Kisah Ummu Kultsum binti Uqbah

📆 Sabtu, 07 Muharram 1438 H / 08 Oktober 2016

📚 *SIROH & KELUARGA*

📝 Pemateri: *Ustadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Ag*

📝 *Kisah Ummu Kultsum binti Uqbah*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآتُوهُمْ مَا أَنْفَقُوا وَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَلا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنْفَقُوا ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayarkan kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayarkan (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS Al Mumtahanah:10)

🌟Ketika cahaya Islam bersinar di jazirah Arab, keyakinan kepada Allah merasuki relung hatinya. Ia beriman kepada Allah dan RasulNya dan kehidupannya disinari petunjuk dan ketakwaaan.

📚 Ayahnya seorang yang sangat memusuhi Islam. Ummu Kultsum menyembunyikan keislamannya. Dan ketika Rasulullah bersama para sahabat hijrah ke Madinah, ia merindukan kehadiran kaum muslimin dan majlis-majlis iman. Maka ia bertekad untuk hijrah ke Madinah dan dengan sembunyi-sembunyi ia mempersiapkan perjalanan menuju Madinah.

🌸 Ummu Kultsum menceritakan perjalanan hijrahnya: sesungguhnya ia mulai meninggalkan kampung dan tinggal 3 atau 4 malam di pinggiran Tan’im. Hingga ia benar2 membukatkan tekad untuk berhijrah. Di perjalanan ia bertemu dengan seseorang dari Bani Khuza’ah yang bertanya:”Hendak pergi kemana wahai hamba Allah?” Ketika ia tahu bahwa yg bertanya adalah seorang Khuza’qh dan Khuza’ah terikat pernanjian dengan Rasulullah Saw, ia menjawab: “Aku seorang perempuan Quraisy yang ingin menyusul Rasulullah ke Madinah.” Lelaki Khuza’ah itu kemudian membawakan seekor unta, didudukan dihadapannya dan mempersilakannya untuk naik. Lelaki itu bersumpah untuk tidak berbicara kepadanya hingga sampai di Madinah. Sesampainya di Madinah ia menemui Ummul Mu’minin Ummu Salamah yang bertanya kepadanya :”Apakah engkau berhijrah untuk Allah dan RasulNya.” Ummu Kultsum menjawab:”Ya, akan tetapi aku takut Rasulullah Saw mengembalikan aku kepada orang2 Quraisy sebagaimana beliau mengembalikan Abu Jandal dan Abu Bashir.”

📚 Ketika memasuki rumah Rasulullah Saw, beliau menyambutnya.  Ummu Kultsum berkata:”Sesungguhnya aku lari menujumu untuk menyelamatkan agamaku. Maka lindungilah aku dan jangan kau kembalikan aku kepada mereka. Mereka akan menyiksaku dan aku bukan  orang yang sabar menghadapinya. Sesungguhnya aku  seorang  perempuan yang lemah.”
Maka Allah menurunkan surat Al-mumtahanah ayat 10.

🌷Al Walid dan Ammaroh dua saudara kandung Ummu Kultsum, kemudian menyusul ke Madinah untuk bertemu Rasulullah Saw.  Mereka berkata:”Ya Muhammad, apakah engkau melanggar perjanjian antara engkau dan kami?” Rasulullah menjawab:” Allah telah membatalkan perjanjian  itu dengan apa yang telah Ia ajarkan kepada kita tentang perempuan.” Dan kedua saudara Ummu Kultsum itu pun pergi meninggalkannya di Madinah.

