Syurutu Qabulisy Syahadatain

📆 Rabu, 04 Muharam 1437 H/ 05 Oktober 2016

📗 Aqidah

📝 Ustadzah Novria Flaherti, S.si.

📖 Syurutu Qabulisy Syahadatain
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Adik-adik MFT Syahadat yang kita ucapkan merupakan azaz/landasan dari rukun Islam. Dengan syahadat yg kita ucapkan maka kita menjadi muslim.. Agar diterimaNya syahadat yang kita ucapkan, ada syaratnya.. Beberapa syarat antara lain… ( lanjutan dari 1. Ilmu yang menolak kebodohan dan 2. Keyakinan yang menolak keraguan)

3⃣Keikhlasan dan bebas dari kemusyrikan

Syahadatain harus diucapkan dengan ikhlas karena Allah dan tidak ada niat lain selain mengharap ridhaNya. Niat yang tidak ikhlas termasuk syirik, padahal Allah tidak mengampuni dosa kemusyrikan.

Allah berfirman dalam Alquran surat Al-Bayyinah ayat :5

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ    ۙ  حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ  
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

Dan dalam surat Ak-Kahfi Ayat: 110, Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ  ۚ  فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْالِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.

4⃣ Jujur bukan Dusta

Syahadat harus diucapkan dengan sejujurnya, bukan dengan dusta. Kemunafikan merupakan perbuatan yang sangat tercela sehingga Allah menyiksa orang-orang munafik diatas neraka.

Allah berfirman dalamAl-Quran surat Al- Baqorah ayat: 8-9
وَمِنَ النَّاسِ  مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ
“Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 8)
يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۚ  وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ  وَمَا يَشْعُرُوْنَ
“Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 9)

Dan Quran Surat Al-Ahzab ayat 23-24, Allah SWT berfirman:
مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ  فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ   ۖ   وَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),”
(QS. Al-Ahzab: Ayat 23)

لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَآءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ    ؕ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا  
“agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab: Ayat 24)

5⃣ Cinta yang menolak kebencian

Syahadatain harus disertai dengan kecintaan bukan dengan kebencian ataupun pura2 cinta. Hal ini akan dapat dicapai bila proses syahadatain dilakukan melalui syarat-syarat diatas.

Firman Allah dalam QS Al-Baqorah ayat :165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ  ؕ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ  ؕ  وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ   اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Dan QS Al-Anfal ayat: 2
Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,”
(QS. Al-Anfal: Ayat 2)

6⃣ Menerima yang jauh dari penolakan

Tidak ada alasan untuk menolak syahadatain dan konsekuensinya karena ia hanya akan mendatangkan
Kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Allah SWT berfirman:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ  حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ  حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 65)

7⃣ Pelaksanaan yang jauh dari sikap statis atau diam

Para ulama menyebut bahwa iman harus meliputi keyakinan di hati, ikrar dengan lisan, dan amal dengan angota badan.

Dalam QS An-Nur ayat 51 dan 46, Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ  بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا  ؕ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. An-Nur: Ayat 51)

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَ اٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَاَطِيْـعُوا الرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.”
(QS. An-Nur: Ayat 56)

Dan dalam QS Luqman, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُّسْلِمْ وَجْهَهٗۤ اِلَى اللّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ  بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى  ؕ  وَاِلَى اللّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ
“Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.”
(QS. Luqman: Ayat 22)

Jika syarat-syarat diterimanya syahadat telah terpenuhi, maka akan terdapat pada diri seorang muslim itu kerelaan untuk diatur oleh Allah SWT, Rasulullah dan Islam dalam kehidupannya sehari-hari tanpa adanya keberatan karna rasa cintanya akan Rabbnya dan Rasulnya.

Semoga kita selalu istiqamah berada di jalan ini, jalan kebenaran hingga sampai ke garis finish, syurgaNya kelak… aamiin.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Syurutu Qabulisy Syahadatain

📆 Rabu, 05 Dzulhijjah 1437 H/ 07 September 2016

📗 Aqidah

📝 Ustadzah Novria Flaherti, S.si.

