Gimana Cara Mengetahui Kelebihan Kita?

๐ŸŒ Ustadz Menjawab
โœ๐Ÿฝ Ustadzah Heni
๐Ÿ“† 11 November 2016
======================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท

Assalamu’alaikum kak..
Gimana cara mengetahui kelebihan yang kita miliki? Karena orangtua mengatakan saya sering  membuat mereka malu. Saya jadi merasa minder dan malu. Selama ini saya berpikir hanya punya kekurangan saja tanpa satu pun kelebihan.
#MFT A08

Jawaban
========

Walaikumssalam
Ada beberapa cara untuk mengetahui kemampuan diri.

โ‡จ Bertanya ke sahabat, apa-apa saja yang baik dari diri sendiri.
โ‡จ Bisa melalui psikotes minat-bakat.
โ‡จ Kalau orangtua selama ini mengatakan sering membuat malu, perlu berdiskusi dengan orangtua, apa-apa saja yang membuat malu. Sehingga, Ananda tahu penyebab dari orangtua mengatakan sering membuat malu.

Setiap manusia selalu memiliki kekurangan dan Kelebihan. Allah SWT tidak menciptakan seluruh isi bumi ini dengan sia-sia, semua pasti ada manfaatnya. Termasuk kehadiran manusia di bumi ini.

Semoga bermanfaat

Ngobrol Lama-lama Sama Cowok

๐ŸŒ Ustadz Menjawab
โœ๐Ÿฝ Ustadzah Heni
๐Ÿ“† 10 November 2016
======================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท

Assalamualaikum kak. Mau nanyaโ€ฆ

Temenku dikelas itu suka bgt bahas tentang film dan lagu barat setiap hari pasti bicarain itu trs dia perempuan dan bicarain nya sm laki2. Aku ngeliat nya kya gmn gt. Pgn aku ksh nasihat tp tkut salah. Gmana ka??
#MFT A08

Jawaban
========

Walaikumssalamโ€ฆ
Kenapa seseorang betah berlama-lama ngobrol dengan satu orang atau lebih karena tema obrolannya nyambung jadinya ngobrol terasa asiikkk…โ˜บโ˜บโ˜บ
Dan itu terjadi ke teman Ananda yang asik ngobrol dengan teman laki-laki. Trus, gimana cara kasih tahu adab bergaul dengan laki2?

Kasih tahunya gak didepan umum atau didepan teman-teman lainnya. Bisa dunk…ajak ngobrol teman itu berdua saja. Diawali dengan tema obrolan lain setelah merasa nyaman untuk ngobrol barulah Ananda memberikan sedikit nasehat bagaimana bergaul dengan laki-laki dan bagaimana sebaiknya perempuan menjaga dirinya. Tentunya nasehat yang diberikan tidak bersifat menggurui.

Semoga bermanfaat

NAZAR

Ustadz Menjawab
Kamis, 10 November 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S

Assalamu’alaikum. Saya mau bertanya mengenai nadhar, bagaimana niat nadhar dan berapa macam cara bernadhar sesuai syari’at islam? # A 41

Jawaban :
—————-

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:

Sebaiknya nadzar  dengan yang mudah dan mungkin dilaksanakan seperti menyembelih qurban, hindari dengan yang berat dan menyulitkan,  tetapi jika dia merasa mampu menjalankannya silahkan saja.

Hal ini sesuai riwayat berikut:

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – – ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงูŽู„ู’ููŽุชู’ุญู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู! ุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูŽุฐูŽุฑู’ุชู ุฅูู†ู’ ููŽุชูŽุญูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงูŽู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุฏูุณู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุตูŽู„ู‘ู ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง” . ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุตูŽู„ู‘ู ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง”. ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุดูŽุฃู’ู†ููƒูŽ ุฅูุฐู‹ุง” – ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู, ุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ, ูˆูŽุตูŽุญู‘ูŽุญูŽู‡ู ุงูŽู„ู’ุญูŽุงูƒูู…ู

Dari Jabir Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata pada hari Fathul Makkah: โ€œWahai Rasulullah, aku telah bernadzar jila Allah menaklukan kota Mekkah untukmu, aku akan shalat di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha).โ€ Nabi bersabda: โ€œShalat di sini saja.โ€ Orang itu meminta lagi. Nabi menjawab: โ€œShalat di sini saja.โ€ Orang itu masih meminta lagi. Maka Nabi menjawab: โ€œKalau begitu terserah kamu.โ€
(HR. Ahmad, Abu Daud, dan dishahihkan oleh Al Hakim)

Jika akhirnya tidak mampu melaksanakan nadzarnya, dia boleh membatalkan nadzarnya dengan melakukan Kaffarat Nadzar, sebagaimana kaffarat sumpah, sebagaimana hadits:

ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุฐู’ุฑู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู

Kaffarat nadzar itu sama dengan kaffarat sumpah.
(HR. Muslim No. 1645)

Bagaimana caranya?

1. Dengan memberikan makan kepada 10 fakir miskin masing-masing sebanyak satu mud gandum (atau disesuaikan dengan makanan dan takaran masing-masing negeri), atau mengundang mereka semua dalam jamuan makan malam atau siang sampai mereka puas dan kenyang, dengan makanan yang biasa kita makan.

2. Atau memberikan pakaian yang sah untuk shalat. jika fakir miskin itu seorang wanita, maka sebagusnya mesti dengan kerudungnya juga.

3. Atau memerdekakan seorang budak

4. Jika semua tidak sanggup, maka shaum selama tiga hari, boleh berturut-turut atau tidak.

Ketetapan ini sesuai firman Allah Taโ€™ala sebagai berikut:

Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
(QS. Al Maidah: 89)

Kaffarat ini bukan hanya bagi orang yang tidak sanggup menjalankan nadzarnya, tetapi juga bagi orang yang masih bingung menentukan nadzarnya mau ngapain lalu dia putuskan membatalkannya, juga bagi yang  nadzar dengan maksiat.

Hal ini sebagaimana hadits berikut dari Ibnu Abbas secara marfuโ€™:

ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุณูŽู…ู‘ูู‡ูุŒ ููŽูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ูŠูŽู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ูููŠ ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุฉูุŒ ููŽูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ูŠูŽู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูุทููŠู‚ูู‡ู ููŽูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ูŠูŽู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ู†ูŽุฐู’ุฑู‹ุง ุฃูŽุทูŽุงู‚ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽูู ุจูู‡ูยป

Barang siapa yang bernadzar dan dia belum tentukan, maka kafaaratnya sama dnegan kaffarat sumpah. Barang siapa yang bernadzar dalam hal maksiat, maka kaffaratnya sama dengan kaffarat sumpah, dan barang siapa yang nadzar dengan hal yang dia tidak sanggup maka kaffaratnya sama dengan kaffarat sumpah, dan siapa yang nadzarnya dengan sesuatu yang dia mampu, maka hendaknya dia penuhi nadzarnya.
(HR. Abu Daud No. 3322. Hadits ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 3322. Sementara Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam Bulughul Maram: โ€œIsnadnya shahih, hanya saja para huffazh lebih menguatkan bahwa ini hanyalah mauquf.โ€ Mauquf maksudnya terhenti sebagai ucapan sahabat nabi saja, yakni Ibnu Abbas, bukan marfuโ€™ /ucapan nabi.  )

Wallahu Aโ€™lam

PERIAS SALON

Ustadz Menjawab
Rabu, 09 November 2016
Ustadz Farid Nu’man

Assalamu’alaikum..klo hukum bgi perias wajah/salon kcantikan bagaimana,walau tadinya niat ingin membantu muslimah utk tampil cantik dihadapan suami,tapi apa daya yg datang misal kebanyakan minta dirias utk acara wisuda,pernikahan dll..

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸƒJawaban

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
saya rasa secara hukum sudah jelas, bahwa para gadis ini belum waktunya seperti itu, untuk siapa mereka seperti itu, mgkin agak mending jika mereka sdh berhijab artinya kemungkinan minta disanggul lebih kecil, sehingga terhindar sebagai alwashilat wal mustawshilat (penyambung rambut dan yg disambung rambut), tapi tetaplah wajah akan permak begitu rupa .. Ini memang terkait pemahaman agama, ghazwul fikri, serta budaya dan nilai hidup yg dianut.

Sikap yg terbaik adalah tegas menolaknya, agar kita tidak ada peran dlm tabarrujnya mereka .

Ada pun merias utk pernikahan
Aisyah pun dirias saat nikah, yang penting tetap tutup aurat secara sempurna, tdk dgn bahan yg najis atau diharamkan, tdk israf/berlebihan, ada pun bahan yg dipilih tdk masalah. mahkota2 itu wilayah syubhat/grey area, lbh hati2 tinggalkan .. sbb ada unsur tasyabbuh/ikut2an/menyerupai riasan wanita non muslim.
wallahu a’lam

TAUBAT DARI FOTO TIDAK BERJILBAB

๐ŸŒ Ustadz Menjawab
โœ๐Ÿฝ Ustadz DR. Wido Supraha
๐Ÿ“† 07 November 2016
======================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท

Assalamu’alaikum ka.
Aku mau nanya kan kita sebagai perempuan tidak boleh kelihatan auratnya bagi laki2 bukan mahram, sementara saya baru pakai kerudung menjelang SMA dan otomatis foto2 saya tanpa kerudung sudah tersebar luas, walaupun saya sudah menghapus foto2 tanpa kerudung saya di sosmed, tetapi tetap saja foto2 saya tanpa berkerudung ada buku tahunan sekolah dll.. itu bagaimana ka hukumnya?

Jawaban :
=========

Allah SAW tidak membebani manusia di atas kemampuannya, dan memberikan ganjaran terbaik mereka yang bersegera dalam seluruh urusan ketaatan dan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda,

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุตูŽุฎู’ุฑ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู : ู…ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽูŠู’ุชููƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ู ููŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชููƒูู…ู’ ุจูู‡ู ููŽุฃู’ุชููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ู…ูŽุณูŽุงุฆูู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽููู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุฆูู‡ูู…ู’

Abu Hurairah r.a. berkata, โ€œAku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang aku larang hendaklah kalian menjauhinya, dan apa yang aku perintahkan maka lakukanlah SEMAMPU KALIAN. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya dan karena penentangan mereka terhadap para nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ูƒูู„ู‘ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุฎูŽุทู‘ูŽุงุกูŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุฆููŠู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู‘ูŽุงุจููˆู†ูŽ

“Setiap manusia banyak berbuat salah (dosa). Dan sebaik-baik dari orang-orang banyak berbuat salah (dosa) adalah orang-orang yang banyak bertaubat.” [HR Tirmidzi, no. 2499 dari sahabat Anas bin Malik].

ุงู„ุชุงุฆุจ ู…ู† ุงู„ุฐู†ุจ ูƒู…ู† ู„ุงุฐู†ุจ ู„ู‡

“Orang yang telah bertaubat dari dosa-dosanya (dengan sungguh-sungguh) adalah seperti orang yang tidak punya dosa.” (HR. Ibnu Majah no. 4250)

Berkata Fudhail bi ‘Iyadh,

ุชูุญู’ุณูู†ู ูููŠู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ุŒ ูŠูุบู’ููŽุฑู ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู…ูŽุถูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ , ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุณูŽุฃู’ุชูŽ ูููŠู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ุฃูุฎูุฐู’ุชูŽ ุจูู…ูŽุง ู…ูŽุถูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ

“Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu.”

Maka, terhadap foto-foto yang telah lalu, jika masih ada dijumpai lakukanlah semampu kita dengan hal berikut:

1. Meminta kepada sahabat yang memposting foto untuk menghapusnya, jika tidak mau melakukannya, UN-FRIEND adalah salah satu opsi agar ia tidak tampil dalam wal kita, dan UN-FRIEND bukan bermaksud memutuskan silaturrahim, ia hanya sekedar sarana agar foto tidak tampil.

2. Melakukan UN-TAG terhadap foto-foto yang terkait dengan diri kita dengan posisi tidak syar’i.

Semoga ALlah SWT memberikan keistiqamahan atas hijrah yang telah dilakukan. Yassirlana.

SHOLAT JUM’AT

Ustadz Menjawab
Selasa, 08 November 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan
                                           
 Assalamu’alaikum ustadz/ah…sholat jumat itu apakah berlaku utk seluruh muslim (lk&pr)? trus jika laki-laki berhalangan sholat jumat krn sakit atau perjalanan apakah sholat jumat sendiri atau sholat dhuhur?

Jawaban nya
—————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜Ala Rasulillah wa โ€˜Ala Aalihi wa Shahbihi wa Man waalah, wa baโ€™d:

Jazakillah  khairan kepada penanya โ€ฆ semoga Allah Taโ€™ala selalu menaungi antum, keluarga, dan kaum muslimin yang istiqamah dengan hidayah dan rahmatNya.

Pada dasarnya melaksanakan shalat jumโ€™at adalah kewajiban bagi setiap muslim berdasarkan firman Allah swt :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู†ููˆุฏููŠ ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู…ูู† ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ููŽุงุณู’ุนูŽูˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุง ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุนูŽ ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumโ€™at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.โ€ (QS. Al Jumuโ€™ah : 9)

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ู„ู‚ูˆู… ูŠุชุฎู„ููˆู† ุนู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ู‚ุฏ ู‡ู…ู…ุช ุฃู† ุขู…ุฑ ุฑุฌู„ุงู‹ ูŠุตู„ูŠ ุจุงู„ู†ุงุณ ุซู… ุฃุญุฑู‚ ุนู„ู‰ ุฑุฌุงู„ ูŠุชุฎู„ููˆู† ุนู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุจูŠูˆุชู‡ู…. ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆู…ุณู„ู… ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู†ู‡

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ูˆุงุจู† ุนู…ุฑ: (ุฃู†ู‡ู…ุง ู…ุง ุณู…ุนุง ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„ ุนู„ู‰ ุฃุนูˆุงุฏ ู…ู†ุจุฑู‡ ู„ูŠู†ุชู‡ูŠู† ุฃู‚ูˆุงู… ุนู† ูˆุฏุนู‡ู… ุงู„ุฌู…ุนุงุช ุฃูˆ ู„ูŠุฎุชู…ู† ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ูˆุจู‡ู… ุซู… ู„ูŠูƒูˆู†ู† ู…ู† ุงู„ุบุงูู„ูŠู†). ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุงุจู† ุนู…ุฑ ูˆุงุจู† ุนุจุงุณ.

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ุงู„ุฌุนุฏ ุงู„ุถู…ุฑูŠ ูˆู„ู‡ ุตุญุจุฉ: (ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ู…ู† ุชุฑูƒ ุซู„ุงุซ ุฌู…ุน ุชู‡ุงูˆู†ุงู‹ ุทุจุน ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡). ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฎู…ุณุฉ. ูˆู„ุฃุญู…ุฏ ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฌุงุจุฑ ู†ุญูˆู‡ ุฃุฎุฑุฌู‡ ุฃูŠุถุงู‹ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ูˆุงุจู† ุฎุฒูŠู…ุฉ ูˆุงู„ุญุงูƒู… ุจู„ูุธ (ู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุซู„ุงุซุงู‹ ู…ู† ุบูŠุฑ ุถุฑูˆุฑุฉ ุทุจุน ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡) ู‚ุงู„ ุงู„ุฏุงุฑู‚ุทู†ูŠ ุฃู†ู‡ ุฃุตุญ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ุงู„ุฌุนุฏ.

