Tersenyum Pada Lawan Jenis

⁉UMM (Ustadz Menjawab MFT)

Hari/ Tanggal: Rabu/ 08 Dzulhijjah 1438H/ 30 Agustus 2017

💝🌼💝🌼💝🌼💝🌼💝

❓Dini (grup 08)
“Bolehkah tersenyum kepada lawan jenis?”

💝 Kak lelisya :

Senyuman adalah hal yang disukai manusia, apapun agamanya. Bahkan dlm Islam senyum adalah salah satu bentuk akhlak yg baik. Namun, disisi lain Islam juga mengajarkan adab-adab bergaul antara lelaki dan wanita, agar terjadi keharmonisan dan mencegah terjadi kerusakan didalamnya. Lalu bagaimana ya bila tersenyum pada yg bukan mahramnya???? Mari kita simak..

🤗Keutamaan wajah penuh senyuman. Dahulu, sahabat Jarir bin Abdillah R.A berkisah :

مَا حَجَبَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ، وَلاَ رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).

Beliau juga memerintahkan hal tersebut kepada ummatnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

تبسمك في وجه أخيك لك صدقة

😃“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Di-shahih-kan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)

Kata أخيك (saudaramu) disini berbentuk mufrad-mudhaf, sebagaimana dalam ilmu Ushul Fiqih, ini menghasilkan makna umum. Sehingga ini mencakup semua orang yang masih saudara, baik wanita atau laki-laki, tua atau muda, mahram atau bukan mahram. Tentu maksudnya saudara sesama Muslim. Oleh karena itu pada asalnya, hadits ini juga menunjukkan bolehnya wanita muslimah tersenyum kepada lelaki yang bukan mahram.

“Tapi ingat! boleh tersenyum asal aman dari fitnah”

Tidak diragukan lagi bahwa wanita itu adalah fitnah bagi para lelaki. Fitnah di sini artinya: cobaan, atau hal yang berpotensi menimbulkan keburukan dalam agamanya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam  bersabda:

ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء

“Tidaklah aku tinggalkan fitnah (cobaan) yang paling berat bagi laki-laki selain cobaan wanita” (HR. Al Bukhari 5069, Muslim 2740)

😃Dan wanita itu, bagaimana pun paras dan keadaan fisiknya, baik tersenyum atau tidak, wanita akan memiliki daya tarik di mata lelaki. Karena setan membantu menghiasi para wanita di mata lelaki sehingga lelaki jatuh pada godaan setan. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

المرأةُ عورةٌ ، فإذا خرَجَتْ اسْتَشْرَفَها الشيطانُ

“Wanita adalah aurat, jika ia keluar, setan akan menghiasinya” (HR. At Tirmidzi, 1173, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Dari sini, terkait dengan soal senyuman, para ulama memberi syarat bolehnya seorang Muslimah tersenyum pada lelaki yaitu, selama tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

🌸Sekian
-TimOlahMateriMFT-

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT (3)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 06 Dzulhijjah 1438H/ 28 Agustus 2017

📕 AQIDAH

📝 Ustadzah Prima Eyza

📖
الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Apa kabar adik-adik ?  Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, serta dalam semangat dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..
Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita tentang Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT yang pada pembahasan lalu kita telah mengkaji bukti keberadaan Allah SWT yang kedua yaitu bukti inderawi (الدَّلِيْلُ الْحِسِيُّ).
Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan pada bukti yang ketiga, yaitu bukti akal (الدَّلِيْلُ الْعَقْلِيُّ).

٣. الدَّلِيْلُ الْعَقْلِيُّ

(Bukti Akal)

▪ Penggunaan Akal

Islam mengajari kita tentang identitas Pencipta yang keberadaan-Nya kita temukan dan buktikan pula melalui akal kita. Melalui ajaran Islam yang diungkapkan kepada kita, kita memahami bahwa Dia-lah Allah, Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Yang Menciptakan langit dan bumi yang sebelumnya berawal dari kehampaan. Meskipun kebanyakan manusia tidak menyadari dan tidak mengetahui hal itu.
Kebanyakan manusia itu, apabila mereka memandang lukisan pajangan saja misalnya, maka mereka menjadi takjub kepada pelukisnya. Lalu, mereka memuji-muji senimannya panjang-lebar perihal keindahan karya seninya. Padahal pada kenyataannya, mereka bahkan menghadapi begitu banyak keaslian yang menggambarkan keindahan hal itu di sekeliling mereka. Namun masih banyak saja manusia yang tidak mengakui keberadaan Allah SWT dan tidak beriman kepada-Nya, yang merupakan Satu-Satunya Pencipta dan Pemilik keindahan-keindahan alam semesta raya ini.