📖 Syurutu Qabulisy Syahadatain
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuhu

Adik-adik MFT..  Kita semua mengaku muslim bukan? Mengapa kita mengaku muslim? Karena kita mengucapkan syahadatain..  Syahadat yang kita ucapkan ini adalah pembeda kita dengan orang kafir, karena syahadatain yang kita ucapkan maka kita sudah masuk kedalam islam.. Karena syahadat yang kita ucapkan ini merupakan sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Syahadat adalah azas/landasan/dasar dari rukun Islam. Syahadat merupakan rumah dan inti dari seluruh ajaran Islam.

Karena syahadat merenungkan syarat utama masuk Islam, maka kita tidaklah bisa asal-asalan dalam pengucapannya. Ada beberapa syarat agar syahadat yang kita ucapkan diterima oleh Allah SWT..

Syarat yang mesti dimiliki oleh seseorang yang telah mengikrarkan syahadatnya. Di antaranya adalah:

1⃣ Ilmu yang menolak kebodohan

Seseorang yang bersyahadat mesti memiliki ilmu tentang syahadatnya. Ia wajib memahami arti dua kalimat ini (Laa Ilaha Illa Allah, Muhammadur Rasulullah) serta bersedia menerima hasil ucapannya. Dari kalimat syahadatain tersebut, maka seorang muslim juga harus memiliki ilmu tentang Allah SWT, ma’rifatullah (mengenal Allah), dan ilmu tentang Rasulullah SAW. Mengenal secara baik terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menjadikan seseorang dapat memberikan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebaliknya, tidak mengenal (bodoh) terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menyebabkan seseorang tidak mampu menunaikan hak-hak Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad: 19)

Orang yang jahil atau bodoh tentang makna syahadatain tidak mungkin dapat mengamalkan dua kalimat syahadat tersebut.

2⃣ Keyakinan yang menolak keraguan
 
Syahadat yang diikrarkan juga harus dibarengi dengan keyakinan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Yakin bahwa Allah SWT sebagai Pencipta, Pemberi Rezki, Ma’bud (Yang layak disembah), dan lain sebagainya, serta yakin bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT. Seseorang yang bersyahadat mesti meyakini ucapannya sebagai suatu yang diimaninya dengan sepenuh hati tanpa keraguan. Keyakinan membawa seseorang pada istiqamah dan mendorong seseorang melakukan konsekuensinya, sedangkan ragu-ragu menimbulkan kemunafikan.

Iman yang benar adalah yang tidak bercampur dengan keraguan sedikit pun tentang ketauhidan Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat: 15)

Selain itu, keyakinan kepada Allah SWT menjadikan seseorang terpimpin dalam hidayah. Allah SWT berfirman:

“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS. As-Sajadah: 24)

Keyakinan kepada Allah SWT menuntut keyakinan kepada firman-Nya yang tertulis pada kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul. Allah SWT menurunkan kitab-kitab itu sebagai petunjuk hidup. Dan di antara ciri mukmin adalah tidak ragu terhadap kebenaran Kitabullah dan yakin terhadap hari Akhir. Sebagaimana dalam firman-Nya:

“Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5)

Bersambung ya… 😊

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Ayah Tiri dan Anak Tiri

*Ustadz Menjawab*
_Selasa, 13 September 2016_
📝Ustadzah Novria Flaherti, S.si
🍃🌸 *Hukum Ayah Tiri pada Anak Tiri*
Assalamu’alaikum,, ustadz/ustadzah,,, apa hukum ayah tiri pada anak tirinya,,,
Jika boleh ingin pnjelasan/ riwayat” lngkap antara ayah tiri dan anak tiri dalam islam. Jazakumullah khoir katsiron. #A34
================
Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاٰخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْۤ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَ اُمَّهٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَآئِكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ  ۖ   فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ  ۖ   وَحَلَاۤئِلُ اَبْنَآئِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْ ۙ  وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا  ۙ
“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[QS. An-Nisa’: Ayat 23] Dari firman Allah diatas jelas bahwa diharamkan menikah dengan ayah atau ibu tiri.  Sesuai dengan firman Allah
وَلَا تَنْكِحُوْا مَا نَكَحَ اٰبَآؤُكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ   ؕ  اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً وَّمَقْتًا   ؕ  وَسَآءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).”
[QS. An-Nisa’: Ayat 22] Sudah jelas ya ukhti bahwa hubungan ayah tiri dan anak tirinya adalah mahram/ haram dinikahi karna sebab dari pernikahan yg telah dilakukan antara ibu dan ayah tiri… 
Catatan: Dalam pernikahan itu terjadi hubungan badan antara suami istri tersebut
Allahu’Alam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
🌍 Website: www.iman-islam.com
📲 Telegram: https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
📸Instagram: httpz://twitter.com/majelismanis/
🕹 Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📮 Twitter: https://twitter.com/grupmanis
📡Sebarkan! Raih Pahala..