Syarat wajib shalat jumah:
lelaki baligh yang mukim/menetap
Yang tidak wajib:
1. lelaki atau siapapun yang musafir
2. Perempuan
3. anak-anak
4. Budak
5. orang gila
6. Orang sakit.

Ancaman Allah Bagi yang Meninggalkannya
——————
Diriwayatkan dari Ibnu Masโ€™ud bahwa Rasulullah Shalallahu A’laihi wa Salam bersabda tentang orang-orang yang meninggalkan shalat jumโ€™at dengan mengatakan,

โ€Sebenarnya aku berniat memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat bersama masyarakat dan aku pergi membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat jumโ€™at itu.โ€
(HR. Muslim dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh dan Ibnu Umar bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah Shalallahu A’alibi wa Salam bersabda diatas mimbar bersabda,

โ€Hendaklah orang-orang itu menghentikan perbuatan meninggalkan shalat jumโ€™at atau Allah akan mengunci hati mereka kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai.โ€ (HR. Muslim)

Al-Ja’d radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah Shallllah  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุฌูู…ูŽุนู ุชูŽู‡ูŽุงูˆูู†ู‹ุง ุจูู‡ูŽุง ุทูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู(ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)

Ibnu Majah, no. 1126 juga meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah Shallallah  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉู ุทูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู   (ูˆุญุณู†ู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali tanpa kebutuhan darurat, Allah akan tutup hatinya.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Ibnu Majah)

Al-Munawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud ditutup hatinya adalah Allah tutup dan cegah hatinya dari kasih sayangnya, dan dijadikan padanya kebodohan, kering dan keras, atau menjadikan hatinya seperti hati orang munafik.” (Faidhul Qadir, 6/133)

Dalam sebagian riwayat disebutkan dengan membatasi tiga kali dengan berturut-turut. Dalam musnad Thayalisi dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ู† ุชุฑูƒ ุซู„ุงุซ ุฌู…ุน ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช ู…ู† ุบูŠุฑ ุนุฐุฑ ุทุจุน ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa uzur, maka Allah akan tutup hatinya.”

Dalam hadits yang lain,

ู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุช ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช ู…ู† ุบูŠุฑ ุถุฑูˆุฑุฉ ุทุจุน ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡   (ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa darurat, maka Allah akan tutup hatinya.” (Dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)

Tertunda karena Udzur syarโ€™i
———————-
Dari Abdullah bin Fadhaalah, dari Ayahnya, katanya:
Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengajarkan saya, di antara yang pernah dia ajarkan adalah: โ€œJagalah shalat yang lima.โ€ Aku berkata: โ€œSaya memiliki waktu-waktu yang begitu sibuk, perintahkanlah kepada saya dengan suatu perbuatan yang jika saya lakukan perbuatan itu, saya tetap mendapatkan pahala yang cukup.โ€ Beliau bersabda: โ€œJagalah shalat al โ€˜ashrain. โ€œ (HR. Abu Daud No. 428, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 51, 717, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 2188, Ibnu Abi โ€˜Ashim dalam Al Aahad wal Matsaani No. 939, Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 826. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. (Al Imtaโ€™ Al Arbaโ€™in, Hal. 48), Imam Al Hakim: shahih sesuai syarat Imam Muslim. (Al Mustadrak No. 717), dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi. Syaikh Al Albani juga menshahihkan. (As Silsilah Ash Shahihah No. 1813) )

Dalam riwayat tersebut dijelaskan tentang shalat Al โ€˜Ashrain adalah:

ยซุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุทูู„ููˆุนู ุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณูุŒ ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุบูุฑููˆุจูู‡ูŽุงยป

“Shalat sebelum terbit matahari (Shalat Subuh) dan Shalat sebelum tenggelam matahari (shalat Ashar)”. (Ibid)

Dalam hadits ini nabi mengajarkan kepada sahabatnya untuk menjaga shalat lima waktu, tetapi sahabat itu mengeluh kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, tentang kesulitannya menjaga shalat lima waktu itu, lalu nabi memerintahkan dia untuk menjaga shalat subuh dan ashar. Apa maksudnya? Apakah berarti dia boleh meninggalkan shalat lainnya karena kesibukannya, dan dia cukup shalat subuh dan ashar saja? Bukan itu! Sangat mustahil nabi memerintahkan sahabat itu hanya shalat subuh dan ashar tapi meninggalkan shalat wajib lainnya. Tetapi makna hadits ini mesti diartikan bahwa dia sangat sibuk dan kesulitan untuk menjaga shalat berjamaah, maka dia dianjurkan oleh nabi untuk menjaga shalat berjamaah subuh dan ashar, bukan menjaga shalat subuh dan ashar semata-mata.

Inilah Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah, dia telah menjelaskan hadits ini dengan begitu bagus sebagai berikut:

ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุชู’ู† ุฅูุดู’ูƒูŽุงู„ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠููˆู‡ู… ุฌูŽูˆูŽุงุฒ ุงู„ูุงู‚ู’ุชูุตูŽุงุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูู…ูƒู† ุฃูŽู† ูŠุญู…ู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉ ู„ูŽุง ุนู„ู‰ ุชูŽุฑูƒู‡ูŽุง ุฃุตู„ุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

“Pada redaksi hadits ini nampak ada hal yang membingungkan, karena seakan nabi membolehkan cukup dengan shalat al ashrain (subuh dan ashar), kemungkinan maksud hadits ini adalah tentang meninggalkan shalat berjamaah, bukan meninggalkan shalatnya itu sama sekali. Wallahu Aโ€™lam.” (Al Imtaโ€™ Al Arbaโ€™in, Hal. 48)

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah menambahkan:

“Rukhshah (keringanan) ini terjadi hanyalah karena kesibukan yang dimiliki orang itu sebagaimana keterangan dalam hadits tersebut. Wallahu Aโ€™lam.” (As Silsilah Ash Shahihah No. 1813)

Demikianlah, kesibukan apa pun yang mendatangkan kesulitan untuk shalat pada awal waktu,  atau tidak sholat jum’at berjamaah. Inilah di antara udzur syarโ€™i itu. Tetapi, ini hanya berlaku bagi kesibukan pada aktifitas yang halal dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat, bukan kesibukan karena kesia-siaan apalagi sibuk karena perkara haram dan maksiat.

Jadi, dari keterangan diatas, Khusus buat kasus saudara penanya, tentang kesulitan sholat jumat, bila memungkinkan bisa ditugaskan kepada pegawai wanita ketika jam-shalat jum’at  untuk menjaga . karena wanita tidak wajib shalat jumat. Atau jika ada yang non muslim, mungkin bisa didelegasikan dulu kepada mereka. .

Jika tidak didapatkan pengganti maka dibolehkan baginya untuk tidak melaksanakan shalat jumโ€™at dan menggantinya dengan shalat zhuhur berdasarkan keumuman firman Allah swt :

ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’

 โ€œMaka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.โ€ (QS. At Thaghabun : 16)

Wallahu A’lam

WANITA HAID MEMEGANG QUR’AN

Ustadz Menjawab
Senin, 07 November 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S

Assalamualaikum ukh.. sya ingin bertanya, berwudhu bagi orang haid, mmbaca Al Qur’an+Menyentuh dan membaca hafalan apakah diperbolehkan? Karena banyak pendapat yang mengatakan hal trs dilakukan tidak apa2, ada juga yang berpendapat hal itu dilarang. Mohon penjelasannya ukh. โ˜บ  # A 43

Jawaban:
————
ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡

Dalam pertanyaan diatas, perlu diketahui berhadats besar yaitu hadats yang disucikannya dengan ghusl (mandi), atau istilah lainnya di negeri kita adalah mandi junub, mandi wajib, dan mandi besar. Yang termasuk ini adalah wanita haid, nifas, dan orang junub (baik karena jimaโ€™ atau mimpi basah yang dibarengi syahwat).