💍Hari berlalu….dan Zubair bin Awwam, Zaid bjn Haritsah, Abdurrahman bin Auf, Amr bin Ash hadir untuk melamar Ummu Kultsum. Ia bingung, siapa yang harus ia pilih diantara sahabat2 mulia ini? Ia pun menemui saudara seibunya yaitu Utsman bin Affan untuk bermusyawarah. Utsman menyarankan agar ia bertanya kepada Rasululloh Saw dan memilihkan baginya. Maka Nabi Saw menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah dan lahirlah dari pernikahan itu Zaid bin Zaid dan Ruqoyyah. Keduanya wafat saat masih anak2. Kemudian Zaid menceraikannya dan ia menikah dengan Zubair bin Awwam. Dari pernikahan ini lahirlah seorang anak yaitu Zainab. Zubair bin Awwam saat itu dikenal sangat keras terhadap perempuan. Ummu Kultsum tidak menyukai perangainya dan meminta talak akan tetapi Zubair menolak. Suatu hari ia merajuk kepadanya dibulan terakhir kandungannya. Maka Zubair mentalaknya dan iapun melahirkan. Zubair sempat mengadu kepada Rasulullah dan menginginkan untuk tidak menceraikannya. Dan Rasulullah menjelaskan ia harus memulainya dari awal dengan kembali melamarnya. Akan tetapi Ummu Kultsum tidak menghendaki untuk kembali kepadanya. Kemudian Abdurrahman bin Auf menikahinya dan ia hidup bahagia bersamanya. Dari pernikahan ini lahir Ibrahim dan Humaidan. Hingga Abdurrahman bin Auf wafat, ia kemudian dinikahi oleh Amr bin Ash dan terus hidup bersamanya sampai akhir hayatnya.

✍🏻Ummu Kultsum meriwayatkan hadits dari Rasulullah Saw :”Bukanlah pendusta ia yang memperbaiki hubungan antara sesama dengan mengatakan yang baik2 saja.” Ibrahim dan Humaidan kedua putranya meriwayatkan hadits ini.

🌸Diriwayatkan bahwa para muslimah menemuinya dan meminta nasehat darinya. Maka Ummu Kultsum binti Uqbah mengatakan :”Sesungguhnya hubungan antaramu dengan suamimu harus berdasarkan cinta dan kasih sayang yang dengannya hati kalian berdua bersatu. Dengannya ruh kalian berpadu. Hingga masing2 kalian menjadi tempat menyimpan rahasia pasangannya dan menjadi penguat dalam kesulitan dan berbagai masalah.”

Wallahu a’lam bish showab

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

PEMIMPIN NON MUSLIM

Ustadz Menjawab
Jum’at, 07 Oktober 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan

🌿🍁🌺 PEMIMPIN NON MUSLIM

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
“Kafir itu zolim, mari tolak pemimpin zolim.”
Tapi mengapa partai Islam yg harusnya sangat paham tentang ini malah mengusung calon pemimpin dr non-Islam?? Mohon penjelasanya Ustadz.  🅰2⃣8⃣

Jawaban
===============

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Bismillah wal Hamdulillah …
Sebenarnya pertanyaan ini lebih pas diajukan kepada partai tersebut, apa alasan syar’i-nya mereka mendukung calon non muslim.

Jika konteksnya adalah konstalasi yang terjadi di DKI Jakarta, pendukung cagub non muslim tak satu pun yang partai Islam.

Saya berbaik sangka, mungkin jika ada partai Islam atau berbasis massa Islam mendukung cagub  non muslim, ada beberepa pertimbangan mereka.

📗 Sebagian ulama membolehkan menyerahkan jabatan kepada kafir dzimmi, dalam lingkup eksekutif, bukan legislatif dan yudikatif. Nah pemimpin daerah adalah eksekutif, mereka hanya tinggal menjalankan UU saja, bukan membuat. Ini pendapat Imam Abul Hasan Al Mawardi.

📙 Bisa jadi, mereka memahami larangan menjadi orang kafir sebagai “wali” adalah teman dekat, bukan pemimpin. Itu maka wali bagi mereka.

Ini baik sangka kita …

Tapi, yang aman dan selamat adalah tetap jangan mendukung mereka ..

