Peminjam Ridho Membayar Bunga Pinjaman Karena Merasa Tertolong

โœUst. Rikza Maulana Lc. M.Ag
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท
Assalamualaikum.                
___________________
Pertanyaan nya.            
1โƒฃ. maaf, mau tanya tentang riba lebih lanjut…
jika orang yg dihutangi merasa tertolong atas peminjaman bagaimana? dan, kelebihan pengembalian hutang tidak menjadi masalah. termasuk pemberian gandum dan sebagainya itu. ridho memberi karna rasa terimakasih.
jika seperti itu, apakah hukumnya masih riba?
โฌ† pertanyaan dari A 28
2โƒฃ  Kl jual beli tp di kredit 10x bgm?krn setiap penjual pasti mengambil untung..
โฌ† pertanyaan dari A 10.                                                    
___________________
Jawabannya.                                   
Wa alakum salam wr wb.                                             
1โƒฃ. Saling ridho itu merupakan syarat lanjutan dalam akad, dan dia terkait dengan syarat sebelumnya. Artinya dia tdk bisa berdiri sendiri. Kalau substansi akadnya batal, maka sudah pasti akadnya tdk sah walaupun saling ridho. Maaf, penjual narkoba dengan pembelinya, bisa jadi saling ridha, saling butuh dan saling ikhlas ketika transaksi. Tapi ia batal karena objeknya haram. Maaf juga antara wanita tuna susila dengan lelaki hidung belang, bisa jadi saling ridho dalam transaksi asusila, tapi jelas batal demi hukum karena objek jasa nya haram. Pun demikian dengan riba, antara peminjam dan peminjam adalah batal, tidak sah serta berdosa meskipun mereka salimg ridho.
2โƒฃ.  Hukum jual beli cicil (kredit) hukum asalnya adalah boleh, dengan syarat tidak ada riba/bunga di dalamnya dan disepakati du awal akad. Penjual boleh saja menjual dgn harga lebih tinggi atau mengambil keuntungan lebih besar pada transaksi jual beli secara cicil selama tidak menggunakan bunga dan ada kesepakatan harga jual di awal kontrak dengan pembeli. Jika keuntungan dikaitkan dengan bunga, maka hukumnya menjadi riba.
Wallahu A’lam 
๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Hak Susmi Terhadap Penghasilan Istri