Pada bagian ini terjadi khilaf (perselisihan) pendapat di antara ulama Islam, antara yang mengharamkan dan membolehkan.

๐ŸŒฟPara Ulama Yang Mengharamkan dan Alasannya Mereka yang mengharamkan beralasan dengan beberapa dalil berikut:Hadits dari Ali bin Abi ThalibRadhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุฌุฒู‡ ุดูŠุก ุนู† ุงู„ู‚ุฑุฃุกุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุฌู†ุงุจุฉ            
โ€œBahwasanya tidak ada suatu pun yang menghalanginya dari membaca Al Quran kecuali junub.โ€
(HR. Ibnu Majah No. 594)

Hadits lain dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ุงุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู†ุจ ุดูŠุฆุง ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู†        

“Janganlah wanita haid dan orang junub membaca sesuatu pun dari Al Quran.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 131, Al Baihaqi dalam Sunannya No. 1375, katanya: laisa bi qawwi โ€“ hadits ini tidak kuat. Ad Daruquthni,  Bab Fin Nahyi Lil Junub wal Haa-id โ€˜An Qiraโ€™atil Quran,No. 1)

๐ŸŒฟPara Ulama Yang Membolehkan dan Alasannya Menurut ulama lain, sama sekali tidak ada larangan yang qathโ€™i (pasti) dalam Al Quran dan As Sunnah bagi orang yang berhadats besar untuk membaca Al Quran. Ada pun dalil-dalil yang dikemukakan di atas bukanlah larangan membaca Al Quran, tetapi larangan menyentuh Al Quran. Tentunya, membaca dan menyentuh adalah dua aktifitas yang berbeda. Inilah pendapat yang lebih kuat, dan memang begitulah adanya, menurut mereka bahwa nash-nash yang dibawakan oleh kelompok yang melarang tidaklah relevan. Wallahu Aโ€™lamTetapi, ada yang merinci: wanita  HAID dan  NIFAS adalah  BOLEH, sedangkan  JUNUB adalah TIDAK BOLEH.Syaikh Abdul Aziz bin BazRahimahullah mengatakan โ€“dan ini adalah jawaban beliau yang memuaskan dan sangat bagus:

ู„ุง ุญุฑุฌ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ุงู„ุฃุฏุนูŠุฉ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉ ููŠ ู…ู†ุงุณูƒ ุงู„ุญุฌ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญ ุฃูŠุถุงู‹ ู„ุฃู†ู‡ ู„ู… ูŠุฑุฏ ู†ุต ุตุญูŠุญ ุตุฑูŠุญ ูŠู…ู†ุน ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ู…ู† ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฅู†ู…ุง ูˆุฑุฏ ููŠ ุงู„ุฌู†ุจ ุฎุงุตุฉ ุจุฃู† ู„ุง ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู‡ูˆ ุฌู†ุจ ู„ุญุฏูŠุซ ุนู„ู‰ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูˆุฃุฑุถุงู‡ ุฃู…ุง ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ููˆุฑุฏ ููŠู‡ู…ุง ุญุฏูŠุซ ุงุจู† ุนู…ุฑ { ู„ุง ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู†ุจ ุดูŠุฆุงู‹ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† } ูˆู„ูƒู†ู‡ ุถุนูŠู ู„ุฃู† ุงู„ุญุฏูŠุซ ู…ู† ุฑูˆุงูŠุฉ ุงุณู…ุงุนูŠู„ ุจู† ุนูŠุงุด ุนู† ุงู„ุญุฌุงุฒูŠูŠู† ูˆู‡ูˆ ุถุนูŠู ููŠ ุฑูˆุงูŠุชู‡ ุนู†ู‡ู… ุŒ ูˆู„ูƒู†ู‡ุง ุชู‚ุฑุฃ ุจุฏูˆู† ู…ุณ ุงู„ู…ุตุญู ุนู† ุธู‡ุฑ ู‚ู„ุจ ุฃู…ุง ุงู„ุฌู†ุจ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ ุฃู† ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุง ุนู† ุธู‡ุฑ ู‚ู„ุจ ูˆู„ุง ู…ู† ุงู„ู…ุตุญู ุญุชู‰ ูŠุบุชุณู„ ูˆุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ุฃู† ุงู„ุฌู†ุจ ูˆู‚ุชู‡ ูŠุณูŠุฑ ูˆููŠ ุฅู…ูƒุงู†ู‡ ุฃู† ูŠุบุชุณู„ ููŠ ุงู„ุญุงู„ ู…ู† ุญูŠู† ูŠูุฑุบ ู…ู† ุงุชูŠุงู†ู‡ ุฃู‡ู„ู‡ ูู…ุฏุชู‡ ู„ุง ุชุทูˆู„ ูˆุงู„ุฃู…ุฑ ููŠ ูŠุฏู‡ ู…ุชู‰ ุดุงุก ุงุบุชุณู„ ูˆุฅู† ุนุฌุฒ ุนู† ุงู„ู…ุงุก ุชูŠู…ู… ูˆุตู„ู‰ ูˆู‚ุฑุฃ ุฃู…ุง ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ูู„ูŠุณ ุจูŠุฏู‡ู…ุง ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุจูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุŒ ูู…ุชู‰ ุทู‡ุฑุช ู…ู† ุญูŠุถู‡ุง ุฃูˆ ู†ูุงุณู‡ุง ุงุบุชุณู„ุช ุŒ ูˆุงู„ุญูŠุถ ูŠุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ุฃูŠุงู… ูˆุงู„ู†ูุงุณ ูƒุฐู„ูƒ ุŒ ูˆู„ู‡ุฐุง ุฃุจูŠุญ ู„ู‡ู…ุง ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุฆู„ุง ุชู†ุณูŠุงู†ู‡ ูˆู„ุฆู„ุง ูŠููˆุชู‡ู…ุง ูุถู„ ุงู„ู‚ุฑุฃุกุฉ ูˆุชุนู„ู… ุงู„ุฃุญูƒุงู… ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ ู…ู† ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูู…ู† ุจุงุจ ุฃูˆู„ู‰ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ูƒุชุจ ุงู„ุชูŠ ููŠู‡ุง ุงู„ุฃุฏุนูŠุฉ ุงู„ู…ุฎู„ูˆุทุฉ ู…ู† ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ูˆุงู„ุขูŠุงุช ุฅู„ู‰ ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุตูˆุงุจ ูˆู‡ูˆ ุฃุตุญ ู‚ูˆู„ู‰ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฑุญู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฐู„ูƒ .

