NAZAR

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…saya bulan november bernazar jika saya naik pangkat bulan april maKa saya akan traktir teman2 ngajar,tapi tenyata ada kendala sehingga kenaikkan pangkat saya ditunda sampe oktober tahun ini. apakah nazar saya hrs tetap dilaksanakan?mohon penjelasannya. #A 42

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Apakah bernadzar itu boleh (mubah), mendapat pahala (sunnah), kurang baik (makruh) atau dilarang (haram)?

Ada beberapa pendapat ulama yang berbeda karena adanya dalil Quran dan hadits yang juga bermacam-macam. Intinya, nadzar sebaiknya dihindari. Tapi kalau sudah terjadi, maka wajib (harus) dipenuhi kalau nadzarnya berkaitan dengan ibadah. Seperti tersebut dalam hadits sahih:

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِه

Barangsiapa yang bernadzar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nadzar tersebut. Barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya.
(HR. Bukhari no. 6696)

A. Nadzar itu Sunnah (baik dan mendapat pahala)

Dalil dari Quran:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ

“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah 2:270)

B. Nadzar itu Makruh (sebaiknya tidak dilakukan)

Dalil dari hadits:

نهي النبي عَنِ النَّذْرِ قَالَ إِنَّهُ لاَ يَرُدُّ شَيْئًا ، وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

Nabi melarang untuk bernadzar, beliau bersabda: ‘Nadzar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang bakhil (pelit)’. (HR. Bukhari Muslim)

لاَ تَنْذُرُوا فَإِنَّ النَّذؒرَ لاَ يُغْنِى مِنَ الْقَدَرِ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

Janganlah bernadzar. Karena nadzar tidaklah bisa menolak takdir sedikit pun. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit. (HR. Muslim)

HUKUM MENUNAIKAN/MELAKSANAKAN NADZAR

(1) Nazar taat dan ibadah, hukumnya wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).

(2) Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kafarah. Sebagian ulama bahkan membolehkan untuk tidak menunaikan nadzarnya dan tidak perlu membayar kafarah (tebusan)

(3) Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah. Sebagian ulama berpendapat tidak perlu membayar kafarah (tebusan) berdasarkan hadits Nabi:

لا نذر في معصية الله ولا فيما لا يملك العبد
Tidak ada nadzar dalam maksiat pada Allah …
 (HR Muslim)

(4) Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannya atau membayar kaffarah.

(5) Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar

Menyimak penjelasan di atas berarti nadzar yang dilakukan termasuk nadzar mubah jadi kembali ke anti mau menunaikan atau bagaimana.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Poligami

Assalamualaikum ustadz/ustadzah…mau bertanya tentang keluarga
1. Bagaimana sikap kita terhadap kakak laki2 yang ingin menikah lagi padahal dalam rumah tangganya tidak ada masalah serius.
2. Sang kakak menikah dengan wanita yang akan menjadi teman bisnisnya alasannya akan sering berdua didalam mobil jadi untuk menjaga dari fitnah kakak saya akan menikahi wanita tsb. Apakah alasannya sudah syari? Apakah niat kakak saya itu benar/kurang tepat.
3. Istri pertama sudah mengikhlaskan karena pertimbangan demi kebaikan keluarga juga kebetulan siwanita yang akan dinikahi seorang janda kaya punya beberapa bisnis yang menjanjikan.. mohon pencerahan ustadz/ustadzah.

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah…

Pada dasarnya poligami diperbolehkan sesuai ayat alquran di QS An Nisa 4:3

Ayat ini memberi catatan bahwa poligami dapat dilaksanakan bila aman dari potensi kedzhaliman diantara para istri baik dalam hal pemenuhan nafkah lahir, bathin ataupun pergiliran.

Poligami dilakukan oleh seorang Muslim jika menghadirkan kemaslahatan syariah, sosial dan dakwah. Misal mengatasi ketidakseimbangan jumlah laki-laki dengan perempuan, atau masalah keturunan dimana ada para istri yang Allah taqdirkan tidak bisa memberikan keturunan.

Pelaksanaan poligami memiliki batasan-batasan yang sudah diatur syara’ , dengan tujuan menghadirkan dan menegakkan keadilan didalam keluarga yang mengamalkan poligami secara utuh sesuai tuntunan Rabbaniyyah.

Dalam hal batasan, terdapat 2 syarat penting bagi seorang suami dianggap memenuhi syarat untuk melakukan poligami :

1. Memiliki kemampuan ekonomi dengan memberikan nafkah yang lebih kepada istri-istri dan anak-anak-nya. Karena tidak halal seorang suami menikah baik itu dengan satu istri ataupun lebih kecuali ia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi setelah menikah kelak seperti disebutkan dalam hadist,

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu hendaknya ia menikah. Karena menikah itu bisa menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Mampu disini artinya suami yang memang mampu memberi nafkah kepada istri-istrinya, dan bukan menjadikan salah satu istrinya sebagai sumber inspirasi pemenuhan kebutuhan ekonomi bagi dirinya.

2. Memiliki kemampuan dan potensi yang terukur secara syara’ dalam berlaku adil kepada istri-istrinya, baik dalam memberikan tempat tinggal, makanan, pakaian dan giliran secara penuh serta hal lainnya.

Jika secara objektif seorang suami dipandang tidak bisa berlaku adil maka makruh baginya untuk berpoligami untuk menghindari mafsadat yang mungkin muncul dikemudian hari.

“Apabila seorang laki-laki memiliki dua orang istri lalu ia tidak berlaku adil kepada keduanya maka ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh yang terjatuh” (HR Tirmidzi)

“Apabila seorang laki-laki memiliki dua orang istri lalu ia tidak berlaku adil kepada keduanya maka ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh yang miring” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Ad Darimi)

Berkaitan dengan pertanyaan saudari diatas, bagaimana harusnya keluarga bersikap, maka yang harus dipastikan dan coba untuk diingatkan kepada suami yang hendak melakukan poligami tersebut adalah 2 syarat utama diatas. Bahas bersama ulama atau ahli agama yang shalih.

Di zaman yang penuh fitnah ini, sangat penting untuk menghadirkan Ulama atau Ahli Agama yang shalih sebagai pihak untuk membantu menjaga keshahihan amal yang akan dikerjakan, dalam hal ini adalah sunnah Poligami.

Selanjutnya, tentang alasan yang diajukan seperti yang tercantum dalam pertanyaan, sepertinya harus kembali ditegaskan dan dibicarakan. Apakah semata hanya karena masalah teknis pertemuan bisnis yang sebenarnya bisa di siasati untuk menghindari khalwat dengan selalu menyertakan istri dalam perjalanan bisnis ataukah ada alasan lainnya yang lebih bersifat pribadi? Perlu dibicarakan dengan ulama atau ahli agama yang terdekat.

Juga untuk alasan karena sang wanita adalah seorang janda dengan bisnis yang banyak dan berhasil, tentunya ini juga harus dipertimbangkan dengan matang untuk perjalanan kehidupan kedepannya. Apakah ini lebih dominan menghadirkan potensi kebaikan atau sebaliknya berpotensi menimbulkan masalah dalam rumah tangga? Apalagi selama ini rumah tangga penanya tidak cukup teruji dengan adanya masalah rumah tangga.

Misalnya, perlu memperhatikan akhlak ataupun suluk dari wanita calon madu tersebut, kondisi agama dan keimanannya. Karena tentunya ini akan sangat berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya bagi kedua istri dan keluarganya.

Jangan sampai alasannya semata karena bisnis atau harta, sehingga kedepannya justru menghadirkan potensi masalah ketidakadilan berdasar ketimpangan kekuatan ekonomi dari istri pertama dan kedua. Harta/bisnis sudah seringkali menjadi masalah besar yang menjadi pemicu konflik hingga keretakan rumah tangga.

Saran kami, hendaknya melakukan pemetaan bersama terlebih dulu, di mediasi ahli agama yang shalih, khususnya untuk membahas secara objektif masalah-masalah yang akan dihadapi jika memang harus melakukan poligami meskipun istri pertama sudah bersedia. Jangan sampai niat baik istri sholihah berbuah duka dan luka. Sebaik-baik suami adalah yang paling baik sikapnya dan akhlaknya terhadap istri-istrinya.

Sekali lagi, poligami bukan sekedar masalah ijin yang diberikan dengan ikhlash penuh keridhoan. Tapi lebih dari itu. Apalagi jika didalam prosesnya ada unsur bisnis/harta/ekonomi yang potensi mudorat maupun manfaatnya perlu saling difahami.

