Zakat Kendaraan

Assalamu’alaikum, ustadzah
Boleh mengajukan pertanyaan :
1. Apakah mobil atau kendaraan ada zakat yang harus dibayarkan ?
2. Hukum zakat dlm perniagaan apakah sama dengan zakat penghasilan 2,5 % ?
A 30
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
1. Apabila kendaraan tersebut, baik mobil atau motor untuk digunakan sehari-hari sebagai sarana transportasi maka tidak perlu dikeluarkan zakatnya.
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
“Tidak ada kewajiban atas seorang muslim untuk menzakati hamba sahayanya dan kuda tunggangannya” (HR Bukhari).
Hadis ini menjadi landasan bahwa kekayaan untuk pemakaian pribadi tidak ada kewajiban zakatnya, Nabi SAW hanya mewajibkan pada harta yang berkembang dan diinvestasikan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Imam Nawawi.
Hanya saja, status mobil sebagai harta tidak wajib dizakati dapat berubah menjadi harta yang wajib dizakati bila status dan fungsi mobil itu berubah status sebagai barang dagangan atau sebagai barang sewaan. Apabila berubah menjadi barang dagangan, maka mobil itu harus dikeluarkan zakatnya dengan ketentuan zakat perdagangan.
2. Zakat perdagangan dikeluarkan oleh seseorang yang keuntungannya telah mencapai nishab (senilai 85 gram emas) dan genap satu tahun. Untuk orang yang berbisnis mobil, maka zakat dikeluarkan dari nilai mobil tersebut. Sedangkan nilai zakatnya adalah 2,5 persen.
Berbeda halnya bila fungsi mobil itu menjadi barang sewaan, maka zakatnya dikeluarkan dari hasil sewanya.
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi  berpendapat bahwa zakat yang dikeluarkan adalah 10 persen setelah dikurangi biaya operasional. Sedangkan batas nishab seseorang mulai berkewajiban mengeluarkan zakat adalah penghasilan sewa tersebut mencapai 653 kg beras atau senilai dengannya.
Syaikh Ibnu Baz dalam, Fatawa Az-Zakah, menjelaskan jika kendaraan tersebut digunakan untuk sehari-hari, tidak disewakan dan rumah hanya dijadikan tempat tinggal maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Namun jika dipergunakan untuk diperjual belikan atau atau disewakan yang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya setiap kali genap satu haul.
Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu” menjelaskan tentang rumah dan kendaraan yang dipaikai sendiri dan tidak menghasilkan pendapatan semua tidak wajib dizakati, kecuali benda tersebut menghasilkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh maka wajib dizakati. Seperti rumah sewaan atau mobil sewaan.
Wallahu a’lam.

Zakat Kendaraan dan Perniagaan

Assalamu’alaikum, ustadz/ah …
Boleh mengajukan pertanyaan :
1. Apakah mobil atau kendaraan ada zakat yang harus dibayarkan ?
2. Hukum zakat dlm perniagaan apakah sama dengan zakat penghasilan 2,5 % ?
A 30

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
1. Apabila kendaraan tersebut, baik mobil atau motor untuk digunakan sehari-hari sebagai sarana transportasi maka tidak perlu dikeluarkan zakatnya.

Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:

“Tidak ada kewajiban atas seorang muslim untuk menzakati hamba sahayanya dan kuda tunggangannya” (HR Bukhari).

Hadis ini menjadi landasan bahwa kekayaan untuk pemakaian pribadi tidak ada kewajiban zakatnya, Nabi SAW hanya mewajibkan pada harta yang berkembang dan diinvestasikan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Imam Nawawi.

Hanya saja, status mobil sebagai harta tidak wajib dizakati dapat berubah menjadi harta yang wajib dizakati bila status dan fungsi mobil itu berubah status sebagai barang dagangan atau sebagai barang sewaan. Apabila berubah menjadi barang dagangan, maka mobil itu harus dikeluarkan zakatnya dengan ketentuan zakat perdagangan.

2. Zakat perdagangan dikeluarkan oleh seseorang yang keuntungannya telah mencapai nishab (senilai 85 gram emas) dan genap satu tahun. Untuk orang yang berbisnis mobil, maka zakat dikeluarkan dari nilai mobil tersebut. Sedangkan nilai zakatnya adalah 2,5 persen.

Berbeda halnya bila fungsi mobil itu menjadi barang sewaan, maka zakatnya dikeluarkan dari hasil sewanya.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi  berpendapat bahwa zakat yang dikeluarkan adalah 10 persen setelah dikurangi biaya operasional. Sedangkan batas nishab seseorang mulai berkewajiban mengeluarkan zakat adalah penghasilan sewa tersebut mencapai 653 kg beras atau senilai dengannya.

Syaikh Ibnu Baz dalam, Fatawa Az-Zakah, menjelaskan jika kendaraan tersebut digunakan untuk sehari-hari, tidak disewakan dan rumah hanya dijadikan tempat tinggal maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Namun jika dipergunakan untuk diperjual belikan atau atau disewakan yang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya setiap kali genap satu haul.

Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu” menjelaskan tentang rumah dan kendaraan yang dipaikai sendiri dan tidak menghasilkan pendapatan semua tidak wajib dizakati, kecuali benda tersebut menghasilkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh maka wajib dizakati. Seperti rumah sewaan atau mobil sewaan.

Wallahu a’lam.

Suami Ucapkan Talak Dua Kali

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Seorang suami mengucap kt talak 2x apakah harus menikah lg klo dlm masa iddah itu sudah baikan? Apakah jatuh talak / tidak

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Ada 2 perbedaan :

Jika suami mentalak istrinya dengan ucapan: 
1. “Saya talak kamu tiga kali.”

2. “Saya talak kamu, saya talak kamu, saya talak kamu.”

Dalam hal ini terdapat perselisihan pendapat yang masyhur di kalangan para ulama.

🔅Imam Syafi’i berpendapat bahwa talak seperti ini hukumnya mubah dan dianggap talak tiga.

🔅Imam Malik,  Imam Abu Hanifah dan pendapat terakhir dari Imam Ahmad menyatakan bahwa talak ini dihukumi haram dan tetap dianggap talak tiga.

🔅Sedangkan ulama Zhohiri, Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim berpendapat bahwa talak tiga dalam sekali ucap dihukumi haram dan dianggap hanya satu talak (bukan tiga kali talak). Pendapat ini juga menjadi pendapat kebanyakan tabi’in. Pendapat terakhir inilah yang lebih kuat dengan alasan sebagai berikut:

Firman Allah Ta’ala,

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ

“Talak (yang dapat kembali rujuk) dua kali” (QS. Al Baqarah: 229).

Yang dimaksud di sini adalah talak itu ada dua, artinya talak itu tidak sekali ucap. Jika jatuh talak, lalu dirujuk, setelah itu ditalak lagi, ini baru disebut dua kali. Artinya ada kesempatan untuk rujuk. Sedangkan talak tiga dalam sekali ucap tidak berlaku demikian dan berseberangan dengan aturan yang telah  Allah tetapkan.

Dari Thowus, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

كَانَ الطَّلاَقُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبِى بَكْرٍ وَسَنَتَيْنِ مِنْ خِلاَفَةِ عُمَرَ طَلاَقُ الثَّلاَثِ وَاحِدَةً فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِنَّ النَّاسَ قَدِ اسْتَعْجَلُوا فِى أَمْرٍ قَدْ كَانَتْ لَهُمْ فِيهِ أَنَاةٌ فَلَوْ أَمْضَيْنَاهُ عَلَيْهِمْ. فَأَمْضَاهُ عَلَيْهِمْ.

“Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, lalu dua tahun di masa khilafah ‘Umar muncul ucapan talak tiga dalam sekali ucap. ‘Umar pun berkata, “Manusia sekarang ini sungguh tergesa-gesa dalam mengucapkan talak tidak sesuai dengan aturan Islam yang dulu pernah berlaku, yaitu talak itu masih ada kesempatan untuk rujuk. Karena ketergesa-gesaan ini, aku berharap bisa mensahkan talak tiga sekali ucap.” Akhirnya ‘Umar pun mensahkan talak tiga sekali ucap dianggap telah jatuh tiga kali talak.[3]

Hadits ini menunjukkan bahwa talak itu masih ada kesempatan untuk rujuk, tidak bisa langsung menjatuhkan tiga kali talak dan tidak ada rujuk sama sekali. Dan karena merajalelanya kebiasaan mentalak tiga sekaligus dalam sekali ucap, maka ‘Umar memutuskan dianggap tiga kali talak. Hal ini dilakukan ‘Umar agar orang tidak bermudah-mudahan dalam menjatuhkan talak tiga sekaligus. Namun sekali lagi, talak tetap masih ada kesempatan untuk rujuk.