โ€œTidak mengapa bagi wanita haid dan nifas membaca doa-doa manasik haji, begitu pula dibolehkan membaca Al Quran menurut pendapat yang benar. Lantaran tidak adanya nash yang shahih dan jelas yang melarang wanita haid dan nifas membaca Al Quran, yang ada hanyalah larangan secara khusus bagi orang yang junub sebagaimana hadits dari Ali โ€“ semoga Allah meridhainya dan dia  ridha padaNya. Sedangkan untuk haid dan nifas, terdapat hadits dari Ibnu Umar: โ€œJanganlah wanita haid dan orang junub membaca apa pun dari Al Quran,โ€ tetapi  hadits ini dhaif (lemah), lantaran hadits yang diriwayatkan oleh Ismail bin โ€˜Iyash dari penduduk Hijaz adalah tergolong hadits  dhaif. Tetapi membacanya dengan tidak menyentuh mushaf bagian isinya. Ada pun orang junub, tidaklah boleh membaca Al Quran, baik dari isinya atau dari mushaf, sampai dia mandi.  Perbedaan antara keduanya adalah, karena sesungguhnya junub itu waktunya sedikit, dia mampu untuk  mandi sejak selesai berhubungan dengan isterinya dan waktunya tidaklah lama, dan urusan ini ada di bawah kendalinya kapan pun dia mau mandi. Jika dia lemah kena air dia bisa tayamum, lalu shalat dan membaca Al Quran. Sedangkan haid dan nifas,  dia tidak bisa mengendalikan waktunya karena keduanya adalah kekuasaan Allah โ€˜Azza wa Jalla, ketika sudah suci dari haid dan nifasnya maka  dia baru mandi. Haid membutuhkan waktu berhari-hari begitu pula nifas, oleh karena itu dibolehkan bagi keduanya untuk membaca Al Quran agar dia tidak lupa terhadapnya, dan tidak luput darinya keutamaan membacanya, dan mengkaji hukum-hukum syariat dari kitabullah. Maka, diantara permasalahan yang lebih utama dia baca adalah buku-buku yang didalamnya terdapat doa-doa dari hadits dan ayat-ayat, dan selainnya. Inilah pendapat yang benar di antara dua pendapat ulama โ€“rahimahumullah-tentang hal ini. (Fatawa Islamiyah,  4/27. Disusun oleh Muhammad bin Abdul Aziz Al Musnid)

๐ŸŒฟBerkata Syaikh Al Albani Rahimahullah:

ูุณู‚ุท ุงู„ุงุณุชุฏู„ุงู„ ุจุงู„ุญุฏูŠุซ ุนู„ู‰ ุงู„ุชุญุฑูŠู… ูˆูˆุฌุจ ุงู„ุฑุฌูˆุน ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃุตู„ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฅุจุงุญุฉ ูˆู‡ูˆ ู…ุฐู‡ุจ ุฏุงูˆุฏ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆุงุญุชุฌ ู„ู‡ ุงุจู† ุญุฒู… ( 1 / 77 – 80 ) ูˆุฑูˆุงู‡ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุงู„ู…ุณูŠุจ ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ูˆุฅุณู†ุงุฏู‡ ุนู† ู‡ุฐุง ุฌูŠุฏ ุฑูˆุงู‡ ุนู†ู‡ ุญู…ุงุฏ ุจู† ุฃุจูŠ ุณู„ูŠู…ุงู† ู‚ุงู„ : ุณุฃู„ุช ุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ุนู† ุงู„ุฌู†ุจ ูŠู‚ุฑุฃ ุŸ ูู„ู… ูŠุฑุจู‡ ุจุฃุณุง ูˆู‚ุงู„ : ุฃู„ูŠุณ ููŠ ุฌูˆูู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุŸ

โ€œMaka gugurlah pendalilan dengan hadits tersebut tentang keharamannya, dan wajib kembali kepada hukum asal, yakni boleh. Inilah madzhab Daud dan sahabat-sahabatnya, Ibnu Hazm berhujah dengannya (1/77-80). Ini juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Said bin Al Musayyib, Said bin Jubeir, dan sanadnya tentang ini jayyid (baik). Telah diriwayatkan dari Hammad bin Abi Sulaiman, dia berkata: โ€œAku bertanya kepada Said bin Jubeir tentang orang junub yang membaca Al Quran, dia memandangnya tidak apa-apa, dan berkata; โ€œBukankah Al Quran juga berada di rongga  hatinya?โ€ (Tamamul Minnah, Hal. 117)

๐ŸŒฟBegitu pula Syaikh Muhammad bin Shalih Al โ€˜Utsaimin Rahimahullah, dia berkata:

ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุญุงุฆุถ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุญุงุฌุฉุŒ ู…ุซู„ ุฃู† ุชูƒูˆู† ู…ุนู„ู…ุฉุŒ ูุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุชุนู„ูŠู…ุŒ ุฃูˆ ุชูƒูˆู† ุทุงู„ุจุฉ ูุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุชุนู„ู…ุŒ ุฃูˆ ุชูƒูˆู† ุชุนู„ู… ุฃูˆู„ุงุฏู‡ุง ุงู„ุตุบุงุฑ ุฃูˆ ุงู„ูƒุจุงุฑุŒ ูุชุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ู… ูˆุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุขูŠุฉ ู‚ุจู„ู‡ู…. ุงู„ู…ู‡ู… ุฅุฐุง ุฏุนุช ุงู„ุญุงุฌุฉ ุฅู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุญุงุฆุถุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ูˆู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุชุฎุดู‰ ุฃู† ุชู†ุณุงู‡ ูุตุงุฑุช ุชู‚ุฑุคู‡ ุชุฐูƒุฑุงู‹ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุง ูˆู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุญุงุฆุถุงู‹ุŒ ุนู„ู‰ ุฃู† ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ู‚ุงู„: ุฅู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุญุงุฆุถ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ุทู„ู‚ุงู‹ ุจู„ุง ุญุงุฌุฉ.ูˆู‚ุงู„ ุขุฎุฑูˆู†: ุฅู†ู‡ ูŠุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ุง ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู„ุญุงุฌุฉ.ูุงู„ุฃู‚ูˆุงู„ ุซู„ุงุซุฉ ูˆุงู„ุฐูŠ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠู‚ุงู„ ู‡ูˆ: ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุงุญุชุงุฌุช ุฅู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุชุนู„ูŠู…ู‡ ุฃูˆ ุชุนู„ู…ู‡ ุฃูˆ ุฎูˆู ู†ุณูŠุงู†ู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุง.

โ€œDibolehkan bagi wanita haid untuk membaca Al Quran jika ada keperluan, misal jika dia seorang guru, dia membaca Al Quran untuk pengajaran, atau dia seorang pelajar dia membacanya untuk belajar, atau untuk mengajar anak-anaknya yang masih kecil atau besar, dia menyampaikan dan membacakan ayat di depan mereka. Yang penting adalah jika ada kebutuhan bagi wanita untuk  membaca Al Quran, maka itu boleh dan tidak mengapa. Begitu pula jika dia khawatir lupa maka membacanya merupakan upaya untuk mengingatkan, maka itu tidak mengapa walau pun dia haid. Sebagian ulama mengatakan: sesungguhnya boleh bagi wanita haid membaca Al Quran secara mutlak walau tanpa kebutuhan.              

Jadi, tentang โ€œOrang Berhadats Besar Membaca Al Quranโ€ bisa kita simpulkan:

๐Ÿ€ Haram secara mutlak, baik itu Haid, Nifas, dan Junub. Inilah pandangan mayoritas ulama, sejak zaman sahabat seperti Umar, Ali, Jabir,  hingga tabiโ€™in seperti Az Zuhri, Al Hasan, An Nakhaโ€™i , Qatadah, dan generasi berikutnya, seperti Sufyan Ats Tsauri, Ibnul Mubarak, Ahmad bin Hambal, Asy Syafiโ€™i, dan Ishaq.

๐Ÿ€ Haid dan Nifas adalah boleh, sedangkan junub tidak boleh. Ini pendapat Al Qadhi โ€˜Iyadh dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

๐Ÿ€ Boleh jika ada kebutuhan seperti untuk mengajar, belajar, atau untuk menjaga hapalan. Ini pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Ibnu Al โ€˜Utsaimin.

๐Ÿ€Boleh secara mutlak, baik untuk Haid, Nifas, dan Junub.  Ini pendapat Ibnu Abbas, Said bin Al Musayyib, Said bin Jubeir, Bukhari, Thabarani, Daud,  Ibnu Hazm, Ibnul Mundzir, Asy Syaukani, dan lainnya. Selesai.