Sejatinya, tujuan harta atau bisnis tidak bisa dijadikan alasan utama secara syara’ untuk melatar belakangi sebuah pernikahan. Kalaupun ternyata alasan itu tidak bisa dihindari, maka pelaksanaannya kemudian harus dipersiapkan dengan baik dan seksama untuk menghindari munculnya potensi masalah-masalah besar yang akhirnya akan membawa mudharat untuk kehidupan pernikahan kelak.

Wallahu’alam bisshowab

Dijawab oleh Ustadzah Fitri

REUNI

Assalamualaikum ustadz /ah ,beberapa bulan ini alhamdulillh sdh hijrah dari kebiasaan masyarakat pada umumnya ke sunnah ..namun dada terasa sesak di saat mengetahui teman2 sekolah dulu begitu indah kelihatannya, sudah punya rumah,mobil dan pekerjaan yg bagus,ujung2 nya baper…saya hrs bagaimana ya ustadz,apalagi dlm waktu dekat akan ada reuni!

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Kita memiliki Allah dan kita akan kembali kepada Allah dalam skala waktu yang kita tidak tahu sampai kapan batasnya.

Kebersamaan kita dengan Allah ﷻ telah menghilangkan selera kita untuk mengejar yang fana secara berlebihan.

Rasa rindu bertemu dengan Allah ﷻ membuat kita tidak sabar menanti masa-masa paling indah tersebut, dan mendorong semangat kita untuk melakukan apapun yang membuka lebar peluang pertemuan puncak kebahagiaan itu

Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. At-Taubah [9] ayat 128-129:

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ حَسۡبِيَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ ١٢٩

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ´Arsy yang agung”.

Jadilah diri Anda, teladanilah Rasul Tercinta. Rasul adalah sosok kaya yang tidak hidup dengan cara orang-orang kaya kebanyakan. Rasul adalah sosok mulia yang dimuliakan karena jati dirinya, bukan karena hartanya. Rasul adalah sosok terhormat yang mendapatkan tempat terhormat di tengah manusia karena pemikirannya. Yassirlak.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

GO PAY, Riba kah?

Assalamualaikum Ustadz/ah.. nanya. Ada yg bilang go pay itu riba. Benarkah?
Member Manis

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Untuk melihat bagaimana status akad pada go-pay, kita simak dulu FAQ yang diberikan oleh go-pay,

GO-PAY adalah dompet virtual untuk menyimpan GO-JEK Credit Anda yang bisa digunakan untuk membayar transaksi di dalam aplikasi GO-JEK.

Saldo GO-PAY bisa digunakan untuk membayar biaya pengantaran dan/atau biaya produk yang digunakan di dalam aplikasi GO-JEK seperti GO-RIDE, transport untuk GO-BUSWAY, membeli makanan di GO-FOOD, membayar produk belanja di GO-MART, proses pindah barang di GO-BOX, dan pengiriman barang dengan GO-SEND.

Jika saya tidak mau menggunakan layanan GO-JEK lagi tapi masih memiliki sisa saldo GO-PAY, apakah sisa saldonya bisa saya uangkan?

#Jawab

Saldo GO-PAY untuk saat ini tidak bisa diuangkan.

Sumber: go-pay,co.id/faq/id

Melihat ketentuan yang diberikan pihak gojek, akad yang terjadi bukan utang piutang, tapi pembayaran akad ijarah yang disegerakan.

Berdasarkan ketentuan di atas, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pembayaraan go pay bukan utang piutang,

[1] Go-pay merupakan dompet untuk  membayar semua transaksi di dalam aplikasi GO-JEK

[2] Go-pay tidak bisa diuangkan atau dikembalikan. Artinya, pihak gojek tidak menerima pembatalan akad, bagi yang sudah beli voucher go pay.

Ini berbeda dengan akad utang piutang. Dalam akad utang piutang, uang yang kita serahkan kepada penerima utang, harus dikembalikan, dan selama uang itu masih ada, tidak akan hangus sampai dilunasi.

Dalam Fiqh Sunah disebutkan definisi utang (Qardh),

القرض هو المال الذي يعطيه المقرض للمقترض ليرد مثله إليه عند قدرته عليه

Utang adalah harta yang diberikan oleh orang yang menghutangi kepada orang yang menerima utang, untuk dikembalikan dengan yang semisal, ketika dia mampu membayar. (Fiqh Sunah, Sayid Sabiq, 3/144).

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ancaman bagi orang yang berutang, sementara dia tidak mau mengembalikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, maka dia tidak masuk surga, sampai utangnya dilunasi.’” (HR. Nasa’i 4701 dan Ahmad 22493)

Sebagian ulama memahami bahwa hadis di atas berlaku untuk orang yang berutang dengan niat tidak mau melunasinya.

Ash-Shan’ani menyebutkan salah satu pendapat tentang hadis di atas,

ويحتمل أن ذلك فيمن استدان ولم ينو الوفاء

“Ada yang memahami bahwa ini berlaku bagi orang yang utang namun dia tidak berniat untuk melunasinya. (Subulus Salam, 3/51)

Selanjutnya kita akan melihat ketentuan ijarah…

Pada prinsipnya, yang ditawarkan gojek adalah jual beli jasa transportasi. Hanya saja, dikemas dengan lebih up to date, memaksimalkan pemanfaatan IT, dan kebutuhan pelanggan. Tidak ada beda dengan media transportasi lainnya.

Karena itu, objek transaksi dalam akad ijarah adalah jasa layanan transportasi.

Bolehkah dalam akad ijarah, uang dibayarkan lebih dulu sebelum jasa diberikan?

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

وما دامت الإجارة عقد معاوضة فيجوز للمؤجّر استيفاء الأجر قبل انتفاع المستأجر، … كما يجوز للبائع استيفاء الثّمن قبل تسليم المبيع، وإذا عجّلت الأجرة تملّكها المؤجّر اتّفاقاً دون انتظار لاستيفاء المنفعة

Selama ijarah berupa akad muawadhah (berbayar) maka boleh bagi penyedia jasa meminta bayaran (upah) sebelum memberikan layanan kepada pelanggan… sebagaimana penjual boleh meminta uang bayaran (barang yang dijual) sebelum barangnya diserahkan. Jika upah sudah diserahkan maka penyedia jasa berhak untuk memilikinya sesuai kesepakatan, tanpa harus menunggu layanannya diberikan. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 1/253).

Ini seperti akad salam. Transaksi uang dibayar tunai, barang menyusul. Hanya saja, objek transaksi akad salam adalah barang. Konsumen beli barang, uangnya dibayar tunai di depan, namun barang datang satu atau dua bulan kemudian.

Masyarakat kita banyak melakukan transaksi ini, seperti e-Toll atau e-money untuk pembayaran beberapa layanan yang disediakan oleh penyelenggara aplikasi. Akadnya adalah jual beli, dengan uang dibayarkan di depan, sementara manfaat/layanan baru didapatkan menyusul sekian hari atau sekian waktu kemudian.

Bolehkah ada diskon?

Kita lakukan perbandingan dengan akad salam.

Diantara keuntungan konsumen ketika mengadakan akad salam adalah konsumen mendapatkan barang dengan harga murah. Dan penjual mendapat modal untuk membeli barang dagangan lebih cepat.

Ibnu Qudamah keterangan ulama akan bolehnya salam

قال ابن المنذر : أجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم على أن المسلم جائز ولأن المثمن في البيع أحد عوضي العقد فجاز أن يثبت في الذمة كالثمن

Ibnul Mundzir mengatakan, ‘Para ulama yang saya kenal sepakat bahwa akad salam hukumnya boleh.’ Karena barang adalah salah satu objek transaksi, sehingga boleh ditangguhkan sebagaimana pembayaran.

Lalu beliau menyebutkan hikmah dibolehkannya Salam,

ولأن الناس حاجة إليه لأن أرباب الزروع والثمار والتجارات يحتاجون إلى النفقة على أنفسهم وليها لتكمل وقد تعوزهم النفقة فجوز لهم السلم ليرتفقوا ويرتفق المسلم بالاسترخاص

Manusia sangat membutuhkan akad ini, karena pemilik tanaman atau buah-buahan atau barang dagangan butuh modal untuk dirinya, sementara mereka kekurangan modal itu. Sehingga boleh melakukan akad salam, agar mereka bisa terbantu, dan konsumen mendapat manfaat dengan adanya diskon. (Al-Mughni, 4/338).