Syurutu Qabulisy Syahadatain

📆 Rabu, 05 Dzulhijjah 1437 H/ 07 September 2016
📗 Aqidah
📝 Ustadzah Novria Flaherti, S.si.
📖 Syurutu Qabulisy Syahadatain
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuhu
Adik-adik MFT..  Kita semua mengaku muslim bukan? Mengapa kita mengaku muslim? Karena kita mengucapkan syahadatain..  Syahadat yang kita ucapkan ini adalah pembeda kita dengan orang kafir, karena syahadatain yang kita ucapkan maka kita sudah masuk kedalam islam.. Karena syahadat yang kita ucapkan ini merupakan sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Syahadat adalah azas/landasan/dasar dari rukun Islam. Syahadat merupakan rumah dan inti dari seluruh ajaran Islam.
Karena syahadat merenungkan syarat utama masuk Islam, maka kita tidaklah bisa asal-asalan dalam pengucapannya. Ada beberapa syarat agar syahadat yang kita ucapkan diterima oleh Allah SWT..
Syarat yang mesti dimiliki oleh seseorang yang telah mengikrarkan syahadatnya. Di antaranya adalah:
1⃣ Ilmu yang menolak kebodohan
Seseorang yang bersyahadat mesti memiliki ilmu tentang syahadatnya. Ia wajib memahami arti dua kalimat ini (Laa Ilaha Illa Allah, Muhammadur Rasulullah) serta bersedia menerima hasil ucapannya. Dari kalimat syahadatain tersebut, maka seorang muslim juga harus memiliki ilmu tentang Allah SWT, ma’rifatullah (mengenal Allah), dan ilmu tentang Rasulullah SAW. Mengenal secara baik terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menjadikan seseorang dapat memberikan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebaliknya, tidak mengenal (bodoh) terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menyebabkan seseorang tidak mampu menunaikan hak-hak Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad: 19)
Orang yang jahil atau bodoh tentang makna syahadatain tidak mungkin dapat mengamalkan dua kalimat syahadat tersebut.
2⃣ Keyakinan yang menolak keraguan
 
Syahadat yang diikrarkan juga harus dibarengi dengan keyakinan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Yakin bahwa Allah SWT sebagai Pencipta, Pemberi Rezki, Ma’bud (Yang layak disembah), dan lain sebagainya, serta yakin bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT. Seseorang yang bersyahadat mesti meyakini ucapannya sebagai suatu yang diimaninya dengan sepenuh hati tanpa keraguan. Keyakinan membawa seseorang pada istiqamah dan mendorong seseorang melakukan konsekuensinya, sedangkan ragu-ragu menimbulkan kemunafikan.
Iman yang benar adalah yang tidak bercampur dengan keraguan sedikit pun tentang ketauhidan Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat: 15)
Selain itu, keyakinan kepada Allah SWT menjadikan seseorang terpimpin dalam hidayah. Allah SWT berfirman:
“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS. As-Sajadah: 24)
Keyakinan kepada Allah SWT menuntut keyakinan kepada firman-Nya yang tertulis pada kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul. Allah SWT menurunkan kitab-kitab itu sebagai petunjuk hidup. Dan di antara ciri mukmin adalah tidak ragu terhadap kebenaran Kitabullah dan yakin terhadap hari Akhir. Sebagaimana dalam firman-Nya:

“Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5)
Bersambung ya… 😊
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Sholat Istikhoroh, sehari berapa kali???

