Kuingin Tetap Sholat di Masjid

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …
orang tua yg sakit dan tidak bisa ke masjid. kemudian dia ingin sholat berjamaah dengan anak laki2 nya dirumah.
apakah anak laki lakinya tersebut. tetap mendapat pahala kewajiban shalat berjamaah bagi laki2 di masjid?

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Imam Ibnu Hummam menuliskan:

وَسُئِلَ الْحَلْوَانِيُّ عَمَّنْ يَجْمَعُ بِأَهْلِهِ أَحْيَانًا هَلْ يَنَالُ ثَوَابَ الْجَمَاعَةِ ؟ فَقَالَ : لَا ، وَيَكُونُ بِدْعَةً وَمَكْرُوهًا بِلَا عُذْرٍ .

“Al Halwani ditanya tentang orang yang kadang-kadang berjamaah dengan keluarganya (di rumah), apakah dia mendapatkan pahala shalat berjamaah? Dia menjawab: Tidak, itu adalah bid’ah dan makruh, jika tanpa ‘udzur.” (Imam Ibnu Hummam, Fathul Qadir, Juz. 2,Hal. 196. Al Maktabah Asy Syamilah)

Namun syariat Islam membolehkan bagi seseorang yang sudah selesai melaksanakan shalat wajib, kemudian dia menemani orang lain untuk shalat wajib (karena tidak ada teman), sedangkan bagi dia shalatnya itu dihitung sebagai shalat sunah.

Dalilnya:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ كَانَ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى قَوْمِهِ فَيُصَلِّي بِهِمْ تِلْكَ الصَّلَاةَ

Dari Jabir bin Abdillah, bahwa Mu’adz bin Jabal pernah shalat Isya terlambat bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian dia kembali menuju kaumnya dan ikut shalat bersama kaumnya. (HR. Muslim, Kitab Ash Shalah Bab Al Qiraah Fil ‘Isya, Juz. 2, hal. 490, No hadits. 711. Al Maktabah Asy Syamilah)

Dalam hadits ini menunjukkan bolehnya orang yang sudah selesai shalat wajib, lalu dia ikut menemani shalat wajib orang lain, dan baginya dinilai sunah sedangkan orang lain itu adalah wajib. Inilah pandangan yang dikuatkan oleh para Imam seperti Imam Ibnul Mundzir dari Atha’, Al Auza’i, Imam Ahmad, Abu Tsaur, dan Sulaiman bin Harb serta Imam An Nawawi, semoga Allah meridhai mereka semua.

Jadi, silahkan menemani shalat orang tua anda agar beliau bisa mendapatkan pahala berjamaah bersama Anda, walau anda sudah melaksanakan shalat wajib di mesjid. Bagi Anda itu dinilai sunah dan bagi orang tua anda adalah wajib.

Wallahu a’lam.

Membaca Al Quran di Ponsel

Assalamu’alaikum Ustadz, afwan mau tanya ketika kita membaca Al Qur’an di ponsel dlm kondisi blm wudhu apa haram?
Syukran

Jawaban
—————

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak ketika ditanya demikian, beliau menjawab:

Telah disepakati (ulama) bahwa membaca Al-Quran secara hafalan, tidak disyaratkan untuk suci dari hadats kecil, bahkan tidak harus suci dari hadats besar. Namun dalam kondisi suci ketika membaca Al-Quran, sekalipun hafalan adalah lebih utama. Karena Al-Quran adalah firman Allah. Dan termasuk upaya mengagungkan firman Allah, hendaknya tidak dibaca kecuali dalam kondisi suci.

Adapun membaca Al-Quran dengan membawa mushaf maka disyaratkan suci dari hadats karena memagang mushaf, berdasarkan hadis yang masyhur, ‘Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci.’ Juga berdasarkan riwayat dari para sahabat dan tabi’in.

Dan inilah pendapat mayoritas ulama, bahwa dilarang bagi orang yang berhadats untuk memegang mushaf, baik untuk dibaca maupun untuk tujuan lainnya.

