objek Lainnya Yang Haram Diperjual Belikan

1. Jual beli anjing.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi SAW

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ุนูู‚ู’ุจูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ู‚ูŽุงู„ูŽ : { ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุซูŽู…ูŽู†ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ูˆูŽู…ูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุจูŽุบููŠู‘ู ูˆูŽุญูู„ู’ูˆูŽุงู†ู ุงู„ู’ูƒูŽุงู‡ูู†ู } .ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู

Dari Abu Mas’ud ra, ia berkata; Nabi SAW melarang untuk memakan hasil keuntungan dari anjing, upah pelacur dan komisi dukun.

Menurut Jumhur Ulama; hukum jual beli anjing adalah haram; baik anjing yang terlatih (seperti untuk buruan), maupun anjing biasa yang tidak terlatih.

Namun menurut Imam Abu Hanifah, boleh memperjual belikannya. Demikian juga Imam Athaโ€™ mengatakan boleh memperjualbelikan nya, apabila merupakan anjing untuk berburu yang terlatih.
Karena dalam riwayat disebutkan :

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุซูŽู…ูŽู†ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ุฅู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽู„ู’ุจูŽ ุตูŽูŠู’ุฏู

Dari Jabir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW melarang harga jual beli anjing kecuali anjing buruan.โ€™ (HR. Nasaโ€™i dan Ahmad bin Hambal)

Menguatkan haramnya jual beli anjing adalah riwayat sebagai berikut :

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ { : ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุซูŽู…ูŽู†ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ูŠูŽุทู’ู„ูุจู ุซูŽู…ูŽู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ููŽุงู…ู’ู„ูŽุฃู’ ูƒูŽูู‘ูŽู‡ู ุชูุฑูŽุงุจู‹ุง} ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏ

Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata: Rasulullah melarang kita dari harga anjing dan jika ada seseorang yang meminta harga anjing maka penuhilah telapak tangannya dengan debu. (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud)

2. Upah Pelacur & Komisi perdukunan.

Hadits di atas menyebutkan haramnya hasil upah pelacur dan komisi dari perdukunan.
Jumhur ulama juga sepakat haramnya upah pelacur dan komisi perdukunan. Karena kedua jenis usaha tersebut merupakan usaha yang haram, sehinga segala yang haram untuk dimakan, dilakukan dan diusahakan, maka haram pula hasil keuntungan dari usaha tersebut.

3. Jual beli darah.

Darah termasuk ke dalam objek yang haram untuk dimakan dan dimanfaatkan. Oleh karenanya, mentransaksikannya dalam jual beli juga menjadi haram. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW :

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฌูุญูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ุฅู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุซูŽู…ูŽู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽู…ู ูˆูŽุซูŽู…ูŽู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ูˆูŽูƒูŽุณู’ุจูŽ ุงู„ู’ุจูŽุบููŠู‘ู ูˆูŽู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงุดูู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽูˆู’ุดูู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุขูƒูู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ูˆูŽู…ููˆูƒูู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุตูŽูˆู‘ูุฑููŠู†ูŽ } .ู…ูุชู‘ูŽููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

Abu Juhaifah berkata bahwa โ€œRasulullah SAW telah melarang harga (uang hasil jual beli) darah, anjing, upah pelacuran budak wanita dan melarang orang yang membuat tato dan yang minta ditato dan pemakan riba’ dan yang meminjamkan riba, serta melaknat pembuat patung. (Muttafaqun Alaih)

4. Upah jasa pembuatan tato.

Karena tato merupakan sesuatu yang dilarang dalam syariah, bahkan Nabi SAW melaknat pembuat tato dan yang minta dibuatkannya. Oleh karena itulah, upah jasa pembuatan tato juga menjadi haram, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

5. Riba.

Riba diharamkan dalam syariah Islam, bahkan pengharamannya demikian โ€œkerasnyaโ€ disebutkan dalam Al-Qurโ€™an. Oleh karenanya, setiap transaksi yang di dalamnya terdapat unsur riba, menjadi haram hukumnya.

Dan keharamannya berlaku bagi yang membayar maupun yang menerimanya, atau bagi debitur maupun krediturnya.

6. Jasa pembuatan patung.

Karena patung merupakan sesuatu yang haram untuk dimanfaatkan, maka bukan hanya jual belinya; namun upah dari jasa pembuatan patungnya juga menjadi haram, karena substansi patungnya haram.

7. Jual beli kucing.

Dalam hadits disebutkan :

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู { ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุซูŽู…ูŽู†ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽูˆู’ุฑู } .ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูˆูŽู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏ

Dari Jabir bin Abdullah bahwasanya Rasulullah SAW melarang harga anjing dan kucing (bagi umat Islam).โ€

Hadits ini menggambarkan tentang larangan jual beli kucing, sehinga memperjual belikannya menjadi haram, (menurut Abu Hurairah, Imam Mujahid dan Jabir bin Zaid. Mereka melihat dari dzahir riwayat di atas.

Namun menurut Imam Syaukani, kebanyakan ulama memperbolehkan jual beli kucing. Alasannya adalah bahwa riwayat yang melarang jual beli kucing adalah dhaif.

Lagi pula jenis pelarangan nya bukan tahrimi (pengharaman), namun lebih bersifat tanzihi (pemakruhan yang sebaiknya dihindari).

Kesimpulan Haramnya Jual Beli Objek Yang Haram

1. Barang yang Haram Dimakan

Segala jenis barang yang haram dimakan, maka haram ditransaksikan, seperti jual beli daging babi, daging anjing, kue yang mengandung rum, makanan mengandung arak, dsb

2. Barang Yang Haram Diminum

Segala jenis barang yang haram untuk diminum, maka haram pula ditransaksikan, seperti segala jenis khamr (minuman keras)

3. Barang yang haram dimanfaaatkan

Segala jenis barang yang haram dimanfaatkan secara syariah maka haram diperjualbelikan, seperti jual beli berhala, alat maksiat, konten porno, konten ramalan, dsb

4. Barang yang haram karena proses mendapatkannya

Segala jenis barang yang bersumber dari proses yang haram, maka haram diperjualbelikan. Misalnya seperti barang hasil curian, hasil usaha perampokan, dsb.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู‰ ูˆุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berjihadlah

Kekalahan yang Berawal Dari Perselisihan Internal (Dari Seorang Buronan hingga Menjadi Admiral) bag-2

Pemateri : Ust. AGUNG WASPODO, SE, MPP

Bagian -1 dapat dibaca dari tautan berikut

Kekalahan yang Berawal Dari Perselisihan Internal (Dari Seorang Buronan hingga Menjadi Admiral) bag-1

Prestasi Sebagai Admiral Turki Utsmani

Selman Reis mendapatkan kesempatan bebas atas permohonan ฤฐbrahim Pasha di Mesir pada tahun 1524 yang sangat menghargai pengalamannya. Ia melaporkan situasi di Samudera Hindia dan mengajukan proposal untuk menguasai Ethiopia, Yaman, pantai Swahili, serta mengusir Portugis dari Hormuz, Goa, dan Malaka. Pada tahun 1525 armada Portugis menyerbu pelabuhan di sepanjang pesisir Laut Merah dan berlayar hingga mendekati pangkalan angkatan laut Turki Utsmani di Suez, Mesir.

Pada tahun 1525 Selman Reis dipercayai sebagai admiral untuk memimpin 18 kapal perang Turki Utsmani berkekuatan 299 meriam; sebagian besar kapal ini diambil dari bekas armada Mamluk yang teronggok di Jeddah dan diperbaiki di Suez. Selman Reis berangkat bersama Hayreddin ar-Rumi yang membawa 4.000 pasukan infanteri dengan misi menaklukkan pedalaman Yaman. Armada ini meninggalkan Suez pada tahun 1526 dan setelah merapat di Jeddah baru sampai ke pelabuhan Mocha pada bulan Januari 1527. Keduanya memimpin balatentara Turki Utsmani bergerak ke pedalaman Yaman dan meredam pemberontakan serta mengeksekusi Mustafa Beg sang pemimpin. Balatentara ini tidak cukup kuat untuk merebut kota pelabuhan Aden; namun amirnya mengakui ketundukannya kepada gubernur Turki Utsmani di Mesir.

Catatan penting di sini adalah, hampir tidak pernah wilayah Yaman memberikan ketenteraman bagi administrasi Turki Utsmani di region Samudera Hindia ini. Pemberontakan serta insiden sering mewarnai pergolakan di Yaman pedalaman dan waktu terjadinya pun sering bertepatan dengan momen besar lainnya. Sumber daya yang dibutuhkan untuk memadamkan permasalahan di Yaman seringkali diambil dari alokasi untuk kemajuan wilayah perbatasan lainnya yang terpaksa mengalah.

Armada ini membangun pangkalan angkatan laut di Kamaran, dekat benteng yang pernah dibangunnya pada masa kedinasan di angkatan laut Mamluk. Keberadaan pangkalan ini memberikan kekuatan bagi Turki Utsmani untuk mengawal wilayah akses masuk ke Laut Merah. Untuk pertama kalinya tercatat dalam sejarah bahwa pada rahun 1527 armada Portugis tidak dapat masuk menyerbu ke Laut Merah.