Karena secara prinsip, pemilik barang berhak untuk menentukan harga barangnya, selama harganya jelas. Penjual berhak memberikan diskon, bagi konsumen yang membeli dengan pembayaran tunai di muka sebelum barang diserahkan.

Bagi penjual, dia mendapat modal lebih cepat, sementara pembeli mendapat barang dengan harga murah.

Sebagaimana ini berlaku pada barang, ini juga berlaku untuk jasa. Sehingga boleh saja bagi konsumen yang memiliki credit go pay mendapatkan diskon dari pihak penyedia aplikasi…

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Konflik dengan Keluarga Dekat

Assalamualaikum ustadz/ah..
1.Bagaimana caranya kita menghadapi keluarga dekat yang selalu iri kepada kita?
2.Bagaimana pula caranya menghadapi keluarga yang meminjam uang kepada kita tapi kita tak bisa membantunya dan keluarga tersebut masih punya utang kepada kita,sekali kita tak bisa bantu mereka membuang muka dan tak mau tegur sapa terhadap kita dan menjelekkan kita kepada keluarga yang lain,bagaimana sikap kami ?sedangkan selama ini kami selalu bantu mereka apabila mereka sedang mengalami kesulitan #A02

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah..
Kenapa ada orang yang iri dengan kita? Harusnya ini jadi bagian interospeksi diri untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku, khususnya dengan kerabat yang iri dengan kita. Dan alangkah baiknya ada pendekatan persuasif untuk memahamkan bahwa tiap orang punya rezqi yang berbeda beda dan pastinya setiap orang ada kelebihan dan kekurangan, yakinkan dia bahwa dia juga punya potensi diri yang masih harus di gali. Kaitan dengan sifat iri , ini merupakan sifat buruk yang harus dijauhi kecuali dalam dua hal yaitu iri terhadap orang sholeh yang senantiasa beramal dan bersedekah.sebagai mana Rasul bersabda:

لاَحَسَدَ اِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلْكَتِهِ فِى الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِيْ بِهَا وَيُعَلِّمُهَا {رواه البخاري}

Tidak ada iri hati (yang diperbolehkan) kecuali terhadap dua perkara, yakni :
seseorang yang diberi Allah berupa harta lalu dibelanjakanannya pada sasaran yang benar, dan
seseorang yang diberi Allah berupa ilmu dan kebijaksanaan lalu ia menunaikannya dan mengajarkannya.  (HR Al Bukhori)

Banyak istigfar.itulah fitnah dunia dalam surat Algurqon :20

…… “Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat.”

Saat kita berhutang kpd orang lain maka usahakan bayar sesegera mungkin dan ingat ingat atau catat supaya tidak lupa.tapi bila orang berhutang kepada kita maka jangan terlalu difikirkan karena boleh jadi itu belum rezqi kita tapi bersyukurlah dengan segala kecukupan kita hari ini
 Manusiawi sekali saat kita dijelek jelekkan atau tdk ditegur kita akan sakit hati.tapi segeralah istigfar itu semua ujian keikhlasan. Milikilah hati seluas laut yang siap menampung semua kotoran manusia tapi betapapun begitu laut selalu memberi mutiara buat manusia

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Rukun Baiat Risalah Taklim

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah. Apa rukun baiat risalah taklim? Mohon penjelasannya!

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Secara umum, segala sesuatu harus dimulai dari pemahaman mendalam berbasiskan ilmu, sehingga sadar betul bahwa seluruh amal hanya untuk Allah.

Di atas ikhlas inilah kemudian lahir banyak amal, amal yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan profesional, sehingga mudah melahirkan pengorbanan, dan ketaatan adalah bagian dari pengorbanan dimaksud sehingga semakin teguh dan murni, melahirkan kebersamaan di antara para Mujahid, berukhuwwah karena saling mempercayai.

1. Al-Fahm (Pemahaman)
2. Al-Ikhlas
3. Al-‘Amal (Aktivitas)
4. Al-Jihad
5. At-Tadhhiyyah (Pengorbanan)
6. Ath-Thā’ah (Kepatuhan)
7. Ats-Tsabat (Keteguhan)
8. At-Tajarrud (Kemurnian)
9. Al-Ukhuwwah
10. Ats-Tsiqah (Kepercayaan)

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha

Modal dari Bank Konvensional

Assalamu’alaikum maaf ustadz/ah saya mau tanya

1.Bagaimana hukumnya kalau kita bekerjasama dengan seseorang yg kita tau modalnya dari bank yg jelas dilarang Allah swt

2.Kalau kita beli aja produk jadi sesuai pesanan kita apakah juga masih terkait riba

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

1. Jika kita mengetahui bahwa mitra yg kita bekerja sama dengannya ternyata modalnya bersumber dari riba, maka perlakuannya adalah sbb ;

#1. Jika bentuk kerjasamanya tidak terikat, seperti trading yaitu jual beli putus antara kita dengan mitra, maka masih boleh. Karena dalam jual beli, Nabi Saw pun pernah jual beli dengan seorang Yahudi dimana beliau menggadaikan baju besinya kepada Yahudi tsb. Dan Nabi Saw tdk mengorek terlebih dahulu darimana sumber permodalan Yahudi tsb.

#2. Jika kerjasamanya kita terlibat langsung di dalamnya, spt pengerjaan pemasangan perangkat IT dimana semua permodalan dari mitra dan kita menyumbangkan skill, sementara modal tsb didapatkan mitra kita dari riba, maka bekerjasama spt ini tidak boleh. Karena berarti kita turut andil dalam memutarkan dana yg bersumber dari riba.

2. Jika kita beli barangnya secara putus maka boleh hukumnya sebagaimana pembahasan di atas.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Rikza Maulan, Lc.M.Ag

Doa Agar Sholat Khusyu

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …
Adakah doa khusus atau amalan lain yang harus dibaca sebelum sholat selain membaca niat sholat supaya lebih khusyuk ??
Syukron jazakallah khair.

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Niat adalah kalimat terakhir, dan jangan ada kalimat lain di dalam shalat kecuali bacaan shalat itu sendiri.

Adapun sebelum niat diikrarkan, berlindunglah kepada Allah dari bentuk-bentuk gangguan Syaithan, seperti redaksi berikut:

رب اعوذبك من همزات الشياطين و اعوذبك رب ان يحضرون

Doa ini dari Surat al-Mukminūn [23] ayat 97-98:

(وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ)

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.”

Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.

Wallahu a’lam.

Dijawwb oleh Ustadz Wido Supraha

Mana Jodohku..

Assalamu’alaikum ustadz/ah… Setiap manusia tentu akan memiliki jodoh masing masing. Namun, kenapa ya ada kok manusia khususnya wanita belum juga mendapatkan jodoh sampai ajal menjemput. Apalagi zaman sekarang, banyak sekali mereka berkarier sampai pensiun juga belum mendapat jodoh. Apakah nanti ada jodoh di akhirat??
Juga dengan istilah peribahasa yang kita dengar bahwa orang baik/ sholeh-a pasti jodohnya ketemu dengan yang baik/ sholeh-a. Namun baiknya disini menurut kaca mata Allah atau manusia? Karena ada seorang wanita baik/ sholeha memiliki suami seorang penjudi. Kira kira bagaimana kaitannya bahwa orang baik dapat jodoh orang baik juga?
Terima kasih, atas penjelasannya.
———-

JAWABAN:

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Kita tetap di wajibkan Ikhtiar “MEMILIH”
Apakah sudah maksimal di lakukan ikhtiar nya ?
Manusia itu di Wajibkan 3 perkara
DoIT

Doa
Ikhtiar
Tawakal

Kalau kita sudah maksimal melaksanakan 3 di atas Alloh berkehendak lain, itu hanya karena kasih sayang Alloh sama hambaNya
Karena apa yang Alloh berikan ke hambaNya pastilah yang terbaik

karena Rasulullah menyuruh kita memilih kalau kita mau bahagia dan beruntung.
Masalah dia berjodoh atau tidak dengan kita biarkan takdir yang memainkan peranannya. Tugas kita hanya berdo’a memohon yang terbaik dan berusaha melakukan yang baik sesuai pesan Rasulullah.
Rasulullah telah memberi petunjuk dan nasihat memilih pasangan hidup kepada kita. Jika setelah tahu kita tetap memilih yang berlawanan karena mengedepankan nafsu dan ego saja. Itu berarti kita telah memilih sendiri jalan hidup kita yang berlawanan dengan apa yang sudah Rasulullah anjurkan. Jadi jangan salahkan takdir, jangan salahkan Allah jika kamu terjebak ke dalam jalan kerugian. Karena kamu sendiri yang memilih.

Bukankah Allah sudah memperingatkan.. Rasulullah pun sudah berpesan.

Kita sendiri yang menentukan pilihan, walaupun hasil akhirnya tetap ada di tangan Tuhan, apakah mempersatukan dengan orang pilihan kita meskipun kita salah jalan , atau justru menggagalkan.

Jika Allah menyatukan jangan berbangga dan merasa benar dulu, belum tentu Allah meridhai pilihan kita tadi bukan? Karena Allah hanya akan meridhai yang baik-baik saja. Tapi karena kasih-Nya, Dia mengabulkan apa yang kita usahakan, Dia mengizinkan semua itu terjadi, namun yakinlah di balik kehendak-Nya tadi

“Inikah maumu? Inikah yang membuatmu bahagia? Inikah yang kau pilih? maka Aku izinkan semua maumu ini terjadi.. Namun kau juga harus mempertanggung jawabkan semua ini di akhirat nanti”
Di dunia Allah masih menyayangi semua hamba-Nya. baik itu yang bertaqwa maupun yang durhaka… Semua mempunyai hak yang sama. Tapi di akhirat? Jangan harap… Allah hanya kan mencintai hamba-Nya yang bertaqwa di dunia bukan yang selalu mendurhakai-Nya.

Jangan selalu menyalahkan takdir ,apalagi menyalahkan Allah. Karena pada dasarnya kita punya bagian besar dalam menentukan jalan hidup kita.
Bukankah kita sendiri yang memilih menjadi orang baik atau menjadi orang jahat? menjadi orang Jujur atau pendusta? menjadi oarng bertaqwa atau durhaka?

Jadi sekarang mau pilih mana?
Pilihan Rasulullah? atau Pilihan nafsu kita?
Beruntung atau merugi?

Menyerah pada nasib atau berusaha memperbaiki nasib?
Menyerah pada cinta atau menyerahkan cinta ada-Nya?

Jangan selalu menjadi manusia yang pandai menyalahkan orang lain atas hal buruk yang terjadi dalam hidup kita , apalagi sampai menyalahkan Allah.
Kita semua di anugerahi akal untuk berfikir, untuk menimbang apa saja kemashlahatan dan kemudharatan yang akan kita tanggung ketika kita hendak memilih atau melangakah.

Awali dengan cara Islam, jalani dengan aturan Islam .. Semoga kita mendapat akhir yang tentram.
Jodoh RAHASIA ALLAH. Kita sebagai hamba hanya bisa mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya agar bisa mencapai puncak keberuntungan. Ikhtiar dan do’a janganlah lupa .. dan tetap menjadikan pesan Rasulullah sebagai kriteria utama memilih dan menerima calon pendamping kita. Karena kehidupan tidak akan berakhir hanya di dunia.
Ada kehidupan setelah ini yang lebih abadi, dan apa yang kita kerjakan di dunia inilah iyang menjdi penentu kebahagiaan kita di akhirat kelak.

Masalah di akhirat dia dapat jodoh wallahu a’lam itu tergantung amalan nya ketika di dunia
Apakah amalan di dunia nya di terima Alloh
Wallahu a’lam

✅ Juga dengan stilah pribahasa yang kita dengar bahwa orang baik/ sholeh-a pasti jodohnya ketemu dengan yang baik/ sholeh-a.

Itu bukanlah peribahasa tapi cuplikan atau di nukil dari ayat dalam alquran An Nur ayat 26

Jika difahami secara harfiah tentu kita akan memahaminya sebagaimana adanya. Tapi sebenarnya jika kita lihat asbabun nuzul (sebab turun) ayat tersebut, kita akan faham bahwa yang dimaksud laki-laki baik dan wanita baik dalam ayat tersebut adalah Rasulullah dan ‘Aisyah, jelas ini merupakan pasangan serasi, suami yang baik dengan istri yang baik. Lihat Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim karya Imam Ibn Katsir dalam menafsiri ayat ini.

Al-Quran surat An-Nur ayat 26 ini diturunkan untuk menunjukkan kesucian Sayyidah ‘Aisyah dan Shafwan bin al-Mu’attal dari semua tuduhan yang ditujukan kepada mereka kala itu. Ceritanya dalam sebuah perjalanan sepulangnya dari penaklukan Bani Musthaliq, Tanpa sengaja Sayyidah ‘Aisyah terpisah dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian bertemu dengan Shafwan diantarkan pulang oleh Shafwan juga yang sama-sama tertinggal dari rombongan karena sudah menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.

Akhirnya Sayyidah ‘Aisyah pulang dikawal oleh Shafwan dengan naik untanya masing-masing hingga sampai ke Madinah. Golongan Yahudi dan orang-orang munafik melihat peristiwa ini sebagai kesempatan untuk menghembuskan fitnah perselingkuhan.

Saat itu kaum muslimin pun ada yang pro dan yang kontra menanggapi isu tersebut. Sikap Nabi juga jadi berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh kepada ‘Aisyah untuk segera bertaubat atas apa yang telah terjadi. Namun Sayyidah ‘Aisyah tentu tidak mau bertaubat karena merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kaum munafik kepadanya, ‘Aisyah hanya menangis dan berdo’a agar Allah menunjukkan fakta yang sebenarnya. Allah menjawab do’a Aisyah dengan menurunkan surat An-Nur ayat 26 ini.

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah wanita yang jahat hanya pantas berdampingan bagi laki-laki yang jahat pula dan begitupun sebaliknya. demikian pula dengan wanita yang baik hanya pantas berdampingan dengan laki-laki yang baik pula dan begitupun sebaliknya.

Bukan berarti laki-laki yang baik PASTI akan mendapatkan wanita yang baik atau sebaliknya.

Ayat ini justru merupakan anjuran bagi setiap muslim untuk berhati-hati dalam memilih pasangannya agar memilih calon suami yang baik dan juga bagi para pria untuk memilih calon istri yang baik pula.

Kadang orang baik dapat pasangan yang buruk
Jika laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik, kenapa Al-Quran menyebutkan bahwa kelak diakhirat ada istri-istri orang yang beriman yang menjadi musuh?, mereka menghujat suaminya dan hendak menjerumuskannya kedalam Neraka. Ini berarti ada laki-laki beriman yang mempunyai istri yang buruk.

Coba perhatikan Al-Quran surat At-Taghabun ayat 14.

“Hai orang-orang beriman, sungguh diantara para istri dan anak-anakmu ada yang jadi musuhmu, maka berhati-hatilah terhadap mereka dan apabila kamu memaafkan, tidak memarahi serta mengampuni mereka maka sungguh Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Yusrizal, ST

Membayangkan Wajah Istri/Suami adalah Pahala

Assalamu”alaikum Ustadz/ah.. gimana hukumnya orang yg sdh menikah tapi ia tdk bisa melepas/ melupakan mantannua ( masih pacaran trus) karena pernikahannya itu perjodohan,terima kasih,wassalamu’alikum wr wb

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Genggamlah tangan pasanganmu, bersama membuat komitmen untuk meraih ridha ilahi bersama ilmu.

Membayang-bayangkan wajah istri di rumah menghadirkan pahala besar, sementara membayang-bayangkan wajah wanita lain merupakan kesia-siaan yang akan membuka pintu keburukan

Perjodohan bukanlah alasan yang tepat untuk tidak mencintai karena definisi cinta adalah memberikan sepenuh hati kepada yang sang kekasih tanpa henti (lihat: http://supraha,com/?p=25)

Kehidupan terus berjalan dan hayatilah bahwa batas umur semakin menipis, maka nikmatilah kehidupan dengan memperbanyak dzikr dan beribadah bersama anugerah Allah ﷻ berupa pasangan hidup di sisi, siapapun dia.

Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 216:

وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٢١٦

_Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui._

Pengetahuan kita akan cinta dan kebaikan sungguh sangat terbats, maka senantiasalah berbahagia dengan apa yang kita miliki, dan jadikanlah seluruh yang kita miliki sebagai sarana yang memudahkan kita masuk ke Jannah-Nya.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Wido Supraha