Wallahu a’lam.

Shalat Muslimah di Rumah Lebih Utama Di Masjid Boleh

Ustadz Menjawab
Ahad, 06 November 2016
Ustadz Farid Nu’man

Assalamu’alaikum Ustad.. sholat di masjid diutamakan untuk laki2 kah? Saya pernah baca klo sebaik2 tempat wanita adalah sholat dirumah. Mhn maaf klo salah. Terimakasih.

Jawaban:
————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah ..

Berjamaah di masjid penekananya buat kaum laki-laki. Tapi, muslimah tidak terlarang ke masjid.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽุง ุชูŽู…ู’ู†ูŽุนููˆุง ุฅูู…ูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู

“Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah yang wanita terhadap masjid-masjid Allah.”
(HR. Al Bukhari No. 900, dari Ibnu Umar)

Dalam hadits lain:

ูˆุฎูŠุฑ ุตููˆู ุงู„ู†ุณุงุก ุขุฎุฑู‡ุง ูˆุดุฑู‡ุง ุฃูˆู„ู‡ุง

“Sebaik-baiknya shaf bagi wnaita adalah yang paling belakang dan yang terburuk adalah yang paling depan.”
(HR. Muslim No. 440, dari Abu Hurairah)

Maka, dua hadits ini menunjukkan bahwa wanita dibolehkan shalat di masjid. Selama tetap menjaga adab-adab Islam.

Tetapi, memang lebih utama di rumah, hal ini  berlaku baik shalat wajib dan shalat sunnah, baik gadis atau yang sudah menikah.

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:

ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุญูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ู…ูŽุฎู’ุฏูŽุนูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง

โ€œShalatnya wanita di rumahnya lebih utama  daripada shalatnya di  kamar rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di ruangan lain di rumahnyaโ€
(HR. Abu Dawud 570. Al Hakim, No. 757, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Tetapi, jika sedang di Mekkah maka shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding di rumahnya.

Abdullah bin Masโ€™ud berkata:

ู…ูŽุง ู„ูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูŽุง ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุงุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู

“Tidak ada yang lebih utama bagi shalat wanita  dibanding di rumahnya, kecuali di masjidil haram.”
(Akhbar Makkah Lil Fakihi, 1204)

Wallahu Aโ€™lam

Basmalah di Awal Surat At Taubah

Ustadz Menjawab
Ustadz Shafwan Husein El-Lomboki
05 November 2016
=====================

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Kak, mau tanya. Kenapa di awal Q.S. At Taubah tidak ada bacaan basmalah? Terus apakh benar kalau baca basmalah pas di surah At Taubah itu dosa?

MFT A08
=========

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Mengapa Surat At Taubah Tanpa Bismillah?

Seorang muslim pernah bertanya kepada Syaikh DR Yusuf Qardhawi mengapa di awal surat At Taubah tidak dicantumkan bismillah? Sedangkan 113 surat lainnya selalu didahului dengan bismillah.

Pertanyaan tersebut dijawab Syaikh DR Yusuf Qardhawi sebagai berikut:

Ada sejumlah pendapat di kalangan ulama tentang tidak dicantumkannya basmalah dalam Surat At Taubah. Adapun pendapat yang paling kuat adalah pendapat Ali bin Abu Thalib radhiyallahu โ€˜anhu. Beliau menjelaskan, โ€œBismillahirrahmanirrahiim adalah suatu kedamaian, sedangkan surat At Taubah diturunkan tanpa kedamaian.โ€

Maksudnya, surat At Taubah diturunkan dengan menyatakan pemutusan ikatan dan perjanjian antara kaum muslimin dan kaum musyrikin kecuali beberapa perjanjian yang menyebutkan batas waktu tertentu. Itupun dengan syarat tidak dikhianati dan tidak dirusak oleh kaum musyrikin.

Ketika itu kaum musyrikin berulah merusak perjanjian damai dengan bekerja sama dengan kaum Yahudi, sehingga tidak ada lagi ikatan perjanjian dan jaminan dari kaum muslimin bagi mereka. Tidak ada lagi peraturan yang harus diberlakukan kepada kaum musyrikin. Tidak ada lagi tanggung jawab moral bagi umat Islam untuk menjamin perdamaian dengan mereka. Islam membuat perhitungan dengan mereka karena mereka mengkhianati kaum muslimin.

ุจูŽุฑูŽุงุกูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุนูŽุงู‡ูŽุฏู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ

โ€œ(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).โ€ (QS. At Taubah: 1)

Basmalah yang mendahului 113 surat dalam Al Qurโ€™an senantiasa disertai dua sifat Allah; ar rahman dan ar rahim. Kalimat ini merupakan jaminan kedamaian dan ketenteraman bagi setiap orang. Ar Rahman adalah sifat pengasih Allahswt yang memberikan nikmat di dunia kepada seluruh manusia tanpa memandang agama. Ar Rahim adalah sifat Allah swt yang memberikan kasih sayang di akhirat nanti khusus bagi kaum muslimin. Keduanya bernuansa kedamaian. Sedangkan surat At- Taubah lebih banyak memerintahkan umat Islam agar memerangi kaum musyirikin yang telah melanggar perjanjian dan mengkhianati umat Islam.

Wallahu aโ€™lam bish shawab.

*Disarikan dari fatwa Syaikh DR Yusuf Qardhawi dalam Fatawa Muโ€™ashirah (Fatwa-Fatwa Kontemporer)

Taaruf yang Benar, Bagaimana?

Ustadz Menjawab
Sabtu, 05 November 2016
Ustadzah Novria Flaherti, S.Si

Assalamualaikum ukhti..#A40 mau tanya tata cara taaruf yg benar itu kaya gmna sih? Terimakasih wassalamuallaikum๐Ÿ˜Š

JAWABAN
————-

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Berikut  ini saya sampaikan beberapa tahapan yang bisa dipraktekkan.

Tahap Persiapan Taโ€™aruf

Seperti kata-kata bijak yang cukup sering didengar โ€œGagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagalโ€; begitu pula dalam ikhtiar taโ€™aruf ini. Sebelum melangkah jauh dalam ikhtiar taโ€™aruf tentunya ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan, antara lain:

1. Persiapan Diri
Abdullah Ibnu Masโ€™ud Radliyallaahu โ€˜anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu โ€˜alaihi wa Sallam bersabda pada kami: โ€œWahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.โ€(Muttafaq Alaihi) Kesiapan ilmu, mental, psikologis, finansial, dll. wajib dipenuhi sebelum berikhtiar taโ€™aruf. Cukup banyak konselor pernikahan yang memberikan pencerahan seputar persiapan diri ini sehingga tidak perlu saya sampaikan panjang lebar, silakan mengambil referensi dari apa yang telah mereka sampaikan. Anda juga bisa mengikuti kajian dan seminar pranikah, ataupun kursus pranikah yang diadakan beberapa lembaga Islam untuk persiapan diri ini.
2. Pengkondisian Orang Tua. Pengkondisian ke orang tua terkadang dilupakan sebagian rekan dalam ikhtiar taโ€™arufnya, padahal faktor orang tua bisa menjadi salah satu penyebab lamanya proses taโ€™aruf karena orang tua belum terkondisikan. Banyak yang berproses taโ€™aruf terlebih dulu, baru setelah bertemu dengan yang cocok mereka baru menyampaikan bahwa sudah punya calon ke orang tua mereka. Bisa jadi hal ini akan membuat โ€˜kagetโ€™ orang tua, dan akhirnya proses taโ€™aruf pun tidak berlanjut. Idealnya pengkondisian orang tua harus dijalani dulu, baru setelah orang tua terkondisikan proses taโ€™aruf bisa dimulai. Tips-tips agar proses taโ€™aruf tak โ€œmentokโ€ di orang tua bisa dibaca di artikel yang pernah saya tulis di tautan ini. Orang tua yang sudah terkondisikan bagi seorang wanita adalah wali yang siap menikahkan apabila sudah ada yang cocok, tidak perlu menunggu lama-lama, bagi seorang ikhwan dalam bentuk restu menikah dalam waktu dekat. Meskipun orang tua merestui untuk menikah tapi menikahnya baru boleh sekian tahun lagi berarti masih belum terkondisikan. Kondisikan dan mintalah restu ke orang tua sebelum berikhtiar taโ€™aruf, insya Allah akan dimudahkan proses ikhtiarnya.