โœUstadzah Nurdiana
Assalamuallaikum.         
___________________
Pertanyaan nya,        
Apa  hak-hak suami thd penghasilan/pendapatan/istri yg bekerja/usaha dg dukungan/disuruh dan di ridhoi swami nya? ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ8โƒฃ.                        
___________________
Jawaban nya,               
Wa alaikum salam wr wb.                              
Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman:
ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ู‚ูŽูˆู‘ูŽุงู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุขุกู ุจูู…ูŽุง ููŽุถู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ูˆูŽุจูู…ูŽุขุฃูŽู†ููŽู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’
โ€œKaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta merekaโ€. [an Nisaa`/4 : 34].
Menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, sudah menjadi Ijmaโ€™ ulama, ayah (suami)lah yang menafkahi anak-anak, tanpa dibarengi oleh ibu (isteri)LAZIMNYA suami bertanggung jawab mencari nafkah dan memiliki kesiapan untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Tidak sekadar menerima nafkah dari suami, istri juga harus siap mengelola keuangan keluarga secara keseluruhan. Namun, bagaimana jika suami tidak bekerja dan berpenghasilan sedangkan istri memiliki penghasilan? Apakah harta itu menjadi milik suami juga?
Islam membebankan pemberian nafkah keluarga ada di pundak para suami bukan para istri. Oleh karena itu, dituntut kepada para suami untuk keluar rumah mencari karunia Allah demi memenuhi kewajiban tersebut. Adapun besar pemberian nafkah tidaklah ditentukan besarnya akan tetapi disesuaikan dengan kadar kemampuan mereka.
Itu sudah sangat jelas disebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah: 233, โ€œDan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.โ€ Dan Surat Ath Thalaq: 6,  โ€œTempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.โ€
Abu Dawud meriwayatkan dari Mu`awiyah Al-Qusyairi dari ayahnya, ia berkata; aku katakan; wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang diantara kami atasnya? Beliau berkata: โ€œEngkau memberinya makan apabila engkau makan, memberinya pakaian apabila engkau berpakaian.โ€
Adapun terhadap para istri dikarenakan tidak ada kewajiban padanya untuk memberikan nafkah kepada keluarganya maka tidak ada kewajiban baginya untuk bekerja mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Nah, bagaimana jika istri bekerja dan mendapatkan uang? Apakah uang istri sama dengan uang suami?
Pada hakekatnya, uang suami adalah uang istri juga, dan uang istri adalah uang suami juga. Itu jika kita menghayati nilai-nilai pernikahan. Namun, dalam sisi hukum, memang ada kategorinya masing-masing. Yakni, uang suami adalah uang yang dia hasilkan sendiri, dan demikian istri.
Jadi, memang, secara hukum pun seorang suami, atau istri, tidak ada kaidah untuk meminta izin saat mau membelanjakan uangnya.
Namun, dalam pernikahanโ€”dan kehidupan manusia pada umumnyaโ€”ada kaidah moral yang juga mesti diperhatikan.
Misalnya, ketika suami merasa tidak sreg dengan belanja istri yang tanpa izinnya, maka secara moral, istri harus izin dahulu kepadanya, supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
Demikian pula sebaliknya. Pernikahan adalah persatuan, maka satukanlah jiwa suami dengan suami istri. Jangan sampai pernikahan terganggu hanya karena hal yang sebenarnya sepele.
Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Hindun binti Utbah mengadukan perihal suaminya (Abu Sufyan) kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œWahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seseorang yang pelit. Dia tidak memberikan harta yang cukup untuk kebutuhanku dan anak-anakku, kecuali jika aku mengambilnya tanpa sepengetahuannya.โ€
Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menasihatkan, โ€œAmbillah hartanya, yang cukup untuk memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu, sewajarnya.โ€Ayat dan hadis di atas memberikan konsekuensi sebaliknya; wanita tidak berkewajiban memberikan hartanya kepada suaminya, karena harta istri berhak untuk dimiliki oleh istri, tanpa harus memberikan sebagian dari hartanya tersebut kepada suaminya. Dengan demikian, wanita berhak mengeluarkan hartanya untuk kepentingannya atau untuk sedekah, tanpa harus meminta izin kepada suaminya.
Di antara dalilnya adalah hadis dari Jabir bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berceramah di hadapan jamaah wanita, โ€œWahai para wanita, perbanyaklah sedekah, karena saya melihat kalian merupakan mayoritas penghuni neraka.โ€ Kemudian, para wanita itu pun berlomba-lomba menyedekahkan perhiasan mereka, dan mereka melemparkannya di pakaian Bilal. (H.R. Muslim)
Kesimpulannya: Suami secara fiqih tidak punya hak atas harta istri dan bila istri mengeluarkan harta tuk anak atau suami maka hitungannya SEDEKAH, tapi dalam berumah tangga jalinlah hubungan yang harmonis tidak hanya dari pendekatan fiqih tapi bagaimana menghargai dan menghormati suami sebagai bagian kesempurnaan ibadah.                                          Wa Allahu a’lam.
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
disingkat oleh WhatsApp]

Apa yang Dolakukan Istri Ketika Mendapat Talak Suami?

๐Ÿ“Ustadzah Dra.Indra Asih
๐ŸŒฟ๐Ÿ„๐Ÿ๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน
1. Apa yang harus dilakukan seorang istri ketika mendapat talak 1/2 dari suami?
2. Bagaimana cara shalat hajat ? Adakah surat khusus yang dibaca setelah baca al fatihah?
3. Bagaimana dengan koperasi simpan pinjam yang mana jika anggota meminjam 500,000 misal di cicil 10 x jadi bayarnya  55000 plus jasa nya setiap bulan tetapi di saat ada kendala tidak bisa bayar pokoknya tapi di kenakan jasanya yang 5000?
[MaNis_A29]
JAWABAN:
๐ŸŒฟ Pertanyaan 1
ู„ุทูŽู‘ู„ุงู‚ู ู…ูŽุฑูŽู‘ุชูŽุงู†ู ููŽุฅูู…ู’ุณูŽุงูƒูŒ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุณู’ุฑููŠุญูŒ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู
 โ€œTalak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang baik atau menceraikan dengan baikโ€ (Al-Baqarah: 229)
Dan selama itu suami berhak merujuk kembali walaupun tanpa persetujuan istri.
Allah Taโ€™ala berfirman,
ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุทูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽุงุชู ูŠูŽุชูŽุฑูŽุจู‘ูŽุตู’ู†ูŽ ุจูุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู†ู‘ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ู‚ูุฑููˆุกู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุญูู„ู‘ู ู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ุชูู…ู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู‘ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ูˆูŽุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูุฑูŽุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏููˆุง ุฅูุตู’ู„ูŽุงุญู‹ุง
โ€œWanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quruโ€™ (masa โ€˜iddah). Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa โ€˜iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlahโ€ (Al Baqarah: 228).
Jangan segera berpisah
Suami istri bahkan diperintahkan tetap tinggal satu rumah. Dengan demikian suami diharapkan bisa menimbang kembali untuk melihat istrinya yang tetap di rumah dan mengurus rumahnya.
Demikian juga istri diharapkan mau ber-islah karena melihat suami tetap memberi nafkah dan tempat tinggal.
Dan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ููƒู’ู†ูŽู‰ ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฅูุฐูŽุงูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌู’ุนูŽุฉู .
โ€œNafkah dan tempat tinggal adalah hak istri, jika suami memiliki hak rujuk kepadanya.โ€ (Hadits shahih. Riwayat An-Nasaโ€™i)
Allah Taโ€™ala berfirman,
ู„ูŽุง ุชูุฎู’ุฑูุฌููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠู†ูŽ ุจูููŽุงุญูุดูŽุฉู ู…ูุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุฉู
โ€œJanganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang.โ€ QS. Ath Thalaq: 1.
Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan,
ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: {ู„ูŽุง ุชูุฎู’ุฑูุฌููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽ} ุฃูŽูŠู’: ูููŠ ู…ูุฏู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูุฏู‘ูŽุฉู ู„ูŽู‡ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ุณู‘ููƒู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽุชู’ ู…ูุนู’ุชูŽุฏู‘ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุงู„ู’ุฎูุฑููˆุฌู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูุนู’ุชูŽู‚ูŽู„ูŽุฉูŒ (3) ู„ูุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง.
โ€œYaitu: dalam jangka waktu iddah, wanita mempunyai hak tinggal di rumah suaminya selama masih masa iddah dan tidak boleh bagi suaminya mengeluarkannya. Tidak bolehnya keluar dari rumah karena statusnya masih wanita yang ditalak dan masih ada hak suaminya juga (hak untuk merujuk).โ€
Istri yang ditalak rajโ€™iy (talak 1 atau 2) berdosa jika keluar dari rumah suami
Al-Qurthubi rahimahullah menafsirkan,
: ุฃูŠ ู„ูŠุณ ู„ู„ุฒูˆุฌ ุฃู† ูŠุฎุฑุฌู‡ุง ู…ู† ู…ุณูƒู† ุงู„ู†ูƒุงุญ ู…ุง ุฏุงู…ุช ููŠ ุงู„ุนุฏุฉ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ุง ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ุฃูŠุถุงู‹ ุงู„ุญู‚ ุงู„ุฒูˆุฌ ุฅู„ุง ู„ุถุฑูˆุฑุฉ ุธุงู‡ุฑุฉุ› ูุฅู† ุฎุฑุฌุช ุฃุซู…ุช ูˆู„ุง ุชู†ู‚ุทุน ุงู„ุนุฏุฉ
โ€œyaitu tidak boleh bagi suami mengeluarkan istrinya dari rumahnya selama masih masa iddah dan tidak boleh bagi wanita keluar juga karena (masih ada) hak suaminya kecuali pada keadaan darurat yang nyata. Jika sang istri keluar maka ia berdosa dan tidaklah terputus masa iddahnya.โ€
๐ŸŒฟPertanyaan 2
Ulama yang menganjurkan adanya shalat hajat berdalil dengan hadits dari โ€˜Utsman bin Hunaif sebagai berikut.
ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุถูŽุฑููŠุฑูŽ ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงุฏู’ุนู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนูŽุงูููŠูŽู†ููŠ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุฃูŽุฎูŽู‘ุฑู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงุฏู’ุนูู‡ู’. ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃูŽ ููŽูŠูุญู’ุณูู†ูŽ ูˆูุถููˆุกูŽู‡ู ูˆูŽูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูŽุฏู’ุนููˆูŽ ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู: ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู. ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู’ุชู ุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุชููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูุชูู‚ู’ุถูŽู‰. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ููŽุดูŽููู‘ุนู’ู‡ู ูููŠูŽู‘
Seorang buta datang kepada Nabi lalu mengatakan, โ€œBerdoalah engkau kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.โ€ Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan, โ€œApabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun, apabila engkau mau, aku akan mendoโ€™akanmu.โ€ Orang itu pun mengatakan, โ€œDoโ€™akanlah.โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya serta shalat dua rakaat kemudian berdoa dengan doa ini, โ€œYa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaโ€™atnya untukku.โ€ (HR. Ibnu Majah no. 1385 dan Tirmidzi no. 3578. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Shalat hajat tersebut dua rakaโ€™at sebagaimana pendapat dari ulama Malikiyah, Hambali dan masyhur dalam pendapat Syafiโ€™iyah.
Waktu pelaksanaan shalat hajat tidak ada waktu khusus dan pelaksanaan dua rakaโ€™at sama seperti shalat sunnah lainnya, tidak ada tata cara khusus.
Adapun doโ€™a yang dibaca, bisa mengamalkan apa yang disebutkan dalam hadits di atas:
ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู. ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู’ุชู ุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุชููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูุชูู‚ู’ุถูŽู‰. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ููŽุดูŽููู‘ุนู’ู‡ู ูููŠูŽู‘
โ€œYa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaโ€™atnya untukku.โ€
๐ŸŒฟPertanyaan 3
Jika anggota atau pihak lain yang mengajukan pinjaman pada koperasi, lalu dikenai tambahan dari koperasi, ini dihukumi riba. Karena setiap utang piutang yang ditarik keuntungan, maka itu adalah haram. Itu berarti bunga dari simpan pinjam tersebut adalah riba.
Kaidah baku dalam memahami riba adalah perkataan Fudhalah bin Ubaid radhiallahu โ€˜anhu, yang mengatakan,
ูƒู„ ู‚ุฑุถ ุฌุฑ ู…ู†ูุนุฉ ูู‡ูˆ ุฑุจุง
โ€œSetiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.โ€
Demikiaan juga keterangan Abdullah bin Sallam. Beliau mengatakan, โ€œApabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi itu memberikan fasilitas layanan membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.โ€ (HR. Bukhari)
Berdasarkan keterangan di atas maka apa pun bentuk kelebihan yang diberikan oleh orang yang berutang karena konsekuensi utangnya maka statusnya adalah riba, baik yang menerima itu adalah pihak perorangan atau organisasi, semacam koperasi.
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Cerai Lewat BBM

โœUstadzah Nurdiana
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน                                                        
๐Ÿ“ŒAssalamuallaikum
___________________
Pertanyaan nya 
Bagaimana kalau ada suami menceraikan lwt bbm apakah sah atau tidak.selama setahun tdk mnafkahi lahir bathin.tdk ada kabar berita bahkn beredar foto2 perselingkuhannya.apa sudah sah cerai .trmksh u.jawabnnya
โฌ† pertanyaan dari ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ7โƒฃ.                                          
___________________
Jawaban nya. 
Walaikum salam.                           
Tulisan lewat BBM sebagai  pernyataan cerai berarti yaa sudah cerai/talaq.
 ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ุฌูุฏูู‘ู‡ูู†ูŽู‘ ุฌูุฏูŒู‘ ูˆูŽู‡ูŽุฒู’ู„ูู‡ูู†ูŽู‘ ุฌูุฏูŒู‘ ุงู„ู†ูู‘ูƒูŽุงุญู ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ู„ุงูŽู‚ู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุฌู’ุนูŽุฉู
โ€œTiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius:
(1) nikah,
(2) talak, dan
(3) rujukโ€.
( HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah)           
Yang harus di lakukan adalah minta klarifikasi sikap atas pernyataannya dan memfollow up legalitas status ke pengadilan agama. Supaya jelas dan tidak menggantung. 
Wa Allahu a’lam
 ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Suami Istri Cerai, Apakah Tetap Wajib Menafkahi Anak Angkat?