▪ Pikirkan…

Sejenak, lihatlah di sekeliling kita dari tempat duduk kita. Maka kita akan dapati bahwa segala sesuatu di ruang ini adalah “buatan”; dindingnya buatan, pelapisnya juga buatan, begitu pula dengan atapnya, kursi tempat kita duduk , gelas di atas meja dan pernak-pernik lain yang tak terhitung jumlahnya. Semuanya adalah buatan; dibuat, dan ada pembuatnya. Tidak ada satu pun yang berada di ruang di sekitar kita ini yang mereka tercipta dengan sendirinya; tercipta dengan kehendak mereka sendiri. Bahkan sebuah tikar sederhana pun pastilah dibuat oleh seseorang; tikar tersebut tentulah tidak muncul dengan spontan, tiba-tiba langsung ada atau secara kebetulan. Pun seseorang yang hendak membaca buku misalnya, pastilah ia mengetahui bahwa buku tersebut ditulis oleh pengarangnya karena alasan tertentu. Pastilah tak pernah terpikir olehnya bahwa buku itu muncul dengan sendirinya secara kebetulan.
Maka apatah lagi bumi, langit; seluruh alam semesta yang kompleks ini. Tentulah ia tidak ada dengan sendirinya; tidak terjadi secara kebetulan. Pastilah ada Yang Menciptakan seluruh alam semesta ini. Ialah Allah Azza wa Jalla, Sang Khaliq. Satu-Satunya Pencipta alam raya; bumi, langit, beserta segala isinya.

▪ Kehidupan di Setiap Milimeter

Begitu pula jika kita merenung panjang tentang hal yang paling dekat yakni diri kita sendiri. Tubuh manusia ini menyediakan begitu banyak bukti tentang keberadaan Allah Ta’ala yang mungkin tidak terdapat dalam berjilid-jilid ensiklopedi. Bahkan hanya dengan berpikir beberapa menit saja mengenai itu semua, itu sudah cukup memadai bagi kita untuk memahami dan meyakini tentang keberadaan Allah SWT dan mengimani-Nya dengan keyakinan yang sempurna.
Seluruh tatanan yang ada dalam tubuh manusia ini dilindungi, diatur dan dipelihara oleh Allah SWT. Dan tubuh manusia bukanlah satu-satunya bahan pemikiran. Sebab kehidupan itu ada di setiap milimeter bidang di bumi ini, baik itu yang bisa diamati oleh manusia maupun yang tidak bisa dideteksi oleh manusia. Dunia beserta segala isinya ini mengandung begitu banyak makhluk, dari organisme uniseluler hingga tanaman, dari serangga hingga binatang laut, dan dari burung yang terbang di udara, binatang melata, hingga manusia. Juga gunung, laut, lembah, sungai, langit, bintang, bulan, dan yang lainnya.
Atau cobalah jika kita menjumput segenggam tanah saja misalnya, pandangilah dan renungkanlah, di segenggam tanah ini pun kita bisa menemukan banyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Atau misalnya kita memperhatikan kulit kita sendiri, di sini pun terdapat banyak makhluk hidup yang namanya tidak kita kenal. Atau merenungkan isi perut semua makhluk hidup yang di sana terdapat jutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan.
Allaahu Akbar….Allah Maha Besar dengan segala penciptaan dan kuasa-Nya.

▪ Berjalan dengan kesadaran

Semua bukti-bukti diatas mengarahkan kita kepada suatu kesimpulan bahwa alam semesta ini semuanya berjalan dengan “kesadaran” (consciousness) tertentu. Semuanya berjalan dengan pengaturan tertentu.
Lantas, apa yang menjadi sumber kesadaran dan pengaturan tersebut?
Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Sebab tidak ada satu pun makhluk yang sanggup menjaga seluruh keserasian tatanan ini. Maka keberadaan dan keagungan Allah-lah sumbernya, yang keberadaan Allah SWT ini terungkap sendiri melalui bukti-bukti yang tak terhitung di alam semesta.
Maka sebenarnya, tidak ada satu manusia pun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan atas bukti-bukti keberadaan Allah ini di dalam hati sanubarinya.
Sekalipun demikian, sebagian mereka masih mengingkarinya.
Sebagaimana fiman Allah Taala,

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ   …

“Dan mereka mengingkari karena zhalim dan angkuh, kendati hati mereka meyakininya. …”
(QS. An Naml [27] : 14)

Demikianlah, sesungguhnya akal manusia akan membuktikan bahwa Allah Ta’ala itu ada, pasti ada, benar ada, dan nyata ada; dengan pembuktian yang sebenarnya tak terbantahkan.

Wallaahu a’lam bishshowab…
Bersambung…

🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

KISAH NABI ISMAIL DAN BUNDA HAJAR PART 1

📆 Kamis, 02 Dzulhijjah 1438 H/ 24 Agustus 2017

📕 SHIRAH NABAWIYAH

📝  Kak Siro

📖 *KISAH NABI ISMAIL DAN BUNDA HAJAR PART 1*
~~~~~~~~~~~~~~~~~ 🐫🌴🐫🌿🐫

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin …

Di cerita sebelumnya kita sudah membahas tentang pernikahan Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan Bunda Hajar dan dikaruniai anak yang bernama Ismail.

Bunda Sarah sangat bahagia sekali memiliki Ismail yang Begitu lucu, ia telah menganggap Ismail sebagai anaknya sendiri. Namun tetep perasaan terdalam bunda Sarah merasa sedih ia ingin mempunyai anak dari rahimnya sendiri.

Akhirnya Allah Maha Penyayang mengabulkan doa Bunda Sarah pada usia yang sudah lanjut. Bunda Sarah mengandung kemudian lahirlah nabi Ishaq. Dari keturunan nabi Ishaq inilah kelak lahir Nabi Yakub,Yusuf, Ayub, Zulkifli, Yunus, Musa, Harun, Ilyas, Ilyasa, Daud, Sulaiman, Yahya dan Isa. Sementara dari Nabi Ismail lahirlah nabi Muhammad. Karena itu Nabi Ibrahim disebut Abul Anbiya Bapak para nabi.

Adik-adik, sebelum doa Bunda Sarah terkabul, Allah yang Maha Penyayang menurunkan sebuah ujian yang berat kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim dititah untuk membawa Bunda hajar dan bayinya Ismail pergi ke suatu tempat yang sangat jauh. Sebuah tempat Sunyi tak berpenghuni di tengah gurun pasir tandus dan gersang tempat itu adalah Baitul haram.

Perpisahan ini terasa sangat berat di hati bunda Hajar dan Bunda Sarah. Namun Kehendak Allah ada di atas segalanya. Lalu apa yang terjadi dengan Bunda hajar dan Nabi Ismail ?

Simak kisah nya di minggu yang mendatang ,,,

🐫🌴🐫🌴🐫🌴🐫🐫🌴🐫

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Keutamaan Tersenyum di Hadapan Seorang Muslim

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Rabu, 01 Dzulhijah 1438H/ 23 Agustus 2017

📕 AKHLAQ

📝 Kak Lelisya

📖 Keutamaan Tersenyum di Hadapan Seorang Muslim
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Adik-adik MFT… kali ini kakak aman berbagi tentang senyuman, tak terlihat bahagia jika tak terlihat senyuman pada wajah …
Yuk kita simak😁

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَبَسُّمُكَفِىوَجْهِأَخِيكَلَكَصَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“.
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan tersenyum dan menampakkan muka manis di hadapan seorang muslim, yang hadits ini semakna dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang lain, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria“.
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
😁– Menampakkan wajah ceria dan berseri-seri ketika bertemu dengan seorang muslim akan mendapatkan ganjaran pahala seperti pahala bersedekah.
😁– Keutamaan dalam hadits ini lebih dikuatkan dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri, sebagaimana yang disebutkan oleh sahabat yang mulia, Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melarangku untuk menemui beliau sejak aku masuk Islam, dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku“.
☺– Menampakkan wajah manis di hadapan seorang muslim akan menyebabkan hatinya merasa senang dan bahagia, dan melakukan perbuatan yang menyebabkan bahagianya hati seorang muslim adalah suatu kebaikan dan keutamaan.
☺– Imam adz-Dzahabi menyebutkan faidah penting sehubungan dengan masalah ini, ketika beliau mengomentari ucapan Muhammad bin Nu’man bin Abdussalam, yang mengatakan, “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih tekun beribadah melebihi Yahya bin Hammad,dan aku mengira dia tidak pernah tertawa”. Imam adz-Dzahabi berkata, “Tertawa yang ringan dan tersenyum lebih utama, dan para ulama yang tidak pernah melakukannya ada dua macam (hukumnya):

💦Pertama: (bisa jadi) merupakan kebaikan bagi orang yang meninggalkannya karena adab dan takut kepada Allah, serta sedih atas (kekurangan dan dosa-dosa yang ada pada) dirinya.

💦Kedua: (bisa jadi) merupakan celaan (keburukan) bagi orang yang melakukannya (tidak mau tersenyum) karena kedunguan, kesombongan, atau sengaja dibuat-buat. Sebagaimana orang yang banyak tertawa akan direndahkan (diremehkan orang lain).
Dan tidak diragukan lagi, tertawa pada diri pemuda lebih ringan (dilakukan) dan lebih dimaklumi dibandingkan dengan orang yang sudah tua.

😁☺Adapun tersenyum dan menampakkan wajah ceria, maka ini lebih utama dari semua perbuatan tersebut (di atas). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“. Dan Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum.“

🌈Inilah akhlak (mulia) dalam Islam, dan kedudukan yang paling tinggi (dalam hal ini) adalah orang yang selalu menangis (karena takut kepada Allah) di malam hari dan selalu tersenyum di siang hari. (Dalam hadits lain) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu“.
Ada hal lain (yang perlu diingatkan) di sini, (yaitu) sepatutnya bagi orang banyak tertawa dan tersenyum untuk menguranginya (agar tidak berlebihan), dan mencela dirinya (dalam hal ini), agar dia tidak dijauhi/dibenci orang lain. Demikian pula sepatutnya bagi orang yang (suka) bermuka masam dan cemberut untuk tersenyum dan memperbaiki tingkah lakunya, serta mencela dirinya karena buruknya tingkah lakunya, maka segala sesuatu yang menyimpang dari (sikap) moderat (tidak berlebihan dan tidak kurang) adalah tercela, dan jiwa manusia mesti sungguh-sungguh dipaksa dan dilatih (untuk melakukan kebaikan).”

💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT (2)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 28 Dzulqaidah 1438H/ 21 Agustus 2017

📕 AQIDAH

📝 Ustadzah Prima Eyza

📖
الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

❄💦❄💦❄💦❄💦❄

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik pemuda Islam?  Mudah-mudahan senantiasa dalam limpahan rahmat Allah SWT dan dalam semangat membara serta hujaman kebanggaan di dalam dada terhadap Islam… Aamiin..
Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita tentang Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT yang pada pembahasan lalu kita telah mengkaji bukti keberadaan Allah SWT yang pertama yakni bukti fitrah (الدَّلِيْلُ الْفِطْرِيُّ). Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan pada bukti yang kedua, yaitu bukti inderawi (الدَّلِيْلُ الْحِسِيُّ).

٢. الدَّلِيْلُ الْحِسِيُّ

(Bukti Inderawi)

Bukti-bukti/dalil-dalil inderawi tentang keberadaan Allah SWT adalah bukti-bukti/dalil-dalil yang dapat dinikmati, dilihat, dirasai atau disentuhi oleh indera.
Khususnya hal ini berupa kejadian luar biasa, seperti mu’jizat, karamah, dan ma’unah.

Diantaranya yang Allah firmankan dalam QS. Al Qamar (54) ayat 1,

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.”

🌛🌜 *terbelahnya bulan*

Kejadian ini tidak diakui oleh orang-orang Makkah yang memusuhi Rasulullah saw. Mereka malah menuduh bahwa Rasulullah saw telah menyihir mereka sehingga peristiwa itu seolah-olah hanya khayalan/imaginasi mereka saja.
Sayangnya, penolakan mereka itu justru ditentang oleh para musafir yang mengadakan perjalan dari negeri jauh yang menuju ke Makkah. Para musafir itu justru bercerita bahwa di dalam perjalannya, mereka telah melihat bulan di langit terbelah.
Bahkan catatan sejarah selanjutnya mengatakan bahwa terbelahnya bulan itu terlihat juga di India dan negeri-negeri lainnya. Sebab dalam catatan sejarah berbagai negara tersebut, kisaran waktu kejadian terbelahnya bulan memang sesuai dengan peristiwa mujizat Rasulullah saw itu.

Demikianlah kejadian luar biasa yang menampakkan secara nyata ke-Maha Kuasa-an Allah SWT yang sekaligus menjadi bukti tentang keberadaan-Nya.
Namun secara umum, segala sesuatu di alam raya ini yang bisa kita indera adalah bukti dari keberadaan Allah SWT. Sebab alam semesta raya ini adalah ciptaan Allah seluruhnya; bumi, langit, beserta segala isinya

▪ Para Malaikat yang Ikut Perang Badar

Kejadian luar biasa lainnya yang diturunkan Allah Ta’ala bagi Nabi Muhammad saw adalah diturunkannya para malaikat untuk membantu dan menguatkan pasukan muslimin pada Perang Badar.
Allah SWT menciptakan makhluk yang bernama malaikat dengan tugas khusus. Akan tetapi, mereka adalah makhluk ghaib yang tidak dapat dilihat oleh indera penglihatan manusia, kecuali jika malaikat menjelma dalam rupa manusia atas izin Allah SWT.
Namun dalam Perang Badar, Allah memperlihatkan para malaikat di tengah-tengah pertempuran. Allah Taala berfirman,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
(QS Al Anfaal [8] : 9)

Hal ini juga dikuatkan oleh riwayat dari seorang sahabat Nabi saw, Abbas ra menuturkan, Pada hari berkecamuknya Perang Badar, aku mendengar malaikat yang menggunakan sorban berwarna putih berseru, “Majulah, Haizum!”.” Kemudian lelaki musyrik di depannya mati dalam keadaan terlentang, hangus oleh cambuk malaikat.
(Ibnu al Atsir menerangkan dalam kitab An Nihayah bahwa Haizum adalah nama kuda Malaikat Jibril)

▪ Dua Kali Lipat

Pada Perang Badar pula, Allah Ta’ala menampakkan golongan yang tengah berperang di pihak-Nya berjumlah dua kali lipat di mata para musuh mereka:

قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

“Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.”
(QS. Ali ‘Imran [3] : 13)

Pengungkapan bahwa satu orang digambarkan sedang terlihat sebagai “dua orang” dengan mata kepala mereka sendiri sangatlah jelas, dan mengesankan bahwa para pengingkar Allah mungkin telah mengalami perbedaan penginderaan dengan melihat satu orang yang beriman berjumlah dua. Wallaahu a’lam…

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan inderawi telah ditetapkan sebelumnya oleh Allah SWT dengan pengetahuan yang tidak mampu kita pahami sebagai makhluk yang sarat dengan serba keterbatasan.

▪ Keajaiban Indera Manusia

Hidup kita keseluruhannya merupakan hasil persepsi (penginderaan) kita. Akan tetapi bagaimanakah seluk beluk yang sedemikian luar biasa rumit, saling terkait dan rinci dari kehidupan dapat tetap berlangsung dengan cara yang sedemikian nyata dan tanpa terputus di dalam sebuah dunia yang di dalamnya materi. Apakah semua itu hanya ada sebagai sebuah persepsi (hasil penginderaan)?
Milik siapakah seluruh informasi-informasi ini, dan siapakah Pencipta dari semua peristiwa dan Penguasa segala sesuatu?
Siapa pun yang dengan tulus memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini akan pasti melihat kebenaran. Yakni bahwa Allah Ta’ala telah menciptakan manusia beserta seluruh kemampuan inderawi (persepsi) mereka, dengan kata lain takdir mereka, dan Allah SWT adalah Penguasa kehidupan mereka di setiap waktu. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui segala apa yang terjadi setiap saat.

▪ Api Menjadi Dingin

Nabi Ibrahim as merasakan api dengan rasa dingin.  Allah Yang Mahakuasa mengeluarkan perintah,

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim!”
(QS. Al Anbiyaa’ [21] : 69),

Dan dengan kehendak-Nya Nabi Ibrahim as. tidak merasakan sedikit pun sifat panas dan membakar dari api.
Demikianlah, Nabi Ibrahim as merasakan api, yang dirasakan panas dan membakar oleh setiap orang, sebagai sesuatu yang sejuk.
Ini luar biasa. Dan ini hanya mampu dilakukan oleh Dzat dengan kekuatan dan kedigdayaan yang Maha Kuasa tanpa batas. Ialah Allah ‘Azza Jalla.

Demikianlah kejadian-kejadian luar biasa tersebut telah menjadi bukti nyata tentang keberadaan Allah SWT. Masihkah layak manusia meragukan-Nya…???
Na’udzubillaah….
Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang beriman yang meyakini keberadaan Allah SWT tanpa sedikitpun keraguan yang melintas di hati… Aamiiin…

Wallahu a’lam bishshawab…
Bersambung…

❄💦❄💦❄💦❄💦❄

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Nabi Ibrahim

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 26 Zulqadah 1438 H/ 18 Agustus 2017

📕 SHIRAH NABAWIYAH

📝  Kak Siro

📖 Judul Materi *NABI IBRAHIM*
~~~~~~~~~~~~~~~~~ 🐫🌴🐫🌿🐫

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin …

Adik-adik sebelum kita mengenal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih baik kita mengenal terlebih dahulu Bapak para nabi yaitu Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Kita tahu bahwa Ibrahim Alaihissalam hijrah dari Irak ke haran termasuk pula ke Palestina. Ia lalu menjadikan negeri itu sebagai basis dakwahnya. Ia banyak menyusuri negeri ini dan Negeri lainnya. Di salah satu perjalanan tersebut Ibrahim Alaihissalam bertemu dengan Firaun istri Ibrahim turut menemaninya.

Setiap seorang laki-laki datang ke negerinya jika sudah beristri, maka ia akan dibunuh.

Nabi Ibrahim Alaihissalam tahu hal itu maka ia berpura-pura bahwa istri nya Sarah adalah adik nya.

Sarah merupakan wanita yang tercantik maka Firaun itu hendak memasangkan siasat buruk terhadap istri beliau namun cara berdoa kepada Allah sehingga dia membalikkan serat yang dipasang raksasa itu ke lehernya sendiri. Akhirnya raja yang zalim itu tahu bahwa Sarah merupakan wanita soleh yang memiliki kedudukan tinggi disisi Allah. Oleh karena itu ia menghadiahkan Hajar sebagai pembantu Sarah.

Hajar merupakan wanita yang taat terhadap ajaran Allah. Ibrahim dan Sarah sudah lama menikah namun belum Allah Karuniai seorang anak. Sebagai pengakuan atas keutamaan Sarah atau karena ia takut terhadap siksa Allah. Akhirnya Sarah menikahkan Nabi Ibrahim dengan Hajar.

Dari Hajar ini lah lahir seorang putra yang bernama Ismail.

🐫🌴🐫🌴🐫🌴🐫🐫🌴🐫

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

BERIBADAHLAH.. TAATLAH PADA ALLOH WALAUPUN BERAT

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Selasa, 22 Dzulqaidah 1438H/ 15 Agustus 2017

📕 IBADAH

📝 Trisa Yunita S. Si.

📖 *BERIBADAHLAH.. TAATLAH PADA ALLOH WALAUPUN BERAT*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🦋❄🦋❄🦋❄🦋❄🦋

Dari Anas ra. dari Nabi SAW.
Alloh berfirman:
(ini adalah Hadits Qudsi)

_*”Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekat padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas”*_
(HR Bukhari)

• Barangsiapa yang mengerjakan ketaatan kepada Allah walaupun sedikit, maka Allah akan menerima dan melipat-gandakan pahalanya,

• *Makin besar dan banyak ketaatan yg dikerjakan, makin besar dan banyak juga pahalanya.*

• Allah tidak akan melambatkan  penilaian dan pemberian pahalanya, walaupun ia mengerjakan ketaatan itu dengan lambat.

*Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.*
[QS. Al-Muzzammil : 20]

🦋❄🦋❄🦋❄🦋❄🦋

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT -1-

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 21 Dzulqaidah 1438H/ 14 Agustus 2017

📕 AQIDAH

📝 Ustadzah Prima Eyza

📖 BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT
-Lanjutan-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈

الْأَ دِ لَّةُ عَلَى وُجُوْدِ اللهِ

BUKTI-BUKTI KEBERADAAN ALLAH SWT
-Lanjutan-

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik pemuda Islam?  Mudah-mudahan senantiasa dalam limpahan rahmat Allah SWT dan dalam semangat membara serta hujaman kebanggaan di dalam dada terhadap Islam… Aamiin..
Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita tentang Bukti-Bukti Keberadaan Allah SWT yang pada pembahasan lalu kita telah menyimak dua kisah yang sarat keteladan tentang kesempurnaan keyakinan terhadap keberadaan Allah SWT.

💦Ayat-Ayat Allah SWT Tersebar Luas

Allah Ta’ala befirman,

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”
(QS. Fushshilat [41] : 53)

Adik-adik shalihin dan shalihat, keberadaan Allah SWT adalah mutlak adanya, dan Allah telah menghamparkan tanda-tandanya di segenap penjuru. Hal ini setidaknya dibuktikan oleh lima dalil (bukti pokok) tentang keberadaan Allah SWT, yakni sebagai berikut:

١)  الدَّلِيْلُ الْفِطْرِيُّ
(Bukti Fitrah)

Satu-satunya Pencipta Yang Maha Menciptakan seluruh makhluk adalah Allah SWT. Syaikh Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fii Zhilaalil Quran ketika mengurai tafsir surah Al Ikhlash mengatakan, “Segala sesuatu selain Dzat Allah adalah ciptaan Allah.”
Maka, termasuk manusia. Manusia adalah ciptaan Allah. Seluruh manusia diciptakan oleh Allah SWT. Maka satu-satunya Tuhan manusia adalah Allah Ta’ala.
Adalah menjadi fitrah manusia yang telah ditetapkan Allah Ta’ala bahwa dalam penciptaannya, sejak masih berada dalam alam ruh (arwah) telah ditanamkan ke dalam jiwa manusia benih iman, kepercayaan dan penyaksian (syahadah) terhadap keberadaan Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Araaf (7) ayat 172,

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)””

💦Maka tiadalah kebimbangan sedikitpun bahwasanya setiap manusia yang dilahirkan ke dunia itu dalam keadaan bersumpah bahwa Allah-lah Rabbnya.
Benih keyakinan terhadap eksistensi Allah SWT tersebut merupakan fitrah atau sesuatu yang bersifat kodrati. Bahwa dalam keaslian penciptaannya, manusia telah ditetapkan Allah SWT untuk diambil sumpah/persaksiannya atas KeTuhanan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya Rabb. Tentang hal ini telah disebutkan dalam hadits Nabi saw sebagai berikut,

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza’bi dari Az Zuhriy dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman dari Abu Hurairah ra berkata; Nab saw) bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?”
(HR. Bukhari)

💦Dalam ilmu sosial pun kita mendapati prinsip dimana manusia disebut sebagai ‘homo religious atau naturalier religiosa (makhluk beragama/berTuhan).
Fitrah inilah yang menjadi daya pendorong pertama bagi manusia untuk mengenal dan mendapatkan Allah SWT.

▪ Berbagai Macam Naluri

Dalam Al Quran disebutkan bahwa : fitrah Allah = ciptaan Allah.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚp فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(QS. Ar Ruum [30] : 30)

💦Allah SWT menciptakan manusia disertai dengan berbagai macam naluri, termasuk di dalamnya naluri bertuhan, naluri beragama, yaitu agama tauhid. Ialah satu-satunya agama yang benar di sisi Allah SWT. Yakni Islam.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. …”
(QS Ali Imran [3] : 19)

Jadi, manusia yang tidak beragama tauhid (Islam), maka hal itu tidaklah wajar. Yang tentu saja mereka tidak beragama tauhid karena pengaruh keluarga, keturunan, dan lingkungan.
Fitrah disebut pula sebagai inti dari sifat alami manusia, yang termasuk di dalamya secara alami pula ingin mengetahui dan mengenal Allah SWT.

▪ Fungsi Rasul

Karena fitrah (bertuhan) kepada Allah SWT dimasukkan ke dalam jiwa manusia maka manusia terlahir dalam keadaan dimana tauhid menyatu dengan fitrahnya. Karena tauhid menyatu dengan fitrah manusia maka para nabi datang untuk mengingatkan manusia pada fitrahnya itu dan untuk membimbing manusia kepada tauhid yang menyatu dengan sifat dasarnya tersebut. Para nabi Allah itu diutus untuk mengingatkan manusia karena mereka dituntut untuk memenuhi perjanjian sebagaimana yang telah diwahyukan Allah dalam surah Al Araaf (7) ayat 172.
Perjanjian/persaksian itu tentu saja tidak tercatat di atas kertas, tidak pula diucapkan oleh lidah (karena masih berbentuk janin), melainkan terukir dengan pena Allah di permukaan qalbu dan lubuk fitrah manusia, di atas permukaan hati nurani serta di kedalaman perasaan batiniyah mereka.

💦Maka, tiada keraguan sedikit pun bahwa Allah SWT itu ada, sebab secara fitrah terbukti bahwa semua manusia berTuhan kepada Allah SWT dan mengarah pada pencarian/pengenalan kepada Allah Taala.
Adapun orang-orang kafir yang tetap ingkar pada keTuhanan dan KeEsaan Allah, maka sesungguhnya mereka sedang menjauh dan mengotori fitrah jiwanya sendiri, baik karena pengaruh hawa nafsu ataupun rayuan setan yang terkutuk.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung…

🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Mengembangkan Kemampuan _Self Monitoring_ Remaja

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 19 Dzulqadah 1438H/ 12 Agustus 2017

📕 Psikologi dan Pengembangan Diri

📝 Dina Farihani S. Psi.

📖  *Mengembangkan Kemampuan _Self Monitoring_ Remaja*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📉📈📈📉📉📈📉📉📈
Assalaamu’alaikum, Sobat!

Sesi psikologi kali ini akan mengupas tentang sebuah istilah, yaitu *_self monitoring_*.

_Apa sih yang dimaksud dengan self monitoring?_

*Pengertian*

Self monitoring adalah cara individu untuk mengamati, mengontrol, dan mengatur diri.

Self monitoring merupakan salah satu strategi yang efektif untuk mencapai perubahan tingkah laku.

*Aspek/Komponen Self Monitoring*

Ada dua komponen dalam self monitoring, yaitu:

1. *Pengukuran* >> mengukur dan mencatat perilaku.

2. *Evaluasi* >> membandingkan perilaku dengan standar yang ditentukan sebelumnya.

Melakukan self monitoring bisa menggunakan catatan di akhir pekan, akhir semester, atau periode yang ditentukan.
Selain itu dapat juga berupa ungkapan secara lisan kepada guru atau orang terkait pada momen atau waktu tertentu.

*Manfaat Self Monitoring*

Dengan memiliki keterampilan melakukan self monitoring, seseorang akan lebih mampu dan terarah dalam mencapai perubahan tingkah laku.

Kemampuan untuk mengidentifikasi perilaku diri, mengontrol, dan mengevaluasi akan semakin meningkat.
Simpelnya, individu ini akan mampu memonitor dirinya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sosialnya.

*Tingkatan Self Monitoring*

# *High self monitoring*
Pada tingkatan ini, seseorang telah mampu untuk mengamati tampilan diri untuk menampilkan perilaku yang sesuai.

Individu dengan kemampuan self monitoring yang tinggi cenderung mencari teman/lingkungan yg dapat mendorong perubahan perilakunya.
Individu ini memiliki pertemanan yang lebih luas, didorong oleh kemampuan dan targetnya untuk mengontrol dan mengatur perilaku.

# *Low self monitoring*
Pada tingkatan ini, seseorang cenderung ingin tampil “seadanya”, tidak mempedulikan ketepatan perilaku, sehingga tidak konsisten pada situasi yang berbeda.

Individu dengan kemampuan self monitoring yang rendah, cenderung mencari teman/lingkungan yang memiliki kesamaan yaitu tidak memiliki target atau tujuan yang tinggi dalam perubahan perilaku, maupun menampilkan perilaku yang sesuai standar.
Individu ini cenderung memiliki pertemanan yang lebih terbatas.

_OK Sobat, sekian ulasan tentang self monitoring.Kalau kamu ingin tau lebih lengkap, kamu bisa coba cari di internet penelitian2 tentang self monitoring pada remaja._

See you next time, insyaAllah!

Wassalaamu’alaikum.

🔎🔍🔎🔎🔍🔍🔎🔎🔍

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Ka’bah

📆 Kamis, 17 Dzulqaidah 1438H/ 10 Agustus 2017

📕 Shirah

📝 Miya Cahaya

📖 Tempat -Tempat Bersejarah di Jazirah Arab
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🕋✨🕋✨🕋✨🕋✨🕋

Assalamualaikum, adik-adik MFT Semoga selalu berada dalam keberkahan dan kasih sayang Allah SWT.

Kita akan simak tempat-tempat bersejarah di Jazirah Arab ya…

🕋 *KA’BAH*

Ka’bah merupakan kiblat shalat umat Islam. Ka’bah yang berbentuk kubus ini merupakan bangunan utama diatas bumi yang digunakan untuk menyembah Allah SWT.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Ali Imran ayat 90, yang artinya :

“Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta.”

Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul ‘Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dibangun berupa tembok segi empat yang terbuat dari batu-batu besar yang berasal dari gunung-gunung di sekitar Makkah. Baitullah ini dibangun diatas dasar fondasi yang kokoh.

Dinding-dinding sisi Ka’bah ini diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. terkecuali satu dinding yang diberi nama “Rukun Hajar Aswad”.

Adapun keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah :

1. Sebelah Utara Rukun Iraqi (Irak)

2. Sebelah Barat Rukum Syam (Suriah)

3. Sebelah Selatan Rukun Yamani (Yaman)

4. Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).

Keempat sisi Ka’bah ditutup dengan selubung yang dinamakan Kiswah. Sejak zaman nabi Ismail, Ka’bah sudah diberi penutup berupa Kiswah ini. Saat ini Kiswah tersebut terbuat dari sutra asli dan dilengkapi dengan kaligrafi dari benang emas.

Dalam satu tahun Ka’bah ini dicuci dua kali, yaitu pada awal bulan Dzulhijah dan awal bulan Sya’ban. Kiswah diganti sekali dalam setahun.

Ref: www.sirahnabawiyah.wordpress.com

🕋✨🕋✨🕋✨🕋✨🕋

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c