Sekali lagi masalah ini adalah masalah ijtihadiyah (masih ada ruang ijtihad). Dari hadits Ibnu ‘Abbas di atas menunjukkan bahwa talak tiga dalam sekali ucap dianggap hanya jatuh satu dan dianggap talak roj’iy.

Dalam kasus di atas apakah suami mengucapkan talak tersebut dalam keadaan sadar atau tidak. Jika pengucapannya dengan niat dan sadar maka sudah jatuh talak kepada istrinya. Suami istri tersebut dapat rujuk kembali jika masih dalam masa idah. Berdasarkan firman Allah

Allah SWT berfirman:

وَالْمُطَلَّقٰتُ يَتَرَ بَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوْٓءٍ  ۗ  وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَّكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللّٰهُ فِيْٓ اَرْحَامِهِنَّ اِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ  وَبُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِيْ ذٰلِكَ اِنْ اَرَادُوْٓا اِصْلَاحًا  ۗ  وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِ ۖ  وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ   ۗ  وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 228)

Bisa rujuk kembali jika talak satu atau dua.

Dalam kasus tersebut penanya tidak menjelaskan apakah suami istri tersebut pernah bercerai sebelumnya atau tidak.

Wallahu a’lam.

Adab Naik Kendaraan Darat

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Selasa, 23 Rabbiul Awwal 1439 / 12 Desember 2017

📕 IBADAH

📝 Novria Flaherti

📖 Adab Naik Kendaraan Darat
==========☆☆☆==========
🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔

Assalamu’alaikum para pejuang muda, ada yang hobby Traveling? Kendaraan apa yg paling sering digunakan?

Tapi gausah jauh-jauh ngomongin traveling karena….

Sehari-hari kita selalu naik kendaraan darat, ke sekolah, ke toko buku ataupun ke tempat les. Kendaraan yang kita naiki berupa motor, mobil ataupun bis.

Nah, naik kendaraan juga ada adabnya, yaitu:

1⃣ Mendahulukan kaki kanan sambil membaca basmalah dan mendahulukan kaki kiri pada saat turun kendaraan.

2⃣ Duduklah di tempat yang telah disediakan.

3⃣ Jangan meludah di dalam kendaraan, dan mengeluarkan anggota badan dari jendela.

4⃣ Berdoalah agar diberi keselamatan saat perjalanan dan ucapkanlah Alhamdulillah ketika sampai tujuan.

5⃣ Ucapkanlah takbir ketika mendaki dan tasbih ketika menurun (Diriwayatkan dari Jabir RA, ia berkata: _‘’Apabila melewati jalan mendaki, kami bertakbir dan apabila melewati jalan menurun, kami bertasbih.’’_ (HR Bukhari)).

Doa naik kendaraan.

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

SUBHAANAL LADZII SAKHHORO LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUNGQOLIBUUNA.

Artinya:

Maha suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak kuasa mengendalikannya, dan kepada Allah kami kembali.

Wallahu alam bii sawwab

🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

ADAB MEMBACA AL-QURAN

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Selasa, 30 Rabbiul Awwal 1439 / 19 Desember 2017

📕 IBADAH

📝 Ustadzah Novria Flaherti

📖 Adab Membaca Al-Qur’an
==========☆☆☆==========

Assalamu’alaikum adik-adikku sekalian ..

Sudah tahu dong yaa Al-Qur’an itu apa?

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Pahala orang membaca Al-Quran itu 1 huruf 10 kebaikan.

Soo, yuuuk kita perbanyak membaca Al-Qur’an dan mempelajari adabnya.

1⃣ Berwudhu lah sebelum membaca Al-Qur’an

2⃣ Berpakaian rapi, bersih, sopan dan menghadap kiblat.

3⃣ Dimulai dengan membaca taawudz dan dilanjutkan membaca basmalah _(kecuali surah At-Taubah tanpa membaca basmalah)_

4⃣ Tidak mengeraskan suara bacaan Al-Qur’an ketika orang lain sedang solat

5⃣ Meletakkan Al-Qur’an ditempat yang lebih tinggi

6⃣ Tidak bermain-main, bercanda atau tertawa ketika sedang membaca Al-Qur’an

7⃣ Membacanya dengan Tartil (perlahan-lahan), tidak tergesa-gesa dan sesuai dengan tajwid.

Doa sebelum membaca Al-Quran:
اللهم افتح علي حكمتك و انشر علي رحمتك وذكرني ما نسيت ياذ الجلال والإكرام

_Allahummaftah ‘alayya hikmataka wansyur ‘alayya rahmataka wa dzakkir nii maa nasiitu yaa dzaljalaali wal ikraami_

Semoga dengan membaca Al-Qur’an bisa menambah keimanan kita kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaatnya di Yaumil akhir nanti . Aaamiiin

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Dosa Syirik (Edisi Lengkap)


Assalamu’alaikum ustadz/ustadzah. Mohon penjelasan dosa yang tidak diampuni meski sudah bertaubat yaitu salah satunya adalah syirik, menduakan Allaah. Benarkah dosa tersebut tidak diampuni Allaah meskipun sudah bertaubat dan menghilangksn kesyirikannya tsb? Jazakumullah…
🅰4⃣3⃣

Jawaban
———–

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Allah berfirman :
إِنَّ اللَّـهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن
يُشْرِكْ بِاللَّـهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisaa’: 116)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisaa’: 48)

Bahwa segala dosa dapat diampuni Allah bagi siapa yang Allah kehendaki, tapi dosa mempersekutukan yang lain dengan Dia, tidaklah dapat Allah mengampuni.

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya berkata, “Allah Ta’ala tidak akan mengampuni dosa syirik yaitu ketika seorang hamba bertemu Allah dalam keadaan berbuat syirik.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 3: 129).

Maksud ayat ini kata Ibnul Jauzi yaitu Allah tidak akan mengampuni pelaku syirik (musyrik) yang ia mati dalam kesyirikan (Lihat Zaadul Masiir, 2: 103). Ini berarti jika sebelum meninggal dunia, ia sudah bertaubat dan menyesali kesyirikan yang ia perbuat, maka ia selamat.

Yang dimaksud dengan “mengampuni” dalam ayat di atas bermakna, Allah akan menutupi dan memaafkan. Jika dikatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik berarti Allah tidak akan memaafkan dan menutupi orang yang berbuat syirik pada-Nya. Syirik yang dimaksudkan di sini adalah syirik dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Karena mentauhidkan Allah adalah seutama-utamanya kewajiban. Sehingga jika ada yang berbuat syirik (sebagai lawan dari tauhid), maka Allah tidak akan mengampuninya berbeda dengan perbuatan maksiat lainnya.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Qosim rahimahullah berkata, “Jika seseorang mati dalam keadaan berbuat syirik tidak akan diampuni, maka tentu saja ini menunjukkan bahwa kita mesti sangat khawatir terhadap syirik karena begitu besarnya dosa tersebut di sisi Allah.  (Hasyiyah Kitab Tauhid, hal. 48).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah berkata, “Syirik adalah dosa yang amat besar karena Allah sampai mengatakan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi siapa yang tidak bertaubat dari dosa syirik tersebut. Sedangkan dosa di bawah syirik, maka itu masih di bawah kehendak Allah. Jika Allah kehendaki ketika ia berjumpa dengan Allah,  maka bisa diampuni. Jika tidak, maka ia akan disiksa. Jika demikian seharusnya seseorang begitu takut terhadap syirik karena besarnya dosa tersebut di sisi Allah.” (Fathul Majid, hal. 85).

Ayat yang kita kaji berisi ajaran penting, yaitu agar kita waspada terhadap kesyirikan.

Syirik begitu berbahaya sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat lainnya,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

Dalam hadits dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

“Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).
[12/20, 10:38 PM] Novria Manis: padaa kasus orang syirik maka supaya Allah mengampuni dosanya yaitu dengan meninggalkan syirik yaitu dengan mengucapkan syahadat kembali karena demgan melakukan kesyirikan otomatis orang tersebut sudah keluar dari islam :

أَشْهَدُ أَنْ لَآ اِلَهَ إِلَّا اللهُ, وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Kemudian membuat penyesalan atas perbuatan syirik yang selama ini dipertahankan, dan tanamkan niat dan cita-cita yang kuat untuk tidak kembali kepada kemusyrikan.
Firman Allah SWT pada QS. 8:38

 “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu”.

