Anak SMA Mencium Tangan Guru, Bolehkah?

Ustadz Menjawab
Ustadzah Novria Flaherti
22 Oktober 2016
=====================

Assalamualaikum. Ka, ana mau bertanya. Apa hukumnya bila seorang anak SMA mencium tangan gurunya yg berlawanan jenis? Kemudian berdosakah seorang akhwat yang dibonceng seorang ikhwan, bila ikhwan tersebut hanya berniat ingin mengantarnya saja? Mohon penjelasannya

Jawaban
========

Berboncengan dengan teman laki-laki.

Berdasarkan hadist dibawah ini:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (HR. Ahmad)

Saat ini, kita sering sekali baik itu tukang ojek, tetangga, teman kerja atau teman sekolah, kuliah dll.

Hadits Shahih Bukhari; dan hadits Sahih Muslim meriwayatkan tentang Asma binti Abu Bakar (saudari Aisyah dan ipar Nabi) yang pernah diajak naik unta bersama Nabi (boncengan bersama dalam satu kendaraan):

“Dari Asma bin Abu Bakar…Suatu hari saya datang ke kebun Zubair (suami saya) dan memanggul benih di atas kepala saya. Di tengah jalan saya bertemu Rasulullah bersama sekolompok orang dari Sahabat Anshar. Lalu, Nabi memanggilku dan menyuruh untanya (dengan mengatakan “ikh … ikh”) agar merunduk untuk membawaku di belakang Nabi.”

Dalam menganalisa hadits ini, Imam Nawawi dalam Syarh Muslim menyatakan :

Hadits ini menunjukkan bolehnya berboncengan (antara lelaki dan perempuan bukan mahram) pada satu kendaraan apabila wanita itu seorang yang taat agamanya. Dalam soal hadits ini ada banyak pendapat ulama yang berbeda antara lain:

1. Adanya sifat belas kasih Nabi pada umat Islam baik laki-laki dan perempuan dan berusaha membantu sebisa mungkin.

2. Pendapat lain menyatakan bolehnya membonceng perempuan yang bukan mahram apabila dia ditemukan di tengah jalan dalam keadaan kecapean. Apalagi, kalau bersama sejumlah laki-laki lain yang saleh. Dalam konteks ini maka tidak diragukan kebolehannya.

3. Menurut Qadhi Iyad bolehnya ini khusus untuk Nabi saja, tidak yang lain. Karena Nabi telah menyuruh kita agar laki-laki dan perempuan saling menjauhkan diri.

Dan biasanya Nabi menjauhi para perempuan dengan tujuan supaya diikuti ummatnya. Kasus ini adalah kasus khusus karena Asma adalah putri Abu Bakar, saudari Aisyah alias ipar dan istri dari Zubair. Maka, seakan Asma itu seperti salah satu keluarganya. Adapun lelaki membonceng wanita mahram maka, hukumnya boleh secara mutlak dalam segala kondisi.

Kesimpulan dari hadits dan tafsir tersebut adalah haramnya berboncengan antara laki-laki dan perempuan non mahram jika menimbulkan syahwat.

Artinya, berboncengan diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu.

Syarat-syarat diperbolehkannya antara lain:

1. Tidak terjadi persinggungan badan.

Jika dibonceng seseorang yang bukan mahram, usahakan tidak terjadi persentuhan kulit, apalagi sampai memeluk pinggang pembonceng.

Taruhlah tas di tengah-tengah antara pembonceng dengan yang dibonceng. Dan berpeganganlah pada ujung motor, biasanya ada tempat pegangan sehingga kita tetap aman meskipun kecepatan motor agak tinggi.

2. Tidak terjadi khalwat (berdua-duaan di tempat sepi).

Upayakan tidak berboncengan di daerah yang sepi atau di malam hari. Lebih baik dibonceng oleh mahram kita, entah suami, ayah, atau saudara laki-laki kandung jika terjadinya di malam hari.

3. Tidak memiliki maksud buruk atau kecenderungan ke arah syahwat.

Kalau kebetulan yang mengajak berboncengan adalah teman kita, dan kita memiliki kecenderungan suka kepadanya, lebih baik jangan berboncengan dengannya, karena akan menimbulkan hal yang buruk, entah itu berupa penyakit hati, maupun hal lain yang tidak diinginkan.

Boncengan dengan teman laki2 sebaiknya dihindari.

Dengerin Musik Di Kamar Mandi, Boleh?

Ustadz Menjawab
Ustadzah Novria Flaherti
20 Oktober 2016
=====================

Saya mau tanya mengenai mendengarkan musik itu hukumnya apa? Saya jadi ingin nanya juga..
Kalau di kamar mandi bolehkah mendengar musik? Tapi tidak bernyanyi..
#MFT 02

Jawaban
========

Berdasarkan hadist diatas, barangsiapa yang mendengarkan nyanyian baik ada musik ataun tanpa musik dalam rangka bermaksiat kepada Allah niscaya ia tergolong fasik. Namun, barangsiapa berniat sekedar menghibur dirinya agar mengokohkan jiwanya untuk semakin taat kepada Allah dan menggairahkan hatinya untuk berbuat kebaikan maka perbuatannya itu adalah benar. Akan tetapi, orang yang tidak berniat untuk taat ataupun bermaksiat maka ia melakukan perbuatan yang sia-sia.

Kebanyakan ulama memfatwakan bahwa nyanyian diiringi musik atau tanpa musik adalah haram, berdasarkan firman Allah SWT :

Allah SWT berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْتَرِيْ لَهْوَ الْحَدِيْثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ  وَّيَتَّخِذَهَا هُزُوًا   ؕ  اُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman: 6)

Berdasarkan Hadist dari Aisyah r.a., ia berkata bahwa Abu Bakar r.a., masuk ke rumahnya pada suatu hari Mina (Hari Raya Idul Adha), sedang saat itu disampingnya ada dua gadis yang tengah bernyanyi dan memukul rebana, sementara Nabi SAW berada disitu dengan menutupi wajahnya denga pakaiannya. Serta merta Abu Bakar mengusir kedua gadis itu. Mendengar itu Nabi SAW membuka tutup wajahnya dan berkata, “biarkan mereka wahai Abu Bakar, saat ini adalah hariraya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa hadist tentang dua gadis tersebut menunjukkan bahwa nyanyian itu tidak haram. Beberapa hal yang dapat ditolerir adalah nyayian dan menabuh rebana adalah hiburan disaat hari raya, yakni waktunya bersenang-senang.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait nyanyian dengan musik atau tanpa musik:

1. Tema nyanyian tidak berlawanan dengan etika dan ajaran islam.

2. Walaupum tema nyanyian tidak bertentangan dengan ajaran islam, akan tetapi cara menyanyikannya menyebabkan ia bergeser dari halal ke haram maka mendengarkannya adalah haram. Misalnya, dengan cara berlenggak lenggok.

3. Tidak berlebih-lebihan, dengan artian tidak menghabiskan waktu.

4. Jika nyanyian dapat membangkitkan nafsu untuk melakukan maksiat maka mendengarkan nyanyian/musik adalah haram.

5. Ulama sepakat bahwa nyanyian yang diiringi dengan hal-hal yang haram maka hukumnya menjadi haram pula.

Berdasarkan hadist dibawah ini:

“Sungguh akan ada sekelompok orang dari ummatku yang meminum khamar, mereka menamainya dengan nama lain, lalu diiringi dengan musik2 dan para biduan wanita. Allah bakal meneggelamkan mereka ke dalam perut bumi dan menjadikan mereka kera dan babi.” (HR. Ibnu Majah).

Beda Hamba dan Umat

Ustadz Menjawab
Ustadzah Novria Flaherti
20 Oktober 2016
=====================
Assalamu’alaikum kak, aku boleh tanya ? “Apasih kak bedanya hamba sama Ummat?”
#MFT 09

Jawaban
========

Hamba berasal dr kata ‘abid. Yang berarti mengabdi (beribadah) kepada yang menciptakan/Tuhan/Rabb, sedangkan Ibadah berarti menaati perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya

Hubungan manusia dengan Allah SWT bagaikan hubungan seorang hamba dengan tuannya. Si hamba harus senantiasa patuh, tunduk, dan taat atas segala perintah tuannya. Demikianlah, karena posisinya sebagai ‘abid/hamba.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
 
“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 21)

Allah SWT berfirman:

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ    ۙ  حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ  

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ  اِلَّا لِيَعْبُدُوْن
ِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Az-Zariyat: 56)

Ibadah berakar kata ‘abada yang artinya mengabdikan diri/ menghambakan diri. Ibadah dalam artian segala aktivitas penyembahan kepada sang Pencipta.

Ibadah juga berarti adalah melaksanakan segala aspek kehidupan sesui dgn nilai2 yang sudah ditetapkan oleh sang pencipta/Tuhan/Rabb/Allah SWT dan semua perbuatan baik yang mendatangkan manfaat bagi diri dan orang lain adalah ibadah atau amal saleh.

Ummat/ummah berarti: “masyarakat” atau “bangsa”. Kata tersebut berasal dari kata amma-yaummu, yang dapat berarti: “menuju”, “menumpu”, atau “meneladani”. Dari akar kata yang sama, terbentuk pula kata: um yang berarti “ibu”, dan imam yang berarti “pemimpin”.

Misalnya, Ummat Islam bermakna masyarakat atau bangsa yang beragama Islam. Ummat Muhammad berarti masyarakat yang mempunyai pemimpin atau meneladani Muhammad.

Jadi, perbedaan hamba dan ummat terletak pada hubungan dengan Tuhan dan Manusia.

WallahuA’alam

Komunikasi Dengan Lawan Jenis

Ustadz Menjawab
Ustadzah Novria Flaherti
18 Oktober 2016
=====================

Aku juga mau nanya, kalau misalkan tiap hari chat-an sama cowo karna sahabatan atau semacamnya gimana ya? Makasii.
Alya#03

Jawaban :
—————-

“Tidaklah aku meninggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Muslim)

Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’, begitu pula dengan chatting via sosmed, ataupun aplikasi messenger lainnya.

Dalam sejarah, kita lihat bahwa isteri-isteri Rasulullah SAW berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan, ada antara isteri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda yaitu Aisyah RA.

Akan tetapi, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika chatting dengan lawan jenis, karena Islam sangat menjaga ummatnya dari godaan syahwat untuk berzina, adab yang perlu diperhatikan diantaranya :

1. Hanya untuk Keperluan Penting.

Jika chatting tidak untuk keperluan yang penting, maka segeralah dihentikan, karena termasuk ke dalam perbuatan sia-sia.

2. Waktunya tidak lama.

Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah masalah waktu atau durasi, jangan sampai melampaui batas. Meski hanya melalui whats app, chatting sebentar saja sudah cukup jika memang dilakukan hanya berdua, jika ingin lebih lama, lakukanlah chatting di forum.

3. Jangan Sengaja Menarik Hati Lawan Chatting.

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS. Al-Ahzab: 32)

Imam Qurtubi menafsirkan kata  ‘Takhdha’na’ (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati. Yaitu, menarik hati orang yang mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.

Artinya, pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.

 4. Larangan Khalwat (Berduaan).

 “Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.

“Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya.” (Hadis Sahih)

Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbicara melalui telepon atau chatting di luar keperluan syar’i juga dapat dikatakan berkhalwat.

Hukum chatting sama dengan menelepon artinya chatting di luar keperluan yang syar’i termasuk khalwat. Begitu juga dengan sms.

Namun, bila ada tuntutan syar’i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah dijelaskan. Di sinilah menuntut kejujuran kita kepada Allah, sebaiknya chattinglah ditempat terbuka digrup bukan berduaan. Wallaahu alam.

KISAH PENANGGGALAN

Ustadz Menjawab
Sabtu, 15 Oktober 2016
Ustadzah Novria Flaherti, S.si

KISAH PENANGGGALAN

Assalamu’alaikum wr.wb. afw ukht.  sekiranya prtanyaan saya ini agak lancang saya berlindung kpd Allah SWT  dan memohon ampun kepada-Nya krn ktrbatasan ilmu saya, dan di sisi lain kita juga diwajibkan utk brtanya kpd ahli ilmu ttg suatu hal yg kita tdk mengetahuinya agar tdk trjerumus dlm kesesatan krn ktidaktahuan kita. prtanyaan saya, bagaimana bisa pd zaman nabi Musa As sdh diketahui 10 muharram beliau brpuasa pdhl penanggalan hijriyah baru di mulai sejak hijrahnya nabi Muhammad SAW ke Madinah dari Mekkah. dan penanggalan itu juga baru di buat pd zaman khalifah Umar bin Khattab RA. mohon diberi penjelasan yg disertai dalil yg kuat agar kami masyarakat yg awam akan ilmu agama dpt memahamu dgn sebenar2nya. syukron wa jazakillah khairon katsiran 😊

Jawaban :
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Memang benar bahwa bahwa penetapan kalender hijriah dibuat pada masa khalifah Umar bin Khatab.

Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun di mana hijrahnya Nabi Muhammad dari
Mekkah ke Madinah.

Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622.

Sistem penanggalan sdh ada sejak awalnya manusia dibumi, Allah menciptakan manusia dilengkapi dgn Akal dan fikiran. Diciptakannya matahari dan bulan, melainkan terdapat tanda2 kebesarannya bagi orang2 yang berfikir

Bukti sistem penaggalan berdasarkan bulan/lunar/hijriah sudah ada semenjak dulu berdasarkan dalil dibawah ini:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…”
(At Taubah, 9 : 38)

Dalam satu riwayat dikatakan bahwa sistem kalender yang lunar atau hijriah atau yg menggunakan acuan bulan sudah dipakai sejak adanya nabi Ibrohim, sejak adanya perintah berhaji dan qurban

Berdasarkan dalil dibawah ini:

“Orang-orang bertanya kepadamu tentang hilal. Wahai Muhammad katakanlah: “Hilal itu adalah tanda waktu untuk kepentingan manusia dan badi haji.” (QS. Al-Baqarah: 189)

Sebelum penanggalan hijriyah ditetapkan, masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan tahun. Tahun renovasi Ka’bah misalnya, karena pada tahun tersebut, Ka’bah direnovasi ulang akibat banjir. Tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun fiil (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Ka’bah oleh pasukan bergajah. Oleh karena itu kita mengenal tahun kelahiran Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan istilah tahun fiil/tahun gajah.

Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian seorang tokoh sebagai patokan, misal 7 tahun sepeninggal Ka’ab bin Luai.” Untuk acuan bulan, mereka menggunakan sistem bulan qomariyah (penetapan awal bulan berdasarkan fase-fase bulan)

Inilah bukti-bukti bahwa sistem penanggalan baik mengacu kepada matahari atau bulan sudah lama adanya, bahkan sebelum adanya Islam masuk ke bangsa Arab..

Allahu ‘Alam bisshowab

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Agar Tidak Malas Shalat

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
14 Oktober 2016
=====================

السلام عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saya nayla dari baubau…mau tanya bagaimana caranya biar ga malas sholat. Trus usia kayak saya 11 tahun keluar rumah wajib pake jilbab kah? trimakasih kak

Nayla, grup 03

=============
Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sholat terutama sholat 5 waktu merupakan kewajiban manusia terhadap Tuhanya. Sholat merupakan landasan pokok dan merupakan aktualisasi makna iman yang bersemayam didalam hati. Sholat juga merupakan perwujudan nyata dari keimanan kepada yang ghaib. Sholat juga merupakan bukti penyembahan seorang hamba kepada penciptanya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariat ayat 56:

.ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan untuk menyembah kepadaku”. [Adz
Dzariyat [51] : 56].

selain itu shalat juga dijadikan pembeda antara seorang muslim dan orang kafir. Banyak hadits shahih meriwayatkan begitu pentingnya solat bagi seorang hamba, diantaranya ;

 “Batas antara hamba dan kekufuran adalah sholat” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

“Batas antara seseorang dan kemusyrikan adalak sholat” (HR Muslim)

“Ikatan antara mereka dan kita adalah sholat, barang siapa meninggalkannya maka ia telah kafir” (HR Tirmidzi dan Nasa’i).

Hadist-hadist diatas bermakna seorang bisa dikatakan muslim apabila ia sudah mendirikan sholat, dan seorang dikatakan kafir apabila ia tidak melaksanakan sholat. Solat menjadi pembeda antar seorang muslim dgn orang kafir.

Ada banyak cara agar tidak malas melaksanakan solat, beberapa diantaranya;

1. Jadikan sholat sebagai kebutuhan bukan sekedar kewajiban

Sholat bukan hanya dijadikan sebagai kewajiban saja,tetapi hendaknya juga dijadikan sebagai kebutuhan. karena jika sholat hanya dijadikan sebagai kewajiban, hal inilah yang bisa menjadi beban. Dan apabila kita bisa menjadikanya sebagai kebutuhan maka akan terasa ringan.

2. Jangan Menunda sholat

Selain pahala sholat yang berkurang. Menunda sholat juga dapat menambah rasa malas. Hal inilah yang biasa dilakukan syetan untuk membujuk dan menggoda manusia. awalnya syetan hanya membujuk untuk menunda, lalu syetan akan mengalihkan pikiran manusia agar lupa terhadap sholatnya misalnya tidur.

3. Perbanyak Mengingat Allah/Dzikir

Dzikir/mengingat Allah akan menghidupkan hati sedangkan hati yang hidup akan selalu dekat dengan Tuhannya. Tidak berdzikir atau tidak mengingat Allah maka akan menyebabkan hati menjadi mati, jika hati kita mati maka syetan akan selalu mengendalikan hidup kita.

4. Mengingat Kematian

Setiap yang bernyawa pasti mati. Dengan mengingat kematian  akan menimbulkan rasa takut kepada Allah

5. Perbanyak mencari ilmu tentang keutamaan sholat

Setiap kita harus mengetahui makna dan hakikat solat, urgensi dari solat yang dilakukan, dan konsekwensi dari meninggalkan solat. Dengan cara menuntut ilmu kita akan mengetahuinya. Ilmu bisa diperoleh dari membaca buku dan menghadiri majelis ilmu.

6. Bergaul dengan orang yang soleh

Bergaul dengan orang sholeh akan memotivasi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang diperintakan Allah kepada kita.

Rasulullah bersabda:
Janganlah kalian berkumpul, kecuali dengan orangbyang beriman. Jangan sampai ada yang menyantap makananmu, kecuali orang yang bertaqwa (HR Tirmidzi)

7⃣Menjauhkan diri dari orang-orang yang suka berbuat kerusakan/orang yang lalai

Janganlah berteman dengan orang-orang  yang suka berbuat kerusakan atau orang-orang yang lalai dari mengingat Allah.

Apakah usia 11 tahun sudah wajib pake jilbab keluar rumah??

Berdasarkan firman Allah SWT   dalam QS. An-Nur ayat 31, yang artinya:

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan Vernia mereka kecuali yang (biasa) tampak daripadanya“.

Juga dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:

 “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka menjulurkan khimarnya (jilbab) ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.

Nabi saw juga bersabda:

“Ada dua macam golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: Sekelompok laki-laki yang menggenggam cambuk seperti ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang dan berlenggak lenggok. Dikepalanya ada sesuatu seperti punuk onta. Mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak juga mencium baunya surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh“. (HR. Muslim)

Perintah hijab diwajibkan bagi wanita yang sudah akil baligh, akil baligh pada anak perempuan ditandai dengan keluarnya darah haid. Tetapi alangkah baiknya pembiasaan menggunakan hijab sejak maka kanak-kanak agar ketika kewajiban telah sampai kepadanya, yaitu telah akil baligh maka berhijab akan menjadi kebiasaan yang mudah untuk dilakukan. Banyak anak perempuan sdh akil baligh pada umur 11 tahun bahkan banyak juga pada umur 10 tahun, jadi umur 11 tahun sdh berkewajiban utk menggunakan hijab keluar rumah, tidak hanya keluar rumah tetapi berhijab dari orang-orang yang bukan muhrim kita, misalnya saudara sepupu.

والله اعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Perbedaan Penanggalan

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
Kamis, 13 Oktober 2016
=====================

السلام عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ana mau bertanya nihh, kan diindonesia nih adaa sperti kelompok islam contohx muhammadiyah, sy mau tanya, biasanya klo muhammadiyah itu idul fitrinya biasaa lebih awal daripda wktu yg ditentukan pmerintah, tapi kan dalam alqur’an ada dijelaskan bahwa patuhi lah pemerintahmu, lantas, bgaimna pndangan kakak😊

MFT ikhwan 02
=============
Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Perbedaan itu terjadi karena acuan dalam menafsirkan metode penentuan awal bulan, yaitu ru’yah dan hisab.

1⃣ Ru’yah adalah kegiatan untuk melihat hilal (penampakan bulan sabit) di ufuk langit sebelah barat sesaat setelah matahari terbenam untuk menentukan permulaan bulan baru. Dalam konteks ini, hilal menempati posisi sentral sebagai penentu bulan baru dalam kalender Hijriah.

Hal ini sebagaimana firman Allah:
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia… (QS. Al Baqarah: 189)

Hilal itu sendiri hanya dapat terlihat setelah proses ijtima’, yaitu proses ketika bulan berada satu kedudukan dalam satu garis dengan  matahari dan bumi. Ketika ijtima’ terjadi, bulan berada di antara bumi dan matahari. Pada saat bulan bergeser dan sebagian permukaannya menerima cahaya matahari yang terlihat berbentuk seperti lengkuk cahaya yang sangat halus, itulah yang dinamakan hilal.

Ru’yah sendiri terdapat perbedaan dalam penentuan irtifa’ (ketinggian) bulan. Satu kelompok berpendapat bahwa hilal dapat dilihat bila irtifa’ nya minimal 2 derajat. Kelompok lainnya menyatakan irtifa’ itu tidak boleh kurang dari 6 derajat. Berdasarkan metode ini, masing-masing kelompok berijtihad dalam penentuan tanggal 1 Syawal.

Berdarkan hadits Rasulullah:
Berpuasalah kamu sekalian karena melihat bulan (awal Ramadhan). Dan berbukalah kamu sekalian karena melihat bulan (Idul Fitri). Bila hilal tertutup awan di atasmu, maka genapkanlah ia menjadi tiga puluh hari. (HR. Muslim)

2⃣ Hisab merupakan proses penetapan awal bulan dengan menggunakan metode ilmu hitung menghitung.

Berdasarkan Firman Allah:
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). {QS. Yunus: 5}

Hisab ini mulai berkembang sejak masa Dinasti Abbasiyah (abad ke-8 M). Sedangkan Ru’yah dapat dipahami melalui prediksi/perkiraan posisi bulan dalam ilmu hisab. Awal dan akhir bulan tidak ditentukan oleh irtifa’ (ketinggian) hilal. Jika menurut ilmu hisab hilal telah tampak, berapa pun ketinggiannya maka hitungan bulan baru sudah masuk.

Demikianlah penjelasan mengapa terjadi perbedaan-perbedaan dalam penetapan bulan baru Hijriah di kalangan umat Islam. Namun kedua hal tersebut memiliki pijakan yang kuat berdasarkan Al Quran dan Hadits. Pilihlah menurut keyakinan berdasarkan nalar dan pengetahuan.

Al-Ustadz Hasan Al-Banna Rahimahullah menjelaskan -setelah Beliau menerangkan sebab-sebab perselisihan fiqih di antara umat Islam:

“Bahwa sebab-sebab itu membuat kita berkeyakinan bahwa upaya penyatuan dalam masalah furu’ adalah pekerjaan mustahil, bahkan bertentangan dengan tabiat agama ini. Allah menghendaki agar agama ini tetap terjaga dan abadi, dan dapat mengiringi kemajuan zaman. Untuk itu agama ini harus muncul dalam warna yang mudah, fleksibel dan lentur, tidak jumud atau keras.” (Majmu’ah Ar Rasa-il, hal. 26)
Dalam Risalah Al-Khamis beliau juga berkata:

“Bahwa perselisihan dalam masalah furu’  merupakan masalah yang mesti terjadi. Hal itu karena dasar-dasar Islam dibangun dari ayat-ayat, hadits-hadits dan amal, yang kadang dipahami beragam oleh banyak pikiran. Karena itu, maka perbedaan pendapat pun tetap terjadi pada masa sahabat dulu. Kini masih terjadi dan akan terus terjadi sampai hari kiamat. Alangkah bijaknya Imam Malik ketika berkata kepada Abu Ja’far, tatkala Ia ingin memaksa semua orang berpegang pada Al-Muwatha’ (himpunan hadits karya Imam Malik), “Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.”