Oleh karena itu, yang benar, HP atau peralatan lainnya, yang berisi konten Al-Quran, tidak bisa dihukumi sebagai mushaf. Karena teks Al-Quran pada peralatan ini berbeda dengan teks Al-Quran yang ada pada mushaf. Tidak seperti mushaf yang dibaca, namun seperti vibrasi yang menyusun teks Al-Quran ketika dibuka. Bisa nampak di layar dan bisa hilang ketika pindah ke aplikasi yang lain. Oleh karena itu, boleh menyentuh HP atau kaset yang berisi Al-Quran. Boleh juga membaca Al-Quran dengan memegang alat semacam ini, sekalipun tidak bersuci terlebih dahulu.

Wallahu a’lam.

Lupa Rakaat Sholat Tarawih

Oleh: Farid Nu’man Hasan, SS.

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Jika saya ikut shalat tarawih berjamaah tiba2 lupa udah sampai rakaat yg keberapa dan jadi berfikiran ngikut imam saja tanpa tahu sudah berapa rakaat. Bagaimana hukum shalatnya ?

Dan ke 2

Sah atau tidak jika niat shalat berjamaah, imamnya di masjid tp saya nya di kos ? Sedangkan bacaan imam terdengar dengan jelas ?
A22

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Lupa jumlah rakaat salah satu sebab mengharuskannya sujud sahwi. Jadi, ketika lupa itu anggap saja sebagai rakaat angka kecilnya, lalu lanjutkan kekurangannya, dan ketika duduk tasyahud akhir dgn 2 x sujud sahwi, dilakukan setelah membaca innaka hamidum majid. Wallahu a’lam

Berpisah dgn Imam sampai lain gedung, tidak sah shalatnya. Kecuali jika ada sebab syar’i seperti masjid yg tidak menampung jamaah akhirnya jamaah sampai numpang di gedung2 sekitar, ini tidak apa2, dan pernah terjadi di masa aahabat dan tabi’in.

Wallahu a’lam.

Sewa Gratis

Oleh: Noorahmat, M.Sc

Assalamu’alaikum. Mau bertanya tentang pemberian sewa gratis tempat sampai beberapa waktu. Dalam hal ini, pemberian itu apa disebut hibah? Atau hanya sekedar sewa tapi memang tdk berbayar (gratis) krn utk dimanfaatkan tempatnya utk menuntut ilmu?

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Terkait pemberian sewa tempat gratis, baru dapat dipastikan setelah penandatanganan kontrak atau MoU antara penyewa dengan yang menyewakan tempat.

Sewa gratis tersebut bisa dimaknai hibah, hadiah maupun sedekah dari yang memiliki tempat. Semua tergantung niat pemilik tempat.

Kalau melihat maksud penggunaan tempat adalah untuk pendidikan, dan pemilik tempat mengetahui maksud tersebut untuk kemudian diberikan sewa gratis, maka InsyaAllah itu merupakan amal shalih untuk pemilik.

Titik tekan tetap pada adanya perjanjian hitam diatas putih yang mencatat segala hal terkait persewaan dan tujuan penggunaan termasuk tempo penyewaan dan biaya penyewaan meskipun gratis.

Wallahu a’lam.

Orangtua yang Suka Membanggakan Orang Lain

Oleh: Dwi Hastuti R.S.Psi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….afwan sy mau tanya, saya punya teman, di sekolah sering mendapat nilai yang kurang memuaskan. Dia cerita kalau orang tua nya sering membedakan teman2 nya yang nilai nya bagus dan menceritakan kebagusan orang tersebut . Orang tua nya sering membanggakan orang yang dapat nilai bagus tersebut. Sayangnya nilai anaknya,teman saya ini, kurang memuaskan. Gimana ya solusinya dan bagaimana cara menyikapi kondisi tersebut?  tks
i.04

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Mudah2an saya tidak salah memahami pertanyaan nya. Yang saya pahami ada temen penanya yang merasa “tersakiti” karena ortunya sering membandingkan dengan lainnya bahkan lebih bangga dengan lainnya daripada anak sendiri.
Kalau memang kasusnya begitu,perlu ada komunikasi yang bisa memperjelas kondisi. Karena dengan komunikasi menjadi jembatan untuk saling mengetahui satu dengan lainnya.

Allah pun menciptakan mulut dan akal yang digunakan untuk sarana berkomunikasi sehingga gunakan ciptaan Allah ini sesuai dengan fungsinya.

Berhubung yang dihadapi adalah ortu sehingga perlu trik khusus agar apa yang ingin disampaikan bisa diterima dengan baik.
📌pilih waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa tidak nyaman ortu yang selalu membandingkan dengan lainnya,bahkan cara membandingkan itu dilakukan di khalayak umum.

📌jika dirasa sulit cari pihak lain yang lebih didengar oleh ortu atau lebih disegani ortu untuk menjadi jembatan dalam mengungkapkan uneg2 hati
Contoh: kalau hal itu dilakukan oleh bapak,coba ungkapkan keluhan hati ke ibu,kakak,pakdhe atau sodara lainnya

📌perlu digali lagi apa benar diri ini lebih baik dari lainnya. Manusia dilahirkan memiliki potensi diri yang membedakan dengan manusia lainnya. Carilah itu!

📌bisa jadi itu adalah cara ortu memberikan motivasi pada anaknya supaya anaknya bisa melakukan yang lebih dari sebelumnya. Be positif thinking!

📌ada berbagai cara untuk mengungkapkan rasa kesal dan marah,hal itu wajar punya rasa marah dan kesal karena Allah memang kasih itu di setiap manusia. Tapi carilah cara yang tidak sampai merugikan diri sendiri dan orang lain dalam mengungkapkan rasa kesal dan marah.

Wallahu a’lam.

Hadist Tentang Kegemaran Syaitan Mengganggu Kedamaian Rumah Tangga

Oleh: Dwi Hastuti R.S.Psi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah saya mohon penjelasan tentang hadits yang menyatakan bahwa syaitan(iblis) senantiasa mengganggu kedamaian dalam rumah tangga.. Terima kasih.

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،

Berbicara tentang iblis,telah dijelaskan dengan gamblang dalam Al-Qur’an. Bagaimana iblis membangkang akan perintah Allah dan berjanji untuk menyesatkan manusia. Ketika Allah memerintah untuk bersujud pada Adam,iblis tak mau bersujud ( Qs. Al-Baqarah : 34 )

hingga Allah mempertanyakan mengapa iblis tak mau bersujud kepada Adam.
Iblis menjawab dengan sombongnya bahwa manusia hanya diciptakan dari tanah,tak lebih baik dari iblis. ( Qs. Al-A’raf : 12 ).

Dan ada pula janji iblis kepada Allah karena tak mau bersujud pada Adam yaitu akan menyesatkan manusia sampai hari dibangkitkan.
( Qs. Al A’raf  : 16-17 ).

Begitulah sifat iblis,sombong dan berjanji menyesatkan manusia sampai hari dibangkitkan.

Salah satu kesukaan iblis adalah memisahkan suami dan istri.

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas air, lalu menyebar anak buahnya ke berbagai penjuru, yang paling dekat dengan sang Iblis adalah yang kemampuan fitnahnya paling hebat di antara mereka, salah seorang dari anak buah itu datang kepadanya dan melapor bahwa dirinya telah berbuat begini dan begitu, maka sang Iblis berkata: ‘kamu belum berbuat sesuatu’, lalu seorang anak buah lainnya datang dan melapor bahwa dia telah berbuat begini dan begitu sehingga mampu memisahkan antara seorang suami dari istrinya, maka sang Iblis menjadikan sang anak buah ini sebagai orang yang dekat dengannya, dan Iblis berkata: ‘tindakanmu sangat bagus sekali’, lalu mendekapnya”. (H.R. Muslim [5032]).

Wallahu a’lam.

Pahala yang Tak Putus

Oleh: Dra Indra Asih

Assalamualaikum wrwb Ustadzah…
Apakah amalan seorang guru ngaji masih mengalir pd sang guru itu (karena ilmu yg dia ajarkan masih di amalkan sama murid2 nya sampai saat ini)tetapi sekarang sang guru itu sudah tdk serajin dulu dlm beribadah.

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
In shaa Allah pahala akan terus mengalir pada beliau selama msh ada yg terus mengamalkan ajarannya…bahkan walau beliau sudah wafat… sesuai hadits berikut:

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim).

Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia.

Termasuk dalam memberikan kebaikan di sini adalah dengan memberikan wejangan, nasehat, menulis buku tentang ilmu yang bermanfaat.

Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim)

Bentuk pengajaran ilmu yang bisa diberikan ada dua macam:

Dengan lisan seperti mengajarkan, memberi nasehat dan memberikan fatwa.

Dengan perbuatan atau tingkah laku yaitu dengan menjadi qudwah hasanah, memberi contoh kebaikan.

Wallahu a’lam.

Darah Haid atau Istihadhoh

Oleh: Nurdiana

Assalamualaikum….Apakah boleh ikut bertanya
Mohon disampaikan di grup ustadz/ah majelis iman dan islam
Pertanyaan :

1. Bagaimana cara membedakan darah haid dan istihadhah?
2. Apabila kebiasaan haid seseorang adalah satu pekan, kemudian suatu saat mendapati haid yang lebih lama dari kebiasaan, misal sebulan, bagaimana menentukan kapan saat istihadhah dan wajib shalatnya?
3. Apabila haid seseorang lama sekali, lebih dari tiga pekan,  boleh kah kita ber-ijtihad sendiri untuk menentukan kapan haid dan kapan saat istihadhah ?
4. Bagaimana bila penampakan zatnya seperti haid tapi jangka waktunya lebih dari tiga pekan, apakah istihadhah?
Jazakumullah khairan katsiiran

🍂🍃🍂 Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
1.Darah haid warnanya merah tua kehitaman dan bau yg khas. Kalau darah istihadhoh, warnanya merah segar,  Cerah.

2. kalau haid biasa sepekan maka setelahnya bukàn haid . Tetapi isthadhoh. Sholatnya saat sdh berhenti haid mandi bersih lalu sholat .biasanya terlihat dari perubahan darah. Bila segar dan cerah berarti istihadhoh

3. Kalau tidak mengalami maka tidak paham. Kalau mengalami nanti akan tahu dan terasa kapan haid dan kapan istihadhoh. Jadi jangan berandai andai.

4.Jangan bertanya apa yang tidak di alami.
Maksudnya kalau belum terjadi tidak usah ditanya. Karena apa yg ditanyakan tidak sesuai. Krn haid dan istihadhoh pasti beda.

Wallahu a’lam.

Hadist Meminta Maaf Sebelum Ramadhan

Oleh: Dr. Wido Supraha

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….benarkah ini 👇hadits shahih?
*Hukum minta maaf sebelum Ramadhan*
Ketika Rasulullah sedang berkhotbah pada suatu Sholat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasulullah mengatakan amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasulullah berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai sholat Jum’at para sahabat bertanya kepada Rasulullah, kemudian menjelaskan: “ketika aku sedang berkhotbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasulullah
amin-kan doaku ini”, jawab Rasulullah.
Do’a Malaikat Jibril adalah sbb: Yaa Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
– Tidak memohon ma’af terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
– Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri;
– Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullahpun amin sebanyak 3 kali.
(Hadis shahih diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al Baihaqi dari sahabat Abu Hurairah ra)

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Yang shahih:
Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, beliau menceritakan,

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له  يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين

_Rasulullah Saw naik mimbar lalu beliau mengucapkan, ‘Amin … amin … amin.’ Para sahabat bertanya, ‘Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?’ Kemudian, beliau bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.””_

Wallahu a’lam.

Kebiasaan Ziarah Kubur pada Waktu Tertentu

Oleh: Dr. Wido Supraha

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….setiap menjelang romadhon dan sesudahnya (lebaran) kita selalu ziarah kubur pertanyaanya bacan² atau doa ziarah kubur yg rosul ajarkan itu seperti apa? apakah menggunakan hadorot seperti halayaknya sekarang? Syukron

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

🔑 _Bacakan do’a dari Nabi Muhammad ﷺ dan boleh berdo’a tambahan dengan apa yang ingin Ibu doakan untuk jenazah_

📌 Awali dengan do’a berikut sebagaimana diriwayatkan dari Imam Muslim No. 975:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ
أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Wallahu a’lam.