โœUstadzah Nurdiana
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท
๐Ÿ“ŒAssalamualaikum  ustadzah….sy mau nanya, begini, misal ada sepasang suami istri yg sudah 12 thn blm dikaruniai anak krn sang istri yg ada masalah, lalu mereka mengangkat ank orang lain dr bayi untuk diasuh dan dijadikan anak kandung itu bgmn hukumnya ya…?
Tapi kemudian krn suatu hal, suami istri ini bercerai,  apakah sang suami masih berkewajiban memberi  nafkah untuk anak angkatnya itu? 
Wa  alaikumsalam.                  
Di dalam konsep ajaran Islam kalau mau mengangkat anak maka statusnya tetap sebagai anak angkat, dengan kejelasan bin dari orang tua kandungnya, dan tidak bisa berubah menjadi anak kandung, Allah berfirman  dalam QS Al Ahzab ayat 4-5 “Dan, dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri); yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar. Panggilan mereka (anak angkat) itu dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang paling adil di hadapan Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudaramu seagama dan maula-maula (hamba sahaya yang di merdekakan).”
Di jelaskan  bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dari Abu Dzar RA sesungguhnya ia mendengar RasulullaKh bersabda, “Tidak seorangpun mengakui (membangsakan diri) kepada bukan ayah yang sebenarnya, sedang ia tahu bahwa itu bukan ayahnya, melainkan ia telah kufur.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam fatwanya MUI memandang, mengangkat anak hendaknya tidak lantas mengubah status (nasab) dan agamanya. Misalnya, dengan menyematkan nama orangtua angkat di belakang nama si anak. Rasulullah telah mencontohkan. Beliau tetap mempertahankan nama ayah kandung Zaid, yakni Haritsah di belakang namanya dan tidak lantas mengubahnya dengan nama bin Muhammad.                            
Dalam pertanyaan diatas ternyata akhirnya mereka bercerai, siapa  ยฅฤ…ษฒวฅ menanggung nafkah si anak? Biasanya saat mereka bercerai pengadilan  ยฅฤ…ษฒวฅ menentukan apakah bapak angkat, ibu angkat atau di kembalikan ke orang tua kandungnya ini tergantung keadaan dan kemampuan serta kemauan bapak atau ibu angkatnya, Wa Allahu a’lam 
๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Wilayah Kekuasaan Turki Utsmani, Dimanakah?

โœUst. Agung Waspodo SE.MPP

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท
           
Assalamualaikum wr wb.                       
Pertanyaan nya
Mau tanya donk ustadz..
Jangkauan wilayah atau luas area kekuasaan wilayah Turki utsmaniyah dimana saja ya? 
Sukro, member ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ8โƒฃ.                 
Jawaban nya                 
Wa alaikumus salam wr wb,Utk yg Turki Utsmani, wilayah terluas di era Sultan Sรผleyman Kanuni, 
Batas barat: Aljazair
Batas utara: perbatasan Austria
Batas selatan: Yaman dan sebagian wilayah di Mombasa, Afrika Timur
Batas timur: perbatasan Iran 
๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Kapan Shalat Rawatib Dilakukan?