Sebab:

📌 Allah Ta’ala Menyebut Munafiq kepada Orang yang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin dan mengenyampingkan orang beriman

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138  (الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (139(

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi waliy dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”
(QS. An Nisa: 138-139)

📌 Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut sebagai pengkhianat

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 «مَنِ اسْتَعْمَلَ عَامِلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ فِيهِمْ أَوْلَى بِذَلِكَ مِنْهُ وَأَعْلَمُ بِكِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ نَبِيِّهِ فَقَدْ خَانَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَجَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ»

“Barang siapa yang memilih seseorang untuk mengurus urusan kaum muslimin padahal dia tahu ada orang lain yang lebih pantas darinya, lebih paham Kitabullah dan Sunnah Rasulnya, maka dia telah mengkhianati Allah, Rasul, dan semua Kaum Muslimin.”

(HR.  Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 20861,  Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 11053 , Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 7023)

📌 Para sahabat nabi pun marah jika ada yang mengangkat non muslim sebagai pemimpin

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah memberikan keterangan dengan sebuah kisah Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu ‘Anhu yang mengangkat seorang sekretaris dari Syam yang beragama Nashrani, lalu Umar Radhiallahu ‘anhu merasa heran dan mencegah pengangkatan itu, lalu Umar Radhiallahu ‘Anhu mengutip ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al Maidah: 51)
(lihat Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 3/123)

Sikap herannya Umar Radhiallahu ‘anhu ini hanya Abu Musa menjadikan Nasrani sebagai  sekretaris, apalagi dia menjadikannya sebagai pemimpin.
Wallahu A’lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan!Raih pahala…

=================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Sampaikan Dariku Walau Satu Ayat.

📆 Jumat, 06 Muharram 1438H / 07 Oktober 2016

📚 DA’WAH

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan

📋  Sampaikan Dariku Walau Satu Ayat.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Jangan Remehkan Yang Sedikit Selama Itu Kebaikan

Mau da’wah tapi hanya sedikit tahu ayat dan hadits?

Mau ajak kebaikan tetapi masih sedikit memahami ayat dan hadits?

Atau masih sedikit hapal atsar-atsar para salafush shalih?

Jangan khawatir …

Dari Abdullah bin ‘Amr Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Sampaikan dariku walau satu ayat. (HR. Al Bukhari No. 3461, At Tirmidzi No. 2669, Ahmad No. 6486, 6888, 7006, Ad Darimi No. 559, Ibnu Hibban No. 6256)

Syaikh Abul ‘Ala Al Mubarka furi Rahimahullah menjelaskan hadits ini dengan berbagai keterangan para ulama, bahwa maksudnya adalah walau menyampaikan satu ayat pendek dari Al Quran.

Ada yang mengatakan “ayat” di sini adalah al kalam al mufid (kalimat yang bermanfaat) semisal “Barang siapa yang diam maka dia akan selamat,” atau “Agama adalah nasihat.”

Ada yang mengartikan “sampaikan dariku hadits-haditsku.”

Ada pula yang mengatakan “sampaikan hikmah-hikmah yang diwahyukan Allah kepada Nabi ﷺ.” (Tuhfah Al Ahwadzi, 7/360)

Maka, sampaikan apa yang sudah kita ketahui dan pahami saja, baik berupa ayat, hadits atau nasihat para ulama dan shalihin,  itu sudah cukup mendatangkan kebaikan yang banyak.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah mengatakan: “Sepantasnya bagi penuntut ilmu dan selain penuntut ilmu, dan setiap orang yang sudah memahami sunah, untuk  menjelaskannya di kesempatan yang tepat.

Jangan katakan “saya bukan ulama”.
Benar Anda memang bukan ulama, tapi Anda punya pengetahuan, dan Nabi ﷺ bersabda: sampaikan dariku walau satu ayat ..” (Syarh Riyadh Ash Shalihin, Hal. 824)

Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺbersabda:

إن الله وملائكته وأهل السموات والأرضين حتى النملة في حجرها وحتى الحوت ليصلون على معلم الناس الخير

Sesungguhnya Allah, para malaikatNya, penduduk langit, penduduk bumi, sampai-sampai semut di lubangnya, dan ikan di lautan mereka mendoakan ampun bagi orang yang mengajarkan manusia kebaikan.  (HR. At Tirmidzi No. 2685. Dishahihkan oleh Imam As Suyuthi. Lihat Al Jami’ Ash Shaghir No. 5859)

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
https://www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Air Mata Manusia-Manusia Mulia

📆 Kamis, 05 Muharam 1438 H/ 06 Oktober 2016

📘 Ibadah

📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan

📖 Air Mata Manusia-Manusia Mulia
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

® Air mata yang membebaskan dari api neraka.