Bukanlah aib dan cela manakala kita berbeda pendapat. Tetapi yang aib dan cela adalah sikap fanatik (ta’ashub) dengan satu pendapat saja dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia. Menyikapi khilafiyah seperti inilah yang akan menghimpun hati yang bercerai berai kepada satu pemikiran. Cukuplah manusia itu terhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim adalah muslim, seperti yang dikatakan oleh Zaid radhiallahu ‘anhu. (Ibid, hal. 187)

InsyaAllah perbedaan penetapan idul fitri tidak apa-apa ya, tidak berdosa jika kita mengikuti salah satu ulama yang kita percayai. Yang paling penting bagaimana sikap kita saling menghormati dalam perbedaan tersebut selama tidak bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah

والله اعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Menangis Ketika Shalat

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
11 Oktober 2016/10 Muharam 1438 H
=====================

Assalamualaikum kak, boleh tanya tak??
” kalau menangis ketika sholat itu , sholatnya batal atau tidak?”

A09
=============
Jawaban

Allah SWT berfirman, “Dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam: 58).

Dalam hadits disebutkan, dari ‘Abdullah bin Asy-Syikkhir, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat, ketika itu beliau menangis. Dari dada beliau keluar rintihan layaknya air yang mendidih.” (HR. Abu Daud no. 904 dan Tirmidzi dalam Asy-Syamail Al-Muhammadiyah no. 322. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit keras, ada seseorang yang menanyakan imam shalat kemudian beliau bersabda, “Perintahkan pada Abu Bakr agar ia mengimami shalat.”

‘Aisyah lantas berkata, ”Sesungguhnya Abu Bakar itu orang yang sangat lembut hatinya. Apabila ia membaca Al-Qur’an, ia tidak dapat menahan tangisnya.”Namun beliau bersabda, “Tetap perintahkan Abu Bakr untuk menjadi imam.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 713 dan Muslim no. 418).

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Anak Perempuan Pulang Malam, Boleh Nggak?

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
10 Oktober 2016/ 09 Muharam 1438 H
=====================

Anak Perempuan Pulang Malam, Boleh Nggak?

Assalamualaikum kakak,,aku juga mau tanya nih.
Gimana menurut kakak” kalo anak perempuan kyk sya usia 13/14,,ikut pda perguruan silat sprti itu,,kan itu biasanya pulang nya malam sekitar jam10an..

========
Jawaban

Berdasarkan hadits Nabi SAW

المرأة عورة، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita itu aurat, ketika ia keluar, setan akan memperindahnya” (HR. At Tirmidzi)

Dan dibolehkan bagi wanita untuk keluar ketika ada kebutuhan yang tidak bisa digantikan oleh orang lain, selama ia tetap berpegang dengan adab-adab syar’iyyah ketika keluar. Diantaranya yaitu dengan tidak ber-tabarruj dan tidak bersolek.  Dalam hadits riwayat Al Bukhari:

قد أذن الله لكن أن تخرجن لحوائجكن

“Allah telah mengizinkan bagi kalian (para wanita) untuk keluar memenuhi kebutuhan kalian”

Dan  wajib ditemani oleh mahram-nya dan terlebih dahulu meminta izin kepada orang tua sebelum bepergian. Dan  ditemani oleh ayah atau saudara laki2, atau saudara perempuan atau orang lain yang masih mahram seperti paman atau bibi.

Tapi lbh baik jika silatnya yg siang hari aja, krna bagaimanapun kurang baik anak2 perempuan pulang malam.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

MASTURBASI -> MANDI WAJIB?

Ustadz Menjawab
Kamis, 06 Oktober 2016
Ustadzah Novria Flaherti, S.si

🌿🌺🍄 MASTURBASI -> MANDI WAJIB?

Assalamu alaikum ustadz/ah..
mau nanya apakah orang yang melakukan masturbasi itu harus melakukan mandi wajib? #A 40

JAWABAN
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Mengeluarkan lendir di vagina dengan menggunakan jari sehingga merasakan kenikmatan dinamakan juga dengan “onani/masturbasi/istimna”.

Para ulama fiqih berbeda pendapat dalam menetapkan hukumnya. Jumhur ulama mengharamkannya, di antaranya adalah pengikut mazhab Maliki, Syafi’i, dan Zaid . Mereka berpegangan pada firman Allah swt dalam surat Al-Mukminin ayat 5-7 :

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”  

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼Sebarkan! Raih Bahagia….