โœUst. Abdullah Haidir Lc,
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท             
Assalamuallaikum  wr wb, ustadz  mau bertanya berkaitan pelaksanaan shalat rawatib ( yang apabila dilaksanakan saat akan shalat sendiri) dan kapan saja shalat rawatib itu (soalnya ada sya denger shalat sunnah sebelum shalat ashar tidak ada, tapi beberapa buku ada).
Mohon penjelasannya.
Syukron. Member๐Ÿ…ฐ2โƒฃ8โƒฃ.            
___________________
Jawabannya.                      
Wa’alaikum salam wr wb,                                              
Sholat sunah rawatib maksudnya adalah shalat sunah yang mendampingi shalat fardhu, baik sebelumnya (sering diistilahkan dg qabliah) atau sesudahnya (sering diistilahkan dg ba’diah) dan sifatnya sangat ditekankan… kalau bisa jangan ditinggal, krn Nabi biasanya melakukan hal tsb dan memberi penekanan khusus. 
Jumlahnya memang ada perselisihan, meskipun dpt dikompromikan…. ada dua riwayat; Yg satu menyebutkan 10 rakaat, yg satu lagi 12 rakaat.kedua2anya ada haditsnya… meskipun yg menyatakan 12 rakaat lebih kuat, yaitu: 2 rakaat sebelum shubuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat sesudah maghrib dan 2 rakaat sesudah Isya..Adapun shalat sunah 4 rakaat sebelum Ashar, para ulama juga berbeda pendapat, antara yg menyatakan sbg rawatib, dan tidak… akan tetapi lebih kuat bukan rawatib, namun dia tetap sunah, bagus kalau dilaksanakan…. karena hadits yg menjadi landasannay diperdebatkan keshahihannya, walaupun dikuatkan keshahihannya…. 
 ุฑูŽุญูู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃู‹ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุง . ” ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ 
Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.. (HR. Tirmizi)
Wallahu a’lam
 ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Syarat Mrnjadi Imam

๐Ÿ“Roffita Sari, S.Pd.I
๐ŸŒฟ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐ŸŒน๐ŸŒท 
Assalamualaykum ustadzah, terimakasih sebelumnya sudah mendapatkan izin gabung di Manis โ˜บ
Ustadzah mau nanya nih, apa syarat dan keutamaan menjadi Imam shalat, sedangkan diantara kami (lk 24th 2juz ), (Pr 43th 1juz), ( Pr 22th 4juz) saya pernah dengar yang menjadi imam yang paling banyak hafalannya ?
[Nurul Laili_A32]
————-
๐Ÿ‘†jawaban: 
Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Alhamdulillah ya Ukhti Nurul. 
Syarat โ€“ Syarat Imam Shalat Syarat Utama menjadi Imam Shalot seperti disebutkan dalam kitab Fiqh Al Islami Wa karya Syaikh Wahbah Al Zuhaili antara lain, โ€ Islam, Berakal, Baligh, Laki โ€“ Laki, Suci dari Hadats, Bagus Bacaan dan Rukunnya, Bukan Makmum, Sehat dan belum tua serta Lidahnya Fasih dapat mengucapakan Lafal Arab dengan tepat dan jelas. Sabda Nabi Muhammad Saw , โ€ Jika ada 3 (Tiga) Orang, maka hendaklah memilih salah seorang di antara mereka menjadi imam dan yang paling berhak diantara mereka ialah yang paling bagus bacaannya (HR. Muslim).”
Dalam konteks diatas. Seseorang yang paling bagus bacaannya. Selama masih ada seorang laki-laki dalam jama’ah sholat maka laki-laki 24 tahun hafal 2 juz itu yang berhak menjadi imam shalat. Jika, semua jama’ah perempuan maka perempuan 22 tahun hafal 4 juz yang berhak menjadi imam tsb.
๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia…

Bolehkah Wanita Membaca Al Quran Tanpa Menutup Aurat?

๐Ÿ“Ustadzah Suryanisah 
๐ŸŒฟ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Assalamualaikum wrwb..
Afwan ustadz/ustadzah, diluar topik, tapi sangat butuh bertanya, apakah seorang muslimah diperbolehkan membaca Al Quran tanpa penutup kepala ketika sendirian di rumah? Apakah itu tidak keluar dari adab/sunnah dalam membaca Al Quran?
[Korma_03]
————-
JAWABAN:
Dalam membaca al Qur’an dibutuhkan adab. Qur’an adalah kalan Allah maka sangat penting memperhatikan adab dalam membacanya. Walau demikian hal yang ditanya boleh membaca sedemikian.
๐ŸŒฟ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia…

Apakah Air yang Ada di Sumber Air Tetap Suci Walaupun Ada Najis?

๐Ÿ“Ustadzah Suryanisah
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
“Assalamu”alaikum..apakah artinya bahwa air yg ada di sumber air tetap suci.. walaupun ada najis di dalamnya? Lalu bagaimana dengan air yang sudah di pindahkan ke bak  air yg kemasukan najis?” Syukran.
[MaNis_A21]
————–
JAWABAN:
AIR yang bercampur najis namanya air mutanajjis. Dan sudah tidak suci lagi
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala…