Mati Syahid

Assalamualaikum wr wb ustadz/ah…Saya mau bertanya, tentang mati syahid. Mati seperti apa sajakah yg termasuk mati syahid? Dan mohon penjelasan nya tentang macam2 mati syahid. Terima kasih….. 🅰2⃣8⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal Hamdulillah …
Orang-orang yang mati syahid itu banyak, di antaranya:

1⃣ Dibunuh Karena Amar Ma’ruf Nahi Munkar Kepada Penguasa Zalim

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب ، ورجل قال إلى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله

“Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, dan orang yang berkata benar kepada penguasa kejam, ia melarang dan memerintah, namun akhirnya ia mati terbunuh.” (HR. Al Hakim, Al Mustdarak-nya, Ia nyatakan shahih, tetapi Bukhari-Muslim tidak meriwayatkannya. Adz Dzahabi menyepakatinya. Syaikh Al Albany mengatakan hasan, dia memasukkannya dalam kitabnya As Silsilah Ash Shahihah, No. 374)

3⃣ Dibunuh Karena Melindungi Harta

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

”Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya, maka dia syahid.” (HR. Al Bukhari No. 2348)

3⃣ Dibunuh karena membela agama, keluarga, dan darahnya (kehormatan)

Dari Sa’id bin Zaid Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya maka dia syahid, barangsiapa dibunuh karena agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena darahnya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka dia syahid.” (HR. At Tirmidzi, No. 1421, katanya: hasan shahih. Abu Daud, No. 4177. An Nasa’i, No. 4095. Ahmad, Juz. 4, Hal. 76, No. 1565. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib, Juz. 2, Hal. 75, No. 1411)

4⃣ Mati karena penyakit tha’un, sakit perut, dan tenggelam

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ ابْنُ مِقْسَمٍ أَشْهَدُ عَلَى أَبِيكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ وَالْغَرِيقُ شَهِيد

Siapa yang kalian anggap sebagai syahid? Mereka menjawab: “Orang yang dibunuh di jalan Allah, itulah yang syahid.” Nabi bersabda: “Kalau begitu syuhada pada umatku sedikit.” Mereka bertanya: “Siapa sajakah mereka wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Siapa yang dibunuh di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena tha’un dia syahid, siapa yang mati karena sakit perut maka dia syahid.” Ibnu Miqsam berkata: “Aku bersaksi atas ayahmu, pada hadits ini bahwa Beliau bersabda: “Orang yang tenggelam juga syahid.” (HR. Muslim No. 1915)

5⃣ Juga karena melahirkan, tertiban, dan terbakar. Sebagaimana hadits berikut:

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِى يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ ».

Mati syahid itu ada tujuh golongan, selain yang terbunuh fi sabilillah: “Orang yang kena penyakit tha’un, tenggelam, luka-luka di tubuh, sakit perut, terbakar, tertiban, dan wanita melahirkan.” (HR. Abu Daud No. 3113, shahih)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata:

قال العلماء:المراد بشهادة هؤلاء كلهم، غير المقتول في سبيل الله، أنهم يكون لهم في الآخرة ثواب الشهداء، وأما في الدنيا، فيغسلون، ويصلى عليهم.

Berkata para ulam
a: Yang dimaksud syahadah (mati syahid) adalah bagi mereka semua, selain karena terbunuh di jalan Allah, dan sesungguhnya bagi mereka di akhirat akan mendapatkan ganjaran syuhada, ada pun di dunia mereka tetap dimandikan dan dishalatkan. (Fiqhus Sunnah, 2/633)
Demikian.

Wallahu a’lam.

RIYADHUS SHALIHIN (29)​

📕 ​Bab Sabar – Nabi Sakit Keras​

​Hadits:​

وعن أنَسٍ – رضي الله عنه – ، قَالَ :
لَمَّا ثَقُلَ النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم – جَعلَ يَتَغَشَّاهُ الكَرْبُ ، فَقَالَتْ فَاطِمَةُ رضي الله عنها :
وَاكَربَ أَبَتَاهُ .

فقَالَ : لَيْسَ عَلَى أَبيكِ كَرْبٌ بَعْدَ اليَوْمِ, فَلَمَّا مَاتَ ، قَالَتْ : يَا أَبَتَاهُ ، أَجَابَ رَبّاً دَعَاهُ ! يَا أَبتَاهُ ، جَنَّةُ الفِردَوسِ مَأْوَاهُ ! يَا أَبَتَاهُ ، إِلَى جبْريلَ نَنْعَاهُ ! فَلَمَّا دُفِنَ قَالَتْ فَاطِمَةُ رَضي الله عنها : أَطَابَتْ أنْفُسُكُمْ أنْ تَحْثُوا عَلَى رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – التُّرَابَ ؟!

رواه البخاري .

​Artinya:​

​Dari Anas r.a. katanya: “Ketika Nabi s.a.w. sudah berat sakitnya, tampak kesedihan saat menghadapi sakaratulmaut, kemudian Fathimah radhiallahu ‘anha berkata: ”Alangkag beratnya sakit yang dihadapi ayahanda.”​

​Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Ayahmu tidak akan memperolehi rasa sakit lagi sesudah hari ini.”​

​Selanjutnya setelah Beliau wafat, Fathimah berkata: “Aduhai ayahanda, beliau telah memenuhi panggilan Tuhannya. Aduhai ayahanda, syurga Firdaus adalah tempat kediamannya. Aduhai ayahanda, kepada Jibril kita sampaikan berita wafatnya.”​

​Kemudian setelah beliau dikebumikan, Fathimah radhiallahuanha berkata pula:​

​”Hai Anas, apakah hatimu semua merasa nyaman dengan menimbunkan tanah di atas makam Rasulullah SAW itu?”​

​Maksudnya: Melihat betapa besar kecintaan para sahabat kepada beliau SAW. itu tentunya akan merasa tidak sampai hati mereka untuk menutupi makam Rasulullah s.a.w. dengan tanah.​

​Mendengar ucapan Fathimah radhiallahu ‘anha ini, Anas r.a. diam belaka dan di dalam hati ia berkata:​

​”Hati memang tidak tega berbuat demikian, tetapi sudah demikian itulah yang diperintahkan oleh Beliau SAW sendiri.”​

​(Riwayat Bukhari)​

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian ​AUDIO​ di bawah ini.

Selamat menyimak

Sebelum Pemberontakan Arab atas Khilafah, Ada Jejak Pengaruh Intelijen Inggris​

Ketika itu Syarif Makkah dijabat oleh Awnurrafiq ibn Muhammad: Awn al-Rafīq Pāshā ibn Muḥammad ibn ‘Abd al-Mu‘īn ibn Awn
عون الرفيق پاشا بن محمد بن عبد المعين بن عون‎

atau disebut juga ‘Awn al-Rafīq Bāshā (Februari 1841–wafat 17 Juli 1905) adalah anggota keluarga Awn dari cabang Suku Qatadah untuk masa jabatan dari 1882 hingga 1905. Beliau lahir di Madinah pada bulan Dzulhijjah 1256 H sebagai anak keempat dari Syarif Muhammad ibn Abd al-Mu’in ibn Awn setelah kakaknya Abdullah, Ali, dan Husayn.

Awn al-Rafīq diangkat menjadi Emir sementara oleh vali (gubernur) Taqiuddin Paşa pada bulan Juni 1877 setelah wafatnya syarif Abdullah yang tidak lain adalah kakaknya sendiri. Sebagai penerus Emir sesuai silsilah maka didatangkanlah Husayn Paşa dari posisinya di İstanbul. Sedangkan Awn ar-Rafiq diberangkatkan ke İstanbul untuk menduduki posisi Konsil Kenegaraan yang vakum itu. Pangkat yang disandang Awn ar-Rafiq selama di İstanbul setara vezir atau menteri.

Diluar dugaan, Emir Husayn terbunuh pada tahun 1880. Sultan Abdülhamid II Han menduga ada upaya penguatan dari faksi pro-Inggris untuk menduduki posisi kesyarifan kedua tanah suci. Oleh sebab itu, Awn ar-Rafiq tidak diangkat untuk menggantikan kakaknya, namun ditunjuklah Syarif Abd al-Muttalib ibn Ghalib pejabat senior dari keluarga Dhawu Zayd. Abd al-Muttalib pernah digoyang secara politis hingga dicopot dari jabatannya tahun 1856.

Dengan dialihkannya jabatan prestisius itu oleh sultan kepada keluarga Zayd yang telah lama bersaing dengan keluarga Awn, maka sultan berharap dapat membatasi ruang gerak agen asing. Sekaligus memperkokoh pengaruh sultan, pikirnya. Memang sepertinya benar, sejumlah diplomat Inggris berupaya membujuk sultan agar tidak melantik Abd al-Muttalib. Bahkan, James Zohrab sebagai konsul Inggris di Jeddah pernah menulis surat kepada gubernur jenderal Inggris di Mesir hingga ke duta besar Inggris bahwa kepentingannya terancam jika bukan Awn al-Rafīq yang dilantik. Dengan blak-blakan Zohrab menulis bahwa Awn ar-Rafiq lebih liberal dan tercerahkan, sedangkan Abd al-Muttalib cenderung fanatik lagi Wahhabi serta membenci orang asing dan Kristen.

Duta besar Inggris untuk Kekhilafahan Turki Utsmani di İstanbul, Austen Henry Layard lekas membalas bahwa keputusan sudah diteken sultan. Namun, Abdülhamid II Han meyakinkan Layard sekaligus juga Awn ar-Rafiq bahwa dia menjadi calon berikutnya sekira petahana mangkat.

Pada tahun 1882, ada upaya dari Menteri Pertahanan, Osman Nuri Paşa (pahlawan Plevna 1877-78) sang legenda, melangkahi sultan untuk mendongkel Abd al-Muttalib. Osman Nuri Paşa ingin agar jabatan strategis sebagai syarif kedua tanah suci tidak jatuh kepada Awn ar-Rafiq. Osman Nuri Paşa menjagokan Abd al-Ilah, adik sulung Awn ar-Rafiq yang lebih netral. Upaya ini ditentang sultan Abdülhamid II Han dan diangkatlah Awn ar-Rafiq sebagai syarif sebagaimana isi kawat telegraf pada bulan Dzul-Qa’dah 1299 H, Oktober 1882. Awn ar-Rafiq menjabat hingga wafatnya di kota Tha’if pada 17 Juli 1905. Ia dimakamkan di pekuburan Abdullah ibn Abbas (ra).

Agung Waspodo, masih kurang membaca bahwa pada masa kepemimpinan Awn ar-Rafiq inilah pengaruh Inggris atas perpolitikan suku Arab menguat. Pada akhirnya semua rencana ini memuncak pada pecahnya Revolusi Arab pada tahun 1915.

Depok, 5 September 2017

Foto: Markas kepolisian Turki Utsmani di kota Makkah pada tahun 1886.

​”berhati-hati dan bersiap siagalah setiap saat”​

Yang Bole Melihatku Tanpa Hijab

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
siapa saja sih bagian dr keluarga yg boleh melihat kita tanpa hijab? Apakah ipar & mertua termasuk yg boleh melihat kita tdk berhijab? Bagai mana dengan saudara laki2 seibu (lain bapak) haruskah kita berhijab ketika dirumah ada saudara seibu?
Syukron

Jawaban
———-

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Yg boleh melihat kita tanpa hijab adalah Mahram kita artinya yg tidak bisa menikahi kita.Untuk mertua klo kita menikah dengan anakya sudah berhubungan badan walau hanya semalam maka menjadi mahram.
Sementara ipar bukan mahram artinya tdk boleh melihat aurat kita
Sementara saudara laki2 seibu dia masuk mahram karena saudara kandung walaupun beda ayah

Coba buka Qur’an surat an-nur ayat : 30-31

[(وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Wallahu a’lam.

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT (4)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 20 Dzulhijjah 1438H/ 11 September 2017

📕 AQIDAH

📝 Ustadzah Prima Eyza

📖
الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT (4)
~~~~~~~~~~~~~~
💦🐞💦🐞💦🐞💦🐞💦

Assalaamu’alaikum wrwb.

Adik-adik pemuda Islam harapan umat, bagaimana kabarnya hari ini…? Semoga senantiasa dalam rahmat, keberkahan, dan limpahan kenikmatan dari Allah SWT, terutama nikmat yang terbesar berupa keimanan yang membara di dalam dada. Aamiiiin…

Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita tentang Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT yang pada pembahasan lalu kita telah mengkaji bukti keberadaan Allah SWT yang ketiga yaitu bukti akal (الدَّلِيْلُ الْعَقْلِيُّ).

 Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan pada bukti yang keempat, yaitu bukti wahyu (الدَّلِيْلُ النَّقْلِيُّ).

٤. الدَّلِيْلُ النَّقْلِيُّ
(Bukti Wahyu)

Dalil naqli adalah dalil-dalil (bukti-bukti) syar’iy yang tertuang dalam nash-nash Al Qur`an dan juga as Sunnah.
Yakni bahwa banyak sekali nash-nash terutama di dalam Al Qur`an yang berbicara tentang kuasa penciptaan Allah SWT atas segala sesuatu; alam semesta raya beserta semua isinya, yang hal ini tentu secara langsung membuktikan bahwa Allah Ta’ala itu ada. Mutlak ada, tanpa keraguan sedikitpun.

▪ Memandang Alam Semesta dengan Kacamata Al Qur`an

Allah SWT banyak berfirman tentang fakta-fakta ilmiah mengenai penciptaan alam semesta di dalam Al Qur`an, diantaranya :

● Mengenai teori Big bang (ledakan dahsyat).
Allah Ta’ala telah mewahyukan dalam QS. Al Anbiyaa` (21) ayat 30,

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Kata رَتْقًا (“terpadu” atau “suatu yang padu”) bermakna : sesuatu yang tertutup, padat, kedap, bergabung menjadi satu dalam massa yang berat.
Maksudnya, ini dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas (satu kesatuan yang wujud).
Kata فَفَتَقْنَاهُمَا (“kemudian Kami pisahkan antara keduanya”) bermakna : memecah obyek yang dalam keadaan “ratq” (satu padu) tadi.
Maka teori big bang yang dirilis oleh sains pun, ini sudah lebih dahulu dikabarkan Allah SWT dalam Al Qur`an.

● Mengenai penciptaan langit dalam Al Qur`an.
Di sebagian ayat dalam Al Qur`an, “langit” disebut dalam bentuk jamak : “samawaat”.
Ini adalah keajaiban tersendiri, karena betul terbukti pada faktanya bahwa langit itu memang berlapis-lapis.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur`an,

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.”
(QS. Al Mulk [67] : 3-4)

● Fakta-fakta penciptaan bintang dan planet-planet dalam Al Qur`an.
Al-Qur`an menggunakan kata “najm” (bintang) dan “kandil” (pelita) yang keduanya mempunyai dua fungsi utama seperti yang tersirat dalam beberapa ayat, bahwa mereka menjadi sumber cahaya dan dimanfaatkan untuk navigasi.
Bagaimana mungkin bahwa bintang-bintang bisa menunjukkan arah (navigasi)?
Hal ini tentu hanya memungkinkan jika bintang-bintang tersebut tersusun dalam suatu tatanan di tempat tinggal mereka yang tetap.
Jikalah suatu bintang terlihat di suatu tempat pada suatu malam, namun terlihat di tempat lain pada malam yang lain, maka dengan ini tentu mustahil bisa mendapatkan petunjuk arah.
Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al Qur`an,

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ
وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ

“Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui.”
(QS. Al Waaqi’ah [56] : 75-76)

● Tentang relativitas waktu dalam Al Qur`an.
Relativitas waktu adalah fakta ilmiah yang terbukti pada era sains modern abad belakangan ini. Akan tetapi, hingga Einstein mengetengahkan teori relativitas pada awal abad 20, tak seorang pun mengira bahwa waktu bisa relatif dan bergantung pada kecepatan dan massa.
Namun, ada pengecualian! Al Qur`an telah jauh berabad-abad sebelumnya mengeluarkan informasi tentang kenyataan relativitas waktu.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur`an,

 وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”                
(QS. Al Hajj [22] : 47)

Juga firman-Nya,

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”
(QS. As Sajdah [32] : 5)

Dan begitu pula firman-Nya,

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”
(QS. Al Ma’arij [70] : 4)

● Tentang hujan dalam Al Qur`an.
Hujan sesungguhnya merupakan salah satu dari unsur-unsur terpenting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Hujan adalah prasyarat bagi kesinambungan aktivitas di suatu kawasan. Karena pada faktanya, hujan membawa zat-zat yang penting bagi kehidupan, termasuk bagi manusia.
Al Qur`an berbicara tentang proporsi/kadar hujan :

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).”
(QS. Az Zukruf [43] : 11)

Menurut beberapa penelitian, angka curah hujan yang jatuh ke bumi selalu sama. Dan diperkirakan, dalam satu detik, 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini sama dengan curah air hujan yang jatuh ke bumi dalam 1 detik. Ini berarti bahwa air beredar terus-menerus dalam suatu daur/siklus yang seimbang menurut suatu “ukuran/qadar” yang telah ditetapkan-Nya.
Al Qur`an juga telah berbicara tentang pembentukan hujan :

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.”
(QS. Ar Ruum [30] : 48)

→ bahwa hujan terbentuk melalui tiga tahapan : angin menggerakkan awan, awan menjadi bergumpal-gumpal, lalu turunlah hujan.

Al Qur`an juga telah menyebutkan bahwa hujan menghidupkan negeri yang sudah mati :

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا

“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.”
(QS. Al Furqan [25] : 48-49)

● Mengenai keunikan sidik jari dalam Al Qur`an.
Allah Ta’ala telah berfirman,

بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ

“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”
(QS. Al Qiyaamah [75] : 4)

Sidik jari terbentuk pada ujung jari dengan pola nyata pada kulit yang bersifat sangat unik bagi si empunya. Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidik jari yang berlainan. Tidak ada yang sama. Semua orang yang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidik jari yang berbeda-beda. Sidik jari ini tak akan berubah selama hayat seseorang kecuali jika ia mengalami kecelakaan besar yang merusak kulit telapak tangan dan jari-jarinya.
Pada 1880, seorang ilmuwan Inggris yang bernama Henry Faulds menyatakan dalam suatu artikel yang diterbitkan di Nature bahwa sidik jari orang-orang tidak berubah sepanjang hayat mereka, dan bahwa terdakwa-terdakwa tindak kejahatan bisa diyakinkan dengan sidik jari yang mereka tinggalkan di permukaan benda seperti kaca, lantai, dan sejenisnya. Pada tahun 1884, untuk pertama kalinya seorang pelaku pembunuhan ditentukan dengan identifikasi sidik jari. Sejak itu, identifikasi sidik jari telah menjadi metode yang penting untuk menentukan identitas seseorang.  
Maha besar kuasa Allah SWT atas penciptaan sidik jari.

Masih sangat banyak ayat-ayat lain dalam Al Qur`an yang menjabarkan tentang kuasa Allah SWT atas penciptaan berbagai ciptaan-Nya.
Maka, dengan segala kuasa Allah SWT atas penciptaan seluruh ciptaan-Nya tersebut , menjadi sangat jelaslah bagi kita bahwa Allah SWT itu ada. Mutlak ada. Tanpa keraguan sedikitpun.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung…

💦🐞💦🐞💦🐞💦🐞💦

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Sukses Atasi Masalah Tanpa Keluh Kesah

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Jum’at, 15 Dzulhijjah 1438 H / 8 September 2017

📕 Psikologi

📝 Bu Dina Farihani S.Psi

📖 *Sukses Atasi Masalah Tanpa Keluh Kesah*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
💐📕💐📕💐📕💐📕💐

Assalaamu’alaikum, Sahabat Muda! Jumpa lagi dengan sesi psikologi di grup MFT.

Guys.. tahu gak sih? setiap kita pasti mengalami masalah, entah itu berkaitan dengan urusan sekolah, rumah, ataupun ibadah.

“Masalah” seperti sebuah paket yang otomatis menempel pada diri setiap manusia, sebagaimana “potensi” yang secara alami Allah karuniakan juga untuk kita. Suka atau tidak suka, masalah akan terus ada. Bahkan, ketika kita ingin melakukan riset atau penelitian, wajib bagi kita untuk punya ‘masalah’, yang justru menjadi alasan utama dilakukannya sebuah penelitian.

‘Masalah’ akan menjadi ‘berkah’ jika kita menyikapi dan mengatasinya dengan tepat. Sebaliknya, ‘masalah’ akan menjadi ‘musibah’ ketika kita merespon dengan cara yang salah. Nah, bagaimana sikap yang tepat ketika kita mengalami masalah???
Yuk kita simak yang berikut ini.

Tips Sukses Menghadapi Masalah

1⃣ Hadapi
Ya, hadapi aja dlu pokoknya. Nggak perlu nyari-nyari alasan untuk lari. Apalagi curiga dan sibuk nyalahin sana-sini karena bisa jadi masalah yang muncul akibat ulah kita sendiri.

2⃣ Ambil Hikmahnya
Ini momen penting buat kita, ambil hikmahnya untuk pelajaran di masa depan. Ya, walaupun biasanya kita menyadari setelah peristiwa terjadi.

3⃣Jangan Putus Asa
Ingat! Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Realistis saja. Ibarat dua sisi mata uang, kalo yang satu sisi adalah kegagalan, maka sisi lainnya adalah keberhasilan. Jadi, masih ada kesempatan untuk mencobanya lagi.

4⃣ Belajar dari Kesalahan
Orang pintar selalu belajar dari kesalahan diri sendiri, sedangkan orang bijak belajar dari kesalahan orang lain. Sooo, share with your beloved people spy kita juga bisa belajar dr kesalahan orang lain sehingga ketika bertemu masalah yg sama kita udh tahu bagaimana cara menghadapinya. Yeapyy !

5⃣Cari dan Minta Dukungan Sosial
Ada saatnya dimana kita butuh orang lain, jadi jangan malu untuk bercerita dan meminta pendapat orang lain.

6⃣ Tumbuhkan Rasa Percaya Diri
Ingalah bahwa Allah menciptakan manusia dg ‘kelebihannya’ masing2. Everyone is unique daaaann bukankah setiap masalah sepaket dengan jalan keluarnya?? *Belive Your Self*

7⃣ Baca Biografi Orang yg Sukses
Kamu bisa baca kisah para sahabat Nabi SAW, ataupun kisah orang-orang sukses masa kini. Biasanya, kita jadi ketularan semangat setelah membaca kisah-kisah tersebut. Just try that guys 

8⃣ Bersabar~
Kesabaran akan membuat kita lebih bijak menerima masalah. Nggak akan berharap terlalu tinggi dan kalo kebetulan kecewa nggak bakalan berlarut-larut. Kesabaran pun akan membuat kita lebih tahan goncangan dan tekanan, sehingga kita masih bisa berpikir positif dalam hal apa pun.

Oke Guys, beberapa tips diatas tidak akan bermanfaat jika sekedar menjadi pengetahuan yang kita simpan. *Let’s practice !*

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(Q.S. Al Insyirah 5-6)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌼🌿🐝🌿🌼🌿🐝🌿🌼

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

PENYEMBELIHAN ISMAIL

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 14 Dzulhijjah 1438 H/ 07 September 2017

📕 SHIRAH NABAWIYAH

📝  Kak Siro

📖 Judul Materi *PENYEMBELIHAN ISMAIL*
~~~~~~~~~~~~~~~~~ 🐫🌴🐫🌿🐫

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin …

Allah ingin menguji Nabi Ibrahim Manakah yang lebih beliau Cintai Allah atau Ismail? melalui mimpi Allah memerintahkan nabi Ibrahim menyembelih Putra kesayangannya itu

Saat pagi hari tiba Nabi Ibrahim memanggil Ismail ” anakku dalam tidur ayah bermimpi menyembelih mu Apa pendapat mu  nak?

” Ayah jika ini kehendak Allah lakukan apa yang di perintahkan kepadamu. Jangan takut Ayah Insya Allah aku termasuk orang yang sabar.”.

Nabi Ibrahim memeluk Ismail erat-erat dengan penuh haru ” Ayah mencintaimu nak, Ayah bangga kepadamu.”

Di dalam kitab kejadian disebutkan bahwa umur Ismail 13 tahun lebih tua daripada Ishaq, dari rentetan kisah ini menunjukkan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum Ishak lahir sebab kabar gembira tentang kelahiran Ishaq disampaikan setelah terjadinya kisah ini setidak-tidaknya kisah ini menunjukkan suatu kisah perjalanan Ibrahim sebelum Ismail menginjak remaja.

Nabi Ibrahim membawa Ismail jauh dari rumah. Ketika di perjalanan iblis tiga kali menggoda Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim marah dan melempar iblis 3 kali dengan kerikil. Allah mengabadikan peristiwa itu dalam ibadah haji setiap jamaah haji wajib melontar kerikil di tiga tempat dimana in Los menggoda. Masing-masing disebut jumrah Ulang, jumrah Wustha dan jumrah Aqabah.

Setelah sampai di tempat penyembelihan Ismail berkata ” Ayah jangan ragu lakukan perintah Allah ini”. Ismail menguatkan Nabi Ibrahim akan tekad nya ini.

“, Anak ku” bisik Nabi Ibrahim ” ketabahanmu menguatkan ketabahan ayah,  Nak”

Ketika Nabi Ibrahim akan menyembelih putranya Allah mengganti Ismail dengan seekor domba yang besar Nabi Ibrahim dan Ismail bersujud syukur mereka telah membuktikan bahwa mereka amat mencintai Allah melebihi segalanya.

🐫🌴🐫🌴🐫🌴🐫🐫🌴🐫

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

JUJUR

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Rabu, 15 Dzulhijjah 1438H/ 06 September 2017

📕 Akhlaq

📝 Miya Cahaya

📖 JUJUR
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌸💖🌸💖🌸💖🌸💖🌸

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sahabat MFT… kali ini kita akan bahas salah satu akhlaq mulia yaitu JUJUR sebagai induk dari akhlaq mulia lainnya.

🌸Jujur berarti bersikap apa adanya, tidak dicampuri dengan kebohongan-kebohongan.

🌸Orang yang berbuat jujur berarti orang yang perkataannya benar.

🌸Apa yang salah dikatakan salah dan apa yang benar dikatakan benar. Tidak ditambah dan tidak dikurangi.

⛔Lawan jujur adalah dusta.
Dusta yaitu memberitahukan sesuatu berlainan dengan yang sebenarnya. Tidak ada sesuatu yang dirahasiakan atau ditutup-tutupi.

⛔Apabila seseorang tidak berlaku jujur maka sifat terpuji lainnya sulit dilakukan.

Seperti sabda Rasulullah saw. :

عَنْ ابْنِ مَسْعُوْدِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَِّبيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ؛ وَإِنَّ الرَّجُلَ لِيَصدق حَتَّى يَكْتُب ُعِنْدَ اللَّه ِصِدِّيْقًا.

Artinya : “Dari Ibnu Mas’ud ra.: Nabi saw. bersabda : sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan. dan kebaikan itu membawa kesurga. seseorang tiada henti-hentinya berkata, berlaku jujur dan mengusahakan sungguh-sungguh akan kebenaran, sehingga dia dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. (HR. Bukhari Muslim)

Seorang muslim wajib membiasakan diri bersikap jujur

*Siap untuk selalu JUJUR?*

🌸💖🌸💖🌸💖🌸💖🌸

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Qurban Sebagai Sarana Taqwa

⏰Share Time MFT
(Spesial Idul Adha)

🔖Jumat, 10 Dzulhijjah 1438H/ 1 September 2017

🖊 🌸Miya Cahaya

🔖🖊🔖🖊🔖🖊🔖🖊🔖

Assalamualaikum Sobat MFT…

*QURBAN sebagai sarana TAQWA*

Secara bahasa qurban berasal dari kata “Qoroba Yaqrobu” yang artinya mendekat. Oleh karena itu qurban adalah salah satu ibadah yang mendekatkan diri seseorang kepada Allah SWT.
Selain ibadah yang mendekatkan diri kepada sang pencipta, ibadah qurban juga memiliki makna hablumminannas yakni memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar, membantu masyarakat yang kurang mampu untuk merasakan lezatnya daging qurban yang jarang disantap dalam keseharian.

Makna-makna yang paling dalam dari ibadah qurban adalah:

🐄 1. Bentuk penghambaan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan membahagiakan sesama.

🐄 2. Qurban adalah bentuk keshalehan sosial dimana pequrban akan merasakan indahnya berbagi bagi sekitar.

🐄 3. Qurban akan mendekatkan  secara emosional bagi si kaya atau si miskin dengan sama-sama merasakan santapan qurban di hari raya idul adha.

Hal ini tak lepas dari arti kata qurban tersendiri dimana berarti “mendekat”

💖 Begitu pula dengan TAQWA, yang bermakna *habluminallah*

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”.
(QS. Al-Baqarah, 2: 2-4)

💖 Dan *hablumminannas*

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali-Imran, 3: 133-134)

Mari bersama kita maknai Idul Adha hari ini agar kita menjadi hamba yang bertaqwa.
آمين يارب العالمين

*Met Idul Adha 1438H*

🐄🐐🐄🐐🐄🐐🐄🐐🐄
#qurbandantaqwa
#IdulAdha1438H

KISAH NABI ISMAIL DAN BUNDA HAJAR PART 2

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 09 Dzulhijjah 1438 H/ 31 Agustus 2017

📕 SHIRAH NABAWIYAH

📝  Kak Siro

📖 *KISAH NABI ISMAIL DAN BUNDA HAJAR PART 2*
~~~~~~~~~~~~~~~~~ 🐫🌴🐫🌿🐫

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin …

Adik-adik,, atas kehendak Allah subhanahu wa ta’ala jua, Nabi Ibrahim Alaihissalam mengajak Bunda Hajar dan Ismail pergi jauh, jauh sekali ke tengah sebuah Lembah tandus yang gersang yang tidak ditumbuhi tanaman yaitu Baitul Haram atau sekarang yang disebut Mekah, yang saat itu hanya berupa gundukan gundukan tanah.

Rasa gundah menggelayuti pikiran Ibrahim beliau menoleh ke kiri dan ke kanan lalu meletakkan putranya Ismail di dalam tenda.

Saat itu di Makkah belum ada seorang manusia pun dan tidak ada mata air, Nabi Ibrahim Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan geriba berisi air di dekat Bunda Hajar dan Ismail. Setelah itu beliau kembali lagi ke Palestina.

Beberapa hari setelah itu bekal dan air sudah habis sementara tidak ada mata air yang mengalir. Ismail menangis kehausan. Bunda hajar kebingungan apalagi saat itu air susu nya pun tidak keluar. Kemana dia harus mencari air di tempat setandus ini ??

Bunda hajar berlari ke puncak bukit terdekat, namun tidak di lihatnya sumber air. Beliau pun berlari ke puncak bukit sebelahnya dengan dada yang berdebar penuh harap . Akan tetapi tidak juga terlihat air. Hanya pasir dan pasir di mana-mana.

Adik-adik bunda Hajar berlari bolak balik antara bukit shafa dan marwah. Perjuangan bunda Hajar itu di abadikan Allah dalam salah satu rukun Haji, yaitu Sa’i, para jemaah berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah.

Bunda Hajar menjerit memanggil anak nya , paling lama, esok dia dan bayi nya akan mati kehausan. Akan tetapi Allah Maha Kuasa. Ketika Ismail menendang-nendang pasir sambil menangis, keluar lah mati air yang terus memancar. Nama mata Air itu adalah Zamzam. Sehingga bisa menjadi sumber penghidupan mereka berdua, yang tak pernah habis hingga sekarang.

Berkat pertolongan Allah bunda Hajar dan Ismail dapat selamat. Tidak lama kemudian datanglah kafilah dagang.

Suatu kabilah dari Yaman, datang ke sana dan atas izin Bunda Hajar,mereka menetap di Mekah. Ada yang mengatakan mereka sudah berada disana sebelum itu, menetap di lembah lembah di pinggir kota Mekkah namun riwayat Al-Bukhari menegaskan bahwa mereka singgah di Mekah setelah kedatangan Ismail dan Bunda Hajar.

Ketika Nabi Ibrahim datang menengok, tempat itu sudah jadi pemukiman. Alangkah bahagianya Nabi Ibrahim Alaihissalam melihat Ismail telah tumbuh menjadi anak yang sholeh. Akan tetapi kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan nabi Ibrahim melakukan hal yang amat berat, Apakah perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala?

Simak kisah selanjutnya di minggu mendatang 😊

🐫🌴🐫🌴🐫🌴🐫🐫🌴🐫

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c