3. Membuat Biodata/CV Taโ€™aruf Dengan alasan kemudahan proses, metode tukar menukar biodata biasa saya gunakan dalam mengawali mediasi proses taโ€™aruf. Biodata dalam bentuk softcopy akan lebih mudah diproses karena bisa saling ditukarkan lewat email, dan membutuhkan waktu yang lebih singkat bila dibandingkan dengan tukar menukar biodata dalam bentuk hardcopy. Contoh format biodata/CV taโ€™aruf yang biasa saya gunakan bisa diunduh di link ini: www.biodata.myQuran.net.

4. Mencari Perantara/Pendamping Dari Jabir Bin Samurah Radhyallahuโ€™anhu, dari Rasulullah bersabda: โ€œJanganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan wanita, karena syaitan akan menjadi ketiganyaโ€ (Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidzi). Aktivitas berduaan/khalwat antara non mahram rawan sekali akan bisikan setan. Tidak hanya dalam bentuk โ€œkhalwat real/nyataโ€, tetapi juga dalam bentuk โ€œkhalwat virtual/mayaโ€ lewat media sosial ataupun media komunikasi lainnya. Karena itu, proses taโ€™aruf perlu didampingi oleh pihak ketiga yang akan โ€˜mengawalโ€™ selama berjalannya proses sekaligus menjembatani komunikasi pihak-pihak yang bertaโ€™aruf agar proses bisa lebih terjaga. Selain itu, perantara/pendamping ini dapat berfungsi juga sebagai โ€˜informanโ€™ dalam tahap โ€˜observasi pra-taโ€™arufโ€™ di tahap persiapan selanjutnya.

5. Observasi Pra-taโ€™aruf.
Observasi pra-taโ€™aruf berfungsi untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi mengenai sosok yang sekiranya cocok dengan kriteria yang Anda dan orang tua Anda harapkan. Perhatikan lingkungan sekitar, baik itu lingkungan rumah, lingkungan kantor, lingkungan organisasi yang diikuti, atau bisa juga lewat media sosial yang Anda gemari. Cari โ€˜targetโ€™ yang Anda nilai masuk kriteria yang Anda sepakati dengan orang tua, yang tentunya faktor agama jadi prioritas nomor satu. Lakukan observasi ini secara tertutup, tidak perlu si target tahu. Bisa Anda sendiri yang melakukan, lewat pendamping Anda, ataupun dari rekan terdekat si target. Apakah si target sudah siap menikah? Apakah si target sudah boleh menikah? Apakah si target tidak dalam proses lamaran? dan informasi lainnya. Kalau kondisinya โ€˜availableโ€™, tinggal pastikan lewat penelusuran informan bahwa kriteria yang si target harapkan juga ada di diri Anda agar saat โ€˜pengajuan taโ€™arufโ€™ nanti berpeluang besar untuk diterima. Sudah mantapkah persiapannya? Banyak-banyak berdoa ke Allah SWT agar dimudahkan ikhtiarnya, mantapkan hati, dan bismillaahirrahmaanirrahiim, saatnya eksekusi!

Tahap Pelaksanaan Taโ€™aruf :

1. Proses Tukar Menukar Biodata Awali proses dengan mengajukan biodata Anda ke pendamping/perantara taโ€™aruf agar yang bersangkutan menyampaikannya ke si target yang sudah Anda tetapkan, dan mintakan juga biodatanya untuk sama-sama istikharah-kan. Teknis proses tukar menukar biodata secara lengkap bisa dilihat di tautan ini. Agar diingat juga anjuran di hadits ini: Rasulullah saw bersabda: โ€œRahasiakan pinangan, umumkanlah pernikahan (Hadits Riwayat Ath Thabrani) Pinangan/lamaran pernikahan diperintahkan untuk dirahasiakan, tentunya proses taโ€™aruf yang mendahului pinangan tersebut juga perlu dirahasiakan. Tetap jaga kerahasiaan proses taโ€™aruf yang Anda jalani hingga pengumuman pernikahan Anda nanti.

2. Proses Mediasi Taโ€™aruf Online Adanya kemajuan teknologi internet bisa dimanfaatkan dalam tahapan proses taโ€™aruf ini. Untuk lebih memantapkan hati, pendamping taโ€™aruf bisa memfasilitasi diskusi dan tanya jawab lewat perantaraan email pendamping di pekan kedua. Teknisnya bisa seperti ini : Akhwat menyampaikan pertanyaan yang ingin didiskusikan lewat email ke email si pendamping -> Pendamping meneruskan pertanyaannya ke email Ikhwan -> Ikhwan menjawab pertanyaan Akhwat sekaligus menyampaikan pertanyaan ke Akhwat lewat email pendamping -> Akhwat menjawab pertanyaan Ikhwan sekaligus menyampaikan pertanyaan tambahan ke Ikhwan -> dan seterusnya hingga kedua pihak merasa mantap hatinya untuk melanjutkan proses.

3. Proses Taโ€™aruf Langsung/Mediasi Taโ€™aruf Offline Dari Al-Mughiroh bin Syuโ€™bah radhiyallahuโ€™anhu bahwasannya beliau melamar seorang wanita maka Nabi Muhammad shallallahuโ€™alaihiwasallam pun berkata kepadanya โ€œLihatlah ia (wanita yang kau lamar tersebut) karena hal itu akan lebih menimbulkan kasih sayang dan kedekatan di antara kalian berdua.โ€ Pekan ketiga dapat dimanfaatkan untuk proses taโ€™aruf secara langsung/taโ€™aruf offline perdana, tentunya setelah kedua belah pihak merasa mantap untuk lanjut proses setelah proses tukar menukar biodata dan bertanya jawab lewat email. Sosok si target mungkin saja selama ini hanya dikenal lewat media sosial saja, sehingga perlu Anda ketahui bahwa sosoknya memang nyata. Atau mungkin sudah kenal, tapi hanya kenal selintas saja dan belum terlalu jauh. Dengan adanya taโ€™aruf offline maka kondisi nyata pihak yang bertaโ€™aruf dapat diketahui lebih jauh dibandingkan dengan hanya melihat beberapa halaman biodata saja. Teknis proses taโ€™aruf secara langsung dan panduan bagi mediator taโ€™aruf offline dapat dilihat di tautan ini.

4. Proses Istikharah Pekan keempat dapat Anda gunakan untuk istikharah, menimbang-nimbang kembali proses yang telah Anda jalani, apakah mantap untuk melanjutkan proses atau tidak. Pekan ini bisa Anda manfaatkan juga untuk menggali informasi lebih jauh ke rekan terdekat si target, bisa dari saudaranya, tetangganya, ataupun rekan kerjanya. Apabila sama-sama menemukan kemantapan untuk melanjutkan proses, maka dapat dilanjutkan ke proses taโ€™aruf ke keluarga di pekan berikutnya.

5. Proses Taโ€™aruf Ikhwan ke keluarga Akhwat
Pekan kelima bisa mulai dimanfaatkan untuk bersilaturahim ke keluarga masing-masing, karena sejatinya proses taโ€™aruf tidak hanya melibatkan si ikhwan dan si akhwat saja, tetapi juga keluarga kedua belah pihak. Untuk awalan proses taโ€™aruf keluarga, si ikhwan bisa bersilaturahim ke pihak akhwat terlebih dulu dengan didampingi rekan terdekat, belum perlu membawa serta pihak keluarga ikhwan agar keluarga akhwat tidak โ€˜kagetโ€™ karena kedatangan keluarga besar ikhwan yang baru sekali itu bertemu. Kesempatan pertama diberikan ke si ikhwan dengan pertimbangan keluarga akhwat yang cenderung lebih banyak pertimbangan dibandingkan pihak keluarga ikhwan yang cenderung menyerahkan urusan jodohke si ikhwannya sendiri. Di agenda silaturahim ini, pihak keluarga akhwat berkesempatan untuk lebih mengenal si ikhwan, gali sebanyak-banyaknya informasi mengenai si ikhwan sehingga pihak keluarga akhwat bisa mengetahui seperti apa profil si ikhwan ini. Bagi ikhwan yang โ€˜kreatifโ€™ bisa saja dibuat semacam โ€˜video testimonialโ€™ dari saudara, tetangga kanan kiri, pengurus masjid, ataupun rekan kerjanya, dan diputarkan saat silaturahim untuk menggambarkan sosok si ikhwan menurut pandangan keluarga, tetangga, pengurus masjid, dan lingkungan kerja. Bagaimana kebiasaannya di rumah, bagaimana interaksinya dengan tetangga, bagaimana aktifnya dia di masjid, dan bagaimana pula aktivitasnya dalam dunia kerja bisa diketahui dari beberapa orang tersebut. Apabila dalam satu kali silaturahim belum bisa meyakinkan pihak keluarga akhwat, bisa diagendakan beberapa kali silaturahim di pekan ini, tentunya tetap dengan adanya pendamping. Bisa juga pihak keluarga akhwat dipersilakan untuk menelusuri secara langsung ke orang-orang tersebut, ataupun lewat โ€˜utusanโ€™ keluarga yang tepercaya agar informasi yang didapat lebih valid.

6. Proses Taโ€™aruf Akhwat ke Keluarga Ikhwan.
 Apabila tanggapan keluarga akhwat positif, maka gantian pihak akhwat yang didampingi untuk bersilaturahim ke keluarga si ikhwan di pekan keenam.” Agendanya serupa, yaitu agar keluarga pihak ikhwan bisa mengetahui seperti apa profil si akhwat itu. Sama seperti proses silaturahim sebelumnya, beri kesempatan pihak keluarga ikhwan untuk lebih mengenal si akhwat, gali sebanyak-banyaknya informasi mengenai si akhwat sehingga pihak keluarga bisa mengetahui seperti apa profil si akhwat ini.

7. Proses Taโ€™aruf Antar Kedua Keluarga Apabila tanggapan keluarga ikhwan juga positif ke si akhwat, maka di pekan keenam bisa diagendakan silaturahim antar kedua keluarga. Pihak ikhwan bersilaturahim ke keluarga pihak akhwat dengan didampingi keluarganya, untuk awalan tentunya belum perlu membahas masalah khitbah dan pernikahan agar keluarga pihak akhwat tidak โ€˜kagetโ€™. Manfaatkan agenda ini untuk taโ€™aruf antar kedua keluarga, berikan kesempatan kedua keluarga untuk mengenal lebih jauh kondisi keluarga yang lain.

8. Proses Khitbah/Lamaran Apabila tanggapan kedua keluarga positif, si ikhwan tidak perlu ragu lagi untuk menyatakan keseriusan dalam bentuk khitbah/lamaran di pekan kedelapan. Pihak keluarga besar ikhwan (dengan jumlah keluarga yang lebih banyak dari silaturahim sebelumnya) bersilaturahim ke pihak akhwat untuk mendampingi pihak ikhwan dalam menyatakan lamarannya. Karena sebelumnya sudah dikondisikan dan sama-sama positif tanggapannya, insya Allah proses lamaran akan berjalan lancar & lamaran akan diterima. Jangan lupa sepakati tanggal menikah juga di acara lamaran ini, tentunya diikhtiarkan sesuai target awal yaitu sebulan lagi. Kalaupun kedua keluarga menginginkan acara yang cukup besar yang membutuhkan banyak persiapan, bisa dikondisikan agar bulan depan setidaknya bisa diselenggarakan akad nikah dulu dan walimahnya bisa menyusul setelahnya.

9. Persiapan Pernikahan Proses persiapan pernikahan cukup dalam rentang waktu ini. Insya Allah dengan koneksi Anda yang luas akan ada banyak rekan yang siap membantu. Berkoordinasilah dengan calon pasangan dalam hal-hal yang diperlukan seperti halnya dalam menyiapkan undangan dan penyebarannya, berapa anak yatim dan dari panti asuhan mana yang akan diundang untuk diberi santunan, menyiapkan jamuan, dekorasi, dan hal-hal lain yang penting dikoordinasikan. Tidak perlu menanyakan โ€œApakah Akhi sudah shalat subuh di masjid?โ€  atau โ€œApakah ukhti sudah selesai tilawah 1 juz hari ini?โ€ yang membuat desiran hati yang belum โ€˜halalโ€™ selama masa penantian, karena insya Allah calon pasangan yang Anda pilih karena agamanya tidak akan melupakan hal itu. Tetaplah jaga hati dan interaksi hingga hari pernikahan tiba, karena sebelum ijab kabul terucap syariat tetaplah membatasi. Bila khawatir tidak dapat menjaga hati, koordinasikanlah persiapan pernikahan dengan perwakilan pihak keluarga calon pasangan, tidak langsung dengan si calon pasangan.

10. Pernikahan.
 Apabila semua tahapan proses berjalan lancar, insya Allah ijab kabul dapat terucap di pekan keduabelas.”  โ€œBaarakallahu laka wa baaraka โ€˜alaika wa jamaโ€™a bainakuma fii khair (Semoga Allah memberi berkah padamu, dan semoga Allah memberi berkah atasmu, dan semoga Ia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)โ€ Apakah pemaparan di atas sekadar teori saja, prakteknya yang susah? Tidak juga. Berikut ini beberapa pengalaman kami (saya & istri) dalam mendampingi proses taโ€™aruf offline, setelah sebelumnya tukar menukar biodata dan mediasi online: Pasangan pertama: Kami dampingi pertemuan offline perdananya di salah satu gerai bakso daerah Cempaka Putih tanggal 28 Oktober 2010, alhamdulillah menikah tanggal 13 Februari 2011. (Proses lebih dari 12 pekan, salah satunya karena faktor jarak kedua belah pihak yang terpisah lumayan jauh, Jakarta โ€“ Jogja)Pasangan kedua: Kami dampingi pertemuan offline perdananya di salah satu masjid daerah Menteng tanggal 27 April 2011, alhamdulillah menikah tanggal 9 Juli 2011. (Proses kurang dari 12 pekan)Pasangan ketiga: Kami damping pertemuan offline perdananya di salah satu masjid daerah Bekasi tanggal 2 Februari 2013, Alhamdulillah menikah tanggal 12 Maret 2013.  (Proses kurang dari 12 pekan) Insya Allah, ikhtiar 12 Pekan Meraih Sakinah bisa tercapai apabila dipersiapkan dengan mantap, diikhtiarkan dengan sigap, diiringi doa yang terus terucap,  dan jika Allah berkehendak bisa dijalani dalam sekejap. Semoga bermanfaat.
wallahuaโ€™lam bishawab.

Sumber: www.dakwatuna.com

Wallahu a’lam.