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi saw bersabda:

عينان لا تسمهما النار عين بكت من خشية الله وعين باتت تحرس في سبيل الله

“Ada dua mata yang tidak akan disentuh api neraka. (Yaitu) mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga dalam keadaan berjaga-jaga fisabilillah”. (HR. At-Tirmidzi No. 1639, Beliau mengatakan: hasan. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Inilah tangisan orang-orang yang bartaubat, yang takut terhadap siksa-Nya dan ke-Maha Kuasaan-Nya.

Imam Al-Munawi Rahimahullah mengatakan:

أي من خوف عقابه أو مهابة جلاله

“Yaitu rasa takut terhadap siksa-Nya atau kehebatan keagungan-Nya. (At-Taisir, 2/293)

Syaikh Abul ‘Ala Al-Mubarakfuri Rahimahullah menjelaskan:

وهي مرتبة المجاهدين مع النفس التائبين عن المعصية سواء كان عالما أو غير عالم

“Ini adalah kedudukan orang-orang yang berjihad, bersama orang-orang yang bertaubat dari maksiatnya, sama saja apakah dia seorang berilmu atau bukan”. (Tuhfah Al-Ahwadzi, 5/221)

® Air mata yang paling Allah cinta.

Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi saw bersabda:

ليس شيء أحب إلى الله من قطرتين وأثرين قطرة من دموع في خشية الله وقطرة دم تهراق في سبيل الله وأما الأثران فأثر في سبيل الله وأثر في فريضة من فرائض

“Tidak ada suatu apa pun yang lebih Allah cintai dibandingkan dua tetes dan dua bekas: ada pun dua tetes yaitu tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetes-tetas darah fisabilillah. Sedangkan, dua bekas adalah bekas-bekas saat jihad fisabilillah dan bekas dari menjalankan kewajiban”. (HR. At-Tirmidzi No. 1669, katanya: hasan gharib. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir, No. 7918. Dishahihkan oleh Imam As-Suyuthi, Al-Jaami’ Ash-Shaghiir No. 7600. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Merintis Suatu Kebaikan ~ Mengalirkan Kebaikan Tiada Henti

📆 Kamis, 05 Muharram 1438H / 06 Oktober 2016

📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*

📝  *Merintis Suatu Kebaikan ~ Mengalirkan Kebaikan Tiada Henti*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌐 Perwakilan Turki Utsmani di Sri Lanka

Surat kabar Ceylon Daily pada tanggal 20 Februari 1953 memuat artikel tentang Marikar Hussain Lebbe Effendi sebagai pejabat yang menyusun Peraturan Muhammadan tahun 1806. Peraturan ini ditujukan bagi penduduk yang beragama Islam di negeri tersebut. Fokus peraturan ini pada penanganan hak kepemilikan dan hak sipil sesuai syariat Islam.

💡 *Lesson #1* syariat Islam untuk kemaslahatan.

Pada sensus tahun 1824 tercacah sejumlah 14.847 penduduk Muhammadan yaitu mereka yang beragama Islam di ibukota Colombo.

💡 *Lesson #2* menjadi minoritas adakah tantangan tersendiri untuk da’wah; syukuri kemayoritasan dengan lebih bersemangat lagi memberi manfaat untuk Ummat dan bangsa.

Marikar Hussain Lebbe Effendi adalah tokoh yang aktif mengelola masjid Jami Akbar Colombo yang terletak di Moor Street. Pada tahun 1874, pemerintah kota Colombo menutup lahan pekuburan Muslim yang terletak di samping masjid tersebut; alasan utamanya adalah aspek kesehatan. Hussain Lebbe kemudian membeli lahan baru untuk pekuburan bagi kaum Muslimin di wilayah lain dari kota Colombo. Upaya beliau ini mendapatkan simpati serta dukungan dari para Mathicam; keluarga Muslim yang berada.

💡 *Lesson #3*  memenuhi kebutuhan dasar Ummat adalah jihad yang bernilai tinggi.

Sebuah prasasti dibuat di pekuburan baru Maligawatte tersebut untuk menghargai jasa Hussain Lebbe. Bahkan kisah beliau diliput oleh wartawan asing, John Capper, pada tahun 1877 untuk majalah Old Ceylon.

💡 *Lesson #4* menghargai peran dan jasa kebaikan generasi terdahulu adalah kebiasaan Kaum Muslimin.

Pada tahun 1505 hanya terdapat 2 masjid di kota Colombo. Namun memasuki tahun 1824 telah berdiri 17 masjid di kota tersebut. Hussein Lebbe diangkat menjadi konsul kehormatan untuk kekhilafahan Turki Utsmani di Colombo. Anaknya yang bernama Abdul Majeed kemudian meneruskan jabatan tersebut setelah ayahnya wafat.

💡 *Lesson #5* kebaikan harus diestafetkan.

Sebagai konsul kehormatan yang baru, Abdul Majeed turut menyelenggarakan acara syukuran Kekhilafahan Turki Utsmani pada tahun 1900. Ia juga bertanggung-jawab mendirikan Hameedia School dan toko Muslim serba ada Ibrahim bin Ahmed. Toko halal tersebut masih berdiri hingga sekarang di Main Street, Colombo.

Beliau kemudian digantikan oleh Mr. Muhammad Macan Markar sebagai Vice Consul untuk Republik Turki, reportase MJK.

❔ *Lantas apa rintisan kebaikan yang sudah kita mulai?*

Depok, 29 Agustus 2016

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼 Sebarkan! Raih pahala…

MASTURBASI -> MANDI WAJIB?

Ustadz Menjawab
Kamis, 06 Oktober 2016
Ustadzah Novria Flaherti, S.si

🌿🌺🍄 MASTURBASI -> MANDI WAJIB?

Assalamu alaikum ustadz/ah..
mau nanya apakah orang yang melakukan masturbasi itu harus melakukan mandi wajib? #A 40

JAWABAN
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Mengeluarkan lendir di vagina dengan menggunakan jari sehingga merasakan kenikmatan dinamakan juga dengan “onani/masturbasi/istimna”.

Para ulama fiqih berbeda pendapat dalam menetapkan hukumnya. Jumhur ulama mengharamkannya, di antaranya adalah pengikut mazhab Maliki, Syafi’i, dan Zaid . Mereka berpegangan pada firman Allah swt dalam surat Al-Mukminin ayat 5-7 :

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”  

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Syurutu Qabulisy Syahadatain

📆 Rabu, 04 Muharam 1437 H/ 05 Oktober 2016

📗 Aqidah

📝 Ustadzah Novria Flaherti, S.si.

📖 Syurutu Qabulisy Syahadatain
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Adik-adik MFT Syahadat yang kita ucapkan merupakan azaz/landasan dari rukun Islam. Dengan syahadat yg kita ucapkan maka kita menjadi muslim.. Agar diterimaNya syahadat yang kita ucapkan, ada syaratnya.. Beberapa syarat antara lain… ( lanjutan dari 1. Ilmu yang menolak kebodohan dan 2. Keyakinan yang menolak keraguan)

3⃣Keikhlasan dan bebas dari kemusyrikan

Syahadatain harus diucapkan dengan ikhlas karena Allah dan tidak ada niat lain selain mengharap ridhaNya. Niat yang tidak ikhlas termasuk syirik, padahal Allah tidak mengampuni dosa kemusyrikan.

Allah berfirman dalam Alquran surat Al-Bayyinah ayat :5

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ    ۙ  حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ  
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

Dan dalam surat Ak-Kahfi Ayat: 110, Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ  ۚ  فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْالِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.

4⃣ Jujur bukan Dusta

Syahadat harus diucapkan dengan sejujurnya, bukan dengan dusta. Kemunafikan merupakan perbuatan yang sangat tercela sehingga Allah menyiksa orang-orang munafik diatas neraka.

Allah berfirman dalamAl-Quran surat Al- Baqorah ayat: 8-9
وَمِنَ النَّاسِ  مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ
“Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 8)
يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۚ  وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ  وَمَا يَشْعُرُوْنَ
“Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 9)

Dan Quran Surat Al-Ahzab ayat 23-24, Allah SWT berfirman:
مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ  فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ   ۖ   وَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),”
(QS. Al-Ahzab: Ayat 23)

لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَآءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ    ؕ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا  
“agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab: Ayat 24)

5⃣ Cinta yang menolak kebencian

Syahadatain harus disertai dengan kecintaan bukan dengan kebencian ataupun pura2 cinta. Hal ini akan dapat dicapai bila proses syahadatain dilakukan melalui syarat-syarat diatas.

Firman Allah dalam QS Al-Baqorah ayat :165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ  ؕ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ  ؕ  وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ   اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Dan QS Al-Anfal ayat: 2
Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,”
(QS. Al-Anfal: Ayat 2)

6⃣ Menerima yang jauh dari penolakan

Tidak ada alasan untuk menolak syahadatain dan konsekuensinya karena ia hanya akan mendatangkan
Kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Allah SWT berfirman:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ  حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ  حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 65)

7⃣ Pelaksanaan yang jauh dari sikap statis atau diam

Para ulama menyebut bahwa iman harus meliputi keyakinan di hati, ikrar dengan lisan, dan amal dengan angota badan.

Dalam QS An-Nur ayat 51 dan 46, Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ  بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا  ؕ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. An-Nur: Ayat 51)

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَ اٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَاَطِيْـعُوا الرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.”
(QS. An-Nur: Ayat 56)

Dan dalam QS Luqman, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُّسْلِمْ وَجْهَهٗۤ اِلَى اللّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ  بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى  ؕ  وَاِلَى اللّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ
“Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.”
(QS. Luqman: Ayat 22)

Jika syarat-syarat diterimanya syahadat telah terpenuhi, maka akan terdapat pada diri seorang muslim itu kerelaan untuk diatur oleh Allah SWT, Rasulullah dan Islam dalam kehidupannya sehari-hari tanpa adanya keberatan karna rasa cintanya akan Rabbnya dan Rasulnya.

Semoga kita selalu istiqamah berada di jalan ini, jalan kebenaran hingga sampai ke garis finish, syurgaNya kelak… aamiin.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Tafsir Surat Al-Kautsar

Sabtu, 29 Dzulhijjah 1437 H/ 01 Oktober 2016

📒 Al-Qur’an

📝 Ustadz Noorahmat

📖 Tafsir Surat Al-Kautsar
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum wr wb

Adik-adik…..pagi ini kita bertemu kembali dengan bagian ketiga dari Tafsir Surat Al Kautsar….

Bagaimana khabar semuanya? Semoga kita terjaga dalam komitmen untuk menjalankan amaliah penghuni syurga tanpa kenal lelah ya…. Agar kelak bisa istirahat di sebaik-baiknya tempat….. Syurga Firdaus, dan bercengkerama bersama Rasulullah SAW menikmati buah dari kerja keras kita di dunia menjaga Syahadat kita.

Nah….kita langsung saja ya…
Allah Azza wa Jalla berfirman

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (QS Al-Kautsar: 2)

Setelah Allah Azza wa Jalla mengkhabarkan kepada kita akan indahnya Al Kautsar, sebagaimana yang telah dibahas pekan lalu, yang berwujud kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat, antara lain sebuah sungai yang sifat-sifatnya telah disebutkan pekan lalu, maka….

Maka… kerjakanlah salat fardu dan salat sunat kalian semua dengan ikhlas karena Allah Azza wa Jalla dan juga dalam semua gerak-gerik kita.

Sembahlah Allah Azza wa Jalla semata, jangan pernah menyekutukan-Nya karena tiada sekutu bagi-Nya.

Hal yang semacam ini juga Allah Ta’ala sebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيايَ وَمَماتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya salatku, ibadahku. hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”(QS Al-An’am: 162-163)
Ada istilah wanhar di akhir ayat kedua QS Al Kautsar ini….
Apa ya maksudnya?

Ibnu Abbas, Ata, Mujahid, Ikrimah, dan Al-Hasan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wanhar ialah menyembelih unta dan ternak lainnya sebagai korban. Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’, Ata Al-Khurrasani, Al-Hakam, Sa’id ibnu Abu Khalid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf. Hal ini berbeda keadaannya dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang menyebut nama-Nya, Allah Swt. telah berfirman:

وَلا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (Al-An’am: 121), sampai akhir ayat.

Nah adik-adik…
Pendapat diatas adalah yang sahih, yaitu dengan menyatakan bahwa makna yang dimaksud dengan nahr ialah menyembelih hewan kurban. Karena itulah maka Rasulullah SAW seusai salat Idul Adha segera menyembelih kurbannya, lalu bersabda:

“مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا، وَنَسَكَ نُسُكَنَا، فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ. وَمَنْ نَسَكَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَلَا نُسُكَ لَهُ”. فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نَيَّارٍ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي نَسكتُ شَاتِي قَبْلَ الصَّلَاةِ، وَعَرَفْتُ أَنَّ الْيَوْمَ يَوْمٌ يُشْتَهَى فِيهِ اللَّحْمُ. قَالَ: “شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ”. قَالَ: فَإِنَّ عِنْدِي عِنَاقًا هِيَ أَحَبُّ إليَّ مِنْ شَاتَيْنِ، أَفَتُجْزِئُ عَنِّي؟ قَالَ: “تُجْزِئُكَ، وَلَا تُجَزِئُ أَحَدًا بَعْدَكَ”.

Barang siapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih kurban seperti kami menyembelih kurban, maka sesungguhnya dia telah menunaikan kurbannya. Dan barang siapa yang menyembelih kurban sebelum salat (hari raya) maka tiada kurban baginya.Maka Abu Burdah Nayyar bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menyembelih kambingku sebelum salat, dan aku mengetahui bahwa hari ini adalah hari yang semua orang menyukai daging padanya” Rasulullah Saw. menjawab:Kambingmu itu adalah daging kambing biasa (bukan kurban). Abu Burdah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai seekor anak kambing kacang yang lebih aku sukai daripada dua ekor kambing biasa, apakah itu cukup untuk kurbanku?” Rasulullah Saw. menjawab: Cukup untukmu, tetapi tidak cukup untuk orang lain sesudahmu.

Nah adik-adik…
Ternyata memang surat Al Kautsar ini berkaitan dengan Idul Adha yang beberapa pekan lalu kita rayakan bersama. Dan semuanya bertaut sebagai bagian dari kebaikan yang banyak….

Semoga kita semua semakin semangat mengejar amaliah syurga ya….

Sementara sampai disini dulu, kita akan bertemu kembali pekan depan untuk bagian keempat dari Tafsir QS Al Kautsar yang akan membahas bagian akhir dari surat yang indah ini.

Wassalamu’alaikum wr wb.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
💽 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
💾 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Islam Itu Moderat

📆 Rabu, 04 Muharram 1438H / 05 Oktober 2016

📚 TSAQOFAH

📝 Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir  Lc.

📋  Islam Itu Moderat..

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Tanpa istilah moderat,
islam dengan keseluruhan ajarannya yang utuh; Aqidah, syariat dan akhlak, dengan sendirinya merupakan ajaran yang moderat…

Islam itu moderat,
antara mereka yang gampang mengkafirkan dengan mereka yang gampang mentolerir kekufuran….

Islam Itu moderat,
antara mereka yang rajin beramal tapi  tanpa ilmu dan mereka yang berilmu tapi malas beramal

Islam itu moderat,
antara mereka yang kaku dan kasar terhadap sesama muslim dan mereka yang akrab dengan musuh-musuh Islam…..

Islam itu moderat,
antara mereka yang menerapkan syariat tanpa akhlak dan mereka yang utamakan akhlak namun anti syariat…..

Islam itu moderat,
diantara mereka yang melampaui batas memuja para nabi dan orang saleh dan mereka yang menyakiti dan memusuhi Nabi dan orang-orang saleh

Islam itu moderat,
diantara mereka yang abai terhadap dunia atas nama mengejar akhirat dan mereka yang tenggelam dalam urusan dunia tak peduli akhirat..

Islam itu moderat,
antara mereka yang eksploitasi politik dengan kekuasaan dengan menjual agama dan mereka yang tak peduli politik dan kekuasaan untuk bela agama

Islam itu moderat,
antara mereka yang intoleran terhadap khilaf furu (perbedaan cabang) dan mereka yang toleran terhadap inhiraf ushul (penyimpangan prinsip)

Islam itu moderat,
antara mereka yang selalu bersihkan hati tapi amal menyimpang, dan mereka yang amalnya benar, tapi hatinya kotor….

Wallahu A’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

SYARIAT, HAKEKAT, TAREKAT & MAKRIFAT

Ustadz Menjawab
Rabu, 05 Oktober 2016
Ustadzah Nurdiana

🌿🍁🌺 SYARIAT, HAKEKAT, TAREKAT & MAKRIFAT

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
Mohon penjelasannya tentang syariat hakekat tarekat dan makrifat
# A36

Jawaban
———–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
1.Syariat berasal dari kata syaa ri” artinya jalan.
Maksudnya syariat  islam adalah petunjuk jalan. Pedoman aturan . Kaidah buat orang islam.

2.Hakekat Kata hakikat (Haqiqat)                             merupakan kata benda yang berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu kata “hak“ yang berarti milik (ke¬punyaan), kebenaran, atau yang benar-¬benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu.

3.Tarekat  (Bahasa Arab: طرق, transliterasi: Tariqah)
    berarti “jalan” atau “metode”, dan mengacu pada aliran keagamaan tasawuf atau sufisme dalam Islam. Ia secara konseptual terkait dengan ḥaqīqah atau “kebenaran sejati”, yaitu cita-cita ideal yang ingin dicapai oleh para pelaku aliran tersebut. Seorang penuntut ilmu agama akan memulai pendekatannya dengan mempelajari hukum Islam, yaitu praktik eksoteris atau duniawi Islam, dan kemudian berlanjut pada jalan pendekatan mistis keagamaan yang berbentuk ṭarīqah. Melalui praktik spiritual dan bimbingan seorang pemimpin tarekat, calon penghayat tarekat akan berupaya untuk mencapai ḥaqīqah (hakikat, atau kebenaran hakiki).

4.Makrifat
    Istilah Ma’rifat berasal dari kata “Al-Ma’rifah” yang berarti mengetahui atau mengenal sesuatu. Dan apabila dihubungkan dengan pengamalan Tasawuf, maka istilah ma’rifat di sini berarti mengenal Allah ketika Shufi mencapai maqam dalam Tasawuf.

Kemudian istilah ini dirumuskan definisinya oleh beberapa Ulama Tasawuf; antara lain :

Dr. Mustafa Zahri mengemukakan salah satu pendapat Ulama Tasawuf yang mengatakan :
   “Marifat adalah ketetapan hati (dalam mempercayai hadirnya) wujud yang wajib adanya (Allah) yang menggambarkan segala kesempurnaannya.”

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼Sebarkan! Raih Bahagia….