🎀Ustadzah Menjawab🎀
✒Ustadzah Novria, S.Si

📆Kamis, 2 Juni 2016 M
                  26 Sya’ban 1437 H
🌿🌺🍁🌻🍄🌼🌷🌹

Assalamuàlaikum Ustadz/ah…
Saya dihadapkan dlm masalah berat dan harus membuat keputusan iya/tidak. Keputusannya pun harus segera saya tetapkan. Dlm hal ini bolehkah saya melakukan istikharah bbrp kali dlm sehari? Dan kpn saja wkt yg tepat buat istikharah? 🅰3⃣8⃣

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Sholat Istikharah boleh dilakukan berulang kali jika kita ingin istikharah pada Allah dalam suatu perkara. Karena istikharah adalah do’a dan tentu saja boleh berulang kali. Ibnu Az Zubair sampai-sampai mengulang istikharahnya tiga kali.

Dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair mengatakan,

 “Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.”

Sholat Istikharah boleh dilakukan kapan saja di siang hari atau malam hari,tapi waktu2 yg mustajab lebih diutamakan, seperti antara adzan dan iqomat, atau disepertiga malam terakhir.

Allahu A’lam Bishawab

🌿🌺🍁🌻🍄🌼🌷🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Bagaimana Jual Barang Ilegal??

🎀Ustadzah Menjawab🎀
💐Ustadzah Novria, S.Si

📆Rabu, 1 Juni 2016M
                25 Sya’ban 1437H
🌿🌺🍁🌻🍄🌼🌷🌹

Assalamualaikum ustadz/ah.., saya mau nanya bagaimana hukum menjual atau transaksi gula ilegal?
Terimakasih. Member A34.

Jawaban
————-

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Secara umum barang ilegal timbul karena adanya larangan atau pembatasan barang2 tertentu dr pemerintah karena berbagai macam hal. Misalnya pajak, izin usaha dll..

Ditemukan beberapa hadits Nabi yang menjelaskan transaksi jual beli yang masuk dalam kategori dilarang untuk dipraktekan.

_Beberapa transaksi jual beli yang dilarang dalam Islam di antaranya adalah:_

1. ba’i al-gharar (jual-beli yang mengandung unsur ketidakjelasan, *ba’i al-ma’dum* (transaksi jual-beli yang objek barangnya tidak ada), *ba’i najasy*(jual-beli yang ada unsur penipuan dengan menciptakan rekayasa permintaan palsu)

2. talaqqi rukban (transaksi jual-beli yang menciptakan tidak lengkapnya informasi di pasar karena penjualnya dihadang di tengah jalan), transaksi jual-beli pada objek yang diharamkan, dll.

_Praktek jual beli Ilegal dilarang karena :_

1. transaksi yang ilegal karena barang ilegal adalah barang yang statusnya tidak diakui di pasar. Barang-barang diselundupkan agar tidak kena bea-cukai.

2. transaksi ilegal akan mengganggu keseimbangan pasar karena harganya lebih murah dari barang yang legal.

Rasulullah SAW melarang bentuk transaksi yang berakibat pada terganggunya mekanisme pasar.

Dari sisi penawaran (supply) kondisi harga pasar akan terganggu. Hal ini sama dengan model transaksi talaqqi rukban yang dilarang oleh Rasulullah SAW karena efeknya sama-sama mempengaruhi mekanisme pasar.

3. ajaran Islam memberikan panduan bagi umatnya untuk menggunakan barang dan produk yang halal. Produk ilegal tidak jelas (gharar) asal-usulnya. Bisa jadi, produk ilegal berasal dari praktek yang dilarang dalam Islam, seperti hasil pencurian.

Jadi, jual-beli barang ilegal sebaiknya dihindari karena alasan di atas, di samping kegiatan melawan undang-undang dan peraturan pemerintah.
Wallahu a’lam bi ash-shawab.

🌿🌺🍁🌻🍄🌼🌷🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia….