Pengobatan Alternatif


Assalamuallaikum wrwb ustadz/ah…Ibu ana lagi sakit,waktu di periksa dokter,kata dokternya asam urat tinggi jadi kaki ibu ana membengkak dan sakit diluruskan dan dibawa berjalan,namun keluarga tidak puas dengan perkembangan ibu ana setelah keluar dari rumah sakit,mereka mengobati ibu ana dengan obat kampung
Obat kampungnya seperti ke dukun,ana tidak melihat langsung kepada siapa ipar ana itu meminta obat,karena saat itu hanya dia yg mengurus,kami hanya menunggu obat dirumah.
Yg ingin ana tanyakan :

1. Obat-obatan nya dari daun asam yg di iris2 trus di kasih asam kampung sama air,saat ingin mengoleskan obat itu di bacakan dulu Al fatihah,3 kul dan di tutup dengan Al fatihah lagi. Saat mengoleskan hanya membaca ayat kursi baris terakhir yg walaa ya’udhuhu,saat ana tanya kenapa cuma baris terakhir alasannya kalau dibaca dari awal nanti syetannya masuk lagi,apakah itu benar?

2. Ana sudah mengingatkan keluarga kalau rasulullah tidak pernah menggunakan media daun asam sama asam untuk pengobatan,tapi abang ana malah marah2 dan mengeluarkan kata2 kasar saat ana jelaskan,jika seperti itu apakah ana boleh berlepas diri dari apa yg mereka lakukan?
Syukran.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1⃣Memang banyak daun yang punya khasiat untuk menurunkan asam urat,yang populer untuk asam urat biasanya daun salam.
Dalam pengobatan ini kenapa dipakai daun asam,dan asamnya mungkin sbg kompres untuk menghilangkan bengkaknya krn salah satu manfaat daun asam bs meningkatkan imun. Terkait dengan bacaan-bacaan, hukum dasarnya terlarang kecuali sesuai syariat.

Diriwayatkan oleh ‘Aisyah bahwa
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa membaca kedua surat tersebut (An Naas dan Al Alaq) dan meniupkannya pada kedua telapak tangannya, mengusapkan pada kepala dan wajah dan anggota badannya.”

Dari Abu Said bahwa
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dahulu senantiasa berlindung dari pengaruh mata jin dan manusia, ketika turun dua surat tersebut, Beliau mengganti dengan keduanya dan meninggalkan yang lainnya” (HR At-Tirmidzi).

2⃣Betul daun asam kah? Daun asam kan kecil2,jd tdk perlu di iris krn sudah kecil2, saya pikir untuk bijaknya kita bersikap kepada kakak yang notabene kelak sebagai pengganti ortu kita harus hormat dan santun, tidak mudah mengomentari sesuatu yang kita tidak tahu secara pasti. Berprasangka baik lah dan kalaupun mau menegur lihat sikon dan pemilihan kata yang tepat, jaga hubungan Silaturahim, kalau nyata dan jelas mereka melakukan kesyirikan anti bisa .Berlepas diri dengan pengingkaran yang kakak anti lakukan.

Wallahu a’lam.

RIYADHUS SHALIHIN (42)


​Bab Sabar – Bersabar Dari Orang Jahil​

​Hadits:​

وعن ابْنِ عباسٍ رضي الله عنهما ، قَالَ :
قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ ، فَنَزَلَ عَلَى ابْنِ أخِيهِ الحُرِّ بنِ قَيسٍ ، وَكَانَ مِنَ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنِيهِمْ عُمرُ – رضي الله عنه – ، وَكَانَ القُرَّاءُ أصْحَابَ مَجْلِس عُمَرَ – رضي الله عنه – وَمُشاوَرَتِهِ كُهُولاً كانُوا أَوْ شُبَّاناً ،
فَقَالَ عُيَيْنَةُ لابْنِ أخيهِ : يَا ابْنَ أخِي ، لَكَ وَجْهٌ عِنْدَ هَذَا الأمِيرِ فَاسْتَأذِنْ لِي عَلَيهِ ، فاسْتَأذَن فَأذِنَ لَهُ عُمَرُ .

فَلَمَّا دَخَلَ قَالَ : هِي يَا ابنَ الخَطَّابِ ، فَواللهِ مَا تُعْطِينَا الْجَزْلَ وَلا تَحْكُمُ فِينَا بالعَدْلِ . فَغَضِبَ عُمَرُ – رضي الله عنه – حَتَّى هَمَّ أنْ يُوقِعَ بِهِ .
فَقَالَ لَهُ الحُرُّ : يَا أميرَ المُؤْمِنينَ ، إنَّ الله تَعَالَى قَالَ لِنَبيِّهِ – صلى الله عليه وسلم – : خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [ الأعراف : 198]

وَإنَّ هَذَا مِنَ الجَاهِلِينَ ، واللهِ مَا جَاوَزَهاَ عُمَرُ حِينَ تَلاَهَا ، وكَانَ وَقَّافاً عِنْدَ كِتَابِ اللهِ تَعَالَى . رواه البخاري .

​Artinya:​

​Dari ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, berkata : ‘Uyainah bin Hishn datang ke Madinah, kemudian singgah – sebagai tamu – pada anak keponakannya yaitu Alhur bin Qais.​

​Alhur ‘Adalah salah seorang dari sekian banyak orang-orang yang didekat-kan oleh Umar r.a. – yakni dianggap sebagai orang dekat dan sering diajak bermusyawarah oleh Umar, karena mereka para ahli/ ulama al-Quran – mereka menjadi sahabat-sahabat yang menetap di majlis Umar r.a. serta orang-orang yang diajak bermusyawarah olehnya, baik orang-orang tua maupun yang masih muda usianya.​

​’Uyainah berkata kepada keponakannya: “Hai anak saudaraku engkau mempunyai kedudukan – banyak diperhatikan – di sisi Amirul mu’minin ini. Cobalah meminta izin padanya supaya aku dapat menemuinya. Saudaranya itu memintakan izin untuk ‘Uyainah lalu Umar pun mengizinkannya.​

​Setelah ‘Uyainah masuk, lalu ia berkata: “Hati-hatilah, hai putera Alkhaththab – wahai Umar, demi Allah, tuan tidak memberikan banyak pemberian yang banyak – kelapangan hidup – pada kami dan tidak pula tuan memerintah di kalangan kami dengan keadilan.”​

​Umar r.a. marah sehingga hampir-hampir saja akan menjatuhkan hukuman padanya. Alhur kemudian berkata: “Ya Amirul mu’minin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya s.a.w. – yang artinya:​

​”Berilah maaf, perintahlah kebaikan dan berpalinglah – jangan menghiraukan – pada orang-orang yang bodoh.(al A’raf:198)”​

​Dan orang ini – yakni ‘Uyainah – adalah termasuk golongan orang-orang yang bodoh.​

​Demi Allah, Umar tidak pernah melanggar kitab Allah SWT – di waktu Alhur membacakan itu. Umar adalah seorang yang sangat mematuhi Kitabullah Ta’ala.​

​(Riwayat Bukhari)​

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO di bawah ini.

Selamat menyimak.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN KITAB DISINI

Nasihat 'Umar ibn al Khattab radhiyallahu'anhu pasca Pembebasan Al Quds​


BismilLaahir Rahmanir Rahiim.

Menarik bahwasanya pidato ‘Umar ibn al-Khattab radhiyallahu’anhu setelah dibebaskannya al-Quds justru menasihati sisi ruhi/spiritual para komandan dan pasukannya:

🇵🇸 ​​Perbaiki ‘amalan yang tersembunyi, maka ‘amalan yang nampak pun ikut terangkat,​​

🇵🇸 ​​Ber’amal untuk akhirat, maka akan terpenuhi urusan dunia,​​

🇵🇸 ​​Barangsiapa yang ingin wajahnya ada di dalam surga hendaklah ia bersama jama’ah, karena syaithan selalu bersama orang yang menyendiri (lebih jauh dari orang yang berdua atau lebih),​​

🇵🇸 ​​Janganlah salah seorang diantara kalian berkhalwat dengan perempuan (yang bukan mahrom) karena syaithan menjadi yang ketiga.​​

Mungkin inilah nasihat terbaik untuk para mujahid fi sabililLaah.

Agung Waspodo

Persiapan menjelang khutbah Jum’at di Masjid as-Salam, Grha XL, Mega Kuningan dg topik ​Bagaimana al-Quds dan Palestina diduduki Inggris serta Peran Pemberontakan Arab!​

Toleransi dengan Umat Non Muslim..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
1. Apakah boleh menghadiri kebaktian utk orang yg meninggal, pada saat akan dikuburkan..?
(org yg mninggalnya itu papahnya sendiri)

2. Sejauhmana toleransi yg dibolehkan dlm Islam, utk menghormati peribadatan non Islam, posisi kita sbg anak/mantu nya, yg tdk enak kalau tdk menghadiri..
Syukron.
🅰0⃣9⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1⃣ 🍁Boleh ta’ziyah kepada non muslim yang wafat apalagi keluarga sendiri , dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama.

Demikian ini keterangannya:

يجوز للمسلم أن يعزي غير المسلم في ميته وهذا قول جمهور أهل العلم وذكر العلماء عدة عبارات تقال في هذه التعزية منها :

– أخلف الله عليك ولا نقص عددك .

– أعطاك الله على مصيبتك أفضل ما أعطى أحداً من أهل دينك . المغني 2/46 .

– ألهمك الله الصبر وأصلح بالك ، ومنها : أكثر الله مالك وأطال حياتك أو عمرك 

– ومنها لا يصيبك إلا خير . أحكام أهل الذمة 1/161 .

Boleh bagi seorang muslim berta’ziyah kepada mayat non muslim. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Para ulama menyebutkan beberapa ucapan yang bisa diucapkan ketika berta’ziyah kepada mereka. Di antaranya:

🔸 Semoga Allah menggantikan untukmu dan tidak mengurangi jumlahmu (maksudnya supaya tetap ada harta untuk membayar jizyah, pen)

🔹 Semoga Allah memberikan kepadamu hal yang lebih baik dibanding pemberian seorang dari pemeluk agamamu. (Al Mughni, 2/46)

🔸 Semoga Allah memberikanmu kesabaran dan memperbaiki keadaanmu, dan di antaranya juga: semoga Allah memperbanyak hartamu dan memanjangkan hidup dan usiamu.

🔹 Juga: semoga tidak ada yang menimpamu kecuali kebaikan. (Ahkam Ahludz Dzimmah, 1/161).

📚 Lihat Al Khulashah fi Ahkam Ahli Adz Dzimmah, 3/149

Tapi, kebolehannya memiliki beberapa patokan:

1⃣ Tidak ikut pada acara ritualnya, maka ambil posisi yang selamat ketika kebaktian dimulai, seperti di luar area acara.

2⃣ Tidak mendoakan ampunan bagi mereka

3⃣ Tidak merendahkan diri di sana seakan mereka adalah kelompok yang benar

Jika kita tidak mampu menjaga hal-hal ini, maka sebaiknya tidak berta’ziyah, demi menjaga keselamatan aqidah kita.
2⃣🍁 Kita diperintah untuk berbuat baik dan adil kepada mereka, non muslim, yang bukan harbi (memerangi kaum muslimin).

Allah Ta’ala berfirman:
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (QS. Al Mumtahanah: 8)

Silahkan kita menyapa, memberikan makan, dan kebaikan lainnya. Ada pun zona aqidah, seperti peribadatan, kita dibatasi oleh “Lakum Diinukum wa liyaddiin” ..

Keperluan ortu non muslim yang sedang sakit, pengobatannya, diantarkan ke RS, mendoakan kesembuhan, adalah al birr, kebaikan yang dianjurkan kepada mereka juga.

Wallahu a’lam.

Hukum Mewarnai Rambut


Assalamu’alaikum ustadzah… saya mau tanya,Kalau kita mewarnai rambut boleh/tidak? Apa hukumnya?Terima kasih.
[ A 12 ]

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1. Mewarnai atau menyemir rambut (Arab: khidob; shibgoh) hukumnya boleh dalam Islam dengan syarat asal bahan yang dibuat mengecat rambut suci, tidak najis dan tidak membahayakan.

2. Karena mewarnai rambut itu boleh, maka wudhu, mandi junub dan shalatnya sah.

Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dan Nasai Nabi bersabda:

غَيِّرُوا الشَّيْبَ وَلاَ تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ

Artinya: Rubahlah (warna) uban dan jangan serupakan dirimu dengan Yahudi.

Dalam menjelaskan hadits ini Al-Mubarakpuri dalam kitab Tuhfadzul Ahwadzi hlm. /354 menjelaskan bahwa mewarnai rambut yang sudah uban itu sunnah sebagaimana dilakukan oleh sebagian Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab; sedang sebagian yang lain seperti Ali bin Abu Thalib tidak melakukannya.

Adapun warna yang dipakai hendaknya selain warna hitam karena ada larangan dari Nabi. Dalam hadits sahih riwayat Muslim dan lainnya (selain Bukhari dan Tirmidzi) diriwayatkan:

جيء بأبي قحافة يوم الفتح إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وكأن رأسه ثغامة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : اذهبوا به إلى بعض نسائه فلتغيره بشيء وجنبوه السواد

Artinya: tatkala Abubakar membawa ayahnya Abu Kuhafah ke hadapan Nabi pada hari penaklukan Makkah, sedang Nabi melihat rambutnya bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya, maka Nabi bersabda: … ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam.

Dalam menanggapi larangan cat rambut warna hitam dalam hadits tersebut, ulama berbeda pendapat: ada yang menghukumi haram seperti Imam Nawawi ada juga yang menghukumi makruh (Lihat: Nailul Autar, 1/152).

Dalam kitab Al-Halal wal Haram fil Islam, Yusuf Qardhawi sepakat dengan pendapat yang makruh terutama bagi mereka yang usianya belum terlalu tua. Namun ia menganjurkan pada orang yang sudah sangat tua agar menghindari warna hitam. Qardhawi berkata: “Termasuk yang membolehkan menyemir dengan warna hitam ini ialah segolongan dari ulama salaf termasuk para sahabat, seperti: Saad bin Abu Waqqash, Uqbah bin Amir, Hasan, Husen, Jarir dan lain-lain.”

Adapun warna yang disunnahkan adalah merah atau merah kehitaman sesuai dengan hadits Nabi Riwayat Tarmizi dan Ashabussunan yang menganjurkan mewarnai rambut dengan bahan inai atau katam.

​​PENDAPAT ULAMA FIKIH EMPAT MAZHAB TENTANG SEMIR RAMBUT​​

​​🌿1. SEMIR RAMBUT DENGAN WARNA SELAIN HITAM​​

Ulama 4 mazhab (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hambali) sepakat atas bolehnya menyemir atau mewarnai rambut dengan warna coklat atau merah baik dengan bahan inai, katam, atau lainnya. Imam Nawawi (mazhab Syafi’i) dalam Al-Majmuk, hlm. 1/293-294, menyatakan:

يسن خضاب الشيب بصفرةٍ، أو حُمرةٍ، اتفق عليه أصحابنا، وممن صرَّح به الصيمري، والبغوى، وآخرون

Artinya: Sunnah mewarnai rambut uban dengan warna kuning atau merah, ulama mazhab Syafi’i sepakat atas hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Shaiari, Al-Baghawi dan yang lain.

Pendapat mazhab lain lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45 dan Ad-Durrul Mukhtar 6/422. Mazhab Maliki dalam Al-Fawakih Ad-Dawani ala Risalati Abi Zaid Al-Qairuwani 8/191 dan Al-Istidzkar 8/439. Mazhab Hambali dalam Al-Mughni 1/105 dan Kashaful Qinak ala Matnil Iqnak 1/204.

​​🌿2. SEMIR RAMBUT DENGAN WARNA HITAM​​

​A. BOLEH UNTUK TUJUAN JIHAD MELAWAN KAFIR​
Ulama empat mazhab sepakat atas bolehnya semir rambut dengan warna hitam dalam keadaan jihad (perang membela agama). Imam Syarwani (mazhab Syafi’i) dalam Hawasyi As-Syarwani 9/375 berkata:

وهو (أي صبغ الشَّعر) بالسَّواد حرامٌ، إلا لمجاهدٍ في الكفار، فلا بأس به

Artinya: Mengecat rambut dengan warna hitam adalah haram kecuali bagi mujahid (pelaku jihad) atas kaum kafir maka boleh.

Pendapat serupa dari literatur klasik mazhab Syafi’i lihat dalam kitab Mughnil Muhtaj 4/293; Raudhah Talibin 1/364; Tuhfatul Muhtaj 41/203.

Pendapat dari mazhab lain atas bolehnya cat rambut warna hitam bagi mujahid lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45; Mazhab Maliki dalam Al-Fawakih Ad-Dawani 8/191; Mazhab Hambali

​B. HARAM SEMIR WARNA HITAM DENGAN TUJUAN PENIPUAN​
Ulama sepakat atas haramnya menyemir rambut dengan tujuan menipu. Seperti seorang lelaki tua menyemir rambut saat hendak menikah agar disangka masih muda oleh wanita yang akan dinikahinya. Ini juga berlaku bagi wanita yang menyemir rambut dengan tujuan agar dikira masih muda oleh lelaki yang akan menikahinya. Rerensi lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45; Mazhab Maliki dlam Al-Fawakih Ad-Dawani 8/191; Mazhab Hambali dalam Matolib Ulin Nuha 1/195.

​C. MAKRUH SEMIR RAMBUT WARNA HITAM DENGAN TUJUAN BUKAN PENIPUAN​
Mayoritas ulama mazhab empat berpendapat makruh mengecat rambut uban dengan warna hitam dengan tujuan bukan penipuan (kalau penipuan haram). Ini adalah pendapat mazhab Hanafi, Maliki, dan sebagian ulama Syafi’i (sebagian lain mengharamkan), dan Hambali. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 1/294 menjelaskan perbedaan ulama mazhab Syafi’i dalam soal ini:

اتفقوا على ذم خضاب الرأس أو اللحية بالسَّواد، ثم قال الغزالي في الإحياء، والبغوى في التهذيب، وآخرون من الأصحاب، هو مكروه، وظاهر عباراتهم: أنه كراهة تنـزيه

Artinya: Ulama Syafi’iyah sepakat mencela semir rambut kepala atau jenggot dengan warna hitam. (Tapi) Al-Ghazali berkata dalam Ihya Ulumiddin dan Al-Baghawi dalam At-Tahdzib dan ulama Syafi’i yang lain bahwa hukumnya makruh tanzih.

Pendapat mazhab lain lihat: Mazhab Hanafi dalam Hasyiyah Ibnu Abidin 6/422; Mazhab Maliki dalam Al-Istidzkar 8/439; Mazhab Hambali dalam As-Syarhul Kabir 1/133.

​D. SEMIR RAMBUT WARNA HITAM BOLEH​
Sebagian ulama non-mazhab menyatakan bahwa semir rambuat warna hitam hukumnya boleh sebagaimana dikutip oleh Yusuf Qardhawi di atas.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Diantara Konsekwensi Iman


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ (رواه اليخاري)

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan kepada hari Akhir, maka hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya ia bertutur kata yang baik atau hendaknya ia diam.” (HR. Bukhari)

© Hikmah Hadits :

1. Bahwa keimanan memiliki konsekwensi. Dan diantara konsekwensi keimanan adalah keharusan berbuat baik terhadap tetangga, memuliakan tamu dan bertutur kata yang baik.

2. Tiga hal yang disebutkan Rasulullah saw sebagai konsekwensi keimanan dalam hadits di atas, bukanlah dimaksudkan untuk pembatasan, namun lebih dari sisi percontohan. Artinya bahwa konsekwensi keimanan ada banyak, diantanya adalah 3 hal tersebut; berbuat baik terhadap tetangga, memuliakan tamu dan bertutur kata yang baik.

3. Sebagai seorang muslim, seyogianya kita berusaha untuk menjaga 3 hal tersebut dalam keseharian kita. Dan mudah-mudahan dengan menjaga ketiganya, kita semua termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang memiliki keimanan yang benar kepada Allah Swt.

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Darah Haidh


Assalaamu’alaikum wrwb ustadz/ah ..saya bingung ini termasuk darah apa.. Sepertinya lagi gangguan hormon (note:menggunakan KB spiral).
Awal bulan sudah haid 4 hari cuma flek saja ( yg biasanya sampe 7 hari dan ada yg derasnya).
Tapi sekarang (tgl 21) keluar flek lagi..
Apa saya harus batalkan shaum saya? Dan masih wajib sholat tidak ya?
Terima kasih.
(Member A13)

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Batasan masa haid, biasanya memang menjadi persoalan tersendiri bagi wanita, karena ini berhubungan dengan darah istihadhah. Jika melewati batasan ini, maka akan dianggap darah penyakit.

Tidak ada batasan waktu yang pasti, baik batasan minimal atau maksimalnya

​Ada ulama yg mempertegas memberikan, yaitu:​

Batasan minimal haid adalah 24 jam dan maksimalnya 15 hari. Umumnya wanita siklus haid 6-7 hari. Untuk dihukumi haid, ia harus berusia minimal 9 tahun dan darah keluar bisa secara terus menerus atau terputus-putus dalam rentang waktu itu. Jika darah keluar kurang dari 24 jam dan lebih dari 15 hari, maka bukan dihukumi darah haid melainkan darah istihadhah.

Hitungan ini memang sebenarnya mudah, makanya jika muslimah haid lebih dari maksimal haidnya, maka lebih afdolnya memeriksakan kepada tenaga kesehatan untuk memastikan apakah itu darah haid atau istihadhah, apalagi sudah melewati masa 15 hari.

Untuk mengecek apakah darah tersebut sudah suci atau belum bisa dengan cara mudah, yakni tempelkan tisu atau kapas bersih, atau pembalut di kemaluan wanita. Apabila masih ada bercak darah, maka harus dipastikan terlebih dahulu apakah itu darah haid (jika belum melebihi masa kebiasaan haid), atau darah penyakit, jika lebih dari 15 hari.

​Jika haid tidak teratur, bagaimana cara menetapkan batas sucinya?​

Siklus wanita haid memanglah tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan dalam sebulan ada 28-31 hari dengan siklus 1-15 hari dan rata-rata 6-7 hari waktu haid. Karena hal demikian, tentu masa suci (tanggal dan masanya) tiap wanita berbeda-beda dan bisa berubah-ubah.

Bila wanita yang haid mulai ragu-ragu, maka hendaklah menetapkan mana yang pasti. Berpegangan pada apa yang diyakini, bukan yang membuat ragu saat menetapkan masa suci.

Dalam kaidah fiqh menyebutkan sesuatu yang yakin (pasti), tidak dapat dihilangkan dengan sesuatu yang meragukan.

Untuk kasus ukhty tsb, dari masanya mencirikan haid. Apalagi kalau darahnya tidak merah segar.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

La Mezquita -Masjid-Katedral Kordova Jangan Menangis Jika Belum Berjuang​


Setelah jatuhnya Kordova (قرطبة), kini tinggal Granada (غرناطة) sebagai bastion terakhir Kaum Muslimin di Andalusia.

Emir Muhammad XII Abu Abdillah (Boabdil) pernah dicecar ibunya sendiri. Adalah Fatıma seorang perempuan tabah yang terpaksa ikut anaknya, sang emir terakhir, mundur meninggalkan Granada. Di sebuah celah pegunungan, sang ibu melihat basahnya janggut sang anak oleh air mata, beliau berujar:

​​”Engkau menangis seperti perempuan, karena engkau tidak berperang seperti laki-laki”​​

Tempat itu dikenal oleh orang Spanyol sebagai Puerto del Suspiro del Moro, Celah Tertahannya Nafas Bangsa Moro. Tanggal 2 Januari 1492 waktu itu, sekarang tiap 2 Januari sebagian Kaum Muslimin biasanya masih lelah habis merayakan “tahun baru” yang entah apa maknanya!

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Mendapatkan Pekerjaan dengan Menyogok..


Assalamuallaikum wr wb ustadz/ah…
Bagaimana hukumnya mendapat pekerjaan dg cara membayar sejumlah uang/menyogok dengan alasan susah mendapatkan pekerjaan dan pengaruhnya terhadap penghasilan yg diterima setiap bulan (halal/haram). Apa hukumnya memasukan anak ke sekolah dg membayar sejumlah uang karena tidak diterima ( kemudian usaha lewat jalur belakang dg membayar uang yg disepakati)
member 🅰0⃣9⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Hukum risywah adalah haram, karena termasuk perbuatan yang dilarang. Maka segala hal yang terjadi akibat perbuatan yang haram, hukumnya adalah haram. Jika sudah terlanjur, maka segera bertaubat minta ampunan kepada Allah Swt. Mudah2an Allah Swt mengampuni.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Musyarakah Dengan Jaminan Modal Akan Kembali


Dalam sebuah kasus, seseorang memberikan uang Rp15 juta sebagai pinjaman kepada B dengan catatan uang tersebut dikelola menjadi modal usaha dan A sebagai pihak yang meminjamkan uang mendapatkan bagi hasil?

Jawaban atas pertanyaan tersebut bisa dijelaskan dalam poin-poin sebagai berikut.

1. Akad bagi hasil (mudharabah atau musyarakah) memiliki karakteristik yang khas. Di antaranya sama-sama untung dan sama-sama rugi atau dalam istilah hadits,

الغرم با الغنم

الخراج بالضمان

الوضيعة على رأس المال والربح على مااصطلحا

Sama-sama untung dan sama-sama rugi.

2. Dalam akad mudharabah dan musyarakah atau akad bagi hasil, keuntungan dibagi sesuai kesepakatan seperti 30%-70% atau 60%-40% dan nisbah lain sesuai dengan kesepakatan. Begitu pula dengan kerugian. Kerugian ditanggung bersama.

3. Jika terjadi akad mudharabah, di mana pemilik modal menyerahkan uangnya dengan catatan uang atau modal tersebut harus kembali utuh dan tidak boleh hilang, sesungguhnya telah menyalahi karakteristik dari akad mudharabah yang harus sama-sama untung dan sama-sama rugi. Karena jika ternyata usahanya rugi maka pengelola harus mengganti uang tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa opsi halal dari pertanyaan di atas.

a. Jika yang dimaksud adalah pinjaman maka pihak yang meminjamkan uang mendapatkan uang 15 juta sebagai pengembalian tanpa ada margin atau bagi hasil ataupun manfaat lain.

b. Kalau memang ingin berbisnis, berbagi hasil maka 15 juta diserahkan sebagai modal usaha. Sebagai konsekuensinya maka sama-sama untung dan sama-sama rugi.

Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA