Bukti-bukti Keberadaan Allah (Urgensi)

📆Senin, 14 Zulqa’dah 1438H/ 07 Agustus 2017

📝 Kak Prima Eyza

*📖 BUKTI BUKTI KEBERADAAN ALLAH*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄

الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

*BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT*

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik ?  Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..
Hari ini mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita dalam bidang studi Aqidah, masuk kepada tema baru yakni Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT.
Memahami tentang bukti-bukti keberadaan Allah SWT adalah sangat penting dalam aspek aqidah.
Maka diantara tujuan dibahasnya tema ini ialah:
1. Memahami betapa pentingnya menyadari eksistensi (keberadaan) Allah dalam kehidupan.
2. Mengerti dalil-dalil (bukti-bukti) yang diaplikasikan untuk menyadari eksistensi Allah dalam kehidupan.
3. Motivasi yang kuat untuk mentauhidkan Allah SWT karena menyadari keberadaan dan kebesaran Allah.

*▪ Dimanakah Allah ?*

Pertanyaan yang seringkali terlintas adalah : Dimanakah Allah ?
Sebagai mukaddimah dari pembahasan kita tentang tema ini, mari kita ikuti dua riwayat menarik yang memahamkan kita tentang eksistensi Allah SWT (wujudullaah) :
1. Riwayat tentang Khalifah Umar bin Khaththab ra dengan bocah penggembala.
2. Riwayat tentang Abu al Qasim al Junaid al Baghdadi dengan murid-muridnya.

*▪ Umar ra dan Seorang Penggembala*

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Dinar bahwa pada satu hari dia berjalan dengan Khalifah Umar bin Khaththab ra dari Madinah menuju ke Makkah. Di tengah perjalanan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala, yang sedang turun dari tempat pengembalaan kambing-kambing yang banyak. Khalifah ingin menguji sampai di mana anak gembala itu bersifat amanah.  Antara keduanya terjadi percakapan sebagai berikut:
Khalifah         : “Wahai pengembala, juallah kepadaku seekor anak kambing ternakanmu ini.”
Pengembala    : “Aku ini hanya seorang budak/hamba.”
Khalifah         : “Katakanlah saja nanti kepada tuanmu, anak kambing itu telah dimakan serigala.”
Pengembala    : “Fa ainallaah?”  (Kalau begitu dimana Allah ?)
(Amat pendek jawabannya:  Fa ainaLLAAH. Di mana Allah.)
Mendengar jawapan tersebut bercucuranlah air mata Khalifah Umar ra lantaran terharu. Lalu Khalifah pun pergi bersama-sama pengembala itu menjumpai yang empunya ternak itu. Ditebuskannya kemerdekaan anak pengembala itu dan Khalifah berkata, Dengan kalimat ini –Fa ainallaah– telah memerdekakan kamu di dunia ini. Semoga kalimat ini pula yang akan memerdekakan kamu di akhirat kelak”.
(Sumber :  Kitab Fiqhud-Da’wah)

*▪Abu al Qasim al Junaid al Baghdadi dengan Murid-Muridnya*

Abu al Qasim al Junaid al Baghdadi adalah seorang ulama dari Baghdad. Hidup pada tahun 220 H  298 H. Suatu ketika, ia hendak menguji sejauh mana keyakinan murid-muridnya tentang perasaan selalu diawasi oleh Allah SWT.
Besoknya al Junaid memberitahu murid-muridnya supaya pergi ke padang sahrak yang sunyi sepi.  Al Junaid meminta murid-muridnya masing-masing membawa seekor anak burung. Dan burung tersebut hendaklah disembelih di mana-mana saja tempat asalkan tiada dilihat oleh siapapun. Setelah burung tersebut disembelih, mereka masing-masing diminta menyerahkannya untuk dimasak dan dimakan bersama-sama.
Murid-muridnya pun berangkat ke tempat yang telah ditetapkan. Pada keesokakan harinya murid-murid al Junaid pun datang dengan membawa bersama-sama mereka anak burung yang telah disembelih seperti yang telah diperintah oleh guru mereka; Abu al Qasim al Junaid. Kecuali seorang muridnya yang datang dengan anak burung yang masih hidup, tidak disembelihnya.
Lalu al Junaid pun bertanya kepadanya, “Kenapa tidak disembelih burung tersebut seperti yang kuperintahkan, wahai anakku?”
Murid tersebut menjawab, “Mana mungkin saya dapat menyembelihnya tanpa diketahui oleh siapa pun, wahai Guru. Ketika saya hendak menyembelih burung ini, Dzat-Nya tetap bersama saya. Ketika saya naik ke bagian atas rumah saya, saya dapati Dzat Yang Maha Esa bersama saya. Dan jika saya pergi ke tempat yang kosong, saya dapati juga Dzat Yang Maha Esa juga bersama saya.”
Mendengar jawaban muridnya tersebut, al Junaid pun bertanya kepada muridnya itu, “Siapakah yang dimaksudkan dengan Dzat itu?”
Si murid tersebut menjawab dengan tegas, “Allah.”
Tanpa berlengah-lengah murid tersebut dipeluk erat-erat oleh al Junaid al Baghdadi, sambil berkata kepadanya, “Engkau benar, wahai anakku.”
(Sumber :  Kitab Taujihat Nabawiyah ‘alaa ath-Thariq, DR. As-Sayyid Muhammad Nuh)

*▪ ‘IBROH*

Diantara ‘ibroh (pelajaran berharga) yang harus kita ambil dari dua riwayat diatas adalah:
1. Kedua pemuda shalih dan mulia tersebut (si anak gembala dan seorang murid al Junaid) telah meyakini dengan kuat akan keberadaan Allah SWT.
2. Bahwa Allah SWT hadir di manapun kita dan semua makhlukNya berada.
3. Akan tetapi, kenyataan yang kita lihat saat ini bahwa diantara manusia di muka bumi ini ada yang tidak meyakini keberadaan Allah (atheis).
4. Jumlah mereka yang atheis lebih sedikit dibandingkan dengan yang meyakini keberadaan Allah SWT, akan tetapi para atheis ini dapat melemahkan orang-orang yang kurang imannya dengan berbagai propaganda untuk membuat orang-orang beriman ini ragu akan keimanannya.
5. Oleh karena itu, kita perlu memahami dengan baik dalil-dalil (bukti-bukti) kuat akan keberadaan Allah SWT.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung…

🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸🍄🌸

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Sholat Shubuh Kesiangan

Assalamualaikum.. saya ingin bertanya. Bagaimana jika kita terlambat bangun untuk solat subuh dan waktu sudah memasuki waktu syuruq ? Ada yang mengatakan waktu syuruq itu waktu diharamkan nya solat. Lalu bagaimana kalau misalkan kita telat solat subuh ? Mohon penjelasannya. Terimakasih..
🅰4⃣3⃣

Jawaban
———–

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
“Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. 4:103)”

Dengan demikian, seorang muslim harus melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Lalu bagaimana dengan orang yang bangun tidur kesiangan, sehingga matahari telah terbit ?

Bagi orang yang tertidur, tidak bangun di waktu subuh hingga matahari terbit, maka tatkala bangun ia harus segera melaksanakan shalat subuh. Dalam hal ini, ia tidak berdosa. Sebab, keterlambatannya untuk melaksanakan shalat bahkan hingga keluar waktunya bukan karena unsur kesengajaan. Hal ini pernah terjadi pada diri Rasulullah saw. Suatu ketika Rasulullah saw sedang dalam perjalanan. Ketika malam, beliau saw dan para sahabat tertidur hingga matahari terbit. Seketika itu, beliau saw memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqamah. Akhirnya, Rasul saw dan para sahabat shalat subuh di kala matahari telah terbit.

Wallahu a’lam.

Rohingya Kembali Memanggil Kita​

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق وأيده بالحفظ والنصرة، وأعزّ أصحابه الطيبين الطاهرين والصلاة والسلام على سيد الأولين والآخرين، إمام الغر المحجلين، سيدنا محمد الأمين، وعلى آله وأصحابه الميامين . اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ وَنَصَرَهُ وَوَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

Nabi Muhammad ﷺ telah berpesan kepada kita, umatnya, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hambaNya selama hambaNya itu menolong saudaranya. (HR. Muslim No. 2699)

Nabi Muhammad ﷺ juga telah berpesan,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” (HR. Al Bukhari No. 6011)

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Rohingya kembali bergolak memanggil saudaranya di seluruh dunia untuk melaksanakan pesan Rasulullah ﷺ di atas. Penderitaan umat Islam di Rohingya semakin bergolak bulan ini ditandai dengan aksi represif dan diduga kembali telah melakukan pemerkosaan kepada para muslimah, penyiksaan, pembakaran desa hingga pembunuhan.

12.000 pengungsi Rohingya di Indonesia, 87.000 pengungsi yang berlari ke Bangladesh, hingga ratusan ribu lainnya, baik yang berada di kamp-kamp pengungsian maupun di tempat lain yang tidak diketahui, menantikan sikap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia.[1] Mereka digelari warga negara illegal oleh Pemerintah Myanmar sejak berlakunya Burmese Nationality Law (1982 Citizenship Act).

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Ketika Pemerintah Myanmar mengkampanyekan bahwa penduduk Muslim Rohingya adalah pendatang baru dari subkontinen India, dan sehingga mereka tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan Myanmar maka penelitian para ahli sejarah justeru menegaskan bahwa mereka telah tinggal di sana minimal sejak abad ke-12 M, jauh sebelum negara Myanmar ada, bahkan peta kuno otentik seperti cetakan tahun 1829 dan 1901 masih menetapkan Arakan sebagai wilayah terpisah dari Burma.[2] Lebih awal lagi, Abu Tahay, dari Union Nationals Development Party (UNDP) Myanmar, pada 29 Juli 2013 merilis hasil penelitiannya bahwa Rohingya merupakan warga asli keturunan Indo-Arya yang memeluk Islam di abad ke-8 M, dan mewarisi darah campuran Arab pada periode 788-801 M, Persia pada periode 700-1500 M, dan Bengali pada periode 1400-1736 M, ditambah Mughal pada abad ke-16 M.[3] Fakta ini menunjukkan bahwa dakwah Islam telah menyentuh wilayah Arakan sejak abad ke-8 M.

Ketika banyak sebagian manusia yang meragukan adanya unsur kebencian agama di Rohingya, Paus Fransiskus dalam khutbah mingguannya di Vatikan justeru menegaskan menegaskan bahwa derita Rohingya disebabkan kebencian agama:

​“They had been tortured and killed simply because they wanted to keep their culture and Muslim faith. … They have been thrown out of Myanmar, moved from one place to the other because no one wants them. But they are good people, peaceful people.”​

“Mereka menderita bertahun-tahun, mereka disiksa, dibunuh hanya karena mereka ingin menjalani budaya dan keyakinan muslim mereka. … Mereka diusir dari Myanmar, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena tidak ada yang menginginkan mereka. Tapi mereka orang-orang baik, orang-orangcinta damai.”[4]

Fakta ini menegaskan bahwa umat beragama sudah semestinya membenci kejahatan kemanusiaan dalam bentuk apapun.

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Negara Burma yang merubah namanya menjadi Myanmar pada 18 Juni 1989 dan berbatasan langsung dengan Bangladesh, India dan Teluk Benggala di sebelah Barat, dengan Laut Andaman di sebelah Selatan, dengan China di sebelah Utara, dan dengan Laos, Thailand, dan China di sebelah Timur ini, dihuni oleh 50 juta orang penduduk, dengan minimal 4.3%-nya adalah Muslim, sudah termasuk perkiraan 1.090.000 jiwa di Rakhine yang sengaja tidak disensus Pemerintah pada tahun 2014. Populasi Muslim terbesar terdapat di wilayah Arakan, wilayah yang memanjang sejauh 560 km sepanjang Pantai Timur Teluk Bengali, yang secara letak geografis terisolasi oleh serangkaian perbukitan yang memanjang dan sulit dilalui. Wilayah ini baru dikuasai oleh Kerajaan Burma di akhir abad ke-18 M, dan kemudian disebut Propinsi Rakhine.

Moshe Yegar memaparkan hasil penelitiannya dalam bukunya yang berjudulBetween Integration and Secession: The Muslim Communities of the Southern Philippines, Shouthern Thailand, and Western Burma/Myanmar. Di antara hasil penelitiannya adalah bahwa Bengali menjadi Muslim di tahun 1203 M., dan menjadi titik terjauh penyebaran Islam di Bagian Timur saat itu. Mulai abad ke-14 hingga abad ke-18 M, sejarah Arakan sangat didominasi oleh Muslim Bengali. Di tahun 1430, Kesultanan Bengali, Raja Ahmad Shah, membantu Raja Narameikhla (1404-1434 M) kembali dari pengasingannya di Bengali ke Arakan[5]dengan menyertakan 50.000 pasukan Muslim untuk mengembalikan kekuasaan Kerajaan Arakan.

Raja Narameikhla meminta suaka kepada Raja Bengal saat diserang oleh Kerajaan Ava adalah karena hubungan baik yang terbangun antara Kerajaan Arakan dengan Kesultanan Bengali selama ini, dan Kerajaan Arakan yang merasa tidak terancam selama ini dengan keberadaan Kesultanan Muslim Bengali yang penuh kasih. Pertempuran antara Kerajaan Buddha seperti Ava dan Arakan ini terjadi karena runtuhnya Kerajaan Pagan Burma saat diinvasi Kerajaan Mongol di bawah Kubilai Khan, sehingga muncul banyak kerajaan-kerajaan kecil Buddha yang saling berebut wilayah di Burma.

Sebagai bentuk terima kasih, Raja Narameikhla (Sulaiman Shah) kemudian membagi sebagian wilayah teritorinya kepada Kesultanan Bengali dan mengakui kedaulatannya di wilayah tersebut, bahkan merestui gelar Muslim bagi diri dan kerajaannya, Sulaiman Shah. Koin logam Kesultanan Bengali pun akhirnya menjadi salah satu alat pembayaran resmi. Raja Narameikhla kemudian membuat koin logam baru dengan menuliskan nama Raja Burma di satu sisi, dan gelar Muslimnya di sisi lain dalam bahasa Persia. Arakan kemudian menjadi wilayah subordinat Bengali sampai tahun 1531 M. Setelah wilayah Arakan terpisah dari Kesultanan Bengali, ternyata 9 raja Arakan berikutnya masih tetap menggunakan gelar Muslim.[6] Fakta ini menegaskan kontribusi besar kaum muslimin dalam membangun peradaban ekonomi dan budaya di Arakan.

Ribuan pasukan Muslim yang dulu membersamai Raja Narameikhla kemudian menetap di Mraung (Mrauk-U) dan mendirikan Masjid Sandi Khan. Masjid ini di tahun 1960-an masih kokoh berdiri sebelum kemudian dihancurkan. Terdapat banyak masjid tua lainnya di Arakan seperti Masjid Badae Maqam, Masjid Diwan Moosa (dibangun 1258 Masehi), dan Masjid Wali Khan (dibangun abad ke 15 Masehi). Fakta sejarah ini menegaskan bahwa Muslim dan Budha telah berabad-abad lamanya hidup berdampingan secara damai di Arakan.

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Penggunaan kata Rohingya sebagaimana tulisan Jacques P. Leider di tahun 1799 berjudul A Comparative Vocabulary of Some of the Languages Spoken in the Burma Empire, berarti Warga Rohang, nama Muslim awal untuk Arakan.[7] Fakta ini menguatkan keberadaan Muslim Rohingya sejak awal.

Kerajaan Arakan baru mendapatkan serangan besar dari Kerajaan Moghul saat Putra Mahkota Shah Shuja yang melarikan diri dan meminta suaka ke Kerajaan Arakan, ternyat pada akhirnya nanti dibunuh Raja Arakan karena dituduh akan melakukan pemberontakan kepada Raja Sandathudama. Kerajaan Arakan pun akhirnya diambil alih oleh kekuatan Muslim dari sisa pasukan Shah Shuja. Kerajaan ini terus memerintah hingga direbut kembali oleh Raja Burma Bodawpaya tahun 1784. 40 tahun kemudian penjajah Inggris menguasai Burma melalui 3 periode perang: I (1824-1826), II (1852-1853), III (1885). Maka sejak 1885, mulailah Burma dijajah Inggris hingga terbentuk Negara Modern Burma di tahun 1948.

Moshe Yagar dalam karya penelitiannya yang lain berjudul Muslim of Burma menyebutkan bahwa di masa penjajahan Inggris, terjadi peningkatan populasi Muslim dari India. Komunitas Muslim ini sangat aktif dalam seluruh aktifitasnya. Mereka mendirikan Masjid, Sekolah Islam, surat kabar, dan organisasi-organisasi filantrofis, sesuatu yang belum dilakukan oleh Muslim sebelumnya dalam skala massif, dan warga lokal Arakan.[8]

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan yang dapat diterima oleh dunia modern hari ini, untuk tidak mendukung dimasukkanya warga Muslim Arakan di Propinsi Rakhine sebagai Warga Myanmar. Apalagi diskriminasi yang telah berjalan bertahun-tahun ini hanya mengkhususukan kepada warga Muslim semata.

Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan bahwa kaum muslim Rohingya, sebagaimana klaim rezim Militer Myanmar, baru masuk ke Arakan pada periode penjajahan Inggris saja. Padahal Ensiklopedia Myanmar (1964) telah mendeskripsikan secara detail tentang asal muasal populasi ini.[9] Bahkan di dalam buku Teks Geografi yang diterbitkan oleh Universitas Yangon dan diterbitkan Kementerian Pendidikan Myanmar di tahun 2008 menegaskan bahwa kaum minoritas Rohinggas telah hidup di sana sejak dahulu.[10]

Patut dipertanyakan mengapa Pemimpin Myanmar yang juga peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi berdiam diri atas pembantaian Muslim di Rohingya. Patut dipertanyakan, mengapa PBB tidak segera menurunkan pasukan perdamaian atas derita Muslim di Rohingya, dimana banyak di antara mereka harus meregang nyawa di tengah lautan yang ganas hanya tidak ada alternatif lain untuk melarikan diri.

Jika sosok non-Muslim, seperti Dr. Maung Zarni, seorang Buddhis eks warga Myanmar yang sekarang tinggal di Inggris, sangat bersungguh-sungguh bersama istrinya, Alice, sehari-hari aktif menyuarakan aksi genosida perlahan-lahan[11] yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya di dunia internasional melalui kajian akademik dan literasi, bagaimana dengan kita kaum muslimin?

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Apa yang terjadi di Myanmar adalah Kejahatan Kemanusiaan (Crime Against Humanity) dan pembersihan etnis dan pemusnahan suku bangsa (Genocide), sebagaimana hasil penelitian pakar Hukum di Indonesia, Heru Susetyo Nuswanto sejak tahun 2008. Rohingya adalah kaum minoritas yang paling teraniaya di dunia (the world’s most persecuted minority), sebagaimana penelitian Lindsey N. Kingston yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.[12]

Jika Barat terlihat tidak terlalu garang atas darurat kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, besar kemungkinan karena korbannya adalah Muslim.

Namun, jika Muslim tetap tidak mau tahu dengan persoalan Rohingya, bagaimana kita mempertanggungjawabkan diri di hadapan Ilahi Rabbi?

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurāt [49] ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.

Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kita sebagai umatnya dalam sebuah hadits dengan derajah lemah namun diriwayatkan dari banyak jalur,

مَن لَمْ يهتَمَّ بأمرِ المُسلِمينَ فليس منهم

Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia bukan golongan mereka. (HR. Thabrani dalamMu’jam ash-Shagir hal. 188)

​Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,​

​Rohingya Kembali Memanggil Kita!​

Kaum muslimin tidak bisa menggantungkan harapannya kepada para pemimpin Barat dan PBB, karena sepanjang sejarah, kaum muslimin hanya akan dihormati dan berada dalam posisi terhormat hanya jika kaum muslimin bersatu dalam tali keimanan agama Allah, tanpa terbatasi sekat-sekat kenegaraan.

Mari kita dorong pemerintah NKRI yang berdaulat untuk berkontribusi aktif dalam melawan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, menginisiasi terlaksananya pertemuan darurat negara-negara ASEAN, OKI dan PBB khususnya untuk menyelamatkan warga sipil yang tidak bersenjata.

Mari kita ciptakan kebersamaan negeri-negeri kaum Muslimin pada khususnya, dan negeri-negeri pendukung tegaknya kemanusiaan pada umumnya, untuk memberi rasa aman kepada kaum muslimin Rohingya, menekan Pemerintah Myanmar agar mau memberi status kewarganegaraan untuk Muslim Rohingya sebagai bagian integral dari Negara Myanmar yang demokratis, serta membuka keran akses kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Mari kita salurkan  shadaqah kita kepada lembaga-lembaga sosial yang kredibel dan amanah untuk membantu kebutuhan kaum muslimin di Rohingya.

Bersama kita satukan hati, satukan fikir dan satukan gerak untuk menyelamatkan saudara kita di Rohingya.

​Doa​

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،

اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.

اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى بورما خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً

Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).

Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Burma pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.

أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.

Orangtua yang Suka Membanggakan Orang Lain

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….afwan sy mau tanya, saya punya teman, di sekolah sering mendapat nilai yang kurang memuaskan. Dia cerita kalau orang tua nya sering membedakan teman2 nya yang nilai nya bagus dan menceritakan kebagusan orang tersebut . Orang tua nya sering membanggakan orang yang dapat nilai bagus tersebut. Sayangnya nilai anaknya,teman saya ini, kurang memuaskan. Gimana ya solusinya dan bagaimana cara menyikapi kondisi tersebut? tks
i.04

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Mudah2an saya tidak salah memahami pertanyaan nya. Yang saya pahami ada temen penanya yang merasa “tersakiti” karena ortunya sering membandingkan dengan lainnya bahkan lebih bangga dengan lainnya daripada anak sendiri.
Kalau memang kasusnya begitu,perlu ada komunikasi yang bisa memperjelas kondisi. Karena dengan komunikasi menjadi jembatan untuk saling mengetahui satu dengan lainnya.

Allah pun menciptakan mulut dan akal yang digunakan untuk sarana berkomunikasi sehingga gunakan ciptaan Allah ini sesuai dengan fungsinya.

Berhubung yang dihadapi adalah ortu sehingga perlu trik khusus agar apa yang ingin disampaikan bisa diterima dengan baik.
📌pilih waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa tidak nyaman ortu yang selalu membandingkan dengan lainnya,bahkan cara membandingkan itu dilakukan di khalayak umum.

📌jika dirasa sulit cari pihak lain yang lebih didengar oleh ortu atau lebih disegani ortu untuk menjadi jembatan dalam mengungkapkan uneg2 hati
Contoh: kalau hal itu dilakukan oleh bapak,coba ungkapkan keluhan hati ke ibu,kakak,pakdhe atau sodara lainnya

📌perlu digali lagi apa benar diri ini lebih baik dari lainnya. Manusia dilahirkan memiliki potensi diri yang membedakan dengan manusia lainnya. Carilah itu!

📌bisa jadi itu adalah cara ortu memberikan motivasi pada anaknya supaya anaknya bisa melakukan yang lebih dari sebelumnya. Be positif thinking!

📌ada berbagai cara untuk mengungkapkan rasa kesal dan marah,hal itu wajar punya rasa marah dan kesal karena Allah memang kasih itu di setiap manusia. Tapi carilah cara yang tidak sampai merugikan diri sendiri dan orang lain dalam mengungkapkan rasa kesal dan marah.

Wallahu a’lam.

Bekerjasama Sementara dengan Satu Sekuler untuk Mengalahkan Sekuler Zalim Lainnya​

Partai Demokrat (DP) Turki adalah berhaluan kanan moderat yang didirikan oleh Celal Bayar pada 7 Januari 1946. DP menjadi partai oposisi legal ketiga dalam sejarah kepartaian Republik Turki. Sebelum DP pernah ada Partai Liberal Republikan (Serbest Cumhuriyet Fırkası) serta Partai Perkembangan Nasional (Milli Kalkınma Partisi).

Namun, DP merupakan yang pertama mampu menumbangkan cengkraman Partai Masyarakat Republik (Cumhuriyet Halk Partisi/CHP) pada pemilu 1950. Disamping mengalahkan telak partai CHP warisan Mustafa Kemal, DP juga mengakhiri dominasi sistem satu-partai.

Dalam kajian tadi ba’da Zuhur, yang paling penting dari fenomena naiknya DP adalah naiknya juga kekuatan kaum Muslimin di Turki melalui jalur politik. Kesadaran berpolitik sebagian besar kaum Muslim pada waktu itu tidak lepas dari aktivitas kaum sufi Nakşibendi dan pergerakan Nurcu.

Selesai menyampaikan Kajian Tematik (ke-11)
Kebangkitan Politik Islamis di Republik Turki era 1946-1950

Masjid al-Ihsan, Bank Syariah Mandiri
Kantor Pusat, Senin 28 Agustus 2017

Ingin Menikah Tapi Calon Belum Siap

Assalamualaikum.. Afwan, ada sebuah pertanyaan dari teman saya dan saya ingin menanyakan pada yg lebih mampu menjawab.

Bagaimana solusi jika ada seorang gadis yg ingin menikah, sedangkan calon laki2nya msh belum mampu dan belum mendapat pekerjaan, disisi lain gadis ini masih kuliah.
Bagaimana solusi terbaik nya?
Mohon jawabannya ukhty..ana tunggu. Syukron. 😊🙏

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bila ada seorang gadis yg ingin menikah sedangkan calon laki2nya masih bekum mampu dan belum mendapat pekerjaan.disis lain gaids ini masih kuliah. Yah ini hal yang biasa dan banyak dialami dalam kehidupan. Semua permasalahan ada jalan keluarnya
1.🌿Tergantung calon suaminya.mau gak menikah dalam kondisi demikian
2.🌿Tergantung wali dari pihak perempuan. Setuju dan mengizinkan gak? Bisa gak menerima calon laki spt tersebut diatas
3.🌿Semua masalah bisa selesai atau tdk tgt yg punya masalah.

Kalau dari kaca mata syariat . Tuntunannya jelas Allah berfirman

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

(Artinya)
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

-Surat Al-Isra’, Ayat 32

Apa solusi dari Islam? ​Menikah​

وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri ( bujangan ) di antara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya [ QS. An-Nur (24): 32]

HADIST NIKAH

🍂Wahai generasi muda, barangsiapa diantara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barang siapa belum mampu hendaknya berpuasa sebab ia dapat mengendalikanmu.c(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

🍂Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ . (HR. Hakim dan Abu Dawud)

🍂Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim):a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim

Itulah diantara Dalil dan solusi yang ditawarkan
Semua berpulang kepada anda sejauh mana kesiapan, keyakinan dan kemauan untuk mengamalkan syariat. Berhitunglah dengan cermat dan tidak nekad.

Wallahu a’lam.

Suara Hati Untuk Para Pejabat Dan Wakil Rakyat…​

Kini sudah kau duduki kursi jabatan itu.
Dia adalah ​amanah dan beban​, bukan ukuran kemuliaan.

Motivasi apa yang mendorongmu menduduki jabatan, akan sangat berpengaruh pada sepak terjangmu kedepan.
Rapikan niat dan tujuan.

Di penghujung malam, bangunlah, bermunajat kepada Tuhanmu, mohon kekuatan dan bimbingan, begitulah Rasulullah saw diajarkan saat menerima beban.

Di siang hari, bangunlah, berilah layanan terbaik kepada masyarakat yang dapat kau lakukan.

Hormati mereka dengan pelayananmu, jangan minta dihormati untuk beri pelayanan.

Sadarilah, kursi yang kau duduki itu, terletak di atas rintihan doa, pengorbanan waktu, tenaga dan harta para pendukugmu.
Jangan ada kesombongan..

Kuatkan jiwamu, kokohkan fisikmu.
Ini dunia orang-orang kuat, bukan dunia orang-orang lemah.
Dunia orang-orang tegar, bukan dunia orang-orang cengeng..

Di tengah masyarakat kau seharusnya orang paling pertama bangun dan paling terakhir tidur, paling awal bersedih dan paling akhir bergembira.

Matamu harus lebih tajam dari pandangan elang agar dapat melihat seluk beluk persoalan walau dari kejauhan..

Telingamu harus lebih peka dari radar dan lebih alot dari baja, agar dapat sensitive dan sabar mendengar aneka ragam keluhan dan rintihan.

Jawablah segala nasehat dan kritik dengan kinerja memuaskan, bukan melontarkan tuduhan dan menebar ancaman.

Kenalilah baik-baik, mana senyum tulus persaudaraan, dan mana senyum akal bulus penuh maksud dan pengelabuan.

Yang tampak akrab denganmu, jangan semua kau kira baik kepadamu, yang tampak keras kepadamu, jangan semua kau kira membencimu..

Jangan terpedaya oleh sanjungan yang menjatuhkan, jangan lemah oleh kritik obyektif yang memberi solusi dan kemajuan…

Akhirnya, ingatlah sabda Nabi,
​”Siapa saja yang telah Allah beri jabatan publik, lalu dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, surga haram baginya..”​

(HR. Muslim)

Cara Mengetahui Hadist Dhoif/Palsu

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
saya mau tanya ustadzah,mengenai hal ini bagaimana kah agar orang² awam seperti saya yg tdk semua hadits tahu,tapi saya juga ingin menyampaikan sedikit ilmu dan kebaikan pula yg saya dapat kepada sesama muslim. bagaimana caranya mngetahui bahwa hadits itu dhoif atau palsu?

Jawaban
———-

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Untuk mengetahuinya apakah hadits itu dhoif atau palsu tentunya dari belajar. Membaca banyak buku hadits dan keterangan keterangan lain. Saya senang mendengar penanya ingin menyampaikan kebaikan dan ilmu yang sudah di dapat sehingga yang harus dipastikan adalah:
1.Meluruskan niat
2.Tidak menyampaikan nilai kecuali kita tahu kebenarannya
3.Selalu cek dan ricek
4.Berdasarkan dalil atau hujah yang benar .Allah berfirman dalam Qs.12 : 108

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

5.Tujuannya mencari ridho Allah

Untuk bisa kita melakukan itu semua didalam Qs. 3:79 Allah berfirman :

“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

Pelajaran dari ayat tersebut diatas adalah :
1.Harus meluruskan niat bahwa saat dakwah bukan mencari popularitas atau mengajak orang untuk membesarkan namanya tapi bagaimana kita harus mengajak orang supaya orang orang yang kita ajak hanya berorientasi kepada Allah(lillah.billah,fillah)

2.Mengajak dengan cara yang baik , penuh hikmah

3 Untuk itu ada metode pembelajaran yang ideal dan effektiv yaitu saat kita belajar bagaimana nilai2 yang kita dapat sebagai input kita proses dan kita kayakan dengan membaca dari sumber2 lain. Setelah itu baru kita keluarkan sebagai out put sehingga apa yg kita dapat dan kita pelajari akan jadi berkah. Manfaat dan selalu segar dalam ingatan kita karena kita menyampaikannya kembali . Nah itulah yang dimaksud dengan hendaklah kamu menjadi orang orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

Wallahu a’lam.

Pedulilah Walau Hanya Sekali​

📌 Palestina menjerit, kau diam saja …

📌 Uighur menderita, kau diam saja …

📌 Siria bersimbah darah, kau buang wajah …

📌 Rohingnya digenosida, kau biasa saja …

📌 Lalu apa hujjahmu di sisi Allah jika mata, mulut, hati, tangan, diminta tanggungjawabnya untuk peduli terhadap saudaramu sesama muslim?

📌 maka pedulilah walau hanya sekali …!

Wudhu Air Hangat​

Assalamu’alaikum Ustadzah,izin bertanya,bagaimana hukumnya jika dalam kondisi sakit kita berwudu memakai air hangat? Terima kasih atas jawabannya.

🌺Jawaban :
—————-

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Mayoritas ulama’, termasuk madzhab syafi’i berpendapat bahwa bersuci dengan menggunakan air yang dipanaskan dengan selain menggunakan sinar matahari, seperti dengan api itu diperbolehkan dan tidak makruh, pendapat berbeda diriwayatkan dari Imam Mujahid yang menyatakan hukum penggunaannya adalah makruh.

Diantara dalil yang menguatkan diperbolehkannya menggunakan air yang dipanaskan dengan selain menggunakan sinar matahari adalah beberapa riwayat yang menjelaskan penggunaan air yang direbus oleh para sahabat dan tabi’in. Antara lain :

1. Aslam, budak sayyidina Umar, meriwayatkan ;

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ يُسَخَّنُ لَهُ مَاءٌ فِي قُمْقُمَةٍ وَيَغْتَسِلُ بِهِ

“Sesungguhnya Umar bin Al-Khoththob rodhiyallohu ‘anhu direbuskan air didalam qumqumah (wadah untuk merebus air), lalu beliau mandi dengan menggunakan air tersebut.” (Sunan Kubro lil-Baihaqi, no.11 dan Sunan Daruquthni, no.85)

2. Diriwayatkan dari Ayyub, ia berkata

سَأَلْتُ نَافِعًا، عَنِ الْمَاءِ الْمُسَخَّنِ، فَقَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَتَوَضَّأُ بِالْحَمِيمِ

“Aku bertanya pada Nafi’ mengenai (penggunaan) air yang dipanaskan, beliau menjawab : “Ibnu Umar berwudhu dengan menggunakan air panas.”(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.256)

3. Diriwayatkan dari Abu Salamah, ia berkata ;

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: إِنَّا نَدَّهِنُ بِالدُّهْنِ وَقَدْ طُبِخَ عَلَى النَّارِ، وَنَتَوَضَّأُ بِالْحَمِيمِ وَقَدْ أُغْلِيَ عَلَى النَّارِ

“Ibnu Abbas berkata : “Kami (para sahabat) menggunakan minyak wangi yang dimasak diatas api, dan kami juga wudhu dengan air panas yang direbus diatas api” (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.258)

4. Diriwayatkan dari Qurroh, ia berkata ;

سَأَلْتُ الْحَسَنَ عَنِ الْوُضُوءِ بِالْمَاءِ السَّاخِنِ، فَقَالَ: لَا بَأْسَ بِه

“Aku bertanya pada Al-Hasan, mengenai wudhu dengan air yang direbus, beliau menjawab : “Tidak apa apa”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.259)

( Dijawab oleh : dan )
Referensi :
1. Al Majmu’, Juz : 1 Hal : 91
2. Al Hawi Al Kabir, Juz : 1 Hal : 41
3. Al Bayan, Juz : 1 Hal : 14
4. Nihayatul Muhtaj, Juz : 1 Hal : 71
5. Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, Juz : 39 Hal : 364
6. Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Juz : 1 Hal : 31
Sumber:
fikihkontemporer.com

Wallahu a’lam.