Kesudahan

Setelah keberhasilan terbatas Selman Reis dan Hayreddin ar-Rumi di wilayah Yaman ini mulailah berdatangan permintaan perlindungan dari kesultanan di hampir seluruh pelosok Samudera Hindia atas agresi Portugis yang selama ini tidak terbendung. Bahkan pada tahun 1527 itu datang juga permohonan aliansi dari Wazir Hormuz dan Zamorin Calicut.

Pada tahun 1528 tercatat bahwa banyak pelaut dan pasukan berkebangsaan Turki yang bekerja untuk mengawaki pelayaran berbagai kesultanan di Samudera Hindia; bahkan sampai ke ujung Sumatera. Namun masa-masa gemilang hampir selalu berakhir dengan perpecahan sebagaimana kerjasama yang apik antara Selman dan Hyreddin pun kandas akibat persaingan antar keduanya. Dengan musibah ini maka posisi terjepit yang dialami Portugis berangsur melonggar; bahkan bantuan dari Portugal kembali mengalir untuk menguatkan posisi Estado da รndia.

Pada ujung masanya, Selman Reis terus aktif membantu perlawanan berbagai kesultanan Muslim untuk menghadapi serangan gabungan antara Portugis dan kerajaan-kerajaan Hindu yang menjadi sekutu barunya. Selman Reis juga berhasil menguatkan posisi Diu dengan menempatkan Hoca Sefer sebagai penerusnya.

Agung Waspodo, kembali mencatat bahwa kekalahan kaum Muslimin selalu karena kelemahan diantara pemimpinnya, pelajaran yang terus berulang walau telah berlalu 499 tahun.

Depok, Rabu 23 September 2015, menjelang maghrib.. 6 hari telat dari tanggal bersejarahnya, masih berjuang mengejar catatan-catatan sejarah militer yang begitu banyak tercecer dari kemampuan kelola saya.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Ciri Penghuni Surga

Tanyakan, Pahami, Maafkan, dan Doakan

Pemateri : Ust. AGUNG WASPODO, SE, MPP

Sekitar bulan Oktober 630 M pasukan yg berangkat dari Madinah sudah tiba dan menetap beberapa waktu di Tabuk.

Rasลซl SAW menerima kedatangan Abu Khaytsamah RA yg menyusul meninggalkan kedua isterinya, kebun yang siap dipanen, bejana-bejana yang dipenuhi air dingin, tenda-tenda yangsejuk, serta makanan yang cukup.

Pertanyaan Rasลซl SAW kepadanya adalah “awlฤ laka yฤ Abฤ Khaytsamah?” / “Mengapa engkau tidak berangkat lebih awal, wahai Abฤ Khaytsamah?”

Abu Khaytsamah (ra) menjelaskan semua duduk perkaranya dengan menahan rasa malu dan khawatir. Namun, apa yg beliau temukan dari reaksi Rasลซl SAW sungguh mencengangkan, dicatat dalam Sฤซrah Nabawiyyah Ibn Hisyฤm hal.402 vol.4 bahwa “faqฤla lahu Rasลซlullฤh SAW khairan wa da’ฤ lahu bi khairin” / Rasลซl SAW berkata kepadanya dgn baik dan mendoakannya dengan kebaikan..

Betapa terkadang terlalu mudah utk menghukum dan terlalu sulit utk memaafkan dan mendoakan.

Izin rekan-rekan untuk mengangkat ulang tulisan pendek ini.. karena ternyata baru saya disadarkan Allah Ta’ala bahwa Abu Khaytsamah (ra) yang diterima alasannya oleh Nabi (saw) ketika beliau telat menyusul rombongan kaum Muslimin yg berangkat ke Tabuk itu adalah..

Abu Khaytsamah (ra) yang juga dipercayai Rasul (saw) menjadi penunjuk jalan bagi kaum Muslimin dari Utum Syaikhayn menuju Uhud. Berkat kepengetahuannya atas medan sebelah utara Madinah itulah kemudian pasukan lawan menjadi kehilangan momentum.

Abu Khaytsamah (ra) membawa pasukan kaum Muslimin bermanuver di Wadi al-Qanat sehingga hilang dari pantauan Khalid ibn al-Walid (sebelum masuk Islam). Manuver ini menjadi salah satu sebab yang memungkinkan tenda komando Rasul (saw) di Uhud tidak pernah diketahui lawan.

Manuver ini juga yang membuat posisi kaum Muslimin yang tinggal 700an personil – setelah desersinya kaum munafiqin pimpinan Abdullah ibn Ubay – tetap memiliki posisi strategik di kaki Jabal Uhud menghadapi 3000 kaum musyrikin Makkah.

Bahan tambahan diambil dari kitab “Wafa’ul Wafa’ bi Akhbari Darul Mustafa” karya sejarawan as-Sumhudi.

Agung Waspodo,
Jakarta, 30 Nov 2015 (Tulisan awal
Depok, 18 Mei 2015)


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678