Orang-orang kafir atau musyrik yang tidak diampuni dosanya sebagaimana yang disebutkan pada surat Annisa ayat 48 dan 116 adalah orang kafir dan musyrik yang mati dalam kekafiran dan kemusyrikannya, artinya bahwa ia mati sebelum sempat bertaubat.

Adapun jika ia sempat bertaubat dengan syarat-syarat yang telah tersebut diatas maka dosanya tetap diampuni dan dimaafkan, inilah maksud firman Allah pada (Qs.4:153

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kedzalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.) Dan diperjelaskan dengan sangat jelas pada Qs.25:68-71 :Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina. kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Shodaqoh Atau Kewajiban??


Assalamualaikum ustadz/ ah..Mw tanya,memberi uang kepada orang tua itu termasuk sedekah apa kewajiban?

Jawaban
———-

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته ،

Dalam Qur’qn surat al ahqaf : 15
“Dan kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…”

Dalam Qur’an surat Al Isra : 23
“Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapak…”

Dalam beberapa hadist jg di jelaskan begitu pentingnya berbakti kepada orang tua…
Bentuk bakti anak kepada orang tua ada 2 macam
1. Saat masih hidup
2. Setelah meninggal dunia

Saat masih hidup, bakti anak kepada orang tua diantaranya, mengunjunginya, tidak menyakitinya dengan kata2 dan perbuatan, mendoakan, memberi nafkah dan menjamin fasilitas kehidupan jika orang tua adalah fakir miskin.

Ada 2 syarat kewajiban anak dalam memberi nafkah kepada orang tua.
1. Orang tua fakir miskin
2. Si anak memiliki kelapangan rezeki dan berkemampuan memberikan nafkah tsb.

Jadi, jika anak memiliki kemampuan finansial dan orang tuanya termasuk fakir miskin, maka si anak wajib memberikan nafkah kepada orang tuanya.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram
🖥 Fans Page
📮 Twitter
📸 Instagram
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Sholat Shubuh Kesiangan

Assalamualaikum.. saya ingin bertanya. Bagaimana jika kita terlambat bangun untuk solat subuh dan waktu sudah memasuki waktu syuruq ? Ada yang mengatakan waktu syuruq itu waktu diharamkan nya solat. Lalu bagaimana kalau misalkan kita telat solat subuh ? Mohon penjelasannya. Terimakasih..
🅰4⃣3⃣

Jawaban
———–

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
“Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. 4:103)”

Dengan demikian, seorang muslim harus melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Lalu bagaimana dengan orang yang bangun tidur kesiangan, sehingga matahari telah terbit ?

Bagi orang yang tertidur, tidak bangun di waktu subuh hingga matahari terbit, maka tatkala bangun ia harus segera melaksanakan shalat subuh. Dalam hal ini, ia tidak berdosa. Sebab, keterlambatannya untuk melaksanakan shalat bahkan hingga keluar waktunya bukan karena unsur kesengajaan. Hal ini pernah terjadi pada diri Rasulullah saw. Suatu ketika Rasulullah saw sedang dalam perjalanan. Ketika malam, beliau saw dan para sahabat tertidur hingga matahari terbit. Seketika itu, beliau saw memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqamah. Akhirnya, Rasul saw dan para sahabat shalat subuh di kala matahari telah terbit.

Wallahu a’lam.

Shodaqoh ato Kewajiban??

Assalamualaikum ustadz/ ah..Mw tanya,memberi uang kepada orang tua itu termasuk sedekah apa kewajiban?🅰3⃣8⃣

Jawaban
———-

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته ،

Dalam Qur’qn surat al ahqaf : 15
“Dan kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…”

Dalam Qur’an surat Al Isra : 23
“Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapak…”

Dalam beberapa hadist jg di jelaskan begitu pentingnya berbakti kepada orang tua…
Bentuk bakti anak kepada orang tua ada 2 macam
1. Saat masih hidup
2. Setelah meninggal dunia

Saat masih hidup, bakti anak kepada orang tua diantaranya, mengunjunginya, tidak menyakitinya dengan kata2 dan perbuatan, mendoakan, memberi nafkah dan menjamin fasilitas kehidupan jika orang tua adalah fakir miskin.

Ada 2 syarat kewajiban anak dalam memberi nafkah kepada orang tua.
1. Orang tua fakir miskin
2. Si anak memiliki kelapangan rezeki dan berkemampuan memberikan nafkah tsb.

Jadi, jika anak memiliki kemampuan finansial dan orang tuanya termasuk fakir miskin, maka si anak wajib memberikan nafkah kepada orang tuanya.

Wallahu a’lam.

Tafsir QS. Al-Ahzab:33

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 10 Sya’ban 1438H/ 06 Mei 2017

📕 Al-Qur’an

📝 Ustadzah Novria Flaherti

📖 *Tafsir Surat Al-Ahzab ayat 33*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌼🌿🐝🌿🌼🌿🐝🌿🌼

 
{وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى}

dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33)

🌷Mujahid mengatakan bahwa dahulu di masa Jahiliah wanita bila keluar berjalan di depan kaum pria, maka itulah yang dinamakan tingkah laku Jahiliah.

🌷Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33) Yakni bila kalian keluar dari rumah. Dahulu wanita bila berjalan berlenggak-lenggok dengan langkah yang manja dan memikat, lalu Allah Swt. melarang hal tersebut.

🌷Muqatil telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33) At-Tabarruj artinya mengenakan kain kerudung tanpa mengikatnya, kalau diikat dapat menutupi kalung dan anting-antingnya serta lehernya. Jika tidak diikat, maka semuanya itu dapat kelihatan, yang demikian itulah yang dinamakan tabarruj. Kemudian khitab larangan ini berlaku menyeluruh buat semua kaum wanita mukmin.

🌷Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ibnu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Abul Furat, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ahmar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. Disebutkan bahwa Ibnu Abbas membaca ayat ini, yaitu firman-Nya: dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33) Ibnu Abbas mengatakan bahwa munculnya tabarruj adalah di masa antara masa Nabi Nuh dan Nabi Idris, lamanya kurang lebih seribu tahun; itulah permulaannya.

🌷Sesungguhnya salah satu dari dua kabilah keturunan Adam bertempat tinggal di daerah dataran rendah, sedangkan yang lainnya tinggal di daerah perbukitan. Tersebutlah bahwa kaum pria orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan terkenal dengan ketampanannya, sedangkan kaum wanitanya tidak cantik. Lain halnya dengan mereka yang tinggal di daerah perbukitan; kaum prianya bertampang jelek-jelek, sedangkan kaum wanitanya cantik-cantik.

🌷Lalu Iblis la’natull’ah mendatangi seorang lelaki dari kalangan penduduk dataran rendah dalam rupa seorang pelayan, lalu ia menawarkan jasa pelayanan kepadanya, akhirnya si iblis menjadi pelayan lelaki itu. Kemudian iblis membuat suatu alat musik yang semisal dengan apa yang biasa dipakai oleh para penggembala. Alat tersebut dapat mengeluarkan bunyi-bunyian yang sangat merdu dan belum pernah orang-orang di masa itu mendengarkan suara seindah itu. Ketika suara musik iblis itu sampai terdengar oleh orang-orang yang ada di sekitarnya, maka berdatanganlah mereka untuk mendengarkan suara musiknya. Lalu mereka membuat suatu hari raya setiap tahunnya, yang pada hari itu mereka berkumpul. Pada saat itu kaum wanita mereka menampakkan dirinya kepada kaum prianya dengan memakai perhiasan dan tingkah laku Jahiliah.

🌷Begitu pula sebaliknya, kaum pria mereka berhias diri untuk kaum wanitanya pada hari raya itu. Lalu ada seorang lelaki dari kalangan penduduk daerah pegunungan mendatangi hari raya mereka itu, dan ia melihat kaum wanita daerah dataran rendah cantik-cantik. Ia mem­beritahukan hal itu kepada teman-temannya di daerah pegunungan. Akhirnya mereka turun dari gunung dan bergaul dengan wanita daerah dataran rendah. Maka timbullah fahisyah (perbuatan zina) di kalangan mereka. Hal inilah yang dimaksudkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33)

🌼🌿🐝🌿🌼🌿🐝🌿🌼

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c